cover
Contact Name
Suci Megawati
Contact Email
sucimegawati@unesa.ac.id
Phone
+6281342706458
Journal Mail Official
publika@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNESA Kampus Ketintang Jalan Ketintang Gedung I3 Lantai 1 Postal Code: 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Publika
ISSN : -     EISSN : 2354600X     DOI : https://doi.org/10.26740/publika.v9n2
Core Subject : Social,
PUBLIKA is available for free (open access) to all readers. The articles in PUBLIKA include developments and researches in Public Policy, Public Management, and Local Administration (theoretical studies, experiments, and its applications).
Articles 1,286 Documents
PROSES PEMBERDAYAAN BAGI WARGA TERDAMPAK PENUTUPAN LOKALISASI DOLLY DI KELURAHAN PUTAT JAYA KECAMATAN SAWAHAN SURABAYA DITA FATIKA SARI
Publika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Lokalisasi Dolly merupakan kawasan prostitusi yang ada di Surabaya dimana banyak masyarakat dengan segala macam profesi yang ada didalamnya menggantungkan hidup menjadikan kawasan tersebut sebagai ladang penghasilan mereka. Setelah Pemerintah Kota Surabaya menutup kawasan tersebut, warga terdampak merasa terancam kesejahteraan perekonomiannya. Namun pemerintah juga ikut mencarikan solusi permasalahan tersebut salah satunya dengan alih fungsi kawasan ex-lokalisasi menjadi sentra industri rumahan melalui pemberdayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan bagi warga terdampak penutupan lokalisasi di Dolly Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana proses pemberdayaan yang mencakup 7 tahapan proses pemberdayaan berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Fahrudin (2011:173). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian di Dolly Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya. Sumber data terdiri dari data primer dan sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pemberdayaan telah berhasil membawa perubahan bagi kehidupan di kawasan ex-lokalisasi yang selama ini menjadi lahan penghasilan masyarakat Dolly dan sekitarnya menjadi lebih baik meskipun tahap terminasi belum dilaksanakan. Peneliti memiliki saran kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk monitoring terhadap bantuan-bantuan yang diberikan agar digunakan tepat sasaran, memberikan kesempatan studi banding bagi seluruh KSM agar termotivasi untuk berkembang dan mengadakan kerjasama antar KSM agar produk mereka dapat berkembang. Kata kunci : Pemberdayaan, Warga terdampak, Lokalisasi Dolly
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PARTISIPASI PESERTA DALAM PROGRAM SEKOLAH LAPANGAN PENGELOLAAN TANAMAN TERPADU (SL-PTT) PADI DI DESA BEDIKULON KECAMATAN BUNGKAL KABUPATEN PONOROGO NURIN PURNAMASARI
Publika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Partisipasi masyarakat menjadi hal yang penting dalam rangka mendukung kesuksesan Program Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi yang digunakan sebagai salah satu strategi untuk mencapai tujuan Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN). Keberagaman situasi di lapangan yang meliputi tingkat pendidikan, sumber daya manusia serta dukungan dari faktor eksternal lainnya akan berdampak pada tujuan dan keberlanjutan dari program. Berdasarkan kondisi tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Peserta dalam Program Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL- PTT) Padi di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal Kabupaten Ponorogo”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi partisipasi peserta memiliki pengaruh yang signifikan dan positif secara simultan dan parsial terhadap Program SL-PTT Padi. Jenis penelitian yang digunakan adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah faktor yang mempengaruhi partisipasi peserta sebagai variabel independent dan Program SL-PTT Padi sebagai variabel dependent. