cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
PENERAPAN E-FAKTUR PAJAK  TERHADAP PENGUSAHA KENA PAJAK DI KOTA SURABAYA (STUDI PADA KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA WONOCOLO SURABAYA) ARY KURNIAWAN
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Pajak adalah salah satu komponen penting dari penyelenggaraan negara karena semua aktifitas penyelenggaraan negara hampir semuanya dibiayai oleh pajak yang masuk ke kas negara, berdasarkan hal tersebut maka menjadi penting sekali bagaimana Direktorat Jendral Pajak sebagai lembaga negara yang membidangi urusan perpajakan dapat membuat kebijakan yang dapat memaksimalkan pemasukan pajak bagi negara, dan salah satu kebijakan terbaru dari Direktorat Jendral Pajak adalah Faktur Pajak Elektronik yang disebut sebagai e-faktur yang resmi diluncurkan pada tanggal 1 Juli 2014. Munculnya kebijakan tersebut di dasari oleh banyaknya penyimpangan faktur pajak yang berbentuk pajak fiktif dengan jumlah pelanggaran yang bisa dibilang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan Penerapan E-faktur Pajak Terhadap Pengusaha Kena Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wonocolo Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan E-faktur terhadap Pengusaha Kena Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Wonocolo Surabaya secara keseluruhan sudah cukup baik meskipun masih ada beberapa kekurangan menyangkut Political Environtment menyangkut dukungan dari pihak otoritas tertinggi terhadap proyek e-government, Leadership menyangkut peran pimpinan proyek e-government, Planning menyangkut perencanaan e-government, Stakeholder meliputi pihak- pihak yang berkepentingan terhadap proyek e-government, Transparansi meliputi keterbukaan informasi terhadap Stakeholder, Budget terkait pengelolaan dana proyek e-government, Teknologi Terkait teknologi informasi yang digunakan dalam proyek e-government, Inovasi terkait kreatifitas dan pemahaman aparat pelaksana dalam pelaksanaan proyek e-government. Namun masih ada beberapa kekurangan terkait masih perlunya para pengusaha kena pajak yang masih harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak karena belum maksimalnya sistem aplikasi yang termasuk dalam indikator planning, selain itu jumlah upgrade yaang terlalu sering bisa mengganggu kenyamanan pelanggan yang dikaitkan dalam indikator Teknologi. Kata Kunci : Penerapan, E-Faktur
IMPLEMENTASI PROGRAM DESA MANDIRI PANGAN DI DESA PERMISAN KECAMATAN JABON KABUPATEN SIDOARJO DICKY JULIAN TRI P
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Program Desa Mandiri Pangan adalah desa yang masyarakatnya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi sehingga dapat menjalani hidup sehat dan produktif dari hari ke hari, melalui pengembangan sistem ketahanan pangan yang meliputi subsistem ketersediaan, subsistem distribusi, dan subsistem konsumsi dengan memanfaatkan sumberdaya setempat secara berkelanjutan, dengan memberi pelatihan, pendampingan dan bantuan modal. Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2012 tentang pangan, Badan Ketahanan Pangan membuat Program Desa Mandiri Pangan (Demapan) bagi masyarakat yang ada di desa. Adanya program Demapan di Desa Permisan adalah untuk meningka tkan keberdayaan masyarakat miskin perdesaan dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki atau dikuasainya secara optimal, dalam mencapai kemandirian pangan rumah tangga dan masyarakat. Dan hanya di Desa Permisan yang masih memasuki tahap pengembangan Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun narasumber dari penilitian ini adalah Kasubid Distribusi Pangan di Bidang Pengadaan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Sidoarjo, Punyuluh Pendamping Desa Permisan Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo dan warga sekitar. Khususnya Desa Permisan yang menjadi tujuan dari penilitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan pengumpulan data penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pelaksanaan program Demapan dengan menggunakan model implementasi George C. Edward III. Badan Ketahanan Pangan dalam menyampaikan isi dan tujuan dari program Demapan ini melalui sosialisasi dan penyuluhan secara langsung di Desa Permisan. Sumberdaya dalam pelaksanaan Program Demapan di Desa Permisan secara kualitas pelaksana program sudah memadai, tetapi untuk sumber daya manusia di Desa Permisan masih kurang memadai. Dalam penempatan pelaksana program, seperti petugas lapangan dan pengawas lapangan sudah sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing. Struktur birokrasi merupakan kerja sama antar pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan program Demapan, seperti petugas lapngan, kepala bidang dan staf. Namun pada kenyataannya masih terdapat kendala pada penelitian ini adalah masih kurang memadai Sumberdaya yang ada di Desa Permisan baik manusia dan infrastruktur, serta masih belum adanya mitra dalam pengembangan usaha yang ada di desa tersebut. Seharusnya Badan Ketahanan Pangan lebih aktif dalam pemberian pelatihan ketrampilan agar masyarakat Desa Permisan memiliki keahlian dan menyediakan mitra agar produk dari desa mampu berkembang lebih maju. Kata Kunci : implementasi program, Program Desa Mandiri Pangan
IMPLEMENTASI PROGRAM KEAKSARAAN USAHA MANDIRI DI SANGGAR KELOMPOK BELAJAR (SKB) CERME (STUDI PADA KELOMPOK BELAJAR DI DESA SLEMPIT KECAMATAN KEDAMEAN KABUPATEN GRESIK) TRY SUPMA HARY PRIAMBUDI FERRY FAMBAYUN
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Program keaksaraan adalah sebuah usaha pendidikan luar sekolah yang diperuntukkan kepada warga masyarakat penyandang buta aksara agar memiliki kemampuan menulis, membaca dan berhitung.Program keaksaraan terbagi menjadi dua yaitu Keaksaraan Dasar (KD) dan Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM).Pendidikan Keaksaraan Usaha Mandiri merupakan kegiatan peningkatan kemampuan keberaksaraan bagi warga belajar yang telah mengikuti dan atau mencapai kompetensi keaksaraan dasar atau bisa disebut kelanjutan dari keaksaraan dasar.Melalui pembelajaran keterampilan usaha (kewirausahaan) diharapkan dapat meningkatkan produktivitas warga belajar, sehinggga diharapkan dapat memiliki mata pencaharian dan penghasilan dalam rangka peningkatan taraf hidupnya.Dalam pelaksanaannya di Kabupaten Gresik program keaksaraan usaha mandiri ini telah berjalan dari tahun 2012.Salah satu wilayah di Kabupaten Gresik yang melaksanakan program keaksaraan usaha mandiri adalah Kecamatan Kedamean yaitu tepatnya di Desa Slempit.Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Keaksaraan Usaha Mandiri pada Kelompok Belajar di Desa Slempit dengan acuan menggunakan empat variabel keberhasilan program yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi dan struktur birokrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kualitatif sedangkan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan program Keaksaraan Usaha Mandiri di Desa Slempit sudah berjalan dengan baik tapi masih terdapat masalah terutama dalam variabel sumberdaya fasilitas. Dalam pelaksanaanya warga belajar hanya mendapatkan uang modal usaha sebesar Rp.150.000 padahal yang tercantum dalam petunjuk teknis program setiap warga beajar mendapatkan uang modal sebesar Rp.460.000. Hal ini menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan program Keaksaraan Usaha Mandiri yaitu memberdayakan warga belajar melalui kewirausahaan. Warga belajar perlu di bimbing secara berkelanjutan supaya setelah program ini selesai masyarakat tidak berhenti belajar dan dalam pembuatan usaha warga belajar perlu dukungan dan pendampingan baik dari tutor maupun penyelenggara supaya mereka dapat mengembangkan usaha yang mereka jalankan. Kata Kunci: Implementasi Program, Keaksaraan Usaha Mandiri,
