cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
ISSN : 23375752     EISSN : 27209660     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), published thrice a year (January, Mei, and September), is a peer-reviewed journal that is managed by the Department of Economic Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Surabaya. JUPE aims to help researchers publish their work for a wider audience. We consider original research articles and review articles in any research areas of (but is not limited to) economics and business education, such as economics education, entrepreneurship education, economics learning strategies, educational economics, classroom action research, development of learning materials, teaching models, learning instruction, and learning media.
Arjuna Subject : -
Articles 1,004 Documents
PENGARUH INFLASI, PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) DAN CADANGAN VALAS TERHADAP NERACA PEMBAYARAN INDONESIA WIDA WULANDARI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n2.p%p

Abstract

Abstrak Neraca pembayaran merupakan aplikasi penting untuk menganalisis perekonomian. Tahun 2013 menunjukkan posisi neraca pembayaran defisit selama tiga kuartal pertama, namun neraca pembayaran berhasil ditutup dengan posisi surplus di kuartal akhir. Dalam data kuartalan, gap theory inflasi dan neraca pembayaran muncul pada kuartal satu dan tiga di tahun 2012 dengan angka kenaikan 0,88 % justru direspon positif oleh neraca pembayaran dan kemudian inflasi naik sebesar 1,66 % direspon positif pula oleh neraca pembayaran. Pada tahun 2011 ke 2012 dimana PDB mengalami kenaikan tetapi justru memberikan efek negatif terhadap neraca pembayaran yaitu justru tercatat penurunan pada tahun yang sama. Selain itu, neraca pembayaran dalam data kuartalan, tahun 2013 kuartal satu, dua dan tiga secara berurutan sebesar Rp. 638.295 triliun, Rp. 676.625 triliun, serta Rp. 666.430 triliun hal ini justru direspon negatif oleh neraca pembayaran pada waktu yang sama. Dalam data kuartalan tepatnya pada tahun 2013 kuartal tiga dengan angka sebesar Rp. 676.625 triliun yang mengalami penurunan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, direspon negatif pula oleh neraca pembayaran yaitu sebesar defisit USD 2.447 miliar dimana defisit ini lebih kecil dibanding kurtal sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh inflasi, Produk Domestik Bruto (PDB), cadangan valas, terhadap neraca pembayaran Indonesia serta meramalkan variabel – variabel tersebut untuk tahun 2014 hingga tahun 2020. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder times series yang diolah menggunakan program olah data Eviews 6 dengan model analisis data VAR (Vector Autoregressive). Dari representasi hasil analisis data menunjukkan bahwa Inflasi tidak berpengaruh terhadap neraca pembayaran, Produk Domestik Bruto (PDB) tidak berpengaruh terhadap neraca pembayaran, cadangan valas berpengaruh terhadap neraca pembayaran. Prediksi inflasi sejak 2014 kuartal satu hingga 2020 kuartal empat mengalami penurunan dari angka 1.21 hingga 0.56. Untuk variabel Produk Domestik Bruto (PDB) diprediksi semakin meningkat hingga tahun 2020 kuartal terakhir. Variabel cadangan valas mengalami kenaikan sejak tahun 2014 kuartal satu hingga 2020 kuartal empat meskipun peningkatannya perlahan. Yang terakhir adalah variabel neraca pembayaran diprediksi menurun hingga kuartal empat tahun 2020 senilai USD 1647.5 juta. Kata kunci : Infllasi, Produk Domestik Bruto (PDB), Cavalas, Neraca Pembayaran, Forecast Abstract Balance of payment is important to analyze economic condition. In 2013 it shows deficit balance of payment for three quarterly, but it closed in surplus number. In quarterly data, gap theory between inflation and balance of payment appeared at first and third quarterly in 2012 with rised number 0,88 % but balance of payment response positively. And then inflation raised 1,66 %, this is responsed positiveby balance of payment. In 2011 to 2012 output agregat raised but it gives negative effect to balance of payment. In 2013 first, second and third quarterly, they are Rp. 638.295 billion, Rp. 676.625 billion, and Rp. 666.430 billion, but these are responsed Balance balance of payment negatively. In 2013 third quarterly is the highest number of output agregate, it is responsed balance of payment negatively too, they are deficit USD 2.447 billion. The research aim to know the effect of inflation, output agregat, foreign currency reserve to balance of payment, and also to predict the variabels from 2014 until 2020. The kind of data is secondary times series data which are processed using Eviews 6 programme with VAR (Vector Autoregressive) data analyzed model. The representation of result showed that inflation does not influence the balance of payment, foreign ouput agregate does not influence the balance of payment too, but the currency reserve influences the balance of payment. The forecast predict that inflation since 2014 first quarterly until 2020 fourth quarterly decrease from 1.21 % to 0.56 %. The output agregat will raise until 2020 last quarterly. And then the foreign currency reserve will raise too since 2014 first quarterly until 2020 fourth quarterly eventough slowly. And the last variable is balance of payment, it will decrease untill last quarterly in 2020 (USD 1647.5 million). Keyword : Inflation, Output Agregat, Foreign Currency Reserve, Balance of Payment, Forecast
