cover
Contact Name
Vivin Setiani
Contact Email
vivinsetiani@ppns.ac.id
Phone
+6289530032201
Journal Mail Official
prodi.tpl@ppns.ac.id
Editorial Address
Jl. Teknik Kimia, Kampus ITS Sukolilo
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
ISSN : -     EISSN : 26231727     DOI : https://doi.org/10.33863/cpwtt
Core Subject :
Aims of the CPWTT: The Conference is aimed at providing grounds for the exchange of ideas and data developed through research experience in the waste treatment dan environmental engineering. Scope of the CPWTT: Waste Treatment Life Cycle Assessment Solid Waste Management and Treatment Pollution Control and Monitoring (Air, Biota, Soil, Water) Water and Wastewater Treatment Environmental Management System Environmental Chemistry Environmental Modeling Environmental Mitigation and Remediation Global Warming Emerging Pollutant Environmental Microbiology
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "vol. 7 no. 1 (2024): conference proceeding on waste treatment technology" : 57 Documents clear
BAREFOOT: OPTIMALISASI FOOD WASTE TREATMENT SEBAGAI RAW MATERIAL PRODUKSI HIDROGEN DALAM ENERGI TERBARUKAN UNTUK MENDUKUNG GREEN ENERGY AND CIRCULAR ECONOMY A.Tiara Maharani; Amelia Bahetha; Muhammad Dimmas Firdaus; Enggar Ira Elyana
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan industri yang pesat membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pangan, namun juga menyebabkan peningkatan jumlah limbah makanan. Menurut data FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), sekitar sepertiga dari makanan yang diproduksi setiap tahun terbuang. Limbah makanan seperti nasi dan kulit pisang menjadi masalah besar. Data dari Badan Pusat Statistik Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa produksi pisang mencapai 9.335.232 unit, dengan limbah kulit pisang mencapai 40% atau 3.734.092 kulit per tahun. Selain itu, nasi sisa menyumbang 276.000 ton limbah per tahun. Dalam mengatasi masalah ini dan memenuhi kebutuhan energi bersih, kami menginovasikan BAREFOOT yakni teknologi yang memanfaatkan limbah nasi dan kulit pisang dari restoran, hotel, cafe, dan catering menjadi produk hidrogen. Teknologi ini memanfaatkan limbah nasi dan kulit pisang untuk menghasilkan hidrogen melalui sistem fermentasi gelap (dark fermentation) dan sel elektrolisis mikroba (microbial electrolysis cell). Proses hidrolisis limbah ini menghasilkan glukosa sebesar 9,35%, yang cocok untuk fermentasi gelap. Sel elektrolisis mikroba kemudian meningkatkan produksi hidrogen dengan mengonversi asam organik volatil dari fermentasi gelap. BAREFOOT mampu menghasilkan 8378013 liter hidrogen per tahun dari 766.395 kg limbah nasi dan kulit pisang, menjadikan limbah makanan sebagai raw material sumber energi hidrogen berkelanjutan dan mendukung pencapaian energi bersih. Hasil komersialisasi hidrogen dengan harga Rp66.400,00 per liternya, BAREFOOT mencapai payback pada 1,6 tahun. Pada sepuluh tahun pertama, nilai NPV sebesar Rp3.223.424.185,68, dan IRR sebesar 59% yang menunjukkan nilai positif mengindikasikan bahwa BAREFOOT dengan produk berupa hidrogen merupakan bisnis yang layak untuk diimplementasikan dalam jangka panjang.
