cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
TARZAN Yulian Sari, Helda
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari Tarzan merupakan sebuah karya tari yang ber-genre langen carita. Karya tari ini terinspirasi dari cerita persahabatan manusia dan binatang. Binatang adalah makhluk bernyawa tapi tak berakal budi seperti monyet, gorila, dll. Stimulasi gerak binatang adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merangsang gerakan yang tercipta dari gambaran kenyataan atau pengalamannya tentang binatang, agar kemampuan dasar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Proses pembelajran tari anak-anak tidak hanya terampil menarikan gerak-gerak tarinya, tetapi dalam perkembangan juga diharapkan anak-anak mampu mengembangkan kreatifitas sesuai dengan usianya. Karya tari Tarzan menceritakan tentang persahabatan manusia dan binatang yang saling membantu sama lain, mulai dari Tarzan yang selalu diserang oleh harimau hingga pada akhirnya harimau sadar dan bersahabat dengan Tarzan yang divisualisasikan dalam bentuk karya tari koreografi pendidikan ber-genre langen carita. Pada proses penciptaan ini teori yang digunakan koreografer untuk mempermudah proses kreatif yaitu teori Jaqueline Smith dalam bukunya Komposisi Tari. Hasil dari proses pencitaan ini yaitu sebuah karya tari yang berjudul Tarzan.Kata Kunci: langen carita, Persahabatan, dan Tarzan
ELING WEKTU DIAN ALIFTA RAHMADEVI, MAHARDHIKA
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari Eling Wektu  merupakan sebuah karya tari yang ber-genre langen carita. Karya ini terinspirasi dari sebuah cerita anak- anak SD yang bermain tidak mengingat waktu. Melalui rangsang visual ketika melihat anak-anak yang bermain tanpa mengenal waktu dan bisa membagi waktu, membuat koreografer terinspirasi untuk dikembangkan menjadi sebuah karya tari yang  bertema Pepeling. Ciri-ciri karya tari yang be-genre langen carita,  yaitu suatu karya tari diungkapkan  melalui   tiga aspek, yaitu gerak tari, sedikit dialog, dan tetembangan. Tetembangan berisikan tentang penggambaran dalam sebuah cerita. Karya tari Eling Wektu ini menceritakan anak yang senang bermain dengan teman – temannya sehingga tidak mengenal waktu. Akhirnya kurang disiplin bahkan waktu untuk belajar pun ditinggalkan justru waktu bermain lebih banyak daripada waktu belajar ketika di rumah. Dengan melihat situasi seperti itu koreografer berfikiran untuk meneliti lebih lanjut dan menciptakan sebuah karya ini dengan judul “Eling Wektu” dengan bentuk karya tari koreografi pendidikan ber-genre langen carita. Pada proses penciptaan ini teori yang menjadi pijakan koreografer untuk mempermudah dalam proses kreatif, yaitu teori pembentukan proses kreatif menurut Alma M. Hawkins dalam bukunya Creating Through Dance, yang terdiri dari, eksplorasi (exploration), improvisasi (improvisation), dan pembentukan (forming).Kata Kunci: genre, langen carita, disiplin, dan eling wektu
ANALISIS TEKNIK PELATIHAN AKTOR VIA NEGATIVA JERZY GROTOWSKI PADA NASKAH ALJABAR KARYA ZAK SORGA ARIFIN, SYAMSUL
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Via negativa merupakan sistem penyatuan tubuh-pikiran-batin aktor untuk menghilangkan batas antara impuls dan reaksi luar. Tujuannya adalah membongkar topeng dalam dirinya agar berani bersikap jujur dan memunculkan efek wajah teatrikal sebagai cerminan terhadap penonton. Seorang aktor dalam teater menjadi nyawa pada suatu gagasan. Semua permainannya dalam panggung merupakan keberadaan utuh seorang aktor baik dari gerak, suara, pikiran bahkan gerakan terkecil sangat mempengaruhi pertunjukan. Pementasan naskah Aljabar karya Zak Sorga dilakukan sebuah proses kreatif kerja aktor melalui teknik pelatihan aktor via negativa Jerzy Grotowski. Proses kreatif semacam ini menemukan kemungkinan-kemungkinan dalam pertunjukan melalui kerja laboratorium dari masing-masing aktor tanpa campur tangan sutradara.Kata Kunci:  Via Negativa, Aktor
