cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Boga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS BAHAN MAKANAN DARI UNGGAS DAN HASIL OLAHNYA PADA SISWA KELAS X SMKN 1 BUDURAN SIDOARJO WISENO WAHYU AJI, PANDHU
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Problem Based Learning (PBL) sebuah model pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang peserta didik untuk belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterlaksanaan sintak model pembelajaran, hasil belajar, dan respon siswa dalam penerapan PBL pada kompetensi dasar menganalisis bahan makanan dari unggas dan hasil olahnya pada siswa kelas X di SMKN 1 Buduran Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, dengan desain eksperimen Two-Group Pretest-Postest Design. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi untuk mengamati pelaksanaan PBL dan hasil belajar keterampilan berpikir kritis, tes untuk mengetahui hasil belajar kognitif , serta angket untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan PBL. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas X Jasa Boga 2 dengan jumlah 27 siswa sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X Jasa Boga 3 dengan jumlah 24 siswa sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data hasil belajar menggunakan uji ANAVA satu arah (ANOVA one way) dengan Software IBM SPSS Statistic 24 dan analisis respon siswa menggunakan persentase. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan sintak PBL termasuk dalam kategori sangat baik. (2) Penerapan PBL berpengaruh terhadap hasil belajar kognitif dan keterampilan berpikir kritis kompetensi dasar menganalisis bahan makanan dari unggas dan hasil olahnya pada siswa kelas X di SMKN 1 Buduran Sidoarjo. (3) Respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan PBL menunjukkan respon positif dengan rata-rata persen respon keseluruhan pertanyaan mencapai 89,26% (sangat baik). Kata kunci : problem based learning, hasil belajar, respon siswa Abstract Problem Based Learning (PBL) a model learning that presents contextual problems that stimulate participants students to study. This study aims to determine the syntax implementation of learning models, learning outcomes, and student responses in the application of PBL on the basic competencies of analyzing food ingredients from poultry and their results on students of class X in SMK 1 Buduran Sidoarjo. This type of research is quasi-experimental, with experimental design Two-Group Pretest-Postest Design. The data collection technique uses an observation method to observe the implementation of PBL and the results of learning critical thinking skills, tests to find out cognitive learning outcomes, and questionnaires to determine student responses to PBL implementation. Subjects in this study were students of class X Hospitality 2 with a number of 27 students as an experimental class and class X Hospitality 3 by the number of grade 24 students as control.The technique of analyzing learning data uses a one-way ANOVA test with IBM SPSS Statistic Software 24 and analysis of student responses using percentages. The results of the analysis of research data show that (1) the implementation of PBL syntax included in the excellent category. (2) Implementation of PBL experienc influenced to the cognitive learning and critical thinking skills to analyze the basic competence of poultry and food ingredients in class X in SMK 1 Buduran Sidoarjo.(3) Students responses to the learning process with PBL showed a positive response with an average percent of responses to the overall question reaching 89.26% (very good). Keywords: problem based learning, student learning outcomes, student response
