cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Boga
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
PENGARUH PROPORSI IKAN BANDENG DAN JAMUR TIRAM SERTA JENIS BUMBU TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK ABON KERING IKAN BANDENG RESNANTYA, ADIBA; HANDAJANI, SRI
Jurnal Tata Boga Vol 7, No 2 (2018): Yudisium Juni 2018
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Abon kering ikan bandeng adalah abon dengan bahan dasar ikan bandeng yang diproporsikan dengan jamur tiram dan bumbu yang dibuat dengan menggunakan minyak sedikit. Tujuan penelitian ini yaitu 1)mengetahui interaksi proporsi ikan bandeng dan jamur tiram serta jenis bambu berpengaruh terhadap sifat organoleptik dan tingkat kesukaan abon kering ikan bandeng, 2) mengetahui kandungan gizi abon kering ikan bandeng. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi melalui uji organoleptik. Anilisis statistik menggunakan uji anava ganda. Hasil analisis menunjukkan : 1) interaksi antara proporsi ikan bandeng dan jamur tiram serta bumbu berpengaruh terhadap sifat organoleptik abon kering ikan bandeng meliputi warna, tekstur dan kesukaan, namun tidak berpengaruh terhadap aroma dan rasa karena memiliki taraf signifikan lebih dari 0,05. 2) kandungan gizi abon kering ikan bandeng dari hasil uji organoleptik memiliki produk terbaik yaitu 100 gram ikan bandeng dan 100 gram jamur tiram dengan menggunakan bumbu balado. Kandungan gizi pada abon kering ikan bandeng yaitu protein 38,88%, serat 12,17% dan lemak 4,95%. Kata Kunci : Abon, ikan bandeng, jamur, bumbu Abstract The dried milkfish abon is abon with the basic ingredients of milkfish that are proportioned with oyster mushrooms and spices made using a little oil. The purpose of this reseach is to find out the interaction of the proportion of milkfish and oyster mushrooms and the type of seasoning affecting the organoleptic properties and the level of preference of dried milkfish abon. This research is an experimental research. The data was collected by observation method through organoleptic test. Statistical analysis uses the Two-Way Anava test. The results of the analysis showed: 1) the interaction between the proportion of milkfish and oyster mushrooms and seasonings affects the organoleptic properties of dried milkfish abon including color, texture and preference 2) nutrient content of dried milkfish abon from the results of organoleptic test has the best product, namely 100 grams of milkfish and 100 grams of oyster mushrooms using balado spices. Nutrient content of dried milkfish is 38.88% protein, 12.17% fiber and 4.95% fat. Keywords: Abon, Milkfish, Mushrooms, Seasonings.
KONDISI SANITASI HIGIENE DAN K3 (KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA) DAPUR RICH PALACE HOTEL SURABAYA PERMANA PUTRA, ARIZKA; NURLAELA, LUTHFIYAH
Jurnal Tata Boga Vol 7, No 2 (2018): Yudisium Juni 2018
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sanitasi higiene pengolahan makanan, personal higiene penjamah makanan, dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) di dapur Hotel Rich Palace Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengambilan data yang dilakukan menggunakan metode observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah penjamah makanan di Hotel Rich Palace Surabaya dengan jumlah 16 orang penjamah makanan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kemudian disajikan melalui tabel dan presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi higiene lingkungan dapur sangat baik, kebersihan area dapur sebelum dan sesudah produksi terjaga dengan baik. Namun hasil yang kurang baik didapat dari perilaku penjamah makanan saat mengolah makanan, masih terdapat penjamah makanan yang tidak menggunakan celemek, topi, saat melakukan proses pengolahan. 56,25% penjamah kadang mencuci tangan dengan prosedur yang benar kadang hanya menggunakan air mengalir biasa, dan 31,25% penjamah tidak pernah mencuci tangan sebelum dan sesudah mengolah makanan. 50% penjamah mencicipi makanan tidak menggunakan peralatan makan, 43,75% penjamah yang selalu bekerja sambil bercakap-cakap, hal tersebut selain membuat waktu lebih tidak efisien, juga dapat menjadi sumber kontaminasi. Kata kunci: Sanitasi Higiene, Personal Higiene, K3, Dapur Hotel. Abstract The purpose of this research is to know sanitation hygiene food processing, personal hygiene food handler, occuptional health and safety in kitchen of Rich Palace Surabaya Hotel.This study used descriptive qualitative method. Data collection using observation method, documentation, and interview. The subject of this research were food handler at Rich Palace Surabaya Hotel with 16 food handler. Data analysis used descriptive analysis then presented through table and percentage.The results showed that sanitary hygiene kitchen environment was very good, cleanliness of kitchen area before and after production was well maintained. However, poor results are obtained from the behavior of food handlers when processing food, there are still food handlers who do not use aprons and hats, while doing the processing. 56.25% of handlers sometimes washing with proper procedures sometimes only using regular running water, and 31.25% of handlers never wash hands before and after food insertion. 50% of handlers tasted food not using cutlery, 43.75% of handlers who always work while talking, about it other than making time inefficient, can also be a source of contamination. Keywords: Sanitation Hygiene, Personal Hygiene, OSH, Kitchen Hotel.