PENGARUH NILAI TUKAR PETANI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI JAWA TIMUR ERNA DEWI RETNASARI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Pembangunan manusia merupakan salah satu faktor dalam upaya pelaksanaan pembangunan nasional. Pembangunan manusia dapat dilihat dari tingkat indeks pembangunan manusia yang diukur melalui tingkat pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Selain itu, tingkat IPM dapat dipengaruhi oleh adanya peningkatan pendapatan perkapita dan pertumbuhan PDRB. Penelitian ini akan mengkaji ada atau tidaknya pengaruh nilai tukar petani dan pertumbuhan ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh nilai tukar petani dan pertumbuhan ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari BPS Jawa Timur. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai tukar petani berpengaruh tidak signifikan dan negatif terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Jawa Timur. Hal ini dikarenakan jika NTP mengalami peningkatan, maka akan terjadi inflasi di sektor pertanian dan selanjutnya kemampuan masyarakat untuk melakukan belanja di bidang pendidikan, kesehatan, dan konsumsi lain (indikator IPM) akan menurun. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan dan positif. Hal ini dikarenakan jika pertumbuhan ekonomi meningkat, maka pendapatan perkapita masyarakat dan pemerintah juga akan meningkat. Sehingga kemampuan masyarakat dan pemerintah untuk melakukan belanja dalam upaya peningkatan IPM dapat dioptimalkan. Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia, Nilai Tukar Petani, Pertumbuhan Ekonomi
ANALISIS SEKTOR POTENSIAL DI KECAMATAN PORONG PASCA LUAPAN LUMPUR LAPINDO IMAM MASHURI PRATAMA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Pada tahun 2006 terjadi luapan lumpur lapindo yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kecamatan Porong sehingga mengalami penurunan PDRB sebesar -31,46 persen. Dampak dari luapan lumpur lapindo masih terasa pada tahun berikutnya. Pertumbuhan PDRB Kecamatan Porong dari tahun 2007-2012 sebesar -21,04%, 43,58%, -5,61%, 1,7%, 3,15%, 3,14%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor potensial di Kecamatan Porong pasca luapan lumpur lapindo. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sektor potensial di Kecamatan Porong pasca luapan lumpur lapindo melalui PDRB sebagai alat ukurnya. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis LQ, analisis Shift Share, dan analisis MRP. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa sektor basis yang ada di Kecamatan Porong adalah sektor pertanian, sektor penggalian, sektor konstruksi, sektor perdagangan, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan, dan sektor jasa. Sektor basis tersebut yang mempunyai pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata sektoral dan memiliki daya saing tinggi dibandingkan dengan sektor ekonomi yang sama di Kabupaten Sidoarjo adalah sektor perdagangan. Selain itu, sektor perdagangan merupakan sektor yang menonjol di Kecamatan Porong dan di Kabupaten Sidoarjo. Dengan demikian sektor potensial di Kecamatan Porong adalah sektor perdagangan. Kata Kunci: pertumbuhan ekonomi, sektor potensial, lumpur lapindo. Abstract In 2006 Lapindo mudflow occurred which have an impact on economic growth Porong that GDP declined by -31.46 percent. The impact of Lapindo mudflow still feels the following year. Porong GDP growth from the year 2007-2012 amounted to -21.04%, 43.58%, -5.61%, 1.7%, 3.15%, 3.14%. This study aims to identify potential sectors in Porong post Lapindo mudflow. This research method uses descriptive research with quantitative approach which aims to describe the potential sectors in Porong post Lapindo mudflow through GDP as a measuring tool. The analysis technique used is the analysis of LQ, shift share analysis, and analysis of MRP. Based on the analysis, it can be concluded that the sector basis in Porong is agriculture, quarrying, construction, trade, finance, leasing, and services companies, and service sectors. The base sectors that have faster growth than the sectoral average and have high competitiveness compared to the same economic sector in Sidoarjo is trade. In addition, the trade sector is a sector which stands out in Porong and Sidoarjo. Thus the potential sectors in Porong is trade. Keywords: economic growth, potential sectors, lapindo mud.
