cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
  • jurnal-pendidikan-teknik-mesin
  • Website
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 20 Documents clear
PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN TRAINER SISTEM PENERANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN OTOMOTIF SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK RADEN PATAH MOJOKERTO PRIBOWO, ADI; MADE MULIATNA, I
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PENERAPAN MODUL PEMBELAJARAN TRAINER SISTEM PENERANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KELISTRIKAN OTOMOTIF SISWA KELAS XII TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK RADEN PATAH MOJOKERTO Nama : Adi Pribowo NIM : 13050524014 Program Studi : S1 Pendidikan Teknik Mesin Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknik Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Dosen Pembimbing : Drs. I Made Muliatna, M.Kes. Penelitian Tindakan Kelas ini didasari rendahnya aktivitas siswa, hasil belajar, dan respon siswa terhadap model pembelajaran konvesional. Tujuan dari penelitian ini antara lain adalah (1) mengetahui hasil belajar siswa kelas XII TKR pada mata pelajaran Kelistrikan Otomotif menggunakan modul dengan model pembelajaran kooperatiff tipe Team Assisted Individualization (TAI), dan (2) mengetahui bagaimana respon siswa pada mata pelajaran Kelistrikan Otomotif terhdap model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model pembelajaran kooperatif tipe TAI, subyek penelitian peserta didik kelas XII TKR SMK Raden Patah yang berjumlah 26 peserta didik dan objek penelitian yang berupa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik, respon peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan angket yang diaplikasikan dalam bentuk instrumen penelitian. Hasil penelitian yaitu meningkatkan hasil belajar kognitif peserta didik pada siklus I sebesar 69,23% dan pada Siklus II sebesar 80,76%. Dan respon peserta didik terhadap model pembelajaran team assisted Individualization (TAI) sebesar 79,32%. Kata Kunci : " Team Assisted Individualization, hasil belajar, respon siswa ".
PENGARUH SUDUT PENGARAH TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN REAKSI CROSSFLOW POROS VERTIKAL NASHRULLAH, ALFIAN; HERU ADIWIBOWO, PRIYO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan energi listrik semakin meningkat, berbagai cara telah dilakukan baik dengan mencari energi baru maupun dengan mengembangkan teknologinya. Beberapa daerah di Indonesia memiliki potensi air yang memadai untuk sebuah pembangkit tenaga listrik berskala kecil, teknologi Pembagkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) ini terus dikembangkan baik dari segi peralatannya maupun dari segi efesiensinya. Turbin yang sering dipilih untuk skala mikro hidro adalah turbin crossflow, ini karena pemakaian turbin crossflow dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan penggunaan kincir air.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi sudut pengarah terhadap daya dan efisiensi pada turbin reaksi crossflow. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan variasi sudut pengarah dengan sudut sebesar 20°, 25°, dan 30°. Sudut pengarah dipasang, kemudian diuji pada rangkaian turbin reaksi crossflow untuk mendapatkan daya dan efisiensi. Hasil dari penelitian ini adalah variasi sudut sudu pengarah sangat berpengaruh terhadap daya dan efisiensi yang dihasilkan oleh turbin reaksi crossflow. Sudut pengarah dengan sudut 30° memiliki daya dan efisiensi paling optimal daripada sudut 25° dan 20°. Pada sudut pengarah 30° memiliki daya tertinggi yang terjadi pada kapasitas 9,314 L/s dengan pembebanan 6.000 g (2,643 W), dan efisiensi tertinggi terjadi pada kapasitas 9,314 L/s dengan pembebanan 6.000 g (78,51 %). Hal ini dikarenakan, penyempitan luas penampang berpengaruh besar terhadap perubahan kecepatan aliran air.Kata Kunci : turbin crossflow, sudut pengarah, poros vertikal.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKNIK LAS SMAW POSISI 1G-4G BERBANTUAN VIDEO ANIMASI GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMK NEGERI 1 KALITENGAH LAMONGAN MERDECHAWATY, RICHA; , YUNUS
