cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
SOSIALISASI TATA RIAS PENGANTIN KRESNAYANA KEPADA MASYARAKAT BLITAR DEVI NURSAPUTRI, ERVITA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengantin Kresnayana merupakan salah satu tata rias pengantin tradisional yang ada di Indonesia tepatnya di Kota Blitar, Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana kepada masyarakat Blitar khususnya di Desa Ngadri, 2) aktivitas peserta sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana, 3) pengetahuan peserta setelah dilakukan sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana, dan 4) respon peserta setelah dilakukan sosialisasi tata rias pengantin Kresnayana. Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimental dengan desain penelitian the one-shot case study design. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Ngadri Kabupaten Blitar. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu rumus presentase dan rata-rata. Hasil penelitian dapat ditunjukkan sebagai berikut: 1) keterlaksanaan sosialisasi termasuk kategori sangat baik dengan rata-rata skor nilai 3,58 , 2) aktivitas peserta sosialisasi termasuk dalam kategori sangat baik dengan rata-rata skor nilai 3,62 , 3) pengetahuan peserta setelah dilakukan sosialisasi secara keseluruhan yaitu 94,25 yang berarti sangat baik, 4) respon peserta mencapai kriteria sangat baik dengan perolehan nilai sebesar 98,25%.Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Kresnayana, Blitar.AbstractKresnayanas bride is one of the traditional bridal make-up in Indonesia, precisely in Blitar City, East Java. This study aims to determine: 1) implementation of the Kresnayana bridal make-up socialization to the Blitar community, especially in Ngadri Village, 2) activities of participant for the Kresnayana bridal make-up, 3) participants knowledge after socialization of the Kresnayana bridal make-up, and 4) participants response after Kresnayana bridal makeup has been socialized. This type of research is a pre-experimental study with the research design "one-shot case study design". The subjects of this study were Ngadri villager in Blitar Regency. Data collection methods use observation, tests and questionnaires. Analysis of the data used is the average formula and percentage. The results of the study can be shown as follows: 1) the implementation of socialization is in very good category with average score of 3.58, 2) the activities of the participants is in very good category with average score of 3.62, 3) the participants knowledge after socialization is 94.25 which means very good, and 4) the participants responses reached very good criteria with the acquisition of a value of 98.25%.Keywords: Kresnayana Bridal Makeup, Blitar.
TATA RIAS JARANAN MENGGUNAKAN FACE PAINTING DI SANGGAR TURONGGO SATRIO MUDO KABUPATEN BLITAR BELLAYUANA, INTAN; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kuda lumping atau Jaranan sebagai kesenian tradisional masyarakat Jawa, berupa tarian menunggangg kuda, yang dimainkan sekelompok orang dengan iringan musik gamelan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk tata rias Jaranan menggunakan face painting di sanggar seni Turonggo Satrio Mudo di Kabupaten Blitar. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional, teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi.. Penelitian ini menggunakan kosmetik face painting pada bagian mata, pipi dan pelipis untuk mendapatkan warna yang lebih tajam. Observasi awal dilaksanakan pada bulan Desember dan hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias Jaranan menggunakan kosmetika face painting berwarna merah dan biru diaplikasikan sebagai eyeshadow dan blush on, sedangkan warna hitam atau pidih diaplikasikan untuk sogokan dan godheg untuk lebih memperjelas warna tanpa menghilangkan sisi keaslian dari tata rias jaranan tersebut Kata kunci: Tata Rias, Jaranan, Face Painting, Turonggo Satrio Mudo AbstractKuda lumping or Jaranan as a traditional Javanese art, in the form of a horse riding dance, which is played by a group of people with accompaniment of gamelan music. The purpose of this research is to describe the form of Jaranan cosmetology using face painting in Turonggo Satrio Mudo art studio in Blitar Regency. This research is a descriptive study with an observational approach, data collection techniques using interview, observation, and documentation methods. This research uses cosmetic face painting on the eyes, cheeks and temples to get sharper colors. Initial observations were carried out in December and the results of the study showed that the Jaranan cosmetology using red and blue face painting cosmetics were applied as eyeshadow and blush, while the black or pid color was applied to sogokan and godhegs to better clarify the colors without removing the authenticity of the make-up Keywords: face makeup, Jaranan, face painting, Turonggo Satrio Mudo
PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
PENINGKATAN KETERAMPILAN NAIL ART MELALUI PELATIHAN BAGI GURU SEKOLAH LUAR BIASA DI KABUPATEN PACITAN DEA PRADANA, NELLY; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelatihan keterampilan nail art dilakukan untuk meningkatkan keterampilan guru SLB di Kabupaten Pacitan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui 1) keterlaksanaan metode demonstrasi, 2) aktivitas peserta pelatihan, 3) hasil keterampilan nail art, dan 4) respon peserta pelatihan. Jenis penelitian adalah Pre Experimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini adalah guru SLB di Kabupaten Pacitan yang berjumlah 35 orang. Observer sebanyak 3 orang yaitu mahasiswa Tata Rias Unesa. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi, tes keterampilan dan angket. Metode analisis data menggunakan rata-rata untuk keterlaksanaan metode demonstrasi, presentase untuk aktivitas peserta pelatihan dan respon peserta, sedangkan hasil penilaian keterampilan nail art peserta menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data keterlaksanaan metode demonstrasi mendapatkan rata-rata 3,9 dengan kriteria sangat baik. Aktivitas peserta pelatihan mendapatkan 97% dengan kriteria sangat aktif. Hasil keterampilan nail art menunjukkan adanya peningkatan sebesar 30. Nilai rata-rata pretest 56 dan nilai rata-rata posttest 86 dengan t hitung 42,835 dan angka signifikan 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai pretest dan posttest. Respon peserta pelatihan terhadap pelatihan menunjukkan presentase rata-rata sebesar 97% dengan kriteria sangat baik. Kata Kunci: Metode demonstrasi, Keterampilan nail art Abstract Nail art training was conducted to improve the skills of SLB teachers in Pacitan Regency. The purpose of this research is to find out 1) implementation of demonstration methods, 2) trainees activities, 3) the results of nail art skills, and 4) response of trainees. The type of this research is a Pre Experimental Design with One Group Pretest-Posttest Design. The subjects are 35 people. Observer are 3 people from Unesa cosmetology students. The data collecting method in this research use observation sheet, skills tests and questionnaires. Data analysis method use averages for implementation of training methods, precentage for trainees activities and respond training participant, whereas the result of nail art skill participants uses t-test. Based on data analysis, the implementation of training methods get an average of 3,9 with very good criteria. The activity of the trainees get 97% with very active criteria. The results of nail art skill show an increase of 30. The mean score of pretest 56 and the average value of posttest 86 with t-count 42,835 and significant number 0,000 that mean there is a significant difference from the pretest and posttest values. Training participants responses to the training showed an average percentage of 97% with very good criteria. Keywords: Demonstration method, Nail art skill
HASIL TATA RIAS WAJAH PESTA MENGGUNAKAN HIGLIGHTER POWDER DAN HIGLIGHTER AIRBRUSH AZIZAH, NUR; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Highlighter powder memiliki tekstur padat sehingga mudah hilang saat tergeser dan terkena air mata atau keringat, dibanding highlighter airbrush yang mempunyai tekstur cair dan disemprotkan dengan alat kompresor sehingga partikelnya lebih kecil dan lebih tahan lama karena meresap kedalam pori -pori wajah. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan ada atau tidaknya perbedaan hasil antara tata rias wajah pesta menggunakan highlighter powder dengan highlighter airbrush. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Metode pengumpulan data menggunakan angket online yang disebarkan melalui google form. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis uji beda dengan terlebih dahulu menguji validitas dan reliabilitas data serta melakukan uji asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian hasil tata rias wajah pesta menggunakan highlighter powder dan highlighter airbrush menunjukkan nilai sig. 0,000 < 0,05, dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima bahwa hasil tata rias wajah pesta menggunakan highlighter airbrush berbeda dengan highlighter powder. Kesimpulan dalam penelitian ini hasil tata rias wajah pesta menggunakan highlighter airbrush lebih baik digunakan dibanding menggunakan highlighter powder.Hal tersebut dapat diketahui dari skor rata-rata hasil angket observasi dari pengamat yang menunjukkan skor rata-rata highlighter airbrush lebih tinggi dibandingkan skor rata highlighter airbrush. Highlighter airbrush mendapatkan skor rata-rata sebesar 18,11 sedangkan skor rata-rata highlighter powder sebesar 11,00. Sehingga berdasarkan aspek kilauan, kehalusan, hasil tata rias wajah, ketahanan, dan tingkat kesukaan, Hasil Tata Rias Wajah Pesta Menggunakan Highlighter Airbrush lebih baik daripada dengan Highlighter Powder. Kata Kunci: Tata Rias Wajah Pesta, Highlighter Powder, Highlighter Airbrush Abstract Highlighter powder has a dense texture so it is easily lost when displaced and exposed to tears or sweat, compared to highlighter airbrush which has a liquid texture and is sprayed with an airbrush so that the particles are smaller and more durable because it seeps into the pores of the face. The purpose of this study is to prove whether or not there are differences in results between Party Face Makeup using Highlighter Powder and Highlighter Airbrush. This type of research is experimental. Data collection uses an online questionnaire distributed via Google form. The data analysis technique was performed by analyzing different tests by first testing the validity and reliability of the data and testing the assumptions of normality and homogeneity. The results of the party makeup results using a highlighter powder and highlighter airbrush showed sig values. 0,000 <0.05, thus Ho was rejected and Ha accepted that the results of the party makeup using the airbrush highlighter were different from the highlighter powder. The conclusion in this study about party facial makeup using a highlighter airbrush is better used than using a highlighter powder. This can be learned from the average score of the Highlighter airbrush questionnaire getting an average score of 18.11. Based on the aspects of luster, smoothness, makeup make-up, durability, and liking. The results of Party Face Makeup Using a Highlighter Airbrush is better than with Highlighter Powder and Highlighter Airbrush Keywords: Party Face Makeup, Highlighter Powder, Highlighter Airbrush
KEMAMPUAN MERIAS WAJAH PANGGUNG PENARI MAYANG RONTEK MELALUI PELATIHAN DI SANGGAR CANDRA SISWA MOJOKERTO FENI AMANDA, RIMA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tari Mayang Rontek merupakan tarian khas Kabupaten Mojokerto yang menceritakan tentang proses arak-arakan pada Kerajaan Majapahit untuk menyambut Pengantin Mojoputri. Sanggar Candra Siswa mempelajari banyak tari salah satunya Tari Mayang rontek yang seringkali dilombakan dan juga mengisi berbagai acara, namun setiap kali akan tampil yang merias adalah pemilik sanggar dan juga juru rias dari luar. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengetahui 1) Keterlaksanaan pelatihan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto, 2) Aktivitas peserta pada pelatihan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto, 3) Hasil keterampilan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto, 4) Respon peserta pelatihan merias wajah panggung penari mayang rontek di Sanggar Candra Siswa Mojokerto. Jenis penelitian yang digunakan pre-experimental design dengan rancangan penelitian one shot case study. Subyek penelitian adalah anggota tari sanggar candra siswa mojokerto yang berjumlah 4 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pelatihan memperoleh jumlah nilai rata-rata 4,6 (sangat baik), aktivitas peserta pelatihan memperoleh jumlah nilai rata-rata 4,825 (sangat baik), penilaian kemampuan merias wajah panggung penari mayang rontek memperoleh nilai 8,5 (sangat baik), respon peserta pelatihan memperoleh jumlah nilai rata-rata 92,5% (sangat baik). Kata Kunci: Pelatihan, Tata Rias Panggung Penari Mayang Rontek Abstract Mayang Rontek Dance is a typical dance of Mojokerto Regency which tells about the procession of the Majapahit Kingdom to welcome the Mojoputri Bride. Candra Siswa Studio learns about various kinds of dances including Mayang Rontek Dance which is often contested and performed at various events. However, everytime there?s a performance, the person doing the make up is either the studio owner or a makeup artist from out of town. The purpose of this training are to know: 1) Implemented training apply to stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto, 2) Training activity apply to stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto, 3) The results of the skill putting on stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto, 4) The response of the trainee?s apply to stage make up of mayang rontek dancer at the Candra Siswa Studio Mojokerto. The type of research used pre-experimental design with a one-shot case study research design. The subjects of the research are 4 students of Candra Siswa Studio. Data collection techniques using observation, tests, and questionnaires. The result showed that the implementation of the training received an average value of 4,6 (very good), the activities of the trainees received an average value of 4,825 (very good). The assessment of the cosmetology ability of Mayang rontek dancer obtained an average value of 8,5 (very good). The response of trainees to the training that was held obtained an average value of 92,5% (very good) score. Keywords: Training, Cosmetology Stage of Mayang Rontek Dancer
PERANAN PELATIHAN DALAM PENGUASAAN KEMAMPUAN MERIAS WAJAH PENARI MENTHOK-MENTHOK BAGI GURU TK PUSPITA NENGSIH, DESY; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tari menthok-menthok merupakan tari kreasi yang diiringi lagu dolanan yang berjudul sama nerasal dari Jawa Timur. Tarian ini masih sering dipentaskan dalam berbagai acara seperti gebyer senam gebyar tari anak TK, hari anak, pentas seni 17 Agustus, hari kartini, lomba tari anak kreasi, lomba tari, gelar lomba tari. Dalam setiap pementasan bisa menampilkan satu sampai tiga kelompok penari dan dirias olek guru TK sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) pelaksanaan pelatihan merias wajah penari menthok-menthok bagi guru TK, dan 2) hasil ketrampilan merias wajah penari menthok-menthok bagi guru TK. Henis penelitian adalah pre-eksperimen. Dilakukan dengan rancangan penelitian one shoot case study. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes ketrampilan. hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa pelaksanaan pelatihan merias wajah penari menthok-menthok meliputi persiapan rata-rata 4,7 kriteria baik,pelaksanaan rata-rata 4,5 kriteria baik, dan hasil ketrampilan rata-rata 4,7 kriteria baik, sedangkan hasil pelatihan peserta memperoleh nilai rata-rata tertinggi yaitu 8,1dan terendah yaitu 7,3 untuk hasil ketuntasan belajar peserta secara individu ada 27 peserta yang mendapat >75 dan secara klasikal ada 90% peserta yang mendapatkan nilai tuntas
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BIJI JAGUNG ( ZEA MAYS) DAN KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) TERHADAP HASIL LULUR BUBUK TRADISIONAL ZATALINI SHABRINA, FILDZAH; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan lulur tradisional dapat diperkaya dengan bahan tambahan yang mengandung senyawa fungsional dan memiliki manfaat sebagai anti oksidan yang tinggi. Selain itu sifat antioksidannya melibihi vitamin E dan vitamin C. Antioksidan bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel kulit rusak oleh radikal bebas, melembabkan kulit dan mencerahkan kulit. Xanthone juga merangsang regenarisi (pemulihan) sel tubuh yang rusak dengan cepat, mengatasi sel kanker dengan mekanisme apoptosis (bunuh diri sel). Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh proporsi terhadap sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan daya lekat pada hasil jadi lulur tradisional dan untuk mengetahui proporsi lulur tradisional yang terbaik. Metode penelitian eksperimen (True Eksperimental Research) metode ini dalam pemecahan masalahnya adalah dengan cara mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan yang cermat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur dan daya lekat. Sifat fisik sediaan lulur X3 lebih baik dibandingkan dengan sediaan lulur X1, X2, dan X4, dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. 2) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap tingkat kesukaan panelis. Sediaan lulur X3 lebih disukai panelis dibandingkan dengan X1, X2, dan X4 dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. Semakin banyak proporsi biji jagung maka sediaan lulur semakin disukai panelis. Kata Kunci: Biji Jagung, Kulit Buah Manggis, Lulur Bubuk Tradisional. Abstract Traditional body scrubs can be enriched with additives that contain functional compounds and have high antioxidant benefits. In addition, antioxidant properties exceed vitamin E and vitamin C. Antioxidants are useful for repairing skin cells damaged by free radicals, moisturizing the skin and brightening the skin. Xanthones also stimulate the regeneration (recovery) of damaged body cells quickly, overcome cancer cells by apoptotic mechanisms (cell suicide). The purpose of this study was to determine the effect of proportions on physical properties including aroma, color, texture, and adhesion to the results of traditional scrubs and to determine the best proportion of traditional scrubs. The experimental research method (True Experimental Research) this method in solving the problem is by expressing the causal relationship of two or more variables through careful experimentation. The results of the study are as follows: 1) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture and adhesion. The physical properties of X3 scrub preparations are better than X1, X2, and X4 scrub preparations, because the proportion of corn kernels is more. 2) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the level of panelists preference. The X3 scrub preparations are preferably panelists compared to X1, X2, and X4 because of the greater proportion of corn kernels. The more proportion of corn kernels, the more scrub preparations the panelists like. Keywords: Corn Kernels, Mangosteen Fruit Skin, Traditional Powder Scrubs.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BIJI JAGUNG ( ZEA MAYS) DAN KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) TERHADAP HASIL LULUR BUBUK TRADISIONAL ZATALINI SHABRINA, FILDZAH; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan lulur tradisional dapat diperkaya dengan bahan tambahan yang mengandung senyawa fungsional dan memiliki manfaat sebagai anti oksidan yang tinggi. Selain itu sifat antioksidannya melibihi vitamin E dan vitamin C. Antioksidan bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel kulit rusak oleh radikal bebas, melembabkan kulit dan mencerahkan kulit. Xanthone juga merangsang regenarisi (pemulihan) sel tubuh yang rusak dengan cepat, mengatasi sel kanker dengan mekanisme apoptosis (bunuh diri sel). Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh proporsi terhadap sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan daya lekat pada hasil jadi lulur tradisional dan untuk mengetahui proporsi lulur tradisional yang terbaik. Metode penelitian eksperimen (True Eksperimental Research) metode ini dalam pemecahan masalahnya adalah dengan cara mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan yang cermat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur dan daya lekat. Sifat fisik sediaan lulur X3 lebih baik dibandingkan dengan sediaan lulur X1, X2, dan X4, dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. 2) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap tingkat kesukaan panelis. Sediaan lulur X3 lebih disukai panelis dibandingkan dengan X1, X2, dan X4 dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. Semakin banyak proporsi biji jagung maka sediaan lulur semakin disukai panelis. Kata Kunci: Biji Jagung, Kulit Buah Manggis, Lulur Bubuk Tradisional. Abstract Traditional body scrubs can be enriched with additives that contain functional compounds and have high antioxidant benefits. In addition, antioxidant properties exceed vitamin E and vitamin C. Antioxidants are useful for repairing skin cells damaged by free radicals, moisturizing the skin and brightening the skin. Xanthones also stimulate the regeneration (recovery) of damaged body cells quickly, overcome cancer cells by apoptotic mechanisms (cell suicide). The purpose of this study was to determine the effect of proportions on physical properties including aroma, color, texture, and adhesion to the results of traditional scrubs and to determine the best proportion of traditional scrubs. The experimental research method (True Experimental Research) this method in solving the problem is by expressing the causal relationship of two or more variables through careful experimentation. The results of the study are as follows: 1) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture and adhesion. The physical properties of X3 scrub preparations are better than X1, X2, and X4 scrub preparations, because the proportion of corn kernels is more. 2) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the level of panelists preference. The X3 scrub preparations are preferably panelists compared to X1, X2, and X4 because of the greater proportion of corn kernels. The more proportion of corn kernels, the more scrub preparations the panelists like. Keywords: Corn Kernels, Mangosteen Fruit Skin, Traditional Powder Scrubs.