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG TIWUL TAWAR INSTAN DAN JENIS SHORTENING TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KUE LAPIS SURABAYA (LAYER CAKE) AJENG TSALASZA ZAIN, CANDA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kue lapis Surabaya disebut juga layer cake adalah jenis cake yang terdiri atas beberapa lapisan kuning coklat kuning dengan selai sebagai perekatnya. Kue lapis Surabaya terbuat dari tepung terigu, gula, telur, shortening, baking powder, dan emulsifier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pengaruh substitusi tepung tiwul tawar instan dan jenis shortening terhadap sifat organoleptic kue lapis Surabaya meliputi warna, tekstur, pori-pori, aroma, rasa dan tingkat kesukaan, 2) kandungan gizi pada produk terbaik kue lapis Surabaya tiwul dari uji organoleptic meliputi karbohidrat, protein, lemak, kalsium, serat, fosfor, dan kandungan air. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain factorial 3x2, dimana variable bebas adalah proporsi tepung tiwul tawar instan:jenis shortening. Tepung tiwul tawar instan 50%:margarin. Tepung tiwul tawar instan 50%:mentega. Tepung tiwul tawar instan 75%:margarin. Tepung tiwul tawar instan 75%:mentega. Tepung tiwul tawar instan 100%:margarin. Tepung tiwul tawar instan 100%:mentega. Variable terikat penelitian ini adalah warna, tekstur, pori-pori, aroma, rasa dan tingkat kesukaan. Teknik pengambilan data adalah observasi melalui uji organoleptik, yang dilakukan oleh 15 panelis terlatih dan 15 panelis semi terlatih. Analisis data hasil uji organoleptik menggunakan uji anava ganda dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil terbaik kue lapis Surabaya selanjutnya dilakukan uji kandungan gizi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Substitusi tepung tiwul tawar berpengaruh nyata terhadap warna, tekstur, pori-pori, dan rasa, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan tingkat kesukaan. Sedangkan jenis shortening berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, rasa, dan tingkat kesukaan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pori-pori dan tekstur, 2) Kandungan gizi kue lapis Surabaya tiwul berdasarkan uji laboratorium melalui uji proksimat menunjukkan hasil karbohidrat 53,48%, protein 8,46%, lemak 3,74%, kalsium 68,16 mg, serat 3,74%, fosfor 96,14 mg, dan air 28,24%. Kata Kunci: Kue lapis Surabaya, tepung tiwul tawar instan, shortening Abstract Surabaya layer cake is a type of cake consists of several layers of yellow-brown-yellow with jam as the adhesive. Surabaya layer cake made of flour, sugar, eggs, shortening, baking powder, and emulsifiers. This study aims to determine 1) The influence of tiwul plain instant flour substitution and type of shortening on organoleptic properties of Surabaya layer cake include color, texture, pores, aroma, taste and preference level, 2) The nutrient content of the best Surabaya tiwul layer cake include carbohydrates, protein, fat, calcium, fiber, phosphorus, and water content. This research is an experimental study with a 3x2 factorial design, where the independent variable was the proportion of tiwul plain instant flour: the type of shortening. 50% tiwul plain instant flour: margarine. Instant fresh flour 50% tiwul plain instant flour: butter. 75% tiwul plain instant flour: margarine. 75% tiwul plain instant flour: butter. 100% tiwul plain instant flour: margarine. 100% tiwul plain instant flour: butter. The dependent variable of this study is the color, pores, aroma, texture, taste and preference level. Data collection technique used an observation sheet by organoleptic tests conducted by 15 trained panelists and 15 semi-trained panelists. Data analysis from organoleptic test results using multiple anava test and continued with Duncan test. The best product results of the Surabaya layer cake then tested for nutrient content. The results showed 1) proportion of tiwul plan instant flour significantly affected color, texture, pores, and taste, but did not significantly affect aroma and level of preference. While the type of shortening has a significant effect on color, aroma, taste, and level of preference, but does not significantly affect the pores and texture, 2) The best nutritional content of Surabaya layer cake were 50% instant fresh tiwul flour with a type of shortening butter. Based on the results of laboratory tests in the form of a proximate chemical content test namely carbohydrate 53.48%, protein 9.46%, fat 3.74%, calcium 68.1 mg, fiber 3.74%, phosphorus 96.14 mg, and water 28.24% . Keywords: Surabaya Layer Cake, Tiwul Plain Instant Flour, Shortening.
