cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 381 Documents
PENGUASAAN TATA RIAS WAJAH FOTO BERWARNA MELALUI PELATIHAN PADA KOMUNITAS GAURI HIJAB MODEL SURABAYA ANABELLA AFANDARI ELY, CATHELIA; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tata rias wajah foto berwarna digunakan dalam kegiatan sesi foto. Berdasarkan hasil observasi awal pada sesi foto Gauri Hijab Model Surabaya ditemui beberapa kekurangan yaitu penggunaan eyeshadow, highlighter, serta managemen waktu dan dana. Hal ini menimbulkan permasalahan untuk hasil sesi foto yang optimal. Berdasarkan hasil wawancara dengan pengurus tim diharapkan adanya pelatihan tata rias wajah foto. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan pelatihan, 2) peningkatan keterampilan, dan 3) respon peserta pelatihan tata rias wajah foto. Jenis penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Subyek penelitian 30 orang anggota komunitas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes kineija, dan angket. Teknik analisis data menggunakan tes rata-rata dan uji-t dengan hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pelatihan memperoleh nilai rata-rata 3,78 (sangat baik). Peningkatan keterampilan memperoleh nilai rata-rata pretest 46,53 dan posttest 81?47, dengan hasil uji-t menunjukkan taraf signifikan 0,000<0,05 sehingga dapat dinyatakan terdapat peningkatan yang signifikan antara pretest dan posttest. Rata-rata respon keseluruhan memperoleh nilai 93,3% (sangat baik) sesuai dengan referensi penelitian. Disimpulkan bahwa pelatihan tata rias wajah foto dapat meningkatkan keterampilan merias wajah foto pada komunitas Gauri Hijab Model Surabaya
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN PACAR (LAWSONIA INERMIS LINN) DAN KOPI GULA (COFFEE SUGAR) TERHADAP HASIL ORGANOLEPTIK HENNA ANGGRAENI REZA, BAHLA; KECVARA PRITASARI, OCTAVERINA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Henna adalah daun kering dan bubuk dari semak hijau kerdil Lawsonia inermis, anggota keluarga Lythraceae. Tanaman pacar tumbuh subur di iklim kering. Arab Saudi, Iran, Sri Lanka, India, Mesir dan Sudan adalah produsen utama. Henna adalah pewarna kulit alami atau suatu bentuk seni tubuh yang sering dilakukan oleh para wanita. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengaruh penggunaan daun pacar (Lawsonia Inermis Linn) dan Kopi Gula (Coffee Sugar) terhadap hasil organoleptik henna yang meliputi kekentalan, tekstur, warna dan tingkat kesukaan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah proporsi daun pacar dan kopi yaitu dengan perbandingan ?? = 3 gram daun pacar dan 15 ml kopi gula, ?? = 5 gram daun pacar dan 20 ml kopi gula dan ?? = 6 gram daun pacar dan 20 ml kopi gula. Variabel Terikat dari penelitian ini adalah sifat organoleptik yang meliputi kekentalan, tekstur, warna dan tingkat kesukaan panelis. Pengumpulan data dengan metode observasi yang dilakukan oleh 30 panelis dan analisis data menggunakan anova tunggal dengan bantuan program SPSS versi 21 terdapat pengaruh penggunaan daun pacar dan kopi gula terhadap hasil jadi organoleptik henna ditinjau dari kekentalan dengan nilai Fhitung sebesar 14,510 dan nilai signifikan 0,000; tekstur dengan nilai Fhitung sebesar 10,179 dan nilai signifikan 0,000; warna dengan nilai Fhitung sebesar 12,658 dan nilai signifikan 0,000; dan tingkat kesukaan panelis dengan nilai Fhitung sebesar 8,489 dan nilai signifikan 0,000. Hasil penelitian berdasarkan nilai dari seluruh aspek penilaian X1 memiliki rata-rata 3,10; X2 memiliki rata-rata 2,74; X3 memiliki rata-rata 2,63. Kata Kunci : Henna, daun pacar, ekstrak kopi gula dan sifat organoleptik ABSTRACT Henna is the dried and powdered leaf of the dwarf evergreen shrub Lawsonia inermis, a member of the family Lythraceae. The henna plant thrives in arid climates. Saudi Arabia, Iran, Sri Lanka, India, Egypt and the Sudan are its major producers. Henna is a natural skin coloring or a form of body art that is often done by women. The purpose of this study was to determine the effect of the use of henna (Lawsonia Inermis Linn) and Sugar Coffee (Sugar Coffee) on organoleptic henna results including thickness, texture, color and liking. This type of research is experimental. The independent variable in this study was the proportion of henna and coffee leaves, with a ratio of ?? = 3 grams of henna leaf and 15 ml of coffee sugar, ?? = 5 grams of henna leaf and 20 ml of sugar coffee and ?? = 6 grams of henna leaf and 20 ml of sugar coffee . The dependent variable of this study is the organoleptic trait which includes thickness, texture, color and panelist preference level. Data collection by observation method carried out by 30 panelists and data analysis using a single ANOVA with the help of SPSS version 21 there is an influence of the use of henna leaves and sugar coffee on the results of finished organoleptic henna in terms of thickness with a Fcount value of 14.510 and a significant value of 0.000; texture with Fcount value of 10.179 and significant value of 0.000; color with a calculated F value of 12,658 and a significant value of 0,000; and the panelist preference level with a Fcount value of 8.489 and a significant value of 0.000. The results of the study based on values ??from all aspects of X1 assessment had an average of 3.10; X2 has an average of 2.74; X3 has an average of 2.63. Keywords : henna, henna leaf, coffee sugar extract and organoleptic properties
KAJIAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) DALAM KOMPETENSI DASAR TATA RIAS WAJAH SEHARI-HARI DI KELAS X SMK KECANTIKAN VITA SAPNA SARI, AL; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pesatnya perkembangan kurikulum di Indonesia membuat bahan ajar LKS menjadi LKPD. Lembar kegiatan peserta didik (LKPD) merupakan salah satu bahan ajar alternatif yang dapat digunakan oleh guru untuk membantu dan mempermudah kegiatan pembelajaran serta membentuk interaksi yang efektif antara peserta didik dan guru, sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan kemandirian peserta didik selama kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan lembar kegiatan peserta didik dalam kompetensi dasar tata rias wajah sehari-hari. Jenis penelitian ini adalah pre experiment design dengan metode pengumplan data wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunan bahan ajar LKPD berbasis scientific approach dalam kompetensi dasar tata rias wajah sehari-hari mempermudah dan membantu dalam kegiatan proses pembelajaran, sehingga meningkatkan aktivitas peserta didik serta menjadikan peserta didik lebih interaktif dan komunikatif dalam proses pembelajaran. Pengambaran sikap aktif dan interatif peserta didik dapat dilihat saat proses belajar mengajar. Ditunjang dengan cara berfikir kritis peserta didik dalam memecahkan masalah secara individu maupun kelmpok. Kata Kunci : LKPD, scientific approach , Tata Rias Abstract The rapid development of the curriculum in Indonesia makes teaching materials LKS become LKPD. Student activity sheet (LKPD) is one alternative teaching material that can be used by teachers to help and facilitate learning activities and form effective interactions between students and teachers, so as to increase the activities and independence of students during teaching and learning activities. This study aims to describe the student activity sheets in the basic competencies of daily makeup. This type of research is a pre-experimental design with interview data collection methods. The results of this study indicate that the use of LKPD teaching materials based on scientific approach in the basic competencies of daily makeup is simplifying and helping in the learning process activities, thereby increasing the activities of students and making students more interactive and communicative in the learning process. The depiction of active and interactive attitudes of students can be seen during the teaching and learning process. Supported by students critical thinking in solving problems individually and in groups. Keywords: LKPD, scientific approach, make-up
PENERAPAN MEDIA AUDIO DAN VISUAL DALAM PEMBELAJARAN MAKEUP FANTASI BAGI SISWA TATA KECANTIKAN SMK Kartinasari, Naruzi; DWIYANTI, SRI
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan media audio dan visual dalam pembelajaran makeup fantasi bagi siswa tata kecantikan SMK berdasarkan studi literatur media dan argumentasi penulis media ini efektif digunakan. Media dapat diartikan sebagai suatu bentuk dan saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi, sedangkan media audio dan visual merupakan saluran yang digunakan untuk menyampaikan sebuah informasi melalui audio (suara) dan visual (gambar). Makeup fantasi salah satu mata pelajaran yang terdapat pada kurikulum jurusan tata kecantikan. Banyak metode yang disajikan dalam kurikulum Kementrian Pendidikan tetapi berbagai media tersebut belum tentu cocok dengan mata pelajaran yang ada, sehingga pengajar harus kreatif dan inovatif dalam menentukan media yang sesuai. Heterogenitas yang ada dalam kelas menjadi sebuah tantangan tersendiri untuk para pengajar dalam menyampaikan materi sehingga penerapan pembelajaran sangat membantu untuk tercapainya tujuan-tujuan dari mata pelajaran tersebut. Media audio dan visual ini sangat cocok diterapkan di mata pelajaran makeup fantasi karena dapat membangun afektif, kognatif dan keterampilan siswa sehingga membangun interest saat pembelajaran. Jika dibandingkan dengan media cetak, media ini lebih menarik dengan berbagai referensi yang dapat dilihat dan didengar. Penerapan ini erat dengan karakter millenial zaman sekarang dengan berbagai sumber dan akses yang yang luas seperti youtube, pinterest, media sosial dan lain sebagainya. Media audio dan visual ini mudah digunakan akan tetapi memerlukan biaya tambahan untuk perlengkapan penunjang audio dan visual. Dewasa ini, faktor tekonologi bukan menjadi masalah untuk menunjang pembelajaran di SMK. Hal ini dapat dilihat dari smartphone yang dimiliki pengajar maupun siswa dapat