cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE)
ISSN : 23375752     EISSN : 27209660     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE), published thrice a year (January, Mei, and September), is a peer-reviewed journal that is managed by the Department of Economic Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Surabaya. JUPE aims to help researchers publish their work for a wider audience. We consider original research articles and review articles in any research areas of (but is not limited to) economics and business education, such as economics education, entrepreneurship education, economics learning strategies, educational economics, classroom action research, development of learning materials, teaching models, learning instruction, and learning media.
Arjuna Subject : -
Articles 1,004 Documents
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN ARENDS KELAS XI IPS 2  SMAN 2 MOJOKERTO NURLITA PURNAMASARI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v5n3.p%p

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan model pembelajaran yang digunakan adalah Time Token Arends. Tujuannya adalah (1) mendeskripsikan keaktifan belajar siswa pada kelas XI IPS 2 di SMAN 2 Kota Mojokerto dan (2) mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Time Token Arends siswa kelas XI IPS 2 di SMAN 2 Kota Mojokerto kompetensi dasar perdagangan internasional. Instrumen penelitian yang digunakan antara lain respon siswa untuk menilai penerapan model pembelajaran Time Token Arends, lembar keaktifan belajar siswa untuk menilai keaktifan belajar siswa dan lembar pengamatan guru yang digunakan untuk menilai kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar siswa telah memenuhi kriteria keberhasilan tindakan, baik dari penilaian siswa maupun pengamat. Pada siklus I aktivitas yang sering dilakukan siswa adalah emotional activities sebesar 70,69% dan yang sedikit dilakukan adalah motor activities sebesar 45,26%. Pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas yaitu emotional activities sebesar 81,47% dan motor activities sebesar 65,95%. Hasil serupa atas keaktifan belajar siswa dari pengamat pada aktivitas siklus I adalah emotional activities sebesar 68,53% dan aktivitas terendah motor activities yaitu 42,24%. Pada siklus II kedua aktivitas tersebut mengalami peningkatan yaitu sebesar 79,31% dan 65,09%. Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Time Token Arends pada siklus I sebesar 63,40% dan siklus II sebesar 74,49%. Peningkatan tersebut terjadi setelah dilakukan adanya perbaikan aturan diskusi yaitu setiap siswa wajib menggunakan kupon yang mereka miliki untuk memberikan pendapat maupun sanggahan dan penambahan waktu pada kupon yang digunakan siswa dalam diskusi sehingga dapat memberikan kesempatan siswa dalam menyampaikan pendapat. Kata kunci: Keaktifan, Time Token Arends.
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning Pada KD Mendeskripsikan Bank Sentral, Sistem Pembayaran dan Alat Pembayaran dalam Perekonomian Indonesia Kelas X IIS SMAN 1 Krembung RIZKY DWI MEILAN SARI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v5n3.p%p

Abstract

Kegiatan pembelajaran di sekolah akan terlaksana dengan lancar dan sesuai harapan dari pihak sekolah maupun siswa apabila didukung dengan berbagai fasilitas serta buku pendukung pembelajaran berupa bahan ajar yang memadai.”Salah satu bahan ajar yang dapat memenuhi kebutuhan siswa secara mandiri adalah bahan ajar berbasis cetak berupa modul.”Berdasarkan hasil studi pendahuluan, bahwa sekolah belum memiliki modul, guru sudah pernah membuat modul namun dalam prakteknya modul tersebut bukan diimplementasikan pada siswa, dan ketersediaan buku belajar siswa masih belum bervariasi. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengembangkan modul berbasis problem based learning. Tujuan dari penelitian ini untuk mencari data kegiatan pengembangan, kelayakan produk dari ahli materi, bahasa, dan penyajian, serta respon siswa setelah melakukan kegiatan dalam modul. “Dalam penelitian pengembangan ini menggunakan jenis penelitian 4D, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran), namun pada penelitian ini peneliti hanya melakukan sampai pada taham develop. Jenis pengembangan ini dikembangkan oleh Tiagarajan, Semmel dan Semmel (dalam Trianto, 2015:93).”Pada penelitian yang dilakukan di kelas X IIS 4, dengan jumlah siswa sebanyak 29 siswa, diperoleh hasil respon siswa dinyatakan sangat layak dengan adanya modul ekonomi. Kata Kunci : Modul Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN INVESTASI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI AFIF FATKHUR MUTTAKIN
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v5n3.p%p