Redesain TPS Desa Banjarkemantren Sesuai Dengan Timbulan Sampah Muhammad Firman Faisal Arif; Taty Alfiah
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo memiliki luas lahan seluas 203.02 Ha, terdiri dari 4 RW dengan jumlah penduduk sebanyak 8.263 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan redesain TPS berdasarkan timbulan dan komposisi sampah penduduk Desa Banjarkemantren. Timbulan dan karakteristik sampah di Desa Banjarkemantren rata–rata sebesar 2,327 liter/orang.hari, dengan berat sampah rata - rata sebesar 0,565 kg/orang.hari. Komposisi sampah didominasi oleh sampah jenis sisa makanan dan daun dengan presentase tertinggi sebesar 59,4%, kemudian sampah kertas/karton sebesar 15,4%, gelas/kaca 9,5%, plastik 7,7%, logam 4,3%, kayu 3,4%, kain/tekstil 0,2%, dan karet/kulit sebesar 0,1%. Hasil evaluasi terhadap TPS Desa Banjarkemantren sebagian besar telah memenuhi kriteria bangunan TPS, sehingga dalam redesain dilakukan penataan TPS Banjarkemantren berupa area parkir container, dan gerobak sampah.
Analisis Emisi Karbon dari Aktivitas Pengelolaan Sampah di TPS 3R Kecamatan Ponorogo Anastasya Helmalia Putri; Ahmad Erlan Afiuddin; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu. Salah satu penyebab terjadinya pemanasan global yaitu emisi karbon yang dihasilkan dari proses dekomposisi sampah. Emisi karbon terdiri dari karbon dioksida (CO2) dan gas metana (CH4). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis emisi karbon dari aktivitas pengelolaan sampah di TPS 3R yang ada di Kecamatan Ponorogo. Kecamatan Ponorogo merupakan salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Ponorogo yang terdapat banyak fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, dan kantor pemerintahan. Terdapat dua TPS 3R yang ada di Kecamatan Ponorogo yaitu TPS 3R Pasar Stasiun dan TPS 3R Jl. Sekar Putih. Perhitungan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menggunakan metode Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) 2006. Hasil perhitungan emisi karbon dari aktivitas pengelolaan sampah di TPS 3R Pasar Stasiun sebesar 16,909 ton CO2eq/tahun dan TPS 3R Jl. Sekar Putih sebesar 13,778 ton CO2eq/tahun.
Pengaruh Massa Adsorben Nanopartikel Fe3O4 – Karbon Aktif Tempurung Siwalan (Borassus Flabillefer L) Terhadap Efisiensi Penyisihan Zat Warna Ibnu Khusnuz Zain; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tempurung Siwalan memiliki kandungan hemiselulosa, selulosa, dan lignin yang tinggi sehingga berpotensi sebagai bahan pembuat karbon aktif. Karbon aktif memiliki pori-pori dan luas permukaan yang dapat dioptimalkan sebagai penjernihan air, pemurnian gas, dan penetral dari berbagai limbah. Karbon aktif dari bahan dasar tempurung siwalan dapat dimanfaatkan sebagai adsorben untuk penjernihan zat pewarna tekstil, seperti zat congo red dan methylene blue. Karbon aktif tempurung siwalan dapat dikompositkan dengan Fe3O4 (Fe3O4 @AC-Tempurung Siwalan) dengan metode kopresipitasi dengan tujuan meningkatkan kapasitas adsorpsi. Pengujian dilakukan dengan variasi massa (0,25; 0,5; 0,75; 1,00 dan 1,25 gram) serta dilakukan pada waktu kontak 100 menit. Hasil penelitian menunjukkan efisiensi penyisihan tertinggi congo red dan methylene blue terjadi pada massa 0,25 gram sebesar 96,24% dan 93,24%. Berdasarkan hasil tersebut Fe3O4 @ACTempurung Siwalan memiliki efisiensi penyisihan yang tinggi untuk menjernihkan zat pewarna congo red dan methylene blue.
Analisis Kemampuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Privat Eksisting dalam Menyerap Emisi CO2 di Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya Moh Hasan Haibatul Islam; Ahmad Erlan Afiuddin; Ulvi Pri Astuti
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon dioksida (CO2) merupakan salah satu penyebab terjadinya global warming. Aktivitas permukiman seperti penggunaan bahan bakar memasak, penggunaan listrik, dan septic tank di Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya menghasilkan emisi CO2 sebesar 67.280,10 ton/tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat eksisting di Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya dalam menyerap emisi CO2 yang dihasilkan oleh Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam melakukan analisis data menggunakan intensitas cahaya untuk menghitung laju serap CO2, sehingga bisa menentukan kemampuan serapan emisinya. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan RTH privat eksisting di Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya masih belum bisa mengurangi 50% dari total emisi CO2 yang dihasilkan. RTH privat eksisting di Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya mampu menyerap emisi sebesar 9.715,13 ton/tahun sehingga sisa emisi yang masih belum terserap sebesar 57.564,97 ton/tahun.
