cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Solah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
KARYA MUSIK “MAZMUR” DALAM TINJAUAN MUSIK RELIGI Natalia Angelina Putri, Desy
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya Musik “Mazmur” merupakan sebuah karya musik yang memiliki nuansa religius. Musik mempunyai pengaruh yang kuat bagi emosi manusia. Musik dapat menjadi alat yang hebat untuk merangsang emosi bagi pendengarnya. Musik dapat memberikan inspirasi yang baik atau bahkan menjatuhkan seseorang. Musik religi merupakan musik yang terkait dengan ajaran-ajaran agama yang di kemas di dalam lirik lagu. Musik religi juga berisi tentang nyanyian yang digunakan untuk menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kata Mazmur menunjuk pada suatu lagu yang dinyanyikan dengan diiringi berbagai alat musik yang menggunakan dawai. Lirik lagu yang diciptakan oleh komposer berisi tentang ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Karya musik Mazmur dibawakan dengan paduan suara diiringi dengan chamber orkestra. Karya musik ini difokuskan pada konsep musik religi. Bentuk musik pada karya musik Mazmur terdiri dari tiga bagian yaitu bagian A yang berisi tentang intro, verse, reffrain, bagian B yang berisi interloude serta bagian C yang berisi tentang pengulangan bagian reffrain. Komposer terinspirasi terhadap karya-karya musik religi Kristen Protestan yang sering dibawakan dalam suatu acara gereja. Karya musik yang dibuat oleh komposer memiliki karakter musik penyembahan.Kata kunci : Musik Religi, Kristen
KARYA MUSIK “DISSIONARE VALZER” DALAM TINJAUAN ORKESTRASI williantoro, guntur
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak pejabat  pada saat ini yang secara  tidak sadar mementingkan kepentinganya sendiri sehingga menyalahgunakan wewenang yang sudah diberikan. sehingga komposer mengungkapkan fenomena tersebut melalui sebuah karya musik yang berjudul “ Dissionare valzer “. karya tersebut menggambarkan tentang sifat sebagian pejabat yang menyalahgunakan kemampuan dan kewenangannya dalam memimpin suatu kelompok masyarakat. “Dissionare” yang mempunyai arti disonan dan “Valzer” merupakan bagian musik Valse yang menggambarkan mereka menari-nari diatas penderitaan orang lain maka komposer mempunyai ide untuk mengungkapkan fenomena tersebut kedalam karya musik dengan tinjauan orkestrasi. Karya Musik “Dissionare Valzer” ditinjau dari segi orkestrasi musik antara lain ; (1) Ilmu Bentuk dan Analisis Musik; (2) Instruumentasi; (3) Pemilihan instrumen; (4) Timbre Instrumen; (5) Ambitus instrumen (6) Teknik; (7) Dinamika; (8) Penerapan aransemen pada karya.Karya Musik “Dissionare Valzer”  terdiri dari 252 Birama dengan durasi 7 menit 2 detik. Tempo yang digunakan Andante, Allegreto dan Prestisimo. Tangga nada yang digunakan adalah Bb Mayor, G Mayor dan D Mayor dan sukat ¾ dan 6/8. Instrument yang digunakan pada karya musik tersebut mulai dari Strings I (Violin I, Violin II, Viola, Violoncello dan Contrabass), Brass ( Trombone, Trumpet I dan Trumpet II), Woodwind (Flute I dan Flute II) dan perkusi (Snare Drum, Bass Drum, Cymbals dan Tambourine). Berdasarkan hasil penciptaan dan pembahasan simpulan yang dibahas mengenai karya musik “Dissionare Valzer” yang berbentuk tiga bagian dengan tinjauan orkestrasi yang disajikan dengan format orkestra dengan instrumentasi sesuai kapasitas masing-masing instrumen.Kata Kunci : Orkestra, Orkestrasi, Dissionare Valzer
KARYA MUSIK “REST IN PEACE BROTHER” DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI JAGAD NATHA, BRIAN
