The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan [E-ISSN 2775-1163 | P-ISSN 2503-2437] provides a forum for original research, scholarly works, and scientific developments relevant to nursing and other health-related professions. The journal focuses on research and scholarly studies that contribute to the advancement of nursing science, education, practice, and healthcare services. The scope of the journal includes, but is not limited to, adult nursing, medical-surgical nursing, pediatric nursing, maternity and reproductive health nursing, community nursing, mental health nursing, gerontological nursing, emergency and critical care nursing, family nursing, nursing management, nursing education, nursing leadership, evidence-based nursing practice, patient safety, health promotion, disease prevention, and healthcare innovation. The journal also welcomes interdisciplinary research related to public health, midwifery, health education, nutrition, healthcare technology, complementary and non-pharmacological interventions, pharmacological management, quality improvement, and other health-related fields that have relevance to nursing practice and healthcare delivery. The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan is a scientific, peer-reviewed nursing journal published twice a year, in April and November, by Universitas An Nuur, Indonesia. The journal welcomes original research articles, literature reviews, case studies, and other scholarly manuscripts that provide meaningful contributions to the development of nursing science and health services.
Articles
135 Documents
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Ny. S DENGAN FOKUS INTERVENSI KOMPRES JAHE UNTUK MENGURANGI NYERI PADA GOUT ARTHRITIS DI DESA SIDOREJO KECAMATAN PULOKULON KABUPATEN GROBOGAN
Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 7 No 02 (2022): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Data nyeri sendi di Indonesia telah mencapai 34,4 juta orang. Dengan klasifikasi sebesar 15,5% terjadi pada pria dan 12,7% pada Wanita (Riskesdas 2018). Prevalensi penyakit gout arthritis di Indonesia terjadi pada usia di bawah 34 tahun sebesar 32% dan di atas 34 tahun sebesar 68%. Tujuan penelitian;Untuk memberikan proses keperawatan keluarga Ny.S dengan fokus intervensi kompres jahe untuk mengurangi nyeri gout arthritis. Metodologi; Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif research. Subjeknya adalah keluarga Ny.S khususnya Ny.S yang mengalami gout arthritis. Instrumen pengkajian menggunakan format pengkajian keperawatan keluarga yang dilakukan dengan metode pengumpulan data mulai pengkajian, penentuan diagnosis keperawatan, prioritas masalah berdasarkan skoring, rencana keperawatan, tindakan, dan evaluasi pada pasien dengan nyeri gout arthritis Hasil; Hasil penelitian menunjukan diagnosis utama pada Ny.s adalah Nyeri Akut. Evaluasi pelaksanaan kompres jahe menunjukkan Ny. S mengatakan nyeri sudah berkurang, klien tampak tenang, dan skala nyeri menjadi 1. Dengan adanya data penurunan nyeri tersebut berarti ada pengaruh dalam pemberian kompres jahe terhadap penurunan nyeri pada gout arthritis. Kesimpulan; Nyeri gout arthritis berkurang dengan intervensi kompres jahe
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PASIEN DALAM PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS PURWODADI DESA KEDUNGREJO KECAMATAN PURWODADI KABUPATEN GROBOGAN
Sulistiyarini;
Christina Nur Widayati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 7 No 02 (2022): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi pasien. Menurut Undang-Undang kesehatan No. 36 Tahun 2009 tentang hak kesehatan di Puskesmas Purwodadi Desa Kedungrejo dan untuk mengetahui pelayanan kesehatan berdasarkan pasal 54 Undang-Undang Kesehatan tentang pemberian pelayanan kesehatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian empiris. Penelitian lapangan dengan mencari sumber data-data langsung dari lapangan yakni Puskesmas Purwodadi Desa Kedungrejo melalui pengumpulan data dan wawancara terhadap pihak yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum preventif yakni pihak puskesmas memberikan edukasi terhadap pasien mengenai informasi jika melakukan tindakan medis, resiko serta penanggulangannya dan perlindungan hukum represif yakni dalam hal pasien merasa dirugikan, pasien berhak menuntut ganti rugi terhadap pihak puskesmas. Ganti rugi akan dibicarakan melalui proses mediasi terlebih dahulu. Apabila tidak ditemukan jalan keluar, pasien berhak menempuh ranah litigasi.
