Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

LAGU KIDDUNG DALEM DALAM UPACARA ADAT NYONGKOLAN SUKU SASAK DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH (BENTUK PENYAJIAN DAN BENTUK LAGU) MUHAMMAD GITAN PRAHANA, LALU; WINARKO, JOKO
APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan Vol 1, No 15 (2020)
Publisher : APRON Jurnal Pemikiran Seni Pertunjukan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLagu Kiddung Dalem merupakan satu lagu tradisi dalam musik tradisional Gendang Beleq, yang disajikan secara instrumental di rumah pengantin perempun, dalam prosesi upacara adat Nyongkolan suku Sasak pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lagu Kiddung Dalem digunakan sebagai bentuk ekspresi dari rasa syukur, kegembiraan, kekeluargaan dan juga untuk menyampaikan petuah?petuah adat dalam suku Sasak. Bahkan digunakan sebagai sarana melegitimasi kelangsungan kehidupan tradisi adat melalui prosesi adat pernikahan. Sehingga akan sangat menarik dilakukan penelitian dengan rumusan masalah (1) Bagaimanakah bentuk penyajian lagu Kiddung Dalem dalam prosesi upacara adat Nyongkolan di suku Sasak, dan (2) Bagaimanakah bentuk lagu Kiddung Dalem dalam upacara adat Nyongkolan suku Sasak.Kajian pustaka yang digunakan didalam penelitian, mengacu sumber buku?buku yang berkaitan mengenai bentuk penyajian seni pertunjukan dan bentuk sertaa struktur didalam lagu. Penelitian yang digunakan, menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan lokasi penelitian di kelurahan Gerunung, kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hasil penelitian berupa sajian data bersifat diskriptif tentang bentuk penyajian dan bentuk lagu Kiddung Dalem yang disajikan saat upacara adat Nyongkolan berlangsung. Dalam penelitian tentang bentuk penyajian, peneliti menemukan data meliputi, (1) Instrumentasi, yaitu ragam jenis alat musik beserta pola?pola sajain yang dimainkan oleh 17 pemusik atu Sekhe. (2) Setting pertunjukan, dilakukan di halaman rumah pengantin perempuan ketika prosesi adat Nyongkolan berlangsung. Sehingga panggung pertunjukan, berbentuk panggung terbuka dan, (3) Tata busana yang digunakan adalah baju Godeq Nongkeq yang merupakan pakaian adat laki?laki suku Sasak.Penelitian tentang bentuk lagu Kiddung Dalem meliputi penemuan data tentang pembagian dua bagian lagu yang terdiri dari 58 birama dan terbagi dalam 8 frase tanya dan 8 jawab serta memiliki 32 motif. Pada bagian pertama disebut dengan Kabor yang terdiri dari 4 bagian dan bagian kedua yaitu Pelayon sebagai bagian lagu utama. Kata Kunci: Kiddung Dalem, Bentuk Penyajian, Bentuk Lagu.
KARYA MUSIK “PENTATONIC VARIATION IN MARCHING BAND DALAM TINJAUAN VARIASI MELODI LINTANG HIMANTORO, BAGAS; WINARKO, JOKO
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya musik ?Pentatonic Variation in Marching Band? merupakan jenis karya musik absolut dengan durasi 7 menit dan total birama 162. Karya musik ini merupakan hasil dari proses penciptaan musik dengan metode konversi nada-nada Pelog menggunakan format Marching Band dan menggunakan teknik variasi melodi Rhytmyc Variation and Fake, Melodic Variation and Fake, Counter melody,dan Dead Spot Filler. Dalam karya ini terdiri dari 3 bagian yaitu bagian 1, 2 dan 3.Bagian pertama dalam karya musik ?Pentatonic Variation in Marching Band? menggunakan variasi Melodic Variation and Fake, dan Counter melody. Pada bagian kedua menggunakan variasi melodi Melodic Variation and Fake, Rhytmyc Variation and Fake, Dead Spot Filler dan Counter melody. Pada bagian ketiga menggunakan variasi Rhytmyc Variation and Fake, Melodic Variation and Fake, dan Counter melody. Variasi melodi dalam tiga bagian karya tersebut merupakan dasar dari pembentukan sajian komposisi pada karya musik ?Pentatonic Variation in Marching Band? sebagai penguat harmoni nada pentatonik yang digunakan, pembentukan variasi ritmikal marching band dan kebutuhan aransemen.Kata kunci: Laras Pelog, Variasi Melodi, Marching Band
ANALISIS BENTUK PENYAJIAN LAGU “PRAU LAYAR” OLEH GAMELAN GOA TABUHAN DESA WARENG KECAMATAN PUNUNG KABUPATEN PACITAN SATRIA PRATAMA, ANDHIKA; WINARKO, JOKO
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wareng, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur memiliki kesenian yang unik, yaitu Gamelan Goa Tabuhan. Gamelan ini mengunakan mayoritas instrumen musik dari batu stalagtit yang berada di Goa Tabuhan. Ruangan dibagian dalam goa juga sekaligus menjadi tempat menggelar sajian gending-gending Jawa dalam alunan musik batu. Lagu ?Prau Layar? ciptaan Ki Nartosabdho yaitu satu repertoar gending bersifat melodis berlaraskan Pelog, yang kemudian disajikan dengan menggunakan instrumen yang terbuat dari batu yang cenderung bersifat ritmis. Kemampuan musik Gamelan Goa Tabuhan yang mampu mengadopsi sistem garap Seni Karawitan Jawa untuk dijadikan sistem untuk menggarap sajian gending-gending inilah yang kemudian menarik untuk diteliti dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif yang digunakan untuk mendapatkan data secara langsung di lapangan yaitu dengan observasi,wawancara dan kemudian melakukan validasi data. Sehingga sangat relevan untuk digunakan sebagai metode untuk penelitian dengan fokus Bentuk Penyajian Lagu ?Prau Layar? oleh Gamelan Goa Tabuhan. Hal-hal yang ditemukan adalah perihal yang berkaitan dengan bentuk penyajian Lagu ?Prau Layar? misalkan instrumentasi, sistem pelarasan, unsur-unsur garap sajian Gamelan Goa Tabuhan, sistem pemanggungan yang meliputi tata letak instrumen, artistik panggung, dan juga kostum yang digunakan oleh pemain Gamelan Goa Tabuhan. Data yang ditemukan tersebut akan di deskripsikan dengan menggunakan sistematika penulisan karya ilmiah, sehingga dapat menjadi bahan kajian dan referensi di lingkungan akademisi. Kata Kunci : Bentuk Penyajian, Lagu Prau Layar, Gamelan Goa Tabuhan
Revitalization of Jatidhuwur Jombang Mask Dance as An Effort To Reintroduce Local Cultural Values Yanuartuti, Setyo; Winarko, Joko
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 19, No 2 (2019): December 2019
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v19i2.20437