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebar kepada 62 responden yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Regresi Linier Berganda yang dibantu dengan Program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial faktor Usia (X1), Tingkat Pendidikan (X2), Pendapatan (X3) tidak memiliki pengaruh yang signifikan namun memiliki arah yang positif terhadap Program SL-PTT Padi. Sedangkan faktor Komunikasi (X4) memiliki pengaruh yang signifikan dengan arah positif terhadap Pelaksanaan Program SL-PTT Padi (Y). Besarnya kontribusi variabel independent secara bersama-sama terhadap variabel dependent adalah sebesar 70,9%, dilihat dari nilai Koefisien Determinasi (Adjusted R2). Adapun saran yang diberikan peneliti adalah perlunya pengurus kegiatan meningkatkan aspek komunikasi dengan kelompok sasaran, agar mereka lebih mengetahui manfaat dari Kegiatan Sekolah Lapangan (SL) Padi. Sehingga masyarakat dapat lebih berpartisipasi dalam mensukseskan Program SL-PTT Padi. Kata Kunci : Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Peserta, Program SL-PTT Padi
KUALITAS PELAYANAN PENGURUSAN AKTA KELAHIRAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN SIDOARJO YULIANA
Publika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Penciptaan kualitas pelayanan akan mampu memberikan kepuasan bagi masyarakat pengguna jasa yang nantinya akan berdampak juga bagi keberadaan suatu instansi. Begitu pula yang telah terjadi pada Instansi Pemerintah yaitu Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo, yang telah melakukan berbagai upaya untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanannya. Salah satu pelayanan yang diberikan adalah pelayanan penerbitan akta kelahiran bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan Kualitas Pelayanan Pengurusan Akta Kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun teknik pengambilan sumber data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik Snowball Sampling. Sementara itu, fokus penelitian ini adalah kualitas pelayanan pengurusan akta kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo yang dilihat dari lima dimensi kualitas pelayanan yaitu tangibles (bukti langsung), reliability (keandalan), responsiveness(daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan pengurusan akta kelahiran pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo dapat dikatakan sudah baik yang dilihat dari dimensi tangibles yang meliputi tersedianya fasilitas-fasilitas yang cukup lengkap serta penampilan para pegawai yang sudah baik dan sopan, reliability menyangkut kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan dengan cepat dan tepat (akurat), responsiveness menyangkut ketanggapan dan kepedulian para petugas dalam membantu pelanggannya, assurance yang meliputi kompetensi dan sikap pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sidoarjo, dan empathy yang berkaitan dengan kemudahan mendapatkan informasi dan kepedulian terhadap kebutuhan pelanggan. Namun, masih terdapat beberapa kekurangan terkait Dimensi Bukti Langsung atau Tangibles perlu adanya penambahan berupa hiburan mendengarkan musik-musik klasik, selain itu perlu penambahan buku bacaan, dan untuk TV harus di selingi dengan menampilkan hiburan acara TV pada umumnya. Dari segi kebersihan kamar mandi juga perlu diperhatikan dan pemberian adanya arah sehingga dapat mempermudah masyarakat. Pada Dimensi Jaminan atau assurance terkait dengan adanya kebijakan mengenai kepengurusan Administrasi Kependudukan dan Peristiwa penting lainnya yang dapat dikuasakan dalam pelaksanaannya masih kurang baik karena di lapangan masih banyak di temukan orang-orang yang menguruskan orang lain namun tidak sedang berada dalam kondisi sakit keras, cacat fisik, umur yang sudah tua, melainkan dikarenakan kesibukan pekerjaan. Kata kunci : Dimensi Kualitas Pelayanan
EFEKTIVITAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS ELEKTRONIK (SIMPUSTRONIK) DI PUSKESMAS GANTRUNG KECAMATAN KEBONSARI KABUPATEN MADIUN UMI NUR AGUSTINA
Publika Vol 4 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n3.p%p

