cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 1 (2023)" : 25 Documents clear
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM SEKOLAH PEREMPUAN DI DESA KESAMBEN KULON KECAMATAN WRINGINANOM KABUPATEN GRESIK Marofah, Siti; Ma'ruf, Muhammad Farid
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1475-1488

Abstract

INOVASI PROGRAM PELAYANAN CETAK PENGAJUAN TEKO DESO (CAK NGATESO) DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN JOMBANG ( STUDI KASUS PADA DESA MEGALUH) Sholihah, Khofifatus; Oktariyanda, Trenda Aktiva
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1503-1516

Abstract

EFEKTIFITAS PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA SURABAYA TAHUN 2016-2020 Putri, Verlinda Anisa; Ma'ruf, Muhammad Farid
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1517-1528

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu daerah yang melaksanakan kebijakan otonomi daerah. Potensi paling besar yang dimiliki Kota Surabaya dalam membiayai belanja daerah berasal dari pajak daerah yang diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah. Salah satu pajak daerah yang berpotensi meningkatkan pendapatan asli daerah adalah pajak restoran. Namun pada kenyataannya besarnya realisasi pajak restoran masih belum mendekati potensi yang seharusnya diterima dinas pendapatan. Sedangkan jika dilihat dari objek pajak potensinya jauh lebih besar. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas serta kontribusi pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Surabaya. Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis efektivitas dan analisis kontribusi. Hasil penelitian tingkat efektivitas pajak restoran Kota Surabaya pada tahun 2016-2020 menunjukkan hasil yang efektif, dengan rata-rata sebesar 98,65%. Kontribusi pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah cukup kecil, dengan rata-rata sebesar 8,37%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat efektivitas pajak restoran cukup tinggi. Namun kontribusi pajak restoran terhadap Pendapatan Asli Daerah masih sangat kurang. Oleh karena itu diperlukan peran pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk menggali kembali potensi yang cukup besar pada pajak restoran. Kata kunci: efektivitas, pajak restoran, pendapatan asli daerah Surabaya is one of the regions that implement regional autonomy. The City of Surabaya has the most capacity to support regional expenditures with local taxes, which should raise local income. One of the municipal taxes that has the potential to raise local revenue is the restaurant tax. In practice, however, the amount of restaurant tax collected falls short of what the revenue service should get. In comparison, the potential of the tax object is considerably bigger. Determining the effectiveness and contribution of restaurant tax to Surabaya's municipal revenue is the purpose of this study. This study will employ a descriptive quantitative methodology. Document-based sources of information Contribution and effectiveness analysis are employed in data analysis approaches. According to a study, the effectiveness of the Surabaya restaurant tax between 2016 and 2020 averaged 98.65 percent. The average contribution of restaurant taxes to the local native income is 8.37%. This study's findings demonstrate the usefulness of restaurant taxes. However, the contribution of restaurant taxes to Regional Native Income remains modest. Consequently, the government and other parties are responsible for identifying the vast taxation potential in eateries. Keywords: effectiveness, restaurant tax, regional original income.
EFEKTIVITAS PENERAPAN PERPAJAKAN PADA PELAKU USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (STUDI PADA UMKM DI KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA SURABAYA GUBENG) Azhari, Ayu Octafia; Prabawati, Indah
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1529-1538