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini berjudul Rest in Peace Brother.Fokus karya ini membahas tentang psikologi yang di alami komposer merasa sangat kehilangan dan membuat karya musik untuk menuangkan segenap rasa kehilangan yang amat mendalam. Pesan psikologi yang ada dalam karya Rest In Peace Brother akan membawa penonton kepada suasana berduka yang di inginkan komposer. Tijauan psikologi diambil karena isi dalam karya mewakili psikologi komposer.Karya musik Rest in Peace Brother Merupakan komposisi yang memiliki format chamber orchestra dalam penyusunannya. Karya ini memiliki bentuk musik 3 bagian yaitu bagian A,B dan C. Bagian A memiliki kalimat bagian B memiliki kalimat. Bagian C memiliki kalimat awal mula tempo yang dimainkan yaitu tempo andantte yang dimana tempo ini sangat pelan, kemudian berpindah ke tempo cepat yaitu larlegretto con espresifo kemudian Jika ditinjau dari segi fokus masalah penulisan, karya iniberfokus pada Psikologi.Rest In Peace Brother di ambil dari bahasa Inggris yang artinya beristirahat dalam damai sodaraku. Lagu ini adalah termasuk dalam jenis programma yang terdiri dari 4 bagian kompleks yang menceritakan tentang kepergian seorang sahabat yang di cintai untuk selama-lamanya, kepergian itu membuat komposer merasa sangat kehilangan dan menulis sebuah lagu untuk mengenang persahabatan yang terjalin sangat erat. Pada lagu Rest In Peace Brother bagian pertama menceritakan tentang awal mula pesahabatan itu di mulai, persahabatan itu hadir begitu saja dan terjalin seiring berjalannya waktu, bagian ke dua gambaran tentang keadaan komposer yang mengetahui sahabatnya mengalami musibah kecelakaan, kaget, cemas, kacau dengan keadaan sahabatnya dan berharap dapat lekas sembuh seperti semulabagian ketiga adalah bagian di mana klimaks karena komposer mengetahui bila sahabatnya telah meninggal untuk selama-lamanya bagian terakhir yaitu mengikhlaskan kepergian sahabatnya dan mengulang kembali masa-masa yang pernah di lalui bersama-sama.Kata Kunci:Kata Kunci: Tinjauan Psikologi
KARYA MUSIK “ADAGIO DE GRACIAS” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI Ayu Noeraini, Putri
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara ini merupakan negeri multikultural. Hal itu menjadikan bangsa ini menjadi memiliki banyak budaya. Indonesia adalah bangsa dan negara yang di anugerahi keanekaragaman di antara dari suku, ras, dan agama. Hal tersebut seharusnya menjadikan bangsa ini menjadi unggul dan senantiasa selalu menjaga persatuan serta memegang semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Namun pada kenyataannya sekarang terdapat banyak sekali permasalahan yang sumbernya adalah dari keanekaragaman negeri ini. Hal tersebut menjadikan negeri ini berkurangnya tolerasi antar perbedaan. Seringkali terjadi pergesekan antar manusia. Permasalahan ini tanpa disadari jika dibiarkan berangsur-angsur, akan menjadikan negeri ini menjadi terpecah belah. Dalam kondisi yang kian memprihatinkan, hal tersebut menjadi tanggung jawab bersama untuk mempersatukan bangsa ini menjadi negara yang damai, utuh, kokoh, bersatu dan maju. Fenomena tersebut menjadikan inspirasi komposer tergerak untuk membuat karya musik dengan judul “Adagio de Gracias”. Perbedaan dalam musik yaitu adanya variasi, variasi disini merupakan variasi dari unsur pokok musik yaitu melodi. Karya musik “Adagio de Gracias” di tinjau dari segi variasi melodi. Variasi melodi yang digunakan terdiri dari ornament appogiatura, trill, melodic variation and fake, rhythmic variation and fake, composite melodic variation and fake, auxiliary notes, Dead Spot Filler, Counter Melody dan Obbligato.Proses penciptaan karya musik “Adagio de Gracias” dilakukan dengan di awali pengamatan secara rangsang auditif dan visual. Komposer sering mendengarkan berbagai referensi musik instrumental yang dimainkan dengan format orkestra yang memainkan lagu-lagu bergenre modern yang telah diaransemen maupun musik klasik.  Karya musik “Adagio de Gracias” terdapat 105 birama dengan durasi 6 menit 17 detik. Karya musik ini memiliki tiga bagian besar yaitu bagian Ak (A kompleks), Bk (B kompleks) dan Ck (C kompleks). Karya musik ini dimainkan dengan tempo Adagio, Rubatto dan Andante. Adapun tangga nada yang dimainkan adalah G mayor dan D mayor. Dalam durasi 6 menit 17 detik karya musik ini dimainkan secara langsung dan mengalami beberapa perpindahan tempo dengan penambahan accelerando dan ritardando dengan format Chamber Orchestra.Kata Kunci : Damai, Variasi Melodi, Adagio de Gracias
