cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
ANALISIS BENTUK PENYAJIAN LAGU “PRAU LAYAR” OLEH GAMELAN GOA TABUHAN DESA WARENG KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN SATRIA PRATAMA, ANDHIKA; WINARKO, JOKO
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur memiliki kesenian yang unik, yaitu Gamelan Goa Tabuhan. Gamelan ini mengunakan mayoritas instrumen musik dari batu stalagtit yang berada di Goa Tabuhan. Ruangan dibagian dalam goa juga sekaligus menjadi tempat menggelar sajian gending-gending Jawa dalam alunan musik batu. Lagu ?Prau Layar? ciptaan Ki Nartosabdho yaitu satu repertoar gending bersifat melodis berlaraskan Pelog, yang kemudian disajikan dengan menggunakan instrumen yang terbuat dari batu yang cenderung bersifat ritmis. Kemampuan musik Gamelan Goa Tabuhan yang mampu mengadopsi sistem garap Seni Karawitan Jawa untuk dijadikan sistem untuk menggarap sajian gending-gending inilah yang kemudian menarik untuk diteliti dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif yang digunakan untuk mendapatkan data secara langsung di lapangan yaitu dengan observasi,wawancara dan kemudian melakukan validasi data. Sehingga sangat relevan untuk digunakan sebagai metode untuk penelitian dengan fokus Bentuk Penyajian Lagu ?Prau Layar? oleh Gamelan Goa Tabuhan. Hal-hal yang ditemukan adalah perihal yang berkaitan dengan bentuk penyajian Lagu ?Prau Layar? misalkan instrumentasi, sistem pelarasan, unsur-unsur garap sajian Gamelan Goa Tabuhan, sistem pemanggungan yang meliputi tata letak instrumen, artistik panggung, dan juga kostum yang digunakan oleh pemain Gamelan Goa Tabuhan. Data yang ditemukan tersebut akan di deskripsikan dengan menggunakan sistematika penulisan karya ilmiah, sehingga dapat menjadi bahan kajian dan referensi di lingkungan akademisi. Kata Kunci : Bentuk Penyajian, Lagu Prau Layar, Gamelan Goa Tabuhan
VISUALISASI KESEIMBANGAN DALAM KARYA TARI “ABIMARTA” DENGAN BENTUK TARI DRAMATIK PUTRA BIANTORO, ADITYA
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abimarta adalah sebuah karya tari yang mengusung kosep keseimbangan dari sebuah gagasan setelah melihat peristiwa bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Ponorogo. Peristiwa tersebut merupakan hal yang menarik untuk diangkat menjadi ide dasardalam sebuah karya sebagai wujud kritik sosial terhadap fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Koreografer berusaha menyampaikan pemikiran mengenai kondisi atau keadaan masyarakat saat ini yang kurang begitu memperhatikan keseimbangan dalam hidupnya, baik keseimbangan dengan alam maupun keseimbangan tubuhnya sendiri yang meliputi emosi, pikiran, dan perbuatan dalam karya tari Abimarta dengan tipe tari dramatik. Tujuan penciptaan adalah Koreografer berusaha memvisualisasikan konsep atau gagasan mengenai kondisi atau keadaan masyarakat saat ini dalam karya Abimarta dan memiliki tujuan komunikatif yakni menyampaikan pada masyarakat sebagai wujud kritik sosial terhadap fenomena yang terjadi dalam masyarakat. Konsep keseimbangan alam tidak lagi dihiraukan oleh masyarakat menjadi daya tarik korepgrafer untuk menuangkannya dalam karya tari yang menerapkan konsep keseimbangan. Dari hasil penciptaan yang relevan koreografer terinspirasi dari karya-karya tari terdahulu, antara lain karya tari In Control merupakan sebuah karya tari yang mengangkat tema keseimbangan dan gerak liris. Karya ini lebih menekankan kepada cara atau tehnik bergerak seimbang dan geraak liris dan Karya Tari Lindu Tarian ini menceritakan tentang sekelompok mahasiswa yang sedang menjalani kuliah di Yogyakarta. Sehari sebelum gempa terjadi