cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Rekayasa Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 380 Documents
PENGARUH RASIO SODIUM HIDROKSIDA DENGAN SODIUM SILIKAT PADA MORTAR GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT GESER PADA APLIKASI SPESI BATU BATA SALWATUL AIS, NOVI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan semen sebagai bahan pembuatan beton memberi dampak negatif pemanasan global (global warming) karena pada saat proses produksi semen menghasilkan gas CO2. Seiring dengan munculnya isu pemanasan (global warming) dan hadirnya penerapan konsep pembangunan hijau (green building) dalam bidang rekayasa bahan material. Pembuatan mortar geopolymer secara umum dilakukan dengan menggunakan abu terbang (fly ash) sebagai bahan dasar utamanya. Akan tetapi abu terbang (fly ash) tidak memiliki kemampuan mengikat seperti halnya semen, untuk itu diperlukan alkali aktivator yaitu sodium hidroksida dan sodium silikat untuk membantu proses polimerisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio sodium hidroksida dengan sodium silikat terhadap kuat tekan dan kuat geser mortar geopolymer berbahan dasar abu terbang, sehingga didapatkan komposisi campuran mortar geopolymer berbahan dasar abu terbang yang memenuhi persyaratan kuat tekan dan kuat geser sebagai mortar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan nilai optimum modulus alkali terhadap kuat tekan dan kuat geser pada mortar geopolymer sebesar 1,5 variasi M-03 dengan nilai kuat tekan optimumnya 35,451 MPa dan nilai  kuat geser sebesar 0,719 MPa. Kata Kunci : Abu Terbang, Alkali Aktivator, , Geopolymer , Kuat Tekan, Kuat Geser, Modulus Alkali, Mortar. Abstract The use of cement as concrete material give negative impact of global warming because during the process production of cement produce CO2 gas, along with the emergence of global warming and presence of green building in the material building. Manufacturing the geopolymer mortar generally use fly ash as the main base material. However, fly ash does not have ability to bind as well as cement, it is necessary for the alkaline activators are sodium hydroxide and sodium silicate to aid the polymerization process. The purpose of this study was to determine the effect of the ratio of sodium hydroxide with sodium silicate of compressive strength and shear strength of fly ash based geopolymer mortar, so we get a mix mortar composition of fly ash-based geopolymer which meets the requirements of the compressive strength and shear strength as a mortar. Based on the research that has been done, the optimum value alkali modulus of compressive strength and shear strength in geopolymer mortar is variation of 1.5 M-03 with the optimum value of 35.451 MPa of compressive strength and  shear strength of 0.719 MPa. Keywords: Alkali Activators, Alkali Modulus, Compressive Strength, Fly Ash, Geopolymer, Mortar, Shear Strength
ANALISIS MODULUS DRAINASE PADA SALURAN PERUMAHAN PURI SURYA JAYA, KECAMATAN GEDANGAN, KABUPATEN SIDOARJO EMMANUEL, YERIKO
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan Puri Surya Jaya merupakan perumahan elit yang terletak di Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, yang masih sering mengalami banjir atau genangan tiap tahunnya, baik disebabkan oleh saluran drainase yang kurang layak,  banyak sedimentasi dan saluran drain inlet tertutup oleh sampah. Data atau informasi yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas PU Pengairan Kabupaten Sidoarjo dan data primer diperoleh dari survey langsung di lapangan. Metode pengolahan data menggunakan perhitungan secara manual sesuai dengan metode modulus drainase untuk menghitung debit hujan. Di dalam perhitungan metode modulus drainase juga menghitung penguapan air (evapotranspirasi) dan penyerapan air (perkolasi). Hasil yang diperoleh dari analisa perhitungan untuk evapotranspirasi ( ) sebesar 4.434 mm/hari sedangkan untuk perkolasi (P) diperoleh sebesar  6 mm/hari. Untuk perhitungan menggunakan metode modulus drainase sebesar 0.127 m3/detik/ha