KARYA MUSIK “SAMURAI” DALAM TINJAUAN HARMONI Bekti Agung Prayitno, Kresna
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik “Samurai” sebuah karya musik yang mengusung tema Bushido (kode etik seorang samurai). Dalam Bushido terdapat 7 kebajikan yang dianut yaitu kesungguhan, keberanian, kebajikan, penghargaan, kejujuran, kehormatan dan kesetiaan. Komposer ingin mengingatkan bahwa dalam setiap diri harus mempunyai sikap ksatria yang bisa diwujudkan dengan belajar dari seorang samurai. Dengan bushido diharapkan setiap diri mampu menjadi pribadi yang lebih baik,berani dan memiliki kehormatan. Konsep yang dipakai dalam karya musik “Samurai” diaplikasikan dengan jenis musik orchestra dengan sentuhan alat musik taiko yang berasal dari Jepang sehingga memberikan nuansa ksatria yang pemberani. Jenis karya dalam karya “Samurai” adalah karya instrumental karena tidak menggunakan vocal. Karya ini menonjolkan penggunakan Quartal harmoni sebagai suatu ciri khas dan sekaligus memberikan nuansa yang diinginkan oleh komposer. Teknik yang digunakan dalam karya ini adalah teknik memainkan tangga nada Hirajoshi Jepang. Teknik ini perlu dikuasai untuk setiap pemain karena suasana dan bentuk lagu yang diinginkan komposer bernuansa jepang harus nampak dan keluar pada saat karya ini dimainkan. Karya musik “Samurai” adalah karya musik dengan durasi tujuh menit dengan 156 birama. Setiap tema dan ciri tersendiri dari karya musik ini dipadukan dengan seni pendukung berupa seni drama dan berbagai kostum dan lighting yang menyesuaikan dengan tema yang telah diusung.Kata Kunci: Tinjauan Harmoni, Bushido, Harmoni Quartal
WUJUD PERUBAHAN SOSIAL REMAJA DALAM KARYA TARI TOPENG LETER Intan Fahrindianti T, Pradhita
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman  saat ini, baik dari segi pengetahuan dan ilmu teknologi sangat mempengaruhi perubahan sosial para remaja khususnya para gadis-gadis dalam menemukan jati diri. Koreografer menjadikan makna perubahan sosial dalam pencarian jati diri tersebut sebagai fokus pembuatan karya dengan tujuan untuk memvisualisasikan problematika kehidupan dalam bentuk karya tari dan mendiskripsikan bentuk penyajian karya tari Topeng Leter yang menggambarkan para remaja berperilaku tidak sesuai umurnya. Metode penciptaan karya dimulai dari menentukan rangsang awal yaitu rangsang visual dan idesional, yang menggunakan mode penyajian simbolis representatif kemudian tahap selanjutnya eksplorasi, improvisasi, dan evaluasi. Bentuk penyajian karya tari Topeng Leter  meliputi gerak-gerak yang distilisasi dari problematika kehidupan para remaja saat ini. Sifat yang terlihat Kemayu, mendhel, cara berpakaian, berbicara, gaya dan pola hidupnya yang mengalami perubahan. Elemen utama yaitu gerak- gerak dan karakteristik Pandhalungan  yaitu perpaduan antara Jawa dan Madura yang dikembangkan dan elemen pendukung yaitu iringan, rias busana, pola lantai, pemanggungan dengan panggung procenium beserta setting dan lightingnya.   Kata kunci: Karya Tari, Topeng Leter, Bentuk Penyajian
KARYA MUSIK “IL GLADIATORE” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI YOGA KUKUH PRATAMA, JATAYU
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini berjudul “Il Gladiatore” dalam bahasa Indonesia berarti “ Sang Gladiator”. Judul ini dimaksudkan untuk menceritakan kisah pertarungan sang gladiator. Rasa pait dan susahnya di dalam suatu penjara dan kemudian harus rela bertarung mati matian, mengorbankan nyawa untuk  dapat  bertahan hidup di dalam arena pertarungan. Karya musik “IL Gladiatore” Merupakan komposisi yang memiliki format chamber orchestra dalam penyusunannya, Karya ini memiliki bentuk musik 3 bagian yaitu bagian A,B dan C.     