cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 1 (2020)" : 15 Documents clear
Efektivitas Program Rumah Bahasa di Balai Pemuda Kota Surabaya NATASHA SALSABILA UTOMO; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, Manusia tidak hanya dituntut menguasai bahasa nasional, tetapi dituntut juga menguasai bahasa asing guna menunjang kebutuhan berkomunikasi dengan orang di seluruh dunia. Maka, Pemerintah Kota Surabaya mendirikan tempat pelatihan bahasa asing, yaitu Rumah Bahasa pada 4 Febuari 2014. Terkait kepengurusan struktural, Rumah Bahasa Surabaya berada di bawah Bagian Administrasi Kerjasama Pemerintah Kota Surabaya, sebagai penanggung jawab terhadap pelaksanaan program kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teori Efektivitas Program menurut Pertiwi dan Nurcahyanto (2017) meliputi sasaran program, pemahaman program, ketepatan sasaran program, tujuan program dan perubahan nyata. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner, wawancara, dan observasi.Populasi dalam penelitian ini adalah 4083 responden, dengan sampel 98 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling insidental. Dari kelima indikator yang digunakan sebagai teori penelitian tersebut menunjukkan bahwa program rumah bahasa berjalan sangat efektiv, meskipun terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya. Indikator sasaran program mempeloreh prosentase 87,43%. Indikator sasaran program memperoleh prosentase 88,98%. Indikator ketepatan sasaran program memperoleh prosentase 92,61%. Indikator tujuan program memperoleh prosentase 82,68%. Indikator perubahan nyata memeperoleh prosentase 89,56%. Saran yang dapat peneliti berikan mengenai penelitian ini yaitu dengan meningkatkan sosialisasi dengan bekerjasama dengan mitra tertentu, memperbarui mengenai kegiatan yang dilakukan dirumah bahasa pada website, dan menambah jumlah sumber daya pengajar non bahasa inggris. Kata kunci : efektivitas rumah bahasa, pelatihan bahasa asing, program rumah bahasa
OPTIMALISASI PENGELOLAAN ASET DESA STUDI DI DESA SIMOREJO KECAMATAN KEPOHBARU KABUPATEN BOJONEGORO APRIVA AZBIHARDIYANTI; MUHAMMAD FARID MARUF
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Sebagai penunjang penyelenggaraan pemerintahan yang baik, pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat, pengelolaan aset desa tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah desa. Salah satu desa yang wajib melaksanakan pengelolaan aset desa yang baik dan optimal adalah Desa Simorejo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Dalam praktik pengelolaan aset desa, Desa Simorejo juga harus melaksanakan pengelolaan aset desa sesuai dengan peraturan yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana pengelolaan aset desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa di Desa Simorejo Kecamatan Kepohbaru Kabupaten Bojonegoro. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan rangkaian pengelolaan aset desa berdasarkan Permendagri Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pengelolaan aset desa yang terdiri atas, perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penghapusan, pemindahtanganan, penatausahaan, pelaporan, penilaian, pembinaan, pengawasan dan pengendalian. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dari 14 rangkaian pengelolaan aset desa berdasarkan Permendagri Nomor 1 Tahun 2016, terdapat beberapa proses yang belum dapat dilaksanakan secara optimal. Hal ini meliputi proses pemanfaatan, pengamanan dan penatausahaan. Belum optimalnya proses tersebut dapat ditunjukkan dengan adanya beberapa kendala seperti aset tanah kas desa yang belum memiliki sertifikat sebagai bukti status kepemilikan dan pengamanan aset yang kuat, belum adanya bukti perjanjian sewa tanah kas desa antara pihak kedua dan pihak ketiga, belum kuatnya pengamanan fisik dan hukum pada aset desa dan beberapa kendala lainnya. Selain itu, juga terdapat 3 (tiga) proses pengelolaan yang belum pernah dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Simorejo yaitu penghapusan, pemindahtanganan dan penilaian. Saran yang dapat diberikan oleh peneliti adalah pelaksanaan pengelolaan aset desa lebih dioptimalkan kembali dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pada peraturan yang berlaku. Pemanfaatan aset secara kreatif dan inovatif juga perlu dilaksanakan guna meningkatkan pendapatan asli desa dan kesejahteraan masyarakat desa. Kata Kunci: Aset Desa, Pengelolaan Aset Desa, Pembangunan Desa A supporting the implementation of good governance, village development and public welfare, village asset management should create challenges for the village administration.The government village has to be able to manage and organize village asset to the extent that could be contributing against revenue native village and can also increase public welfare. One village to carry out a good village assets management and optimal is Simorejo Village Kepohbaru Sub-district Bojonegoro Regency. In the village, asset management practices in Simorejo Village also have to carry out village asset management in accordance with applicable regulations. This study attempts to describe how village asset management exercised by the village administration in Simorejo Village Kepohbaru Sub-district Bojonegoro Regency. The methodology used is the methodology descriptive with a qualitative approach. While the focus of his research using the village asset management based on “Permendagri Nomor 1 Tahun 2016” about village asset management, which is planning, procurement, use, utilization, security, maintenance, elimination, transfer, administration, reporting, assessment, training, controlling and monitoring. Data collection techniques used is observation, interviews and documentation. Analysis techniques the data used was data collection, reduction data, presentation of data and the withdrawal of conclusion. The result showed that of 14 (fourteen) the village asset management based on “Permendagri Nomor 1 Tahun 2016”, there are some process could not implemented in an optimum manner. This could include utilization process, security, and administration. Ineffective the process can be shown by the problems assets cash as the villages have not have a certificate as evidence of possession and security strong assets, there is no evidence an agreement on land lease the village treasury between the second and third party, yet security forces physical and law at village asset and some other obstruction. In addition, there are also 3 (three) management process has never been carried out by the Simorejo Village administration there are elimination, transfer and assessment. Suggestions that can be administered by researchers is the village asset management more optimized back and implemented according to the provision on regulations. The use of an asset in creative and innovative too must be implemented in order to increase their original villages and public welfare village. Keyword: Village Asset, Village Asset Management, Village Development
Inovasi Aplikasi SANTRI RS (SMS Antrian Rumah Sakit) Android Di Instalasi Rawat Jalan Poliklinik Spesialis Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo INGE CINDY PRADINA; MEIRINAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Pelayanan dibidang kesehatan merupakan aspek yang sangat. RSUD di Kabupaten Sidoarjo rumah sakit milik pemerintahan daerah yang mengutamakan pelayanan yang optimal untuk pasien. RSUD Sidoarjo mengeluarkan pngantrian pasien instalasi rawat jalan secara online yaitu inovasi Santri (SMS antrian) di RSUD Sidoarjo pada 1 April tahun 2016 diseluruh poliklinik RSUD Sidoarjo. Tetapi sejak tanggal 5 September 2019 Santri (SMS antrian) berubah menjadi aplikasi yang bernama Santri RS (SMS Antrian Rumah Sakit) Android yang dapat di download melalui google playstore. Manfaat dalam aplikasi SANTRI RS Android untuk mengakomodir kebutuhan pasien terkait antrian untuk rawat jalan di RSUD Sidoarjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan hasil inovasi Aplikasi Santri RS (SMS Antrian Rumah Sakit) Android di Instlasi Rawat Jalan Poliklinik Spesialis RSUD Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan inovasi perawatan kesehatan. Faktor kunci yang di pengaruhi proses inovasi di sektor publik meliputi: tata kelola inovasi, sumber ide-ide untuk inovasi, budaya inovasi, kemampuan dan alat-alat, tujuan, hasil, driver, dan hambatan, mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Governance and innovation (tata kelola inovasi) yang terdapat dalam inovasi aplikasi Sanri RS Android di instalasi rawat jalan poliklinik spesialis RSUD Sidoarjo dengan adanya payung hukum dan SOP (Standart Operasional Prosedur) dalam pelaksanaan nya, Innovation culture (budaya inovasi) pasien yang sudah mendaftar melalui aplikasi Santri RS juga mendaftar manual sehingga pasien tersebut mendaftar melalui dua cara dengan nomor antrian yang didapat sama saja, Objectivies Outcomes drivers and obstalces Dari beberapa hambatan yang terjadi menimbulkan harapan kedepan dari pasien untuk pelaksanaan aplikasi Santri RS android yaitu sosialisasi pihak RSUD Sidoarjo lebih ditingkatkan dan diperbaiki lagi dalam aplikasi agar tidak sering terjadi error. Kata kunci : Pelayaan Publik, Inovasi Pelayanan Publik, Aplikasi SANTRI RS
IMPLEMENTASIKEBIJAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMA NEGERI 3 KOTA KEDIRI YOLANDINI PUTRI; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Abstrak Kekerasan terhadap anak merupakan permasalahan yang saat ini juga sering terjadi dalam satuan pendidikan. Dalam mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah mengeluarkan Kebijakan Sekolah Ramah Anak. Sekolah Ramah Anak merupakan kebijakan yang dibuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia guna untuk melindungi hak-hak anak di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak di SMA Negeri 3 Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini terdiri dari enam variabel, yaitu ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik agen pelaksana, sikap/kecenderungan (disposition) para pelaksana, komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, lingkungan ekonomi sosial dan politik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran dan tujuan kebijakan telah berjalan dengan baik. SMA Negeri 3 Kota Kediri mampu menciptakan sekolah yang bebas dari kekerasan fisik terhadap anak. Pada variabel sumber daya telah berjalan cukup baik, terdapat pelatihan Konvensi Hak Anak. Namun sekolah tidak mendapatkan bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat dan kurangnya fasilitas untuk peserta didik. Variabel karakteristik agen pelaksana telah berjalan dengan baik. Pihak pelaksana memiliki sikap tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Pada variabel sikap/kecenderungan para pelaksana telah berjalan dengan baik. Sekolah Ramah Anak mendapatkan respon yang baik dari berbagai pihak. Pada variabel komunikasi antarorganisasi dan aktivitas pelaksana, telah berjalan dengan cukup baik. Namun terkadang masih terjadi kesalahpahaman guru dalam konsep Sekolah Ramah Anak. Pada variabel lingkungan ekonomi, sosial, dan politik telah berjalan dengan cukup baik. Terdapat komitmen dalam penerapan Sekolah Ramah Anak. Saran yang dapat diberikan adalah pembuatan pengajuan bantuan anggaran kepada Pemerintah Kota Kediri, mengadakan pelatihan Konvensi Hak Anak, penambahan fasilitas anak berkebutuhan khusus dan kamar mandi, serta memberikan kesamaan pada kelas reguler dan khusus untuk berpatisipasi. Kata kunci : Implementasi, Kebijakan Pendidikan, Sekolah Ramah Anak. Abstract Violence against children is a problem which now also often occurs in education units. In addressing these problems, the government issued a Child Friendly School Policy. Child Friendly Schools are policies made by the Ministry of Womens Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia in order to protect childrens rights in Indonesia. The purpose of this study is to describe the Implementation of Child Friendly School Policy in SMA Negeri 3 Kediri. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The focus of this study consists of six variables, namely the size and objectives of the policy, resources, characteristics of the implementing agents, attitudes / dispositions of the implementers, communication between organizations and implementing activities, social and political economic environment. Data collection techniques in this study through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques in this study include data reduction, data presentation, and drawing conclusions / verification. The results of this study indicate that the variable size and policy objectives have been going well. SMA Negeri 3 Kediri is able to create a school free of physical violence against children. On the variable of resources has been going pretty well, there is training on the Convention on the Rights of the Child. But schools do not get budget assistance from the Central Government and lack of facilities for students. The implementing agent characteristic variable has run well. The implementing party has an attitude of responsibility in carrying out its duties. In the attitude / tendency variables of the implementers have been going well. Child Friendly Schools get good responses from various parties. On the communication variable between organizations and implementing activities, it has run quite well. But sometimes teachers still misunderstand in the concept of Child Friendly Schools. The economic, social, and political environment variables have run quite well. There is a commitment in the implementation of Child Friendly Schools. Suggestions that can be given are making budget submissions to the Government of the City of Kediri, conducting training on the Convention on the Rights of the Child, adding additional facilities for children with special needs and toilets, and giving similarity to regular and special classes for participation.. Keywords: Implementation, Education Policy, Child Friendly Schools.
EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN BLACK SOLDIER FLY (BSF) DI PUSAT DAUR ULANG JAMBANGAN KOTA SURABAYA WINDIANY PUTRI EFFENDY; INDAH PRABAWATI
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Program pengelolaan sampah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF) adalah salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi jumlah sampah organik di Kota Surabaya menggunakan bantuan BSF yang mampu mereduksi sampah organik dengan waktu yang lebih cepat dibandingkan teknik pengomposan. BSF merupakan spesies lalat yang memanfaatkan sampah organik sebagai sumber makanannya. Sampah organik yang digunakan dalam program ini adalah sampah rumah tangga yang diangkut dari RT 7 dan RT 8 RW 3 Jambangan dengan jumlah 260 rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan evaluasi program pengelolaan sampah organik menggunakan BSF di pusat daur ulang Jambangan Kota Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan 5 indikator evaluasi kebijakan menurut Agustino yang meliputi: sumber daya aparatur, kelembagaan, sarana, prasarana, dan teknologi, finansial, dan regulasi. Teknik analisis data dilakukan berdasarkan teknik menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian evaluasi program pengelolaan sampah organik menggunakan BSF di pusat daur ulang Jambangan, yaitu: 1) sumber daya aparatur, tidak terdapat uraian tugas untuk masing – masing petugas, 2) kelembagaan, koordinasi lancar, diskresi yang fleksibel, pola kepemimpinan yang demokratis, dan sinergitas telah berjalan baik, 3) sarana, prasarana, dan teknologi, ketiga aspek tersebut telah cukup dan mampu menunjang pelaksanaan program, 4) finansial, dukungan finansial dari DKRTH Kota Surabaya dapat memenuhi biaya dalam pelaksanaan program, 5) regulasi, program ini tidak memiliki peraturan spesifik, hanya memiliki SOP sebagai panduan melaksanakan program. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah organik menggunakan Black Soldier Fly (BSF) di pusat daur ulang Jambangan masih terdapat beberapa kelemahan, perlunya peninjauan kembali uraian pekerjaan dan membuat uraian pekerjaan masing – masing petugas. Dibutuhkan konsistensi dalam pelaksanaan program dengan melaksanakan program secara rutin untuk mengurangi jumlah penimbunan sampah organik, serta menginventarisasi sarana dan prasarana yang dimiliki untuk memudahkan dalam pemeliharaan. Meninjau kembali dan melakukan perbaikan SOP untuk menghindari kesalahan dalam pelaksanaan program. Kata kunci: Black Soldier Fly (BSF), Evaluasi, Pengelolaan, Sampah Organik.The organic waste management program using Black Soldier Fly (BSF) is one of the governments efforts to reduce the amount of organic waste in the city of Surabaya using BSF assistance that is able to reduce organic waste with a faster time compared to composting techniques. BSF is a species of fly that utilizes organic waste as food source. The organic waste used in this program is household waste transported from RT 7 and RT 8 RW 3 Jambangan with 260 houses. This study aims to describe the evaluation of organic waste management program using BSF in the pusat daur ulang Jambangan Kota Surabaya. This type of research is a qualitative descriptive study. The focus of the study is based on 5 indicators of policy evaluation according to Agustino which include: apparatus resources, institutions, facilities, infrastructure, and technology, financial, and regulation. Data analysis techniques are based on techniques according to Miles and Huberman. The results of the evaluation of the organic waste management program using the BSF in the pusat daur ulang Jambangan, namely: 1) apparatus resources, there is no job description for each officer, 2) institutional, fluent coordination, flexible discretion, democratic leadership patterns, and synergy has gone well, 3) facilities, infrastructure, and technology, all three aspects have been sufficient and able to support the implementation of the program, 4) financial, financial support from the DKRTH Surabaya can meet the costs of implementing the program, 5) regulation, this program does not have specific regulations, only have SOP as a guide to implementing the program. Thus it can be concluded that in the implementation of the organic waste management program using Black Soldier Fly (BSF) in the pusat daur ulang Jambangan there are still some weaknesses, the need for a review of job descriptions and making job descriptions of each officer. Consistency is needed in implementing the program by carrying out the program routinely to reduce the amount of organic waste accumulation, and to inventory the facilities and infrastructure that are owned to facilitate maintenance. Review and revise SOP to avoid mistakes in program implementation. Keywords: Black Soldier Fly (BSF), Evaluation, Management, Organic Waste.