IMPLEMENTASI PROGRAM CAMPUS SOCIAL RESPONSIBILITY DINAS SOSIAL KOTA SURABAYA  (Studi Pada Kegiatan Pendampingan Mahasiswa Asuh Terhadap Anak PMKS) LUKI PRAMADYA
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Program Campus Social Responsibility merupakan program dari Dinas Sosial Kota Surabaya yang menangani anak-anak yang mengalami PMKS di kota Surabaya. Program CSR bertujuan untuk mengurangi bahkan menjadikan Kota Surabaya bebas dari anak PMKS dengan upaya memberikan kegiatan pendampingan mahasiswa asuh terhadap anak PMKS sehingga anak PMKS mendapatkan kehidupan yang normal dan layak seperti anak-anak pada umumnya. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk medeskripsikan proses pelaksanaan program CSR Dinas Sosial Kota Surabaya Studi pada kegiatan pendampingan mahasiswa asuh terhadap anak PMKS.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, adapun subyek penelitian yaitu Direktur Program CSR, Mahasiswa sebagai Kakak pendamping, anak PMKS yang menjadi adik asuh, TKSK yang merupakan perwakilan dari kecamatan.Fokus penelitian adalah variable implementasi yaitu komunikasi, struktur birokrasi, sumber daya, dan disposisi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan dokumentasi, wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menjelaskan implementasi program CSR yang dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, dari data yang diperoleh disusun secara sistematis yaitu dengan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Program CSR Dinas Sosial Kota Surabaya Studi pada Kegiatan pendampingan mahasiswa asuh terhadap anak PMKS dilihat dari setiap variable model implementasi menurut George Edward III yang meliputi komunikasi, struktur birokrasi, sumber daya, dan disposisi. Pada variable komunikasi masih ditemukan kendala terkait kurangnya komunikasi yang terjalin antara kakak pendamping dengan adik asuh ataupun kakak pendamping dengan Dinas Sosial sehingga program CSR kurang berjalan dengan maksimal. Sehingga diharapkan pihak-pihak terkait program CSR dapat memperhitungkan setiap variable implementasi yaitu terkait komunikasi, struktur birokrasi, sumber daya, dan disposisi. Agar pelaksanaan Program CSR Dinas Sosial Kota Surabaya dapat berjalan lebih baik dan maksimal. Kata kunci: Implementasi, Program Campus Social Responsibility
EVALUASI PROGRAM urban farming DI WILAYAH KELURAHAN BULAK KECAMATAN BULAK SURABAYA MUCHAMMAD SYAHRONI B
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Urban farming merupakan sebuah program pembangunan kota Surabaya yang didesain untuk memberikan ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, peningkatan kesehatan masyarakat dan pengendalian lingkungan. Dalam sebuah proses kebijakan perlu adanya sebuah evaluasi untuk menilai apakah sebuah kebijakan telah memiliki dampak yang diharapkan atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil evaluasi tentang program urban farming di wilayah Kelurahan Bulak Kecamatan Bulak Surabaya. Penelitian ini berlokasi di Kelurahan Bulak Kecamatan Bulak Surabaya. Tempat ini dipilih karena mayoritas penduduknya yang berprofesi sebagai karyawan maupun wiraswasta kecil dan minimnya lahan untuk melaksanakan program urban farming. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang diambil adalah warga kelurahan Bulak yang telah terdata oleh Dinas Pertanian Kota Surabaya yang berjumlah 46 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa: dalam peningkatan pemanfaatan lahan sempit di perkotaan dapat dikatakan baik karena dengan lahan yang sempit para warga bisa mendapatkan hasil dari bantuan program urban farming. Pada tersedianya pekerjaan sampingan bagi warga miskin di perkotaan urban farming mampu menambah penghasilan dengan cara menjual hasil dari bantuan tersebut meskipun dalam skala kecil. Dalam peningkatan daya beli masyarakat dapat dikatakan baik karena dengan adanya hasil dari urban farming warga