Bagian A memiliki kalimat a,a1 bagian B memiliki kalimat b,b1,b2,b3. Bagian C memiliki kalimat c,c1,c2, Awal mula tempo yang dimainkan yaitu tempo Largo yang dimana tempo ini sangat pelan, kemudian berpindah ke tempo cepat yaitu allegretto kemudian pindah ke tempo lento yang dimana hampir sama dengan largo tetapi lebih cepat sedikit dari pada largo. Dan yang terakir menggunakan tempo allegretto kembali. dalam komposisi ini memiliki 147 birama yang dimana berdurasi 08.53 menit. Jika ditinjau dari segi fokus masalah penulisan, karya ini berfokus pada variasi melodinya. Karya musik “IL Gladiatore” menggunakan beberapa variasi melodi di dalamnya, yaitu Melodic Variation and Fake , Dead Spot Filler,  Counter melody, Rhytmyc Variation and Fake,Penulis akan menjabarkan masing masing variasai melodi tersebut yang terdapat di setiap bagian bagian karya musik ”IL Gladiatore”.Proses penciptaan karya musik ini menggunakan beberapa metode yang sudah dipelajari oleh komposer. Melalui banyak inspirasi yang diperoleh dari mendengarkan berbagai jenis musik ilustrasi  yang bertemakan pertarungan atau perang yang ada. Kata Kunci: Tinjauan Variasi Melodi, Pertarungan Gladiator
KARYA MUSIK “NUANSA SENJA” DALAM TINJAUAN BENTUK MELODI RAMADHAN, FAHMI
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik “Nuansa Senja” jika diartikan “Nuansa” mempunyai arti variasi atau perbedaan yg sangat halus atau kecil sekali (tentang warna, suara, kualitas, dsb); serta kepekaan terhadap, kewaspadaan atas, atau kemampuan menyatakan adanya pergeseran yang kecil sekali (tentang makna, perasaan, atau nilai). “Senja” mempunyai arti bagian waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam. Jenis karya dalam karya “Nuansa Senja” adalah karya instrumental karena tidak menggunakan vokal. Karya ini menonjolkan bentuk dan variasi melodi sebagai fokus kerkaryan karena, melodi menurut komposer selalu menggambarkan karakter sebuah lagu dan menyampaikan pesan. Karya musik “NUANSA SENJA”menggunakan beberapa bentuk melodi didalamnya. Komposer menjabarkan bentuk melodi yang terdapat dalam setiap bagian karya musik “NUANSA SENJA”, yaitu terdiri dari 4 bagian yaitu bagian Ak (A kompleks), Bk (B kompleks), Ck (C kompleks), Dk (D kompleks) . Bentuk melodi pada bagian Ak terdiri kalimat A, B, dan C. Bentuk melodi pada bagian Bk terdiri dari kalimat D, E, E1, F, E2, dan E3. Bentuk melodi pada bagian Ck terdiri dari kalimat G, H, G1, H1, dan bentuk kalimat pada bagian Dk terdiri dari kalimat I, J, K, L, M, N, O, P, Q, dan K1. Bentuk variasi melodi yang digunakan pada karya musik “NUANSA SENJA” yaitu Rhytmic Variation dan Fake, Melodic Variation and Fake, Counter Melody, dan Dead Spot Filler. Karya Musik “NUANSA SENJA” terdapat 89 birama dan durasi 5 menit 44 detik. Tempo yang dimainkan yaitu Lento, andante, dan largo. Tangga nada yang digunakan C Mayor, D Mayor, Bb Mayor, dan G minor. Pada karya musik ini menggunakan tanda birama 4/4 dan ¾. Kata Kunci: Tinjauan bentuk melodi dan nuansa senja
BENTUK MUSIK SONATA PADA KARYA MUSIK “SONATA IN G MINOR FOR SOLO VIOLA” Dwi Cahya, Syaify
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik sonata pada karya “Sonata in G minor for Solo Viola”. Objek penelitian difokuskan pada bentuk musiknya. “Sonata in G minor for Solo Viola” merupakan judul karya musik yang memiliki arti musik sonata dalam tangga nada G minor dan dimainkan dalam format viola solo. Karya musik ini berisi 3 movement. Movement tersebut terdiri dari allegretto, lento molto espressivo dan vivace. Metode penciptaan  karya musik ini menggunakan 3 metode yaitu  pertama exploration (eksplorasi);  kedua  improvisation (improvisasi); dan yang ketiga forming (pembentukan atau komposisi). Dalam hubungan ini menerjemahkan, metode tersebut meliputi: eksplorasi, improvisasi, dan forming (pembentukan). Data yang disajikan untuk kemudian dilakukan pengkajian. Proses pengkajian yang dilakukan peneliti adalah dengan penyesuaian proses analisis ilmu bentuk musik yang sudah dikembangkan oleh Prier. Pada penulisan ini membahas lebih lanjut  tentang bentuk musik. Movement I Allegretto, movement II lento molto espressivo dan movement III vivace dianalisis bentuk dan strukturnya setiap bagiannya. Allegretto merupakan bentuk sonata yang terdiri dari eksposisi, developmen dan rekapitulasi yang terdiri dari 101 birama. Lento molto espressivo terdiri dari 3 bagian yaitu: A, B, A’ yang terdiri dari 22 birama. Vivace merupakan bentuk musik rondo. Terdiri dari 33 birama menggunakan sukat 4/4 dengan awalan ketukan opmat. Kata Kunci: Musik Sonata, Bentuk Musik Sonata, Viola Solo
