cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN BUDAYA DAN BENTUK TATA RIAS PENGANTIN BALI AGUNG KHAS GAYA BULELENG DIAH DWI JAYANTHI, KADEK; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kebudayaan yang melatarbelakangi terbentuknya Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng serta mendefinisikan bentuk, fungsi dan makna yang ada pada setiap unsur pembentuk tata rias pengantin ini yang dimulai dari tata rias wajah, penataan rambut, busana dan aksesoris pengantin. Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi untuk pengumpulan data. Validitas data dengan trianggulasi sumber yaitu mengkoreksi data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian ini adalah adanya unsur pembentuk tata rias yang merupakan hasil akulturasi budaya, yaitu Kencerik Kesir Barak dan Kalung Liontin Dollar. Hal ini dilatarbelakangi dengan adanya perkampungan multietnis disekitar pelabuhan. Penggunaan aksesoris Bunga Tunjung Emas merupakan ciri khas yang ditampilkan pengantin, sehingga berbeda dengan tata rias pengantin Bali di daerah lainnya. Setiap unsur pembentuk tata rias ini memiliki bentuk dan fungsi tersendiri, secara keseluruhan memiliki makna harapan baik pada pengantin saat menjalani kehidupan pernikahan dan dijauhkan dari hal-hal buruk. Kata Kunci: Tata Rias Pengantin Bali Agung Buleleng, Kajian Budaya
KAJIAN TATA RIAS TARI GANDRUNG BANYUWANGI AGE SELINTA, FABE; Kecvara Pritasari, Octaverina
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTari gandrung merupakan tarian khas kota Banyuwangi yang dijadikan sebagai ikon kota, tari gandrung digunakan sebagai cikal bakal seni tari yang berkembang di Banyuwangi. Tari gandrung ada sejak zaman penjajahan Belanda sebagai bukti pembelaan masyarakat Banyuwangi terhadap penjajah. Kesenian tari gandrung semakin berkembang dan mengalami pembaharuan khususnya tata rias yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perkembangan tata rias tari gandrung sejak tahun 1960 hingga 2019 dan 2) mengetahui aksesoris serta busana yang digunakan pada tari gandrung Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi struktur, observasi tersamar, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1) pada tahun 1960 hingga 1970 menggunakan kosmetik sederhana dan berbahan alami, alas bedak atal berwarna kuning langsat, alis dari arang dan lipstik berwarna merah dari kertas kelobot. 2) tahun 1970 hingga 1980 adanya foundation merk Kelly, bedak tabur merk Viva, eyeliner dan eyeshadow terbuat dari endapan lampu minyak tanah. 3) tahun 1980 hingga 1990 eyeliner dan alis berbentuk pensil, adanya blushon warna merah merk Ratu Ayu dan Sariayu. 4) tahun 1990 hingga 2000 penggunaan eyeshadow warna merah, hitam, putih, dan emas sesuai warna khas Banyuwangi. Adanya teknik untuk mempertegas warna eyeshadow. 5) tahun 2005 hingga 2010 penggunaan bedak padat, warna eyeshadow menyesuaikan busana dan adanya bulu mata palsu. 6) tahun 2015 hingga 2019 adanya teknik conturing, teknik cut crease pada aplikasi eyeshadow dan penggunaan shimer, 3) aksesoris yang digunakan bernama omprog terbuat dari kulit berwarna emas dan memiliki ciri khas tokoh wayang Ontoseno, 4) komponen busana tari gandrung Banyuwangi terdiri dari ilat-ilat atas, otok, kelat bahu, ebok, samir, sabuk, selendang atau sampur, kipas, dan kaos kaki. Kata Kunci: Perkembangan Tari Gandrung, Gandrung BanyuwangiAbstractGandrung Dance is a typical dance city Banyuwangi as the icon of the city, Gandrung dance is used as the forerunner of the flourishing dance art in Banyuwangi. Gandrung Dance existed since the Dutch colonial era as evidence of the defence of Banyuwangi community against colonizers. Gandrung Dance Art is growing and undergoing renewal, especially the makeup used. The research aims to find out: 1) The development of the Gandrung dance makeup since the years 1960 to 2019, and 2)know accessories and clothing used in the dance Gandrung Banyuwangi. This type of research is a qualitative descriptive. Data collection techniques include semi-structural interviews, sketchy observations, and documentation. The results of the study can be described as follows: 1) from 1960 to 1970 using simple and natural-made cosmetics, a black-coloured, atal-yellow eyebrow, charcoal and red-colored lipstick from the paper Kelobot. 2) years 1970 to 1980 the existence of the foundation brand Kelly, powder brand Viva, eyeliner and eyeshadow made from the deposition of kerosene lamps. 3) years 1980 to 1990 eyeliner and eyebrow is made of pencil, there is a red color of the brand queen Ayu and Sariayu. 4) Year 1990 to 2000 use of eyeshadow color red, black, white, and gold according to the distinctive color of Banyuwangi. There is a technique to emphasize the color of eyeshadow. 5) years 2005 to 2010 use of solid powder, eyeshadow color adjusting the clothing and the presence of false eyelashes. 6) year 2015 to 2019 of the technique of conturing, cut return technique on eyeshadow application and the use of Shimer, 3) used accessories named Omprog is made of gold-colored leather and has the characteristic of a puppet character Ontoseno, 4) Banyuwangi Gandrung fashion components consist of the above Ilat-ylates, Otok, shoulder kelat, Ebok, Samir, belts, scarves or sampurs, fan and socks.Keywords: Progression of Gandrung Dance, Gandrung Banyuwangi