Abstract

Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih saja merasa terbebani oleh pemungutan pajak dengan tariff01% serta cara pelaporan yang cukup rumit. Penelitian0ini0memiliki0tujuan0untuk dapat mengetahui efektivitas penerapan perpajakan pada pelaku UMKM dengan berdasarkan kebijakan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2018 dalam pelaporan pencatatan dan membayar Pajak Penghasilan (PPh). Peraturan Pemerintah nomor 23 Tahun 2018 berisi tentang penrunan tariff yang berawal dari 1% menjadi 0,5%. Pelaku UMKM terbanyak disurabaya terdapat pada Kantor0Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Gubeng. Subjek yang0dilakukakn oleh penelitian ini adalah pelaku UMKM di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Gubeng.,0Jenis0penelitian0ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan0kualitatif..Fokus Penelitian berdasarkan 5(lima) indikator efektivitas program kebijakan menurut Campbell yang meliputi, keberhasilan program, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat inputIdanIoutput, dan pencapaian0tujuanOmenyeluruh.OPengukuran tingkat efektivitas yang dilakukkan sebelum dan setelah PP itu berjalan berdasarkan lima aspek yang mendukung mensejahterkan pelaku UMKM. Penerapan perpajakan pada pelaku UMKM studi pada UMKM di KPP Pratama Surabaya Gubeng belum berjalan dengan maksimal. Saran dari peneliti adalah para penyelenggara lebih fokus padaIpenerimaan pendataan WajibIPajak UMKM yang terdaftar dan yang belum terdaftar tapi memiliki omset tahunan yang cukup besar. Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) still feel burdened by tax collection at 1% rate and quite complicated reporting methods. This research aims to be able to determine the effectiveness of the application of taxation to MSME actors based on the policy of Government Regulation Number 23oofo2018oin reporting recording and paying Income Tax (PPh). Government Regulation number 23oofo2018ocontainsiaotariff reduction that starts from 1% to 0.5%. Most MSME players in Surabaya are at the Surabaya Gubeng Primary Tax Office. The subjects of this study were MSME actors at the Surabaya Gubeng Primary Tax Office.This type oforesearchoisoaodescriptiveostudy using a qualitative approach. Theoresearch focusoisobasedoon 5 (five) indicators0of policy programoeffectivenessoaccording to Campbell which includeoprogramosuccess,otarget success, program satisfaction, input and outputolevels,oandooverall goaloachievement.oMeasurementoofothe level of effectiveness that is carried out before and after the PP is based on five aspects that support the welfare of MSME players. The application of taxation to MSME actors studying at MSME at KPP Pratama Surabaya Gubeng has not been running optimally. The suggestion from the researchersoisothatothe organizers focus moreoonoreceivingodata on registeredoandounregistered MSME taxpayer but have a sizable annual turnover.
PARTISIPASI MASYARKAT DESA DALAM PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM MANGROVE KARANG KIRING DESA KARANG KIRING, KECAMATAN KEBOMAS, KABUPATEN GRESIK Taufik, Efendi Nur; Eprilianto, Deby Febriyan
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1569-1580

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam pengembangan objek wisata sangat penting. Penting karena masyarakat merupakan pelaku aktif dalam kegiatan kepariwisataan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehjatraan masyarakat itu sendiri. Masyarakat harus dilibatkan dalam pengembangan objek wisata dikarenakan sesungguhnya masyarakat sekitar objek wisata yang akan menyediakan kebutuhan untuk para wisatawan serta mengembangkan daya tarik pada objek wisata. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh gambaran yang dalam terkait partisipasi masayarakatdalam pengembangan objek wisata Mangrove Karang Kiring. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Fokus penelitian yang digunakan adalah teori bentuk-bentuk partisipasi menurut Huraerah: partisipasi buah pikir, tenaga, harta benda, keterampilan dan kemahiran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada indikator partisipasi buah pikir, masyarakat desa memberikan saran pada rapat yang mereka hadiri terkait desain tempat dan penambahan fasilitas pada objek wisata. Pada indikator partisipasi tenaga, masyarakat desa aktif dalam kegiatan kerja bakti baik pembersihan pobjek wisata maupun pembangunan objek wisata. Pada indikator partisipasi harta benda, masyarakat desa memberikan sumbangan berupa makanan dan minuman pada kegiatan kerja bakti. Pada indikator partisipasi keterampilan dan kemahiran, masyarakat memberikan keterampilannya dalam kegiatan pengecatan gladak untuk memperindah objek wisata.. Saran dari penelitian ini adalah Melakukan kegiatan sosialisasi kepada masayarkat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ikut berpartisipasi dalam pengembangan objek wisata demi kelancaran program. Community participation in the development of tourism objects is very important. It is important because the community is an active actor in tourism activities that aim to improve the welfare of the community itself. The community must be involved in the development of tourism objects because it is actually the people around the tourist objects that will provide the needs for tourists and develop the attraction of tourist objects. This study aims to obtain an in-depth picture of community participation in the development of the Karang Kiring Mangrove tourism object. The research method used in this research is descriptive qualitative. Collecting data using interviews, observation, and documentation. The focus of the research used is the theory of forms of participation according to Huraerah: the participation of ideas, energy, property, skills and skills. The results showed that on the indicator of participation in ideas, the village community gave suggestions at the meetings they attended regarding the design of the place and the addition of facilities at the tourist attraction. On the indicator of labor participation, the village community is active in community service activities, both cleaning tourism objects and building tourist objects. In the indicators of property participation, village communities make donations in the form of food and drinks for community service activities. On the indicators of skill and proficiency participation, the community provides their skills in gladak painting activities to beautify tourist objects. Suggestions from this research are to carry out outreach activities to the community to increase public awareness of the importance of participating in the development of tourism objects for the smooth running of the program Keywords: Community Participation , Development, Mangrove Tourism Karang Kiring
ANALISIS EFEKTIVITAS APLIKASI WARGAKU SURABAYA DALAM MENUNJANG PELAYANAN PUBLIK MASYARAKAT KOTA SURABAYA May, Ingla Pamella Aulia; Fanida, Eva Hany
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1553-1568

