cover
Contact Name
Wahyu Riniasih
Contact Email
tscdkep@gmail.com
Phone
+6282241418157
Journal Mail Official
tscdkep@gmail.com
Editorial Address
https://tscd3kep.ejournal.unan.ac.id/index.php/1/about/editorialTeam
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan
Published by Universitas An Nuur
ISSN : 25032437     EISSN : 27751163     DOI : https://doi.org/10.35720/TSCD3Kep
Core Subject :
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan [E-ISSN 2775-1163 | P-ISSN 2503-2437] provides a forum for original research, scholarly works, and scientific developments relevant to nursing and other health-related professions. The journal focuses on research and scholarly studies that contribute to the advancement of nursing science, education, practice, and healthcare services. The scope of the journal includes, but is not limited to, adult nursing, medical-surgical nursing, pediatric nursing, maternity and reproductive health nursing, community nursing, mental health nursing, gerontological nursing, emergency and critical care nursing, family nursing, nursing management, nursing education, nursing leadership, evidence-based nursing practice, patient safety, health promotion, disease prevention, and healthcare innovation. The journal also welcomes interdisciplinary research related to public health, midwifery, health education, nutrition, healthcare technology, complementary and non-pharmacological interventions, pharmacological management, quality improvement, and other health-related fields that have relevance to nursing practice and healthcare delivery. The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan is a scientific, peer-reviewed nursing journal published twice a year, in April and November, by Universitas An Nuur, Indonesia. The journal welcomes original research articles, literature reviews, case studies, and other scholarly manuscripts that provide meaningful contributions to the development of nursing science and health services.
Arjuna Subject : -
Articles 135 Documents
PENGARUH SENAM JANTUNG SEHAT TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS SUMBERLAWANG Rahmawati; Anita Lufianti; Yuwanti; Dwi Ernawati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 9 No 02 (2024): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi terjadi saat aliran darah jantung sangat kuat sehingga menekandinding arteri dengan kuat. Apabila tekanan darah seseorang ≥140/90 mmHg dikatakanmenderita hipertensi.angka kejadian hipertensi di Puskesmas Sumberlawang pada tahun 2022sebanyak 3.101 kasus dan terjadi peningkatan pada tahun 2023 yaitu sebanyak 6.357 kasus.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh senam jantung sehat terhadap tekanandarah pada penderita hipertensi di Puskesmas Sumberlawang. Metodologi: Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan teknik Quasi Eksperimendengan One Group Pretest-Posttest. Jumlah total sampel adalah 18 responden penderitahipertensi di Puskesmas Sumberlawang teknik pengambilan sampel menggunakan randomsampling. Hasil: Hasil analisis statistik dari uji Paired t-Test di dapatkan tekanan darah sistol ρ value,000 ≤ 0,05 yang artinya H0 ditolak Ha diterima, dapat disimpulkan ada pengaruh senamjantung sehat terhadap tekanan darah pada penderita hipertensi di Puskesmas Sumberlawang.  
GAMBARAN PELAKSANAAN PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) PENDERITA TB PARU DI KELURAHAN KOWEL WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMEKASAN Agoesta Pralita Sari; Abd. Basid
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 9 No 02 (2024): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkanoleh kuman Mycobacterium Tuberculosis, sebagian besar kuman Mycobacterium Tuberculosismenyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Salah satu tugas pentingpenderita TB paru adalah menjalani pengobatan dengan baik dan benar serta sesuai denganjadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan. Seringkali pasien atau penderita TB paru lupameminum obat setelah tanda dan gejala dari penyakitnya menghilang, hal ini jika dibiarkan akan berbahaya dan menyebabkan resistensi antibiotik. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pengawas Minum Obat (PMO) di Desa Kowel Kabupaten Pamekasan sebanyak 35 responden dengan teknik pengambilan sampel probability total sampling. Pengumpulan data ydilaksanakan dengan memberikan kuesioner. Kuesioner skala likert dengan total 20 pernyataan, kemudian data diolah dengan proses editing, coding, scoring, tabulating, interpretating. Hasil: Menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 22 responden (63%) memiliki perilaku yang cukup dan sebagian kecil responden sebanyak 8 responden (23%) memiliki perilaku yang kurang dan Sebagian kecil responden sebanyak 5 responden (14%) memiliki perilaku yang baik. Kesimpulan: Sebagian besar Pengawas Minum Obat (PMO) penderita TB paru di Kelurahan Kowel memiliki perilaku pelaksanaan yang cukup dan baik. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber masukan untuk pengembangan variabel terkait Pengawas Minum Obat (PMO) pada penderita paru.