digunakan untuk menunjang media ini. Bentuk penerapan media audio dan visual ini yaitu langsung memberikan literatur didepan kelas dengan menggunakan layar proyektor dan penugasan secara mandiri maupun kelompok. Dengan media ini dapat menunjang kretifitasan siswa dalam menciptakan karya makeup fantasi dengan berbagai model yang sesuai. Tujuan artikel adalah untuk mengetahui 1) media pembelajaran audio dan visual dalam pembelajaran makeup fantasi, 2) kelebihan dan kelemahan media pembelajaran audio dan visual. Berdasarkan hasil studi literatur dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran media audio dan visual pada makeup fantasi di SMK dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa serta dapat meningkatkan motivasi, kreatif siswa dalam kegiatan pembelajaran.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK PADA KOMPETENSI DASAR SANITASI BIDANG KECANTIKAN DI KELAS X SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Nawanksari, Septiari; , MASPIYAH
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick adalah belajar kelompok yang menggunakan stick dan lagu nasionalisme sebagai media peserta didik untuk menyatakan pendapat di sebuah forum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) keterlaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK, 2) hasil belajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK. Jenis penelitian yang digunakan adalah Pre Eksperimental dengan rancangan penelitian one shoot case study. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes hasil belajar. Sasaran penelitian siswa kelas X SMK Berbudi sejumlah 9 orang. Hasil penelitian ini yaitu: 1) keterlaksanaan sintaks model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK yaitu : kegiatan pembuka rata-rata 3,5 dengan kriteria sangat baik, kegiatan inti rata-rata 3,93 dengan kriteria sangat baik, dan kegiatan penutup rata-rata 4 dengan kriteria sangat baik, 2) hasil belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick pada kompetensi dasar sanitasi bidang kecantikan di kelas X SMK yaitu : nilai tertinggi adalah 96 dan nilai terendah adalah 78. Nilai rata-rata kelas adalah 85,56. Ketuntasan secara klasikal 100% yang berarti pencapaian nilai siswa di atas KKM. Kata kunci: model pembelajaran kooperatif, talking stick, sanitasi bidang kecantikan
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD KOMPETENSI DASAR MIKROORGANISME BIDANG KECANTIKAN Arfikum Anna, Nurizza; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModel pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) merupakan cara atau startegi yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif dengan metode ceramah, pertanyaan, tanya jawab dan diskusi yang beranggotakan 3 sampai 4 peserta didik. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, mempelajari dan memahami suatu materi yang diberikan, serta dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji/ mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku dan jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) adalah model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menjadikan peserta didik lebih mudah dalam mengingat materi yang disampaikan. Kata Kunci: Kooperatif Tipe STAD, Mikroorganisme terkait Bidang Kecantikan ABSTRACTThe STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model is a method or strategy used in cooperative learning with lecture, question, answer and question methods consisting of 3 to 4 students. The STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model makes students active in the learning process, learning and understanding a given material, and in communicating. The purpose of this research is to study / describe the application of STAD type cooperative learning models with the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This research is a literature study that discusses the application of the STAD type cooperative learning model of basic competencies related to the field of beauty microorganisms. Data collection is done by collecting related books and journals for later reading and review. The results showed that the application of the STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model was a good learning model to be applied to the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This can be seen from the many learning theories that support STAD type cooperative learning and make it easier for students to remember the material presented. Keywords: Cooperative Type STAD , Microorganism related to Beauty
KAJIAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD KOMPETENSI DASAR MIKROORGANISME BIDANG KECANTIKAN Arfikum Anna, Nurizza; PUSPITORINI, ARITA