Abstract

Millennial era is an era where this generation is generally characterized by increasing the use and familiarity of communication, media and digital technology. This era will bring even further gaps in the attitude of this generation from the values of Indonesian life. The value of this nation’s life has long been stored under the arts and culture. In the midst of the downfall of the traditional art life, like the Jatid masked dance, we need the strategy for the young generation to value the local culture for filtering the exposure of foreign culture. This becomes the ground of current Jombang society which directing their art revitalization to the present cultural forms. That becomes the reason behind this study to be conducted. The purpose of this study is to realize the Jatidhuwur mask dance as a medium to introduce Jombang local cultural values to the current generation. The method used for revitalization is dance reconstruction. Reconstruction was carried out with the stages of excavation, setting the structure, developing elements of motion and accompaniment, and packaging, and introducing it to young people in Jombang. Data analysis uses an interactive model in the stages of data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results show that in the Jatidhuwur Mask dance performance there are local cultural values such as religious values, discipline values, life values, and the value of struggle. These local cultural values are revitalized and visualized through art elements such as themes (stories), plot, performance structure, and accompaniment in the touch of new cultivation. The dance is presented in the form of a single dance and a short dance drama (fragmentary), with a touch of technology.
Adaptation of The Wiruncana Murca Play in The Wayang Topeng Jatiduwur (Jatiduwur Mask Puppet) Jombang Performance Yanuartuti, Setyo; Juwariyah, Anik; Puspito, Peni; Winarko, Joko
Harmonia: Journal of Arts Research and Education Vol 20, No 1 (2020): June 2020
Publisher : Department of Drama, Dance and Music, FBS, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/harmonia.v20i1.24807

