cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 54 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2018)" : 54 Documents clear
KREATIVITAS PENCIPTAAN SUMITRO HADI SEBAGAI MAESTRO PENATA TARI KREASI BARU BANYUWANGI PRIMA DIYANTI, KENDURI; NENGAH MARIASA, I
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumitro Hadi merupakan seniman asli dari Kabupaten Banyuwangi yang lahir pada tanggal 16 Agustus 1951. Beliau adalah seniman hebat yang sampai saat ini masih eksis dalam kesenian Banyuwangi.Tujuan penelitian adalah 1) mendeskripsikan latar belakang kehidupan Sumitro Hadi sebagai Maestro penata tari kreasi baru Banyuwangi, 2)mendeskripsikan peran Sumitro Hadi di Banyuwangi sebagai Maestro penata tari kreasi di Banyuwangi, dan 3) mengetahui karya dan prestasi yang telah dicapai Sumitro Hadi sebagai Maestro penata tari kreasi baru di Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian kualitatif yang bertujuan menggambarkan data yang menyangkut pertanyaan what, how, dan why. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan place (tempat), person (orang), paper (tulisan). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, dan 3) Penarikan Kesimpulan. Penelitian ini dilakukan di Banyuwangi (rumah Sumitro Hadi, Pantai Boom, Sanggar Tari Tawang Alun Kecamatan Songgon, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi). Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa 1) Sumitro Hadi dikenal sebagai koreografer berbakat karena latar belakang keluarga, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan pengaruh terbesar dari pengalaman berkesenian yang mendorong munculnya kreativitas/ bakat sebagai seniman. 2) Sumitro Hadi memiliki peranan yang sangat besar dalam dunia seni tari di Banyuwangi khususnya dalam bidang pengembang, pelestari, dan pendidik tari Banyuwangi. 3) Karya tari dan lagu yang beliau ciptakan pada tahun 1968-2015 berjumlah 103 karya. Salah satu karyanya yang menjadi ikon Banyuwangi sampai saat ini adalah tari Gandrung. Sumitro Hadi memiliki piagam penghargaan dari regional, nasional, internasional. Dari bukti-bukti lewat dari karya-karya, penghargaan, murid yang telah beliau didik adalah bukti nyata Sumitro Hadi layak menyandang gelar maestro penata tari kreasi baru Banyuwangi. Kata Kunci: Sumitro Hadi, Maestro, Penata Tari, Tari Kreasi Baru
KARYA LAGU “STOP BULL” PADA EKSTRAKURIKULER KERONCONG DI SMP NEGERI 1 KOTA MOJOKERTO (DALAM TINJAUAN ARANSEMEN) VIDRA NARITA, NEVRI
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik keroncong merupakan salah satu musik di Indonesia yang mempunyai keunikan dan khasnya sendiri. Perkembangan musik keroncong ditandai dengan adanya lomba festival dan acara di berbagai daerah. Tulisan ini membahas tinjauan aransemen lagu ?Stop Bull? pada ekstrakurikuler musik keroncong di SMP Negeri 1 Kota Mojokerto yang mendapatkan juara 1 se-kota mojokerto. Lagu ini, terdapat variasi dan melodi didalamnya yang merupakan sebuah karya musik keroncong modern dan tidak terikat oleh aturan-aturan baku.Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber yang digunakan mengacu pada buku-buku yang berkaitan dengan penulisan, menganalisis pada rekaman audio dan skor partitur pada lagu yang sudah dibuat.Hasil penelitian ini fokus pada tinjauan bentuk lagu dan aransemen pada lagu ?Stop Bull? yang meliputi : (1) Introduction, terdapat counter melody yang dimainkan di tangga nada A mayor dengan menggunakan ritmis 1/2 dan pergerakan melodi yang bersimpangan dengan melodi asli. (2) Transisi dimainkan secara unison yang menggunakan gabungan ritmis 1/4 dan 1/8 dengan nada E. Filler Like Obbligato terjadi setelah transisi yaitu filler yang bergerak dalam melodi utama dan menggunakan gabungan ritmis 1/8, 1/2 dan teknik triplets. (3) Retransisi berfungsi sebagai penghubung antara interlude lagu bagian D pada bentuk tema II bagian E yang dimainkan di tangga nada A mayor. (4) Interlude, terdapat melodic variation and fake yang mengembangkan melodi dari melodi utama dengan akord yang sama dengan menggunakan ritmis 1/8 dan teknik triplets. (5) Disolution terdapat retransisi yang berfungsi mengantarkan interlude lagu bagian D pada bagian baru yaitu tema II bagian E. (6) Coda dimainkan secara bersamaan dengan tangga nada A mayor, birama 4/4 dan tempo 120 bpm. Violin memainkan melodi untuk memperkuat harmoni dari vokal, dan (7) Postlude, tempo berubah dengan menggunakan simbol ritt. Progresi akord yang dimainkan yaitu Bm.Kata Kunci : Bentuk lagu, Aransemen, ?Stop Bull?, Keroncong.
