cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PENGARUH TREATMENT LUMPUR LAPINDO TERHADAP MUTU BATU BATA BAHAN LUMPUR LAPINDO BERDASARKAN SNI 15-2094-2000 YAZIDUN NIAM, AH.
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana lumpur Lapindo merupakan bencana industri yang telah terjadi sejak 29 Mei 2016, dan banyak menimbulkan kerugian. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menyatakan bahwa lumpur Lapindo dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan seperti keramik, genteng, batu bata. Penelitian ini mencoba untuk treatment awal lumpur Lapindo, hal ini didasarkan pada penelitian Karimah (2008) dan Florentika (2014) terkait pemanfaatan lumpur Lapindo sebagai bahan campuran batu bata. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh treatment lumpur Lapindo terhadap mutu batu bata lumpur Lapindo berdasarkan syarat mutu dalam SNI 15-2094-2000. Variabel bebas yang digunakan adalah prosentase komposisi lumpur Lapindo terhadap berat tanah liat, antara lain 0%, 16%, 18%, 20%, 22% dan 24%. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil treatment lumpur Lapindo berdampak baik terhadap mutu batu bata bahan lumpur Lapindo berdasarkan SNI 15-2094-2000. Komposisi optimum pada hasil penelitian ini adalah 24% lumpur Lapindo dari berat komposisi tanah liat. Kata kunci : Batu bata, Treatment lumpur Lapindo, SNI 15-2094-2000 Lapindo disaster mud is a industrial disaster that has had been taking place sice May 29 2016, and resulted many losses. Badan Penaanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) said that Lapindo mud can be used as building materials such as ceramic, tile, and bricks. This research tries to treat early mud of Lapindo, based on research Karimah (2008) and Florentika (2014) related the use of mud Lapindo as a mixture of brick. The purpose of this research is to find the effect of mud of Lapindo treatment to the quality of bricks mud of Lapindo based on quality of SNI 15-2094-2000. The free variable used is prosentase composition of mud Lapindo heavy clay, they are: 0%, 16%, 18%, 20%, 22%, and 24%. The conclusion of the research results show that the results of the treatment mud Lapindo have good impact against the quality mud Lapindo based on SNI 15-2094-2000. Optimus composition in the results of the this research is 24% mud of Lapindo of the weight of a composition clay. Keywords : The bricks, treatment mud Lapindo, SNI 15-2094-2000
ANALISIS PRODUKTIVITAS TOWER CRANE PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TUNJUNGAN PLAZA 6 SURABAYA DEWI AMALIA, SOFIA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proyek konstruksi, produktivitas tower crane adalah salah satu penentu  untuk memenuhi target proyek agar terpenuhi sesuai waktu yang direncanakan. Dalam mengukur besarnya produktivitas tower crane ada berbagai macam cara, salah satunya yaitu meneliti kebutuhan waktu siklus pengangkatan material dan volumenya setiap pengangkatan. Besarnya produktivitas tower crane dipengaruhi oleh empat faktor, diantaranya adalah kondisi alat, kondisi lapangan, manajemen, dan kemampuan operator. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis produktivitas alat berat tower crane dan mengetahui pengaruh faktor kondisi alat, kondisi lapangan, manajemen, dan kemampuan operator terhadap produktivitas tower crane. Penelitian ini dilakukan di proyek pembangunan gedung Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Penelitian dilakukan dengan cara mengamati tower crane 1, 2, 3 dan 4 selama 20 hari tiap alat dengan disertai pengisian angket penelitian yang diisi oleh pengamat disertai dengan data lapangan tiap harinya. Dari pengumpulan data, baik produktivitas tower crane dan angket pengamatan dilakukan proses pengolahan data dengan bantuan komputer program SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 20 dan Microsoft Excel 2010. Dari analisis data yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa besarnya produktivitas rata-rata tower crane pada proyek pembangunan gedung Tunjungan Plaza 6 Surabaya adalah TC 1 sebesar 5.061,39  kg/ jam , TC 2 sebesar 1.931,01 kg/jam , TC 3 sebesar 3.193,70 kg/jam dan TC 4 sebesar 4.150,60 kg/jam. Variabel yang ditentukan ternyata signifikansinya 0,000 < 0,05 (sig. yang diisyaratkan) maka secara simultan berpengaruh terhadap produktivitas tower crane. Secara parsial variabel yang mempunyai pengaruh signifikan adalah kondisi lapangan dengan sig. = 0,012 < 0,05. Kondisi Lapangan mempunyai pengaruh yang dominan dengan nilai beta 750,493. Kata Kunci : Produktivitas, Tower Crane, Faktor, Simultan, Parsial