cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
PENGELOLAAN TEACHING FACTORY DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADA JURUSAN KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT ANGGITA PUTRI, NOVI; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan teaching factory di SMK khususnya pada jurusan kecantikan kulit dan rambut. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan atau disebut dengan Library Research yaitu dengan merujuk pada buku ataupun artikel jurnal nasional yang berkaitan serta masukan dari dosen pembimbing. Hasil penelitian ini berupa penjelasan tentang tata cara pengelolaan tefa dengan penerapan manajemen dasar berupa POAC (planning, organizing, actuating, controlling) disertai dengan strategi pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) yang selaras dengan situasi dan kondisi pada bidang kecantikan kulit dan rambut. Sistem pengelolaan ini dapat menjadi acuan guru pariwisata untuk memaksimalkan kegiatan teaching factory di sekolah. Kata kunci : Pengelolaan, Teaching Factory, Kecantikan. Abstract This research is aimed to describe the management of teaching factory at vocational school especially in skin and hair beauty majors. The method is used literature study or as known as Library Research by referring from the books or the national articles that related to the supervisor?s recommendation. The results of this research is about the management procedures of tefa with basic management application of POAC (planning, organizing, actuating, controlling) accompanied by 7P marketing strategies (product, price, place, promotion, people, process, physical evidence) which is in line with the situations and conditions of skin and hair beauty. This management system can be a reference for tourism teachers to provide teaching factory activities at school. Key works: Management, Teaching Factory, Beauty
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT KONSUMEN TERHADAP PRODUK PERAWATAN TUBUH YANG DIGUNAKAN DEWI MAYASISKA, TITI; DEWI SOEYONO, RAHAYU
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen dalam menggunakan produk perawatan tubuh, terdapat empat faktor yang meliputi faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor budaya terdiri dari kebudayaan, sub budaya, kelas sosial, yang berpengaruh sebesar 16% artinya berkategori sangat rendah. Faktor sosial terdiri dari unsur kelompok referensi, keluarga serta peran dan status, berpengaruh sebesar 26% yang artinya berkategori rendah. Faktor pribadi terdiri dari unsur usia dan tahapan siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup serta kepribadian dan konsep diri, berpengaruh sebesar 52%, yang artinya berkategori sedang. Faktor psikologi terdiri dari usur motivasi serta presepsi yang berpengaruh sebesar 70% yang artinya berkategori kuat. Faktor psikologi berpengaruh yang paling tinggi terhadap minat konsumen pada produk perawatan tubuh yang digunakan, diikuti oleh faktor pribadi, faktor sosial dan yang paling rendah adalah faktor kebudayaan. Kata Kunci: produk perawatan tubuh, minat konsumen Abstract This study is aimed at finding and determining factors that influence the consumers? interest in using body care products. There are four factors which are cultural factor, social factor, private factor, and psychological factor. The research method used in this study is descriptive qualitative. The data analysis technique using statistic descriptive by the percentage calculation. The result showed that cultural factor consists of culture, sub culture, social class which had impact at 16% and can be categorized as low. Social factor consists element of reference group, family, also the role and status which had impact at 26% and can be categorized as low. Private factor includes element of age and stage of life cycle, job, economic situation, lifestyle, also characteristic and self-concept, impacted at 52% which means in medium. The psychological factor consists element of motivation and perception which had impact at 70%, means in the high category. Indeed, psychological factor had highest impact in consumer interest of body care products used followed by private factor, social factor, and the lowest is cultural factor. Keywords: body care products, consumer interest
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up
AKULTURASI BUDAYA PADA TATA RIAS MUPUS BRAEN BLAMBANGAN SUKU OSING DI DESA KEMIREN BANYUWANGI YANTI NURULLAILY, ZULVI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan tata rias pengantin yang bersumber dari kebudayaan asli suku Osing. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan proses pembentukan tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. (2) Untuk mengetahui akulturasi budaya pada tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan suku Osing. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Desa Kemiren Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Informan dalam penelitian ialah perias senior Banyuwangi, HARPI Melati Banyuwangi, pemuka adat desa Kemiren, serta Budayawan. Data diproses melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengantin Mupus Braen Blambangan bermula dari pengantin Osing. Pengantin Osing merupakan pengantin tradisi kuno yang bersumber dari desa Kemiren. Terbentuknya pengantin Mupus Braen Blambangan didorong oleh semangat penggalian pengantin Nusantara. Bentuk tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan merupakan hasil interaksi budaya, yaitu budaya kerajaan Blambangan, budaya Hindu dan budaya Islam. Kata Kunci : Akulturasi budaya, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Tata Rias Pengantin Abstract Mupus Braen Blambangan?s bride is source bride from the original culture of the Osing tribe. The purpose of the research at (1)Tto describe Mupus Braen Blambangan?s bride process forming of Osing tribe. (2) To know cultural acculturation of Mupus Braen Blambangan?s bride Osing tribe. This is descriptive qualitative research. Technique data collection done with interview, observation and documentation.. The location of research on Kemiren Village, Glagah Sub-district, Banyuwangi Regency. Main informant in this research are senior make up artist of Banyuwangi, HARPI Melati of Banyuwangi, traditional leader of Kemiren Village,and cultural practitioner. The data analys technique use data reduction, data display and conclussion. The result of the researh indicates that Mupus Braen Blambangan?s start from Osing?s bride. Osing?s bride is a ancient tradition source from Kemiren Vilage. The formation of Mupus Braen Blamngan?s bride push on excavation Archipelago?s bride. In formation of Mupus Braen Blambangan;s bride cultural interaction occurs, among of them are royal culture, Hindu culture and Islamic culture Keyword : Cultural acculturation, Mupus Braen Blambangan, Kemiren, Bridal Make up