setelah dilakukan pengurangan terhadap curah hujan maksimal dengan evapotranspirasi ( ) dan perkolasi (P). Setelah dilakukan evaluasi saluran drainase antara penampang eksisting dengan penampang normalisasi sekitar  41.7 % saluran drainase eksiting yang berjumlah 66 segmen dari 8 cluster untuk saluran eksisting yang tidak memenuhi sehingga dilakukan perubahan dimensi saluran. Dari analisa perhitungan kemudian direncanakan normalisasi saluran dengan merencanakan penampang nomalisasi untuk saluran normalisasi kuarter menggunakan bentuk saluran lingkaran berdiameter 0.6 m dan 0.8 m sedangkan untuk saluran sekunder menggunakan bentuk saluran persegi ukuran lebar dasar B = 1 m dan tinggi penampang h = 0.60 m. Kata Kunci : metode modulus drainase, evapotranspirasi ( ) ,perkolasi (P) ,debit , normalisasi. ABSTRACT Puri Surya Jaya's housing is an elite housing located in Gedangan's district, Sidoarjo, which still often experience flooding or inundation, either due to the lack of decent drainage, also many of sedimentation and drain inlet channel covered by trash. The used data or information is secondary data acquired from Department of Irrigation Works Sidoarjo Regency and primary data is obtained from the direct survey on the place. Data processing method is using manually calculation in accordance with the the method for calculating drainage modulus debit rain.. In methodics calculation drainage modulus is also calculating water sublimate (evapotranspiration) and water absorption (percolation). The acquired result of morphological arithmetic for evapotranspiration ( ) is 4.434 mm/days, whereas for percolation (P) is 6 mm/days. For the calculation using the drainage modulus method is 0.127 m3/second/ha after the reduction of the maximum rainfall evapotranspiration ( ) and percolation (P ). After the evaluation of drainage channel between the existing cross-section with the normalization cross-section, about 41.7 % of the existing drainage channel that total 66 segments of 8 cluster to existing channel is  not fulfill it, so it does a change in channel dimension. From the analysis of the calculation then it is planed a normalization channel by planning the normalization cross-section to kuarter's normalization channel using the circle channel diameter 0.6 m and 0.8 m, meanwhile for secondary channel is used  the square channel which it size broad base b = 1 m and tall of cross-section h = 0.60 m. Keyword: drainage modulus, evapotranspiration ( ), percolation (P), debit, normalization
PENGARUH PENAMBAHAN KAPUR GAMPING MADURA PADA TANAH EKSPANSIF DI DAERAH WIYUNG SURABAYA TERHADAP NILAI PENGEMBANGAN TANAH AFIFFUROKHIM, TEGUH
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah dengan sifat kembang susut tinggi.Tanah di daerah wiyung Surabaya diindikasikan tergolong ke dalam tanah lempung ekspansif.Penelitian ini menggunakan stabilisasi kimia dengan penambahan kapur gamping Madura yang mengandung ion-ion positif calcium dan magnesium, dengan tujuan untuk memperbaiki stabilisasi tanah di daerah wiyung Surabaya agar mengurangi sifat kembang susut dari tanah tersebut. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen di laboratorium Universitas Negeri Surabaya dengan variasi penambahan serbuk batugamping : 0%, 3%, 6%,9%, dan 12%. Metodologi yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan melakukan tes sifat-sifat fisik tanah,tes proctor standart dan tes pengembangan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan Kapur Gamping Madura pada tanah ekspansif di daerah Wiyung Surabaya maka nilai Pengembangan tanah akan semakin menurun. Nilai pengembangan tanah di daerah wiyung Surabaya sebesar 8,22%. Setelah penambahan 3%,6%,9%, dan 12% nilainya turun menjadi masing-masing 2,16%, 1,71%, 1,22%, dan 0,94 % Sehingga pemanfaatan penambahan Kapur Gamping Madura pada Tanah Ekspansif di daerah Wiyung Surabaya dapat Menurunkan Nilai Pengembangan dari Tinggi menjadi rendah.Hal tersebut dapat mengurangi kerusakan yang terjadi pada bangunan di sekitarnya. Kata Kunci: Tanah ekspansif, Kapur