Pengaruh Penggunaan Kotoran Kucing dan Sisa Makanan Terhadap Suhu Pengomposan dengan Metode Black Soldier Fly (BSF) Composting Debby Zintya Hayati; Vivin Setiani; Mirna Apriani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya timbulan sampah menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Kotoran hewan dapat menyebabkan bau menyengat apabila tidak diolah. Alternatif pengolahan yang dapat digunakan yaitu dengan pengomposan. Pengomposan memanfaatkan limbah organik kotoran kucing dan sisa makanan sebagai bahan pengomposan menggunakan larva BSF dengan bantuan MoL kulit pisang. Variasi bahan yang digunakan yaitu 100% kotoran kucing, 50% kotoran kucing dan 50% sisa makanan, serta 75% kotoran kucing dan 25% sisa makanan. Setiap variasi bahan yang digunakan ditambahkan MoL kulit pisang dengan konsentrasi 0 mL, 40 mL, dan 80 mL. Pengomposan menggunakan reaktor dengan ukuran 50 cm x 40 cm x 15 cm. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh variasi bahan dan penambahan MoL terhadap suhu pengomposan. Hasil pengukuran suhu dibandingan dengan SNI 19-7030-2004 tentang kematangan kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kompos memenuhi SNI 19-7030-2004 dengan nilai 30°C dan dipengaruhi oleh variasi bahan serta penambahan MoL kulit pisang.
Pengaruh Massa Adsorben Nanopartikel Fe3O4 – Karbon Aktif terhadap Efesiensi Penurunan Zat Warna Yusron Khoiru Nadhori; Novi Eka Mayangsari; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu limbah cair industri tekstil adalah zat warna yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan benar. Kulit durian mengandung karbon yang tinggi, dengan proporsi 50-60% unsur selulosa, 5% lignin, dan 5% pati. Kadar selulosa yang tinggi ini membuatnya cocok untuk digunakan sebagai bahan pembuatan karbon aktif untuk adsorben yang dapat menurunkan kadar zat warna. Penelitian ini menggunakan kulit durian sebagai bahan dasar karbon aktif yang dimodifikasi dengan magnetik Fe3O4. Tujuan penelitian in adalah menganalisis kemampuan penyerapan adsorben Fe3O4@AC - kulit durian dalam menurunkan zat warna metilen biru dan kongo merah dalam sistem biner. Variasi yang diuji meliputi massa adsorben dengan waktu kontak 100 menit. Massa adsorben yang digunakan yaitu 0,25; 0,5; 0,75; 1; dan 1,25 gram. Hasil penelitian menunjukan massa adsorben optimum adalah 0.25 gram dengan penyisihan tertinggi metilen biru 93,46% dan kongo merah 95,32%.
Analisis Suhu pada POC Lumpur Tinja berdasarkan Variasi Bahan dan Pengadukan Nabila Nurulita Maghfirani; Nora Amelia Novitrie; Vivin Setiani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk Organik Cair (POC) merupakan penyedia unsur hara yang mudah diserap akar dan daun tanaman. Bahan baku POC bisa diperoleh dari limbah seperti lumpur tinja, sisa makanan, dan kotoran kambing. Limbah-limbah tersebut memiliki kandungan unsur hara seperti C-organik, nitrogen, fosfor, dan kalium yang menunjang kandungan POC. Proses pengadukan dilakukan untuk meningkatkan kualitas POC yang dihasilkan. Pengadukan secara berkala bertujuan untuk mengoptimalkan proses homogenitas bahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis variasi bahan dan variasi pengadukan terhadap suhu pada POC. Variasi pengadukan pada penelitian berupa tanpa pengadukan, 8 kali pengadukan (setiap 30 menit), dan 16 kali pengadukan (setiap 15 menit). Metode yang digunakan adalah fermentasi secara anaerob. Fermentasi dilakukan selama 12 hari dengan menggunakan MoL nasi sebagai bioaktivator. Hasil uji ANOVA (Analysis of Variance) menunjukkan bahwa variasi bahan dan pengadukan tidak berpengaruh pada suhu POC dengan nilai signifikansi ?>0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reaktor dengan komposisi 40% lumpur tinja 60% kotoran kambing dan pengadukan setiap 15 menit (16 kali pengadukan) menghasilkan suhu tertinggi. Suhu tertinggi diperoleh oleh R6 dengan suhu sebesar 32,50C.