IMPLEMENTASI HOME PROGRAM (HP) UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK) DI POLI TUMBUH KEMBANG ANAK DAN REMAJA RUMAH SAKIT JIWA (RSJ) MENUR PROVINSI JAWA TIMUR DANNY SATRIA RACHMANSYAH; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

ABSTRAKBanyak diantara mereka anak Indonesia dalam perkembangannya mengalami gangguan, hambatan, keterlambatan atau diperlukan penanganan secara khusus. Kelompok inilah yang dikenal sebagai anak penyandang cacat (disabilitas) atau anak berkebutuhan khusus (ABK). Melalui Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa dipandang perlu untuk membuat inovasi kebijakan publik berupa Home Program Untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini bertujuan untuk memperoleh gambaran untuk memahami dan menjelaskan implementasi Home program (HP) untuk anak berkebutuhan khusus. Fokus penelitian ini adalah Standar dan sasaran kebijakan, Sumber daya, Hubungan antar organisasi, Karakteristik agen pelaksana, Sikap/kecenderungan para pelaksana, Kondisi sosial, ekonomi dan politik. Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian mengenai Implementasi Home Program (HP) untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Poli Tumbang RSJ Menur Pelaksana home program menjalankan tugasnya dengan baik sesuai peraturan yang berlaku di RSJ Menur. Tujuan home program sesuai dari sasaran kebijakan di Poli Tumbang RSJ Menur sudah tercapai. Kekurangan sumber daya manusia untuk melaksanakan home program di Poli Tumbang RSJ Menur. Pelaksana Home Program di Poli Tumbang RSJ Menur melakukan proses komunikasi antar pelaksananya terjalin sangatlah baik. Dilihat melalui sering dilakukannya pemecahan masalah bersama-sama pada jam-jam senggang mereka. Gambaran mengenai karakteristik pelaksana home program Pertama, karakteristik pelaksana assesment yaitu dokter psikiater saat menjalankan tupoksinya dengan memberikan fleksibelitas saat menangani pasien ABK. Sikap/kecenderungan para pelaksana dengan cara berdiskusi yang langsung adalah cara mereka untuk menukar informasi dalam penanganan ABK pada home program. Pembedaan pelayanan baik itu untuk pasien pengguna BPJS ataupun umum. Mereka mendapatkan pelayana serta obat yang diberikan juga sama. Hal yang menghambat untuk menunjang perkembangan dari segi lingkungan sosial, justru terjadi pada peran keluarga ABK itu sendiri. Pengaruh lingkungan sosial yang terjadi pada orang tua ABK yaitu kurangnya bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya saat berada di rumah. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mengadakan agenda kegiatan untuk ABK yang diharapkan orang tua ABK dapat memiliki komunitas baru antar orang tua ABK yang berguna untuk membantu pola pikir keluarga ABK dalam memecahkan permasalahan kondisi buah hatinya tersebut.Kata kunci : Implementasi, ABK, Home ProgramABSTRACTMany Indonesian children in their development experience disturbances, obstacles, delays or special handling are needed. This group is known as children with disabilities or children with special needs (ABK). Through the Decree of the Director of the Menur Mental Hospital of East Java Province, it is stated that it is deemed necessary to innovate public policies in the form of a Home Program for Children with Special Needs. This study used descriptive qualitative method. This method aims to obtain a picture to understand and explain the implementation of a Home program (HP) for children with special needs. The focus of this research is the Standards and objectives of the policy, Resources, Relationships between organizations, Characteristics of implementing agencies, Attitudes/propensities of implementers, Social, economic and political conditions. Data analysis techniques are carried out through three stages, namely data collection, data reduction, and concluding. Based on the results of research on the. RSJ Menur implementers of the home program carry out their duties properly following applicable regulations in RSJ Menur. The goal of the home program is following the policy objectives in the Tumbang Poly Menur Hospital. Lack of human resources to implement the home program at Tumbang Poly Menur Hospital. The implementation of the Home Program at the Tumbang Poly Hospital in Menur did a very good communication process between the executors. Seen through frequent problem solving together in their free hours. Description of the characteristics of implementing a home program First, the characteristics of the executor of the assessment are the psychiatrist doctor when running his main duty to provide flexibility when handling ABK patients. The attitude/tendency of the implementers by direct discussion is their way to exchange information in handling ABK in the home program. Distinguishing services both for patients using BPJS or the public. They get the service as well as the medicine they give. The thing that hinders to support the development in terms of the social environment precisely happens to the role of the ABK family itself. The influence of the social environment that occurs in ABK parents is the lack of socializing with the surrounding environment when at home. Support The East Java Provincial Government also held an agenda of activities for ABK parents who were expected to have a new community among ABK parents that were useful to help the mindset of ABK families in solving the problem of the condition of their baby.Keywords: Implementation, ABK, Home Program