mereka tidak merasakan firasat buruk apapun dan haripun berjalan seperti biasanya. Hingga tepat 26 Mei 2006 gempa dahsyat mengguncang Yogyakarta. Kedua karya tersebut memiliki kemiripan konsep dengan Karya Tari Abimarta. Teori-teori yang digunakan dalam penciptaan ini adalah teori keseimbangan, teori visualisasi, Teori koreografi, Teori Tari Dramatik. Metode penciptaan dalam karya ini koreografer akan menggunakan metode kontruksi, Kontruksi adalah metode yang di gunakan sebagai langkah-langkan untuk mengkontruksi sebuah tarian yang terdiri dari rangsang awal, menentukan tipe tari, menentukan mode penyajian, kegiatan eksplorasi, improvisasi, analisis dan evaluasi, serta seleksi untuk penghalusan atau finishing. Proses penciptaan kreatifitas yang dilakukan oleh koreografer dalam mewujudkan suatu ide sehingga menghasilkan karya sesuai dengan apa yang telah diinginkan, setelah menentukan rangsang awal selanjutnya melakukan proses karya. Proses dimulai dari menanggapi respon-respon dari rangsang awal yang telah menggunakan kerja studio yaitu eksplorasi, improvisasi, komposisi/pembentukan, dan evaluasi. Kata Kunci : Keseimbangan, Dramatik, Abimarta
KARYA TARI KOREOGRAFI PENDIDIKAN “KI-TI-GAPIT” DENGAN JENIS GARAP SOLAH BAWA SURYA MEI WULANDARI, RIKA; JUWARIYAH, ANIK
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pendidikan karakter menekankan tiga komponen karakter yang baik yaitu, pengetahuan tentang moral, perasaan tentang moral, dan perbuatan bermoral. Begitu pula koreografi pendidikan yang dapat digunakan sebagai pembentuk karakter anak Hal ini diperlukan agar seorang anak mampu memahami, merasakan, dan mau mengerjakan kebijakan. Seorang koreografer juga harus mampu menciptakan sebuah karya sesuai dengan kebutuhan, baik kebutuhan bagi dirinya maupun kebutuhan bagi orang lain. Terutama bagi seorang koreografer pendidikan harus mampu menciptakan sebuah karya sesuai dengan kebutuhan pendidikan (peserta didik). Koreografi pendidikan mengajarkan kepada anak suatu gerak tarian tetapi tidak lepas dari unsur pendidikan (mendidik). Dalam hal ini seorang koreografer sangat berperan penting, selain mengajarkan gerakan, seorang koreografi harus mampu menciptakan sebuah karya yang cocok dan dapat diterima bagi seorang peseta didik. Metode yang digunakan dalam penciptaan karya tari Ki-Ti-GaPit yaitu metode konstruksi dan eksplorasi , dimana metode ini digunakan untuk membuat garapan yang baru dan mengeksplorasi gerak-gerak yang dimunculkan dalam suatu tarian sehingga menciptakan suatu bentuk gerakan distilisasi dengan menggunakan tekni menggunakan teknik improvisasi. Fokus Karya yaitu koreografer ingin mengeksperikan sebuah karya tari non dramatik dengan ide garapnya tentang ?Solah Bowo?. Dalam hal ini penata ingin menampilkan dalam sebuah bentuk penyajian karya tari ?Ki-Ti-Ga-Pit?. Karya tari ?Ki-Ti-Ga-Pit? merupakan gambaran dari tingkah laku hewan yaitu Kidang, Tikus, Gajah, dan Pitik. Ciri yang khas pada bentuk tari ?Ki-Ti-Ga-Pit? adalah bernyanyi dan menari. Konsep garap pada karya ? Ki-Ti-Ga-Pit? ini meliputi: rangsang awal, tema, sinopsis, tata rias dan busana, konsep iringan, tata pentas, gerak, pola lantai. Kata kunci: koreografi, solah bawa, gerak
KARYA TARI KOREOGRAFI PENDIDIKAN GUYUB DENGAN JENIS GARAP DOLANAN ANAK KURNIAWATI, DWI; JUWARIYAH, ANIK