HUBUNGAN PRESTASI BELAJAR MATA KULIAH BERMUATAN KEWIRAUSAHAAN DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN TATA BOGA JURUSAN PENDIDIKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA DWI CANDRA, RICKO
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Edukasi kewirausahaan sangat dibutuhkan mahasiswa agar dapat berwirausaha dan mengurangi masalah pengangguran di negeri ini. Tujuan penelitian ini 1) Untuk mengetahui prestasi belajar Mahasiswa Prodi S1 Pendidian Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya; 2) Untuk mengetahui minat wirausaha Mahasiswa Prodi S1 Pendidian Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya; 3) Untuk mengetahui adanya hubungan antara prestasi belajar mata kuliah bermuatan kewirausahaan dengan minat berwirausaha mahasiswa Prodi S1 Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya. Metode penelitian yang digunakan menggunakan penelitian kuantitatif. Jumlah responden sebanyak 49 mahasiswa program Studi S1 Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya 2013. Data dikumpulkan melalui dokumentasi siakad.unesa.ac.id dan kuisioner minat berwirausaha. Selanjutnya data diolah menggunakan SPSS dengan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Rata-rata prestasi belajar mahasiswa mata kuliah bermuatan kewirausahaan dalam katagori Baik; 2) Rata ? rata skor minat berwirausaha mahasiswa dalam kategori baik; 3) tidak ada hubungan yang signifikan antara prestasi belajar mata kuliah bermuatan kewirausahaan dengan minat berwirausaha mahasiswa. Abstract Entrepreneur education is needed by student for being entrepreneur. It can decrease the high unemployement rate problem. The objective of this study are 1) to describe entrepreneur courses achievement among students in Culinary Education Program, Faculty of Engineering, The State University of Surabaya 2) to describe entrepreneurial intention among students in Culinary Education Program, Faculty of Engineering, The State University of Surabaya 3) to analyze the relationship between entrepreneur courses achievement and entrepreneurial intention among students in Culinary Education Program, Faculty of Engineering, The State University of Surabaya. This quantitavive study was attended by 49 students from Culinary Education Program, Faculty of Engineering, The State University of Surabaya 2013. Data was collected from siakad.unesa.ac.id documentation and entrepreneurial intention questionnaire. Data was analyzed using SPSS software with Pearson corelation test. The results are 1) the average of entrepreneur courses achivement among student in Culinary Education Program, Faculty of Engineering, The State University of Surabaya is good 2) the average of entrpereneurial intention score among student in Culinary Education Program, Faculty of Engineering, The State University of Surabaya is good 3) there is no significant correlation between entrepreneur courses achivement and entrpereneurial intention among student in Culinary Education Program, Faculty of Engineering, The State University of Surabaya. Keywords: Entrepreneurship, education, intention
PENGARUH SUBSTITUSI PUREE KACANG TUNGGAK ( VIGNA UNGUICULATA L.WALP) DAN JUMLAH AIR TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK FRENCH BAGUETTE (ROTI PERANCIS) RARA GUVITHA, DEVY
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

French baguette adalah produk roti berbentuk lonjong yang berasal dari Perancis. French baguette kacang tunggak merupakan modifikasi roti yang memanfaatkan puree kacang tunggak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pengaruh substitusi puree kacang tunggak dan jumlah air terhadap sifat organoleptik french baguette; 2) pengaruh interaksi subtitusi puree kacang tunggak dan jumlah air terhadap sifat organoleptik french baguette; 3) nilai gizi per 100 gram french baguette kacang tunggak hasil organoleptik terbaik. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan dua variabel bebas yaitu puree kacang tunggak dan jumlah air dengan variabel terikat berupa sifat organoleptik french baguette meliputi warna kerak, ketebalan kerak, tekstur kerak, warna penampang, pori-pori, keempukan, aroma, rasa dan kesukaan. Pengumpulan data menggunakan observasi secara organoleptik yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan uji Anava Two Way dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) substitusi puree kacang tunggak berpengaruh nyata terhadap warna kerak, aroma, rasa dan tingkat kesukaan; 2) Jumlah air berpengaruh nyata terhadap ketebalan kerak, tekstur kerak, pori-pori, keempukan dan tingkat kesukaan; 3) Interaksi substitusi puree kacang tunggak dan jumlah air berpengaruh nyata terhadap warna kerak, ketebalan kerak dan tingkat kesukaan; 4) Nilai gizi french baguette kacang tunggak per 100 gram mengandung protein 13,87%, karbohidrat 51,20%, lemak 2,94%, serat 0,84%, kalsium 392 mg dan kadar air 12,57% dari formula substitusi puree kacang tunggak 25% dan jumlah air 400 gram dengan kriteria warna kerak coklat muda, tekstur renyah, sedikit tebal, berpori kecil merata dengan warna putih kekuningan, sedikit beraroma dan berasa kacang tunggak, serta yang paling disukai. Kata Kunci: french baguette, puree kacang tunggak, sifat organoleptik
PENGARUH PENAMBAHAN JUMLAH KARAGENAN DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIEFERA) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK SOSIS AYAM INDARTI, UMI
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sosis adalah olahan daging yang dibuat dengan cara daging dihaluskan kemudian diberi bumbu dan dimasukkan ke dalam selongsong yang berbentuk bulat panjang. Penelitian ini bertujuan mengetahui kualitas sosis ayam dengan penambahan karagenan dan daun kelor. Dengan penambahan bahan karagenan sebesar 1%, 1,5%, dan 2% dan , bubuk kelor sebesar 1%, 2%, dan 3%, yang ditinjau dari aspek warna, aroma, rasa, tekstur, kekenyalan, dan tingkat kesukaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi dan instrument lembar uji organoleptik dengan 9 sampel, yang diujikan kepada 30 panelis. 15 panelis terlatih (dosen) dan 15 panelis semi terlatih (mahasiswa). Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis anava two way. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Penambahan karagenan berpengaruh terhadap warna dan tidak berpengaruh pada aroma, rasa, tekstur, kekenyalan dan tingkat kesukaan; 2) Penambahan daun kelor berpengaruh terhadap warna,aroma, rasa, tekstur, kekenyalan dan tingkat kesukaan; 3) Interaksi jumlah karagenan dan daun kelor terhadap sifat organoleptik sosis ayam; 4) Jumlah kandungan gizi dari produk terbaik sosis ayam kelor adalah protein sebesar 21.11%, karbohidrat 6.66%, lemak 1,63%, kalsium 499.67mg dan besi 16.38mg; 5) Harga jual sosis kelor yang terbaik per 20 gram Rp 2.000 Kata Kunci: sosis ayam , penambahan, karagenan, dan bubuk kelor. Abstract Sausage is processed meat made by means of mashed meat and then given spices and put into elliptical casings. This study aims to determine the quality of chicken sausage with the addition of carrageenan and Moringa leaves. With the addition of carrageenan ingredients by 1%, 1.5%, and 2%, moringa powder is 1%, 2%, and 3%, which are viewed from aspects of color, aroma, taste, texture, elasticity, and level of preference. Data collection methods used in this study were observation methods and organoleptic test sheet instruments with 9 parameters, which were tested on 30 panelists. 15 trained panelists (lecturers) and 15 semi-trained panelists (students). Furthermore, it was analyzed using anava two way analysis. Los resultados mostraron que: 1) La adición de carragenina tenía un efecto sobre el color y no tenía ningún efecto sobre el aroma, el sabor, la textura, la elasticidad y el nivel de preferencia; 2) Las hojas de Moringa agregadas afectan el color, el aroma, el sabor, la textura, la elasticidad y el nivel de preferencia; 3) Interacción de la cantidad de hojas de carragenina y Moringa a las propiedades organolépticas de la salchicha de pollo; 4) La cantidad de contenido de nutrientes de los mejores productos de la salchicha de pollo Moringa es proteína de 21.11%, carbohidrato 6.66%, grasa de 1.63%, calcio 499.67mg y hierro 16.38mg; 5) El mejor precio de venta de salchichas de Moringa por 20 gramos Rp 2,000 Keywords: chicken sausage , additions, carrageenan, and moringa powder
PENGARUH SUBTITUSI PATI GANYONG (CANNA EDULIS KERR) DAN PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING (CUCURBITA) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK PANGSIT GORENG MUNIROH, HIDAYATUL