KAJIAN PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN AYAM TALIWANG DI KAWASAN WISATA GILI TRAWANGAN TSURAYYA HAIPA, ALYA
Jurnal Tata Boga Vol 7, No 2 (2018): Yudisium Juni 2018
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKGili Trawangan merupakan sebuah pulau kecil yang berada di Pulau Lombok, yang memiliki keindahan alam bawah laut, kehidupan serta berbagai macam kuliner. Salah satunya yaitu makanan khas Lombok, yaitu ayam taliwang. Ayam taliwang terbuat dari ayam kampung muda, diracik dengan bumbu khas, berupa cabe merah, bawang putih, bawang merah, kencur, kemiri, terasi, gula merah dan santan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mutu pengolahan, mutu penyajian, higiene dan sanitasi ayam taliwang di Gili Trawangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan hasil temuan yang dikumpulkan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara, dengan sampel penelitian pada empat usaha layanan makanan yang menjual ayam taliwang di Gili Trawangan yaitu warung, restoran independen, restoran hotel/ villa. Analisis data menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian terkait dengan pengolahan ayam taliwang di empat usaha layanan makanan yaitu berbeda, dimana bahan utamanya adalah ayam kampung muda utuh, sedangkan dari ketiga usaha layanan makanan yang lain menggunakan ayam broiler untuk menyesuaikan porsi wisatawan asing. Penyajian yang digunakan berbeda terkait dengan jenis usaha yaitu warung yang menggunakan penyajian tradisional dan di restoran menggunakan penyajian modern. Rasa yang hasilkan berbeda yaitu dimana di warung pedas karena sesuai dengan cita rasa khas masyarakat Lombok yang menyukai makanan pedas sedangkan di restoran terasa manis yaitu untuk menyesuaikan lidah wisatawan asing. Higiene sanitasi pengolahan dan penyajian ayam taliwang sudah cukup baik, yaitu dilakukan dari bahan-bahan yang dibersihkan sebelum digunakan, penyimpanan bahan yang sesuai jenis bahannya dan penjamah makanan sudah cukup baik dalam mengolah dan menyajikan ayam taliwang.Kata kunci : ayam taliwang, gili trawangan, pengolahan, penyajian, usaha layanan makanan ABSTRACT Gili trawangan is a small island located in Lombok Island has beauty nature under the sea, beautiful life and various culinaries. One of them is traditional food of Lombok, namely Taliwang Chicken. Taliwang chicken made from whole fresh chicken, mixed with special ingredients, there are chili, garlic, red onion, galingale, candlenut, shrimp paste, brown sugar and coconut milk. The purpose of this study was to find out how the processing quality, serving quality, hygiene and sanitation of Taliwang chicken in Gili Trawangan. In this research, used descriptive qualitative methods to describe the findings collected by observation, documentation and interview techniques on the processing and serving of Taliwang chickens in four food service businesses in Gili Trawangan.The analysis used is qualitative analysis. The research of quality processing taliwang chicken from four food service businesses are different, because of the main ingredient is whole fresh chicken, whereas from the three food service businesses uses broiler chicken to adjust the portion of foreign guests.The serving used is different because it is related to the type of business, at food stall using traditional service and in restaurant modern service. The resulting of flavor is different, in food stall the taste was spicy, it because of suits the taste of Lombok people like spicy food, then in restaurant the taste tends to be sweet , because to suit foreigners taste buds. Hygiene and sanitation of processing and serving of taliwang chicken was good enough, that is from the ingredients was cleaned before cook, storage food of ingredients in accordance with the type and food handlers are good enough to processing and serving taliwang chicken.Keywords : taliwang chickem, gili trawangan, processing, serving, food service businesses
PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU, TEPUNG KACANG HIJAU (VIGNA RADIATA) DAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK WAFFLE Amiju Sania Firda, Amar; ISMAWATI, RITA
Jurnal Tata Boga Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PROPORSI TEPUNG TERIGU, TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna Radita) DAN DAUN KELOR (Moringa Oleifera) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK KUE WAFFLE Nama : Amar Amiju Sania Firda NIM : 13050394038 Program Study : S1 Pendidikan Tata Boga Jurusan : Kesejahteraan Keluarga Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dr. Rita Ismawati, S.Pd., M.Kes Tujuan penelitian ini untuk mengetahui, 1) pengaruh proporsi tepung terigu, tepung kacang hijau dan daun kelor terhadap sifat organoleptik yang meliputi bentuk, warna, aroma, pori-pori , rasa dan tingkat kesukaan. 2) kandungan gizi waffle hasil uji organoleptik terbaik meliputi protein, karbohidrat, lemak, serat, kadar air dan kalsium. 3) harga jual waffle hasil uji organoleptik terbaik. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan proporsi tepung terigu 105 gram, 95 gram, 85 gram, tepung kacang hijau 20 gram, 30 gram, 40 gram dan daun kelor 15 gram, 20 gram, 25 gram sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi oleh 30 panelis yaitu panelis terlatih sebanyak 10 orang (dosen) dan panelis semi terlatih sebanyak 20 orang (mahasiswa). Hasil penelitian menunjukan: 1) Proporsi tepung terigu, tepung kacang hijau dan jumlah daun kelor berpengaruh pada aroma, rasa dan kesukaan tetapi tidak berpengaruh pada bentuk, warna, dan pori-pori. 2) Kandungan gizi waffle dari hasil uji organoleptik terbaik (X1 dan X2) adalah proporsi X1 adalah protein 8,01%, karbohidrat 49,80%, lemak 4,55%, serat 2,68%, kadar air 35,56%, dan kalsium 95,6 mg/100g, X2 adalah protein 8,05%, karbohidrat 49,52%, lemak 1,46%, serat 2,08%, kadar air 36,80%, dan kalsium 98,5 mg/100g, dan hasil uji organoleptik proporsi 3) Harga jual produk waffle dari hasil uji organoleptik terbaik adalah Rp 1.203,-/biji. Kata Kunci : Waffle, Tepung kacang hijau, dan Daun kelor ABSTRACT THE EFFECT OF WHEAT FLOUR PROPORTION, GREEN BEANS (Vigna Radita) AND MORINGA LEAVES (Moringa Oleifera) TO ORGANOLEPTIC PROPERTIES OF WAFFLE CAKE Name : Amar Amiju Sania Firda NIM : 13050394038 Study Program : Bachelor of Cullinary Arts Education Department : Family Welfare Faculty : Faculty of Engineering Institution : Surabaya State University Advisor : Dr. Rita Ismawati, S.Pd., M.Kes The purpose of this research is to know: 1) the interaction effect of the proportion of wheat flour with green bean flour and the addition of moringa leaves to organoleptic properties which include shape, color, aroma, waffle pores, taste and favorite level, 2) nutritional facts of waffle with the best organoleptic test results including protein, carbohydrate, fat, fiber, water and calcium content, 3) selling price of waffle with the best organoleptic test results. The type of this research is experimental research with the proportion of 105 grams, 95 grams, 85 gram of wheat flour, 20 grams, 30 grams, 40 grams of green bean flour, and 15 grams, 20 grams, 25 grams of moringa leaves so that 9 combination treatments are obtained. The data collection technique in this research is done with observation by 30 panelists, namely 10 trained panelists (lecturers) and semi-trained panelists as many as 20 people (students). The result shows: 1) the interaction of the proportion of wheat flour with green bean flour and the addition of moringa leaves do not affect the organoleptic properties which include shape, color, aroma, pores, taste and favorite level of waffle cake, 2) the nutritional facts of waffle with the best organoleptic (X1 AND X2) X1 test result are 8.01% protein, 49.80% carbohydrate, 4,55% fat, 2.68% fiber, 35,56% water content, and 95,6 mg / 100g calcium and nutritional facts of waffle with the best organoleptic X2 test result are 8.05% protein, 49.52% carbohydrate, 1.46% fat, 2.08% fiber, 36.80% water content, and 98.5 mg / 100g calcium, and 3) the selling price of waffle product with the best result of organoleptic test is on unit price of Rp 1,203,-/pcs. Keywords: Waffle, Green Bean Flour, and Moringa Leaf
