cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 19 Documents clear
MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MUSLIM PUTRI JENGGOLO SIDOARJO Edo Shamsidar, Afzalur; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata rias pengantin Putri Jenggolo Sidoarjo dapat dipertahankan kelestariannya dan dikembangkan melalui cara modifikasi. Modifikasi berarti memberi sentuhan baru untuk menghasilkan tampilan yang bebbeda tanpa harus meninggalkan jejak asli dari karya tersebut. Modifikasi pengantin muslim ?Putri Jenggolo? Sidoarjo dapat dilakukan dengan penambahan kreasi jilbab, busana yang digunakan sebagai pendukung, dan tata rias wajah yang memadu padankan dengan corak busana serta aksesoris yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perwujudan modifikasi tata rias pengantin muslim ?Putri Jenggolo? Sidoarjo serta mengetahui hasil modifikasi tata rias pengantin muslim ?Putri Jenggolo? Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan angket. Hasil penelitian yang di nilai oleh 2 orang perias senior, 4 ahli rias, 1 ahli agama dan 23 panelis terlatih, menunjukkan bahwa hasil modifikasi tata rias wajah memperoleh nilai rata-rata 4,683 dinyatakan sangat baik, hasil kreasi kerudung dengan nilai rata-rata 4,758 dinyatakan sangat baik, hasil busana dengan nilai rata-rata 4,866 dinyatakan sangat baik, hasil nilai keseluruhan dengan nilai rata-rata 4,8 dinyatakan sangat baik. Hasil keseluruhan dinyatakan sangat baik karena hasil tata rias wajah, kreasi kerudung dan busana pengantin yang sudah menutup aurat sesuai dengan syariat Islam sangat serasi dan layak sebagai hasil kreasi tata rias pengantin muslim. Kata kunci : Pengantin Muslim ?Putri Jenggolo? Sidoarjo, Modifikasi Tata Rias
PERBANDINGAN PEWARNA BUATAN DAN PEWARNA ALAMI SARI BUAH MURBEI TERHADAP KEALAMIAN LUKA (LUKA SAYAT TIGA DIMENSI PADA TANGAN) NIDYA AUDRY N, DARA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PERBANDINGAN PEWARNA BUATAN DAN PEWARNA ALAMI SARI BUAH MURBEI TERHADAP KEALAMIAN LUKA (LUKA SAYAT TIGA DIMENSI PADA TANGAN) Nama : Dara Nidya Audry Neyza NIM : 13050634035 Program studi : S1 Pendidikan Tata Rias Jurusan : Pendidikan Kesejateraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga: Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Sri Dwi Yanti S.Pd., MPDS Makeup luka sayat tiga dimensi pada tangan umumnya diterapkan untuk menciptakan karakter dalam pengambaran film action dan thriller. Dalam penelitian ini, pewarna dari buah murbei yang diambil sarinya sebagai alternatif untuk menghasilkan makeup luka sayat, yang bertujuan untuk (1) membandingkan pewarna buatan dan pewarna alami sari buah murbei dalam menciptakan realistis makeup, aman bagi kulit dan untuk (2) menentukan pewarna mana yang paling disukai observer. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental, data yang dikumpulkan mengunakan lembar observasi dan kuesioner dengan melibatkan 30 observer. Analisis data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna yang paling menguntungkan dari pewarna merah tua dengan rata-rata skor (4 dari 4), adalah pewarna sari buah murbei. Tekstur kulit luka (4 dari 4) dan tetes darah (3,86 dari 4) dihasilkan dari makeup luka sayat menggunakan pewarna alami sari buah murbei juga lebih baik dibandingkan dengan pewarna buatan. Tidak hanya pembengkakan di kulit (3,86 dari 4) dari makeup luka sayat yang dilakukan oleh pewarna alami sari buah murbei tetapi juga kulit pucat (3,93 dari 4) tampak lebih diinginkan daripada pewarna buatan. Sebagian besar observer (81-100%) setuju bahwa penggunaan sari buah murbei adalah memuaskan, (0-40%) tidak menyukai penerapan pewarna buatan untuk menghasilkan luka sayat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pewarna sari buah murbei berlaku untuk digunakan sebagai pewarna alami alternatif dalam menciptakan efek luka sayat. Kata kunci: Makeup efek luka sayat, Pewarna buatan, Pewarna alami /organik, murbei. ABSTRACT COMPARING SYNTHETIC SKIN DYE AND MULBERRY NATURAL SKIN DYE TO CREATE REALISTIC SCAR MAKEUP (THREE DIMENSION CUTS ON HANDS) Name : Dara Nidya Audry Neyza Registration number : 13050634035 Program of Study : Graduate of Cosmetology Education Department : Home Economics Faculty : Faculty of Engineering Name of Institution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Sri DwiYantiS.Pd., MPDS Cuts or scrapes makeup three dimention is commonly applied for creating characters in action and thriller movies. In this study, an alternative