ANALISIS KESIAPAN DESA BLAWI DALAM RANGKA IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA MUHAMMAD WAHIB ABDI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan jangka pendek dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan pemerintah desa dalam mengimplementasikan Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa di Desa Blawi Kecamatan Karangbinangun Kabupaten Lamongan. Dengan harapan jangka panjangnya dengan adanya penelitian ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mengetahui kesiapan pemerintah desa dalam implementasi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti memilih lokasi di Desa Blawi. Dipilihnya lokasi penelitian ini karena sudah didasarkan atas pertimbangan bahwa Desa memiliki BUMDes berupaPasar Desa. Ada 4 Informan dalam penelitian ini, dimana semua informan adalah orang yang menjabat sebagai bagian dari Pemerintah Desa. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara bertahap, observasi langsung, dan teknik dokumentasi. Dari data tersebut dapat diketahui kesiapan pemerintah desa dalam implementasi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Dimana secara umum desa sudah menyiapkan SDM nya untuk mengimplementasikan undang-undang tersebut, namun masih dibutuhkannya bimbingan teknis dari pemerintah terhadap isi dari undang-undang desa yang baru ini agar tidak ada kesalahan dalam implementasinya. Selain itu pemerintah desa juga membutuhkan pendampingan dan pengawasan terkait dengan pengelolaan dana desa. Kata kunci : Desa, Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang desa Abstract Short-term goal of this research is to analyze the readiness of local government implementing the Law of the Republic of Indonesia No. 6 Year 2014 about the village in the Village District of Karangbinangun Blawi Lamongan. And the long-term goal of this research the central government and local governments determine the readiness of the village government in the implementation of the Law of the Republic of Indonesia No. 6 Year 2014 about the village. In this study, the type of research used in this study used a qualitative descriptive study. Researchers chose the location in the village of Blawi. This location is chosen based on the consideration that the village has BUMDes such as village market. There are 4 Informants in this study, where all informants are people who served as part of the local government. To obtain the data, researchers used data collection techniques include gradual interview, direct observation and documentation techniques. From these data it can be seen the village government's readiness to implement the Law of the Republic of Indonesia No. 6 Year 2014 about the local government. Where in general the village is already preparing its human resources to implement these laws, but still needed technical assistance from the government for the content of legislation that the new village so that there are no errors in its implementation. In addition the village government also needs assistance and supervision associated with the management of village funds. Keywords : village, indonesian republic laws no. 6 in 2014 about rural
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERTUMBUHAN ANGKATAN KERJA TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA SURABAYA MOCH HERU ANGGORO
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Pertumbuhan ekonomi sering dijadikan acuan sebagai indikator keberhasilan ekonomi di suatu wilayah. Indikator tersebut misalnya masalah tentang inflasi dan penganguran serta kesejahteraan masyarakat yang membaik. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah jumlah dan mutu penduduk dan tenaga kerja. Dari tahun ke tahun pertumbuhan penduduk relatif mengalami peningkatan dan hal itu juga akan mempengaruhi pada pertumbuhan angkatan kerja. Di perkotaan pertumbuhan angkatan kerja relatif mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Di kota besar Surabaya juga masih menyisakan jumlah pengangguran yang memprihatinkan yakni sebesar 80.568 jiwa pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkatan kerja terhadap tingkat pengangguran di kota surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kausal pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian yakni pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan angkatan kerja, dan tingkat pengangguran kota Surabaya. Sedangkan sampelnya yakni pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan angkatan kerja, dan tingkat pengangguran di kota Surabaya tahun 2004 – 2013. Pengumpulan data diperoleh dari data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik Jawa timur. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifkan antara variabel pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran di kota Surabaya yang berbanding terbalik atau berlawanan. Sedangkan variabel pertumbuhan angkatan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota Surabaya. Sementara kedua variabel independen yakni pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkatan kerja secara bersama – sama menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota Surabaya. Kata Kunci: Pertumbuhan Ekonomi, Pertumbuhan Angkatan Kerja, dan Tingkat Pengangguran Abstract Economic growth is often used as a reference as an indicator of economic success in the region. The indicator for example the problem of inflation and unemployment and improved public welfare. One of the factors that affect the economic growth is the number and quality of population and labor force. From year to year relative population growth has increased and it will also affect the growth of the labor force. The urban growth of the labor force relative increase from year to year. It will also have an impact on the number of unemployed in the city. This study aims to determine the effect of economic growth and the growth of the labor force the unemployment rate in the city of Surabaya. This research is a quantitative approach causal research. The population in the study of economic growth, the growth of the labor force, and the unemployment rate. While the sample namely economic growth, the growth of the labor force, and the unemployment rate in the city of Surabaya in 2004 - 2013. The data collection was obtained from secondary data drawn from the Central Bureau of Statistics eastern Java. Analysis of the data used in this research is multiple linear regression analysis. The results showed that there are between variables influence significantly the economic growth of the unemployment rate in the city of Surabaya, which is inversely proportional or counterclockwise. While labor force growth variable has no significant effect on the unemployment rate in the city of Surabaya. While two independent variables namely economic growth and the growth of the labor force together - together showed a significant effect on the unemployment rate in the city of Surabaya. Keywords: Economic Growth, Labor Force Growth, and Unemployment Rate
PERAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DALAM MENINGKATKAN TINGKAT PRODUKSI DAN TINGKAT PENDAPATAN UKM LEDRE PISANG DI DESA DUKOHLOR KECAMATAN MALO KABUPATEN BOJONEGORO NURPRIATI NINGSIH
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak UKM ledre pisang merupakan UKM yang mengolah makanan khas Kabupaten Bojonegoro. Dalam perkembangannya UKM ini memiliki tiga pokok permasalahan yaitu permasalahan permodalan, permasalahan pengemasan, dan permasalahan pemasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan program-program seperti pelatihan dan bantuan alat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam meningkatkan potensi UKM Ledre Pisang di Desa Dukohlor Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro dan menganalisis hasil dari program-program yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam meningkatkan potensi UKM Ledre Pisang di Desa Dukohlor Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang bertujuan untuk membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, yaitu data dalam bentuk angka yang dapat dihitung. Data tersebut diperoleh melalui angket dan wawancara yang diberikan kepada responden yaitu para pengusaha UKM ledre pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan dalam meningkatkan potensi UKM ledre pisang adalah berupa pelatihan dan bantuan alat. Kemudian hasil program yang telah dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menunjukkan bahwa Dinas Perindustrian dan Perdagangan berperan sebesar 17% dalam meningkatkan tingkat produksi dan 45% dalam meningkatkan tingkat pendapatan para pengusaha ledre pisang di Desa Dukohlor. Kata Kunci: Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Peningkatan Potensi, Usaha Kecil dan Menengah. Abstract Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang are Small and Medium Enterprises typical food processing Bojonegoro. In the development of Small and Medium Enterprises have three main issues, namely the problem of capital, the problems of packaging, and marketing problems. To overcome these problems, Industrial and Trading Department to carry out programs such as giving the training or coaching and helps of the equipment. This study is purposed to analyze Industrial and Trading Department’s role in increasing the potential