The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan [E-ISSN 2775-1163 | P-ISSN 2503-2437] provides a forum for original research, scholarly works, and scientific developments relevant to nursing and other health-related professions. The journal focuses on research and scholarly studies that contribute to the advancement of nursing science, education, practice, and healthcare services. The scope of the journal includes, but is not limited to, adult nursing, medical-surgical nursing, pediatric nursing, maternity and reproductive health nursing, community nursing, mental health nursing, gerontological nursing, emergency and critical care nursing, family nursing, nursing management, nursing education, nursing leadership, evidence-based nursing practice, patient safety, health promotion, disease prevention, and healthcare innovation. The journal also welcomes interdisciplinary research related to public health, midwifery, health education, nutrition, healthcare technology, complementary and non-pharmacological interventions, pharmacological management, quality improvement, and other health-related fields that have relevance to nursing practice and healthcare delivery. The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan is a scientific, peer-reviewed nursing journal published twice a year, in April and November, by Universitas An Nuur, Indonesia. The journal welcomes original research articles, literature reviews, case studies, and other scholarly manuscripts that provide meaningful contributions to the development of nursing science and health services.
Articles
146 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN SISWA DI SMAN 2 LIMBOTO
Hendra Jamil
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sangat penting, termasuk di sekolah. Pandangan siswa tentang pertolongan pertama dapat dipengaruhi oleh pengetahuan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sikap siswa di SMAN 2 Limboto terhadap pertolongan pertama dan seberapa banyak pengetahuan mereka tentang hal tersebut. Metode: Metodologi penelitian menggunakan desain cross-sectional dan deskripsi kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling terhadap tiga puluh responden. Data dikumpulkan menggunakan analisis uji, Chi Square (α = 0,05), dan observasi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa 26 responden (86,7%) memiliki sikap yang siap, sedangkan 4 responden (13,3%) kurang persiapan. Dari responden, 27 responden (90%) memiliki pengetahuan yang baik, dan 3 responden (10%) memiliki pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil uji analitik yang menunjukkan nilai p = 0,001, terdapat hubungan antara sikap pertolongan pertama dan pengetahuan dalam kecelakaan siswa.
SMART-WOOD SPLINT: INOVASI BIDAI KAYU ERGONOMIS UNTUK PENANGANAN FRAKTUR DI SITUASI DARURAT
Christina Nur Widayati;
Galuh Iriantono;
Wa Ode Vita Sumarta;
Aric Vranada
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Fraktur merupakan kasus kegawatdaruratan yang membutuhkan imobilisasi cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi. Keterbatasan sumber daya, terutama di daerah terpencil dan saat bencana, sering menghambat ketersediaan alat bidai standar. Penelitian pengembangan ini bertujuan mengembangkan Smart-Wood Splint sebagai inovasi bidai ergonomis berbahan kayu multipleks ringan yang dilapisi busa anti air dan dilengkapi sistem pengikat velcro/webbing. Metodologi: Metode pengembangan meliputi analisis kebutuhan lapangan, kajian ergonomi, pemilihan material, dan desain modular. Hasil: pengembangan menunjukkan Smart-Wood Splint mampu meningkatkan kecepatan pemasangan, mengurangi risiko trauma sekunder, serta mendukung prinsip keberlanjutan melalui penggunaan ulang. Inovasi ini berpotensi meningkatkan kapasitas tanggap darurat berbasis komunitas dan menjadi solusi praktis bagi pelayanan kegawatdaruratan di fasilitas dengan sumber daya terbatas. Kesimpulan: Smart-Wood Splint merupakan bentuk kontribusi inovatif perawat dalam meningkatkan pelayanan kegawatdaruratan berbasis kebutuhan lapangan dan sumber daya lokal. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi praktis, efisien, dan berkelanjutan untuk penanganan fraktur di lapangan, terutama dalam konteks bencana.
HUBUNGAN PSICHOLOGICAL WELL BEING DENGAN KINERJA PENATA ANESTESI DI SUMATERA SELATAN
Panji Anestesiawan Susilo;
Nia Handayani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Penata anestesi memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga pasien tetap aman selama prosedur pembedahan. Mereka memiliki jadwal kerja yang padat dan harus tetap professional. Tuntutan pekerjaan ini dapat memicu stres, hal ini dapat memengaruhi kesehatan mental mereka. Hal ini kemudian dapat memengaruhi seberapa baik mereka melakukan pekerjaan mereka. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara psichological well being dengan kinerja penata anestesi di Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 247 penata anestesi yang tergabung dalam DPD IPAI Sumatera Selatan, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilih melalui cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner PSICHOLOGICAL WELL BEING dan kinerja penata anestesi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara PSICHOLOGICAL WELL BEING dengan kinerja penata anestesi. Responden dengan gaya hidup sehat yang baik cenderung memiliki kinerja yang juga baik. Simpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara PSICHOLOGICAL WELL BEING dengan kinerja penata anestesi di Sumatera Selatan. Kesimpulan: Semakin baik gaya hidup sehat yang diterapkan, maka semakin baik pula kinerja penata anestesi.