AKUNTABILITAS APARATUR DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TAHUN ANGGARAN 2018 (Studi Kasus di Desa Karangrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban) NIA ELVIANA; FITROTUN NISWAH
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa merupakan aspek yang sangat penting. Karena dana desa merupakan dana yang diperuntukan bagi desa yang harus diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Salah satunya Desa Karangrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Desa Karangrejo pada tahun anggaran 2018 menerima dana desa sebesar Rp.738.060.000.00,- dan harus dipertanggungjwabkan kepada masyarakat maupun pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan akuntabilitas aparatur desa dalam pengelolaan dana desa tahun anggaran 2018 di Desa Karangrejo Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan tahap-tahap akuntabilitas (Rakhmat, 2018):Akuntabilitas memiliki tahap-tahap berbeda, antara lain: Kejujuran dan Akuntabilitas Legal, Proses Akuntabilitas, Akuntabilitas Kinerja, Akuntabilitas Program, dan Akuntabilitas Kebijakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa didalam 5 indikator penelitian , meliputi: Probity and Legality Accountability yaitu pengelolaan Dana Desa berdasarkan Perbup No. 17 Tahun 2017, Process Accountability yaitu diwujudkan dengan adanya Musyawarah Desa dan pelaporan rutin , Performance Accountability yaitu efisiensi penggunaan dana desa yang tercapai karena menggunakan tenaga masyarakat sebagai pelaksana dalam pembangunan dan waktu pengerjaan yang singkat, Program Accountability ialah program yang ditetapkan sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku, Policy Accountability yaitu kebijakan yang diambil adalah memfokuskan dana desa untuk pembangunan infrastruktur dan memanfaatkan pembangunan sekaligus sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Kata Kunci: Akuntabilitas, Pengelolaan Dana, Dana Desa
Dampak Program Kampung Iklim (Proklim) di Rukun Warga (RW) 03 Kelurahan Jambangan Kota Surabaya ALDI PERMANA SANTOSO; TJITJIK RAHAJU
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

Perubahan lingkungan pada suatu daerah sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim, semakin berkembangnya zaman kapasitas kesehatan udara sangat menurun. Terutama di kota besar atau bisa disebut kota metropolitan. Banyak upaya yang dilakukan oleh aparatur negara dengan membuat peraturan yang mengatur tentang lingkungan. Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih di setiap daerah atau kota, perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat untuk menyadarkan betapa pentingnya memperbaiki kondisi iklim supaya terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat. Program Kampung Iklim (ProKlim) juga memadukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim pada tingkatan awal dengan melibatkan peran serta aktif masyarakat dan berbagai pihak pendukung seperti pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dunia usaha,melibatkan CSR (Corporate Social Responbility), perguruan tinggi serta lembaga non-pemerintah. Pelibatan para pemangku kepentingan yang efektif serta pengelolaan pengetahuan adaptasi dan mitigasi perubahan di tingkatan awal juga salah satu aspek penting untuk mencapai target pengendalian perubahan iklim di tingkat nasional maupun global. Jenis Penelitian yang digunakan adalah menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Fokus penelitian menggunakan 4 indikator menurut Finsterbusch dan Motz meliputi: Dampak Individu, Dampak Organisasional, Dampak Masyarakat dan Dampak Lembaga dan Sistem Sosial. Teknik analisis data yang digunakan Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan. Hasil penelitian dari Dampak Program Kampung Iklim (ProKlim) di Rukun Warga (RW) 03 Kelurahan Jambangan Kota Surabaya, yaitu: 1) Dampak Individual, masyarakat dengan sadar ingin mendukung kegiatan tersebut dan ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan Program, 2) Dampak Organisaional, ketersediaanya masyarakat dalam kegiatan bank sampah untuk turut serta dalam berjalnnya program, 3) Dampak Masyarakat, ketersediaan masyarakat untuk kerja bakti dalam membersihkan lingkungan Jambangan secara terjadwal, 4) Dampak Lembaga dan Sistem Sosial, kerjasama RT dan PKK dalam bentuk kegiatan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Kata Kunci: Dampak, Program Kampung Iklim (ProKlim)Changes in the environment in an area is very influential on climate change, the growing development of air health capacity is greatly reduced. Especially in big cities or can be called a metropolitan city. Many efforts were made by the state apparatus by making regulations that regulate the environment. To create a clean environment in each region or city, there needs to be cooperation between the government and the community to realize how important it is to improve climate conditions in order to create a clean and healthy environment. The Climate Village Program (ProKlim) also combines adaptation and climate change mitigation efforts at the initial level by involving the active participation of the community and various supporting parties such as the central and regional governments, the business