of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang in Dukohlor village Malo Sub district Bojonegoro Regency and analyze the results of the programs that had been done by Industrial and Trading Department in increasing the potential of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang in Dukohlor village Malo Sub District Bojonegoro Regency. The method that is used in this study is Quantitative method with descriptive study type which is purposed to make the description, systematical picture, factual, accurate facts, characteristics, and the connection in the phenomenon appeared in the study. The type of the data that is used is Quantitative data, which is the data in the form of number that can be calculated. That data is gained by the questionnaire and direct interview given to the respondent that are the entrepreneurs of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang. Result of the study shows that the role of Industrial and Trading Department in increasing the potential of Small and Medium Enterprises of Ledre Pisang are by giving the training or coaching and by the helps of the equipment. Then the result of the program done by Industrial and Trading Department shows that Industrial and Trading Department has a role in 17% in increasing the production and 45% in increasing the income of Ledre Pisang’s entrepreneur in Dukohlor village. Keyword: Small and Medium Enterprises, Industrial and Trading Department, Increased Potential
PENGARUH LOKASI USAHA TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR BARU KRIAN SIDOARJO NURIL IKSYANIYAH
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Menjadi pedagang kaki lima merupakan alternatif yang dilakukan oleh sebagian orang dengan keterbatasan pendidikan dan ketrampilan yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan untuk meraih keberhasilan usaha agar dapat bertahan dalam menghadapi berbagai kondisi perekonomian dan persaingan. Mayoritas dari mereka berdagang di jalan protokol pasar karena dianggap ramai, dalam hal ini khususnya Pasar Krian Sidoarjo. Keberadaan para pedagang kaki lima ini dinggap mengganggu arus lalu lintas dan dilakukan pemindahan lokasi ke Pasar Baru Krian Sidoarjo.Penelitian ini dilakukan di Pasar Baru Krian Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan lokasi usaha sebagai variabel independen serta keberhasilan usaha sebagai variabel dependen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh lokasi usaha terhadap keberhasilan usaha. Sampel yang digunakan adalah pedagang Kaki Lima yang berada di Pasar Baru Krian Sidoarjo sebanyak 127 responden dengan menggunakan insidental sampling. Analisis yang digunakan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier sederhana. Berdasarkan uji-t yang dilakukan dan hasil analisis regresi linier sederhana dapat diketahui bahwa variable lokasi usaha (X) mempunyai pengaruh yang tidak signifikan terhadap keberhasilan usaha (Y) Pedagang Kaki Lima di Pasar Baru Krian Sidoarjo. Kata kunci : insidental sampling, lokasi usaha, dan keberhasilan usaha Abstract Being a street trader is an alternative that is done by some people with limited education and skills that aim to make a profit for the success of business in order to survive in the face of a variety of economic conditions and competition. The majority of their trade in the streets because it is a crowded market protocol, in this particular Krian Market Sidoarjo. The existence of street vendors is deemed to interfere with the flow of traffic and carried out to move the location to New Market Krian Sidoarjo. This research was conducted in New Market Krian Sidoarjo. This research uses the business location as independent variable and the success of the business as the dependent variable. The purpose of this research was to analyze the effect of the location of the business to business success. The samples are street trader who was in New Market Krian Sidoarjo as much as 127 respondents using insidental sampling. The analysis through validity test, reliability test, the classic assumption test, simple linear regression test. Based on t-test were performed and the results of simple linear regression analysis showed that variable business location (X) has no significant effect on the success of the business (Y) Street trader in New Market Krian Sidoarjo Keyword : Insidental sampling, the location of the business, and the success of the business
