cover
Contact Name
Yuka Ramadhania
Contact Email
asosiasi@aapbk.org
Phone
+6282284242828
Journal Mail Official
yuda@konselor.org
Editorial Address
Bumi Mutiara Serang, Cluster Symponi Blok C2 No 18
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Multidisciplinary Learning
ISSN : -     EISSN : 31246109     DOI : https://doi.org/10.63203/03210
Core Subject :
Journal of Multidisciplinary Learning (ISSN-elektronic: 3124-6109) first published in February 2026 is a peer-reviewed journal published by the Association for Assessment in Education (AAP). The journal serves as an academic platform dedicated to advancing the understanding and development of learning across diverse disciplines, perspectives, and contexts. The journal welcomes scholarly contributions that explore learning as a dynamic, integrative, and cross-disciplinary phenomenon. It embraces the view that learning is enriched through collaboration and interaction among various fields, including but not limited to education, science, technology, engineering, arts, humanities, social sciences, health sciences, economics, law, environmental studies, business, and applied sciences. Journal of Multidisciplinary Learning encourages interdisciplinary and multidisciplinary research that bridges theoretical frameworks and practical applications, promotes innovation in teaching and learning, and examines learning processes in formal, non-formal, and informal settings. The journal also welcomes studies addressing digital transformation, sustainability, global challenges, cultural diversity, and community engagement within learning contexts.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Examining the Effect of Body Shaming on Adolescent Mental Health Siti Luthfiah; Yuda Syahputra
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 1 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321049800

Abstract

This research was conducted at Jayakarta Junior High School. In the case of Jayakarta Junior High School, mental health issues arise due to lifestyle trends that are prevalent among adolescents, leading to bullying behavior towards those who do not conform to these trends. This bullying is known as body shaming. It is possible that this bullying can lead to damage to students' mental health. The purpose of this study is to analyze the relationship between body shaming and mental health. The research method used is regression analysis with a sample of 120 students selected based on certain criteria. The results show that Body shaming has an impact on the mental health of students. The results (Asymp. Sig. (2-tailed) show that Body shaming (> 0.495; sig = 0.000) and Mental health (> 0.852; sig = 0.000). This research also found that students of SMP Jayakarta who experienced body shaming had lower mental health scores compared to students who did not experience body shaming. The results of this study indicate that body shaming can be a risk factor for the mental health of students.
Kebutuhan Akan Afirmasi Daring dan Kaitannya dengan Kecenderungan FOMO pada Remaja Masa Kini Novi Damayanti Paling Runggih; Abira Zirly Syafani; Evanya Nadya Lumenta
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 1 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321049900

Abstract

Dalam era digital, media sosial menjadi sarana utama remaja dalam membangun identitas sosial dan mencari validasi. Kebutuhan afirmasi daring—berupa pencarian perhatian dan pengakuan melalui platform digital—diperkirakan berperan dalam munculnya Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kecemasan kehilangan informasi atau pengalaman sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kebutuhan afirmasi daring dan FoMO pada remaja pengguna media sosial di SMP Negeri 26 Tangerang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 24 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kebutuhan afirmasi daring dan tingkat FoMO. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literasi digital, strategi intervensi pendidikan, serta upaya kesehatan mental untuk mendukung kesejahteraan remaja di era media sosial.
Penggunaan Aplikasi CapCut pada Generasi Z: Tinjauan Literatur tentang Kreativitas dan Dampak Psikologis Hariyani Hariyani
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 1 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321050000

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mendorong munculnya berbagai aplikasi kreatif yang dimanfaatkan oleh generasi muda. Generasi gen Z dikenal sebagai generasi digital native yang aktif memproduksi dan mengonsumsi konten audio-visual.Salah satu aplikasi pengeditan video yang populer di kalangan Gen Z adalah CapCut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan aplikasi CapCut pada Generasi Gen Z serta dampaknya terhadap kreativitas dan literasi digital. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber berupa artikel jurnal, buku, dan publikasi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa CapCut berperan sebagai media ekspresi diri, sarana pembelajaran, serta peluang pengembangan keterampilan digital bagi Generasi Gen Z. Namun, penggunaan CapCut juga memiliki tantangan berupa potensi ketergantungan terhadap media sosial. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital agar penggunaan aplikasi CapCut dapat memberikan manfaat optimal.
Nilai-Nilai Tradisi Mudik Saat Lebaran Dinda Ayudya Septiany; Kinanti Ayuningtiyas; Idzni Fathin Ghaisani; Melina Lestari
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 1 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321050100