skin dye extracted from mulberries was proposed to generate scar makeup. The purpose of this study were to (1) compare synthetic dye and mulberry natural skin dye in creating a safe, realistic scar makeup and to 2) tdetermine which skin dye mostly liked by the observers. This study used experimental approach. Data was collected using observation sheet and questionnaire involving 30 observers, and subsequently analyzed descriptively. Result showed that the most favorable color of the skin dye dark red, with the average score 4 (out of 4), was mulberry natural skin dye. Wound texture (4 out of 4) and blood drops (3.86 out of 4) resulted from scar makeup using mulberry skin dye were also better compared to synthetic skin dye. Not only wound swelling (3.86 out of 4) from the scar makeup performed by mulberry skin dye but also skin paleness (3.93 out of 4) looked were more desirable rather than the synthetic one. Most of the observers (81-100%) agreed that the use of mulberry natural skin dye was satisfying, (0-40%) disliked the application of synthetic dye to generate scar makeup. Taken together, this study concluded that mulberry skin dye was promising and applicable to be used as alternative skin dye in creating scar makeups. Keywords: scar makeup, synthetic dye, natural/organic dye, mulberry.
PENGARUH PRPORSI TEPUNG BERAS DAN BUBUK KUNYIT PUTIH (CURCUMA ZEDOARIA ROSC.) TERHADAP HASIL LULUR BUBUK TRADISIONAL SEPTA ERLINAWATI, WULAN; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengaruh Prporsi Tepung Beras dan Bubuk Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Rosc.) Terhadap Hasil Lulur Bubuk TradisionalNama : Wulan Septa ErlinawatiNim : 13050634006Program studi/angkatan : S1 Pendidikan Tata Rias/2013Fakultas : TeknikNama lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Sri Dwiyanti, S.Pd., M.PSDM Lulur merupakan salah satu jenis kosmetika tradisonal yang dapat digunakan sebagai perawatan kulit tubuh untuk mempertahankan kesehatan, mencerahkan dan mengangkat sel kulit mati.Tepung beras dan kunyit putih dapat di manfaatkan sebagai bahan dasar dan bahan aktif lulur tradisional karena kunyit putih mengandung zat antioksidan yang sangat tinggi berfungsi untuk mencerahkan, melembabkan kulit dan dapat memudarkan bekas luka pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung beras dan kunyit putih (Curcuma zedoaria Rosc.) terhadap 1) Sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, terkstur, dan daya lekat. 2) kesukaan panelis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah proporsi tepung beras dan kunyit putih yaitu X1 (3:2), X2 (2:3), X3 (1:4). Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Data dianalisis dengan menggunakan anova tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program spss versi 16. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh proporsi tepung beras dan kunyit putih terhadap hasil lulur bubuk tradisional. Proporsi X2(2:3) menghasilkan aroma, warna, tekstur, daya lekat paling baik dibandingkan proporsi lainnya, yaitu beraroma khas kunyit putih, berwarna krem, tekstur kasar dan lekat. Proporsi X2 (2:3) paling disukai panelis dibandingkan dengan proporsi lainnya .Kata kunci: Lulur tradisional, kunyit putih, tepung beras AbstractThe Influence Proportion of Rice Flour and White Turmeric (Curcuma zedoaria Rosc.) On the Results of Traditional Powder Scrubs Name : Wulan Septa ErlinawatiRegistration number : 13050634006Study program/year : Graduate of Cosmetology Education /2013Faculty : EngineeringInstitution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Sri Dwiyanti, S.Pd., M.PSDM Scrubs is one of the traditional types of cosmetics which can be used as a skin care body to maintain health, brighten and lift the dead skin cells. Rice flour and white turmeric flour can take advantage of as the basic ingredients and active ingredients of traditional body scrub because white turmeric contain a very high antioxidant substances serve to brighten, moisturize the skin and can fades scars on the skine. The purpose of this study was to determine the effect of the proportion of rice flour and white turmeric (Curcuma zedoaria Rosc.) On 1) the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture, and stickiness. 