PENGARUH PENAMBAHAN PUREE JAGUNG DAN JUMLAH MOCAF TERGELATINASI TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK MIE BASAH BERBASIS TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA) NUR AINI, ANNISA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mie basah adalah produk pangan yang terbuat dari terigu dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lain serta mengalami proses perebusan setelah digiling dan dicetak. Pada penelitian ini tepung terigu digantikan dengan tepung mocaf dan ditambahi puree jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi penambahan puree jagung dan mocaf tergelatinasi, mengetahui pengaruh penambahan puree jagung, dan mengetahui pengaruh jumlah mocaf tergelatiniasi terhadap mutu organoleptik mie basah, yang meliputi bentuk, warna, aroma, kekenyalan, rasa, dan tingkat kesukaan. Komposisi gizi hasil jadi terbaik mie basah dilihat dari karbohidrat, protein, vitamin A, serat, dan air. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pola faktorial 3X2 dengan variabel bebas penambahan puree jagung dengan penambahan 75%, 100%, 125% dan mocaf tergelatinasi 5% dan 10%. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi terhadap mutu organoleptik mie basah yang dilakukan oleh 30 panelis. Analisis data menggunakan metode analisis varian ganda (two way anova) dan di uji lanjut Duncan. Produk terbaik selanjutnya dilakukan uji kimia untuk mengetahui karbohidrat, protein, vitamin A, serat, dan air. Hasil penelitian menunjukan interaksi penambahan puree jagung dan mocaf tergelatinasi dan jumlah mocaf tergelatinasi tidak memberikan pengaruh secara nyata terhadap terhadap mutu organoleptik. Penambahan puree jagung menunjukkan pengaruh secara nyata. Hasil uji kandungan gizi produk mie basah terbaik diperoleh dari penambahan puree jagung 100% dan mocaf tergelatinasi 10%. Kandungan gizi produk mie basah terbaik yaitu karbohidrat 20,70%, protein 2,36%, vitamin A 24,50 mg, serat 2,46%, dan air 75,54%. Kata Kunci: Mie basah, puree jagung, dan mocaf tergelatinasi. Abstract Noodles are food products made from flour with or without adding other ingredients and through boiling process after milled. In this research, flour replaced by mocaf and added by corn puree. This research aims to know the influence of the interaction between the use of corn puree and mocaf gelatinization, the effect of adding corn puree, and the effect of mocaf gelatinization to the quality of organoleptic noodles which includes shape, colour, smell, elasticity, taste, and interest level. The result of nutrient composition become the best noodles is looked from carbohydrate, protein, vitamin A, fiber, and water. The kind of this research is an experiment with the pattern of 3x2 factorials with free variables is corn puree by adding 75%, 100%, 100%, and mocaf gelatinization 5% and 10%. The data collection is done by by observation by 30 panelists. The data analysis use the method of multiple analysis of variance (two-way ANOVA) and in a further test of Duncan. The result of the research show that there is no real influence of the interaction between adding corn puree and mocaf gelatinization and the amount of mocaf gelatinization to the quality of organoleptic noodles. Adding corn puree significantly affect to the organoleptic test. The result of nutrient content test of the best noodle product from adding 100% corn puree and 10% of mocaf gelatinization. The content of the best noodle product is carbohydrate 20,70%, protein 2,36%, vitamin A 24,50 mg, fiber 2,46%, and water 75,54%. Keywords: noodles, corn puree, and mocaf gelatinization