Abstract

Mudik merupakan kebiasaan yang menjadi kebudayaan masyarakat Indonesia karena dinilai menjadi suatu kegiatan wajib saat hari raya idul fitri berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai tradisi Lebaran, terutama terkait dengan tradisi mudik dan berbagai aspeknya seperti persiapan, perjalanan, kendala, serta penyesuaian budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode naratif. Peneliti menggunakan teknik wawancara mendalam untuk mengumpulkan data dari dua narasumber yang berasal dari suku Jawa dan Sunda mengenai relevansi tradisi mudik saat lebaran. Wawancara dilakukan secara daring dengan menggunakan protokol wawancara yang berisi dimensi, aspek, indikator, dan pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan seperti tradisi yang dilakukan, frekuensi mudik dalam setiap tahunnya, persiapan yang dilakukan, perbedaan tradisi di daerah asal dengan tempat tinggal beserta permasalahan yang muncul dalam tradisi mudik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perayaan Lebaran antar daerah bervariasi, dari persiapan hingga tradisi khusus. Perbedaan ini tidak menghalangi pelestarian nilai Lebaran. Fleksibilitas dan adaptasi penting untuk mempertahankan identitas budaya di lingkungan baru. Keluarga inti berperan dalam melestarikan tradisi seperti nilai silaturahmi, toleransi, kerja keras, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Lebaran menjadi momen menghargai nilai luhur yang mempersatukan bangsa majemuk.
Perbedaan Gender dalam Persepsi Karier Remaja Kendari: Pendekatan Analisis Rasch Wa Ode Lili Andriani Nasri; Sri Kusniawati; Sarniatin Sarniatin; Nurul Meirida; Rahmawati Nur; Nur Zahrah Doane; Sitti Mutaminah; Salwa Amelia
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 1 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321050300

Abstract

This study aims to eximine the perceptions of male and female students regarding career planning, eith the goal of contributing to the development of career guidance strategies that are responsive to gender-spesific needs. A descriptive qualitive approach was employed, and data were collected an online questionnaire distributed via Google Forms. The participants consisted of 208 senior high school and vocational high school student in Kendari, Indonesia. Data anlaysis was conducted using Rasch modelling to identify perceptual differences between male and female students. The result reveal that male students tend to more frequently envision future success and demonstrate greater reliance on parental involvement in their career planning. In contrast, female student appear to be more proactive in pursuing extracurricular cources outside of school to support their carrer aspirations. The findings also underscore the significant influence of peers and family in shaping student’ career decision-making processes, as well as prevalling tendency among students to depend on luck rafther the enganging in well-strucured planning. Despite these challenges, the study also indentifies encouranging developments, sch as student intiative to enhance additional skills, consideration of multiple factors on career selection, and the presence of crearly defined goals regarding higher education pathways.
Pengembangan Instrumen Agresivitas Verbal pada Siswa SMA Menggunakan Pendekatan Rasch Model Yuda Syahputra; Syahrul Fahmi Ramadhan Fahmi; Rosada
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321055700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas dan karakteristik psikometrik pada skala agresivitas verbal siswa SMA 88 Jakarta Timur. Penelitian ini dikumpulkan dari april 2026 dan melibatkan 110 partisipan Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Rasch Model dengan bantuan aplikasi WINSTEPS 3.73 untuk mengevaluasi kualitas pengukuran dari 33 item agresivitas verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen agresivitas verbal memenuhi kriteria pengukuran psikometrik yang baik serta mampu berfungsi sebagai alat ukur yang valid dan reliabel. Hal tersebut ditunjukkan melalui nilai reliabilitas item yang sangat baik (0.98), reliabilitas person yang sangat baik (0.80), serta nilai Cronbach Alpha (KR-20) sebesar (.83) yang menunjukkan konsistensi internal instrumen berada pada kategori baik. Selain itu, hasil Principal Component Analysis (PCA) dari residual sebesar 43.6% memperlihatkan bahwa item-item dalam skala telah mampu merepresentasikan konstruk agresivitas verbal secara optimal. Instrumen agresivitas verbal ini dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengidentifikasi dan mengukur perilaku agresivitas verbal pada siswa SMA 88 Jakarta Timur.
Pengembangan Instrumen Stres Akademik Menggunakan Metode CTT (Classical Test Theory) Farhan Wira Yudha
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321055800