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkanmedia pembelajaran teknik pengelasan berbantuan video animasi yang memenuhi kriteria valid dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Teknik Pemesinan di SMK Negeri 1 Kalitengah Lamongan. Prosedur pengembangan ini menggunakan model pengembangan ADDIE dengan tahapan sebagai berikut : (1) Analisis, (2) Desain atau rancangan, (3) Pengembangan, (4) Implementasi dan (5) Evaluasi. Pengumpulan data kelayakan media pembelajaran menggunakan angket sedangkan pengumpulan data efektifitas untuk meningkatkan hasil belajar menggunakan pretest dan posttest. Hasil penelitian ini telah berhasil mengembangkan media pembelajaran teknik las SMAW posisi 1G-4G berbantuan video animasi. Media pembelajaran berdasarkan skala likert termasuk dalam kategori sangat layak sehingga media layak digunakan.Sedangkan berdasarkan kriteria keefektifan media termasuk dalam kategoti efektif, dan interpretasi N-Gain Score dapat dinyatakan bahwa ada peningkatan hasil belajar siswa yang termasuk dalam kategori sedang. Kata Kunci : Pengembangan, Model Pembelajaran, Teknik Pengelasan, Valid, Hasil Belajar
PENGEMBANGAN MODUL SMOKE OPACITY METER TECNOMOTOR TIPE G-820 UNTUK MENUNJANG MATA KULIAH ANALISA PERFORMA MESIN PADA MAHASISWA S1 PENDIDIKAN TEKNIK MESIN FT UNESA TRI UMAROH, SUSI; , WARJU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktikum pengujian opasitas gas buang mesin diesel pada mata kuliah Analisa Performa Mesin di Laboratorium Pengujian Performa Kendaraan Jurusan Teknik Mesin FT UNESA belum menggunakan modul Smoke Opacity Meter Tecnomotor tipe G-820. Selama ini, hanya terdapat buku petunjuk berbahasa Italia untuk menggunakan alat uji tersebut. Sedangkan dalam pembelajaran juga masih menggunakan metode konvensional (ceramah) sehingga tidak sebanding antara materi yang harus disampaikan dengan waktu yang tersedia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul Smoke Opacity Meter Tecnomotor tipe G-820 dan mengetahui tingkat validitasnya, mengetahui respon mahasiswa dan respon dosen terhadap penggunaan modul, serta mengetahui pengaruh penggunaan modul tersebut terhadap hasil belajar mahasiswa. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan (research and development)/R&D. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang terdiri dari 5 fase, yaitu: 1) fase analysis (analisa), 2) fase design (perancangan), 3) fase development (pengembangan), 4) fase implementation (penerapan), dan 5) fase evaluation (evaluasi). Instrumen penelitian berupa lembar validasi dosen ahli, lembar angket respon dosen dan mahasiswa, serta lembar tes. Analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil validasi modul dari ahli materi/isi sebesar 4,41 termasuk kategori valid dan persentase kelayakan modul sebesar 88,28% termasuk kategori sangat layak. Sedangkan hasil validasi modul dari ahli bahasa sebesar 4,04 termasuk kategori valid dan persentase kelayakan modul sebesar 80,83% termasuk kategori layak, kemudian hasil validasi modul dari ahli desain sebesar 4,38 termasuk kategori valid dan persentase kelayakan modul sebesar 87,68% termasuk kategori sangat layak. Respon mahasiswa terhadap penggunaan modul yang dilihat dari tiga aspek yaitu aspek tampilan, aspek penyajian materi, dan aspek manfaat mendapatkan persentase hasil sebesar 86,04% termasuk kategori sangat baik. Sedangkan hasil dari respon dosen terhadap penggunaan modul mendapatkan persentase hasil sebesar 91,97% termasuk kategori sangat baik. Peningkatan hasil belajar mahasiswa setelah menggunakan modul sebesar 54%. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa modul Smoke Opacity Meter Tecnomotor tipe G-820 yang dikembangkan dapat menunjang mata kuliah Analisa Performa Mesin pada materi pengujian opasitas gas buang kendaraan berbahan bakar solar (mesin diesel). Kata Kunci: Modul, Smoke Opacity Meter, Opasitas, model ADDIE, Respon, Hasil BelajarOpacity testing of exhaust diesel engines on the subject of Engine Performance Analysis in the Engine Performance Testing Laboratory, Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering UNESA does not use the module of Smoke Opacity Meter Tecnomotor type G-820. During this time, there is only a manual book in the Italian Language to use the test equipment. While the study also still using conventional methods (direct instructional model) so that no comparison between the material must be submitted by available time. The purpose of the research is to develop a module of Smoke Opacity Meter Tecnomotor type G-820 and find out the level of validity, knowing student?s response and lecturer response on the use of modules, and to see the influence of the user module to the student learning outcomes. This research is research and development (R & D). Development model used is the ADDIE model consisting of 5 phase, 1) analysis phase, 2) design phase, 3) development