Abstract

Perekonomian yang ideal adalah perekonomian yang terus menerus tumbuh tanpa satu tahun atau bahkan satu triwulan pun mengalami penurunan. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam 15 tahun terakhir mengalami progres yang terbilang cukkup baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari tingkat pendidikan dari semua tingkatan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah dan pendidikan tinggi. Selanjutnya untuk mengetahui kontribusi dari Penanaman modal dalam negeri dan Penanaman modal asing. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan data jumlah pekerja pada semua tingkat pendidikan, Penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing dan laju pertumbuhan ekonomi dengan periode 2000-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah dasar memiliki pengaruh positif dan signifikan. Sedangkan sekolah menengah berpengaruh positif dan tidak signifikan. Pada pendidikan tinggi memiliki pengaruh positif dan signifikan. Investasi memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan. Secara simultan variabel independen tidak memiliki pengaruh signifikan. Kata Kunci: pertumbuhan ekonomi, tingkat pendidikan, investasi
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)  UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X IIS 2 SMA NEGERI 1 WARU BAYU SETIAWAN
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v5n3.p%p

Abstract

Penelitian ini”bertujuan untuk”mendeskripsikan aktivitas guru dalam penerapan”model pembelajaran”CTL, mendeskripsikan peningkatan keaktifan”siswa dalam penerapan model pembelajaran CTL, dan untuk mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran CTL. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian tidakan kelas yang dilakukan selama 2 siklus yang pada setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan yaitu; Perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Waru kelas X IIS 2 yang terdiri dari 38 siswa. Pengamatan dilakukan menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru, lembar pengamatan keaktifan siswa dan angket respon siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwasanya aktivitas guru menunjukkan hasil yang cukup baik, hal ini terlihat dari pengamatan selama kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup diperoleh skor rata rata 3,03, pada siklus 1. Hasil pengamatan pada siklus 2 diperoleh skor rata rata 3,10. Pengamatan keaktifan siswa mencakup 4 indikator yang meliputi, 1) aktif dalam mengemukakan pendapat, 2) aktif dalam bertanya, 3) aktif dalam menanggapi pendapat teman, 4) aktif dalam bekerja sama kelompok. Pada pelaksanaan siklus 1 keaktifan siswa memperoleh skor keseluruhan sebesar 42,09%, dan meningkat pada siklus 2 keaktifan siswa memperoleh skor keseluruhan sebesar 61,28%. Hasil angket respon siswa menunjukkan hasil yang cukup baik, dengan memperoleh skor 72,22% termasuk dalam kategori baik. Hal ini dikarenakan pada lembar angket respon siswa, sebanyak 30 siswa yang menyatakan setuju dengan penerapan model pembelajaran Contextual Teaching And Learning. Kata kunci : Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning, mata pelajaran ekonomi, keaktifan siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN”KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS, MINAT, DAN”HASIL BELAJAR”SISWA KELAS X IPS 1 PADA KOMPETENSI DASAR KONSEP MANAJEMEN DI SMA NEGERI 2 MEJAYAN INDRI ROSALINA
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v5n3.p%p