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hidayatul Muniroh Program Studi S-1 Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: hidayatulmuniroh81@gmail.com Dra. Lucia Tri Pangesthi, M.Pd Dosen Program Studi Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya Email: luciapangesthi@yahoo.com Abstrak Pangsit goreng ialah salah satu olahan makanan yang terbuat dari komponen tepung terigu, telur, air dan garam yang dibentuk menjadi persegi atau segitiga kemudian digoreng hingga berwarna kuning kecoklatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui 1) pengaruh subtitusi pati ganyong terhadap sifat organoleptik pangsit goreng, 2) pengaruh penambahan labu kuning terhadap sifat organoleptik pangsit goreng, 3) interaksi subtitusi pati ganyong dan penambahan puree labu kuning terhadap sifat organoleptik pangsit goreng, 4) nilai gizi pangsit goreng terbaik meliputi: Energi, Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin A, ?-karoten.Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah faktorial 3×3. Pengambilan data dilakukan dengan cara uji organoleptik sebanyak 30 panelis, yang terdiri dari 10 panelis terlatih dan 20 panelis semi terlatih. Analisis data dilakukan dengan uji anava ganda (two way anava) dan di uji lanjut Duncan untuk menguji perbedaan antar setiap perlakuan. Selanjutnya dilakukan uji kimia untuk mengetahui kandungan gizi pangsit goreng meliputi: Energi, Karbohidrat, Protein, Lemak, Vitamin A, ?-karoten. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) subtitusi pati ganyong tidak berpengaruh pada pangsit goreng yaitu warna, bentuk, aroma, kerenyahan, rasa, dan tingkat kesukaan. 2) Penambahan puree labu kuning berpengaruh terhadap warna, bentuk, rasa, tingkat kesukaan akan tetapi tidak berpengaruh pada aroma dan kerenyahan. 3) Interaksi subtitusi pati ganyong dan penambahan puree labu kuning berpengaruh terhadap warna dan kerenyahan namun tidak berpengaruh pada bentuk, aroma, rasa dan tingkat kesukaan. Berdasarkan kandungan gizi pangsit goreng yang terbaik (prosentase subtitusi pati ganyong 40% dan penambahan puree labu kuning 30%) diperoleh kandungan zat gizi per 100 g meliputi: Energi 398,50 kkal, Karbohidrat 78,82 g, Protein 7,05 g, Lemak 5,61 g, Vitamin A 91,8 mg/100g, ?-karoten 68,6 mg/100g. Kata kunci : Pangsit goreng, pati ganyong, puree labu kuning. Abstract Fried dumplings are one of the processed foods made from components of flour, eggs, water and salt formed into a square or triangle and then fried until golden brown. The purpose of this study was to determine 1) the effect of canna starch substitution on the organoleptic properties of fried dumplings, 2) the effect of adding pumpkin to the organoleptic properties of fried dumplings, 3) the substitution interaction of canna starch and the addition of pumpkin puree to the organoleptic properties of fried dumplings, 4) nutritional value the best fried dumplings include: Energy, Carbohydrates, Proteins, Fat, Vitamin A, ?-carotene. This type of research is an experiment with the research design used is factorial 3 × 3. Data retrieval was carried out by organoleptic tests of 30 panelists, consisting of 10 trained panelists and 20 semi-trained panelists. Data analysis was performed by multiple anava test (two way anava) and Duncans further test to test the differences between each treatment. Furthermore, chemical tests were carried out to determine the nutritional content of fried dumplings including: Energy, Carbohydrates, Proteins, Fat, Vitamin A, ?-carotene. The results of this study indicate that: 1) substitution of canna starch has no effect on fried dumplings namely color, shape, aroma, crispness, taste, and level of preference. 2) The addition of pumpkin puree affects color, shape, taste, level of preference but has no effect on aroma and crispness. 3) The interaction of substitution of canna starch and the addition of pumpkin puree affect color and crispness but have no effect on shape, aroma, taste and level of preference. Based on the nutritional content of the best fried dumplings (the percentage substitution of canna starch 40% and the addition of 30% pumpkin puree) the nutrient content per 100 g included: Energy 398.50 kcal, Carbohydrate 78.82 g, Protein 7.05 g, Fat 5.61 g, Vitamin A 91.8 mg / 100g, ?-carotene 68.6 mg / 100g.Key words: Fried dumplings, canna starch, pumpkin puree.