Studi Efektivitas Sistem Seeding Reaktor Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) Menggunakan Media Modifikasi Tutup Botol Bekas Vanessa Alfarizka Ranani; Ulvi Pri Astuti; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu penyebab air sungai tercemar yaitu dilakukannya pembuangan air limbah industri tahu ke badan airtanpa adanya pengolahan. Selain itu, perilaku konsumtif dalam membeli minuman kemasan botol plastik dapat meningkatkan jumlah timbulan sampah dari tutup botol plastik. Penelitian ini memanfaatkan tutup botol plastik bekas yang dimodifikasi dengan benang tampar sebagai media untuk menumbuhkan mikroorganisme yang kemudian dibandingkan dengan kinerja media komersial. Penelitian ini menggunakan variasi pada sistem seeding, yaitu sistem seeding batch dan sistem seeding batch-kontinu. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas sistem seeding batch dan batch-kontinu media tutup botol bekas sebagai media biofilter pada reaktor Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Proses seeding dilakukan selama 14 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem seeding batch dengan media modifikasi tutup botol bekas mampu menurunkan konsentrasi COD dengan efisiensi sebesar 96,07%, sedangkan sistem seeding batch-kontinu menggunakan media modifikasi tutup botol bekas mampu menurunkan konsentrasi COD dengan efisiensi sebesar 84,14%. Kesimpulan penelitian ini yaitu sistem seeding batch mampu menurunkan pencemar COD lebih baik dari sistem seeding batch-kontinu. Hal tersebut membuktikan bahwa tutup botol bekas berpotensi digunakan sebagai media biofilter pada reaktor MBBR.
Evaluasi Pengajuan Dokumen Persetujuan Teknis Pembuangan Air Limbah dan Emisi di DLH Kabupaten Gresik Iswatun Khasanah; Ahmad Erlan Afiuddi; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persetujuan teknis adalah izin yang diberikan oleh pemerintah pusat atau daerah yang menetapkan standar perlindungan dan pengelolaan lingkungan yang harus dipenuhi oleh usaha atau kegiatan yang berdampak pada lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengajuan persetujuan teknis di DLH Kabupaten Gresik. Metode pengumpulan data melibatkan evaluasi pengajuan persetujuan teknis, wawancara, dan pengambilan kuisioner. Sampel dokumen yang dievaluasi terdiri dari 27 dokumen persetujuan teknis pembuangan air limbah dan 5 dokumen persetujuan pembuangan emisi. Evaluasi dilakukan pada tiga aspek yaitu alur pengajuan, kelengkapan administrasi, dan kelengkapan teknis. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa alur pengajuan persetujuan teknis pembuangan emisi lebih sesuai dengan SOP. Dari aspek kelengkapan administrasi, 23 dari 27 dokumen pembuangan air limbah dinyatakan lengkap, sementara hanya 2 dari 5 dokumen pembuangan emisi yang lengkap. Pada aspek kelengkapan teknis, 8 dari 27 dokumen pembuangan air limbah memenuhi semua persyaratan teknis, sedangkan hanya 1 dari 5 dokumen pembuangan emisi yang lengkap. Wawancara dilakukan dengan Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan untuk memperkuat hasil evaluasi. Hasil kuisioner didapatkan 10 responden dengan hasil rata-rata responden setuju dengan adanya rekomendasi penyusunan panduan persetujuan teknis dan digitallisasi pengajuan persetujuan teknis.