In construction project, tower crane productivity is one of the determinants  to fill the project targets are that can be fulfilled  on time as planned. In measuring the magnitude of the productivity of tower crane there are a variety of ways, one of which is researching the needs of material removal cycle time and volume of each appointment. The amount of tower crane productivity is influenced by four factors, including the condition of the tool, the field conditions, the management, and the ability of the operator. The purpose of this  research  is to analyze the productivity of the machine tower crane and to know condition of the tool, condition of area, the management, and operator ability towards tower crane ability.  This research located  in building construction  project of Tunjungan Plaza square 6 Surabaya. Research done by perceiving crane tower 1,2,3 and 4 during 20 day every tool with filling research enquette who fill by observer with field data everyday. From collecting data, productivity tower crane and  research enquette done by data processing process constructively program computer of SPSS (Statistical Package for Social Science) version 20 and microsoft excell 2010. From data analysis we know that level of productivity tower crane at building construction project of Tunjungan Plaza square 6 Surabaya is TC 1 of 5.061,39 kg/hours, TC 2 of 1.931,01 kg/hours, TC 3 of 3.193,70 kg/hours and TC 4 of  4.150,60 kg/hours. Variable determined in reality is 0,000 < 0,05 (sig. signed) and the simultan influence towards productivity tower crane. Parcial variable which have influence is field conditions ability with sig + 0.031 < 0.05. The condition of the field have an dominant influence with beta value 750,493. Keywords : Productivity, Tower Crane, Factor, Simultaneous, Parcial
ANALISIS PENAMBAHAN LIMBAH MARMER TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DAERAH DRIYOREJO GRESIK KARUNIA JAYA, FALAQ
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif adalah salah satu permasalahan tanah yang banyak dialami oleh beberapa daerah di Indonesia, contohnya adalah tanah di daerah Driyorejo Gresik. Tanah lempung ekspansif memiliki sifat kembang susut yang tinggi dan daya dukung yang rendah, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan pada konstruksi yang berada di atasnya. Salah satu upaya untuk memperbaiki tanah lempung ekspansif adalah dengan cara melakukan stabilisasi tanah, Pada penelitian ini akan dilakukan suatu eksperimen di laboratorium dengan tujuan meningkatkan nilai daya dukung pondasi dangkal pada tanah lempung ekspansif dari daerah Driyorejo Gresik dengan cara mencampurkan tanah lempung dengan limbah marmer sebagai bahan stabilisasi. Variasi penambahan jumlah limbah marmer yang digunakan adalah 0%, 3%, 6%, 9% dan 12% dari berat tanah. Sedangkan untuk test yang akan digunakan adalah test konsistensi tanah, test berat jenis tanah, test pemadatan dan test kuat tekan bebas. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan limbah marmer pada tanah lempung ekspansif maka semakin besar nilai daya dukung pondasi dangkal. Dengan penambahan limbah marmer 0%, 3%, 6%, 9% dan 12%, nilai daya dukung pondasi dangkalnya adalah 25,753 t/m2, 34,718 t/m2, 45,512 t/m2, 53,043 t/m2, dan 62,813 t/m2. Kata Kunci: Tanah lempung ekspansif, limbah marmer, daya dukung pondasi dangkal. Expansive clay is one of the many problems experienced by some regions in Indonesia, for example, is the soil in Driyorejo Gresik. Expansive clay has a high shrink swell and low bearing capacity, which would cause damage to the construction above it. One effort to resolve the expansive clay is doing a soil stabilization. This research will be carried out an experiment in a laboratory with the aim of increasing the capacity of shallow foundation on expansive clay from Driyorejo Gresik by mixing clay with marble waste as a stabilizing agent. Variations addition of marble waste used was 0%, 3%, 6%, 9% and 12% of the weight of the soil. As for the test to be used is the consistency of the soil test, weight of soil test, compaction test and compressive strength test. From the research that has been conducted, it can be concluded that the more the addition of marble waste on expansive clay, the greater the value of the capacity of shallow foundation. With the addition of waste marble 0%, 3%, 6%, 9% and 12%, the value of the capacity of shallow foundation is 25.753 t/m2, 34.718 t/m2, 45.512 t/m2, 53.043 t/m2, and 62.813 t/m2 , Keywords: Expansive clays, marble waste, capacity of shallow foundation.