PENGARUH PENAMBAHAN PUREE UBI CILEMBU (IPOMOEA BATATAS (L). LAM) DAN KARAGENAN TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK ES KRIM LAVRENZA ALMADANIA, SONIA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sonia Lavrenza Almadania S-1 Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya soniaalmadania@mhs.unesa.ac.id Veni Indrawati 1Dosen Program Studi S-1 Tata0Boga Jurusan Pendidikan0Kesejahteraan9Keluarga Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya veniindrawati@unesa.ac.id Abstrak 11Es krim adalah salah2satu hidangan penutup berbahan dasar susu yang banyak mengandung9vitamin, mineral, protein, karbohidrat dan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengaruh penambahan puree ubi cilembu terhadap sifat organoleptik es krim; (2)9pengaruh penambahan karagenan terhadap sifat0organoleptik es krim; (3) pengaruh interaksi penambahan puree ubi cilembu dan karagenan terhadap sifat organoleptik es krim; (4) 2kandungan gizi9vitamin A, karbohidrat, kalsium, serat, lemak, dan protein berdasarkan hasil uji organoleptik es krim terbaik. 5Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain factorial ganda 3x3, penambahan puree ubi cilembu: 20%, 40% dan 60% dan penambahan karagenan 0,5g ; 1g ; 1,5g. Teknik pengambilan data menggunakan oobservasi uji organoleptik yang dilakukan oleh 15 panelis terlatih dan 20 panelis semi terlatih. Analisis data hasil uji organoleptik amenggunakan analisis varian dua jalur (Anava dua jalur) dan uji lanjut Dunca. Hasil penelitian menunjukkan : (1) Penambahan puree ubi Cilembu berpengaruh terhadap sifat organoleptik yang meliputi (warna, aroma, rasa) dan tingkat kesukaan dan tidak berpengaruh terhadap tekstur; (2) Penambahan karagenan berpengaruh terhadap sifat organoleptik yang meliputi (warna, aroma) dan tingkat kesukaan namun tidak0berpengaruh terhadap (rasa dan tekstur); (3) Interaksi penambahan puree ubi Cilembu dan karagenan tidak berpengaruh terhadap sifat organoleptik yang meliputi (warna, aroma, rasa, tekstur) dan tingkat kesukaan; (4) Produk terbaik es krim puree ubi7Cilembu memiliki kandungan gizi yang meliputi vitamin A (mg) 89,65 (iu) 615, karbohidrat 24,28% , kalsium 118,5% , serat 2,81% , lemak 11,65% , protein 8,66% . Kata Kunci: Es Krim, Ubi Cilembu, Karagenan, Penambahan Abstract Ice7cream is one of the dairy-based desserts that contain lots of vitamins, minerals, proteins, carbohydrates and fats. Ice cream is preferred by everyone because of its sweet taste and soft texture. This study aims to determine 1) the effect of adding cilembu yam puree to the organoleptic properties of ice cream, 2) the effect of adding carrageenan on the organoleptic properties of ice cream, 3) the effect of the interaction of the addition of cilembu puree and carrageenan to the organoleptic properties of ice cream, 4) the nutritional content of vitamins A, carbohydrates, calcium, fiber, fat, and protein based on organoleptic test results of the best ice cream. This type of research was an experiment with a 3x3 double factorial design, where the addition of cilembu sweet potato: 20%, 40% and 60% and the addition of carrageenan 0.5g; 1g; 1.5g. The results showed 1) Addition of puree sweet potato Cilembu affect the organoleptic properties which include (color, aroma, taste, and level of preference) and no effect on texture, 2) Addition of carrageenan affects the organoleptic properties which include (color, aroma, level of preference) and no effect on (taste and texture), 3) The interaction of the addition of puree cassava Cilembu and carrageenan had no effect on organoleptic properties including (color, aroma, taste, texture, and preference), 4) The best product of ice cream puree Cilembu yam is product with puree amount of Cilembu sweet potato 60% and carrageenan 1.5g (P3A3) with nutritional content including vitamin A (mg) 89.65 (iu) 615, carbohydrate (%) 24.28, calcium (%) 118.5, fiber (%) 2.81, fat (%) 11.65, protein (%) 8.66. Keywords: ice cream, Ubi Cilembu, carrageenan, addition.