HUBUNGAN HEALTHY LIFESTYLE DENGAN KINERJA PENATA ANESTESI DI SUMATERA SELATAN
Vicri Harianda;
Nia Handayani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Penata anestesi merupakan tenaga kesehatan profesional yang memiliki peran krusial dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan pasien selama prosedur anestesi. Tanggungjawab yang besar serta jam kerja yang padat membuat penata anestesi sering mengabaikan gaya hidup sehat yang seharusnya diterapkan, Hal ini dapat menyebabkan penurunan status kesehatan dan berdampak terhadap penurunan performa saat bekerja. Namun temuan di lapangan menunjukkan bahwa kinerja penata tampak tidak ada masalah meski gaya hidup sehatnya tidak konsisten. Untuk itu diperlukan penelitian untuk mengetahui hubungan antara healthy lifestyle dengan kinerja penata anestesi di Sumatera Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah 247 penata anestesi yang tergabung dalam DPD IPAI Sumatera Selatan, dengan sampel sebanyak 75 responden yang dipilih melalui cluster random sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner healthy lifestyle dan kinerja penata anestesi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Healthy lifestyle dengan kinerja penata anestesi. Responden dengan gaya hidup sehat yang baik cenderung memiliki kinerja yang juga baik. Simpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara healthy lifestyle dengan kinerja penata anestesi di Sumatera Selatan. Kesimpulan: Semakin baik gaya hidup sehat yang diterapkan, maka semakin baik pula kinerja penata anestesi.
PENGARUH TERAPI DIVERSIONAL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA LANSIA DI GRIYA LANSIA JANNATI GORONTALO
Firmawati;
Nur Uyuun I. Biahimo;
Ayu Ashari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Kecemasan merupakan masalah yang sangat nyata pada lansia yang dapat menyebabkan lansia mengalami penurunan aktivitas fisik dan status fungsional sehingga diperlukan penanganan dengan tindakan non farmakologi yaitu terapi diversional karena dengan terapi menggunakan obat mempunyai dapat memberikan efek samping. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh terapi diversional terhadap penurunan kecemasan pada lansia di Griya Lansia Jannati Gorontalo. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian pre-eksperimental dengan one group pre-test dan post-test design, populasi semua lansia di Griya Lansia Jannati Gorontalo sejumlah 17 orang, jumlah sampel 15 lansia menggunakan tekhnik sampling purposive sampling dalam penelitian ini dan data dianalisis dengan uji statistik non parametrik wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian diperoleh mayoritas tingkat kecemasan sebelum terapi diversional adalah sedang sebanyak 10 responden (66,7%) dengan rata-rata skor kecemasan 68 dan mayoritas tingkat kecemasan setelah terapi diversional adalah ringan sebanyak 9 responden (60%) dengan rata-rata skor kecemasan setelah 53,67, serta diperoleh p-value 0,001 <α 0,05. Terapi diversional meningkatkan produksi hormon serotonin yang membuat lansia lebih bahagia yang menyebabkan perasaan cemas berkurang. Kesimpulan: Dapat disimpulkan ada pengaruh terapi diversional terhadap penurunan kecemasan pada lansia di Griya Lansia Jannti Provinsi Gorontalo. Oleh karena itu, disarankan pihak panti dapat menerapkan terapi diversional ini setiap hari atau 1-2 kali dalam seminggu sebagai penanganan kecemasan dan menjadi tambahan kegiatan lansia di panti.
PERBANDINGAN DUKUNGAN PIMPINAN TERHADAP KEMAJUAN BP UMUM DENGAN KIA DALAM PELAKSANAAN ANC TERPADU
Florentina Kusyanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Peningkatan kualitas tenaga kesehatan di puskesmas penting untuk mewujudkan pelayanan yang profesional. Beragam layanan puskesmas, termasuk BP umum dan KIA, membutuhkan dukungan lintas bidang, terutama dalam pelaksanaan ANC terpadu untuk menurunkan AKI dan AKB. Tujuan kajian ini adalah mengetahui dukungan pimpinan dalam peningkatan kualitas tenaga kesehatan dan pelayanan, serta faktor penghambat peningkatan pelayanan BP umum dan ANC terpadu. Metode: Penelitian Adalah kualitatif dengan wawancara pada kepala puskesmas, bidan puskesmas dan bidan Kia Dinas Kesehatan yang berjumlah 26 responden, wawancara dilakukan dengan pertanyaan mendalam, maka responden sebagai objek penelitian dan penelitian sebagai subjek penelitian. Hasil: Responden didominasi usia 41–50 tahun (76,92%), seluruhnya berpendidikan sarjana, mayoritas dokter umum (84,67%), dan bekerja hingga 10 tahun. Mayoritas pimpinan mendukung peningkatan kualitas tenaga kesehatan, meski masih ada yang kurang mendukung tenaga KIA. Hambatan utama terdapat pada pelayanan ANC terpadu karena kurangnya tenaga gizi dan kesling, serta pasien enggan ke dokter umum dan dokter gigi akibat antrean panjang. Kesimpulan: Peningkatan kuslitas tenaga Kesehatan KIA maupun BP ada beberapa puskesmas sangat mendukung tetapi ada sedikit pimpinan puskesmas kurang mendukung, sedangkan untuk faktor yang menghambat dalam pelayanan BP umum tidak ada, namun pada pelayanan ANC terpadu banyak kendala karena petugas gizi dan kesling sangat trebatas, sedangkan untuk dokter umum dan dokter gigi ibu hamil tidak mau antri sehingga tidak mendapatkan pelayanan.