phase, 4) implementation phase, and 5) evaluation phase. The form of instrument research is experts lecturer validation sheet, lecture and students response questionnaire sheet, and a sheet of the tes. Data were analyzed by using quantitative descriptive methods. The results of this research are validity modules from experts material of 4,41 including valid category and the percentage of the feasibility of module for 88,28% including very decent class. While, the results of validation module from experts language of 4,04 including valid category and the percentage of the feasibility of modules for 80,83% including worth category, then the results of validation from experts design of 4,38% including correct category and the portion of the possibility of modules for 87,68% including very decent type. Student?s response to the use of modules seen from three aspects that is display aspect, element of the presentation of the material, and perspective of the benefits of getting the percentage of the results of 86,04% including excellent category. While the result of the lecturer response to use the module to get the portion of the effect of 91,97% including perfect category. Percentage increase students are learning outcomes after using module for 54%. Therefore, it can be concluded that the module of Smoke Opacity Meter Tecnomotor type G-820 developed worth used and can be supportive course of Engine Performance Analysis on the opacity testing of exhaust diesel engine. Keywords: Module, Smoke Opacity Meter, Opacity, ADDIE models, Response, Learning Outcomes.
PENGEMBANGAN MODUL AUTOCAD UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI TPM 1 SMK PGRI 1 GRESIK SETIA DINATA, CHANDRA; SUWITO, DJOKO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi dunia, banyak upaya yang dilakukan untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran. Salah satunya yaitu dengan mengembangkan modul pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan modul yang layak, mengetahui peningkatan aktivitas dan rata-rata hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah model pengembangan 4D. Prosedur yang dilakukan adalah mendefinisi, merancang, mengembangkan, dan menyebarluaskan. Hasil kelayakan modul pembelajaran AutoCAD memiliki kategori sangat valid.Aktivitas belajar siswa menunjukkan adanya peningkatan dan rerata hasil belajar siswa setelah menggunakan modul pembelajaran AutoCAD mengalami peningkatan dibandingkan dengan rerata hasil belajar sebelum diberikan pembelajaran menggunakan modul AutoCAD. Kata Kunci: modul yang layak,aktivitas siswa, hasil belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE SAVI PADA PEMBELAJARAN GAMBAR TEKNIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X TPM DI SMKN 1 KALITENGAH LAMONGAN AFNI FEBRIYANI PUTRI, NUR; ACHMADI HASYIM, BUDIHARDJO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiswa kelas X TPM tahun ajaran 2017-2018 di SMKN 1 Kalitengah Lamongan kesulitan dalam memahami proyeksi Orthogonal pada mata pelajaran gambar teknik sehingga masih banyak siswa yang belum mencapai nilai KKM. Oleh karena itu, peneliti melakukan penerapan model pembelajaran Tipe SAVI (Somatic, Audiotory, Visual, Intellectual) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas X TPM di SMKN 1 Kalitengah Lamongan. Ada 4 sintaks dalam model pembelajaran ini yaitu: 1) Somatic (belajar dengan bergerak dan berbuat); 2) Audiotory (belajar dengan mendengar dan berbicara); 3) Visual (belajar dengan mengamati dan menggambarkan); dan 4) Intellectual (belajar memecahkan masalah). Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian siswa kelas X Teknik Pemesinan SMKN 1 Kalitengah Lamongan yang berjumlah 32 siswa dan dilaksanakan secara sikluistis. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket, tes. Teknik analisis data menggunakan analisis data deskriptif kuantitatif dengan presentase yang dilakukan dengan menghitung skor kemampuan kolaborasi dan efektivitas pembelajaran, menyajikan data, dan menarik kesimpulan hasil belajar gambar teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kolaborasi siswa siklus I dan II masing-masong 64% dan 77% ; efektivitas pembelajaran siswa pada siklus I sudah mencapai indikator keberhasilan sebesar 67% ; dan hasil belajar siswa pada siklus yang sama masing-masing 62,5% dan 90,6%.Kata Kunci: Somatic Audiotory Visual Intellectual (SAVI), Hasil belajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI MEKANIK KELAS X TPM SMK NEGERI 2 SURABAYA SUGIANTORO, ANDRIK; ACHMADI HASYIM, BUDIHARDJO