ANALISA PRODUKTIVITAS KELOMPOK KERJA PADA PEMASANGAN DINDING BATA RINGAN DI PROYEK PERUMAHAN GEOCAHYA PRATAMA, LOGA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kelompok kerja dalam pekerjaan pemasangan dinding bata ringan di proyek perumahan sangat dibutuhkan oleh para kontraktor, konsultan maupun owner dalam membuat rencana anggaran biaya. Skripsi ini meneliti produktivitas kelompok kerja dalam pemasangan dinding bata ringan dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas pada pembangunan perumahan di sekitar wilayah Surabaya. Populasi dari penelitian ini adalah semua pembangunan perumahan yang menggunakan dinding bata ringan milik Developer PT. Diparanu Rucitra yaitu perumahan Dian Regency Sukolilo 2 sebanyak tiga rumah. PT. Karya Multi Karsa yaitu The Prambanan Regency sebanyak tiga rumah. Dan PT. Citraland yaitu The Greenlake sebanyak tiga rumah. Untuk menghitung besarnya produktivitas, digunakan perhitungan hasil kerja rata-rata tiap hari dari para kelompok kerja yang terdiri 3 tukang dan 4 pekerja setelah dikonversi tiap kelompok kerja. Peneliti melakukan pengamatan terhadap 3 kelompok kerja yang menghasilkan rata-rata produktivitas luasan dinding bata ringan yang dihasilkan berbagai variasi tentang tinggi pasangan dinding dengan berbagai hasil yang berbeda. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas menggunakan uji Analisis Faktor. Dari metode tersebut dapat disimpulkan bahwa yang mempunyai pengaruh besar terhadap produktivitas adalah pengalaman. Dari hasil variabel-variabel yang berpengaruh besar terhadap produktivitas dibentuk model Produktivitas dengan metode kuadrat terkecil kriteria sebagai berikut: Y = 3.379 X1 + 13.502 X2 + 1.270 X3 – 2.546 X5 – 1.353 X7 – 0.938. Kata kunci       : Perumahan, Bata Ringan, Dinding, Produktivitas. Working group productivity on light brick material at a housing project is really needed by the contractor, consultant and owner in budgeting. This thesis analyzes the working group productivity on light brick material and the factors which affect to the productivity at housing project development arround Surabaya. The population of this research is all of housing project development which uses light brick material belong to the developer PT. Diparanu Rucitra that is Dian Regency Sukolilo 2 as much as 2 houses. PT. Karya Multi Karsa that is The Prambanan Regency as much as 3 houses. And PT. Citraland The Greenlake as much as 3 houses. To calculate the productivity volume, average daily work result calculation is used of each working group consisting of 3 skilled workers and 4 labors after being converted each working group. The researcher does the observation on 3 working groups who achieve average produvtivity of light brick material at various range of heights with various results. The way to know the factors which affect the productivity is using Factor Analysis. From that method, it can be concluded that experience is the factor which have the most affect on the productivity. From the variable which have the most affect towards the productivity, we can form productivity model by using least squares criterion as follows: Y = 3.379 X1 + 13.502 X2 + 1.270 X3 – 2.546 X5 – 1.353 X7 – 0.938. Keywords        : Housing, Light brick material, Wall, Productivity.