ANALISIS TEKNIK PERMAINAN GITAR AKUSTIK PADA KOMPOSISI “PERMATA BIRU” KARYA CONCERTO GUITAR BUDI PRASETYO, ILHAM
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gitar merupakan alat musik petik yang sudah ada sejak jaman Klasik. Gitar yang dikenal di era moderen pun beragam, mulai dari gitar akustik, gitar klasik, gitar folk, gitar elektrik, gitar flamenco, gitar akustik-elektrik, gitar sunyi atau silent guitar, dan gitar bass. Selain macamnya yang beragam, bentuk gitar yang ada pada saat ini juga bervariatif. Salah satu jenis gitar yang dikenal di lingkungan masyarakat Indonesia adalah gitar akustik. Terbukti dengan banyak diadakannya kompetisi gitar akustik di tingkat nasional, bahkan internasional. Salah satu cara seseorang dalam menuangkan ide adalah dengan membuat komposisi musik. Concerto Guitar adalah salah satu kelompok musik dengan format ensambel campuran yang menciptkan komposisi “Permata Biru”.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, karena permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini tidak berkenaan dengan angka-angka, tetapi mendeskripsikan, menguraikan dan menggambarkan tentang teknik permainan gitar akustik pada komposisi “Permata Biru” karya Concerto Guitar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik permainan gitar akustik yang digunakan dalam komposisi “Permata Biru” karya Concerto Guitar berdasarkan pengamatan, wawancara mendalam, dan pemanfaatan dokumen, bukan untuk mengetahui hubungan antar variabel.Hasil dari penelitian ini adalah teknik permainan gitar akustik pada komposisi “Permata Biru” karya Concerto Guitar mengacu pada teknik permainan gitar klasik yaitu right hand dan left hand. Teknik pada right hand menggunakan  apoyando dan tyrando, dan pada left hand menggunakan teknik slur, arpeggio, skipping, dan sweeping.Kata Kunci : Teknik Permainan, Gitar Akustik, Permata Biru, Concerto Guitar
KARYA MUSIK “LAGO DE FUEGO” DALAM TINJAUAN HARMONI CANDRA ANDIKA, AGUS
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik yang berasal dari kata muse yaitu salah satu dewa dalam mitologi Yunani kuno bagi cabang seni dan ilmu; dewa seni dan ilmu pengetahuan. Selain itu, beliau juga berpendapat bahwa musik merupakan cabang seni yang membahas dan menetapkan berbagai suara ke dalam pola-pola yang dapat di mengerti dan di pahami oleh manusia (banoe, 2003 : 288). Pada prinsipnya, segala sesuatu yang memproduksi suara dengan cara tertentu bisa diatur oleh musisi dapat disebut sebagai alat musik. Orkestra adalah kelompok musisi yang memainkan alat musik bersama. Karya ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena bandung lautan api. (wayan badrik, 2007)Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret1946. Dalam komposisi ini penulis berencana membuat karya musik dengan berdasarkan alur cerita, yang dari awal karya sampai akhir karya mempunyai cerita tertentu. Pada karya ini juga menggambarkan berbagai suasana, seperti suasana tegang, dan sedih.Dalam proses penciptaannya, komposer menggunakan teori – teori dan kajian – kajian yang ada dalam seni musik. Seperti teori melodi, harmoni, ritme, tempo, dinamika, dan lagu. komposer meggambarkan gagasannya dalam sebuah karya musik yang dimainkan dengan formasi orchestra lengkap yang terdiri dari strings section yaitu violin, viola, cello, dan Contrabass. Brass section terdiri dari trumpet, trombone. Woodwind terdiri dari flute, alto saxophone, tenor saxophone.  