Abstract

Pendidikan merupakan”salah”satu aspek penting dalam membangun kemajuan”bangsa. Melalui”pendidikan sumber daya manusia dapat menjadi penerus bangsa yang cerdas dan berkualitas untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik. Dilakukannya penelitian di SMA Negeri 2 Mejayan pada kelas X IPS 1 dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Teknik kancing Gemerincing dikarenakan pemerataan pendapat siswa kelas X IPS 1 belum secara klasikal sehingga hasil belajar siswa kurang memuaskan. Dalam penelitian ini peneliti bertindak sebagai pengajar di kelas dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam 2 siklus. Tujuan penelitian untuk mengetahui aktivitas belajar siswa, minat belajar siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran”menggunakan Model”Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dalam 2 siklus menunjukan adanya peningkatan aktivitas’dan’hasil”belajar siswa dari siklus’I menuju siklus II. Dan minat siswa menunjukan hasil positif terhadap Model Pembelajaran Kooperatif Teknik Kancing Gemerincing. Kata Kunci: Model’Pembelajaran’Kooperatif’Teknik Kancing”Gemerincing, Konsep Manajemen, Hasil Belajar Siswa.
PENGARUH KURS RUPIAH PER DOLLAR AMERIKA TERHADAP JUMLAH WISATAWAN MANCANEGARA (INBOUND) DAN JUMLAH DEVISA PARIWISATA DI INDONESIA TAHUN 2006: M1 – 2015: M12 NUR FAIDZIN
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 5 No 3 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v5n3.p%p

Abstract

Pergerakan nilai mata uang yang menurun bagi suatu negara tidak hanya akan berdampak kepada kenaikan harga barang-barang impor, tetapi nilai hutang dalam mata uang asing yang dimiliki oleh pemerintah maupun swasta juga akan ikut terpengaruh secara langsung maupun tidak langsung. Umumnya apabila nilai kurs Rupiah terhadap Dollar Amerika mengalami penurunan beberapa sektor ekonomi dalam negeri akan mengalami kerugian, namun sektor ekonomi pariwisata justru di untungkan dari melemahnya nilai tukar Rupiah tersebut. Jika nilai tukar rupiah mengalami fluktuasi, maka akan terjadi selisih nilai nominal dari nilai sebelumnya. Dengan adanya penurunan nilai nilai tukar rupiah, para wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dengan membawa mata uang Dollar Amerika akan di untungkan karena harga Dollar lebih mahal dari sebelumnya. Semakin banyak jumlah kunjungan wisatawan yang berkunjung ke negara tersebut maka semakin banyak pula devisa akan mengalir ke negara tersebut. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kausalitas kurs rupiah per dollar amerika terhadap jumlah wisatawan mancanegara (inbound) dan jumlah devisa pariwisata di indonesia kurun waktu Januari (M1) 2006 sampai Desember (M12) 2015. Penelitian ini menggunakan metode explanatory research dengan pendekatan kuantitatif. Sedangkan model analisis data menggunakan Vector Auto Regression (VAR) yang berfungsi meneliti hubungan antar variabel satu dengan variabel lainnya. Hasil penelitian dari uji Vector Auto Regression (VAR) menemukan bahwa: a). Hubungan kurs Rupiah per Dollar Amerika tidak signifikan terhadap jumlah wisatawan mancanegara (inbound), sebaliknya hubungan jumlah wisatawan mancanegara (inbound) signifikan terhadap kurs Rupiah per Dollar Amerika. ; b). Hubungan kurs Rupiah per Dollar Amerika signifikan terhadap jumlah devisa pariwisata, demikian juga sebaliknya hubungan jumlah devisa pariwisata secara signifikan mempengaruhi kurs rupiah per dollar Amerika. ; c). Hubungan wisatawan mancanegara secara tidak signifikan mempengaruhi jumlah devisa pariwisata demikian sebaliknya hubungan jumlah devisa pariwisata secara tidak signifikan mempengaruhi jumlah wisatawan mancanegara. Kata kunci : kurs, wisatawan mancanegara, devisa pariwisata, VAR
PENGARUH”MODEL’PEMBELAJARAN”DISCOVERY‘BASED LEARNING TERHADAP’HASIL BELAJAR”SISWA’MATA PELAJARAN”EKONOMI‘KELAS”X”IPS SEKOLAH”MENENGAH”ATAS SITI KHALIMATUS SADIYAH
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v6n1.p%p