KREATIFITAS GONG GUMBENG DALAM BERSIH DESA DI DESA WRINGINANOM KECAMATAN SAMBIT KABUPATEN PONOROGO HAPPY LUPITASARI, ARLINA; YANUARTUTI, SETYO
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Gong Gumbeng merupakan salah satu kesenian di Kabupaten Ponorogo, tepatnya di Desa Wringinanom Kecamatan Sambit. Kesenian ini diperkirakan ada sejak 1637 M atau sekitar tahun 1838. Sejak munculnya kesenian Gong Gumbeng dijadikan sebagai ritual bersih desa hingga sekarang ini. Masyarakat Desa Wringinanom meyakini kesenian Gong Gumbeng harus selalu dilaksanakan dalam upacara ritual bersih desa, untuk mengindari datangnya masa paceklik. Dengan demikian keberadaan kesenian Gong Gumbeng bagi masyarakat Desa Wringinanom masih sangat bermakna sampai sekarang. Hal ini merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji lebih dalam dan dilakukan penelitian lebih lanjut, mengingat hanya terdapat satu kelompok kesenian Gong Gumbeng dan satu-satunya kesenian yang berbeda dan unik dari kesenian-kesenian yang ada di Kabupaten Ponorogo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk penyajian kesenian Gong Gumbeng dalam ritual bersih desa di Desa Wringinanom Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan mengamati secara langsung ke lapangan dengan melakukan wawancara kepada pelaku seni, lembaga, dan masyarakat sekitar.Kata Kunci: Kesenian Gong Gumbeng, Bentuk.
KREASI KARYA TARI JARANAN SANJOYO PUTRO DESA BANDAR KIDUL KOTA KEDIRI CAHYANI, ALISA; SUGITO, BAMBANG
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kediri merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang kental dengan kesenian jaranannya. Pada umumnya jenis jaranan yang ada di Kediri adalah jaranan pegon. Salah satu paguyuban jaranan yang berkembang di Kediri adalah Jaranan Sanjoyo Putro yang didirikan pada tahun 1996. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui bentuk dan gaya tari jaranan Sanjoyo Putro karena selama ini masih belum ada penelitian yang membahas serta sebagai tambahan wawasan mengenai gerak tari jaranan yang ada di Kediri pada umumnya. Masalah yang diangkat oleh peneliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana bentuk tari Jaranan Sanjoyo Putro, 2) Bagaimana gaya tari Jaranan Sanjoyo Putro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk gerak tari jaranan Sanjoyo Putro dan Gaya Tari Jaranan Sanjoyo Putro.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data trianggulasi metode yang berarti membandingkan dan mengecek balik suatu informasi yang diperoleh dengan cara menggunakan beberapa teknik pengumpulan data pada setiap sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk dan gaya tari jaranan Sanjoyo Putro tidak pernah berubah sejak diciptakan. Bentuk gerak yang mendominasi dalam tari jaranan adalah singget, gedhegan, junjungan, entrogan, ngglebag dan srisig yang selalu diulang. Ciri khas yang terdapat pada jaranan Sanjoyo Putro adalah terdapat 2 model masuknya penari ke arena pentas, mempertahankan tradisi dan senggakan ?Saya Kawak Saya Penak?. Selain itu terdapat berbagai hal yang mendukung penyajian jaranan, yaitu tata rias, tata busana, property, pola lantai, tata pentas dan cahaya serta iringan music pendukung dalam tarian.Kata kunci: bentuk tari, gaya tari, jaranan Sanjoyo Putro.