world, involving CSR (Corporate Social Responsibility), universities and non-institutions -government. Effective stakeholder engagement and management of adaptation knowledge and change mitigation at the initial level is also an important aspect of achieving climate change control targets at national and global levels. This type of research is using descriptive research with qualitative methods. The focus of the study uses 4 indicators according to Finsterbusch and Motz including: Individual Impacts, Organizational Impacts, Community Impacts and Impacts of Institutions and Social Systems. Data analysis techniques used by Miles and Huberman are data reduction, data presentation, conclusion. The results of research on the Impact of the Village Climate Program (ProKlim) in the Community Pillars (RW) 03 Jambangan Urban Village Surabaya, namely: 1) Individual Impact, the community consciously wants to support these activities and participate in the implementation of the Program, 2) Organizational Impact, community availability in the waste bank activities to participate in running the program, 3) Community Impacts, availability of the community for community service in regularly cleaning the Mining environment, 4) Institutional and Social System Impacts, RT and PKK collaboration in the form of activities to create a clean and healthy environment . Keywords: Keywords: Impact, Climate Village Program (Pro-Climate)
INOVASI PROGRAM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM LAYANAN IZIN USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDOARJO RAMADHANI KARINA SURYADEVI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

AbstrakDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah instansi pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dalam bidang perizinan usaha, Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo menggagas suatu inovasi yaitu, program Online Single Submission (OSS). Inovasi program Online Single Submission (OSS) merupakan inovasi terbaru dari pemerintah dalam bidang pelayanan perizinan berusaha, yang terintegrasi secara elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program Online Single Submission (OSS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pembentukan inovasi yang dikemukakan oleh Arundel, Bloch dan Ferguson (2019) yang memiliki 6 (enam) indikator antara lain, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, dan Collecting Innovation Data for Single Innovations. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi program Online Single Submission (OSS) sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tata Kelola dan Inovasi pelaksanaan program sesudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2018. Sumber Ide-ide Inovasi terdapat saran dan kritik dari pegawai maupun masyarakat untuk keberlangsungan program. Budaya inovasi pada program Online Single Submission (OSS) merupakan layanan yang terintegrasi secara elektronik, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memberikan perizinan usaha. Kemampuan dan Alat program Online Single Submission (OSS) cukup memumpuni tetapi, terdapat kekurangan pegawai. Sedangkan Tujuan, Hasil, Pendorong, dan Hambatan, tujuan dari dibentuknya program Online Single Submission (OSS) adalah untuk memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan perizinan usaha, terdapat juga hambatan seperti server yang sering down dan error. Dalam mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal, pihak dinas memberikan layanan OSS Mandiri dan OSS Lounge untuk keberlangsungan program Online Single Submission (OSS).Kata kunci: Inovasi, Perizinan Usaha, Online Single Submission (OSS)AbstractThe Department of Investment and Integrated Services One Stop Sidoarjo District is a local government agency Sidoarjo. In order to improve public services in the field of business permits, the Department of Investment and the One Stop service Sidoarjo district initiated an innovation, namely, Single Submission Online program (OSS). Innovation Online Single Submission (OSS) program is the latest innovation of the government in attempting integrated licensing services electronically. The purpose of this study was to describe innovation Single Submission Online (OSS) program. This type of research is descriptive qualitative approach. The theory used in this study there is the theory of the formation process of innovation proposed by Arundel, Bloch and Ferguson (2019), which has six (6) indicators, among others, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, and Collecting Data Innovation for Single Innovations. Data was collected through interviews, observation and documentation. The data analysis is carried out by data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that innovation Single Submission Online (OSS) program has been running well and in accordance with the applicable procedures. Governance and Innovation program in accordance with the PP Number 24 Year 2018 Source of Innovation contained ideas and suggestions from employees and the community for program sustainability. A culture of innovation in the Single Submission Online (OSS) program is an integrated serviceselectronically, so as to facilitate the community in providing business licensing. Abilities and Tools Single Submission Online (OSS) program qualified enough, however, there is a shortage of staff. While Objectives, Results, Drivers and Barriers, the purpose of the establishment of the Single Submission Online program (OSS) is to facilitate entrepreneurs in getting business permits, there are also obstacles such as a server that is frequently down and error. Innovation in collecting data for a single innovation, the office of service Independent OSS and OSS Lounge for Single Submission Online sustainability (OSS) program.Keyword: Innovation, Business Licensing, Online Single Submission (OSS)