METODE PENGOLAHAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP GULA DARAH PADA LUKA DIABETES MELLITUS Sutiyono; Rahmawati; Wahyu Riniasih; Nurya Kumalasari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 9 No 02 (2024): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diabetes Melitus atau biasa disebut dengan penyakit kencing manis adalah gangguan metabolisme yang timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis. Pelaporan kasus penyakit tidak menular tertinggi kedua tahun 2018 setelah hipertensi dengan Diabetes Melitus tipe 1 sebesar 1.684 jiwa dan Diabetes Melitus tipe 2 sebesar 13.721 jiwa. Sekitar 15% penderita Diabetes melitus diantaranya mengalami komplikasi neuropati diabetik, retinopati diabetik, luka diabetik dan resiko amputasi ekstermitas bawah sebanyak 50% hingga 75% dilakukan (Malinda & Herman, 2015). Tujuan : Tujuan dalam penelitian ini adalah Apakah terdapat pengaruh dari olahan makanan daun kelor /sayur (moringa oleifera) terhadap gula darah pada luka diabetes mellitus. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif research dengan jenis penelitian true eksperimen dengan rancangan randomized salomon four group. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunkan Uji statistik untuk membandingkan pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan intervensi daun kelor diberikan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pengukuran sebelum dan sesudah menggunakan sayur kelor dengan P value 0,000 (P value Kurang dari 0,05) artinya menerima Ha. Terdapat hubungan penggunaan sayur sebelum dan sesudah terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Analisis dengan metode serbuk didapatkan statistic didapatkan bahwa pengukuran sebelum dan sesudah menggunakan sayur kelor dengan P value 0,009 (P value Kurang dari 0,05) artinya menerima Ha. Terdapat hubungan penggunaan sayur sebelum dan sesudah terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus. Sedangkan analisis seduhan daun kelor didapatkan statistic didapatkan dengan P value 0,000 (P value Kurang dari 0,05) artinya menerima Ha. Terdapat hubungan penggunaan sayur sebelum dan sesudah terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus.
PENGARUH ELEVASI KEPALA TERHADAP KEPATENAN JALAN NAPAS PADA PASIEN PASCA SPINAL ANESTESI DI IBS RSUD SALATIGA Muhamad Teguh Abdiana; Ratih Kusuma Dewi
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pasien operasi sering kali mendapati anestesi dengan spinal atau Sub Arachnoid Block (SAB).Anestesi spinal dilakukan dengan cara menyuntikan obat analgetik lokal ke dalam ruang subaraknoid diantara vertebra lumbal 3 – 4. Pasien pasca spinal biasanya memiliki kepatenan jalan napas yang berbeda-beda. kepatenan jalan napas terdiri dari saturasi dan frekuensi napas, oleh karean itu dibutuhkan suatu intervensi yakni elevasi kepala untuk meningkatkan tingkat kepatenan jalan napas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Elevasi Kepala Terhadap Kepatenan Jalan Nafas Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di IBS RSUD Salatiga. Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan Pre-Experimental dengan one grup pre-test and post-test. Teknik pengambilan sampel menggunakan qouta sampling, berjumlah 30 responden dengan kriteria iknlusi dan ekslusi. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: kepatenan jalan napas pada saturasi sebelum diberikan elevasi mayoritas pada kategori kurang sebanyak 19 responden ( 63,3%), sedang pada frekuensi napas mayoritas kategori sebanyak kurang sebanyak17 responden (56,7%). Setelah diberikan elevasi kepala tingkat saturasi mayoritas pada kategori baik sebanyak 26 responden (86,7%), kemudian pada tingkat frekuensi napas mayoritas kategori baik sebanyak 21 responden (70,0%). Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05 yang artinya ho ditolak sehingga terdapat Pengaruh Elevasi Kepala Terhadap Kepatenan Jalan Nafas Pada Pasien Pasca Spinal Anestesi Di IBS RSUD Salatiga. Simpulan: intervensi elevasi kepala dapat meningkatkan kepatenan jalan napas. Saran: Diperlukan penelitian dengan mengunakan responden yang lebih besar.