UNGKAPAN KEANGGUNAN WANITA TIONGHOA SURABAYA DALAM TIPE TARI DRAMATIK MELALUI KARYA TARI “JUAN” KUSESWARI KANZHIRENGGANI, KENYA; TUTUKO, DJOKO
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya memiliki macam etnis sebagai masyarakatnya.salah satunya adalah etnis Tionghoa. Tionghoa hadir di Indonesia sudah sejak lama masuk dengan jalur perdagangan tepatnya di daerah utara Surabaya, mereka berdagang dan sukses berkembang di Indonesia sehingga mereka sungguh untuk tinggal dan menetap di Indonesia. Dari berbagai khas yang menarik dari Tionghoa, wanita tionghoa menjadi suatu khas yang menarik untuk di amati keelokan,kecantikan,dan keindahan yang dimilikinya membuat insan yang melihat hanyut dalam pandangannya. Fenomena tersebut yang melatar belakangi pada karya tari Juan ini. Karya tari Juan memiliki 2 variabel bentuk dan isi. Variabel bentuk yang digunakan adalah tipe tari dramatik dan variabel isi menceritakan tentang sosok wanita Tionghoa yang memiliki keanggunan dan keindahan dalam kesehariannya namun kini telah bergeser yang tidak ditemukan lagi pada wanita keturunan Tionghoa pada zaman sekarang. Penciptaan karya tari Juan yaitu sebagai wujud realisasi dari ide koregrafer dan Untuk bentuk pendeskripsian, mengkaji dan menganlisa dari karya tari ?Juan?. Sehingga karya tari ini tidak hanya dipahami oleh visual namun juga tersaji jelas secara teori. Metode yang digunakan adalah metode kontruksi oleh Jacqluline Smith sebagai acuan dan pijakan untuk membuat karya tari Juan ini.Kajian teori digunakan sebagai acuan atau pijakan untuk membuat sebuah karya sehingga karya yang tersaji tidak keluar dari kaidah-kaidah yang sudah ada, selain itu juga mempermudah proses menjadi lebih sistematis dan tertata rapi. Metode Kontrukasi oleh Jacqluline Smith menjadi pijakan dalam pembuatan karya ?Juan?. Proses sesuai dengan metode kontruksi dimulai dari tema yang dipilih yaitu keanggunan . Judul yang di ambil ?Juan? yang merupakan kata dari bahasa Cina yang memiliki arti indah menggambarkan laku indah seorang wanita Tionghoa . Tipe tari dramatik dipilih karena sinkron dengan keingan koreografer yang tidak ingin memunculkan tokoh yang spesifik dan cerita yang terlalu fulgar . Mode yang digunakan simbolis karena menggunakan simbol-simbol untuk menggambarkan gerak dan maksud, kemudian representatif karena mempresentasikan kembali bentuk objek wanita Tionghoa kedalam panggung. Teknik berasal dari kemampuan koreografer mengolah gerak sehingga menjadi karya yang baru murni dari pemikiran koreografer. Gaya yang digunakan tari tradisi Surabaya dan Cina yang diolah lalu dikembangkan dengan selaras. Jumlah penari sebanyak 5 orang wanita yang berperan menjadi wanita Tionghoa Surabaya dengan sifat yang anggun. Tata Teknik Pentas yang digunakan panggung prosenium dengan tata pencahayaan yang lengkap. Iringanyang digunakan merupakan ansamble instrumen campuran antara diatonis dan pentatonis bernuansa Jawa dan Cina. Kata Kunci: Etnis,Tionghoa,Dramatik,Wanita
PERWUJUDAN TOKOH MENAKJINGGA DENGAN TIPE TARI DRAMATIK MELALUI KARYA TARI “SANG MENAK” ASIYAH, TRI; TUTUKO, DJOKO