Abstract

Discovery&lsquo;based learning &lsquo;merupakan model&rsquo;pembelajaran dalam&rdquo;proses pembelajaran&rdquo;pada kurikulum 2013 yang&rdquo;mengarahkan siswa&rdquo;untuk dapat&rdquo;menemukan sesuatu melalui proses&lsquo;pembelajaran. Tujuan&lsquo;dari penelitian&rdquo;ini adalah&rdquo;untuk mencari data&lsquo;pengaruh&rsquo; dari model&rdquo;pembelajaran discovery&lsquo;based&lsquo;learning terhadap&rdquo;hasil belajar siswa mata&rdquo;pelajaran ekonomi&rdquo;kelas&lsquo;X IPS sekolah&rsquo;menengah&rsquo;atas. Jenis&rdquo;penelitian yang&rdquo;digunakan dalam&rdquo;penelitian ini adalah&lsquo;penelitian&rsquo;eksperimen dengan metode eksperimen semu dan desain purwauji-purnauji dengan kontrol grup. Lokasi penelitian di SMA Sunan Giri Menganti. &ldquo;Subjek penelitian&rdquo;ini adalah&rdquo;siswa kelas,&rdquo;X,&rdquo;IPS 1,&rdquo;dan X,&rdquo;IPS,&rdquo;2. Teknik,&rdquo;pengumpulan data&rdquo;menggunakan wawancara, observasi, dan tes,&rdquo;yang&rdquo;terdiri dari,&rdquo;pretest dan,&rdquo;posttest. Teknik&rdquo;analisis data&rdquo;menggunakan analisis&rdquo;butir soal&rdquo;,dengan uji&rdquo;validitas,&rdquo;reliabilitas, daya*beda soal, tingkat&rdquo;kesukaran,*kemudian*ada analisis&rdquo;hasil,&rdquo;pretest siswa&rdquo;dengan uji&rdquo;normalitas dan&rdquo;homogenitas serta&rdquo;analisis posttest,&rdquo;siswa dengan menggunakan,&rdquo;uji t,&rdquo;untuk uji hipotesis.*Hasil penelitian*menunjukkan bahwa,&rdquo;model*pembelajaran discovery*based learning&lsquo;berpengaruh&rdquo;pada,*hasil belajar*siswa. &lsquo;Nilai rata-rata&rdquo;hasil<&rdquo;posttest&rdquo;kelas eksperimen&rdquo;adalah 75,68 sedangkan&rdquo;rata-rata&rdquo;hasil&rsquo;posttest&rsquo;kelas&rsquo;kontrol&rsquo;adalah*62,72.*Hasil belajar&lsquo; siswa&rdquo;kelas&rdquo;eksperimen yang&rdquo;menggunakan model&rdquo;pembelajaran&rdquo;discovery&lsquo;based learning memiliki nilai rata-rata&lsquo;yang&rdquo;lebih tinggi&rdquo;di banding kelas kontrol&rdquo;yang menggunakan model&rdquo;pembelajaran langsung. Selain itu pengaruh model pembelajaran discovery&lsquo;based learnin dapat&rdquo;di lihat dari&rdquo;uji hipotesis&rdquo;yang menunjukkan bahwa&rsquo;hasil&lsquo;signifikansi t&rsquo;hitung 0,000<0,05. &lsquo;Sehingga daripenelitian ini&lsquo;dapat di simpulkan model pembelajaran discovery&lsquo;basedlearning memiliki&rsquo;pengaruh signifikan&lsquo;terhadap&lsquo;hasil&rsquo;belajar&rsquo;siswa. Kata&rsquo;kunci: Model Pembelajaran Discovery Based Learning, Hasil Belajar.
PENERAPAN MODEL CIPP DALAM EVALUASI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 YESIKA CHRISTIANI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v6n1.p%p