Abstract

Wiruncana Murca play is the only Panji play in the Mask Puppet Performance in Jatiduwur Jombang which still performances its dramatic structure after the Mask Puppet is extinct. Wiruncana Murca play in the Wayang Topeng Jatiduwur Performance in the past was used for nadzar rituals. When the Mask Puppet was rebuilt, the Wiruncana Murca play was performed in a different context, the Panji Festival. This study aims to analyze the transformation process of the Wiruncana Murca play with an adaptation approach. The scope of this research includes text and context. The research method is descriptive qualitative analytical. The data collection used is observation, interview, and document study. The analysis uses an analytical descriptive method. The results performance that the adaptation of Wiruncana Murca in the Wayang Topeng Jatiduwur performance was carried out because there was a different contextuality from the ritual cultural context of the Jatiduwur village community to the context of the National Panji Festival performance in 2017 in Kediri. The transformation was carried out by the stages of identification of story ideas, the embodiment of the text, the embodiment of the dramaturgy, and staging. Adaptation to the process of intellectual transformation is based on a new contextual approach using fidelity or maintaining the originality of the source. The original uniqueness of the existing art is still used as a source of inspiration or a source of reference used as material to develop new performance products. The adaptation of the Wiruncana Murca play in the context of the Wayang Topeng Jatiduwur performance at the 2017 National Panji Festival performances the creative process of mask artists. While the result is a manifestation of a new product from Mask Puppet in Jatiduwur Jombang.
ANALISA VARIASI MELODI DALAM KARYA MUSIK PRELUDE IN E MINOR (OP. 28 NO. 4) KARYA FREDERIC FRANCOIS CHOPIN ARANSEMEN TRIO ZINGARA Annur, Bima Atyaasin; Winarko, Joko
GETER Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p72-90

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan variasi melodi pada karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) karya Frederic Francois Chopin aransemen Trio Zingara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Tindakan analisis dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahapan deskripsi, tahapan reduksi, dan tahapan seleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) karya Frederic Francois Chopin aransemen Trio Zingara merupakan lagu berbentuk 1 (satu) bagian. Terdiri dari 5 (lima) kalimat tanya dan 1 (satu) kalimat jawab. Komposisi Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) menggunakan tangga nada E minor, yang disajikan dengan tempo Largo, kemudian menggunakan sukat 4/4, dan diolah dengan menggunakan dinamika piano, espressivo, crescendo, decrescendo, pianissimo, smorzando, diminuendo, dan fortesimo. Karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) yang disajikan oleh kelompok Trio Zingara berdurasi 2 menit 41 detik, dan terdiri dari 25 birama. Trio zingara dalam mengaransemen karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) menggunakan format trio dengan instrumen Violin, Cello, dan Piano. Terdapat 7 (tujuh) variasi melodi dalam karya musik Prelude In E Minor (Op. 28 No. 4) aransemen Trio Zingara. Yang terdiri dari 3 (tiga) variasi melodi Counter Melody, 1 (satu) variasi melodi Obbligato, 1 (satu) variasi melodi Dead Spot Filler, 1 (satu) variasi melodi Melodic Variation and Fake, dan 1 (satu) variasi melodi Rhytmyc Variation and Fake.
REINTERPRETASI TOKOH EMBAN DALAM KARYA TARI TOPENG MBANMBAN Yanuartuti, Setyo; Winarko, Joko
GETER Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p105-120

Abstract

Tokoh emban merupakan tokoh abdi yang dimaknai sebagai pembantu atau pengasuh seorang pangeran dan atau putri. Dalam pertunjukan Wayang Topeng Jatidhuwur tokoh Emban dihadirkan dalam setiap adegan kerajaan atau keputren. Tokoh emban ini memiliki karakter gecul, dan endel (orang Jatidhuwur menyebutnya dengan jalang). Gerak-gerik dan penampilan tokoh emban ini menarik peneliti untuk dijadikan sebuah tari. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses reinterpretasi dan bentuk tari topeng Mbanmban sebagai wujud visual tokoh Emban dalam pertunjukan Wayang Topeng Jatidhuwur. Penelitian ini merupakan penelitian penciptaan seni, adapun metode penciptaan enggunakan konstruksi. Hasil penelitian berupa satu karya seni tari yang diberi judul Topeng Mbanmban. Proses konstruksi tari dilakukan dengan tahapan penggalian ide, eksplorasi, komposisi, dan perwujudan tari. Bentuk visual tari topeng Mbanmban dibangun melalui wujud topeng berwarna putih dengan bentuk wajah bulat, dengan ornamen rambut hitam disisir rapi di atas dahi, bentuk alis kecil yang bersambung antara alis kiri dan kanan. Bentuk hidung pesek bentuk mata kecil seperti kolikan, dan bentuk bibir senyum dengan mulut terkatup. Topeng ini dilengkapi dengan anting-anting kayu yang dibuat terpisah berbentuk seperti palu kecil. Disamping wujud topeng, pengembangan gerak tari juga diambil dari gaya gerak tokoh emban, seperti gaya jalan lembeyan, cara duduk, dan gerakan-gerakan ekspresi yang selalu muncul ketika dalang melakukan dialog. Elemen pendukung gaya gerak tari Topeng Mbanban ini adalah tata busana dengan pendekatan warna kuning kecoklatan dalam bentuk kebaya dan kain motif bledag. Penataan gending yang dinamis memperkuat wujud karakter tokoh emban yang endel.
PENGEMBANGAN ETUDE VIOLA TINGKAT INDRIA DI PROGRAM STUDI MUSIK FBS UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Karyawanto, Harpang Yudha; Dharmawanputra, Budi; Winarko, Joko; Zandra, Rully Aprilia
Jurnal Sitakara Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Sitakara
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/sitakara.v10i1.17874