Percussion section  terdiri dari bass drum, cymbal, triangel. Karya musik “Lago De Fuego”  memiliki durasi 7 menit 21 detik dengan 130 birama, memiliki berbagai akord yang menggunakan sukat 4/4 dan 6/8 dan menggunakan tempo adagio, dan adantino. Katya musik “Lago De Fuego”  menggunakan 3 tangga nada yang menggunakan modulasi langsung dan tidak langsung, tangga  nada yang digunakan yaitu 1# G, 2# D, dan ending menggunakan tangga nada natural C. Dan memiliki tiga bagian kompleks / besar yang terdiri dari 3 bagian besar yaitu A, B, dan C yang masing – masing memiliki beberapa kalimat. Karya musik ini di lengkapi dengan animasi dari lighthing untuk mendukung suasana. Untuk memfokuskan pembahasan dalam karya musik ini, komposer memilih untuk fokus pada tinjauan harmoni. Dikarenakan harmoni merupakan unsur yang terpenting pada karya musik yang bisa menghidupkan suasana.Kata kunci : harmoni, perang, Karya musik “Lago De Fuego”
PENCIPTAAN TATA ARTISTIK PADA NASKAH BESUT WANI KARYA DAN SUTRADARA YUSUF EKO NUGROHO RATNA AYU S., FERIKA
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artistik merupakan bagian dari sebuah pertunjukan teater yang berfungsi sebagai unsur pendukung paling penting, karena  didalam artistik tersebut terdapat elemen – elemen seperti tata panggung, tata cahaya, tata suara, make up dan kostum. Dalam pertunjukan teater tradisi Besutan dengan naskah “Besut Wani” karya dan sutradara Yusuf Eko Nugroho menceritakan tentang kehidupan Tokoh Besut yang berlatar di Desa Pandanwangi Jombang tahun 1928 pada masa penjajahan Belanda. Lakon ini bercerita tentang penindasan Lurah Sumo Gambar terhadap warganya kemudian dikalahkan oleh Besut dengan siasatnya yang berujung ditangkapnya Lurah Sumo Gambar oleh Belanda.Dalam penggarapan tata panggung pada naskah ”Besut Wani“ ini menggunakan teknik yang dipaparkan oleh Terry Thomas, antara lain garis, dimensi, warna, cahaya, komposisi keseimbangan, dan prespektif. Dan untuk penggarapan make up dan kostum menggunakan teknik yang dipaparkan oleh Eko Santoso karena terdapat jenis dan fungsi dari make up dan kostum yang tepat untuk pertunjukan “Besut Wani“  ini. Maka dari itu pengaplikasian dari tata panggung naskah “Besut Wani“ ini menggunakan latar pada tahun 1928 begitu juga dengan make up dan kostumnya menggunakan tahun tersebut seperti kebaya, kain, dan kostum yang dipakai belanda. Pertaruhan dalam penggarapan Lakon “Besut Wani”  tidak mudah harus   menghadirkan teknik pemanggungan “Full setting” untuk tiap adegan dengan menampilkan detail disetiap latar yang ditampilkan. Kata Kunci : artistik, tata panggung, pertunjukan Besutan
PENERAPAN TEKNIK CONDUCTING PADA KARYA MUSIK “DOLCE A KITTY” Putri Malihah, Desi
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kartun merupakan salah satu bentuk hiburan yang digemari banyak orang. Hello Kitty merupakan kartun yang diproduksikan oleh perusahaan Jepang, yaitu Sanrio. Hello Kitty merupakan karakter kartun yang lembut dan lucu. Hello Kitty adalah karakter yang berbicara lewat hati dengan kelembutan sifatnya. Berdasarkan rasa ketertarikan terhadap kartun Hello Kitty, komposer terinspirasi dengan karakternya yang lembut, manis, ceria, dan bersahabat. Maka dibutuhkan peran seorang conductor dalam penyajian karya musik “Dolce A Kitty” sebagai sebuah personifikasi bahwa untuk mencapai karakter yang lembut dan manis sifatnya serta bersahabat, diperlukan teknik conducting dengan gaya sikap badan dan tangan dari conductor kepada pemain. Conductor adalah seseorang yang bertindak sebagai pemimpin pertunjukan musik melalui gerak isyarat. Tugas conductor tidak hanya memimpin saat pertunjukan tetapi menyusun program dan  memimpin latihan.Karya musik “Dolce A Kitty”merupakan musik instrumental