HUBUNGANPENGETAHUANREMAJAPUTRITENTANGPERUBAHANFISIK DENGANPENYESUAIANDIRIMASAPUBERTAS
Fitriani;
Rahmawati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 7 No 02 (2022): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang– Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi, psikis dan sering disebut masa pubertas. Perubahan fisik pada masa pubertas terjadi seiring dengan perkembangan seks primer dan sekunder. Pengetahuan yang rendah sangat berdampak pada sikap dan perilaku remaja saat menjalani masa pubertas. Tujuan– Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang perubahan fisik dengan penyesuaian diri pada masa pubertas . Metode– Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Deskriptif Korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Tehnik sampling yang digunakan adalah total sampling, dan didapatkan 72 responden. Tehnik pengumpulan data menggunakan kuesioner, kuesioner tentang pengetahuan dan penyesuaian untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penyesuaian diri pada masa pubertas. Analisis data yang digunakan adalah uji Spearmanrho. Hasil– Berdasarkan analisis dengan uji Spearaman rho diperoleh nilai ???? = 0,022 jadi korelasi kedua variabel signifikan karena besarnyanilai p (p-value) lebih kecil dibandingkan dengan besarnya ???? = 0,05. Berarti secara statistik terdapat hubungan yang bermakna antara kedua variabel. Kesimpulan– Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan remaja putri tentang perubahan fisik dengan penyesuaian diri pada masa pubertas
HUBUNGAN DUKUNGAN EMOSIONAL KELUARGA TERHADAP IDENTITAS DIRI PENDERITA STROKE NON HEMORAGIK DI DESA TAMBAHREJO KECAMATAN WIROSARI
Wahyu Riniasih;
Mika Agustiana;
Anggi Livia Widiyanto
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Stroke non hemoragik adalah tersumbatnya pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah ke otak sebagian atau keseluruhan terhenti (Nuratif dan Kusuma, 2015). Data World Stroke Organization menunjukkan bahwa setiap tahunnya ada 13,7 juta kasus baru stroke. Di Indonesia terdapat 2.120.362 kasus, di Jawa Tengah 96.794 kasus dan di Kabupaten Grobogan sebanyak 1576 kasus (Kemenkes RI, 2018), sedangkan di Puskesmas Wirosari I terdapat 255 kasus yang terkonfirmasi. Penderita stroke yang mengalami perubahan identitas diri sangat memerlukan dukungan emosional keluarga yang tinggi supaya mereka tidak merasa rendah diri ataupun kecewa dengan kondisinya sekarang, karena ada keluarga yang selalu memberikan perhatian dan semangat pada mereka (Ilyas, 2013). Metodologi ; Penelitian ini menggunakan desain korelasi (Correlation Study) dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian 43 penderita stroke non hemoragik dengan menggunakan teknik pengambilan sampel consecutive sampling dengan uji eta. Hasil ; Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai p–value sebesar (0,005) < α (0,05) artinya ada hubungan dukungan emosional keluarga terhadap identitas diri penderita stroke non hemoragik di Desa Tambahrejo Kecamatan Wirosari. Kesimpulan ; Ada hubungan dukungan emosional keluarga terhadap identitas diri penderita stroke non hemoragik di Desa Tambahrejo Kecamatan Wirosari.
PENGARUH COACHING TERHADAP SELF EFFICACY PADA PASIEN STROKE ISKEMIK: KAJIAN LITERATURE REVIEW
Fuji Istiana;
Febi Septiani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Stroke iskemik menimbulkan beberapa dampak, diantaranya yaitu pembatasan fisik, disfungsi sosial dan psikologi yang dapat menyebabkan perubahan kondisi sehingga dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yang berhubungan dengan self efficacy. Hasil pengkajian psikologi menunjukkan bahwa pasien-pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Elisabeth medan rata-rata mengatakan kurang memiliki keinginan melakukan latihan fisik karena tidak yakin menghadapi gangguan fisik yang dialaminya. Coaching merupakan salah satu upaya yang dapat mempengaruhi self efficacy pada pasien stroke dalam melakukan aktivitas atau latihan gerak. Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literatur review. Sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah jurnal, artikel dan buku referensi dengan kata kunci self efficacy, stroke, dan coaching. Hasil: Beberapa elemen yang ada pada coaching dapat meningkatkan self efficacy pada pasien stroke iskemik. Pemberian informasi yang berupa edukasi tentang stroke, stroke self management, aktivitas sehari-hari dan pola gaya hidup yang sehat dan keterampilan berupa latihan ROM (Range Of Motion) dapat mempengaruhi proses kognitif, Negotiating health behavior dapat mempengaruhi proses seleksi dengan pendekatan psikoterapi untuk menangani perilaku maladaptif melalui tujuan yang berorientasi dan prosedur sistematis, penyediaan training pemecahan masalah dapat mempengaruhi proses motivasional. dalam proses motivasional seseorang membentuk keyakinan bahwa diri mereka mampu dan mengantisipasi berbagai kemungkinan outcome positif dan negatif. Penyediaan training pemecahan masalah sebagai salah satu elemen dari strategi coaching hadir sebagai upaya yang dapat mempengaruhi proses motivasional sebagai dimensi dalam self efficacy, dan membantu aspek emosional dapat mempengaruhi proses afektif dalam atribut self efficacy yang dipengaruhi oleh tekanan yang dialami ketika seseorang menghadapi situasi-situasi yang mengancam, dimana reaksi-reaksi emosional tersebut dapat mempengaruhi tindakan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pengubahan jalan pikiran. Kesimpulan: Coaching yang terdiri dari beberapa elemen dapat digunakan perawat sebagai intervensi dalam upaya peningkatan self efficacy pada pasien stroke iskemik.