PENGARUH METODE EKSTRAKSI DAN JUMLAH GULA TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK SIRUP BUNGA DAN BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI. L) AZMILIA AISYAH, ENGGAR
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sirup bunga dan buah belimbing wuluh merupakan cairan pekat yang terbuat dari larutan gula kental dengan cita rasa khas belimbing wuluh dan aroma khas rempah rempah yang digunakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) pengaruh metode ekstraksi dan jumlah gula terhadap mutu organoleptik sirup bunga dan buah belimbing wuluh yang meliputi warna, aroma, kekentalan dan rasa; 2) kandungan gula, aneka jenis antioksidan antara lain: flavonoid, triterpenoid, saponin dan vitamin C dari hasil uji organoleptik produk terbaik. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pola factorial 2X3 dengan variabel bebas metode ekstraksi dengan 2 macam metode (Simmering dan au bain marie) dan dengan perbandingan jumlah gula air:gula (1:1, 1:1,25 1:1,5). Penelitian dilakukan dengan metode observasi oleh 10 panelis terlatih dan 20 panelis semi terlatih. Analisis data menggunakan metode analisis varian ganda (two way anova) dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh nyata pada interaksi metode ekstraksi dan jumlah gula terhadap mutu organoleptik sirup. Metode ekstraksi berpengaruh nyata terhadap organoleptik warna, aroma dan kekentalan sirup bunga dan buah belimbing wuluh. perbandingan jumlah gula berpengaruh nyata terhadap mutu organoleptik tingkat kekentalan, rasa dan tingkat kesukaan sirup belimbing wuluh. Hasil kandungan kimia produk sirup bunga dan buah belimbing wuluh terbaik diperoleh dari penggunaan metode esktraksi au bain marie dengan perbandingan jumlah gula 1:1,5 (air : gula). Hasil kandungan uji kimia dari produk terbaik meliputi : kandungan gula sebesar 60,08%, flavonoid sebesar 14,65 mg/100ml, triterpenoid sebesar 16,36 mg/100ml, saponin sebesar 22,44 mg/100ml, dan vitamin C sebesar 22,90 mg/100g. Kata kunci: Sirup belimbing wuluh, metode ekstraksi dan jumlah gula. Abstract Flower and fruit of averrhoa bilimbi syrup are concentrated liquid made from condensed solution of sugar with unique flavor of averrhoa bilimbi and unique aroma of herbs and spice. The purpose of this research is to discover: 1) the effect of extraction method and the amount of sugar on the organoleptic quality flower and fruit of averrhoa bilimbi syrup includes color, aromatic, consistency and flavor; 2) the content of sugar, various kinds of antioxidants include:flavonoids, triterpenoids, saponins and vitamin C from the results of the best product organoleptic test. This type of research is an experiment with factorial pattern 2x3 with an independent variable extraction method with 2 kinds of methods (Simmering and au bain marie) and the amount of sugar with a ratio of water:sugar (1:1, 1:1.25, 1:1.5). This research uses observation method from 10 trained panelists and 20 semi-trained panelists. Data analysis used a one-way ANOVA analysis method and Duncans advanced test. The results showed no real influence on the interaction of the extraction methods and the amount of sugar against the quality of organoleptik syrup. Extraction method of influential real against organoleptik of colors, aromatic and consistency flower and fruit of averrhoa bilimbi syrup. comparison of the amount of sugar the real effect against the organoleptik quality level of consistency, taste and level of averrhoa bilimbi syrup gladness. The results of the chemical content of the best flower and bilimbi fruit syrup products were obtained from the use of au bain marie extraction method with a ratio amount of sugar 1:1.5 (water:sugar). The results of the chemical test content of the best products include: sugar content of 60.08%, flavonoids of 14.65mg/100ml, triterpenoid of 16.36mg/100ml, saponins of 22.44mg/100ml, and vitamin C of 22.90mg/100g Keywords: averrhoa bilimbi syrup, extraction method and amount of sugar.
