cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
PEMANFAAN EKSTRAK DAUN BIDARA LAUT (STRYCHNOS LIGUSTRINA BLUME) UNTUK PEMBUATAN HAIRTONIC , MUCHLISA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui hasil jadi hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut (strychnos lingustrina blume), dan (2) mengetahui kadar pH hair tonic yang paling disukai panelis, (3) mengetahui masa simpan hair tonic terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen, dengan variabel bebas jumlah penambahan ekstrak daun bidara laut yaitu : X1 (0,5gr), X2 (0,75gr), dan X3 (1gr). Variabel terikat, yaitu sifat fisik hair tonic yang meliputi aroma, warna, homogenitas, kesan pemakaian dan kesukaan panelis. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan metode observasi yang dilakukan oleh 10 orang panelis. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hair tonic yang paling baik yaitu hair tonic dengan penambahan ekstrak daun bidara laut 0,75gr (X2), dengan kriteria beraroma daun bidara laut, berwarna hijau kekuningan, homogen, dan terasa dingin dan mudah menyerap pada kulit. Ph hair tonic pada hari ke-7 yaitu memiliki kadar ph 6,58 dan pada hari ke-10 memiliki kadar ph 6,55. Hal tersebut berarti Hair tonic masih sesuai dengan SNI syarat hair tonic yaitu antara 3,0-7,0. Masa simpan hair tonic masih dapat digunakan sampai hari ke-10 karena jumlah mikroba masih sesuai dengan SNI hair tonic yakni dibawah 105. hasil angka lempeng total bakteri tersebut yaitu 3,2x101. Kata Kunci: Hair tonic, ekstrak daun bidara laut. Abstract The aim of this research is (1) to determine the effect of the results of being a hair tonic with the addition of strychnos lingustrina leaf extract different, on the physical properties of hair tonic and the panelists level of preference, (2) know the pH level of Hair tonic that panelists like best, (3) knowing the shelf life of the panelists most like. This research was an experiment, with the independent variable the amount of addition of strychnos lingustrina leaf extract namely : X1 (0.5gr), X2 (0.75gr), and X3 (1gr). Dependent variable, namely the physical nature of hair tonic which includes scent, color, homogeneity, impression of usage and panelist preference. Data collection technique is to use the method of observation conducted by 10 panelists. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results showed that the most preferred hair tonic by panelists was hair tonic with the addition of 0.75gr (X2) strychnos lingustrina leaf extract, with scented criteria for strychnos lingustrina leaf, yellowish green, homogeneous, and felt cold and easily absorbed on the skin. Hair tonic ph on the 7th day has a pH level of 6.58 and on the 10th day has a pH level of 6.55. This means that Hair tonic is still in accordance with SNI hair tonic requirements, which is between 3.0-7.0. The shelf life of hair tonic can still be used until the 10th day because the number of microbes is still in accordance with SNI hair tonic which is below105. the result of total bacterial plate count is 3.2x101. Keywords : Hair tonic, strychnos lingustrina leaf extract.