Gamping Madura,   Stabilisasi Kimia, Pengembangan Tanah ABSTRACT An expansive clay soil with high potential swelling nature. Land in Surabaya Wiyung indicated belong to the expansive clay. This study uses a chemical stabilization by the addition of limestone chalk Madura containing positive ions of calcium and magnesium, with the aim to improve stabilization of soil in the area Wiyung Surabaya in order to reduce development shrinkage properties of the soil. This research uses experimental research in the laboratory of the State University of Surabaya with a variation of the addition of limestone powder: 0%, 3%, 6%, 9% and 12%. The methodology in this research is to test the soil physical properties, test standards proctor, and potential swellling test. The results showed that the larger the addition of Madurese Limestone Limestone on expansive soil in the area Wiyung Surabaya then the value of potential swelling will decrease. Value of potential swellling in Wiyung Surabaya amounted to 8.22%. After the addition of 3%, 6%, 9%, and 12% in value down to respectively 2.16%, 1.71%, 1.22% and 0.94% Limestone Limestone utilization so that the addition of Madurese in Expansive Soil in the area of ??Surabaya Wiyung can Lowers potential swelling of High Value to be low. This can reduce the damage caused to buildings in the vicinity. Keywords: Expansive Soil, Lime Limestone Madura, Chemical Stabilization, Soil potential
PENGARUH PENAMBAHAN LIMBAH KARBIT TERHADAP PENINGKATAN NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF JUNDULLOH, MOH.
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilisasi tanah adalah pencampuran tanah dengan bahan tertentu, guna memperbaiki sifat-sifat teknis tanah. Salah satu penggunaan zat aditif untuk stabilisasi tanah ekspansif dapat berupa pencampuran limbah karbit pada tanah lempung. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah karbit terhadap peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR) pada tanah lempung ekspansif dengan variasi penambahan limbah karbit sebesar 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Variabel bebas penelitian ini yakni menggunakan limbah karbit dengan persentase 0%, 3%, 6%, 9%, 12% dan 15% yang akan dicampur dengan tanah lempung ekspansif. Variabel terikat pada penelitian ini yakni nilai California Bearing Ratio (CBR). Tanah lempung yang diambil adalah di wilayah Desa Randegansari Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar penambahan limbah karbit pada tanah lempung ekspansif maka nilai CBR akan semakin meningkat. Berdasarkan hasil analisis, untuk memenuhi persyaratan CBR tanah dasar (Subgrade), untuk CBR penetrasi 0,1” dengan nilai batas minimum CBR sebesar 4% maka dibutuhkan penambahan limbah karbit sebesar 0,3%. Untuk memenuhi persyaratan CBR lapis pondasi bawah (Subbase) dengan nilai batas minimum CBR sebesar 25% dan IP kurang dari atau sama dengan 10% maka dibutuhkan penambahan limbah karbit 14,9% dengan didapatkan nilai CBR penetrasi 0,1” sebesar 33,2% dan nilai IP 10%. Kata Kunci: tanah lempung ekspansif, limbah karbit, nilai CBR Abstract Soil stabilization is mixing the soil with certain materials, in order to improve technical properties soil. One use of additives for the stabilization of expansive soil can be a mixing of waste carbide on clay. The purpose of this study was to determine the effect of waste carbide to increase the value of California Bearing Ratio (CBR) on expansive clay with a variety of additional waste carbide by 0%, 3%, 6%, 9%, 12% and 15%. This study was an experimental research. The independent variable of this research is to use waste carbide with a percentage of 0%, 3%, 6%, 9%, 12%, and 15% of which will be mixed with expansive clay. The dependent variable in this study the value of California Bearing Ratio (CBR). Clay taken is the territory of village randegansari District Driyorejo, Regency Gresik The results showed that the larger to addition of calcium carbide waste on the expansive clay CBR value will increase. Based on the analysis result, to get the requirements of CBR subgrade, for CBR penetration 0,1” with a minimum limit value amount of 4%, it takes the addition of 0.3% calcium carbide waste. To get the requirement of bottom layer (subbase) with minimum value of CBR 25% and IP below or same 10%, to get the requirement it is needed additional 14,9% carbide waste with value of CBR penetration 0,1” of 33,2% and Value IP 10%. Keywords : expansive clay, carbide waste, the value of CBR
PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI MOLARITAS NAOH TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LEKAT MORTAR GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG PADA APLIKASI SPESI BATA MERAH NURMA PUSPITA APSARI, DEBI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan konstruksi sangat erat kaitannya dengan penggunaan material yang mengandung bahan-bahan tidak ramah lingkungan sehingga dapat berdampak buruk bagi lingkungan sekitar seperti semen yang dijadikan sebagai beton segar. Beton geopolymer dengan campuran abu terbang sendiri tidak memiliki kemampuan mengikat seperti halnya semen, tetapi dengan kehadiran air dan ukuran partikelnya yang halus, oksida silika yang dikandung oleh abu terbang akan bereaksi secara kimia dan menghasilkan zat yang memiliki kemampuan mengikat (Hardjito dkk, 2005). Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kuat tekan mortar geopolymer berbahan dasar abu terbang, kuat lekat, dan menentukan kadar optimum penambahan variasi molaritas NaOH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan dan kuat kuat lekat optimum dihasilkan pada variasi molaritas D sebesar 23,21 MPa dan 0,89 MPa. Kadar optimum yang didapat untuk pembuatan mortar ialah variasi D dengan menggunakan alkali aktivator sebesar 12 Molar. Kata kunci : alkali aktivator, abu terbang, geopolymer, kuat tekan, kuat lekat Abstract Building construction is closely associated with the use of materials containing ingredients that are not environmentally friendly so that it can be bad for the environment, such as cement is used as the fresh concrete. Geopolymer concrete with a mixture of fly ash itself does not have ability to bind as well as cement, but with the presence of water and the size of the particles which are smooth, silica oxide contained by fly ash will react chemically and generate substances that possess the binding ability (Hardjito et al, 2005). The purpose of this research is to know the results of the compressive strength of fly ash based geopolymer mortar, shear strength, and determining the optimum levels of addition of NaOH molarity variation. The result of this study shows that the optimum compressive strength and shear strength obtained in variation molarity D of 23,21 MPa and 0,89 MPa. Optimum levels obtained for mortar making is D variation by using an alkaline activator of 12 Molar. Keywords: alkaline activator, fly ash, geopolymer, compressive strength, shear strength
PENGARUH KETEBALAN PROFIL BATANG TEKAN TERHADAP GAYA LUAR PADA RANGKA ATAP BAJA RINGAN TRIDIONO PAMUNGKAS, AVIT
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baja ringan yang digunakan untuk rangka kuda-kuda tidak lepas dari beberapa masalah kegagalan struktur, misalnya kegagalan dalam sambungan, kemampuan rangka batang menahan beban, dan lain lain. Untuk rangka batang sendiri biasanya kegagalan struktur rangka kuda-kuda atap baja ringan banyak terjadi didaerah batang tekan karena mengalami tekuk lokal (buckling). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan profil batang tekan terhadap gaya luar dan mengetahui perilaku keruntuhan. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium dengan memberikan beban pada masing-masing benda uji rangka batang baja ringan hingga mencapai beban maksimum. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja ringan dengan profil yang digunakan untuk batang tekan adalah profil C 80.60, profil C 80.70, Profil C 80.75, dan profil C 80.100. Sedangkan, untuk batang tarik digunakan profil C 80.100. Berdasarkan hasil pengujian, rasio perbandingan batang tekan teoritik dan aktual pada benda uji I sebesar 71,8%, Benda uji II sebesar 70,2 %, Benda uji III sebesar 70,7 %, dan Benda uji IV sebesar 80,2%. Semakin tebal profil pada batang tekan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kekuatan nominal (Pn). Namun, berdasarkan hasil analisa pengujian dapat dilihat bahwa tebal profil pada batang tekan yang paling optimal adalah profil C dengan ketebalan 0,75 mm karena memiliki nilai kekuatan nominal (Pn) terbesar dari keempat benda uji. Kata Kunci: baja ringan, rangka batang, tegangan tekan, tegangan tarik. Abstract Cold Formed Steel that used for truss framework can not be separated from some problems of structural failure, such as failure in the connection, the ability of the trunk to withstand loads, and others. For the trunk itself, usually the failure of the frame structure of cold formed steel trusses are mostly on the area of press sticks due to local buckling. This study aims to determine the effect of thickness of the stem profile on the outer force and to know the collapse behavior. This study was conducted in laboratory by assigning loads on each cold formed steel trusses test object to reach the maximum load. The materials used in this research are cold formed steel with profiles used for press rods are: profile C 80.60, profile C 80.70, Profile C 80.75, and profile C 80.100. Meanwhile, for the tensile member used profile C 80.100. Based on the test results, comparison ratio between actual and theoretical composition rods on the test specimens I was 71.8%, the second test object was 70.2%, the third test object was 70.7%, and the test object IV was 80.2%. The thicker the profiles on the press bars does not significantly affect the nominal strength (Pn). However, based on the results of the test analysis can be seen that the thickness of the profile on the most pressed stem was C profile with 0.75 mm thickness because it has the largest nominal strength value (Pn) from the four specimens. Keywords: cold formed steel, trusses, compression stress, tension stress
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR PADA SENTRA PEDAGANG KAKI LIMA KARAH DENGAN METODE BIOFILTER SHERLYANNE, KUKUH
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentra PKL Karah menghasilkan limbah padat dan cair. Limbah padat dibuang ke Tempat Pembuangan Umum (TPU) sementara limbah cair dibuang langsung ke saluran drainase. Hal ini menyebabkan timbulnya masalah lingkungan seperti bau, sarang nyamuk dan lalat, dan sumber penyakit. Untuk itu perlu dilakukan penanganan menggunakan alat yaitu biofilter. Biofilter adalah bioreaktor lekat tetap, dimana mikroorganisme tumbuh dan berkembang diatas suatu media. Biofilter memanfaatkan kinerja mikroorganisme pada lapisan permukaan media (biofilm) dengan proses biologi. Penelitian dilakukan dengan  mengalirkan air limbah ke dalam biofilter dengan waktu kontak yang ditentukan sambil diamati efektifitas biofilter dalam menurunkan kadar beban pencemar melalui analisa laboratorium. Dari hasil pengamatan efluen biofilter alat ini bisa diaplikasikan pada Sentra PKL Karah dengan modifikasi. Biofilter mampu menurunkan kadar TSS sebanyak 97,19%; 96,04% untuk COD; 97,7% untuk BOD; dan 99,5% untuk Minyak/Lemak. Kata kunci: Biofilter, Limbah cair, biofilm Abstract Karah culinary centers produce solid waste and waste water. Solid waste disposed to discharged place while liquid waste water disposed directly to channel drainage .This has led to the environmental problems like the odor , mosquito and flies nest , and the source of many diseas . However, this condition need a solution by a technology named biofilter. Biofilter is bioreactor limy fixed , where microorganisms grow and flourish above a media .Utilizing performance biofilter microorganisms on a surface coating media ( biofilm ) with biological process . The research was done by streaming waste water into biofilter according to specified time contact while observed effectivity of biofilter in lowering levels of pollutant burden through laboratory analysis . The result of the observation at biofilter effluent  was biofilter could apply to Karah culinary center with some modification .Biofilter could decrease the TSS, COD, BOD, and oil/fat levels as much as: 97,19%; 96,04 %; 97,7 %; and 99.5 %.  Keyword:  Biofilter , Wastewater , Biofilm