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKModel pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) merupakan cara atau startegi yang digunakan dalam pembelajaran kooperatif dengan metode ceramah, pertanyaan, tanya jawab dan diskusi yang beranggotakan 3 sampai 4 peserta didik. Model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, mempelajari dan memahami suatu materi yang diberikan, serta dalam berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji/ mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Penelitian ini merupakan studi literatur yang membahas tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku dan jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Divisions) adalah model pembelajaran yang baik untuk diterapkan pada kompetensi dasar mikroorganisme terkait bidang kecantikan. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung pembelajaran kooperatif tipe STAD dan menjadikan peserta didik lebih mudah dalam mengingat materi yang disampaikan. Kata Kunci: Kooperatif Tipe STAD, Mikroorganisme terkait Bidang Kecantikan ABSTRACTThe STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model is a method or strategy used in cooperative learning with lecture, question, answer and question methods consisting of 3 to 4 students. The STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model makes students active in the learning process, learning and understanding a given material, and in communicating. The purpose of this research is to study / describe the application of STAD type cooperative learning models with the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This research is a literature study that discusses the application of the STAD type cooperative learning model of basic competencies related to the field of beauty microorganisms. Data collection is done by collecting related books and journals for later reading and review. The results showed that the application of the STAD (Student Team Achievement Divisions) cooperative learning model was a good learning model to be applied to the basic competencies of microorganisms related to the beauty field. This can be seen from the many learning theories that support STAD type cooperative learning and make it easier for students to remember the material presented. Keywords: Cooperative Type STAD , Microorganism related to Beauty
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.
KAJIAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA KOMPETENSI DASAR MENERAPKAN KESELAMATAN KERJA BIDANG KECANTIKAN Margarina Dewi, Frida; YESI WILUJENG, BIYAN
Jurnal Tata Rias Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda. Dalam penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TGT dapat mengetahui: 1) keterlaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja, 2) keaktifan siswa selama proses pembelajaran,3) peningkatan hasil belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran tipe TGT pada pengetauan keselamatan kerja, 4) respon siswa setelah pelaksanaan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) pada kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal terkait untuk kemudian dibaca dan dikaji. Setelah data terkumpul, dilakukan pengujian dan perbandingan data yang ditemukan. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja merupakan model yang sangat baik digunakan dalam kompetensi dasar menerapkan keselamatan kerja. Hal ini terlihat dari banyaknya teori belajar yang mendukung model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament) serta siswa menjadi lebih mudah mengingat teori yang disampaikan. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif tipe TGT, Keselamatan Kerja, bidang kecantikan Abstract The TGT (Team Games Tournament) cooperative learning model is a type of cooperative learning that places students in study groups of 5 to 6 students who have different abilities, genders, syllables or races. The purpose of this study is to find out : 1) the implementation of the TGT cooperative learning model on te basic competencies of implementing occupational safety, 2) the activeness of students during te learning process, 3) te improvement of student learning outcomes after participating in the TGT learning in work safety knowledge, 4) student responses after implementing te learning process. The purpose of this study is to examine the literature on te aplplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative lerning model on basic occuptional safety competencies. Data collection is carried out by collecting related books and journals for later reading and review. After te data has been collected, testing and comparison of the data found. The data analysis technique was carried out qualitatively by citing appropriate opinions. The result showed that the application of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model was an excellent model used in basic occupational safety competencies as a very good model used in basic occupational safety competencies. This is evident from te many learning teories tat support the aplication of the TGT (Team Games Tournament) type of cooperative learning model and students become easier to remember te theory presented. Keywords: TGT (Team Games Tournament) type of Cooperative Learning Model, Basic Competence for Applying Work Safety.