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya adalah hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Tari merupakan sebuah ungkapan ekspresi manusia yang diungkapkan melalui gerak tubuh dan ekspresi, erat dengan tenaga, ruang, dan waktu dalam keberadaanya. Karya tari berisi tentang gagasan penata tari yang diterjemahkan kedalam bentuk gerak serta telah mengalami stilisasi disusun dengan teori komposisi dan koreografi. Salah satu bentuk ungkapan jiwa manusia yang diwujudkan melalui gerak.Karya tari dengan judul ?Sang Menak? tersebut menceritakan tentang Sosok Joko Umbaran atau Menakjingga yang diingkari oleh Ratu Kencana Wungu yang mengakibatkan Joko Umbaran terluka batinnya menurut masyarakat Blambangan dalam perebutan hegemoni kerajaan Blambangan. Karya ini memiliki dua variabel yaitu variabel bentuk dengan menggunakan konsep dramatik dan variabel isi pada bentuk perwujudan tokoh menakjingga. Penggunaan tipe tari dramatik dapat memudahkan seorang koreografer untuk menciptakan sebuah karya tari, karena tipe tari dramatik telah memiliki tahapan-tahapan yang dapat dijadikan panutan untuk membuat sebuah karya tari. Karya ini melalui beberapa tahapan yaitu melalui tahap eksplorasi, improvisasi, evaluasi dll. Pada karya tari ?Sang Menak? koreografer berharap penikmat dapat mendapatkan pesan yang ingin disampaikan oleh koreografer dan dapat Mendeskripsikan bentuk penyajian pada karya tari ?Sang Menak? serta bentuk perwujudan Menakjinggo melalui pengenbangan elemen geraknya.Kata Kunci: Perwujudan, Dramatik, Menakjingga, ?Sang Menak?
KARYA MUSIK “ A – KU ” DALAM TINJAUAN BENTUK MUSIK YOGA SAPUTRA, ANGGA; SARJOKO, MOH
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ?a-KU? adalah sebuah karya musik programatik yang menceritakan perjalanan hidup seorang anak manusia, mulai dari terlahir didunia, balita, anak-anak, muda, hingga massa pencarian jati dirinya. Dari beberapa massa perjalanan hidup tersebut telah dirangkai kedalam karya musik berbentuk 3 bagian kompleks/besar.Judul ?a-KU? memiliki makna yang mendalam, dimana huruf a (kecil) adalah nama depan dari anak dalam cerita tersebut. Dan -KU (balok) memiliki makna, Tuhan Yang Maha Esa. Jadi karya ?a-KU? adalah karya musik yang menceritakan perjalanan hidup seorang anak manusia yang tidak lepas dari tuntunan Tuhan. Dimana anak dalam cerita itu adalah komposer itu sendiri.Karya musik ?a-KU? disajikan dalam format Orchestra dengan jumlah pemusik 31 orang. Karya musik ini memiliki 144 birama dengan durasi 7 menit 15 detik. Tangganada yang digunakan dalam karya musik ini ialah Natural lalu dimodulasi ke G pada bagian 2, lalu naik 1 nada ke A minor pada bagian yang sama, dan bagian terakhir C dimodulasi lagi ke D major. Sukat yang digunakan adalah 4/4, ¾, dan 6/8.Dalam penulisannya karya ini mengerucut pada tinjauan bentuk musik. Karya musik ?a-KU? adalah sebuah karya musik dengan 3 bagian kompleks/ besar, yang apabila dijabarkan memiliki urutan sebagai berikut: Ak (Introduksi, A, A?, A1, A2), Bk (Bridge, B1, B1?, B2), Ck (C, C?, C1, C1?, C2, Coda).Kata Kunci : Perjalanan Hidup, Struktur Bentuk Musik.