2) panelist preferences. This research type is experiment. The independent variables in this research are the proportion of rice flour and white turmeric that is X1 (3: 2), X2 (2: 3), X3 (1: 4). Bonded variables are physical properties which include aroma, color, texture, stickiness, and panelist preference. Data collection with observation methods conducted by 30 panelists. Data were analyzed using single anova and continued with Duncans test using the SPSS version 16 program. The results of this study are that there is an effect of the proportion of rice flour and white turmeric on the results of traditional powder scrubs. The proportion of X2 (2: 3) produces the best aroma, color, texture, adhesion compared to other proportions, namely the distinctive scent of white turmeric, cream color, rough and sticky texture. The proportion of X2 (2: 3) is most preferred by panelists compared to other proportions. Key words: traditional powder scrub, white tumeric, rice flour
PENGARUH PROPORSI MADU DAN BAHAN PEWARNA MAKANAN TERHADAP HASIL JADI SPECIAL EFFECT DARAH LUKA SAYATAN 3 DIMENSI NUR DIAHWATI, HILMA; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spesial efek darah dapat dibuat menggunakan bahan madu dan bahan pewarna makanan sering digunakan dalam make up karakter. Tujuan penelitian mengetahui pengaruh proporsi madu dalam pembuatan spesial efek darah berbahan pewarna makanan pada make up karakter. Penelitian ini termasuk manipulasi True Experimental Design dengan variabel bebas proporsi madu dan bahan pewarna makanan. Penelitian ini dilakukan pembuatan efek luka madu, bahan pewarna makanan, menggunakan perbandingan A1 (3 ml : 7 ml), A2 (5 ml : 5 ml), A3 (7 ml : 3 ml). Variabel terikat hasil jadi spesial efek darah luka sayatan 3 dimensi meliputi warna, daya lekat pada kulit, tekstur, kesesuaian obyek asli dan pendapat umum observer. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan analisis data menggunakan anava tunggal dilanjutkan uji Duncan. Hasil analisis data terdapat pengaruh proporsi madu dan bahan pewarna makanan terhadap hasil spesial efek darah pada luka sayatan 3 dimensi ditinjau dari warna, daya lekat pada kulit, kesesuaian dengan objek asli pendapat umum observer yang signifikan dan nilai kurang dari 0,05. Hasil penelitian terdapat pengaruh proporsi madu dan bahan pewarna makanan dengan perbandingan A2 madu 5 ml : pewarna makanan 5 ml dengan nilai rata-rata 3,9 dan spesial efek darah paling menyerupai darah sesungguhnya yaitu perbandingan A2 ditinjau dari seluruh aspek. Kata Kunci : make up karakter, efek luka sayatan, madu dan bahan pewarna makanan.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT BUAH NAGA MERAH (HYLOCEREUS POLYRHIZUZ) TERHADAP SIFAT FISIK MASKER WAJAH BERBAHAN DASAR TEPUNG KEFIR SUSU SAPI UNTUK ANTI AGING RESPURWANING TYAS, DIDIN; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kefir mempunyai kandungan asam organik (asam laktat dan asam asetat), selain kefir yang baik untuk perawatan kulit wajah dengan kandungan asam laktat, terdapat pula kandungan dari kulit buah naga merah yang kaya akan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit buah naga merah terhadap masker berbahan dasar kefir dinilai dari sifat fisik yang meliputi warna, aroma, tekstur, daya lekat, kekentalan, dan kemudahan pengangkatan masker, 2) untuk mengetahui masa simpan hasil jadi masker yang terbaik, dan 3) untuk mengetahui kandungan asam salisilat dan kadar air pada hasil jadi masker terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penambahan tepung kulit buah naga merah dan tepung kefir yaitu (0gram:5gram), (1,5gram:5gram), (3gram:5gram), (4,5gram:5gram). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil jadi masker yang dilihat dari uji sifat fisik. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi melalui 30 orang panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata makan dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 1) warna masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 2) aroma masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 3) tekstur masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 4) daya lekat masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 5) kekentalan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 6) kemudahan pengangkatan masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), 7) kesukaan panelis terhadap masker P= 0.000, P< (0.000<0.05), Berdasarkan uji Duncan diketahui hasil yang signifikan, yaitu hasil masker terbaik pada produk masker dengan proporsi 3 gram tepung kulit buah naga merah dan 5 gram tepung kefir. Selanjutnya diketahui hasil uji microbiologi terhadap produk tersebut, dinyatakan bahwa produk masker terbaik dapat disimpan hingga hari ke-7. Hasil analisis kandungan asam salisilat sebesar 0,38% dan kadar air sebesar 2,06%.Kata Kunci: Masker Wajah, Anti Aging, Tepung Kulit Buah Naga Merah, Tepung Kefir.