ANALISIS FAKTOR INTERN DAN EKSTERN TERHADAP PRAKTIK HIGIENE SANITASI PENJAMAH MAKANAN DI DAPUR INSTALASI GIZI RUMAH SAKIT DR DARSONO PACITAN NURULITA FIRDAUZIA, MUTYARI
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah : 1) menganalisis praktik higiene sanitasi penjamah makanan di dapur instalasi gizi rumah sakit dr Darsono Pacitan. 2) menganalisis faktor intern dan ekstern terhadap praktik higiene sanitasi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah penjamah makanan berjumlah 10 orang yang bekerja sebagai juru masak. Variabel yang diteliti meliputi praktik higiene sanitasi penjamah makanan dan faktor intern (kesehatan, sikap, pengetahuan) serta ekstern (pendidikan, lingkungan, sosial ekonomi) terhadap praktik higiene sanitasi. Pengambilan data dilakukan dengan observasi, tes pengetahuan dan pengisian kuesioner. Teknik analisis data menggunakan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukan praktik higiene sanitasi penjamah makanan di dapur instalasi gizi rumah sakit dr Darsono Pacitan tergolong sangat baik, dibuktikan dengan hasil observasi selama tiga hari yang menunjukan 100% responden melaksanakan praktik higiene sanitasi dengan sangat baik. Faktor intern dan ekstern penjamah makanan menunjang praktik higiene sanitasi, dibuktikan dengan hasil penelitian pada faktor kesehatan (80% baik-sagat baik), faktor pengetahuan (100% sangat baik), faktor sikap (100% sangat baik), faktor pendidikan (80% tamat SMA/SMK), faktor lingkungan (sangat baik) dan faktor sosial ekonomi (100% menengah kebawah). Kata Kunci : Higiene, Sanitasi, Faktor Intern, Faktor Ekstern, Penjamah Makanan, Rumah Sakit
PENGARUH SUBSITUSI TEPUNG TEMPE DAN PROPORSI CAIRAN (AIR DAN PUREE BROKOLI) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK MIE KERING SYARIFAH, NAHJAH
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mie adalah salah satu bentuk olahan pangan sumber karbohidrat yang dapat digunakan sebagai alternatif makanan pokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) pengaruh substitusi tepung tempe terhadap sifat organoletik dan tingkat kesukaan mie kering. 2) pengaruh proporsi cairan (air dan puree brokoli) terhadap sifat organoletik dan tingkat kesukaan mie kering 3) interaksi antara substitusi tepung tempe dan proporsi cairan (air dan puree brokoli) terhadap sifat organoletik dan tingkat kesukaan mie kering. 4) kandungan gizi mie meliputi karbohidrat, lemak, kalori, protein, fosfor, serat dan kadar air. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan 2 variabel bebas yaitu substitusi tepung tempe 10%, 15%, 20% dan proporsi cairan (air dan puree brokoli) 2:3, 1:4 dan 1:9 dengan 9 variasi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan metode analisis varian ganda (two way anova) dan di uji lanjut Duncan, yang selanjutnya akan diuji kandungan gizi dengan uji kimia. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Subtitusi tepung tempe berpengaruh nyata terhadap warna (hijau) , aroma (sedikit langu), kerapuhan (tidak rapuh) dan bentuk (helaian menyatu) pada mie kering. 2) proporsi cairan (air dan puree brokoli) berpengaruh nyata terhadap bentuk ( helaian cukup menyatu) pada mie kering. 3) Interaksi substitusi tepung tempe dan proporsi cairan (air dan puree brokoli berpengaruh nyata terhadap warna (hijau) pada mie kering. 4) kandungan gizi mie kering substiusi tepung tempe 10% dan proporsi cairan (air dan puree brokoli) 2:3 per 100 gram diperoleh karbohidrat 52,08%, kalori 298.70%, lemak 3,11%, protein 27, 605 %, fosfor 0.19 %, serat 1.13 % dan kadar air 10,26%. Kata Kunci: Mie kering, substitusi tepung tempe dan puree brokoli Abstract Noodles are a form of processed carbohydrate source that can be used as an alternative staple food. The purpose of this study was to determine: 1) the effect of substitution of tempeh flour on organoletic properties and the level of preference for dried noodles and cooked noodles. 2) the effect of the proportion of liquid (broccoli water and puree) on the organoletic properties and the favorite level of dried noodles and cooked noodles 3) the interaction between tempe flour substitution and the proportion of liquid (broccoli water and puree) to the organoletic properties and preference for dried noodles and cooked noodles. 