KAJIAN BENTUK DAN MAKNA TATA RIAS, BUSANA DAN AKSESORIS TARI OREK-OREK KHAS NGAWI ANGGITA SARI, PUTRI; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tari Orek-orek adalah kesenian tradisional yang berasal dari Ngawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bentuk dan makna tata rias wajah dan penataan rambut (2) Busana (3) Aksesoris tari Orek-orek khas Ngawi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian tata rias tari Orek-orek adalah: 1). Tata rias penari perempuan menggunakan warna eyeshadow kuning bermakna kelincahan, merah bermakna kebahagiaan dan hitam bermakna kekuatan. Alis nanggal sepisan berwarna hitam bermakna seperti bulan sabit (melengkung indah). Penataan rambut menggunakan ukel tekuk melambangkan perempuan ibarat bunga yang baru mekar. Tata rias penari laki-laki menggunakan warna eyeshadow biru bermakna kedamaian dan hitam bermakna kekuatan. Alis telengan dan godeg prengesan berwarna hitam bermakna kegagahan. Penataan rambut menggunakan iket modang bermakna kepercayaan diri yang kuat. (2) Busana penari perempuan meliputi kebaya kutu baru berwarna merah melambangkan kekuatan dan kebahagiaan, sampur sinomparijoto melambangkan enom (muda), jarik motif pring sedapur melambangkan kebersamaan. Busana penari laki-laki meliputi kemeja lengan panjang berwarna kuning melambangkan kejayaan, rompi dan celana cinde berwarna merah melambangkan kekuatan dan keberanian, sampur sinomparijoto melambangkan enom (muda), jarik motif pring sedapur melambangkan kebersamaaan (3) Aksesoris penari perempuan meliputi cundhuk mentul melambangkan matahari berpijar memberi kehidupan, ceplok melambangkan keharuman dari para leluhur, slepe berwarna merah melambangkan kebahagiaan. Aksesoris penari laki-laki epek timang melambangkan bekerja dengan sungguh-sungguh. Kata Kunci: Bentuk, Makna, Tata Rias, Tari Orek-Orek AbstractOrek-orek dance is traditional dance from Ngawi. This study aims to know (1) the meaning of hair do and make up look (2) costume (3) accessories of Orek-Orek dance from Ngawi. This study is using descriptive qualitative method. The data collected by interview, observation, and documentation. The study result of the makeup of the Orek-orek dance is 1.) the female dancer is using yellow eyeshadow that is means agility, the red eyeshadow means happiness, and black means strength. The black nanggal eyebrows means a half moon (that curved beautifully). The hair do is using ukel tekuk that symbolize of the flower blooming. The male dancer is using blue eyeshadow that is means peace and the black means strength. The black telegan eyebrows and godeg prengesan means brave. The hair do is using iket modang that means the confidence. (2) The costume of the female dancer is a red kutu baru kebaya symbolize strength and happiness, sampur sinomparijoto means enom (young), jarik pring sedapur that means togetherness. Then, the costume of male dancer is a yellow long sleeves shirt that means glory, and the red cinde pants and vest means strength and brave, sampur sinomparijoto means enom (young), jarik pring sedapur means togetherness. (3) The female accessories is cundhuk mentul symbolize the shine sun that gives life, ceplok means a good reputation that is always remembered, the red slepe means happiness. The accessories of male dancer is epek timang symbolize work hard. Keywords: Shape, Meaning, Cosmetology, Orek-Orek Dance
PELATIHAN TATA RIAS DASAR BAGI REMAJA EKONOMI LEMAH DESA TULUNGREJO KABUPATEN KEDIRI FEBRIAN CHRISTININGTYAS, DWI; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengelolaan pelatihan tata rias dasar bagi remaja ekonomi lemah di Tulungrejo, 2) aktivitas peserta pelatihan remaja desa tulungrejo, 3) hasil merias wajah pada remaja dusun tulungrejo kecamatan pare sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan, 4) respon peserta terhadap pelatihan tata rias wajah. Metode penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain pretest dan posttest. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pengelolaan pelatihan, lembar observasi aktivitas peserta, lembar tes hasil pelatihan dan lembar angket respon peserta. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t atau paired sample t-test dengan aplikasi SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan pengelolaan pelatihan sangat baik, 2) ktivitas peserta sangat baik, 3) nilai rata-rata Pretest dan Posttest dengan perhitungan taraf signifikansi menggunakan uji t test dengan SPSS 16 menunjukkan bahwa ada peningkatan kompetensi keterampilan merias setelah dilakukan treatment atau pelatihan merias wajah, 4) respon peserta, diketahui bahwa peserta bersemangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan merias wajah. Kata Kunci: Pelatihan Tata rias Desa Tulungrejo ABSTRACT This study aims to find out 1) the management of basic cosmetology training for economically weak youth in Tulungrejo, 2) the activities of youth training participants in Tulungrejo village, 3) the results of makeup on teenagers in Tulungrejo hamlet, Pare sub-district before and after the training, 4) participant responses to face makeup training. This research method is a pre-experimental design with pretest and posttest. The instrument used for data collection in this study used the observation sheet of the management of the training, the observation sheet of the participants activity, the test sheet of the results of the training and the participants questionnaire response sheet. Data analysis techniques in this study used a t-test or paired sample t-test with SPSS 16 applications. The results showed that 1) the management of the training was very good, 2) the participants were very good, 3) the pretest and posttest average values ??with calculations significance level using t test with SPSS 16 shows that there is an increase in the competency of makeup skills after treatment or training in makeup, 4) participant responses, it is known that participants are excited and enthusiastic in taking makeup training. Keywords: Make-up Training in Tulungrejo Village.