dapat meningkatkan daya beli baik barang atau jasa yang mereka perlukan. Pada terbentuknya kegiatan ekonomi lokal dan usaha produktif urban farming mampu membentuk dan mengorganisir warga sekitar agar bersatu membentuk sebuah kegiatan usaha produktif. Dalam peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat gakin dapat dinyatakan baik karena dalam pengorganisasian warga dalam program urban farming mendapatkan hasil walaupun dalam skala kecil. Saran yang dapat diberikan yaitu perlu adanya ukuran keberhasilan dalam pelaksanaan sebuah program, adanya penambahan informasi tentang harga pasar terbaru, serta perlu adanya pemantauan, perlindungan dan kontrol dari Dinas Pertanian kota Surabaya. Kata Kunci: urban farming, evaluasi dampak
IMPLEMENTASI PROGRAM ECOMOBILE PT.PEMBANGKITAN JAWA-BALI DI JALAN RAYA DARMO SURABAYA ANDY RAMADHAN KURNIA
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Program Ecomobile PJB merupakan program edukasi lingkungan hidup keliling yang diusung oleh PT.PJB untuk menunjukkan pertanggungjawaban sosial perusahaan (CSR) terhadap lingkungan sekitar . PT.PJB dibantu Tunas Hijau Club dalam pelaksanan kegiatan Ecomobile. Alasan utama PT.PJB dan Tunas Hijau melaksanakan program ecomobile karena melihat masyarakat dunia saat ini menghadapi persoalan serius terkait dengandegradasi sumber daya alam, energi, serta lingkungan hidup. Pemanfaatan daneksploitasi sumber daya alam yang tidak diimbangi dengan upaya konservasimulai menampilkan dampak negatif terhadap keberlangsungan lingkunganhidup. Hal ini tidak hanya mengancam keberlangsungan lingkungan alam,tetapi juga keberlangsungan hidup manusia sendiri.Pendidikan lingkungan hidup yang berkelanjutan, yang memadukanantara praktek dan teori menjadi diantara solusi jitu dalam mengatasipermasalahan lingkungan hidup yang terjadi itu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri dari staff CSR, Tunas Hijau Club, Aktivis serta masyarakat sekitar yang ikut serta dalam program Ecomobile PJB. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif yang menggunakan empat macam teknik pengumpulan data yaitu wawancara semi terstruktur, obserbasi langsung, dokumentasi, dan triangulasi teknik. Analisis data dilakuka dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Program Ecomobile PT.Pembangkitan Jawa- Bali Di Jalan Raya Darmo Surabaya jika dilihat dari variabel-variabel yang mempengengaruhi implementasi kebijakan menurut George C. Edward III. (dalam Leo Agustino, 2008 : 149-154) yaitu: 1. Komunikasi, 2. Sumberdaya, 3. Disposisi, dan 4. Struktur birokrasi.. Bahwasanya sudah berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai PT.PJB dalam pelaksanaan program Ecomobile. Akan tetapi ada beberapa kekuarangan terhadap pelaksanaan program ini yaitu;komunikasi yang belum maksimal antara PT.PJB dan Tunas Hijau Club yang menyebabkan proses evaluasi program tidak maksimal dilaksanakan oleh PT.PJB, dan kurangnya SDM dalam pelaksanaan kegiatan Ecomobile. Kata Kunci: Implementasi Program, CSR, Program Ecomobile
MANAJEMEN STRATEGI PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU TAMAN KOTA (STUDI DI DINAS KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN KOTA SURABAYA)
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau dilakukan untuk mengatasi masalah polusi udara di perkotaan dengan menambah taman dan melestarikan area taman serta melalukan penghijauan di sekitar lahan-lahan kosong, diantaranya dengan dilaksanakannya musyawarah masyarakat desa yang di lakukan oleh dinas kebersihan da Pertamanan kota Surabaya kepada warga masyarakat untuk sadar akan pentingnya ruang terbuka hijau bagi lingkungan sekitar. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan kota secara khusus mengamanatkan perlunya penyediaan dan pemanfaatan ruang terbukaq hijau ditetapkan paling sedikit 30% dari luas wilayah kota dan Peraturan Menteri PU Nomor 05 Tahun 2008 tentang pedoman penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di kawasan perkotaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui manajemen strategi dinas kebersihan dan pertamanan dalam pengelolaan ruang terbuka hijau di perkotaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan melakukan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategi menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheleen yang terdapat 4 (empat) elemen dasar untuk focus penelitiannya antara lain pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi serta evaluasi dan control. Diantaranya dengan melihat peluang, ancaman, kekuatan dan meminimalkan factor kelemahan di lingkungan dinas kebersihan dan pertamanan kota Surabaya. Teknis analisis data mengacu pada analisis menurut Miles dan Huberman dengan mengumpulkan reduksi data, penyajian data dan annalisi data. Hasil dari penelitian ini menerangkan bahwa pengelolaan ruang terbuka hijau yang dilakukan oleh pihak berwenang yaitu dinas kebersihan dan pertamanan kota Surabaya telah melakukan upaya manajemen strategi dalam penyediaan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau di perkotaan. Salah satu upaya yang dilakukan oleh dinas kebersihan dan pertamanan adalah dengan memaksimalkan ruang terbuka hijau yang ada di perkotaan dengan memanfaatkan taman taman kota dan melakukan penghijauan di sekitar lahan-lahan kosong serta penyuruhan ke masyarakat dengan melakukan musyawarah masyarakat desa. Secara umum hasil penelitian menunjukkan bahwa dinas kebersihan dan pertamanan kota Surabaya sudah memaksimalkan mungkin melakukan pengelolaan taman serta penambahan ruang terbuka hijau di kota Surabaya. Demikian juga masih terdapat kendala seperti hal nya kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya ruang terbuka hijau bagi lingkungannya. untuk meningkatkan ruang terbuka hijau dengan bersosialisasi kepada masyarakat dan warga lain akan pentingnya ruang terbuka hijau di perkotaan. Kata kunci :Manajemen Strategi, ruang terbuka hijau.
RESPONSIVITAS PELAYANAN DI PERPUSTAKAAN UMUM BALAI PEMUDA  KOTA SURABAYA ZULFA NURHAMZAH
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Responsivitas Pelayanan di Perpustakaan Umum Balai Pemuda Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teori responsivitas yang diungkapkan oleh Zeithaml, dkk (Hardiansyah, 2011:46) dengan enam indikator yaitu merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan, petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cepat, petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat, petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat, petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat, semua keluhan pelanggan direspon oleh petugas. Metode dalam penelitian ini yaitu dengan kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden dengan sampling insidental. Hasil dari penelitian ini adalah responsivitas pelayanan di Perpustakaan Umum Balai Pemuda sudah baik sebesar 77,12%. Indikator pertama yaitu merespon setiap pelanggan/pemohon yang ingin mendapatkan pelayanan sebesar 81.1%, selanjutnya petugas/aparatur melakukan layanan dengan dengan cepat dengan kategori baik yaitu sebesar 76,04%. Indikator petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan tepat termasuk dalam kategori baik sebesar 74,05%. Indikator petugas/aparatur melakukan pelayanan dengan cermat sebesar 76,1% dengan kategori baik. Indikator petugas/aparatur pelayanan melakukan pelayanan dengan waktu yang tepat sebesar 80% dalam kategori baik. Serta semua keluhan direspon oleh petugas termasuk dalam kategori baik yaitu sebesar 75,4%. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pihak perpustakaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperhatikan responsivitas yaitu dengan meningkatkan perhatian, rasa empati, fokus, kesungguhan, dan pelayanan yang sesuai dengan keinginan, harapan, dan kebutuhan pengunjung. Kata Kunci: Responsivitas Pelayanan, Perpustakaan Umum Kota Surabaya