PENGARUH MEDIA LEMBAR BALIK TERHADAP PENGETAHUAN PECEGAHAN DIABETES MELLITUSDI Sutiyono; Rahmawati; Wahyu Riniasih; Nurya Kumalasari
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi masyarakat yang mengalami diabetes melitus pada tahun 2023 mengalami peningkatan jumlah penyandang diabetes yaitu sebesar 18,69%. Media pendidikan kesehatan dibagi menjadi 4 kelompok besar yaitu benda tiruan, benda asli gambar/media grafis (leaflet, lembar balik, poster, dll) dan gambar alat optik (foto, slide, film, dll). Flipchart (lembar balik) adalah media penyampaian pesan atau informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik. Tujuan -untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media lembar balik terhadap pengetahuan pencegahan diabetes melitus di Dusun Kemiri Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Metodologi : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian pre eksperimen dengan rancangan one group pre test post test design. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah non-probability sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah semua masyarakat yang menderita diabetes melitus sejumlah 17 orang. Hasil : Berdasarkan hasil uji paired t- test pada 14esehata pengetahuan dapat dilihat bahwa skor rata-rata sebelum dilakukan 14esehatan14 14esehatan 12.00, sedangkan pada skor sesudah dilakukan 14esehatan14 14esehatan di dapatkan rata-rata 15.00. Skor rata-rata setelah dilakukan 14esehatan14 14esehatan meningkat dari 12.00 ± 1.96 menjadi 14.00 ± 2.06. didapatkan hasil yang sangat signifikan dengan p value 0,000 < 0,05 Kesimpulan : ada Pengaruh media lembar balik terhadap pengetahuan pencegahan diabetes melitus di Dusun Kemiri Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan.
PENGARUH PAPARAN ASAP ROKOK TERHADAP KEJADIAN ISPA (ISPA) PADA BALITA DI WILAYAH PUSKESMAS TOROH Fina Restiyana Cahyani; Sutrisno; Bernadeta Novita Septiani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan bermanifestasi sebagai demam, sakit tenggorokan, batuk, pilek, dan kesulitan menelan yang berlangsung selama 14 hari. Kasus ISPA berdasarkan (WHO) 41 per 1000 anak dan angka kematian 45 per 10.000 anak, di Indonesia 7.639.507 kasus, di Jawa Tengah 1.980.297 kasus dan di Kabupaten Toroh 1 59 kasus. Asap rokok merupakan salah satu faktor penyebab tingginya kasus ISPA. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh paparan asap rokok terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Toroh 1. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan kasus kontrol, pendekatan retrospektif. Teknik sampling yang digunakan adalah Total Sampling dengan jumlah kasus 57 dan kontrol 57. Hasil: Berdasarkan SPSS 16.0 menggunakan uji Chi Square dengan p-value 0,000. jika alpha < 0,05 maka H diterima dan H ditolak. Kesimpulan dari hasil penelitian ada pengaruh paparan asap rokok terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Toroh 1. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian ini ada pengaruh paparan asap rokok terhadap kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Toroh 1.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN VIDEO ANIMASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PERNIKAHAN DINI PADA PELAJAR DI SMP N 2 GUBUG Rahmawati; Meity Mulya Susanti; Andini Ami Jayanti; Dwi Ernawati; Fitriani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang; Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh individu yang belum mencapai usia dewasa secara hukum atau psikologis. Pernikahan dini di dunia memiliki prevalensi sebesar 69,3% dan 46% usia 16-18 tahun, di indonesia terdapat 1.220.900 anak melakukan pernikahan dini, di Jawa Tengah ada 13.595 kasus pernikahan dini dan di kabupaten Grobogan ada 901 kasus pernikahan dini. Di SMP N 2 Gubug ada 5 anak yang tidak tahu apa itu definisi pernikahan dini, faktor dan dampak dari pernikahan dini. Pendidikan kesehatan dapat mempengaruhi perubahan peningkatan pengetahuan tentang pernikahan dini melalui proses belajar. Media video animasi digunakan untuk memberikan penjelasan pengetahuan tentang pernikahan dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan video animasi terhadap tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini. Metodologi; Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Pre Eksperiment dan menggunakan pendekatan One Groub Pretest-Possttest design. Teknik yang digunakan penelitian ini adalah probability sampling dengan pengambilan populasi secara acak (simple random sampling) dengan total 70 responden kelas 2 SMP N 2 Gubug. Hasil; Berdasarkan uji Wilcoxon didapatkan hasil nilai p value 0,000 < 0,05 yang artinya Hadierima ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan video animasi terhadap tingkat pengetahuan pernikahan dini pada pelajar di SMP N 2 Gubug. Kesimpulan; Dari hasil penelitian dapat disimpulkan ada pengaruh pendidikan kesehatandengan video animasi terhadap tingkat pengetahuan tentang pernikahan dini pada pelajar diSMP N 2 Gubug.