PENGEMBANGAN USAHA SENTRA INDUSTRI KECIL BATIK TULIS GEDOG SEBAGAI POTENSI EKONOMI LOKAL KABUPATEN TUBAN IKE RAMADHANA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Batik tulis gedog merupakan salah satu produk seni khas kota Tuban yang mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi potensi ekonomi lokal. Dalam pengembangan usahanya industri batik tulis gedog mengalami banyak permasalahan yaitu permasalahan persaingan usaha batik yang semakin ketat, berkurangnya SDM yang berminat menjadi penenun gedog, sehingga pada tahun 2010 sampai 2015 industri batik tulis gedog mengalami penurunan omset penjualan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut harus ada upaya pengembangan yang dilakukan oleh pengusaha batik bersama pemerintah daerah Tuban. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui upaya pengembangan usaha sentra industri kecil batik tulis gedog sebagai potensi ekonomi lokal Kabupaten Tuban yang dilakukan pihak pengerajin batik maupun pemerintah kota Tuban. Metode penenlitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Kecamatan Kerek Kabupaten Tuban yang merupakan kawasan sentra industri kecil batik tulis gedog. Informan penelitian ini adalah pengusaha dan pan pengrajin batik tulis gedog serta Kepala Bagian Perindustrian Dinas Pariwisata dan Perekonomian Kabupaten Tuban. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan usaha industri batik tulis gedog dilakukan oleh pengusaha dan pengrajin batik serta peran dari pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata. Upaya tersebut antara lain: penciptaan iklim usaha yang kondusif, bantuan permodalan serta peralatan membatik, pelatihan, memantapkan asosiasi, mengembangkan promosi, mengembangkan kerja sama yang setara, adanya sekolah dan kursus informal pembatikan yaitu sanggar batik, pemerintah telah mendokumentasikan motif-motif batik, pameran, ekspor batik, pengenalan adanya industri dan wisata batik melalui perlombaan membatik, dan yang terakhir meningkatkan mutu batik tulis gedog.dengan adanya upaya pengembangan yang dilakuakn industri kecil batik tulis gedog dapat dikembangkan menjadi potensi ekonomi lokal Kabupaten Tuban. Kata Kunci: Pengembangan Usaha, Industri Kecil Batik Tulis Gedog, Potensi Ekonomi Lokal Abstract Batik gedog is one of the typical town art products of Tuban which have the potential to be developed into a local economic potential. In business development batik gedog industry experienced a lot of problems, namely the problems batik business competition intensifies, the reduction of human resources who are interested in becoming a weaver gedog, so that in 2010 to 2015 gedog batik industry decreased sales turnover. To overcome these problems, there should be a development effort undertaken by the batik entrepreneurs with government Tuban area. The purpose of this study was to determine the business development efforts of small industrial centers of batik gedog as local economic potential Tuban conducted by the city government as well as batik craftsmen Tuban. The method that is used in this study is qualitative research. The location of this research is in Kerek Sub District, Tuban District which is an area of small industrial centers of batik gedog.The informants are businessmen and pan gedog batik artisans as well as the Head of the Department of Industry, Tourism and Economic Tuban. Data were collected by using interviews, observation, and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that the industrial business development efforts undertaken by batik gedog and batik entrepreneurs and the role of government Tuban through the Department of Economic and Tourism. Efforts include: the creation of a conducive business climate, as well as equipment batik capital assistance, training, establish associations, develop promotions, develop an equal partnership, the school and informal courses of batik is batik studio, the government has documented batik motifs, exhibitions, batik exports, introduction the travel industry and batik batik through the race, and the latter improve the quality of batik gedog.with the development effort, small industrial batik gedog can be developed into a local economic potential Tuban. Key word: Business Development, Small Industries Batik Gedog, Local Economic Potential
PERANAN INDUSTRI BATIK TULIS TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN KARANG KECAMATAN SEMANDING KABUPATEN TUBAN RAHAYU PUJI LESTARI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v3n3.p%p

Abstract