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Guru memiliki beberapa kendala dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif dan menyenangkan. Penyampaian materi yang cenderung monoton karena model pembelajaran yang digunakan kurang efektif sehingga respon siswa kurang baik dalam menerima pelajaran. Dari masalah tersebut maka diterapkanlah model pembelajaran Team Assisted Individualization untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Team assisted Individualization.Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif antara guru mata pelajaran Teknologi Mekanik dan peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X TPM SMK Negeri 2 Surabaya tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Team assisted Individualization dapat : (1) meningkatkan aktivitas siswa ; (2) respon siswa sangat mendukung ; (3) hasil belajar dari siklus 1 ke siklus 2 meningkat dan memenuhi target KKM >75.Kata kunci: Model Pembelajaran Team Assisted Individualization, Aktivitas Siswa, Respon siswa, dan Hasil Belajar AbstractTeachers have some constraints in creating a conducive atmosphere of learning and fun. The deliverying of material that tends to be monotonous because the learning model used less effective so that student response is less good in receiving lessons. The problem of diterapkanlah models of learning Team Assisted Individualization (TAI) to improve student learning outcomes. This research aims to know the increase in activity and student learning outcomes after learning model applied to Team assisted Individualization.This study uses the Classroom Action Research (CAR) method which is carried out collaboratively between the Mechanical Technology subject teachers and researchers. The subjects in this study were students of class X TPM SMK 2 Surabaya academic year 2018/2019 which amounted to 32 students. The results of this study indicate that the application of a learning model assisted individualization team can: (1) increase student activity; (2) student responses are very supportive; (3) learning outcomes from cycle 1 to cycle 2 increase and meet the KKM target> 75.Keywords: models of learning Team Assisted Individualization, Student Activities,student response, and the results of the Study
PENINGKATAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING PADA MATERI PENDIDIKAN DASAR TEKNIK MESIN KELAS X TPM 1 DI SMKN 1 JETIS MOJOKERTO AGUS ARIFIN, FAISHOL; DWI KURNIAWAN, WAHYU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Latar belakang penelitian ini adalah kebanyakan siswa kurang antusias dalam mengikuti proses belajar mengajar untuk pelajaran pendidikan dasar teknik mesin yang sedang berlangsung, terutama jika guru didalam kelas menyampaikan suatu materi hanya menggunakan metode konvensional seperti metode ceramah ketika membawakan suatu materi dan menempatkan siswa sebagai objek yang pasif. Siswa menjadi bosan dan pelajaran menjadi kurang efektif. Maka penelitian yang nantinya akan dilakukan adalah dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Posing untuk peningkatan kompetensi, aktivitas dan hasil belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Jetis Mojokerto. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi : Lembar Pengamatan Aktivitas Kelas, Lembar Penilaian Berfikir Kritis, Lembar Tes meliputi Kognitif, Psikomotor, dan Angket Respon. Analisis data dilakukan untuk mengetahui hasil belajar siswa didalam kelas ketika melaksanakan kegiatan Model Pembelajaran Problem Posing untuk pelajaran Pendidikan Dasar Teknik Mesin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan aktivitas siswa dan Hasil belajar pendidikan dasar teknik mesin siswa. Hal ini ditunjukkan dengan presentase aktivitas belajar siswa dikelas siklus I sebesar 71,38% kategori ?baik ?dan siklus II sebesar 82,49% kategori ?sangat baik?. Aktivitas siswa dibengkel siklus I sebesar 76,69% kategori ?baik ?dan siklus II sebesar 80,19% kategori ?sangat baik?. Hasil belajar kognitif dengan persentase siswa tuntas siklus I sebesar 57,21% kategori ?sedang? dan siklus II sebesar 79,27% kategori ?baik?. Hasil belajar psikomotor dengan presentase siswa tuntas siklus I sebesar 40,90% kategori ?sedang? dan siklus II sebesar 91,41% kategori ?sangat baik?. Hasil peningkatan berfikir kritis siswa sebesar 0,66% kategori ?sedang?. Hasil respon siswa selama pembelajaran sebesar 77,58% dengan kategori ?baik?. Kata Kunci: Pembelajaran Problem Posing, Aktivitas Kelas, Berfikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa.