PENGARUH SUBSITUSI TEPUNG TEMPE DAN PENAMBAHAN MARGARIN TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK KEMBANG GOYANG LAILATUL HIDAYAH, NUR
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kembang goyang adalah kue kering tradisional yang berbentuk bulat seperti bunga dan dimatangkan dengan cara digoreng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subsitusi tepung tempe dan penambahan margarin terhadap mutu organoleptik Kembang goyang tempe yang meliputi warna, aroma, kerenyahan, rasa ,tingkat kesukaan dan kandungan gizi hasil produk terbaik kembang goyang tempe. Penelitian menggunakan desain pola faktor tunggal, yaitu subsitusi tepung tempe 20%, 30%, 40% dan penambahan margarin 10% dan 20%. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi terhadap mutu organoleptik yang dilakukan oleh 35 panelis. Analisis data mutu organoleptik menggunakan analisis varian tunggal (one way anava) dan uji lanjut Duncan. Produk terbaik selanjutnya dilakukan uji kimia untuk mengetahui protein, lemak, serat dan karbohidrat. Subsitusi tepung tempe dan penambahan margarin berpengaruh terhadap warna, kerenyahan dan tingkat kesukaan namun tidak berpengaruh terhadap aroma dan rasa, produk terbaik kembang goyang dengan subsitusi tepung tempe 20% penambahan margarin 10% dan 20% dengan kriteria mutu organoleptik warna coklat cukup kekuningan, cukup beraroma khas tempe, renyah, memiliki rasa manis, gurih dan meninggalkan rasa khas (after teste) tempe dan disukai oleh panelis. Produk kembang goyang terbaik per 100 g memiliki kandungan protein 7.59%-7.97%, lemak 34.41%-41.22%, karbohidrat 42.44%-47.39%, dan serat 0.61%-0.82%. Kata Kunci : Kembang Goyang, Tepung Tempe, Mutu Organoleptik. Abstract Kembang goyang is traditional snack that has round shape like a flower and ripened by frying. The aims of this study are to determine the effect of tempe flour substitution and margarine addition on organoleptic quality of kembang goyang tempewhich includes color, aroma, crispness, taste, level of preference and nutrient content of the best product. This research is an experimental study with a single factor pattern design, namely substition of tempe flour 20%, 30%, 40% and the addition of margarine 10% and 20%. Data collection techniques using observation sheets on organoleptic quality carried out by 35 panelists. Organoleptic quality data analysis using single variant analysis (one way anava) and Duncans further test. The best product results then tested for nutrient content to determine protein, fat, fiber and carbohydrates. The substitution of tempe flour and the addition of margarine affect the color, crispness and level of preference but did not affect the aroma and taste of the best product of kembang goyang with 20%tempe flour substitution and the addition of margarine 10% and 20%with the criteria of the quality of organoleptik brown color yellowish, quite flavorful typical tempe, crisp, have a sense of sweet, the typical taste of savory and distinctive taste(after teste) tempe and favored by panelists. The nutrient content of the best product per 100 g, which is kembang goyang with 20% tempe flour substitution and 10% margarine addition includes 7.97% protein, 34.41% fat, 47.39% carbohydrate and 0.82% fiber while 20% tempe flour substitution and 20% margarine addition includes 7.59% protein, 41.22% fat, 42.44% carbohydrate and 0.61% fiber. Keywords: Kembang Goyang, Tempe Flour, Organoleptic quality.