4) Nutrient content of noodles includes carbohydrates, fat, calories, protein, phosphorus, fiber and moisture content. This type of research is an experiment with 2 independent variables namely substitution of tempe flour 10%, 15%, 20% and proportion of liquid (water and puree broccoli) 2: 3, 1: 4 and 1: 9 with 9 variations. Collection is done by observation by 30 panelists. Data analysis used a two-way analysis method (two way anova) and in Duncans advanced test, which will then be tested for nutrient content by chemical testing. The results showed that 1) The substitution of tempeh flour had a significant effect on color (green), aroma (slightly unpleasant), fragility (not brittle) and shape (unified strands) in dry noodles. 2) the proportion of fluid (water and puree of broccoli) has a significant effect on the shape (the strands are quite fused) in the dried noodles. 3) Interaction of substitution of tempeh flour and proportion of liquid (water and broccoli puree have significant effect on color (green) on dried noodles. 4) Nutritional content of dried noodles with 10% tempeh flour and proportion of liquid (water and pure broccoli) 2: 3/100 grams obtained by carbohydrates 52.08%, calories 298.70%, fat 3.11%, protein 27, 605%, phosphorus 0.19%, fiber 1.13% and moisture content 10.26%.Keywords: Dry noodles, substitution of tempeh flour and broccoli puree
HUBUNGAN PENGETAHUAN DIET DAN MOTIVASI DIRI DENGAN KEPATUHAN DIET PADA REMAJA PENYANDANG DIABETES MELITUS DI SURABAYA SANTI RAMADHANI, WAHYU
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet DM, (2) hubungan motivasi diri dengan kepatuhan diet DM, (3) hubungan pengetahuan dengan motivasi diri diet DM di Surabaya. Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik korelasional dengan pendekatan non parametrik. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah remaja diabetes yang bertempat tinggal di daerah Surabaya berjumlah 7 orang. Pengambilan data dilakukan dengan purposive dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner kemudian dianalisis dengan uji statistik program SPSS Spearman?s rho Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak ada hubungan pengetahuan dengan kepatuhan diet DM dengan nilai signifikansi r(7) = -0,09; p=0,846; p>0,05; artinya tidak selalu orang yang memiliki pengetahuan yang baik akan patuh terhadap diet, kadang patuh dan kadang tidak; (2) tidak ada hubungan motivasi diri dengan kepatuhan diet DM dengan nilai signifikansi r(7) = 0,074; p=0,876; p>0,05; artinya tidak selalu orang yang memiliki motivasi yang baik memiliki kepatuhan diet (3) tidak ada hubungan pengetahuan dengan motivasi diri DM dengan nilai signifikansi r(7)= -0,6; p=0,135; p>0,05; artinya tidak selalu orang yang memiliki pengetahuan yang baik akan memiliki motivasi yang baik dan sesuai dengan kondisi sebenarnya Kata Kunci: Diabetes Melitus, Pengetahuan, Motivasi Diri, Kepatuhan Diet. Abstract The purpose of this study was to find out the (1) relationship between knowledge with DM dietary adherence, (2) relationship between self-motivation and DM dietary compliance, (3) relationship between knowledge and DM self-motivation in Surabaya. This type of research is descriptive quantitative analytical correlational with a non-parametric approach. The study of subject in research is adolescent reside in Surabaya amount 7 young people. Data collection was done by purposive and snowball sampling, data collection techniques using questionnaires were then analyzed by SPSS statistical test program Spearmans rho Correlation. The results showed that (1) there was no relationship between knowledge with adherence to the DM diet with a significance value of r(7) = -0.09; p = 0.846; p> 0.05; meaning that not always the people who have good knowladge will adhere to diet, sometimes obedient and not. (2) there is no correlation between self motivation and adherence to the DM diet with a significance value of r(7) = 0.074; p = 0.876; p> 0.05; meaning that not always the people who have good motivation have dietary compliance. (3) there is no correlation between knowledge and DM self-motivation with a significance value of r(7)= -0.6; p = 0.135; p> 0.05 meaning that not always the people who have good knowladge will have good motivation and according to the actual conditions. Keywords: Diabetes Mellitus, Knowledge, Diet Compliance, Motivation