Abstract

Abstrak Puskesmas Gantrung merupakan salah satu Puskesmas di Kabupaten Madiun yang aktif menerapkan Simpustronik sejak tahun 2010. Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Elektronik merupakan sistem data pasien yang dilaksanakan serempak dalam pelayanan di Puskesmas mulai dari loket pendaftaran, ruang poli sampai pemberian obat di apotek dimana satu komputer dengan komputer yang lain saling link. Simpustronik juga memudahkan pekerjaan pegawai dalam pelaporan ke Dinas Kesehtaan Kabupaten. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Elektronik (Simpustronik) di Puskesmas Gantrung Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun yang mengacu pada variabel efektivitas sistem informasi menurut DeLone & McLean (2003) yang meliputi System Quality (Kualitas Sistem), Information Quality (Kualitas Informasi), Service Quality (Kualitas Pelayanan), Use (Pengguna), User Satisfaction (Kepuasan Pengguna) dan Net Benefit (Keuntungan Bersih). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh pegawai Puskesmas Gantrung yang berjumlah 36 orang. Sedangkan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling jenuh dengan jumlah sampel 36 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui kuesioner (angket), observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Elektronik (Simpustronik) di Puskesmas Gantrung Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun dapat dikatakan efektif. Hal ini dapat dilihat dari prosentase skor tiap sub variabel yang menunjukkan bahwa System Quality (Kualitas Sistem) memperoleh prosentase skor sebesar 73,1% (efektif), sub variabel Information Quality (Kualitas Informasi) memperoleh prosentase skor sebesar 66,9% (efektif), sub variabel Service Quality (Kualitas Pelayanan) memperoleh prosentase skor sebesar 71,4% (efektif), sub variabel Use (Penggunaan) memperoleh prosentase skor sebesar 78,1% (efektif), sub variabel User Satisfaction (Kepuasan Pengguna) memperoleh prosentase skor sebesar 72,8% (efektif) dan sub variabel yang terakir yaitu Net Benefit (Keuntungan Bersih) memperoleh prosentase skor sebesar 76,3% (efektif). Maka penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Elektronik (Simpustronik) di Puskesmas Gantrung Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun dapat dinyatakan efektif dimana termasuk dalam rentang nilai 61% - 80%. Kata Kunci: Efektivitas, Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Elektronik (Simpustronik).
ANALISIS KESIAPAN PELAYANAN SERTIFIKAT KELAYAKAN PENGOLAHAN ELEKTRONIK (E-SKP) DI DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR MERNA ADE LESTARI
Publika Vol 4 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n4.p%p

Abstract

Abstrak Tuntutan masyarakat akan pelayanan publik yang lebih baik mengharuskan pemerintah untuk melakukan reformasi pelayanan publik dengan cara meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan secara menyeluruh baik barang, jasa dan atau pelayanan administratif. Salah satu lembaga pemerintahan yang mencoba menerapkan prinsip e-government dalam memberikan pelayanan adalah Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, yaitu dengan mulai membangun Sertifikat Kelayakan Pengolahan Elektronik (E-SKP). Sebelum masuk pada tahap pelaksanaan E-SKP, perlu diperhatikan tahapan persiapannya agar tujuan yang ingin dicapai dapat terlaksana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesiapan perangkat penyelenggara pelayanan sertifikat kelayakan pengolahan elektronik (E-SKP) di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah 4 lapis struktur dalam Kerangka Arsitektur E-Government yang tertuang dalam Inpres No. 3 tahun 2003, yang meliputi: 1) Akses; 2) Portal Pelayanan Publik; 3) Organisasi Pengelolaan dan Pengolahan Informasi; dan 4) Infrastruktur dan Aplikasi Dasar. Narasumber dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling dengan satu key informant. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis mengguakan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur sudah cukup siap untuk menyelenggarakan pelayanan Sertifikat Kelayakan Pengolahan Elektronik (E- SKP), hal ini terlihat dari sudah tersedianya empat lapis struktur Kerangka Arsitektur E-Government yang tertuang dalam Inpres No. 3 Tahun 2003. Saran yang diberikan yaitu untuk menyediakan fasilitas komputer khusus bagi UPI, dan segera merancang peraturan terkait legalitas E-SKP. Kata Kunci: E-Government, Kesiapan E-Government
PENGARUH E-PERFORMANCE TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH KOTA SURABAYA SITI ISTIQOMAH
Publika Vol 4 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n4.p%p

Abstract

Abstrak E-Government merupakan salah satu isu kebijakan publik yang mengalami perkembangan yang signifikan. Salah satu penyebabnya adalah perkembangan pola pikir masyarakat yang kritis menuntut adanya efektifitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitas di sektor publik. Salah satu daerah yang telah menerapkan e-Government adalah Kota Surabaya dengan salah satu programnya yakni e-Performance. Latar belakang dibuatnya e-Performance karena buruknya dan lambannya kinerja pegawai sehingga harapannya dengan adanya penilaian kinerja melalui e-Performance mampu meningkatkan kinerja pegawai pemerintah Kota Surabaya. Kenyataannya, e-Performance belum sepenuhnya mampu memperbaiki kinerja pegawai khususnya pegawai Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Surabaya. Menurut Rivai dkk (2005), kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri melainkan dipengaruhi faktor lain salah satunya yakni kepuasan kerja. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh e-Performance terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Surabaya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara menyebar angket kepada seluruh pegawai Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Surabaya yang berjumlah 57 orang (sampel jenuh) meskipun pada kenyataannya yang kembali kepada peneliti sebanyak 32 kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-Performance berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kota Surabaya dengan kekuatan pengaruhnya sebesar 21,9%, sedangkan sisanya 78,1(%) dipengaruhi variabel lain diluar e-Performance. Hasil penelitian ini juga menunjukkan e-Performance paling besar memberikan pengaruh terhadap kepuasan pada promosi dengan kontribusi pengaruhnya yakni sebesar 20,1% sedangkan dua indikator yakni kepuasan pada gaji dan pengawasan, e-Performance tidak memberikan pengaruh yang berarti bagi kedua indikator ini. Kata Kunci : e-Government, e-Performance, Kepuasan Kerja
EVALUASI PROGRAM PENYEDIAAN FASILITAS AIR BERSIH BERBASIS PENGELOLAAN MASYARAKAT DI DESA SENDANGHARJO KECAMATAN NGASEM KABUPATEN BOJONEGORO INNA PUSPITA WULANDARI
Publika Vol 4 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n4.p%p