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengembangkan etude viola pada tingkat indria di Program Studi Musik. Masalah difokuskan pada kualitas etude dalam meningkatkan proses belajar mahasiswa musik peminatan instrumen viola. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori pengembangan dari Reiser dan Mollanda. Metode penelitian Data-data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, penyebaran angket dan Teknik analisis data dalam proses pengembangan buku etude viola dasar deskriptif kualitatif, yaitu teknik analisis data yang digunakan untuk mengolah data berupa masukan, tanggapan dan saran akan dipilah dan dikelompokkan berdasarkan kategori sesuai keterangan ahli, kesesuaian ahli, kesesuaian dengan referensi dan kelogisan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya keefektivan 90% dalam proses belajar mahasiswa dalam praktik bermain viola pada tingkat indria dengan menggunakan buku etude hasil pengembangan ini. Kata Kunci: viola; etude; pengembangan buku etude.
Folk Song Arrangements in Music Ensembles to Promote National Culture at Santo Yosef School Surabaya Kristiandri, Dhani; Dewi, Vivi Ervina; Sarjoko, Moh.; Suwahyono, Agus; Winarko, Joko
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DECEMBER 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v8i2.50287

Abstract

In this study, the treatment provided is in the form of learning innovation by providing solutions that can invite students to love national culture again through folk song arrangements played in a music ensemble format. The research method used is mix method. The quantitative method uses experimental research type with one-group pretest-posttest design.The first activity carried out was the introduction of a folk song originating from East Java, namely the song "rek ayo rek". After students recognize the form of the song, students are trained to make an arrangement of the song "rek ayo rek". In the next stage, students begin to play the song arrangements that have been made accompanied by the teacher and members of the research team according to their expertise. In the last activity, students present the arrangements that have been made and played in the school performance hall. Before testing the hypothesis, the prerequisite test of analysis used is the normality test with the Kolmogorov Smirnov method. The normality test results obtained a sig value of 0.200 (pretest) and 0.115 (posttest). These results show that the sig value> 0.05, so the data is normally distributed (symmetrical) at pretest and posttest. The average results of the appreciation questionnaire and love of Santo Yosef Junior High School students for national culture in the pretest amounted to 76.15 and posttest amounted to 80.40 from the application of folk song arrangement treatment through music ensemble activities made. Based on these results, the average on the pretest and posttest increased by 4.25. The pretest and posttest conditions of the application of the folk song arrangement treatment through music ensemble activities were correlated at 0.865. This means that the relationship between the two conditions is unidirectional (the value obtained is positive), very strong, and significant because the probability/significance/sig value is smaller than 0.05 (0.000 < 0.05). Thus, learning music ensemble through folk song arrangement approach in Santo Yosef Surabaya Junior High School is said to be effective.
Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia Trisakti, Trisakti; Handayaningrum, Warih; Winarko, Joko; Muhammad, Anbie Haldini; Abida, Fithriyah Inda Nur; Rokib, Mohammad; Asrori, Asrori; Anggoro, Raden Roro Maha Kalyana Mitta; Abidin, Muhammad Ro’is; Ratyaningrum, Fera; Wijoyanto, Danang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3821

Abstract

Pelatihan Seni dan Budaya Tradisi Jawa Timuran sebagai Penguat Identitas dan Promosi Budaya Indonesia di Malaysia bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal Indonesia, khususnya warisan musik etnis Banyuwangian, kepada komunitas akademik di luar negeri. Kegiatan ini dilaksanakan di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia, dengan melibatkan 23 mahasiswa sebagai peserta aktif yang terdiri atas 6 pemain biola, 10 vokalis, dan 7 pemain terbang hadrah. Fokus utama pelatihan adalah praktik musikal pada lagu tradisional Padhang Bulan, yang dipilih karena representatif terhadap estetika dan nilai-nilai filosofis seni Banyuwangi. Melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif, kegiatan ini tidak hanya mentransfer keterampilan teknis memainkan instrumen dan vokal, tetapi juga menanamkan pemahaman akan makna budaya di balik komposisi musik tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan apresiasi peserta terhadap keragaman budaya Indonesia serta penguatan identitas budaya melalui diplomasi seni. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk implementasi diplomasi budaya berbasis pengabdian masyarakat yang berpotensi mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan 16 (Masyarakat Damai, Adil, dan Inklusif).