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Seni tari adalah ekspresi yang dapat ditangkap melalui bentuk visual terkait langsung dengan gerak tubuh manusia. Diwujudkan dengan gerak ritmis indah dari seluruh gerak tubuh serta ditata dan diiringi irama lagu disesuaikan dengan tema tari.Pada era sekarang ini banyak tarian khususnya tari kreasi baru yang belum sesuai dengan dunia anak-anak. Gerak tari diciptakan untuk anak remaja atau dewasa yang terpaksa dilakukan oleh anak-anak. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan segala upaya maksimal. Oleh karena itu, Koreografer ingin mengembangkan tari kreasi baru yang sesuai dengan perkembangan usia prasekolah dan sesuai dengan dunia anak yaitu melalui karya dolanan anak. Tarian dengan tema serta gerak lucu dan lincah yang diiringi musik, akan menambah keceriaan anak. Hal yang akan diuraikan pada laporan ini adalah tentang tari dolanan anak adalah bagaimana menciptakan seni tari dolanan bocah dan gerakannya. Dalam penciptaan karya tari ?Guyub? metode yang digunakan yaitu konstruksi, dimana metode ini digunakan untuk membuat garapan yang baru dan mengeksplorasi gerak-gerak yang dimunculkan dalam suatu tarian sehingga menciptakan suatu bentuk gerakan distilisasi dengan menggunakan teknik menggunakan teknik improvisasi. Fokus Karya yaitu koreografer ingin mengeksperikan sebuah karya tari dengan ide garapnya tentang ?Dolanan Anak?. Dalam hal ini penata ingin menampilkan dalam sebuah bentuk penyajian karya tari ?Guyub?. Karya tari ?Guyub? merupakan gambaran dari permainan tradisional anak zaman dahulu yang sekarang sudah mulai punah. Dengan keceriaan dan kebersamaan para gadis-gadis kecil yang sedang bermain di sore hari.Ciri yang khas pada bentuk tari?Guyub?adalah bernyanyi, berdialog dan menari. Konsep garap pada karya ?Guyub? ini meliputi: rangsang awal, tema, sinopsis, tata rias dan busana, konsep iringan, tata pentas, gerak, serta pola lantai. Kata kunci: koreografi, doalanan anak, gerak ABSTRACT Dance is an expression that can be captured through visual forms directly related to human body movements. Embodied with beautiful rhythmic movements of all body movements and arranged and accompanied by the rhythm of the song adapted to the theme of dance.In this current era many dances, especially new dance creations that are not in accordance with the world of children. Dance movements are created for teenagers or adults who are forced to do by children. This is a challenge that must be faced with all the maximum efforts. Therefore, Choreographers want to develop new dance creations that are in line with the development of preschool age and in accordance with the world of children, namely through the work of childrens puppets.Dances with themes and funny and lively movements accompanied by music, will add to the joy of children. What will be explained in this report is about childrens dolanan dance is how to create the boy dolanan dance and its movements. In the creation of the "Guyub" dance work the method used is construction, where this method is used to create new works and explore the movements that appear in a dance so as to create a form of distillation movement using techniques using improvisation techniques. The focus of the work is that the choreographer wants to express a work of dance with his working ideas about "Dolanan Anak".In this case the stylist wants to display in a form of presentation of the dance work "Guyub". The dance work "Guyub" is a picture of a traditional game of the ancients that is now extinct. With joy and togetherness the little girls who are playing in the afternoon. Characteristics of the "Guyub" dance form are singing, dialoguing and dancing. The concept of working on the work of "Guyub" includes: initial excitement, themes, synopsis, cosmetology and fashion, the concept of accompaniment, stage performance, motion, and floor patterns. Keywords: choreography, child prayer, motion