Abstract

Abstrak Kurikulum digunakan untuk persiapan pembelajaran dalam keseluruhan rangkaian pembelajaran, yang artinya kurikulum digunakan sebagai penentu proses dan hasil pendidikan. Hal itu dapat berarti bahwa kurikulum adalah kunci utama dalam mencapai kesuksesan dunia pendidikan. Demi mencapai kesuksesan tersebut, maka perubahan kurikulum ini harus ditindaklanjuti oleh berbagai pihak. Wujud tindak lanjut dari perubahan kurikulum yang terjadi ialah evaluasi. Proses penyediaan informasi yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan keputusan merupakan pengertian dari evaluasi. Evaluasi dalam dunia pendidikan berfungsi sebagai mekanisme yang digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian suatu program dalam pelaksanaannya. Terdapat berbagai model yang digunakan dalam evaluasi, salah satunya ialah model CIPP. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan selama ini menunjukkan bahwa komponen yang digunakan sebagai dasar penilaian evaluasi CIPP tidaklah selalu sama. Dengan kata lain, meskipun program yang dievaluasi sejenis yaitu sama-sama mngevaluasi kurikulum tetapi komponen yang digunakan tidak sama secara menyeluruh di tiap aspeknya. Kata Kunci : Evaluasi, CIPP, Kurikulum, K13 Abstract The curriculum is used for the preparation of learning in the whole course of learning, which means the curriculum is used as a determinant of educational processes and outcomes. It can mean that the curriculum is the key to achieving success in education. In order to achieve this success, the curriculum changes must be followed up by various parties. A follow-up form of the curriculum change that occurs is evaluation. The process of providing information used as a consideration in determining decisions is an understanding of the evaluation. Evaluation in the world of education serves as a mechanism used to measure the level of achievement of a program in its implementation. There are various models used in the evaluation, one of which is the CIPP model. The studies that have been conducted so far show that the components used as the basis for CIPP evaluation evaluation are not always the same. In other words, even though the evaluated program of the same type is equally evaluating the curriculum but the components used are not equally comprehensive in every aspect. Keywords: Evaluation, CIPP, Curriculum, K13
Hubungan Penggunaan Smartphone dengan Minat Belajar Siswwa SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo NUR AINI MUSARIFFAH
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v6n3.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan smartphone dengan minat belajar siswa SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah asosiatif kausal dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan data primer dan sekunder dari lokasi penelitian. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 108 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 85 siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis koefisien korelasi pearson product moment. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan penggunaan smartphone dengan minat belajar siswa SMA Negeri 1 Gedangan Sidoarjo. Hubungan ini memiliki kategori yang rendah. Hal tersebut dikarenakan siswa lebih sering menggunakan smartphone untuk bermain gamedaripada untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat memberikan arahan terkait penggunaan smartphone yang positif agar dapat meningkatkan minat belajar siswa. Kata Kunci: Smartphone, Minat Belajar.
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI KELAS X IPS DI SMA NEGERI 1 LAMONGAN DHITA PARAMITA PRATIWI
Jurnal Pendidikan Ekonomi (JUPE) Vol 6 No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jupe.v6n3.p%p

Abstract

Tujuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah untuk mengetahui pengaruh variabel lingkungan keluarga dan motivasi belajar terhadap hasil belajar. Sampel menggunakan 82 siswa pada semua siswa kelas IPS X 2018 di SMA Negeri 1 Lamongan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedua variabel tersebut. Sedangkan peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif karena peneliti menggunakan perhitungan yaitu dengan aplikasi statistik. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling karena sampelnya dilakukan secara acak dan tidak membedakan sampel. Teknik analisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikan terhadap vaiabel keluarga terhadap hasil belajar siswa, (2) ada pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar vaiabel terhadap hasil belajar siswa, (3) terhadap variabel lingkungan keluarga dan motivasi belajar simultan berpengaruh pada hasil belajar pada siswa kelas X IPS SMA Negeri 1 Lamongan. Kata Kunci : hasil belajar, lingkungan keluarga, motivasi belajar.

Page 60 of 101 | Total Record : 1004