PENGARUH PSIKOEDUKASI KELUARGA PADA MEKANISME KOPING KELUARGA GANGGUAN JIWA DI UPTD PUSKESMAS KARANGRAYUNG I
Suryani;
Nurus Sobikhatul Lami’ah
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Berdasarkan data dari WHO (World Health Organitation) tahun (2009) memperkirakan 450 juta orang diseluruh dunia mengalami gangguan mental, sekitar 10% orang dewasa mengalami gangguan jiwa dan 25% penduduk diperkiaran akan mengalami gangguan jiwa pada usia tertentu dalam rentang hidupnya yang biasanya terjadi dikalangan dewasa muda antara 18-21 tahun. Metode; Jenis penelitian ini yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan desain pre Experimental Design dengan rancangan Pre-Post test Group Design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling, dan didapatkan 22 responden. Hasil; Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh psikoedukasi keluarga pada mekanisme koping keluarga pasien jiwa dengan hasil p value 0.000 < 0.05. Simpulan; Ada pengaruh psikoedukasi keluarga pada mekanisme koping keluarga pasien jiwa di UPTD Puskesmas Karangrayung I.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PASIEN TUBERKULOSIS: LITERATUR REVIEW
Febi Septiani;
Fuji Istiana
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Peningkatan kualitas keperawatan dapat dilakukan dengan transformasional leadership. Kepemimpinan transformasional adalah proses yang memotivasi dengan gagasan dan nilai moral yang lebih tinggi di mana pemimpin memiliki seperangkat nilai dan gagasan dalam memotivasi untuk bertindak dengan cara yang mementingkan keperluan orang lain dari pada kepentingan mereka sendiri. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review. Sumber Pustaka yang digunakan adalah Undang-Undang dan Jurnal. Sumber literatur artikel terdiri dari Scopus, Science direct, Proques, JSTOR, EBSCOhost, Spingerlink, Pubmed, Google Scholar. Dengan menggunakan kata kunci “tuberculosis”, “patient perspective”, “quality of nursing”dan “transformational leadership”. Hasil: Pemimpin Tranformasional leadership dapat diterapkan melalui stimulasi intelektual, pertimbangan individual, motivasi inspirasional, pengaruh idea yaitu dengan cara perawat memberikan motivasi, memberikan informasi, mengembangkan ide, mendengarkan dan memperhatikan secara empati sehingga pengetahuan pasien bertambah dan pasien merasakan semangat dalam menjalani pengobatan yang bertujuan untuk kesembuhan pasien tuberkulosis sehingga meningkatkan kualitas keperawatan pasien tuberkulosis di rumah sakit. Kesimpulan: Pemimpin Tranformasional leadership dapat diterapkan perawat dalam meningkatkan kualitas keperawatan pasien tuberkulosis di rumah sakit.
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA NY.E DENGAN FOKUS INTERVENSI PEMBERIAN THERAPI ROM PADA PENDERITA STROKE DI DESA DEPOK KECAMATAN TOROH KABUPATEN GROBOGAN
Wahyu Riniasih;
Ayu Setyaningrum
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang : Menurut data di Indonesia prevelensi penderita stroke tahun 2018 berdasarkan diagnosa dokter pada penduduk usia ≥15 tahun sebesar (10,9%), atau diperkirakan sebanyak 2.120.362 orang. Sementara prevelensi Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 yang penderita stroke 11,8%. Berdasarkan Profil Dinas kesehatan Kabupaten Grobogan tahun 2021 penyakit stroke masuk dalam 10 besar penyakit tidak menular dengan jumlah penderita terbanyak yaitu banyak 1176 kasus, terdiri atas 727 orang laki-laki dan 449 orang perempuan. Sedangkan data Puskesmas Toroh 1 pada tahun 2022 bulan maret yang penderita strok sebanyak 43 kasus, di desa Depok menjadi urutan pertama yang memiliki penderita strok terbanyak yaitu 7 orang. Tujuan; Melakukan proses pengelolaan keperawatan keluarga Pada Ny.E dengan Fokus Intervensi Pemberian Therapi ROM Pada Penderita Stroke di Desa Depok Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Metodologi ; Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatannya deskriptif. Studi kasus adalah rancangan yang digunakan pada penelitian ini. Subjek dalam penelitian ini adalah keluarga Ny. E dengan penyakit stroke. Hasil ; Hasil penelitian yang telah didapatkan yaitu dengan pemberian terapi ROM dalam waktu kuramg lebih 5 hari pada pasien strok dapat meningkatkan kekuatan otot pasien dari 3 menjadi 4. Kesimpulan ; Adanya pengaruh intervensi ROM terhadap kekuatan otot pasien.