PENGARUH PERBANDINGAN WATER SOLID RATIO (W/S) TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LEKAT MORTAR GEOPOLYMER BERBAHAN DASAR ABU TERBANG DENGAN NAOH 12 M PADA SUHU RUANGAN DWIKA A, BERNARDUS
Rekayasa Teknik Sipil Vol 2, No 2/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-89 Periode 2 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen yang merupakan material penyusun beton ternyata memberikan dampak negatif yang cukup besar terhadap kerusakan lingkungan. Peningkatan pemakaian semen berdampak meningkatnya emisi CO2 di udara. Produksi 1 ton semen menghasilkan 1 ton CO2 yang dilepaskan ke udara (Davidovits, 1994). Pembuatan beton geopolymer berbahan dasar fly ash dapat membantu mengurangi produksi semen. Beton geopolymer berbahan dasar fly ash biasanya diproduksi pada suhu tinggi. Hal ini menjadi batasan untuk pengecoran beton di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan W/S ratio yang tepat pada mortar geopolymer yang dapat dikerjakan pada kondisi ruangan. Perbandingan W/S ratio yang digunakan sebesar 0,2; 0,25; 0,30; 0,35; 0,40; dan 0,45. Hasil menunjukkan bahwa perbandingan penggunaan W/S ratio dapat mempengaruhi kekuatan tekan dan lekat pada pasta geopolymer. Hasil menunjukkan pada penggunaan W/S ratio 0,35 diperoleh hasil paling optimum pada campuran mortar geopolymer berbahan dasar fly ash yang dirawat pada suhu ruangan. Kata Kunci: kondisi ruangan, fly ash, water solid ratio (W/S ratio), kuat tekan, kuat lekat. Abstract Cement which is a concrete compose material turned out to have a considerable negative impact on environmental damage. The increase of cement consumption increasing impact of CO2 emissions in the air. The production of 1 ton of cement produces 1 ton of CO2 released into the air (Davidovits, 1994). Fly ash-based geopolymer concrete can help to reduce the production of cement. Fly ash-based geopolymer concrete usually produced at high temperatures. This is a limition for casting concrete in the field. This study aims to get the comparative of W/S ratio geopolymer concrete is suitable for curing in ambient condition comparative of W/S ratio used in this research was 0,2; 0,25; 0,30; 0,35; 0,40; 0,45. The results showed that the comparative of W/S ratio  can  affect the compressive strength and adhesion strength to the geopolymer paste. The results showed that the use of W/S ratio 0,35 obtained the most optimum results on a mixture of fly ash-based geopolymer concrete can be cured at ambient temperature. Keywords: ambient temperatur, fly ash, water solid ratio (W/S ratio), compressive strength, shear strength. 
ANALISIS NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR) TEST PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF DENGAN STABILISASI KAPUR GAMPING GRESIK DWI PRATAMA, NOVI
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki kembang susut yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kerusakan struktur diatasnya. Jalan raya yang dibangun diatas tanah yang kurang stabil dapat mengakibatkan kerusakan pada perkerasan jalan. Di daerah Gresik tepatnya di Desa Randegansari sampai Desa Tenaru banyak ditemui jalan yang rusak ataupun bergelombang. Hal tersebut terjadi karena beberapa faktor yang salah satunya adalah rendahnya nilai CBR atau daya dukung tanah pada daerah tersebut. Pada penelitian ini stabilisasi tanah di daerah Randegansari akan menggunakan kapur gamping yang berasal dari desa Sekapuk, Gresik. Dengan stabilisasi kapur gamping Gresik diharapkan dapat meningkatkan nilai CBR dan agar tanah dapat memenuhi persyaratan sebagai tanah dasar (Subgrade) dan lapis pondasi bawah jalan raya di daerah Randegansari. Terdapat variasi persentase penambahan kapur gamping yang digunakan yaitu 0%, 3%, 5%, 10%, 15%, 20%. Dari hasil uji Laboratorium