INOVASI PROGRAM ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) DALAM LAYANAN IZIN USAHA DI DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KABUPATEN SIDOARJO RAMADHANI KARINA SURYADEVI; EVA HANY FANIDA
Publika Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v8n1.p%p

Abstract

AbstrakDinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo merupakan sebuah instansi pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Dalam rangka meningkatkan pelayanan publik dalam bidang perizinan usaha, Dinas Penanaman Modal dan pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo menggagas suatu inovasi yaitu, program Online Single Submission (OSS). Inovasi program Online Single Submission (OSS) merupakan inovasi terbaru dari pemerintah dalam bidang pelayanan perizinan berusaha, yang terintegrasi secara elektronik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan inovasi program Online Single Submission (OSS). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ada teori proses pembentukan inovasi yang dikemukakan oleh Arundel, Bloch dan Ferguson (2019) yang memiliki 6 (enam) indikator antara lain, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, dan Collecting Innovation Data for Single Innovations. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan adalah dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi program Online Single Submission (OSS) sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Tata Kelola dan Inovasi pelaksanaan program sesudah sesuai dengan PP No. 24 Tahun 2018. Sumber Ide-ide Inovasi terdapat saran dan kritik dari pegawai maupun masyarakat untuk keberlangsungan program. Budaya inovasi pada program Online Single Submission (OSS) merupakan layanan yang terintegrasi secara elektronik, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam memberikan perizinan usaha. Kemampuan dan Alat program Online Single Submission (OSS) cukup memumpuni tetapi, terdapat kekurangan pegawai. Sedangkan Tujuan, Hasil, Pendorong, dan Hambatan, tujuan dari dibentuknya program Online Single Submission (OSS) adalah untuk memudahkan pelaku usaha dalam mendapatkan perizinan usaha, terdapat juga hambatan seperti server yang sering down dan error. Dalam mengumpulkan data inovasi untuk inovasi tunggal, pihak dinas memberikan layanan OSS Mandiri dan OSS Lounge untuk keberlangsungan program Online Single Submission (OSS).Kata kunci: Inovasi, Perizinan Usaha, Online Single Submission (OSS)AbstractThe Department of Investment and Integrated Services One Stop Sidoarjo District is a local government agency Sidoarjo. In order to improve public services in the field of business permits, the Department of Investment and the One Stop service Sidoarjo district initiated an innovation, namely, Single Submission Online program (OSS). Innovation Online Single Submission (OSS) program is the latest innovation of the government in attempting integrated licensing services electronically. The purpose of this study was to describe innovation Single Submission Online (OSS) program. This type of research is descriptive qualitative approach. The theory used in this study there is the theory of the formation process of innovation proposed by Arundel, Bloch and Ferguson (2019), which has six (6) indicators, among others, Governance and Innovation, Sources of Ideas for Innovation, Innovation Culture, Capabilities and Tools, Objective, Outcomes, Drivers, and Obstacles, and Collecting Data Innovation for Single Innovations. Data was collected through interviews, observation and documentation. The data analysis is carried out by data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that innovation Single Submission Online (OSS) program has been running well and in accordance with the applicable procedures. Governance and Innovation program in accordance with the PP Number 24 Year 2018 Source of Innovation contained ideas and suggestions from employees and the community for program sustainability. A culture of innovation in the Single Submission Online (OSS) program is an integrated serviceselectronically, so as to facilitate the community in providing business licensing. Abilities and Tools Single Submission Online (OSS) program qualified enough, however, there is a shortage of staff. While Objectives, Results, Drivers and Barriers, the purpose of the establishment of the Single Submission Online program (OSS) is to facilitate entrepreneurs in getting business permits, there are also obstacles such as a server that is frequently down and error. Innovation in collecting data for a single innovation, the office of service Independent OSS and OSS Lounge for Single Submission Online sustainability (OSS) program.Keyword: Innovation, Business Licensing, Online Single Submission (OSS)

Page 1 of 2 | Total Record : 15