Abstract

EFEKTIVITAS PROGRAM PETANI MANDIRI (PPM) DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI DI DESA BEJI KECAMATAN KEDEWAN KABUPATEN BOJONEGORO Armant, Dendi; Kurniawan, Badrudin
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1539-1552

Abstract

Permasalahan yang dihadapi pada sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro adalah kerugian akibat gagal panen yang disebabkan Musim maupun hama serta sulitnya mencari pupuk dengan harga murah. Dengan adanya Program Petani Mandiri diharapkan dapat membantu petani dalam mengatasi permaasalahan tersebut. Tetapi banyak masyarakat desa Beji yang belum merasakan manfaat dari Program Petani Madiri. Dari permasalahan tersebut peneliti ingin meneliti tentang Efektivitas program PPM dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.Penelitian ini menggunakan model deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bersumber pada data primer dan data sekunder yakni dengan teknik pengumpulan data yang terdiri dari wawancara,observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian menggunakan teori efektivitas program dari enam dimensi menurut Sawir & Hafid (2020) yaitu formulation of purpose, activity of description, evaluation, organizational actors characteristics, worker charasteristics, management policies and practice. Berdasarkan Hasil penelitian Efektivitas Program Petani Mandiri (PPM) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Petani di Desa Beji Kecamatan Kedewan Kabupaten Bojonegoro dapat dikatakan efektif untuk mereka yang mendapatkan Kartu petani mandiri karena manfaat program sangat membantu mengurangi beban keluarga petani dalam hal pembelian pupuk dan biaya anak sekolah. Berdasarkan indikator teori efektifitas program dari Sawir dan hafid. Namun, terdepat indikator yang dinilai kurang efektif dikarenakan kurangnya pegawai pada Bidang SDM dan pembiayaan sehingga mereka tidak mengetahui secara langsung keluhan dan masukan petani setiap desa di Kabupaten Bojonegoro. Dengan langsung terjun ke lapangan maka Dinas pertanian akan meminimalisir seperti kasus Di desa Beji yaitu terdapat petani satu RT yang belum mendapatkan akses manfaat Program petani mandiri. Dari hasil penelitian tersebut, peneliti mengharapkan peningkatan koordinasi antar semua pihak yant terkait dengan program PPM agar Tujuan yang diharapkan agar segera tercapai. Kata Kunci: Efektivitas Program, Program Petani Mandiri (PPM), Kesejahteraan Keluarga Petani The problems faced in the agricultural sector in Bojonegoro Regency are losses due to crop failure caused by seasons and pests and the difficulty of finding cheap fertilizers. With the Independent Farmer Program is expected to help farmers in overcoming these problems. However, many Beji villagers have not benefited from the Independent Farmer Program. From these problems, researchers want to examine the effectiveness of the PPM program in improving the welfare of farmer families. This study uses a descriptive model with a qualitative approach. This research is sourced from primary data and secondary data, namely by data collection techniques consisting of interviews, observations and documentation. The theory used in the study uses the theory of program effectiveness from six dimensions according to Sawir & Hafid (2020) namely formulation of purpose, activity of description, evaluation, organizational actors characteristics, worker characteristics, management policies and practice. Based on the results of the research on the Effectiveness of the Independent Farmer Program (PPM) in Improving the Welfare of Farmer Families in Beji Village, Kedewan District, Bojonegoro Regency, it can be said to be effective for those who get an independent farmer card because the benefits of the program greatly help reduce the burden on farmer families in terms of purchasing fertilizer and school children's fees. Based on the indicators of program effectiveness theory from Sawir and Hafid. However, there are indicators that are considered less effective due to the lack of employees in the HR and financing sector so that they do not know directly the complaints and inputs of farmers in each village in Bojonegoro Regency. By going directly to the field, the Department of Agriculture will minimize it, as in the case of Beji Village, where there are farmers in one RT who have not yet received access to the benefits of the Independent Farmer Program. From the results of this study, researchers expect increased coordination between all parties related to the PPM program so that the expected goals can be achieved immediately. Keywords: Program Effectiveness, Independent Farmer Program (PPM), Farmer Family Welfare
IMPLEMENTASI PELAYANAN TUNGGAL DENGAN SEPENUH HATI (PETUNG DADI) SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TRENGGALEK Rachmanasuha, Hayla; Kurniawan, Badrudin
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1617-1628