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU DAN PETROLEUM JELLY SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN WAX TERHADAP HASIL JADI RIAS KARAKTER EFEK LUKA ROBEK TIGA DIMENSI KHUTAMI, SHOFI; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rias karakter adalah seni merias menggunakan bahan-bahan kosmetika untuk mewujudkan peran atau karakter. Rias karakter efek luka robek tiga dimensi adalah rias karakter yang menggunakan campuran tepung terigu dan petroleum jelly sebagai alternatif bahan wax, yang di buat dengan cara di tempelkan dan diratakan pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi tepung terigu dan petroleum jelly sebagai alternatif bahan wax terhadap hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi dan mengetahui hasil yang terbaik.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Variable bebas penelitian ini adalah proporsi tepung terigu dan petroleum jelly yaitu 18,5g:11,5g, 16g:14g, 16,5g:13,5g. variable terikatnya yaitu hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi meliputi tekstur, warna, daya lekat, daya tahan, dan kemiripan dengan luka asli. Pengamatan dilakukan oleh 5 dosen tata rias dan 25 mahasiswa tata rias mengunakan metode pengumpulan data berupa observasi kemudian dianalisis menggunakan SPSS 21 dengan teknik anava tunggal dan uji Duncan .Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh proporsi tepung terigu dan petroleum jelly terhadap hasil jadi rias karakter efek luka robek tiga dimensi. Semakin banyak proporsi tepung terigu dibandingkan petroleum jelly akan menghasilkan bahan yang lebih baik. X1 memiliki nilai tertinggi pada setiap aspek yaitu tekstur 3,6, warna 3,6, daya lekat 3,7, daya tahan 3,5, kemiripan dengan luka asli 3,7. Kata kunci: Tepung terigu, petroleum jelly, alternatif bahan wax Abstract Character makeup is the art of makeup using cosmetic ingredients to realize the role or character. The makeup character of the three-dimensional torn wound effect is character makeup that uses a mixture of wheat flour and petroleum jelly as an alternative to wax material, which is made by attaching and flattening to skin. The purpose of this study is to determine the effect of the proportion of wheat flour and petroleum jelly as an alternative wax material on the results of character makeup effect of three-dimensional torn wound and to find out the best results.The type of this research is experimental research. The independent variable of this study is the proportion of wheat flour and petroleum jelly which is 18.5g: 11.5g, 16g: 14g, 16.5g: 13.5g. The dependent variable is the result of the character make-up with three-dimensional torn wound effects including texture, color, adhesion, endurance, resemblance to the original wound. Observations were made by 5 makeup lecturers and 25 makeup students using data collection methods in the form of observations and then analyzed using SPSS 21 with a single anava technique and Duncan test. The results show that there is an effect of the proportion of wheat flour and petroleum jelly on the results of the three-dimensional torn wounds character makeup. The more proportions of flour compared to petroleum jelly will produce better ingredients. X1 has the highest value in each aspect, namely texture 3.6, color 3.6, adhesion 3.7, durability 3.5, resemblance to the original wound 3.7. Keywords: Wheat flour, petroleum jelly, wax ingredients alternative
PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA AMELIA, NUR; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH TEKNIK PENGGUNAAN BULU MATA TERHADAP HASIL RIASAN MATA BULAT UNTUK TATA RIAS WAJAH PESTA Nama : Nur Amelia NIM : 14050634006 Program Studi : S1 Pendidikan Tata Rias / 2014 Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Mata adalah jendela hati, salah satu bentuk mata yang perlu dikoreksi adalah mata bulat. Untuk menghasilkan riasan mata bulat yang ideal dan sempurna, dibutuhkan penggunaan bulu mata palsu yang tepat sesuai dengan kebutuhan mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untu tata rias wajah pesta. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian True Experimental (posttest only control design) yang bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dengan melibatkan 30 observer, yang terdiri dari 5 dosen dan 25 mahasiswa tata rias. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji beda t-test dengan menggunakan bantuan program spss 16 dengan taraf 5 % (P<0,05). Hasil penelitian ini diperoleh data meliputi teknik penggunaan bulu mata yang berpengaruh pada mata bulat untuk tata rias wajah pesta dilihat dari aspek kehalusan dan kerataan riasan mata, pengaplikasian bulu mata, penyeimbang riasan pada mata bulat, kesesuaian hasil riasan dan ketepatan waktu. Teknik penggunaan bulu mata yang lebih bagus adalah menggunakan teknik secara langsung yang mempunyai nilai pada kehalusan dan kerataan riasan mata 3,25, pengaplikasian bulu mata 3,3, , penyeimbang riasan pada mata bulat 3,52, kesesuaian hasil riasan 3,43, dan ketepatan waktu 3,13. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh teknik penggunaan bulu mata terhadap hasil riasan mata bulat untuk tata rias wajah pesta dengan kategori nilai baik. Hasil riasan terbaik rias wajah pesta yaitu pada model dengan teknik penggunaan bulu mata secara langsung. Kata Kunci : Bulu mata , tata rias wajah pesta, dan mata bulat.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG RIMPANG KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA L ) DAN TEPUNG BERAS TERHADAP SIFAT FISIK KOSMETIK BEDAK DINGIN PRATIWI, LILIANA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PROPORSI TEPUNG RIMPANG KENCUR (Kaempferia Galanga l ) DAN TEPUNG BERAS TERHADAP SIFAT FISIK KOSMETIK BEDAK DINGIN Nama : Liliana Pratiwi NIM : 14050634014 Program Studi : S-1 Pendidikan Tata Rias Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Octaverina Kecvara Pritasari., M.Farm Tepung rimpang kencur dan tepung beras merupakan bahan yang digunakan untuk membuat kosmetik bedak dingin. Kosmetik bedak dingin berfungsi untuk mendinginkan kulit wajah akibat paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui pengaruh proporsi tepung rimpang kencur (kaempferia galangal l) dan tepung beras terhadap sifat fisik kosmetik bedak dingin, dilihat dari : rasa dingin, aroma, warna, tekstur dan daya lekat. 2) Mengetahui kosmetik bedak dingin yang paling disukai oleh panelis. 3) Mengetahui masa simpan kosmetik bedak dingin yang terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan proporsi tepung rimpang kencur dan tepung beras, dengan proporsi (2,5g : 10,5g), (4g : 9g) dan (5,5g : 7,5g). Variabel bebas penelitian ini yaitu jumlah proporsi tepung rimpang kencur dan tepung beras. Variabel terikat yaitu sifat fisik kosmetik bedak dingin yang dilihat dari rasa dingin, aroma, warna, tekstur, daya lekat dan tingkat kesukaan panelis. Variabel kontrol yaitu proses pembuatan bedak dingin, jenis air aquades yang digunakan sebanyak 10ml, peralatan yang digunakan dalam pembuatan bedak dingin harus dalam keadaan bersih, baik dan tidak rusak. Tempat penelitian di universitas negeri Surabaya, Januari-November 2018, instrument penelitian dengan berupa memberi tanda checklist (?), penilaian dengan menggunakan lembar observasi, teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah observasi terstruktur, analisis data menggunakan Anova Tunggal dan dilanjutkan dengan uji Duncan menggunakan program SPSS versi 16.0. berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa : 1) Proporsi tepung rimpang kencur (kaempferia galangal l) dan tepung beras berpengaruh terhadap sifat fisik kosmetik bedak dingin dilihat dari : rasa dingin, aroma, warna, tekstur dan daya lekat. 2) Kosmetik bedak dingin yang paling disukai oleh panelis terdapat pada proporsi X1 (2,5g:10,5g) dengan kriteria bedak dingin memiliki rasa dingin sangat dingin yang menyejukkan, beraroma khas kencur yang cukup & tidak terlalu menyengat, warna bedak dingin putih kekuningan (cream) dengan tekstur yang halus, bedak dingin dapat melekat dikulit dan mudah lepas ketika digosok. 3) Masa simpan kosmetik bedak dingin terbaik diketahui memiliki masa simpan selama 68 hari. Kata Kunci : Tepung Rimpang Kencur, Tepung Beras, Kosmetik Bedak Dingin. ABSTRACT THE INFLUENCE OF PROPORTION BETWEEN KENCUR RHIZOME FLOUR (Kaempferia Galanga l ) AND RICE FLOUR TOWARDS COSMETIC PHYSICAL NATURE OF BEDAK DINGIN Name : Liliana Pratiwi Registration Number : 14050634014 Study Program : S-1 Pendidikan Tata Rias Faculty : Engineering Institution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Octaverina Kecvara Pritasari., M.Farm Kaempferia galanga l flour and rice flour are the ingredients that can be used to make bedak dingin cosmetics. The function of bedak dingin cosmetics is to cool down the facial skin due to sun exposure. This research aims to: 1) know the influence of kaempferia galanga l flour?s proportion and rice flour through cosmetic physical nature of bedak dingin which are seen from cold sensation, aroma, color, texture, and sticky power. 