dengan variasi persentase penambahan kapur gamping 3%, 5%, 10%, 15%, 20% didapatkan nilai CBR untuk penterasi 0,1” berturut-turut sebesar 2,77%, 15,94%, 24,15%, 30,9%, 34,25%, 34,68%. Sedangkan untuk penterasi 0,2” berturut-turut sebesar 2,43%, 14,56%, 22,48%, 2862%, 31,33%, dan 31,94%. Untuk memenuhi persyaratan CBR tanah dasar (Subgrade) diperlukan penambahan kapur gamping sebanyak 0,3%. Sedangkan untuk memenuhi persyaratan CBR lapis pondasi bawah (Subbase) 25% dan IP dibawah 10% diperlukan kapur gamping sebanyak 19,3%. Dapat disimpulkan bahwa semakin besar penambahan kapur gamping maka nilai CBR juga akan semakin meningkat. Kata Kunci: Ekpansif, Stabilisasi, Kapur Gamping, CBR. Abstract Expansive soil is high swell soil, which is able to cause damage on its upper structure. The highway which is built on unstable soil may result a damage to the pavement. In Gresik, in the Randegansari village until Tenaru village, we found many roads are damage or surging. It happens because of several factors, one of which is the low CBR value or soil bearing capacity at the area. In this study, soil stabilization in the area of Randegansari will use lime from Sekapuk village, Gresik. Gresik lime stabilization is expected to increase the value of CBR and soil can qualify as a Subgrade and Sub-base in the area Randegansari. There are addition percentages variations to lime which we used 0%, 3%, 5%, 10%, 15%, 20%. Laboratory test results with addition percentages variations in lime 0%, 3%, 5%, 10%, 15%, 20% obtained the value of CBR to penetration 0,1”, respectively for 2,77%, 15,94%, 24,15%, 30,9%, 34,25%, 34,68%. As for penetration 0,2”, respectively for 142,43%, 14,56%, 22,48%, 2862%, 31,33%,  31,94%. To qualify CBR subgrade, it is required the 0,3 % addition of lime. As for to qualify CBR Sub-base 25% and IP below 10%, is is required the 19,3% addition of lime. It can be concluded that the greater the addition of lime, CBR value will also increase. Keywords: Ekspansive, Stabilization, Lime, CBR.
ANALISIS HASIL PERHITUNGAN  KONSTRUKSI  GEDUNG GRAHA ATMAJA SURABAYA  MENGGUNAKAN BEBAN GEMPA SNI 1726-2012 DAN PERHITUNGAN BETON SNI 2847-2013 SANDRIAN, FERRY
Rekayasa Teknik Sipil Vol 3, No 3/REKAT/17 (2017): Wisuda ke-90 Periode 3 Tahun 2017
Publisher : Rekayasa Teknik Sipil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hasil dari perhitungan beban gempa yang diterima gedung berdasarkan gempa SNI 1726-2012 dan mengetahui hasil kekuatan struktur maupun perubahan yang terjadi pada Gedung Graha Atmaja berdasarkan perhitungan beton SNI 2847-2013. Penelitian ini menggunakan data dari struktur eksisting gedung Graha Atmaja Surabaya yang terdiri dari 8 lantai dengan ketinggian 32 meter, dibuat model struktur 3 dimensi menggunakan program bantu SAP 2000.15 bangunan gedung Graha Atmaja ini diasumsikan tidak menggunakan dinding geser (Shear Wall). Daerah yang ditinjau merupakan khusus daerah yang berada di Surabaya dengan kriteria tanah lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada wilayah yang disyaratkan pada pemikul momen khusus dan memenuhi kesesuain Strong Column Weak Beam akan didapat struktur yang efektif. Kata Kunci: Gempa, Gedung, Struktur Abstract The purpose of this research is to find out the result of calculation quake loads that is accepted the building based on awake SNI 1726-2012, and to know the result power structure as well as the alteration that happened at Graha Atmaja Building besad on concrete calculation SNI 2847-2013. This research uses the data from eksisting structure Graha Atmaja Building which consists from 8 floors with its high 32 meters, is made up  structure model 3 dimension by using stone SAP 2000.15. The construction of Graha Atmaja Building is assumed about not use share well. Reviewed area is a special area in Surabaya with soft soil criteria. The result shows that in area which hinted at specific moment bearer and fill up with compability strong column weak beam that will be able to the effective structure. Keywords: Earthquake, Building, Structure