ANALISA PRODUKTIVITAS KELOMPOK KERJA PADA PEMASANGAN GENTENG ATAP METAL DI PROYEK PERUMAHAN KOMARIYAH, SITI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kelompok kerja dalam pekerjaan pemasangan genteng atap metal di proyek perumahan sangat dibutuhkan oleh para kontraktor, konsultan maupun owner dalam membuat rencana anggaran biaya. Skripsi ini meneliti produktivitas kelompok kerja dalam pemasangan genteng atap metal dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas pada pembangunan perumahan di sekitar wilayah Surabaya. Populasi dari penelitian ini adalah semua pembangunan perumahan yang menggunakan genteng atap metal milik Developer PT. Kokoh Anugerah Nusantara, yaitu perumahan Puri Kokoh di Tambakagung-Mojokerto dengan type 38/72 sebanyak 16 rumah, perumahan Griya Kokoh di Sooko-Mojokerto dengan type 38/72 sebanyak 9 rumah, dan perumahan Puri Kokoh di Kedamean-Gresik dengan type 48/72 sebanyak 8 rumah. Untuk menghitung besarnya produktivitas, digunakan perhitungan hasil kerja rata-rata tiap hari dari para kelompok kerja yang terdiri 1 tukang dan 2 pekerja setelah dikonversi tiap kelompok kerja. Peneliti melakukan pengamatan terhadap 3 kelompok kerja yang menghasilkan rata-rata produktivitas luasan genteng atap metal yang dihasilkan berbagai variasi tentang tinggi pasangan genteng dengan berbagai hasil yang berbeda. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas menggunakan uji Analisis Faktor. Dari metode tersebut dapat disimpulkan bahwa yang mempunyai pengaruh besar terhadap produktivitas adalah cuaca dan site. Dari hasil variabel-variabel yang berpengaruh besar terhadap produktivitas dibentuk model Produktivitas dengan metode kuadrat terkecil kriteria sebagai berikut: Y = 2,060 X2 – 0,230 X3 + 0,657 X7 + 2,857. Kata kunci        : Perumahan, Genteng metal, Atap, Produktivitas. Working group productivity on metal roofing tile at a housing project is really needed by the contractor, consultant and owner in budgeting. This thesis analyzes the working group productivity on metal roofing tile and the factors which affect to the productivity at housing project development arround Surabaya. The population of this research is all of housing project development which uses metal  roofing tiles belong to the developer PT. Kokoh Nugerah Nusantara. Those are a housing project Puri Kokoh at Tambakagung-Mojokerto  with type 38/72 as much as 16 houses, a housing project Griya Kokoh at Sooko-Mojokerto with type 38/72 as much as 9 houses, and a housing project Puri Kokoh at Kedamean-Gresik with type 48/72 as much as 8 houses. To calculate the productivity volume, average daily work result calculation is used of each working group consisting of 1 skilled workers and 2 labors after being converted each working group. The researcher does the observation on 3 working groups who achieve average produvtivity of metal roofing tile at various range of heights with various results. The way to know the factors which affect the productivity is using Factor Analysis. From that method, it can be concluded that wheater and site are the factors which have the most affect aon the productivity. From the variables which have the most affect towards the productivity, we can form productivity model by using least squares criterion as follows: Y = 2,060 X2 – 0,230 X3 + 0,657 X7 + 2,857. Keywords         : Housing, Metal tile, Roof, Productivity.