PENERAPAN GRAPHIC ORGANIZER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS PENATAAN MEJA (TABLE SET UP) MATA PELAJARAN TATA HIDANG PADA KELAS XI JASA BOGA 2 DI SMK NEGERI 1 BUDURAN SIDOARJO RACHMADITA, ANNISA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan graphic organizer untuk meningkatkan hasil belajar siswa, serta untuk mengetahui aktivitas siswa dan respon siswa pada kompetensi dasar menganalisis penataan meja (table set up) mata pelajaran Tata Hidang. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Jasa Boga 2 di SMK Negeri 1 Buduran. Penelitian ini menggunakan Pre- Experimental Design dengan menggunakan desain pre-test and post-test group. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes (pre-test dan post-test), angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penerapan graphic organizer dibagi menjadi dua tahap yakni tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi penyusunan perangkat pembelajaran dan telah melewati uji validasi dengan skor rata-rata 92.02% dan masuk dalam kategori sangat layak. Pada tahap pelaksanaan meliputi kegiatan pengelolaan pembelajaran yang dilakukan sebanyak 2 kali pertemuan dan mendapat skor rata-rata 92.4% serta masuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siswa dalam penerapan graphic organizer pada kompeteni dasar menganalisis penataan meja (table set up) pada ranah afektif mendapat nilai rata-rata 3,24 untuk aspek sikap responsif, mandiri, kreatif dan disiplin dan masuk dalam kategori baik. Ranah kognitif mengalami peningkatan dengan adanya perbedaan nilai rata-rata pre-test sebesar 49.88 dengan nilai rata-rata post-test sebesar 81.34 sehingga dinyatakan berbeda secara signifikan. Ranah psikomotor berupa tugas hasil karya membuat graphic organizer mendapat nilai rata-rata 2.88 yang masuk dalam kategori baik. Aktivitas siswa selama pembelajaran mendapat persentase rata-rata 89.5% yang masuk dalam kategori sangat baik dan respon siswa mendapat persentase sebesar 90.52% yang masuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: graphic organizer, hasil belajar, kompetensi dasar menganalisis penataan meja. This research aims to describe how the application of graphic organizers to improve student learning outcomes, as well as to know the activity of the students and the response of the students on the basic competence to analyze table set up on subject table serving. The subject of the research in this study are students of grade cullinary service 2 at SMK Negeri 1 Buduran. This research uses the Pre-Experimental Design using design pre test and post test group. Data collection using the method of observation, test (pre-test and post-test), the question form and documentation. Research results indicate that on the application of graphic organizer is divided into two phases i.e. phase of preparation and implementation stages. Preparation phase includes the preparation of a learning device and has passed the validation test with an average score of 92.02% and fall into the category of very decent. At this stage of the implementation includes the activities of the management study conducted by as much as 2 times and got an average score of 92.4% and fall into the category of excellent. Student?s learning outcomes in the application of the graphic organizer on the basis competence of analyze table set up on the affective domain gets an average rating of 3.24 to aspects of the responsive attitude, independent, creative and disciplined and fall into the category of good. The cognitive domain has increased with the differences of the average value of pre-test of 49.88 with average value of post-test of 81.34 so stated to differ significantly. Psychomotor domain be the task of the work of making graphic organizer gets an average rating 2.88 that fall into the category of good. The activity of the students during the learning gets a percentage of the average of 89.5% in the category very well and the response of the students got a percentage of 90.52% which fall into the category of exellent. Keywords: graphic organizers, student?s learning outcomes, basic competence analyze table set up.
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG GATOT INSTAN DAN JENIS BAHAN PENGEMBANG TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK BOLU KUKUS KURNIAWATI, NINING
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bolu kukus adalah kue tradisional yang cukup populer di Indonesia.. Bolu kukus gatot merupakan modifikasi produk kue bolu kukus dengan memanfaatkan tepung gatot instan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan dua variabel bebas yaitu subtitusi tepung gatot instan dan jenis bahan pengembang. Variasi subtitusi tepung gatot instan yang digunakan sebanyak 30%, 40%, dan 50%. Sedangkan variasi jenis bahan pengembang yaitu menggunakan cairan berkarbonasi/air soda manis dan air kelapa tua dalam jumlah yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung gatot instan dan jenis bahan pengembang terhadap sifat organoleptik bolu kukus yang meliputi bentuk, warna, aroma, rasa, tekstur, pori-pori, dan kesukaan. Metode pengumpulan data dengan cara observasi uji organoleptik dilakukan pada 30 panelis. Metode analisis data dengan menggunakan uji Anova Two Way dengan uji lanjut Duncan menggunakan program SPSS 16.00. Produk bolu kukus yang terbaik kemudian dilakukan uji kandungan gizi yang meliputi karbohidrat, protein, serat, lemak, air, dan