KAJIAN TATA RIAS TARI GANDRUNG BANYUWANGI AGE SELINTA, FABE; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTari gandrung merupakan tarian khas kota Banyuwangi yang dijadikan sebagai ikon kota, tari gandrung digunakan sebagai cikal bakal seni tari yang berkembang di Banyuwangi. Tari gandrung ada sejak zaman penjajahan Belanda sebagai bukti pembelaan masyarakat Banyuwangi terhadap penjajah. Kesenian tari gandrung semakin berkembang dan mengalami pembaharuan khususnya tata rias yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) perkembangan tata rias tari gandrung sejak tahun 1960 hingga 2019 dan 2) mengetahui aksesoris serta busana yang digunakan pada tari gandrung Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi struktur, observasi tersamar, dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat diuraikan sebagai berikut: 1) pada tahun 1960 hingga 1970 menggunakan kosmetik sederhana dan berbahan alami, alas bedak atal berwarna kuning langsat, alis dari arang dan lipstik berwarna merah dari kertas kelobot. 2) tahun 1970 hingga 1980 adanya foundation merk Kelly, bedak tabur merk Viva, eyeliner dan eyeshadow terbuat dari endapan lampu minyak tanah. 3) tahun 1980 hingga 1990 eyeliner dan alis berbentuk pensil, adanya blushon warna merah merk Ratu Ayu dan Sariayu. 4) tahun 1990 hingga 2000 penggunaan eyeshadow warna merah, hitam, putih, dan emas sesuai warna khas Banyuwangi. Adanya teknik untuk mempertegas warna eyeshadow. 5) tahun 2005 hingga 2010 penggunaan bedak padat, warna eyeshadow menyesuaikan busana dan adanya bulu mata palsu. 6) tahun 2015 hingga 2019 adanya teknik conturing, teknik cut crease pada aplikasi eyeshadow dan penggunaan shimer, 3) aksesoris yang digunakan bernama omprog terbuat dari kulit berwarna emas dan memiliki ciri khas tokoh wayang Ontoseno, 4) komponen busana tari gandrung Banyuwangi terdiri dari ilat-ilat atas, otok, kelat bahu, ebok, samir, sabuk, selendang atau sampur, kipas, dan kaos kaki. Kata Kunci: Perkembangan Tari Gandrung, Gandrung BanyuwangiAbstractGandrung Dance is a typical dance city Banyuwangi as the icon of the city, Gandrung dance is used as the forerunner of the flourishing dance art in Banyuwangi. Gandrung Dance existed since the Dutch colonial era as evidence of the defence of Banyuwangi community against colonizers. Gandrung Dance Art is growing and undergoing renewal, especially the makeup used. The research aims to find out: 1) The development of the Gandrung dance makeup since the years 1960 to 2019, and 2)know accessories and clothing used in the dance Gandrung Banyuwangi. This type of research is a qualitative descriptive. Data collection techniques include semi-structural interviews, sketchy observations, and documentation. The results of the study can be described as follows: 1) from 1960 to 1970 using simple and natural-made cosmetics, a black-coloured, atal-yellow eyebrow, charcoal and red-colored lipstick from the paper Kelobot. 2) years 1970 to 1980 the existence of the foundation brand Kelly, powder brand Viva, eyeliner and eyeshadow made from the deposition of kerosene lamps. 3) years 1980 to 1990 eyeliner and eyebrow is made of pencil, there is a red color of the brand queen Ayu and Sariayu. 4) Year 1990 to 2000 use of eyeshadow color red, black, white, and gold according to the distinctive color of Banyuwangi. There is a technique to emphasize the color of eyeshadow. 5) years 2005 to 2010 use of solid powder, eyeshadow color adjusting the clothing and the presence of false eyelashes. 6) year 2015 to 2019 of the technique of conturing, cut return technique on eyeshadow application and the use of Shimer, 3) used accessories named Omprog is made of gold-colored leather and has the characteristic of a puppet character Ontoseno, 4) Banyuwangi Gandrung fashion components consist of the above Ilat-ylates, Otok, shoulder kelat, Ebok, Samir, belts, scarves or sampurs, fan and socks.Keywords: Progression of Gandrung Dance, Gandrung Banyuwangi
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