Abstract

Stres akademik merupakan fenomena yang meresahkan. Stres akademik yang tidak dapat diidentifikasi oleh para siswa atau siswi akan membuahkan dampak negatif bagi psikologis, fisiologis, dan juga hasil belajarnya. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen stres akademik untuk mengevaluasi serta mengukur stres akademik siswa atau siswi dalam proses pembelajaran. Hasil menunjukkan instrumen stres akademik ini memiliki nilai validitas baik berkisar antara 0.322 sampai 0.752, dengan menggunakan uji Pearson Produk Moment. Sedangkan, untuk uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha, dengan hasil 0.869, yang berarti instrumen stres akademik memiliki keandalan yang baik untuk mengukur gejala dan juga kondisi stres dari waktu ke waktu. Implikasi dari pengembangan instrumen stres akademik ini dapat dipergunakan secara luas, baik untuk penelitian dan juga praktik klinis untuk mengukur tingkat stres akademik yang dialami oleh para siswa atau siswi. Alat yang layak juga andal, dapat berguna untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai stres akademik.
Pengaruh Layanan Penguasaan Konten terhadap Keterampilan Mengelola Emosi Siswa dalam Menjalin Hubungan Sosial Dira Anindya; Christine Masada H Tobing; Farouq Fathurrahman
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321062000

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan penguasaan konten dalam meningkatkan keterampilan mengelola emosi siswa dalam menjalin hubungan sosial di SMK Bhakti Persada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi-experimental dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 47 siswa, yaitu 24 siswa pada kelas eksperimen dan 23 siswa pada kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) pada kelas kontrol sebesar 0,003 dan kelas eksperimen sebesar 0,000. Kedua nilai tersebut lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (Sig. < 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan antara skor pre-test dan post-test pada kedua kelompok. Namun, peningkatan skor rata-rata pada kelas eksperimen lebih besar, yaitu dari 175,58 menjadi 191,25 atau meningkat sebesar 15,67 poin, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 178,22 menjadi 186,30 atau sebesar 8,08 poin. Peningkatan pada kelas kontrol dimungkinkan dipengaruhi oleh proses pembelajaran, interaksi sosial sehari-hari, serta pengalaman siswa selama penelitian berlangsung. Sementara itu, peningkatan yang lebih besar pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa layanan penguasaan konten memberikan kontribusi terhadap peningkatan keterampilan mengelola emosi siswa, yang ditunjukkan melalui kemampuan mengenali dan mengendalikan emosi, menunjukkan empati, berpikir positif, serta membangun hubungan sosial yang lebih baik di lingkungan sekolah.
Interpersonal Siswa Dengan Anak Berkebutuhan Khusus Dapat Dibentuk Melalui Layanan Orientasi Nur Rahma; Christine Masada Hirashita Tobing; Lusiana Wulansari
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321062100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan orientasi dalam membentuk hubungan interpersonal siswa reguler dengan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SMP Al-Irsyad Al-Islamiyyah Depok. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment berbentuk pre-test dan post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa yang terdiri atas kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan orientasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hubungan interpersonal siswa dengan ABK. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 (<0,05) sehingga H₁ diterima dan H₀ ditolak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan layanan orientasi yang secara khusus diarahkan untuk membentuk hubungan interpersonal siswa reguler dengan ABK melalui materi pendidikan inklusif, komunikasi positif, empati, toleransi, kerja sama, dan penerimaan terhadap keberagaman. Dengan demikian, layanan orientasi tidak hanya digunakan untuk membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai strategi bimbingan dan konseling untuk memperkuat interaksi sosial yang inklusif antara siswa reguler dan ABK.
Pengaruh Pencegahan Bullying terhadap Dukungan Teman Sebaya melalui Layanan Bimbingan Kelompok Yuhda Sahara; Christine Masada Hirashita Tobing; Dery Purnama Saefudin
Journal of Multidisciplinary Learning Vol. 1 No. 2 (2026): Journal of Multidisciplinary Learning
Publisher : Asosiasi Asesmen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63203/0321062300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencegahan bullying terhadap dukungan teman sebaya melalui layanan bimbingan kelompok di SMA Tadika Pertiwi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan Survei dan Quasi Experiment Design dengan model Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini berjumlah 211 orang yang kemudian diambil sampelnya menggunakan teknik Purposive Sampling, sehingga diperoleh sampel utama sebanyak 44 peserta didik yang terdiri dari 22 peserta didik kelas XI IPA-1 dan 22 peserta didik kelas XI IPA-2. Selain itu, penelitian melibatkan 1 guru Bimbingan dan Konseling (BK) dan 2 wali kelas sebagai informan pendukung. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket. Uji persyaratan analisis pada penelitian ini menggunakan uji normalitas, sedangkan pengujian hipotesis menggunakan uji paired samples t-test. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, < 0,05. Dengan demikian, Ha diterima dan H₀ ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pencegahan bullying terhadap dukungan teman sebaya melalui layanan bimbingan kelompok di SMA Tadika Pertiwi.

Page 1 of 2 | Total Record : 12