kalsium. Uji kandungan gizi dilakukan di Balai Penelitian dan Konsultasi Industri (BPKI) Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) subtitusi tepung gatot berpengaruh nyata terhadap bentuk, warna, rasa, tekstur, dan pori-pori tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap aroma. Sedangkan jenis bahan pengembang berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma, tetapi tidak berpengaruh terhadap bentuk, rasa, tekstur, dan pori-pori; 2) subtitusi tepung gatot instan dan jenis bahan pengembang tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis; 3) hasil uji laboratorium menyatakan bahwa per 100 gram produk bolu kukus terbaik mengandung karbohidrat 57,59 gram; protein 5,81 gram; lemak 3,11 gram; kadar air 28,25 %; serat 4.16 gram; dan kalsium 63,80 mg. Kata kunci : bolu kukus, tepung gatot instan, uji organoleptik, uji kandungan gizi. Abstract Steamed bolu is a popular traditional Indonesian cake. Gatot steamed bolu is a modification of steamed sponge cake products by utilizing instant gatot flour. This type of research is an experimental research with two independent variables namely substitution of instant gatot flour and the type of developer material. Variations in substitution of instant gatot flour used as much as 30%, 40%, and 50%. While variations in the type of material developer uses are carbonated water and old coconut water in the same amount. This study aims to determine the effect of substitution of instant gatot flour and the type of developer material on organoleptic properties of steamed bolu which includes shape, color, aroma, taste, texture, pores, and preferences. Method of collecting data by organoleptic test observations were carried out on 30 panelists. Method of data analysis using One Way Anova test with Duncans further test using the SPSS 16.00 program. The best product results then tested for nutrient content to determine carbohydrates, protein, fiber, fat, water and calcium. The nutrient test was carried out at the Balai Penelitian dan Konsultasi Industri (BPKI) Surabaya. The results showed that 1) substitution of gatot flour significantly affect the shape, color, taste, texture, and pores but did not significantly affect aroma. While the type of developer material significantly affect the color and aroma, but did not affect the shape, taste, texture, and pores; 2) substitution of instant gatot flour and the type of developer material has no significant effect on the level of preference panelists; 3) the results of laboratory tests state that per 100 grams of the best steamed bolu products contain 57.59 grams of carbohydrates; protein 5.81 grams; 3.11 grams of fat; water content 28.25%; 4.16 gram fiber; and 63.80 mg calcium. Keywords: steamed bolu, instant gatot flour, organoleptic test, nutrient content test
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN KONTINENTAL DI SMK NEGERI BLITAR ELMA ANINDITA, CORINNA
Jurnal Tata Boga Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal Tata Boga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas siswa, hasil belajar kognitif siswa, hasil belajar keterampilan memecahkan masalah, dan respon siswa dengan penerapan model pembelajaran problem based learning pada kompetensi dasar menganalisis hidangan dariseafood mata1 pelajaran pengolahan dan penyajian makanan kontinental di kelas XI Jasa Boga 4 SMK1Negeri 3 Blitar. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental atau eksperimen semu. Sampel dalam penelitian yaitu siswa kelas XI Jasa Boga 4 sejumlah 34 orang. Data diperoleh melalui beberapa motode yaitu observasi, tes tulis (pretest dan posttest), dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis data Uji Paired Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dalam pengelolaan pembelajaran masuk dalam kategori sangat baik. Aktivitas siswa1 dalam pembelajaran termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil pretest dan posttest siswa berbeda secara signifikan. Hasil belajar keterampilan berada pada kategori baik. Respon siswa termasuk1 dalam kategori sangat baikKata Kunci: model pembelajaran, problem based learning, hasil belajar. Abstract This study aims to describe teacher1activities, student activities, cognitive learning outcomes of students, capability of problem solving and student responses to the application of problem-based learning model in basic competencies describe dishes from seafood on subjects of processing and serving continental food in class XI Culinary 4 SMK Negeri 3 Blitar. The type of research is quasi experimental. Samples are students of class XI Culinary 4, as much as 34 students. Data obtained through several methods, namely observation, written test (pretest and posttest) and questionnaire. Data analysis techniques using Paired1Sample T-test. The results indicate that teacher activities in learning management in the excellent category. Student in learning activities in the excellent category. The result of student?s pretest and posttest differed significantly. Skill learning outcomes in good category. Student responses included in the excellent category. The conclusion of the1research is the application of problem-based learning model in basic competencies analayzes dishes from fish and seafood effect on the learning outcomes of class XI Culinary 4 SMKN 3 BlitarKeywords: Model of Learning, Problem-Based Learning, Learning Outcomes.