STRATEGI PEMASARAN DI NURAYYA SALON DAN SPA MUSLIMAH SURABAYA HAFDARA MAGHFIROH, SITI; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan oleh Nurayya Salon. Penelitian ini termasuk penelitian dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan adalah owner, pegawai dan konsumen. Teknik analisis data dengan cara mengorganisasikan data kedalam reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan uji kredibilitas. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Strategi pemasaran fokus pada empat komponen yaitu: segmentasi pasar dengan pemilihan salon khusus muslimah. Target pasar yang dipilih yaitu muslimah kalangan menengah atas. Posisi pasar di tengah kota, pusat keramaian, pusat kegiatan islami, pusat pemerintahan, area kampus dan perumahan mewah. Bauran pemasaran dengan menyesuaikan produk yang ditawarkan, harga, tempat dan promosi. Strategi promosi secara offline marketing dan digital marketing. Digital marketing merupakan strategi unggulan yang dapat menarik konsumen untuk memilih jasa salon muslimah pada Nurayya Salon dan Spa Muslimah Surabaya. Kata Kunci: Strategi Pemasaran, Salon Muslimah, Digital Marketing. Abstract This study aims to determine the marketing strategy adopted by Nurayya Salon. This research is a qualitative descriptive study. Data collection techniques with interviews, observation and documentation. Informants are owners, employees and consumers. Data analysis techniques by organizing data into data reduction, data presentation, drawing conclusions and credibility tests. The data analyzed by using SWOT analyze (Strenghts, Weakness, Opportunities, Threats). The results showed that: The marketing strategy focused on four components, namely: market segmentation by selecting Muslim salons. The target market chosen is middle-class Muslim women. Market position in the city center, downtown, Islamic activity center, government center, campus area and luxury housing. Marketing mix by adjusting offered products, prices, places and promotions. Promotion strategies for offline marketing and digital marketing. Digital marketing is a superior strategy that can attract consumers to choose Muslim salon services at Nurayya Salon and Spa Muslimah Surabaya. Keywords : Marketing strategy, muslimah salon, digital marketing.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI MEDIA PEMASARAN TERHADAP PRODUK NURAYYA SAMPO DANDRUFF TANPA KANDUNGAN SLS RIESTIAN R, BERLIANA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media sosial sudah menjadi hal pokok dalam penyampaian informasi, memperkenalkan produk dan adanya media sosial dapat digunakan sebagai sarana pemasaran produk kepada masyarakat khususnya konsumen. Nurayya Salon & Spa Muslimah memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran online untuk mempengarui daya beli konsumen. Sampo merupakan produk kecantikan yang dipergunakan oleh seluruh lapisan masyarakat, sampo memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan juga kebersihan rambut. Nurayya memproduksi sebuah sampo yang diberi nama Nurayya Sampo Dandruff Tanpa Kandungan SLS (Sodium Lauryl Sulphate). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Intensitas akses media sosial sebagai alat pemasaran produk pada Nurayya Shampo Dandruff (2) Media sosial apa saja yang digunakan oleh Nurayya sebagai alat pemasaran produk (3) Peran media sosial bagi Nurayya untuk mempromosikan produk Nurayya Sampo Dandruff. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara kepada pemilik dari Nurayya. Hasil penelitian menunjukan bahwa media sosial adalah sesuatu yang pokok dalam melaksanakan promosi dalam media pemasaran. Media pemasaran yang digunakan dalam pemasaran produk adalah Instagram, Whatsapp, Facebook dan Fanspage dengan adanya konten dapat menarik konsumen agar melakukan pembelian terhadap apa yang kita tampilkan. Kata Kunci: Media Sosial, Media Pemasaran, Nurayya Sampo Dandruff. Abstract Social media has become the main thing in the delivery of information, introducing products and the presence of social media can be used as a means of marketing products to the public, especially consumers. Nurayya Salon & Spa Muslimah utilizes social media as an online marketing tool to influence consumer purchasing power. Shampoo is a beauty product that is used by all walks of life, shampoo has an important role in maintaining health as well as hair hygiene. Nurayya produces a shampoo called Nurayya Sampo Dandruff without the content of SLS (Sodium Lauryl Sulphate). This study aims to determine (1) Intensity of social media access as a product marketing tool in Nurayya Shampoo Dandruff (2) What social media is used by Nurayya as a product marketing tool (3) The role of social media for Nurayya to promote Nurayya Sampo Dandruff products. This research is a qualitative analysis by taking data through interviews with the owner of Nurayya. The results showed that social media is an important thing in promoting media marketing. The marketing media used in product marketing are Instagram, Whatsapp, Facebook and Fanspage with the content that can attract consumers to make purchases of what we display .Keywords: Social Media, Makteting Media, Nurayya Shampo Dandruff