Abstrak Tuban merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi unggulan dan fungsi di berbagai sektor yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu industri industri kecil menengah yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat adalah industri batik tulis. Di Kelurahan Karang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban memiliki industri batik tulis yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar dengan batik tulisnya yang khas dan biasa dikenal Batik Tulis Karang. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran Industri Batik Tulis terhadap peningkatan pendapatan masyarakat di Kelurahan Karang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Jenis penelitian ini adalah desriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain: 1) Observasi informan, 2) Wawancara Mendalam, 3) Dokumentasi.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran industri batik tulis dalam meningkatkan pendapatan masyarakat cukup berperan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat di desa tersebut yakni sebesar Rp150.000,00-Rp700.000,00 tiap bulannya. Upaya yang dilakukan pemilik industri batik tulis untuk meningkatkan pendapatan pengrajin adalah menambah hasil produksi batik dan memberikan jam kerja yang bebas kepada pengrajin. Kata Kunci: Industri batik tulis, pendapatan masyarakat Abstract Tuban is a regency in East Java which has excellent potential in various sectors and functions that can be utilized to improve the welfare and increase incomes. One of the industry small and medium industries that can increase people's income is batik industry. The Village Coral Semanding District of Tuban have batik industry which can increase the income of the people he wrote about the batik typical and commonly known Batik Reef. The purpose of this study is to analyze the role of Batik Industry to improve household incomes in the village of Karang District of Semanding Tuban. This type of research is desriptif with a qualitative approach. Data collection techniques used include: 1) Observation informant, 2) depth Interviews, 3) Documentation .. The results showed that the role of the batik industry in increasing people's income instrumental in increasing the income of the people in the village which amounted to Rp150.000,00-Rp700.000,00 each month. Efforts made batik industry owners to increase revenue is to increase production craftsmen batik and provide hours of free labor to the craftsmen. Keywords: Batik Industry, Public Income
PENGARUH PENDAPATAN NASIONAL DAN NILAI TUKAR (KURS) TERHADAP NERACA PEMBAYARAN INDONESIA DWI ROHMAH ROMADHONI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 4 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v4n1.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan karena peningkatan pendapatan nasional dan nilai tukar (kurs) seharusnya dapat mendorong peningkatan neraca pembayaran Indonesia, namun yang terjadi pada tahun 2011-2013 justru sebaliknya, dimana peningkatan pendapatan nasional dan nilai tukar tidak diimbangi dengan meningkatnya neraca pembayaran yang justru mengalami penurunan berturut-turut pada tahun tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendapatan nasional dan nilai tukar (kurs) terhadap neraca pembayaran Indonesia tahun 2004-2013. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (time series) dari pendapatan nasional, nilai tukar, dan neraca pembayaran yang diperoleh dari SEKI (Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan nasional tidak berpengaruh terhadap neraca pembayaran Indonesia, sedangkan nilai tukar berpengaruh signifikan negatif terhadap neraca pembayaran Indonesia, dan secara simultan pendapatan nasional dan nilai tukar berpengaruh terhadap neraca pembayaran Indonesia. Kata Kunci : Pendapatan Nasional, Nilai Tukar, Neraca Pembayaran Indonesia. Abstract The reseach was done because of the increase in national income and the exchange rate is supposed supposed to boost Indonesia 's balance of payments , but that occurred in 2011-2013 on the contrary , where the increase in national income and the exchange rate is not matched by the increase in the balance of payments has decreased by continuously during the year. This research aims to determine the effect of national income and the exchange rate (exchange rate) on the balance of payments of Indonesia in 2004 to 2013. The data used in this research is secondary data (time series) of national income, foreign exchange and balance of payments obtained from SEKI issued by Bank Indonesia. The method used is multiple linear regressions. The results from this study indicate that the national income has no effect on Indonesia's balance of payments, while the exchange rate of significant negative effect on Indonesia's balance of payments, and simultaneously the national income and the exchange rate effect on the balance of payments Indonesia Keyword : National Income, Exchange Rate, and Balance of Payment

Page 48 of 101 | Total Record : 1004