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI DANGKAL PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DI DAERAH DRIYOREJO GRESIK FAUZAN, NUR
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah ekspansif merupakan tanah yang mempunyai banyak masalah apabila didirikan sebuah konstruksi diatasnya, baik itu konstruksi gedung maupun konstruksi jalan, contohnya adalah tanah didaerah Driyorejo Gresik. Tanah ekspansif pada umumnya akan mengembang dan menyusut apabila terjadi perubahan kadar air sehingga dapat merusak konstruksi diatasnya. Salah satu upaya untuk memperbaiki tanah lempung ekspansif adalah dengan cara melakukan stabilisasi tanah. Pada penelitian ini akan dilakukan suatu ekspirimen untuk meningkatkan daya dukung pondasi dangkal pada tanah lempung didaerah Driyorejo Gresik, dengan cara menambahkan limbah limbah karbit sebagai bahan stabilisasi.  Pada penelitian ini variasi penambahan limbah karbit yang digunakan adalah 0%, 3%, 6%, 9%, 12%. Untuk pengujian yang dilakukan adalah dengan melakukan uji konsistensi tanah, uji berat jenis, uji pemadatan dengan standart proctor, dan terakhir uji kuat tekan bebas, setelah itu dilakukan perhitungan daya dukung pondasi dangkal yang mengacu pada rumus Terzaghi. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah dengan penambahan limbah sebesar 0%, 3%, 6%, 9%, dan 12%, nilai daya dukung pondasi dangkalnya adalah 27,278 t/m2, 31,654 t/m2, 38,609 t/m2, 43,959 t/m2, 48,242 t/m2. Dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan limbah karbit maka semakin besar pula nilai daya dukung pondasi dangkal tanah tersebut. Kata kunci : Tanah  lempung  ekspansif,  limbah  karbit,  daya dukung pondasi dangkal. Expansive soil is a land that has a lot of problems when founded a construction thereon, be it construction of buildings and road construction, for example, is where the land Driyorejo Gresik. Expansive soil in general will expand and contract in case of changes in water levels that can damage the construction thereon. One effort to improve expansive clay is a way to stabilize the soil. In this research will be a ekspirimen to increase the carrying capacity of shallow foundation in clay soil areas Driyorejo Gresik, by adding waste carbide waste as a stabilizing agent. In this study, the addition of waste carbide variation used was 0%, 3%, 6%, 9%, 12% of the weight of the soil. For the tests were conducted to test the consistency of the soil, the specific gravity test, with standard proctor compaction test, and final compressive strength test is free, after that is done shallow foundation bearing capacity calculations referring to the Terzaghi formula. The results obtained from the research is With the addition of waste by 0%, 3%, 6%, 9% and 12%, the value of the carrying capacity of the foundation shallowness is 27,278 t/m2, 31,654 t/m2, 38,609 t/m2, 43,959 t/m2, 48,242 t/m2. It can be concluded that the more the addition of waste calcium carbide, the greater the value of bearing capacity of shallow fondations the soil. Keywords: Expansive clays, carbide waste, capacity of shallow foundation.