ANALISA LAJU KOROSI PADA PROSES BLACKENING BAJA ST 41 BENTUK PLAT DAN SILINDER DENGAN VARIASI LAMA PENCELUPAN DAN MEDIA KOROSI SAKIN NUR HAZNA, GALUH; MAHENDRA SAKTI, ARYA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan kerusakan atau cacat logam akibat interaksi logam dengan lingkungannya. Blackening merupakan sebuah proses penghitaman atau pemberian warna hitam pada sebuah permukaan besi, stainless steel dan lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk memahami fenomena laju korosi secara teoritis dalam proses blackening material baja karbon rendah (ST41) akibat variasi lama pencelupan. Dengan proses blackening variasi suhu 150 ?C dan 200 ?C dan pencelupan dengan menggunakan air hujan di Sidoarjo dan Gresik selama 1 minggu, 3 minggu dan 5 minggu. Salinitas, pH, dan TDS diuji sebelum proses perendaman. Dengan menggunakan metode kehilangan berat akan didapatkan berapa besar laju korosinya. Dan Analisa Microscope perbesaran 1000x dimaksudkan untuk mengamati perubahan strukur kimia spesimen uji setelah terjadi korosi erosi pada proses pengujian.Hasil dari penelitian didapatkan bahwa variasi waktu dan media perendaman mempengaruhi terhadap proses laju korosi, laju korosi terbesar adalah pada waktu perendaman 1 minggu dengan temperatur 200?C yaitu sebesar 6,309 mpy, sedangkan dengan waktu perendaman selama 3 minggu laju korosi yang terjadi sebesar 4,006 mpy. semakin lama proses pencelupan makan semakin cepat laju korosinya. Salinitas, pH, dan TDS juga berpengaruh terhadap laju korosi Baja ST41. Dan dapat disimpulkan semakin besar TDS dan pH semakin basa maka semakin cepat laju korosi yang terjadi. Kata Kunci : laju korosi, proses blackening, analisa Microscope
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PEKERJAAN DASAR TEKNIK OTOMOTIF KOMPETENSI DASAR ALAT UKUR ELEKTRONIK KELAS X DI SMKN 1 MADIUN RUSY ANADY, NOVY; , WARJU
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Mesin FT UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) mengajarkan peserta didik dalam bidang penguasaan jasa perbaikan kendaraan ringan. Berdasarkan pengalaman peneliti sebagai alumnus SMKN 1 Madiun, peneliti menemukan sebuah masalah yaitu beberapa siswa kelas X tidak bisa mengukur tegangan baterai menggunakan alat ukur. Salah satu pelajaran yang mempelajari alat ukur adalah Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif (PDTO). Hasil wawancara dengan siswa kelas XII yang telah melaksanakan program Prakerin (praktek kerja industri) juga mengalami kesulitan menggunakan alat ukur terutama alat ukur digital yang dimiliki oleh perusahaan/industri yang mereka tempati. Sedangkan menurut wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran PDTO menjelaskan bahwa mereka mengalami kesulitan karena keterbatasan alat ukur digital dan bahan ajar (modul) yang dimiliki oleh SMKN 1 Madiun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan kelayakan modul yang divalidasi oleh 3 ahli, untuk mengetahui respon guru dan respon siswa terhadap penggunaan modul alat ukur elektronik. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (research and development) menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 fase, yaitu: 1) fase analysis (analisa), 2) fase design (perancangan), 3) fase development (pengembangan), 4) fase implementation (penerapan), dan 5) fase evaluation (evaluasi). Instrumen penelitian berupa lembar validasi dosen ahli serta lembar angket respon guru dan siswa. Analisa data menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil validasi modul dari ahli materi/isi 4,34 termasuk kategori valid dan persentase kelayakan modul sebesar 87% termasuk kategori layak. Sedangkan hasil validasi modul dari ahli bahasa 3,98 termasuk