Abstract

Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus berinovasi dalam rangka mempermudah masyarakat dalam menjangkau pelayanan publik. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemerintah Kabupaten Trenggalek meluncurkan sebuah pelayanan berbasis aplikasi yakni Pelayanan Tunggal Dengan Sepenuh Hati atau Petung Dadi sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) dan ketentuan pasal 18 Peraturan Bupati Trenggalek Nomor 24 tahun 2017 yang berisi tentang peraturan untuk mewujudkan, melaksanakan layanan implementasi e-Government dan smart city di Kabupaten Trenggalek. Aplikasi Petung Dadi ini diluncurkan dengan tujuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sebagai upaya memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi secara efektif dan efisien juga informatif. Metode penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus dalam penelitian ini menggunakan teori implementasi kebijakan menurut Jan Merse yakni informasi, isi kebijakan, dukungan masyarakat, dan pembagian potensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Petung Dadi menunjukkan hasil yang cukup baik. Dari indikator informasi, penyampaian informasi yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika berjalan dengan baik, namun perlu dilakukan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat. Isi kebijakan terkait penggunaan aplikasi Petung Dadi dilaksanakan berdasarkan pedoman yang diberlakukan. Dukungan masyarakat dalam implementasi Petung Dadi sudah cukup baik, hal ini dibuktikan melalui partisipasi masyarakat dalam menggunakan pelayanan Petung Dadi. Namun masih perlu adanya pendekatan dan pemahaman kepada masyarakat. Sedangkan pada pembagian potensi dalam implementasi Petung Dadi dirasa sudah efektif. Hal tersebut terlihat dari alur koordinasi yang sesuai dengan Standar Operasi Kerja (SOP) pada masing-masing stakeholder. The Trenggalek Regency Government continues to innovate in order to make it easier for the community to reach publik services. Through the Department of Communication and Information, the Trenggalek Regency Government launched an application-based service, namely Pelayanan Tunggal Dengan Sepenuh Hati or Petung Dadi in accordance with Presidential Regulation Number 95 of 2018 concerning Electronic-Based Government Systems (SPBE) and the provisions of article 18 of Trenggalek Regent Regulation Number 24 of 2017 which contains regulations for realizing, implementing e-Government and smart city implementation services in Trenggalek Regency. The Petung Dadi application was launched with the aim of responding to needs of the community in an effort to provide convenience in administrative services in an effective and efficient manner as well as informative. The research method used is descriptive qualitative research with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The focus in this study uses the theory of policy implementation according to Jan Merse namely information, policy content, community support and potential sharing. The results showed that the implementation of Petung Dadi showed good results. From the information indicator, the delivery of information carried out by Department of Communication and Information is going well, but necessary to carry out a thorough socialization to the community. The contents of the policy regarding the use of the Petung Dadi application are carried out based on the applicable guidelines. Community support in implementing Petung Dadi is quite good, this is evidenced through community participation in using Petung Dadi services. However, there is still a need for an approach and understanding to the community. Meanwhile, the distribution of potential and the implementation of Petung Dadi is considered effective. This can be seen from the coordination flow in accordance with the Standard Operating Procedures (SOP) for each stakeholder.
MANAJEMEN STRATEGI PELAYANAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) KABUPATEN TRENGGALEK Devi, Nindya Anthea Magnolia; Meirinawati, Meirinawati
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1593-1604