PEMANFAATAN BAHAN TAMBAH POZZOLAN LUMPUR SIDOARJO SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN DENGAN AGREGAT PUMICE PADA KUAT TEKAN DAN POROSITAS BETON RINGAN KURNIAWAN, DWI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemanfaatan limbah lumpur Sidoarjo sebagai bahan pozzolan untuk mengurangi semen dan menggunakan agregat pumice untuk mereduksi berat isi beton menjadi beton ringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan pengaruh dan kadar optimum pemanfaatan bahan tambah pozzolan Lumpur Sidoarjo sebagai substitusi semen dengan agregat pumice pada kuat tekan dan porositas beton ringan. Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium dengan total benda uji 36 buah. Variasi bahan tambah Pozzolan Lumpur Sidoarjo sebagai substitusi semen sebesar 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% dari berat semen. Pengolahan lumpur Sidoarjo  dengan cara pengeringan oven pada suhu 110 ºC, selanjutnya digiling dan diayak hingga menghasilkan bubuk halus pozzolan seperti semen selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan dan porositas. Proses pengujian kuat tekan menggunakan metode kapasitas hancur, sedangkan pengujian porositas dengan cara pengeringan oven, perendaman dan pengeringan kondisi  kering permukaan jenuh. Pengujian kuat tekan dan porositas dilakukan pada umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan pada variasi Beton Ringan Normal (BRN) sebagai kontrol kuat tekan sebesar 14,43 N/mm2 dan porositas sebesar 8,47%. Penambahan variasi pozzolan lumpur Sidoarjo 2% dan 4% mempunyai pengaruh peningkatan kuat tekan menjadi 15,12 N/mm2 dan 19,57 N/mm2 serta penurunan porositas menjadi 7,61% dan 3,21%. Pada penambahan variasi pozzolan lumpur Sidoarjo 6%, 8% dan 10% cenderung mempunyai pengaruh penurunan kuat tekan menjadi 17,53 N/mm2, 16,68 N/mm2 dan 16,00 N/mm2 serta peningkatan porositas menjadi 5,50%, 8,51% dan 9,86%. Kadar optimum penambahan pozzolan lumpur Sidoarjo terhadap kuat tekan tertinggi dan porositas terendah terjadi pada variasi 4% diperoleh kuat tekan sebesar 19,57 N/mm2 dan porositas sebesar 3,21%. Kata Kunci : beton ringan, kuat tekan, lumpur sidoarjo, porositas,  pozzolan, pumice This research talk about utilization of waste sidoarjo mud as a pozzolan to reduce cement and use the aggregate pumice to reduce the heavy concretes into lightweight concrete The purpose of this research is to find the influence and optimum value of utilization of pozzolan admixture material sidoarjo mud as a cement substitution with pumice aggregate in compressive strength and porosity of lightweight concrete In this research uses experimental methods in the laboratory with a total test objects 36. Material variations added pozzolan sidoarjo mud as the substitution of cement  as much as 0%, 2%, 4% , 6% , 8 % and a 10% percent of the weight of a cement . The processing of sidoarjo mud were drying oven on 110 ºC temperature, then grounding and sifting to produce fine pozzolan powder likes cement. The testing of process compressive strength in a capacity destroyed, while testing porosity by means of drying oven, soaking and drying dry conditions saturated surface dry. The testing process of compressive strength and porosity has done for 28 days. The result showed normal variations of lightweight concrete as them compressive strength by 14,43 N/mm2 and porosity of 8,47 %. Adding more variation pozzolan Sidoarjo mud 2% and 4% have leverage increased compressive strength into 15,12 N/mm2 and 19,57 N/mm2 and reducing porosity be 7,61 % and 3,21 %. To adding variation pozzolan mud sidoarjo % 6, 8 and 10 % % tend to influence the compressive press strength 17,53 N/mm2, 16,68 N/mm2 and 16,00 N/mm2 and improve porosity be 5,50 %, 8,51 % and 9,86 %. The steady additional pozzolan sidoarjo mud of highest compressive strength and the lowest porosity is upon variations 4 % obtained compressive strength by 19,57 N/mm2 and porosity of 3,21 %. Keywords: lightweight concrete, compressive strength, sidoarjo mud, porosity, pozzolan, pumice.