PELATIHAN TATA RIAS DASAR BAGI REMAJA EKONOMI LEMAH DESA TULUNGREJO KABUPATEN KEDIRI FEBRIAN CHRISTININGTYAS, DWI; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengelolaan pelatihan tata rias dasar bagi remaja ekonomi lemah di Tulungrejo, 2) aktivitas peserta pelatihan remaja desa tulungrejo, 3) hasil merias wajah pada remaja dusun tulungrejo kecamatan pare sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan, 4) respon peserta terhadap pelatihan tata rias wajah. Metode penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan desain pretest dan posttest. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pengelolaan pelatihan, lembar observasi aktivitas peserta, lembar tes hasil pelatihan dan lembar angket respon peserta. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t atau paired sample t-test dengan aplikasi SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) keterlaksanaan pengelolaan pelatihan sangat baik, 2) ktivitas peserta sangat baik, 3) nilai rata-rata Pretest dan Posttest dengan perhitungan taraf signifikansi menggunakan uji t test dengan SPSS 16 menunjukkan bahwa ada peningkatan kompetensi keterampilan merias setelah dilakukan treatment atau pelatihan merias wajah, 4) respon peserta, diketahui bahwa peserta bersemangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan merias wajah. Kata Kunci: Pelatihan Tata rias Desa Tulungrejo ABSTRACT This study aims to find out 1) the management of basic cosmetology training for economically weak youth in Tulungrejo, 2) the activities of youth training participants in Tulungrejo village, 3) the results of makeup on teenagers in Tulungrejo hamlet, Pare sub-district before and after the training, 4) participant responses to face makeup training. This research method is a pre-experimental design with pretest and posttest. The instrument used for data collection in this study used the observation sheet of the management of the training, the observation sheet of the participants activity, the test sheet of the results of the training and the participants questionnaire response sheet. Data analysis techniques in this study used a t-test or paired sample t-test with SPSS 16 applications. The results showed that 1) the management of the training was very good, 2) the participants were very good, 3) the pretest and posttest average values ??with calculations significance level using t test with SPSS 16 shows that there is an increase in the competency of makeup skills after treatment or training in makeup, 4) participant responses, it is known that participants are excited and enthusiastic in taking makeup training. Keywords: Make-up Training in Tulungrejo Village.
VALIDASI TERHADAP KELAYAKAN MEDIA VIDEO PADA MATERI TATA RIAS WAJAH FANTASI JURUSAN TATA KECANTIKAN DI SMK NEGERI 6 SURABAYA AULIA BALKIS, ALFYANNA; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembelajaran merias wajahy fantasi merupakan salah satu materi yang di pelajari di SMKn Negerii 6 Surabaya. Menurut hasill pengamatan bahwa guruu hanyaa menggunakan metodee ceramahh dan tanya jawab, Sehingga dalam pembelajaran siswa sering kali tidak fokus dan kurang tertarik mendengarkan materi yang di sampaikan guru. Tujuann penelitiann ini adalah untuk mengetahui validitas terhadap kelayakan media video pada materin tata riass wajahh fantasii. Rumusan masalah penelitian ini adalah Bagaimana hasiln validasii ahlii terhadapp kelayakan mediaa videoo pada tata rias wajah fantasi ? manfaat penelitiann inii adalahhh bisa dijadikani referensii bagii guru sebagai pembuatan mediaa pembelajarann riass wajahh fantasii dapat menjadikan siswa lebih aktiff, menarikk dan menyenangkann dengan menggunakan media videoo. Videoo merupakani mediaa audioo visuall yang memilikii unsur gambarr gerakk akann mampu menarik perhatian dan motivasi siswa saat pembelajaran. Salah satu kelebihanx darir mediae videod adalaha Videod bias berisikan tentang pengalamana-pengalamana dasara darir siswas ketika siswas berdiskusis, membacab, dan juga praktikk dan salaha satu kekurangan mediad videod adalaha padad saata video diputar gambara dan suarar akana berjalana terusu sehinggah tidaka semuaa siswas mampu menangkap informasi yang ingin diberikan dengan media video tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dengan jenis penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulann data yang digunakan yaitu instrumen angket validasi kelayakan media. Berdasarkan hasil penelitian dikatakan bahwa validasi kelayakan media video memperoleh kategori kwalitas dengan nilai maksimal 4 dengan kriteria sangat layak (SL) dann validasis kelayakan mediad video dengana nilai minimum 3,7 dengan kriteria sangat layak (SL) . Kesimpulannya Media Video dapat di gunakan sebagai media pembelajaran pada materi tata rias wajah fantasi Kata Kunci: validasi kelayakan, media video, materi tata rias wajah fantasi Abstract Learning to applyp fantasy face makeup isi onee off theh materialss learned at SMK Negeri 6 Surabaya. According to observations that theh teachers onlyy usess the lecturer andd questions and answers methode, so that in learning student arer often nott focused and less interested in listening to the material conveyed by the teacher. Theh purposes off thiss studys was too determines the validity off theh feasibility of videod mediad on fantasy makeup. Theh formulation off theh problems off thisi researchh isi that its the result off expert validation on the feasibility of video media in fantasy facial make-up? theh benefitt off thiss researchs ist thath its can? be a reference for teachers in making fantasy learning make-up media more active, interesting and fun using video media. Video as an audio visual media and has an element of motion will be able too attractc theh attentions and motivation off student when learningg. One of theh strengths off video medias is that video can complement the basic experiences of students when students discuss, read, and also practices and the lack of video media and one of the shortcomings of video media is that video and pictures will run continuouslys soo thath nott all student able to follows the informations to be conveyedd through theh videos. Thisi types off researchh is this research usess descriptivee researchc withh a quantitativ approacch. Data collection uses a media validation questionnaire instrument. Baseds on theh results off the studys its was saids thath the validation of the feasibility of video media obtained a quality category with a maximum value of 4 with the criteria of Very Eligible (SL) and validation of the feasibility of video media with a minimum value of 3.7 with very feasible criteria (SL). In conclusion, Video Media can be used as a learning medium for fantasy makeup Keywords: validation validity, video media, fantasy makeup
TATA UPACARA RITUAL ADAT PERKAWINAN MARGA MESUJI WIRALAGA LAMPUNG FAJAR MAGFIROH, SITI; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung di desa Wiralaga kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung ada dua yaitu rasan tuwe (kehendak orang tua) dan gubalan (kawin lari) kedua ritual adat perkawinan ini harus dihadiri oleh perwatin (perangkat desa) sebagai saksi dan pembawa adat istiadat. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah budayawa kabupaten Mesuji Lampung, staf pemerintahan kabupaten Mesuji Lampung, ketua dan tetua adat Marga Mesuji Lampung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ritual perkawinan rasan tuwe dalam Marga Mesuji Lampung mempunyai 9 prosesi adat diantaranya yaitu nindai, nylundup (penjajakan), sie hanyot, sie tanye (datang bertanya), datang besagh (datang besar), pacaran, hari perkawinan, tandang sujud, dan dijumputi. Sedangkan ritual perkawinan gubalan lebih singkat yaitu membuat surat perjanjian diatas materai, nyrape kemudian akad nikah. Kata kunci: Marga Mesuji lampung, ritual perkawinan, upacara adat, adat perkawinan Marga Mesuji lampung Abstract This study aims to describe the traditional marriage rituals of Mesuji Lampung clan in Wiralaga village, Mesuji sub-district, Mesuji district, Lampung province. There are two rituals for the traditional marriage of Mesuji Lampung clan, namely rasan tuwe (the will of the parents) and gubalan (elopement). The method of this research is a qualitative descriptive method, by collectingthe data using interview techniques. The informants in this study were the culture of the Mesuji Lampung district, the Mesuji Lampung district government staff, the chairman and elders of the Mesuji Lampung clan. The results of this study indicate that the marriage rituals of Rasan Tuwe in the Mesuji Lampung clan have 9 customary processions including nindai, nylundup (exploratory), sie hanyot, sie tanye (coming to ask), datang besagh (coming big), pacaran, marriage day, tandang sujud, and dijumputi. Whereas the marriage rituals for a gubalan is shorter, namely making a letter of agreement on the stamp, nyrape then a marriage contract. Keywords: Mesuji Lampung clan, marriage rituals, traditional ceremonies, marriage ceremony of the Mesuji Lampung clan
TATA UPACARA RITUAL ADAT PERKAWINAN MARGA MESUJI WIRALAGA LAMPUNG FAJAR MAGFIROH, SITI; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung di desa Wiralaga kecamatan Mesuji Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung. Ritual adat perkawinan Marga Mesuji Lampung ada dua yaitu rasan tuwe (kehendak orang tua) dan gubalan (kawin lari) kedua ritual adat perkawinan ini harus dihadiri oleh perwatin (perangkat desa) sebagai saksi dan pembawa adat istiadat. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah budayawa kabupaten Mesuji Lampung, staf pemerintahan kabupaten Mesuji Lampung, ketua dan tetua adat Marga Mesuji Lampung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ritual perkawinan rasan tuwe dalam Marga Mesuji Lampung mempunyai 9 prosesi adat diantaranya yaitu nindai, nylundup (penjajakan), sie hanyot, sie tanye (datang bertanya), datang besagh (datang besar), pacaran, hari perkawinan, tandang sujud, dan dijumputi. Sedangkan ritual perkawinan gubalan lebih singkat yaitu membuat surat perjanjian diatas materai, nyrape kemudian akad nikah. Kata kunci: Marga Mesuji lampung, ritual perkawinan, upacara adat, adat perkawinan Marga Mesuji lampung Abstract This study aims to describe the traditional marriage rituals of Mesuji Lampung clan in Wiralaga village, Mesuji sub-district, Mesuji district, Lampung province. There are two rituals for the traditional marriage of Mesuji Lampung clan, namely rasan tuwe (the will of the parents) and gubalan (elopement). The method of this research is a qualitative descriptive method, by collectingthe data using interview techniques. The informants in this study were the culture of the Mesuji Lampung district, the Mesuji Lampung district government staff, the chairman and elders of the Mesuji Lampung clan. The results of this study indicate that the marriage rituals of Rasan Tuwe in the Mesuji Lampung clan have 9 customary processions including nindai, nylundup (exploratory), sie hanyot, sie tanye (coming to ask), datang besagh (coming big), pacaran, marriage day, tandang sujud, and dijumputi. Whereas the marriage rituals for a gubalan is shorter, namely making a letter of agreement on the stamp, nyrape then a marriage contract. Keywords: Mesuji Lampung clan, marriage rituals, traditional ceremonies, marriage ceremony of the Mesuji Lampung clan