Abstract

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Trenggalek merupakan Lembaga penyedia pelayanan publik seharusnya bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya. Akan tetapi, pada kenyataannya masih ditemukan masalah dan keluhan terkait pelayanan publik yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi pelayanan pada DPMPTSP Kabupaten Tenggalek. Dengan adanya strategi yang tepat diharapkan DPMPTSP Kabupaten Trenggalek mampu mewujudkan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui manajemen strategi pelayanan dengan menggunakan empat indikator menurut Kooten (dalam Ulfa, 2018) yaitu corporate strategy, program strategy, resource support strategy, serta faktor pendukung dan faktor penghambat berjalannya DPMPTSP. Metode Pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan data kualitatif yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian yang didapatkan DPMPTSP Kabupaten Trenggalek sudah merealisasikan serta memahami visi misinya dengan baik, sehingga dalam pembentukan strategi organisasi sudah jelas arah dan tujuan pada perancangan visi misi DPMPTSP. Pada strategi program menunjukan DPMPTSP Trenggalek berfokus pada pelayanan perizinan yaitu pelayanan administasi baik itu perizinan maupun non perizinan dengan bentuk pelayanan online dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaanya, tetapi masyarakat tetap memilih menggunakan pelayanan langsung pada DPMPTSP tentang prosedur pelayanan. Pada strategi sumber daya yang ada pada DPMPTSP Kabupaten Trenggalek sebagai penunjang program yang berjalan sudah cukup baik, sedangkan faktor pendukung dilihat pada tersedianya pelayanan online yang efektif serta efisien dan faktor penghambatnya dilihat pada sosialisasi yang kurang maksimal. The One Stop Integrated Service and Investment Service (DPMPTSP) of Trenggalek Regency as one of the institutions providing public services should be able to provide good services to the community. However, in reality there are still problems and complaints related to the public services provided. This study aims to analyze the service strategy management at DPMPTSP Tenggalek Regency. With the right strategy, it is hoped that the Trenggalek Regency DPMPTSP will be able to realize good public services to the surrounding community. This study uses a descriptive type of research with a qualitative approach to determine service strategy management using four indicators according to Kooten (in Ulfa, 2018), namely corporate strategy, program strategy, resource support strategy, as well as supporting factors and inhibiting factors for the running of DPMPTSP. Data collection methods are through interviews, observation, and documentation. The data analysis technique in this study used qualitative data, namely data reduction, data presentation, and verification. The results of the research obtained by DPMPTSP Trenggalek Regency have realized and understood its vision and mission well, so that in the formation of organizational strategy the direction and objectives of the design of the vision and mission of DPMPTSP are clear. The program strategy shows that DPMPTSP Trenggalek focuses on licensing services, namely administrative services, both licensing and non-licensing in the form of . and providing socialization to the public about its use, but people still choose to use direct services to DPMPTSP regarding service proceduresIn the existing resource strategy at DPMPTSP Trenggalek Regency as a supporter of the running program is quite good, while the supporting factors are seen in the availability of effective and efficient online services and the inhibiting factor is seen in the less than optimal socialization
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Ramadhan, Syahrul; Megawati, Suci
Publika Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v11n1.p1581-1592

Abstract

Pendidikan adalah pilar yang sangat menentukan bagi kemajuan suatu bangsa (H. Fuad Ihsan). Kebijakan merdeka belajar-kampus merdeka adalah Kebijakan untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan bidang keahlian. Artikel Ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran terkait proses implementasi kebijakan merdeka belajar kampus merdeka dalam meningkatkan kualitas Pendidikan mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya dan apa saja kendalanya. Metode yang digunakan yakni pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil Penelitian Ini menunjukkan Bahwa Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam meningkatkan Kualitas Pendidikan Mahasiswa di Universitas Negeri Surabaya telah berjalan dari tahun 2020 dan sebelum penerapannya Universitas Negeri Surabaya telah melakukan kegiatan dibeberapa fakultas sebagai contohnya difakultas Teknik mengirim mahasiswa ke jepang untuk mengikuti pertukaran mahasiswa. Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar telah sesuai dengan Teori (George Edward III) berjalan dengan sangat baik dan Implementasinya menjadi percontohan Perguruan tinggi negeri dalam menerapkan MBKM dari komunikasi berjalan dua arah, sarana prasarana sudah banyak yang menunjang,didukung oleh keputusan rektorat. meskipun pada pelaksanaan masih terdapat kendala seperti Ada Beberapa yang harus dibenahi oleh universitas negeri Surabaya seperti Peningkatan sosialisasi terhadap fakultas dan mahasiswa , peningkatan kemitraan dan memperbaiki sistem manajemen pengelolaan MBKM Kata Kunci: Pendidikan, Kebijakan Publik, Kualitas Mahasiswa Education is a very decisive pillar for the progress of a nation (H. Fuad Ihsan). The independent learning- campus policy is a policy to encourage students to master various sciences according to their field of expertise. This article aims to get an overview of the implementation process of the independent campus learning policy in improving the quality of student education at the State University of Surabaya and what the obstacles are. The method used is a qualitative approach with a descriptive type. The results of this study indicate that the implementation of the Independent Learning Campus Policy in improving the Quality of Student Education at the State University of Surabaya has been running since 2020 and before its implementation, the State University of Surabaya had carried out activities in several faculties, for example, the Faculty of Engineering sent students to Japan to participate in student exchanges. The implementation of the Free Learning Policy in accordance with Theory (George Edward III) went very well and its implementation became a model for state universities in implementing MBKM from two-way communication, many supporting infrastructure facilities, supported by the rectorate's decision. although in the implementation there are still obstacles such as there are several that must be addressed by the Surabaya state university such as increasing socialization to faculty and students, increasing partnerships and improving the MBKM management system Keywords: Education , Public Policy , Student Quality

Page 2 of 3 | Total Record : 25