UNGKAPAN KESETIAAN MELALUI TIPE DRAMATIK PADA KARYA TARI “SATYA LAMBARI” DHINDA GANES WAHYUNINGTYAS, MAHARANI; PUSPITO, PENI
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada karya dengan judul Satya Lambari, penulis sekaligus koreografer memunculkan sebuah koreografi dengan variabel isi yang terinspirasi dari kisah kesetiaan Gandari. Koreografer tertarik karena pada zaman sekarang sudah hampir tidak ada hal seperti itu dilakukan oleh masyarakat umum sehingga koreografer merasakan hal baru untuk dapat mengeksplorasi gerak yang mempunyai makna kesetiaan. Konsep ini divisualisasikan dengan tipe tari dramatik. Teori yang digunakan antara lain teori ungkapan, kesetiaan, tipe dramatik dan teori koreografi. Metode penciptaan karya tari ini menggunakan pendekatan kontruksi oleh Jacquiline Smith yang melalui beberapa proses yaitu eksplorasi, komposisi, improvisasi dan evaluasi. Karya tari Satya Lambari ini mempunyai sebuah rancangan kekaryaan untuk melangkah pada proses studio. Tema yang dipilih yaitu kesetiaan dengan judul karya Satya Lambari yang berarti sebuah kesetiaan yang tulus dari Dewi gandari. Mode penyajiannya diungkapkan secara simbolis representatif. Koreografer menggunakan gaya Jawa Timuran etnis Mataram dengan iringan musik pentatonis laras pelog dan diatonis yang digabungkan. Sesuai dengan bentuk pertunjukannya yaitu dramatik, koreografer memilih panggung prosenium sebagai arena pertunjukan dengan tata lampu yang sudah disesuaikan. Pendukung lainnya seperti tata rias dan busana tari Satya Lambari ini menggunakan pendekatan pertunjukan tradisi. Karya tari Satya Lambari ini juga menggunakan properti berupa rambut panjang yang dibuat dari benang wol berwarna hitam dikepang. Penggunaan properti tersebut digunakan sebagai penutup mata penari sebagai simbol kesetiaan Dewi Gandari.Dengan variabel isi dan bentuk, karya tari Satya Lambari ini ditemukan simpulan simpulan yang didapat dari isi kesetiaan adalah sebuah makna tentang proses bertahan yang disimbolkan dengan menjaga keseimbangan yang ditimbulkan dengan gaya gravitasi bumi serta konsentrasi penari dalam bergerak akan lebih diperhatikan karena kondisi penari dalam keaadaan mata tertutup. Selain itu, simbol gerak menutup mata adalah salah satu bentuk visualisasi kesetiaan Dewi Gandari. Tipe tari dramatik juga ditemukan simpulan yaitu dengan adanya dinamika suasana serta klimaks dapat memperlihatkan alur dramatik yang disampaikan. Kata kunci: Ungkapan, Kesetian, Dramatik, Satya Lambari
WUJUD KETEGUHAN DEWI KUNTI DALAM TIPE DRAMATIK PADA KARYA TARI “ SANG PRITHA” PRISMA SUGONDO, ADITYA; TUTUKO, DJOKO
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahabharata merupakan kisah epik yang terbagi menjadi delapan belas kitab atau sering disebut Astadasaparwa. Rangkaian kitab menceritakan kronologi peristiwa dalam kisah Mahabharata, yakni semenjak kisah para leluhur Pandawa dan Korawa (Yayati, Yadu, Puru, Kuru, Duswanta, Sakuntala, Bharata) sampai kisah diterimanya Pandawa di surga. (Pendit,2005:18)Fokus karya merupakan sebuah kefokusan ide garap dalam karya tari. Fokus dalam penciptaan karya sangatlah penting, supaya maksud dan makna yang akan disampaikan oleh koreografer tersampaikan kepada penonton. Fokus karya pada karya tari ini terdapat dua variabel, yaitu variabel isi dan variabel bentuk. Variabel isi tentang keteguhan hati seorang Dewi Kunti dalam menjalani hidupnya. Variabel bentuknya merupakan sebuah karya tari tpe dramatik yang terinspirasi dari cerita Mahabharata.Karya tari ini menggambarkan bagaimana kehidupan Dewi Kunti melalui Tipe Dramatik. Kehidan Dewi Kunti yang tidak selalu berjalan mulus menjadi daya tarik koreografer dalam proses penciptaan karya tari ini, namun hal positif yang diambil disini yaitu keteguhan. Dimana Dewi Kunti sangat teguh menjalani kehidupannya sampai harus merelakan kedua putra kandungnya berperang dan salah satu dari mereka gugur di medan perang. Tipe dalam karya tari ini adalah dramatik. Pada karya tari ini tidak memusatkan cerita di dalam suatu kejadian atau sauna, melainkan menekankan pada kekutan ? kekuatan gerak untuk memvisualisasikan keteguhan Dewi KuntiKata Kunci : Tipe Dramatik, Keteguhan, Dewi Kunti
“LAKU KREATIF TRI BROTO WIBISONO DALAM PROSES MENCIPTAKAN KARYA TARI” NOVA RATNASARI, YENI; HANDAYANINGRUM, WARIH
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tri Broto Wibisono juga memilki ciri khas yang unik dengan kosisten dalam berkarya seni tari Jawa Timuran. Karya tari Tri Broto Wibisono juga dengan mudah ditarikan oleh segala usia sehingga dapat diterima dan dikenang oleh masyarakat sampai sekarang. Sebagai contoh pengabdian pada seni tari yang ada di Surabaya menghantarkan Tri Broto Wibisono untuk mengembangkan tari Remo Sawunggaling, pengembangan ini diberi nama Remo Jugag. Tri Broto Wibisono tidak terbatas menghasilkan karya-karya tari tetapi juga menghasilkan karya tulis berupa buku jurnal dan artikel yang telah menjadi buku dan acuan bagi para peneliti seni tari diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur tahun 2001. Pentingnya penelitian proses kreatif salah satunya untuk mempertahankan sosok pelestari budaya seperti Tri Broto Wibisono.Penelitian ini terinspirasi dari karya terdahulu yang berkaitan dengan penelitian biografi dan proses kreatif seniman. Skripsi yang berjudul ?Biografi Tri Broto Wibisono, Konsep dan Pandangan Terhadap Seni Tari? karya Mey Kartika Sari; Jurnal yang berjudul ?Proses Kreatif R. Fajar Iriadi Dalam Penciptaan Karya Seni Lukis Periode 2010-2013? karya Taufiqur Pratama; Skripsi yang berjudul ?Proses kreatif penciptaan Tari Parijhoto Sinangling karya Eko Ferianto? oleh Ulivia. Penelitian ini menggunakan teori Kreativitas dari Hawkins, teori proses kreatif dari Ellfeldt, Jequeline Smith, William, dan Rogers. Penulisan ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan metode penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini ialah Tri Broto Wibisono dan Objek penelitiannya adalah proses kreatif Tri Broto Wibisono dalam menciptakan karya tari. Tri Broto Wibisono menyusun konsep menggunakan teori dari Hawkins serta Jacqueline Smith dengan rangsangan awal, menentukan tipe tari, menghayati, mengkhayal, serta improvisasi. Saat proses studio Tri Broto Wibisono juga menggunakan teori dari Alma Hawkins dan Jacqueline Smith yang dimulai dari mengejawantahkan ( membuat motif bentuk), memberi bentuk, improvisasi, evaluasi, seleksi penghalusan, serta motif. Menyajikan karya tari yang dilakukan Tri Broto Wibisono terdapat elemen-elemen diantaranya karakter, gending, busana, gerak, serta penonton. Dalam tiga bahasan tersebut juga membahas ciri-ciri kreativitas dan faktor yang mempengaruhi kreativitas Tri Broto Wibisono.Laku kreatif Tri Broto Wibisono dalam proses menciptakan karya tari dapat menjadi acuan bagi generasi muda. Karena Tri Broto Wibisono menciptakan karya tari mementingkan dan menggunakan roso untuk menghasilkan karya tari yang dapat memberikan kesan kepada penonton atau penikmat seni. Sehingga diharapkan dengan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi penelitian sebelumnya.Kata Kunci: Proses Kreatif dan Tri Broto Wibisono