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA Tn. N DENGAN FOKUS INTERVENSI RELAKSASI OTOT PROGRESIF UNTUK MENGONTROL MARAH PADA PASIEN JIWA RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI RSJD Dr. ARIF ZAINUDIN SURAKARTA
Rahmawati;
Agesty Geghi Liliana
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang; Gangguan jiwa adalah masalah kesehatan jiwa berat yang dapat mengakibatkan terganggunya afektif, hambatan fungsi dan kognitif sosialnya sehingga mengakibatkan individu tidak dapat untuk menjalani akitivitas kesehariannya (Linatarigan, 2021). World Health Organization menaksir jumlah gangguan jiwa di dunia yaitu sekitar 450 juta, termasuk Skizofrenia. Selama pendemi covid-19 hingga juni 2020 Kementrian Kesehatan mencatat, ada sebanyak 277 ribu kasus kesehatan jiwa di Indonesia. Di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta tercatat data dari bulan Juni 2021 sampai Februari 2022 yaitu 38.646 orang yang mengalami gangguan jiwa. Tujuan; Melaksanakan Asuhan Keperawatan pada Sdr.X dengan Fokus Intervensi Relaksasi Otot Progresif Untuk Mengontrol Marah Pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan di RSJD Arif Zainudin Surakarta dan memperoleh pengalaman langsung. Metodologi; Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah Tn. X yang mengalami resiko perilaku kekerasan. Instrumen pengkajian menggunakan format pengkajian keperawatan jiwa yang dilakukan dengan metode pengumpulan data mulai pengkajian, analisa data, prioritas masalah, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil; Hasil penelitian menunjukan diagnose utama pada Tn. X adalah resiko perilaku kekerasan. Evaluasi pelaksanaan terapi relaksasi otot progresif menunjukkan Tn. X mengatakan sudah dapat mengontrol perilaku kekerasannya, tampak tenang, dan rileks. Hal ini bearti terdapat pengaruh dalam terapi relaksasi otot progresif terhadap penurunan resiko perilaku kekerasan. Kesimpulan; Masalah perilaku kekerasan teratasi dengan tindak lanjut pertahankan kenyamanan klien.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An.K DENGAN FOKUS INTERVENSI PEMBERIAN SUSU MODISCO UNTUK MENAMBAH BERAT BADAN PADA PASIEN BERAT BADAN GIZI KURANG DIDESA SUGIHAN KECAMATAN TOROHKABUPATEN GROBOGAN
Luluk Ismawadatul Munawaroh;
Meity Mulya Susanti
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 02 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang; Angka kejadian kekurangan gizi didunia masih tinggi, kejadian kekurangan gizi pada anak usia dibawah 5 tahun didunia didapatkan lebih dari 200 juta anak (22%) terjadi kegagalan dalam tumbuh kembang. Sedangkan di Indonesia prevelensi balita yang mengalami masalah gizi 17,7%. Prevelensi masalah gizi tersebut terdiri dari gizi buruk adalah 3,9 % dan gizi kurang 13,8 % (Lutfiasari & Nikmah, 2020). Tujuan ; Memberikan Asuhan Keperawatan pada An.K Dengan Fokus Intervensi Pemberian Susu Modisco Untuk Menambah Berat Badan Pada Pasien Berat Badan Gizi Kurang Di Desa Sugihan Kecamatan Toroh Kabupaten Grobogan. Metodologi; Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Rancangan yang digunakan dalam penelitian yaitu studi kasus. Subjek penelitian yaitu khususnya An.K yang mengalami gizi kurang. Hasil; Peneliti mengidentifikasi bahwa setelah melakukan program pemberian susu modisco selama 1 minggu penelitian, sebanyak 3x sehari dengan 1 botol 120 ml habis maka, An.K mengalami peningkatan berat badan dari pemeriksaan awal 9,5 Kg menjadi 9,8 Kg pemeriksaan akhir. Kesimpulan; Adanya pengaruh efektivitas program pemberian modisco untuk membantu meningkatkan berat badan An.K dengan gizi kurang menjadi meningkat.