KERJASAMA PERUM PERHUTANI KPH JOMBANG DAN LEMBAGA MASYARAKAT DESA HUTAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN  (Studi Pada Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di Desa Jipurapah Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang INTAN AMALIA
Publika Vol 4 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n2.p%p

Abstract

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Plus (PHBM Plus) adalah suatu sistem pengelolaan hutan dengan pola kolaborasi yang bersinergi antara Perum Perhutani dan masyarakat desa hutan dalam upaya mencapai keberlanjutan fungsi dan manfaat sumberdaya hutan yang optimal dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang bersifat fleksibel, partisipatif, dan akomodatif. Melihat dari pengertian tersebut, jelas disampaikan bahwa Perum Perhutani KPH Jombang perlu melakukan kerjasama dengan kelompok masyarakat desa hutan yang tergabung dalam LMDH Wana Ayu Lestari untuk mewujudkan keberlanjutan fungsi hutan sehingga manfaat hutan dapat dikelola secara optimal dan meningkatnya IPM. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi tentang (1) konsep kerjasama Perum Perhutani KPH Jombang dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan dalam pengelolaan hutan melalui program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat, (2) manfaat pendekatan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) dalam program PHBM agar tercapai tujuan dasar dari program tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sementara itu, fokus penelitian ini adalah kerjasama BUMN yang dilakukan oleh Perum Perhutani KPH Jombang dengan LMDH Wana Ayu Lestrari dalam mengatasi permasalahan keberlanjutan fungsi hutan sehingga manfaat hutan dapat dikelola secara optimal dan meningkatnya IPM dengan pendekatan 6 Prinsip Kerjasama Pemerintah dan Swasta yang terdapat dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa kerjasama yang dilaksanakan oleh Perum Perhutani KPH Jombang dengan LMDH Wana Ayu Lestari dalam pengelolaan hutan melalui program PHBM Plus sudah baik namun belum optimal karena di dalam pelaksanaannya masih memiliki kendala seperti masih kurangnya beberapa sarana yang mampu menunjang kinerja LMDH Wana Ayu Lestari serta minimnya akses untuk melakukan pemasaran karena lokasi yang sangat jauh dari kota. Kata Kunci: Kerjasama, Perum Perhutani, PHBM.
EVALUASI PENGOLAHAN ADMINISTRASI DESA SECARA ELEKTRONIK (PADE) MELALUI “HOT-FIT MODEL” DI DESA KEMANTREN KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN. TIARA FAJRIYAH NULAYATNA
Publika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n3.p%p

Abstract

Telah banyak inovasi yang dilakukan oleh beberapa instansi publik salah satunya di Sekretariat Daerah pada Bagian Pemerintahan Desa Kabupaten Lamongan yang memiliki program Pengolahan Administrasi Desa secara Elektronik (PADE). Salah satu Desa yang mendapatkan program PADE adalah Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Evaluasi PADE perlu dilakukan setelah dua tahun program tersebut berjalan untuk mengetahui penerapan PADE telah sesuai tujuan atau tidak. Dalam evaluasi PADE, peneliti menggunakan Human- Organization-Technology Fit Model atau disingkat dengan HOT-Fit Model. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun fokus penelitian ini adalah dengan indikator yang ada pada HOT-Fit Model yaitu Human, Organization, Technology, dan Net Benefit. Subyek penelitian ini di ambil dengan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat indikator yang digunakan menunjukkan bahwa penerapan PADE di Desa Kemantren Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan secara umum telah berjalan dengan baik, meskipun dalam beberapa elemen masih terdapat kekurangan. Kata Kunci : Evaluasi, Program PADE

Page 51 of 129 | Total Record : 1286