PEMANFAATAN LUMPUR LAPINDO SEBAGAI BAHAN DASAR PENGGANTI PASIR PADA PEMBUATAN PAVING BLOCK GEOPOLYMER HERI CAHYANTI, FEMINIA
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paving Block mempunyai keunggulan dibandingkan penutup tanah lainnya seperti lebih tahan lama, memiliki daya serap yang baik sehingga dapat mengurangi terjadinya banjir dan pemasangannya mudah. Lumpur Lapindo yang digunakan adalah lumpur Lapindo yang telah dioven dengan suhu 110ºC dan dihancurkan lolos ayakan no. 4. Tujuan penelitian ini adalah mengurangi kelangkaan material pasir dan memanfaatkan material yang bernilai guna rendah serta mengetahui pengaruh penambahan lumpur Lapindo sebagai bahan dasar pembuatan paving block geopolymer terhadap nilai kuat tekan dan permeabilitas. Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil kuat tekan tertinggi berada pada campuran C-4 dengan komposisi 30% lumpur Lapindo dari kebutuhan pasir yaitu 9,07 MPa dan untuk permeabilitas tertinggi berada pada campuran C-6 komposisi 50% lumpur Lapindo dari kebutuhan pasir yaitu 14,13%, sedangkan kuat tekan terendah berada pada C-6 yaitu 6,122 MPa dan untuk permeabilitas terendah berada pada C-4 yaitu 12,55%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa nilai kuat tekan berbanding terbalik dengan nilai permeabilitas yang artinya apabila pori pori semakin banyak akan berpengaruh pada kuat tekan yang tinggi dan nilai Ipermeabilitas yang rendah. Semakin banyak penambahan lumpur Lapindo sebagai pengganti pasir pada pembuatan paving block geopolymer menyebabkan kuat tekan semakin menurun dan permeabilitas semakin meningkat. Kata Kunci: Geopolymer, fly ash, lumpur Lapindo, alkali aktivator, kuat tekan, permeabilitas Paving Block has more advantage over another ground cover such as more durable, has good absorption so as to reduce the occurrence of floods and easy to set. Lapindo mud that used is has been put into oven with a temperature of 110ºC and destroyed to qualify sieve no. 4. The purpose of this research is to reduce the material scarcity of sand, take advantage of less valuable material and to determining the effect of adding Lapindo mud as the manufacture of paving blocks geopolymer against the compressive strength and permeability. The research showed that the highest compressive strength is in the mixture of C-4 with a composition of 30% Lapindo mud from 9,07 MPa of sand necessity and for the highest permeability are in a mixture of C-6 with composition of 50% Lapindo mud with  14,13% of sand necessity, while the lowest compressive strength is at C-6 is 6,122 MPa and for low permeability is at C-4 is 12,55%. From these results it can be seen that the compressive strength is inversely proportional to the permeability. It means that if the more pores will more affect of the high compressive strength and low Ipermeabilitas value. The more addition of the Lapindo mud instead of sand in the manufacture of paving blocks geopolymer cause compressive strength decreases and the permeability increases. Keyword: Geopolymer, fly ash,  Lapindo mud, alkali aktivator, compressive strength, permeability
ANALISIS PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN BUSUR RANGKA BAJA HADI MURDOKO, SISWO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur jembatan yang ekonomis dan memenuhi syarat teknis ditinjau dari segi keamanan serta rencana penggunaannya merupakan suatu hal yang sangat penting untuk diupayakan. Agar struktur jembatan yang dihasilkan dapat layak digunakan dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Pada penelitian ini peneliti bermaksud untuk menganalisa perencanaan suatu konstruksi jembatan dengan menggunakan busur rangka baja. Jembatan direncanakan sepanjang 60,00, lebar 9,00 m, dengan jalan 2 lajur selebar6,00 m. Peraturan pembebanan yang dipakai untuk merencanakan jembatan ini mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) T-02-2005, T-03-2005 , T-12-2004, dan Bridge Design Manual Bridge Management System (BMS). 