PENGARUH PROPORSI TEPUNG BIJI JAGUNG ( ZEA MAYS) DAN KULIT BUAH MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA) TERHADAP HASIL LULUR BUBUK TRADISIONAL ZATALINI SHABRINA, FILDZAH; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahan lulur tradisional dapat diperkaya dengan bahan tambahan yang mengandung senyawa fungsional dan memiliki manfaat sebagai anti oksidan yang tinggi. Selain itu sifat antioksidannya melibihi vitamin E dan vitamin C. Antioksidan bermanfaat untuk memperbaiki sel-sel kulit rusak oleh radikal bebas, melembabkan kulit dan mencerahkan kulit. Xanthone juga merangsang regenarisi (pemulihan) sel tubuh yang rusak dengan cepat, mengatasi sel kanker dengan mekanisme apoptosis (bunuh diri sel). Tujuan penelitian ini adalah unuk mengetahui pengaruh proporsi terhadap sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, dan daya lekat pada hasil jadi lulur tradisional dan untuk mengetahui proporsi lulur tradisional yang terbaik. Metode penelitian eksperimen (True Eksperimental Research) metode ini dalam pemecahan masalahnya adalah dengan cara mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan yang cermat. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap sifat fisik lulur tradisional yang meliputi aroma, warna, tekstur dan daya lekat. Sifat fisik sediaan lulur X3 lebih baik dibandingkan dengan sediaan lulur X1, X2, dan X4, dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. 2) Terdapat pengaruh proporsi biji jagung dan kulit manggis terhadap tingkat kesukaan panelis. Sediaan lulur X3 lebih disukai panelis dibandingkan dengan X1, X2, dan X4 dikarenakan proporsi biji jagung lebih banyak. Semakin banyak proporsi biji jagung maka sediaan lulur semakin disukai panelis. Kata Kunci: Biji Jagung, Kulit Buah Manggis, Lulur Bubuk Tradisional. Abstract Traditional body scrubs can be enriched with additives that contain functional compounds and have high antioxidant benefits. In addition, antioxidant properties exceed vitamin E and vitamin C. Antioxidants are useful for repairing skin cells damaged by free radicals, moisturizing the skin and brightening the skin. Xanthones also stimulate the regeneration (recovery) of damaged body cells quickly, overcome cancer cells by apoptotic mechanisms (cell suicide). The purpose of this study was to determine the effect of proportions on physical properties including aroma, color, texture, and adhesion to the results of traditional scrubs and to determine the best proportion of traditional scrubs. The experimental research method (True Experimental Research) this method in solving the problem is by expressing the causal relationship of two or more variables through careful experimentation. The results of the study are as follows: 1) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the physical properties of traditional scrubs which include aroma, color, texture and adhesion. The physical properties of X3 scrub preparations are better than X1, X2, and X4 scrub preparations, because the proportion of corn kernels is more. 2) There is an effect of the proportion of corn kernels and mangosteen peel on the level of panelists preference. The X3 scrub preparations are preferably panelists compared to X1, X2, and X4 because of the greater proportion of corn kernels. The more proportion of corn kernels, the more scrub preparations the panelists like. Keywords: Corn Kernels, Mangosteen Fruit Skin, Traditional Powder Scrubs.