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DALAMIPEMBELAJARAN PEWARNAAN RAMBUT SINGLE APPLICATION NABILA MAGHFIRANI, INTAN; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuanJuntuk mendeskripsikan modelJpembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan saintifik dalam pembelajaran pewarnaan rambut single application khususnya pada SMKIdi jurusan kecantikan rambut dan kulit. Metode yang digunakan yakni studi kepustakaan dengan merujuk pada buku atau artikel jurnal nasional yang berkaitan dengan model pembelajaran kooperatif, pendekatan saintifik, dan juga pewarnaan rambut. Hasil dari penelitian berupa penjelasan tentang model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw melalui pendekatan saintifik dapat diterapkan dan menjadi acuan guru pewarnaan rambut sehingga dapat memaksimalkan belajar mengajar dikelas serta meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw, Pendekatan Saintifik Abstract The study aims is for describe the type of cooperative learning jigsaw mode through a scientific approach in the learning of single application hair coloring in vocational schools, especially in hair and skin beauty majors. The method is the study of literature by referring to books or articles of national journals relating to cooperative learning models, scientific approaches, and also hair coloring. The results of study are in the form of an explanation of the application of the Jigsaw cooperative learning model through a scientific approach can be applied and areference for teacher about hair coloring, to maximize teaching and learning in the classroom and improve student learning outcomes Keywords: Cooperative LearningIModel Type Jigsaw, Scientific Approach
PERBANDINGAN PROPORSI UMBI RUMPUT TEKI SEBAGAI SABUN PADAT DITINJAU DARI SIFAT FISIK (ORGANOLEPTIK) ERLY SANDI, BERLINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) dapat digunakan sebagai sabun padat karena terdapat kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan proporsi umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) pada hasil jadi sabun padat yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan daya buih. 2) Untuk mengetahui uji organoleptik dari hasil jadi sabun padat umbi rumput teki. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah bubuk umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, dan 1,5%. Variabel terikat penelitian ini yaitu sifat fisik sabun padat yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya buih dan kesukaan panelis. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui uji organoleptik oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk umbi rumput teki berpengaruh terhadap warna, aroma, tekstur, daya buih, dan kesukaan panelis. Uji Duncan juga menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil sabun padat terbaik yaitu pada produk sabun padat X3 dengan proporsi penambahan bubuk umbi rumput teki 1,5%. Kata Kunci: Sabun padat, umbi rumput teki, organoleptik. Abstract Nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) can be used as a opaque soap because inside there is a flavonoids content that serves as antibacterial and antioxidant. This research aims at 1) To determine the influence of the proportion of nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) in the result of a opaque soap that include color, aroma, texture, and froth power. 2) To know the organoleptic test of the result opaque soap nutgrass tuber. This type of research is experimental. The independent variable research are nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, and 1,5%. This dependent variable research of opaque soap that include color, aroma,texture, forth, and favorite panelist. Data collection using observation method through organoleptic test by 30 panelist. Data analysis using SPSS 16 program. The result the addition of nutgrass tuber powder is influential in the color, aroma, texture, froth, and favorite panelist. The Duncan test also showed significant result. The result of the best opaque soap that is the solid X3 soap with a proportion of the addition of nutgrass powder 1,5%. Keywords: Opaque soap, nutgrass tuber, organoleptic.
PERBANDINGAN PROPORSI UMBI RUMPUT TEKI SEBAGAI SABUN PADAT DITINJAU DARI SIFAT FISIK (ORGANOLEPTIK) ERLY SANDI, BERLINDA; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) dapat digunakan sebagai sabun padat karena terdapat kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antibakteri dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui pengaruh perbandingan proporsi umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) pada hasil jadi sabun padat yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan daya buih. 2) Untuk mengetahui uji organoleptik dari hasil jadi sabun padat umbi rumput teki. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah bubuk umbi rumput teki (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, dan 1,5%. Variabel terikat penelitian ini yaitu sifat fisik sabun padat yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya buih dan kesukaan panelis. Pengumpulan data menggunakan metode observasi melalui uji organoleptik oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan anova tunggal dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan uji Duncan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk umbi rumput teki berpengaruh terhadap warna, aroma, tekstur, daya buih, dan kesukaan panelis. Uji Duncan juga menunjukkan hasil yang signifikan. Hasil sabun padat terbaik yaitu pada produk sabun padat X3 dengan proporsi penambahan bubuk umbi rumput teki 1,5%. Kata Kunci: Sabun padat, umbi rumput teki, organoleptik. Abstract Nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) can be used as a opaque soap because inside there is a flavonoids content that serves as antibacterial and antioxidant. This research aims at 1) To determine the influence of the proportion of nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) in the result of a opaque soap that include color, aroma, texture, and froth power. 2) To know the organoleptic test of the result opaque soap nutgrass tuber. This type of research is experimental. The independent variable research are nutgrass tuber (cyperus rotundus l.) 0,5%, 1%, and 1,5%. This dependent variable research of opaque soap that include color, aroma,texture, forth, and favorite panelist. Data collection using observation method through organoleptic test by 30 panelist. Data analysis using SPSS 16 program. The result the addition of nutgrass tuber powder is influential in the color, aroma, texture, froth, and favorite panelist. The Duncan test also showed significant result. The result of the best opaque soap that is the solid X3 soap with a proportion of the addition of nutgrass powder 1,5%. Keywords: Opaque soap, nutgrass tuber, organoleptic.
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya