cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 18 Documents clear
KINERJA SEPEDA MOTOR MENGKONSUMSI BAHAN BAKAR CAMPURAN ANTARA PREMIUM DAN BIOETHANOL DARI LIMBAH BREM Setiawan, Candra; WAYAN SUSILA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi berdampak buruk pada lingkungan karena menghasilkan emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin. Disisi lain ketersediaan bahan bakar fosil yang terus menurun tidak bisa mengimbangi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk mengatasi permasalaan tersebut diperlukan bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar fosil salah satunya bioethanol. Bioethanol (C2H5OH) adalah cairan biokimia dari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan micro organism yang biasa digunakan sebagai bahan bakar tambahan premium. Objek dalam penelitian ini adalah kendaraan Honda Revo 2016 dengan kapasitas mesin 110cc. Metode pengujian performa mesin menggunakan metode full open throttle valve berdasarkan standart pengujian SAE J1349. Bahan bakar yang digunakan premium murni (A0) dan premium campuran bioethanol dari limbah brem dengan komposisi campuran E5 (95% premium + 5% bioethanol), E10 (90% premium + 10% bioethanol), E15 (85% premium + 15% bioethanol), E20 (80% premium + 20% bioethanol). Kinerja mesin yang di amati adalah Torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar spesifik. Peralatan dan instrument penelitian yang digunakan adalah chasis dynamometer, fuel meter, stopwatch dan gelas ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja mesin optimal di peroleh menggunakan bahan bakar E10 yaitu torsi maksimum sebesar 0,92 Kgf.m pada putaran 6500 rpm. Sedangkan daya efektif maksimum sebesar 9,16 PS, pada putaran 7500 rpm. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa tekanan efektif rata-rata maksimum yang di hasilkan sebesar 10,717 kg/cm2 pada putaran 7500 rpm. Konsumsi Bahan Bakar Spesifik maximum 0,049 ml/ps.jam. Kata Kunci: Kinerja mesin, campuran antara premium dan bioethanol dari limbah brem Abstract The development of science and technology that occurred have a negative impact on the environment because it produces exhaust emissions produced by the engine. On the other hand the continued availability of fossil fuels can not keep pace with the development of science and technology. To overcome the problem is needed alternative fuel substitute fossil fuel one of them bioethanol. Bioethanol (C2H5OH) is a biochemical liquid from the fermentation process of sugar from carbohydrate sources using the help of micro organism commonly used as a premium additional fuel. The object in this study is the Honda Revo 2016 vehicle with a 110cc engine capacity. The method of testing engine performance using full open throttle valve method based on SAE J1349 testing standard. Fuel used premium pure (A0) and premium bioethanol mixture from brackish waste with mixed composition E5 (95% premium + 5% bioethanol), E10 (90% premium + 10% bioethanol), E15 (85% premium + 15% bioethanol ), E20 (80% premium + 20% bioethanol). Engine performance observed is: Torque, power, and specific fuel consumption. Research equipment and instrument used are chasis dynamometer, fuel meter, stopwatch and measuring cup. The results showed that the optimum engine performance in obtaining using E10 fuel is maximum torque of 0.92 Kgf.m at 6500 rpm rotation. While the maximum effective power is 9.16 PS, at a speed of 7500 rpm. The test results also show that the maximum effective average pressure generated at 10.717 kg / cm2 at 7500 rpm rotation. Specific Fuel Consumption of maximum 0.049 ml / ps Hours. Keyword: Machine performance, mixture of premium and bioethanol from brem waste.
PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS SISWA KELAS X TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK DHARMA BAHARI SURABAYA ULUM, RIYADLUL; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum efektifnya guru dalam menerapkan model pembelajaran dan memanfaatkan media pendukung pada mata pelajaran dasar. Idealnya dalam mengajarkan pengetahuan dasar seperti pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO) guru tidak hanya mengajarkan dalam bentuk ceramah, melainkan juga dengan mendemonstrasikan menggunakan media pendukung (benda nyata), sehingga siswa tidak hanya dapat meningkatkan kemampuan kognitif saja melainkan juga kemampuan psikomotor. Mengetahui permasalahan tersebut, peneliti ingin menerapkan sebuah model pembelajaran yang sesuai untuk membantu siswa dalam meningkatkan pengetahuan dasar. Model pembelajaran tersebut adalah pendekatan scientific learning dengan direct instruction (model pembelajaran langsung). Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah siswa kelas X TKR 4 SMK Dharma Bahari Surabaya pada semester genap 2017-2018. Desain yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini berbentuk spiral atau siklus Kemis dan MC Taggart. Analisis data menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar aktivitas siswa. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan scientific learning dengan model pembelajaran langsung (direct instruction) dapat meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif. Hal tersebut dibuktikan pada siklus I persentase aktivitas siswa sebesar 64% dengan kategori baik, kemudian meningkat meningkat pada siklus II menjadi 83% dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Model pembelajaran langsung, scientific learning, mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO), dan aktivitas siswa. Abstract This research is motivated by the ineffectiveness of teachers in applying the model of learning and utilizing supporting media on basic subjects. Ideally in teaching basic knowledge as in the subject of Basic Work of Automotive Engineering teachers not only teach in the form of lectures, but also by demonstrating using supporting media (real objects), so that students can not only improve cognitive skills but psychomotor skills. Knowing these issues, researchers want to apply an appropriate learning model to help students improve basic knowledge. Learning model is the approach of scientific learning with direct instruction (direct learning model). This type of research is a classroom action research. The subject of this research is the students of class X TKR 4 SMK Dharma Bahari Surabaya in the even semester of 2017-2018. The designs used in this classroom action research are spiral or Kemis cycle and MC Taggart. Data analysis using descriptive method by using quantitative approach. The research instrument used to collect data is a student activity sheet. The results of this class action research indicate that the application of scientific learning approach with direct instruction model (direct instruction) can increase student activity on the subjects of Basic Work of Automotive Engineering. This is evidenced in the first cycle of student activity percentage of 64% with good category, then increased in cycle II to 83% with very good category. Keywords: Direct learning model, scientific learning, Basic Automotive Engineering, and student activity.
PENGARUH NILAI MICROTEACHING TERHADAP KEMAMPUAN MENGAJAR MAHASISWA UNESA SEBAGAI CALON GURU DALAM KEGIATAN PROGRAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN (PPP) DI SMK TAMAN SISWA MOJOKERTO MARDIYANSYAH, VIQGEH; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Pengelolaan Pembelajaran (PPP) merupakan suatu program yang diwajibkan untuk mahasiswa program kependidikan jenjang S-1 yang mana program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan mahasiswa dalam pengelolahan pembelajaran yang relevan dengan kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial dan profesional. Oleh karena itu, Tujuan Penilitian ini adalah (1) Untuk mengetahui nilai Microteaching mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di SMK Taman Siswa Mojokerto (2) Untuk mengetahui kemampuan mengajar mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dalam PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto (3) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh nilai micro teaching terhadap PPP Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya di SMK Taman Siswa Mojokerto. Metode Penilitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mencari fakta terhadap pengaruh yang timbul dari adanya kegiatan microteaching terhadap kemampuan mengajar mahasiswa UNESA dalam melasanakan PPP yang akan dioleh berupa angka dari hasil observasi berupa angket data menggunakan instrumen penilaian. Hasil Penilitian ini menunjukan dari hasil nilai rata-rata micro teaching mahasiswa di SMK Taman Siswa Mojokerto Sebesar 76,09. Nilai tersebut menunjukan bahwa mahasiswa microteaching UNESA sudah memenuhi persyaratan untuk melakukan PPP. Dan pada nilai Kemampuan mengajar mahasiswa Universitas Negeri Surabaya dalam PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto sangat memuaskan. Hal ini di tunjukan dari nilai rata rata mahasiswa sebesar 87,77. Dan dari hasil uji hipotesis menunjukan adanya pengaruh antara nilai microteaching kemampuan mengajar hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan F0 > Fa yaitu 15,807 > 4,32 sehingga Ho (Tidak ada pengaruh antara nilai microteaching terhadap kemampuan mengajar mahasiswa pada PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto) ditolak dan Ha (Ada pengaruh antara nilai microteaching terhadap kemampuan mengajar mahasiswa pada PPP di SMK Taman Siswa Mojokerto) diterima. Kata kunci : Microteaching, Kemampuan Mengajar, PPP.
EVALUASI PELAKSANAAN DAN FAKTOR-FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG TEACHING FACTORY DI SMK NEGERI 3 SURABAYA , NURILANWAR; GRUMMY WAILANDUW, A.
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebutuhan tenaga kerja dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan SMK yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan industri. Melalui Inpres No. 9 Tahun 2016 tentang perlunya pelaksanaan revitalisasi SMK, untuk menjalankan Inpres tersebut dijalankan program teaching factory di SMK. Teaching factory adalah konsep pembelajaran dimana sekolah melaksanakan produksi atau layanan jasa yang merupakan bagian dari proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan mengetahui baik tidaknya pelaksanaan teaching factory ditinjau dari aspek proses pembelajaran & training serta aspek Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga untuk mengetahui faktor menghambat dan pendukung pelaksanaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik kuesioner dan wawancara. Kedua instrumen ini digunakan untuk saling melengkapi dan memperkuat data penelitian sehingga didapat data yang benar-benar valid. Data yang didapat, diolah dan dicari nilai rata-rata dari hasil kuesioner dan wawancara. Selanjutnya dari nilai rata-rata tersebut dapat diperoleh Nilai Pencapaian Keberhasilan (NPK) dari pelaksanaan teaching factory dari aspek pola pembelajaran & training serta aspek SDM. Hasil penelitian yang dilakukan di SMKN 3 Surabaya pada program keahlian Teknik permesinan. Dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa kuesioner dengan responden sebanyak 12 guru maka diperoleh hasil bahwa pelaksanaan teaching factory dari aspek pola pembelajaran dan training dikategorikan sesuai dimana diperoleh Nilai Pencapaian Kualitas (NPK) sebesar 16,1 dengan persentase sebesar 74,54 %. Sedangkan dari aspek SDM dikategorikan sangat sesuai, dimana diperoleh hasil Nilai Pencapaian Kualitas (NPK) sebesar 14,4 dengan persentase 80%. Faktor penghambat dalam pelaksanaan teaching factory adalah: a). Pelaksanaan teaching factory belum menerapkan praktik pembelajaran kewirausahaan; b). Tidak didapatkannya kompetensi pengelasan yang didapatkan siswa dalam pembelajaran. Sedangkan faktor pendukungnya adalah: a). Kegiatan pengajar aktif dalam menjalankan program teaching factory; b). Guru memiliki kompetensi yang sejalan dengan pelaksanaan teaching factory; c). Memiliki team work yang baik dalam menjalankan teaching factory. Kata kunci: Evaluasi, Teaching Factory, Faktor Penghambat, Faktor Pendukung.AbstractThe needs of the labor required to produce a quality SMK graduates according to the needs of the industry. Through Presidential Instruction No. 9 of 2016 concerning the need for the implementation of vocational school revitalization, to carry out the Inpres, the factory teaching program was run in Vocational Schools. Teaching factory is the concept of learning in which schools carry out production or services that are part of the process of teaching and learning. The purpose of this study was to measure and determine whether or not the implementation of the teaching factory was reviewed in terms of aspects of the learning process and training as well as aspects of Human Resources (HR) and also to find out the inhibiting factors and supporting implementation. The methods used in this research is descriptive quantitative. The data obtained, processed and searched for the average value of the results of questionnaires and interviews. Both of these instruments are used to complement and strengthen the research data so that the data obtained are completely valid. The data obtained, processed and sought the average value of the results of questionnaires and interviews. Further from the average value can be obtained the value of achievement of success (NPK) from implementation of the teaching factory pattern of learning & training and HR aspects. The results of research conducted at SMKN 3 Surabaya at machining engineering program. By using the method of data collection in the form of a questionnaire with respondents as many as 12 teachers thus obtained the result that implementation of the teaching factory pattern of learning and training are categorized accordingly where the retrieved value to achieving quality (NPK) of 16.1 with the percentage of 74.54%. While the HR aspects of categorized very fit, where the value of achieving quality results obtained (NPK) by 14.4 percentage 80% with. The obstacle factor in the implementation of the teaching factory is: a). Implementation of teaching factory learning-practices apply yet entrepreneurship; b). There is no welding competence obtained by students in learning. While the supporting factors are: a). The teaching activities are active in running the program teaching factory; b). Teachers have a competency in line with the implementation of a teaching factory; c). Have a good team work in running teaching factory. Keywords: Evaluation, Teaching Factory, Factor Restricting, Factor Endowments.
PENGEMBANGAN MODUL TRAINER KONDUKSI UNTUK MENUNJANG PERKULIAHAN PERPINDAHAN PANAS MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN UNESA DEWI PUSPITASARI, ALIFIA; MADE ARSANA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mata kuliah perpindahan panas merupakan mata kuliah pendukung di jurusan teknik mesin namun pembelajaran praktikum yang berlangsung selama ini belum sepenuhnya didukung dengan modul pembelajaran. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) Mengetahui validitas modul trainer perpindahan panas konduksi yang dikembangkan berdasarkan validasi dari dosen ahli pada mata kuliah perpindahan panas, (2) mengetahui perbedaan hasil belajar mahasiswa sebelum dan sesudah penerapan modul trainer perpindahan panas konduksi pada mata kuliah perpindahan panas, (3) mengetahui respon mahasiswa terhadap modul trainer perpindahan panas konduksi pada mata kuliah perpindahan panas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan terhadap perangkat modul yang mengacu pada model pengembangan 4-D Thiagarajan. Pada model pengembangan 4-D ini terdapat 4 tahap yang harus dilakukan peneliti, Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi modul dengan materi modul trainer perpindahan panas konduksi sesuai dengan kompetensi perpindahan panas konduktivitas paksa pada silabus perkuliahan perpindahan panas yang membahas tentang beberapa hal penting yang perlu diketahui agar peserta didik dapat mengetahui definisi perpindahan panas konduksi dengan media pembelajaran yang menunjukkan/memperagakan proses perpindahan panas melalui media penghantar yang dapat mendistribusikan suhu tanpa disertai perpindahan bagian-bagian media tersebut dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas modul trainer perpindahan panas konduksi dinyatakan valid dan layak digunakan oleh tiga validator ahli dengan persentase rata-rata sebesar 81%. Hasil belajar mahasiswa mengalami peningkatan dengan rata-rata persentase sebesar 69%. Sedangkan, penerapan modul trainer perpindahan panas konduksi juga memiliki respon positif dari mahasiswa, terbukti dari persentase rata-rata hasil respon mahasiswa sebesar 81% untuk keseluruhan indikator penilaian dengan kategori sangat baik. Kata Kunci: Perpindahan panas konduksi, pengembangan modul trainer.Abstract The course of heat transfer is a supporting course in the mechanical engineering department but the practicum learning that lasted so far has not been fully supported by the learning module.. Aim research this among others: (1) Knowing validity transfer trainermodule hot conduction developed based on validation from lecturer expert on eye lecture displacement heat, (2) knowing difference results learn college student before and after application transfer trainer module hot conduction on eyelecture displacement hot, (3) knowing response college student to transfer trainer module hot conduction on eye lecture displacement hot. Type research this is research development to device module that refers on the Thiagarajan 4-D development model in 4-D model of the development of this there are 4 stages that must be do researchers, Instruments used in research this is sheet validation module with material transfer trainer module hot conduction corresponding with competence displacement hot conductivity forced on syllabus I ectures displacement heat discusses about some important that is necessary known to participants educate could knowing definition displacement hot conduction with learning media that show/demonstrate the transfer process hot through delivery media that can distribute temperature with out accompanied displacement section of the media and data obtained on descriptive. Results research show that validity Transfer trainer module hot conduction declared valid and feasible used by three expert validators with the average percentage of 81%. Results learn college student experience enhancement with an average percentage 69%. Where as application transfer trainer module hot conduction also has response positive from student, proven from average percentage of results response college student of 81% for whole indicator assessment with category very good Keywords: Trainer modul development, conduction heat transfer
ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PART MOBIL DENGAN METODE ABC (KONSEP 80-20 ) PADA GUDANG SUKU CADANG DI BENGKEL PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN AINI, QURROTUL; RIANDADARI, DYAH
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN SPARE PARTMOBILDENGAN METODE ABC (KONSEP 80-20 ) PADA GUDANG SUKUCADANG DI BENGKEL PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Nama : Qurrotul Aini NIM : 14050524024 Program Studi : S-1 Pendidikan Teknik Mesin Otomotif Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dyah Riandadari, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan merupakan dealer satu-satunya dipulau Madura serta salah satu dealer resmi penjualan produk Toyota di Kota Pamekasan merupakan jaringan jasa penjualan, perawatan, perbaikan dan penyediaan spare part Toyota yang manajemennya dibawah jaringan PT. Toyota Astra Motor. Keberadaan persediaan dalam suatu usaha tidak dapat dihindarkan, hal tersebut dikarenakan persediaan merupakan modal yang berbentuk barang. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan modal yang tertanam terlalu besar, sebaliknya kekurangan persediaan akan mengganggu proses operasional kedua kondisi tersebut memiliki konsekuensi biaya yang besar, oleh karena itu diperlukan manajemen persediaan yang tepat. Untuk mengkondisikan tingkat persediaan yang optimal. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan bantuan analisis kuantitatifyaitu dengan mendeskripsikan data secara sistematis, faktual dan akurat mengenai hasil selama pengolahan data. Metode pengumpulan data menggunakan dua macam metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara.Perencanaan persediaan suku cadang yang dilakukan PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan dengan metode ABC bertujuan untuk Untuk mengetahui maksimalnya sistem pengendalian persediaan sehingga tidak terjadi kekurangan atau penumpukan barang spare part di gudang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil perhitungan Rata-rata MAD dan MSE dengan menggunakan 3 metode permalan, rata-rata untuk semua suku cadang hasil perhitungan kesalahan peramalan terkecil terdapat pada metode Linier dengan hasil peramalan pada suku cadang TGMO Bensin sejumlah 13.680 unit, TGMO Diesel sejumlah 10957 unit, Spark plug sejumlah 640 unit, Oil filter sejumlah2.044 unit, TGGO Gardan sejumlah 1.030 unit, TGGO Transmisi Manual sejumlah 1.250 unit dan Brake Fluid sejumlah 635 unit. Dari hasil perhitungan metode ABC (Konsep 80-20) didapat hasil kebijakan optimal seluruh suku cadang yaitu Analisis ABC yaitu kelompok A dengan item TGMO SYN10W-40SN Bensin dan TGMO SYN10W-40SN Diesel memiliki persen Akumulasi sebanyak 75% atau sejumlah Rp. 668.949.788 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825., Kelompok B pada item Spark plug,Oil Filter dan TGGO Gardan adalah persen Akumulasi sebanyak 18% atau sejumlah Rp. 161.663.649 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825. dan kelompok C pada item TGGO Transmisi Manual dan Brake Fluid adalah persen Akumulasi sebanyak 7% atau sejumlah Rp. 64.397.388 dari jumlah total biaya persediaan spare part Rp. 895.010.825. Hasil perhitungan persediaan pengamanan suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 485 unit, Reorder point pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 41.525. Untuk persedian maksimal pada TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar 83.051 unit, nilai rata-rata persedian pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin sebesar Rp. 1.767.676.215 dan inventory turnover pada suku cadang TGMOSYN10W-40SN Bensin dilakukan sebanyak 0,2 kali. Kata Kunci: pesediaan, spare part, analisis ABC, Safety Stock, ROP, ITO.ABSTRACT ANALYSIS DESIGN INVENTORY CAR SPARE PART WITH METHODE ABC (CONSEP 80-20 ) ON THE WAREHOUSE PARTS IN WORKSHOP PT. LIEK SATU INVICTA TOYOTA PAMEKASAN Name : Qurrotul Aini NIM : 14050524024 Study Program : Bachelor of Education Mechanical Engineering Concentration : Automotive Department : Mechanical Engineering Faculty : Engineering Instution : Surabaya State University Pembimbing : Dyah Riandadari, S.T., M.T. PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan is the only dealer in the island of Madura and one of the authorized dealers selling Toyota products in the City of Pamekasan is a network of sales, maintenance, repair and supply of Toyota spare parts whose management is under the network of PT. Toyota Astra Motor. The availability of inventory in a business cannot be avoided, this is because inventory is capital in the form of goods. Inventories that cause too much embedded capital are too large, whereas a shortage of inventory will disrupt the operational process of both conditions has a large cost consequence, therefore proper inventory management is needed. To condition optimal inventory levels. This research method is descriptive research with the help of quantitative analysis that is by describing the data systematically, factually and accurately about the results during data processing. Data collection method uses two kinds of data collection methods namely observation and interview. Spare parts inventory planning conducted by PT. Liek Satu Invicta Toyota Pamekasan with the ABC method aims to determine the maximum inventory control system so that there is no shortage or accumulation of spare part goods in the warehouse. The results of this study indicate that the results of the calculation of the average MAD and MSE using 3 permalance methods, the average for all spare parts calculated from the smallest forecasting error is the Linear method with the results of forecasting TGMO Gasoline spare parts of 13,680 units, TGMO Diesel a number of 10957 units, Spark plug of 640 units, Oil filter of 2,044 units, TGGO Gardan of 1,030 units, TGGO Transmission Manual totaling 1,250 units and Brake Fluid of 635 units. From the calculation of the ABC method (Concept 80-20) obtained the optimal policy of all spare parts, namely ABC Analysis, namely group A with the TGMO SYN10W-40SN Petrol item and the TGMO SYN10W-40SN Diesel having accumulated percent of 75% or a total of Rp. 668,949,788 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825., Group B on Spark plug, Oil Filter and TGGO Gardan items are accumulated percent as much as 18% or as much as Rp. 161,663,649 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825. and group C on the TGGO Manual Transmission and Brake Fluid items are accumulated percent as much as 7% or a total of Rp. 64,397,388 of the total cost of spare parts inventory of Rp. 895,010,825. The results of the inventory calculation for the security of TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts amounted to 485 units, the Reorder point for TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts was 41,525. For maximum supply at TGMOSYN10W-40SN Gasoline of 83,051 units, the average value of supplies for TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts is Rp. 1,767,676,215 and inventory turnover on TGMOSYN10W-40SN Gasoline spare parts was carried out 0.2 times. Keywords: Stock, spare parts, ABC analysis, Safety Stock, ROP, ITO
PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS KERJA MEKANIK DI BENGKEL TOYOTA AUTO 2000 HR. MUHAMMAD SURABAYA TAUFIK MAULANA, ALVIN; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENGARUH PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS KERJA MEKANIK DI BENGKEL TOYOTA AUTO 2000 HR. MUHAMMAD SURABAYA Nama : Alvin Taufik Maulana NIM : 14050524045 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik MesinKonsentrasi : Otomotif Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. Penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja mekanik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kualitas dan produktivitas kerja mekanik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Variabel bebas penelitian ini adalah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja. Variabel terikat penelitian ini adalah kualitas dan produktivitas kerja mekanik. Subjek penelitian adalah mekanik di bengkel PT. Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode observasi, metode penilaian kinerja serta metode angket. Penelitian ini dianalisis menggunakan uji hipotesis korelasi product moment dan uji T untuk mengetahui hubungan signifikan. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kualitas kerja mekanik di bengkel Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya, dengan nilai r hitung 0.762 dan hasil uji t diperoleh 3.72. Hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh 0.5806 atau 58.06%. Terdapat pengaruh antara keselamatan dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja mekanik di bengkel Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya, dengan nilai r hitung 0.696. dan hasil uji t diperoleh 5.13. Hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh 0.4844 atau sebesar 48.44%. Kata Kunci: Keselamatan Dan Kesehatan kerja, Kualitas Kerja, Produktivitas Kerja, Mekanik. ABSTRACT THE INFLUENCE OF IMPLEMENTATION OCCUPATIONAL HEALT AND SAFETY TO MECHANICS OCCUPATIONAL PRODUCTIVITY AND QUALITY AT TOYOTA AUTO 2000 HR. MUHAMMAD SURABAYA MACHINE SHOP Name : Alvin Taufik Maulana NIM : 14050524045 Courses : Bachelor of Mechanical Engineering Education Concentration : Automotive Department : Mechanical Engineering Faculty : Engineering Institution : Surabaya State University Supervisor : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. Implementation of occupational health and safety programs is one way to improve mechanics occupational productivity and quality. The purpose of this research is to know influence implementation occupational health and safety to mechanics occupational productivity and quality. This research is a quantitative descriptive study. The independent variable in this study is occupational health and safety. The dependent variable in this study is mechanics occupational productivity and quality. The subject in this research were mechanics at Toyota Auto 2000 HR. Muhmammad Surabaya workshop. The methods that used in this research observation are observation method, work test method, and questionnaire method. Analize in this research used hipothesis test correlation product moment and T test to know signifikan correlation.. The result of the research showed that there were influence between occupational health and safety to mechanics occupational quality at Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya workshop with count r value 0.762 and T test obtained 3.72. The result of count determination coefficient obtained 0.5086 or 58.06%. There is an influence between occupational health and safety to mechanics occupational productivity at Toyota Auto 2000 HR. Muhammad Surabaya machine shop with count r value 0.696 and T test obtained 5.13. The result of count determination coefficient obtained 0.4844 or 48.44% Keywords : occupational health and safety, occupational quality, occupational productivity, mechanics
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MACROMEDIA FLASH PADA MATA PELAJARAN DASAR TEKNIK MESIN TERHADAP HASIL BELAJAR DAN RESPON SISWA KELAS X PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN DI SMK NEGERI 1 BLITAR SAIFUL ANAM, MOCHAMMAD; WIYANTO WIBOWO, THEODORUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif macromedia flash terhadap hasil belajar siswa dan respon siswa kelas X program keahlian teknik pemesinan pada mata pelajaran dasar teknik mesin di SMK Negeri 1 Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas, yaitu kelas X TPm 1 sebagai kelas eksperimen dengan berjumlah 36 siswa dan kelas X TPm 3 sebagai kelas kontrol dengan jumlah 36 siswa. Proses pengumpulan data menggunakan metode tes, yaitu pengumpulan data menggunakan tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) setelah diberi perlakuan (treatment) dan angket respon siswa. Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan pendapat validator ahli (expert judgment). Teknik analisis data hasil belajar menggunakan analisis statistik uji-t dengan bantuan SPSS dan data respon siswa dengan analisis prosentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat pengaruh dengan diterapkan pembelajaran interaktif macromedia flash. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Perbandingan hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran interaktif macromedia flash lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hal ini dapat dilihat dari uji-t, data hasil belajar siswa yang menunjukan bahwa thitung yaitu sebesar 6,042 > ttabelĀ­ yang hanya sebesar 1,994. Selain itu nilai hasil belajar siswa kelas eksperimen yaitu sebesar 81,39 lebih tinggi dibandingkan nilai hasil belajar siswa kelas kontrol yang hanya sebesar 75,44. (2) Siswa memberikan respon yang positif dengan jumlah prosentase respon keseluruhan sebesar 80,93% masuk ke dalam kategori Baik dengan range (61%-80%). Hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui media pembelajaran interaktif macromedia flash dapat memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran dasar teknik mesin dan memberikan respon positif terhadap media pembelajaran tersebut. Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktf Macromedia Flash, Hasil Belajar, Respon Siswa.

Page 2 of 2 | Total Record : 18