KARYA MUSIK “REBELLION” DALAM TINJAUAN BENTUK MUSIK Setyo Pambudi, Rendi
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik “Rebellion” sebuah karya musik yang menceritakan tentang peristiwa pemberontakan PKI (Partai Komunis Indonesia) di Madiun pada tanggal 18 september tahun 1948. Dalam peristiwa pemberontakan PKI di madiun, PKI ingin menguasai kawasan Madiun dan dijadikan markas PKI. Dan pada tanggal 30 september 1948 kawasan Madiun dapat direbut kembali oleh TNI (Tentara Nasional Indonesia) setelah terjadinya pertempuran antaara PKI dan TNI. Karya musik “Rebellion” sebuah musik programatik yang diaplikasikan dengan jenis musik orkestra dengan alur cerita yang sesuai dengan peristiwa pemberontkan PKI di Madiun tahun 1948. Jenis karya dalam karya “Rebellion” adalah karya instrumental karena tidak menggunakan vocal. Karya ini memiliki bentuk musik 3 bagian kompleks yaitu bagian Ak, bagian Bk, dan Bagian Ak. Pada Ak terdiri dari kalimat A, B, A¹ bagian Bk terdiri dari kalimat C, D, D, C¹, C¹ dan bagian Ak terdiri dari kalimat A, B, A¹. Karya musik “Rebellion” adalah karya musik dengan durasi delapan menit empat detik dengan 183 birama.. Proses penciptaan karya musik ini menggunakan beberapa metode yang sudah dipelajari oleh komposer. Melalui banyak inspirasi yang diperoleh dari mendengarkan berbagai jenis musik ilustrasi atau musik programatik yang bertemakan pertarungan atau pemberontakan yang ada sehingga mampu menciptakan karya musik “Rebellion”. Kata Kunci: Tinjauan Bentuk Musik, Pemberontakan PKI di Madiun
STRUKTUR HARMONI DALAM KARYA “RONDO ALLEGRETTO” Vini Rosariani, Anastasia
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

“RondoAllegretto” dipakai sebagai judul dalam karya musik ini. Rondo sendiri merupakan bentuk musik yang akan dipakai untuk membuat suatu karya musik, sedangkan allegretto adalah bahasa italia yang berarti mirip. Fenomena yang diangkat adalah minimnya musik anak pada saat ini yang memiliki nuansa semangat. Karya musik “Rondo Allegretto” difokuskan pada struktur harmoni disetiap bagian lagu. Pada penulisan ini membahas lebih lanjut  tentang tinjauan harmoni. langkah yang dilakukan untuk meninjau harmoni diantaranya memahami susunan akord dan kadens pada setiap kalimat lagu. Kajian teori yang digunakan pada komposisi ini diambil dari beberapa buku yang membahas tentang musik, ilmu harmoni, bentuk musik, unsur musik, serta hasil penciptaan yang relevan terhadap karya ini seperti karya dari Wolfgang Amadeus Mozart. Dalam langkah-langkah penciptaan karya ini dilandasi dengan ilmu analisis bentuk musik sebagai acuan untuk membangun karya ini. Dengan instrumen dan pemain yang dipilih secara seksama, serta penataan panggung untuk mendukung karya musik ini. Proses penciptaan berawal dari eksplorasi dan kerja studio, kemudian metode analisis dan evaluasi, kemudian metode penyampaian materi kekaryaan. Pada penulisan ini membahas lebih lanjut  tentang analisis struktur harmoni. Analisis yang dilakukan diantaranya analisis struktur harmoni dengan bentuk musik yang terdiri dari reffren dan sisipan yaitu A – B – A – C – A – B1 – A.  Karya musik yang berjudul ”Rondo Allegretto” ini termasuk bentuk musik rondo yaitu musik dengan reffren yang diulang karena di dalam komposisi musik ini terdapat reffren dan sisipan yaitu A – B – A – C – B1 – A yang dimana setiap kalimat memiliki tangga nada yang berbeda.Kata kunci : Harmoni, akor, kadens

Page 11 of 24 | Total Record : 234