kategori cukup valid dan persentase kelayakan modul sebesar 79% termasuk kategori cukup layak. Sedangkan hasil validasi modul dari ahli desain 4,52 termasuk kategori sangat valid dan persentase kelayakan modul sebesar 88% termasuk kategori sangat layak. Respon guru terhadap penggunaan modul dilihat dari 6 aspek yaitu aspek suka atau tidak suka, aspek pemahaman, aspek pengaruh, aspek kepuasan, aspek ingin menemukan, dan aspek pendapat mendapatkan persentase hasil sebesar 93% dengan kategori sangat baik. Sedangkan hasil dari respon siswa kelas X TKRO sejumlah 30 siswa mendapatkan persentase hasil sebesar 85,10% termasuk kategori sangat baik. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa modul alat ukur elektronik yang dikembangkan dapat menunjang mata pelajaran PDTO (Pekerjaan Dasar Teknik Otomotif) pada kompetensi alat ukur elektronik di SMKN 1 Madiun. Kata Kunci: validitas, kelayakan modul, respon siswa, respon guru, model ADDIE Abstract Automotive light vehicle engineering teaches the learners in the field of light vehicle repair services mastery. Based on the experience of the researcher as alumnus SMK N 1 Madiun, researcher founds a problem some students of the tenth class cannot measure the battery voltage using a measuring instrument. One of the lessons to learn the primary job is to automotive engineering gauge. The results of the interviews with the students of 12 class have been implementing industrial practice work also had trouble using the measuring instrument is primarily a digital measuring instrument that belongs to the company/industry that they inhabit. Meanwhile, according to interviews with teachers explained that they were having difficulty because of the limitations of the measuring instrument and digital learning materials (modules) that are owned by SMKN 1 Madiun. The purpose of the research is to find out the feasibility of the modules validation by three expert validation and to know the teacher response and student?s response. This type of research is a research and development use ADDIE model of development which consists of 5 phases, namely: 1) phase analysis, 2) phase design, 3) phase of development, 4) phase implementation and 5) phase of evaluation. Research instrument in the form of expert lecturers, as well as validation sheet and teachers and students response form. Data were analyzed by using the quantitative descriptive method. The results of the module validation of expert material/content categories include valid 4.34 and percentage of 87% module feasibility, including the worthy type. Whereas the results of a module validation from linguist 3.98 include quite specific categories and a portion of 79% module eligibility categories include pretty decent. While the results of the validation of the module design expert from 4.52, including the very specific type and the percentage of the eligibility module of 88% include the very worthy category. The teachers response against the use of the blade as seen from the six aspects namely like or dont like characters, elements, aspects of understanding the influence, satisfaction aspects, wanted to find points, and opinions get a percentage result of 93% with an excellent category. While the results of student response of tenth class, several 30 students get a percentage of the proceeds amounting to 85.10% including the very well group. Therefore, it can be concluded that the electronic measuring module developed support basic automotive engineering jobs subjects on the competence of the automatic measurement tool at SMKN 1 Madiun. Keywords: validity, feasibility of modules, student?s response, teacher?s response, ADDIE model

Page 2 of 2 | Total Record : 20