HUBUNGAN USIA MENARCHE DENGAN USIA MENOPOUSE DI DESA BRAWAH TAMANSARI Fitriani; Febriana Tri Kususmawati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Usia lanjut mengalami berbagai perubahan, termasuk penurunan kemampuan fisik, mental, dan sosial, serta perubahan dalam fungsi tubuh. telah mencapai kematangan, perubahan – perubahan yang terjadi pada masa usia lanjut bersifat irreversible atau menetap. Salah satu masalah usia lanjut yang terjadi pada Wanita adalah terjadi nya menopause. Menopouse sendiri terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor temasuk salahsatunya adalah menarche. Beberapa artikel mengatakan seseorang yang mengalamimenarche lebih cepat maka akan mengalami menopouse yang cepat dan juga sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk melaksanakan penelitian dengan judul Hubungan usia menarche dengan usia menopause di desa brawah tamansari. Tujuan : Mengetahui hubungan usia menarche terhadap usia menopause pada Wanita menopause di desa brawah tamansari. Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah wanita yang sudah menopause sebanyak 70 responden. Hasil & Kesimpulan : Ada hubungan usia menarche dengan usia menopause p Makin dini menarche terjadi, makin lambat menopause timbul. Model regresi yang diperoleh : y=62,008 – 0,911x. Jika menarche 8 tahun akan memasuki usia menopause 55 tahun, usia menarche 13 tahun akan memasuki usia menopause 50 tahun sedangkan usia menarche 19 tahun akan memasuki usia menopause 45 tahun.
PENERAPAN INTERVENSI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DALAM PERAWATAN MANDIRI PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN ULKUS Sutiyono; Muhammad Makmun; Wahyu Riniasih; Sri Temu; riska Indrayanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah di atas normal dimana penyebabnya adalah kerusakan pada sekresi insulin, fungsi insulin, atau keduanya (Habibah et al., 2019). Prevalensi diabetes melitus di Kabupaten Grobogan pada tahun 2023 adalah sebanyak 14.457 kasus atau 64,42% dengan sasaran 23.161 pasien. Tujuan penelitian adalah memberikan intervensi Diabetes Self Management Education (Dsme) Dalam Perawatan Mandiri Pasien Diabetes Melitus Tipe Ii Dengan Ulkus. Metode : Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif interaktif. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Fokus studi karya tulis ilmiah ini adalah penelitian ini berfokus pada pengelolaan asuhan keperawatan keluarga dengan penerapan metode Diabetes Self Management Education (DSME) dalam penerapan mandiri pasien diabetes melitus tipe II dengan ulkus. Hasil : Setelah dilakukan evaluasi pada tanggal 16 Juni 2024 didapatkan data subyektif Ny. P mengatakan sudah tidak terlalu sering buang air kecil saat malam hari, buang air kecil 1 kali, lapar berkurang dan haus berkurang, pandangan tidak kabur, tidak merasa lelah, serta kesemutan hilang, Ny. P mengatakan sering minum berkurang dan buang air kecil berkurang. Ny. P mengatakan lukanya sudah bersih dan lebih merasa nyaman. Data Obyektif GDS 150 mg/dl, Ny. P tampak lebih segar dan sehat, Input kurang lebih 2000 ml, output kurang lebih 2000, Luka Ny. P tampak bersih. Data tersebut sudah sesuai dengan kriteria hasil menurut (Herdman & Kamitsuru, 2018) yaitu kadar gula dalam darah berkurang atau normal dan tanda- tanda hiperglikemi berkurang. Penulis memiliki planning keperawatan yaitu pertahankan intervensi dimana intervensi yang harus dipertahankan adalah observasi kadar gula dalam darah dan melakukan perawatan luka secara mandiri. Adapun alasan penulis mempertahankan intervensi tersebut karena berdasarkan evaluasi menunjukan mencapai kriteria hasil yang sudah ditentukan.
HUBUNGAN USIA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI DESA KRANGGANHARJO KECAMATAN TOROH, KABUPATEN GROBOGAN Wahyu Riniasih; Mohamad makmun
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 01 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah kondisi berbahaya dapat menimbulkan dampak stroke, penyakit ginjal kronis, penyakit kardiovaskular, dan penurunan kognitif (Lukitaningtyas et al., 2023). Usia termasuk faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi. Usia berhubungan dengan disfungsi endotelial dan meningkatnya kekakuan arteri pada hipertensi, khususnya hipertensi sistolik pada usia dewasa tua. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa prevalensi hipertensi di Indonesia secara keseluruhan mencapai 34,1%, dan pada kelompok usia 65-74 tahun, prevalensi hipertensi mencapai 62,3%, begitu juga pada usia 75 tahun ke atas mencapai 69,5%. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah uuntuk mengetahui hubungan usia dengan kejadian hipertensi di desa Krangganharjo. Metodologi: Penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian diambil dengan teknik nonprobability sampling berupa sampling insidental dengan jumlah sampel 85 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner usia dan sphygmomanometer digital. Analisi data menggunkan analisis univariat dan analisisbivariat yaitu uji korelasi Spearman rank. Hasil: Berdasarkan SPSS menggunakan Hasil Uji korelasi spearman rank meninjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipertensi ( p=0,000). Kesimpulan: Dapat diisimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian hipertensi.