dan progamatik dengan gaya dan teknik klasik yang memiliki 134 birama dengan durasi 5 menit. Karya musik ini memiliki tiga bagian besar yaitu bagian Ak (A kompleks), Bk (B Kompleks) dan Ck (C kompleks). Karya musik “Dolce A Kitty” dimainkan dengan tempo Moderato, Andante, dan Allegro. Adapun tangga nada yang dimainkan adalah D mayor dan A mayor.Teknik Conducting yang digunakan oleh conductor dalam karya musik “Dolce A Kitty” mengalami beberapa tahapan diantaranya yaitu studi partitur, penyusunan formasi pemain, proses latihan, teknik conducting dengan baton dan terakhir adalah penerapan teknik conducting yang digunakan diantaranya yaitu isyarat matra lagu, isyarat persiapan (attack), dan isyarat mengakhiri lagu (release). Isyarat matra lagu dalam karya musik “Dolce A Kitty” memiliki 2 matra lagu yaitu 6/8 dan 4/4. Attack digunakan oleh conductor dalam persiapan memulai lagu, perpindahan tempo, dan dinamika. Release pada karya musik “Dolce A Kitty” adalah bentuk release dengan tanda fermata.Kata Kunci: Teknik Conducting, Dolce A Kitty, Conductor
KARYA MUSIK “VAINGLORY” DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI Permana Putra, Dirgantarawan
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk musik pada karya “Vainglory”. Objek penelitian difokuskan pada variasi melodi. “Vainglory” merupakan judul karya musik programatik tentang seseorang yang menganggap game hanyalah sebuah permainan, tetapi malah sebaliknya, game tersebut membuatnya marah, depresi dan gila. Data yang disajikan untuk kemudian dilakukan pengkajian. Proses pengkajian yang dilakukan peneliti adalah dengan penyesuaian proses analisis berbagai bentuk analisis variasi melodi yang sudah dikembangkan oleh Genichi Kawakami (1975) yaitu Melodic variation and fake, obbligato, counter melody, cliché, dan dead spot filler. Pada penulisan ini membahas lebih lanjut tentang variasi melodi. Variasi melodi di analisis pola dan variasi pada setiap bagian melodi. Pada setiap bagiannya, terdiri dari 3 bagian yaitu: 1, 2, 3. Pada bagian 1 terdapat pada birama 1-23  dan terdiri dari kalimat A B A1 , dimana bagian tersebut dimainkan ditangga nada Bb dengan akord F mayor dengan tempo. Bagian kedua dengan Akord Gm dengan tangga nada tetap, terletak pada birama 24-107 terdiri dari kalimat E, F, G, E1 dengan tempo Andante, Moderato dan Prestissimo. Bagian selanjutnya adalah bagian 3 yang ada pada birama 108-124 terdiri dari kalimat A, B, A1, C dengan tangga nada Bb Mayor dan dimainkan dengan tempo Adagio.Kata kunci : variasi melodi
EKSPRESI KONSEP BALANCE DAN KOMPENSASI PADA KOREOGRAFI BERJUDUL IN CONTROL NOVA SAPUTRA, DIAN
Solah Vol 7, No 1 (2017):
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari In Control ini merupakan karya yang mengekplorasi konsep balance dan kompensasi pada prinsip gerak. Balance adalah sifat alamiah manusia bahwa dalam menempatkan dirinya terhadap alam sekitarnya atau lingkungan hidupnya selalu mengkehendaki keseimbangan. Kompensasi merupakan balasan tarikan gravitasi dengan menggerakan tubuh yang lain kearah yang berlawanan dan terciptalah balance baru. Penulisan pada karyatari In Control menggunakan prinsip-prinsip gerak dari Alma M Houkins antara lain adalah, energy, gravitasi dan balance kompensasi. Karya tari In Control menawarkan bentuk sajian tari eksploratif satu unsur yang terpilih yaitu balance dan kompensasi sehingga menjadikan sesuatu yang kompleks melalui tari studi. Pada hal tersebut koreografer berharap untuk semua penikmat agar dapat belajar dari hal kecil yang akan dijadikan besar, ataupun hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan hal yang susah akan menjadi mudah, dengan mengembangkan pemikiran dalam menafsirkan sesuatu beserta memanfaatkan ide gagasan yang kreatif dalam hal positif. Kata Kunci: Balance, Kompensasi, dan In Control