2) know bedak dingin cosmetic that is most liked by panelists. 3) know the best shelf life of bedak dingin cosmetic. This was an experimental research with the proportion of both kaempferia galanga l flour and rice flour were (2,5g : 10,5g), (4g : 9g) and (5,5g : 7,5g). Independent variable of this research was the proportion number of kaempferia galanga l flour and rice flour. The dependent variable was cosmetic physical nature of bedak dingin which were seen from cold sensation, aroma, color, texture, sticky power, and panelists? level of pleasure. Control variables were the process of making bedak dingin, a type of aquades water which was used as much as 10 ml, tools used in making bedak dingin must be clean, well and not broken. This research was placed at State University of Surabaya, January-November 2018, with the instruments consist of giving checklist (?), assessment was using observation sheet, data collection technique of the research was structured observation, data analysis used Single Anova and continued with Duncan test through SPSS program 16.0. version. Based on results, it could be concluded: 1) The proportion of both kaempferia galanga l flour (kaempferia galangal l) and rice flour had influenced towards cosmetic physical nature which were seen from: cold sensation, aroma, color, texture, and sticky power. 2) Bedak dingin cosmetic that is most liked by panelists was on the proportion of X1 (2,5g:10,5g) with the criteria of bedak dingin was cold sensation which had really soothing cold, the distinctive aroma was sufficient and not too sting, the color of cold powder was yellowish white (cream) with smooth texture, bedak dingin could be attached into skin and easy to remove when it was rubbed. 3) the best shelf life of bedak dingin cosmetic was known having shelf life during 68 days. Keywords : Kaempferia galanga l Flour, Rice Flour, Bedak Dingin Cosmetics.
MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MADURA PUTRI BANGKALAN MUSLIM JANNAH, FATUL; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK MODIFIKASI TATA RIAS PENGANTIN MADURA PUTRI BANGKALAN MUSLIM Nama : Fatul Jannah NIM : 14050634051 Program Studi : S-1 Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Maspiyah, M.Kes Tata rias pengantin adalah tata rias wajah untuk hari bahagia yang bertujuan supaya wajah bercahaya dengan melibatkan unsur budaya dari suatu bangsa yang berperan untuk menunjukkan identitas pengantin. Tata rias pengantin ada 2 macam, tata rias pengantin tradisional dan modern. Tata rias pengantin muslimah dikategorikan jenis pengantin kontemporer, karena dapat dimasukkan ke dalam pengantin tradisional dan pengantin modern, dengan dimodifikasi memakai busana yang menutup aurat. Seiring dengan kesadaran memakai busana muslim, kebutuhan untuk menggunakan tata rias pengantin muslim dapat dirancang dengan memodifikasi tata rias pengantin tradisional yang dikembangkan berdasarkan suatu inspirasi daerah tertentu. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan tata rias pengantin modifikasi Madura putri Bangkalan yang dimodifikasi muslim. Melalui tiga tahapan utama, yaitu eksplorasi (pencarian sumber ide dan konsep), perancangan (rancangan desain karya), perwujudan (pembuatan karya). Setelah dilakukan tiga tahapan utama, diperlukan evaluasi akhir melalui pengujian untuk memperoleh pertimbangan kualitas mutu dan karya yang dirancang. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Teknik observasi melakukan pengamatan secara langsung dilapangan, sedangkan wawancara mengumpulkan informasi dari lapangan dengan berpedoman pada daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Penilaian khalayak terhadap hasil keseluruhan modifikasi tata rias pengantin Madura putri Bangkalan muslim yang meliputi aspek tata rias wajah 87%, penataan kerudung 93%, berdasarkan prinsip dasar desain 89%, keserasian desain dengan perwujudan 90% dan penilaian keseluruhan hasil modifikasi 92%. Dengan nilai rata-rata masing-masing 4,4; 4,4; 4,42; 4,53; dan 4,57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian modifikasi tata rias pengantin Madura putri Bangkalan muslim mendapat apresiasi yang baik, disukai, menjadi daya tarik dan dapat diterima sebagai alternatif pilihan menggunakan tata rias pengantin muslim. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Madura Putri Bangkalan, Modifikasi Muslim.ABSTRACT MAKEUP MODIFICATION OF MADURA?S BANGKALAN BRIDE MOSLEM Name : Fatul Jannah Registration Number : 14050634051 Study Program : S-1 Department : Pendidikan Kesejahteraan keluarga Faculty : Teknik Institution : Universitas Negeri Surabaya Advisor : Dr. Maspiyah, M.Kes Having bridal make up is makeup for celebrating a very special day which aims to make the face glow in happiness by involving cultural elements from a nation whose role is to show the brides identity. Traditional and modern bridal make up come up as two kinds of bridal make up. Furthermore, Muslim bridal makeup is categorized as a contemporary bride due to its incorporation into both traditional brides and modern brides which modified by wearing clothes that cover the aurah, genitals. Along with the awareness of wearing Muslim clothing, the needs to use Muslim bridal makeup can be designed by modifying the traditional bridal makeup that is developed based on an inspiration in a particular area. The aims of this research is to produce a modified bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride which is modified by moslem. Through three main phases, exploration (search for sources of ideas and concepts), design (plan of work designs), embodiment (creation of works). After the three main stages have been carried out, a final evaluation is needed through testing to obtain consideration of quality and designed work. The type of research used was descriptive qualitative research. The data was collected by using observation and interview techniques. The observation technique conducted a direct observation on the field, whereas the interview collected information from the field which based on the list of questions that have been prepared. The results showed that, public assessment towards the overall results of modified muslimah bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride which include facial makeup aspect 87%, veil arrangement 93%, based on basic principle of design 89%, design compatibility with embodiment 90% and overall assessment of modified results 92%. With an average value of each 4,4; 4,4; 4,42; 4,53; and 4,57. Thus, it can be concluded that the results of the research at modified muslimah bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride got a good appreciation, liked, became an attractiveness and could be received as an alternative choice to use muslimah bridal makeup. Keywords: Modified muslimah bridal makeup of Madura?s Bangkalan bride, Moslem modification.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BERAS (ORYZA SATIVA), PATI BENGKOANG (PACHYRHIZUS EROSUS) DAN EKSTRAK MELATI (JASMINUM OFFICINALE) TERHADAP SIFAT FISIK LULUR TRADISIONAL AWALIA, ULFI; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung beras (Oryza Sativa), pati bengkoang (Pachyrhizus Erosus) dan Ekstrak Melati (Jasmimum Officinale) terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna , terkstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati dengan masing-masing 2 : 4 : 3 (X1), 3 : 3 : 3 (X2) dan 4 : 2 : 3 (X3). Variabel terikat adalah sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya lekat, dan kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis. Data dianalisis dengan menggunakan anava tunggal dengan bantuan program SPSS versi 20. Hasil penelitian ini dilihat dari anova menunjukkan p<? (0,000<0,05) berarti Ha diterima, yaitu terdapat pengaruh terhadap tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati pada sifat fisik dilihat dari aroma, warna, tekstur, daya lekat dan kesukaan panelis. Meliputi aroma yang dihasilkan semakin banyak tepung beras maka aroma ekstrak melati lebih tajam pada X3, warna yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka warna yang dihaslikan yaitu putih tulang pada lulur X2, tekstur yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka tekstur yang dihasilkan yaitu kasar pada lulur X2, daya lekat yang dihasilkan adalah perbandingan yang sama pada tepung beras, pati bengkoang dan ekstrak melati maka daya lekat lebih melekat pada lulur X2. Tingkat kesukaan palenis yang sangat disukai yaitu pada lulur X2.Kata Kunci: Lulur tradisional, tepung beras, pati bengkoang, ekstrak melati dan sifat fisik

Page 1 of 2 | Total Record : 19