1992. Dengan perencanaan struktur atas jembatan mengacu pada peraturan AISC – LRFD. Perencanaan tahap awal adalah perhitungan lantai kendaraan. kemudian dilakukan perencanaan gelagar memanjang dan melintang, serta perhitungan shear connector. Selanjutnya dilakukan perhitungan pada program SAP untuk menghitung gaya gaya yang bekerja pada jembatan untuk menghitung ikatan angin, penggantung, dan busur rangka yang digunakan dalam jembatan. perencanaan dan perhitungan dengan metode LRFD didapatkan penampang untuk Busur Rangka Baja yaitu profil WF WF 350.350.12.19, penggantung menggunakan profil WF 350.350.12.19, gelagar melintang menggunakan profil WF 500.300.11.18, dan gelagar memanjang menggunakan profil WF 350.350.12.19. Kata Kunci: Jembatan Busur Rangka Baja , LRFD, SAP Planning the structure of the bridge economically and safety is important thing to be pursued, in order for the produced bridge can be fit for use and provide security for its users. In this study, researchers intend to analyze the planning of an arch bridge construction using steel. The bridge  planned 60,00m long , 9.00 m wide, with 6,00 m for two-lane road. Regulations for bridge loading refers to the Indonesian National Standard (SNI) T-02-2005, 03-2005-T, T-12-2004, and Bridge Design Manual Bridge Management System (BMS). 1992. With the planning structure of the bridge based on AISC - LRFD. The early stage planning is the calculation of the vehicle floor, then the planning of longitudinal girders and cross girders. Furthermore using SAP program to calculate the working forces on the bridge to calculate wind bonding, hanger, and the arch used in bridges. Planning and calculation with LRFD method obtained profiles for truss arch sections using WF WF 350.350.12.19, hanger using WF 350.350.12.19, cross girder using WF 500.300.11.18, and a longitudinal girder using WF 350.350.12.19. Keywords: truss arch bridge, LRFD, SAP
ANALISA PERENCANAAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN PELENGKUNG BAJA FAJRIN, ACHMAD
Rekayasa Teknik Sipil Vol 1, No 1/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-88 Periode 1 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur jembatan yang ekonomis dan memenuhi syarat teknis ditinjau dari segi keamanan sangat penting untuk diupayakan, agar struktur jembatan yang dihasilkan layak digunakan dan memberikan rasa aman bagi penggunanya. Pada penelitian ini peneliti bermaksud untuk merencanakan konstruksi jembatan dengan menggunakan pelengkung baja. Jembatan direncanakan sepanjang 60,00, lebar 9,00 m, dengan jalan 2 lajur selebar 6,00 m Peraturan pembebanan yang dipakai  mengacu  pada Standar Nasional Indonesia (SNI) T-02-2005, T-03-2005 , T-12-2004, dan Bridge Design Manual Bridge Management System (BMS). 1992. Dengan perencanaan struktur atas jembatan mengacu pada peraturan AISC – LRFD. Perencanaan awal dimulai dari perhitungan lantai kendaraan. kemudian dilakukan perencanaan gelagar memanjang dan melintang. Selanjutnya dilakukan perhitungan menggunakan program SAP untuk menghitung gaya gaya yang bekerja pada jembatan untuk menghitung ikatan angin, penggantung, dan pelengkung yang digunakan dalam jembatan Perencanaan dan perhitungan dengan metode LRFD didapatkan penampang untuk pelengkung yaitu profil baja pipa dengan diameter 1000mm tebal 30mm, penggantung menggunakan WF 400.300.10.16, gelagar melintang menggunakan WF 500.300.11.18, dan gelagar memanjang menggunakan WF 350.350.12.19. Kata Kunci: Jembatan Pelengkung, LRFD SAP Planning the structure of the bridge economically and safety is important thing to be pursued, in order for the produced bridge can be fit for use and provide security for its users. In this study, researchers intend to analyze the planning of an arch bridge construction using steel. The bridge  planned 60,00m long , 9.00 m wide, with 6,00 m for two-lane road. Regulations for bridge loading refers to the Indonesian National Standard (SNI) T-02-2005, 03-2005-T, T-12-2004, and Bridge Design Manual Bridge Management System (BMS). 1992. With the planning structure of the bridge based on AISC - LRFD. The early stage planning is the calculation of the vehicle floor, then the planning of longitudinal girders and cross girders. Furthermore using SAP program to calculate the working forces on the bridge to calculate wind bonding, hanger, and the arch used in bridges. Planning and calculation with LRFD method obtained profiles for arch sections using steel pipes with diameter 1000mm and 30mm thick, hanger using WF 400.300.10.16, cross girder using WF 500.300.11.18, and a longitudinal girder using WF 350.350.12.19. Keywords: arch bridge, LRFD, SAP