Abstract

Abstrak Adanya Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih Berbasis Pengelolaan Masyarakat di Desa Sendangharjo ini disebabkan oleh kurangnya ketersediaan fasilitas air bersih. Sebelum tahun 2010 masyarakat Desa Sendangharjo untuk mendapatkan air bersih harus mencari ke desa lain yang berjarak kurang lebih 3-5 km terutama pada musim kemarau. Melihat kondisi ini, tahun 2010 dibangunlah penyediaan fasilitas air bersih melalui Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih Berbasis Pengelolaan Masyarakat. Untuk dapat mengelola hingga melestarikan program dibentuklah Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM). Program ini telah berlangsung selama lima tahun di Desa Sendangharjo, perlu adanya evaluasi untuk mengetahui sejauh mana pencapaian program dari segi biaya, manfaat, kecukupan dan ketepatan sasaran serta mengetahui respon masyarakat mengenai Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih Berbasis Pengelolaan Masyarakat ini. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis evaluasi Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih Berbasis Pengelolaan Masyarakat di Desa Sendangharjo. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan informasi adalah purposive sampling dimana subyek penelitian yang dipilih merupakan pihak yang mengetahui dan memahami mengenai Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih Berbasis Pengelolaan Masyarakat. Sedangkan fokus dalam penelitian ini adalah efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Penyediaan Fasilitas Air Bersih Berbasis Pengelolaan Masyarakat ini belum seluruhnya berjalan sesuai dengan tujuannya, masih terdapat kendala dari segi efisiensi masih ada warga yang telat membayar, dari segi perataan distribusi air telat, selain itu belum semua warga menggunakan fasilitas air bersih. Di sisi lain banyak manfaat yang diperoleh masyarakat dengan adanya program ini. Melihat masalah yang terjadi, saran yang dapat diberikan adalah adanya sosialisasi kepada masyarakat dan ketegasan hukum mengenai sanksi bagi yang telat membayar, pembangunan sarana penampungan air cadangan, perlu adanya penggerak untuk menjalankan koperasi simpan pinjam Tirto Rahayu Widodo. Kata Kunci : Evaluasi, Fasilitas Air Bersih, HIPPAM
STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI MELALUI PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PERDESAAN (PUAP)  DI KABUPATEN PONOROGO (Studi pada Pemberdayaan Gapoktan Margo Rejeki di Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo) ARIN SUGIARTI
Publika Vol 4 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n4.p%p

Abstract

Abstrak Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu proses dan upaya untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan pada masyarakat yang tidak berdaya untuk dapat mengatasi masalah yang dihadapi dengan mengoptimalkan sumber daya dan potensi yang dimiliki secara mandiri. Salah satu upaya pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat petani ialah melalui program Pengembangan Usaha Agribisnsi Perdesaan (PUAP). PUAP diawali dengan proses peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai pelaksana kegiatan PUAP di lapangan. Melalui PUAP dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan dari aspek permodalan, akses pasar dan teknologi serta masih lemahnya manajemen usaha tani yang menyebabkan ketidakberdayaan pada masyarakat petani. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan masyarakat petani melalui program PUAP di Kabupaten Ponorogo dengan mengambil studi pada pemberdayaan Gapoktan Margo Rejeki. Subjek penelitian terdiri dari Tim Teknis PUAP, Tenaga Pendamping dan masyarakat petani anggota Gapoktan PUAP. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat petani melalui program PUAP di Gapoktan Margo Rejeki dapat dilihat dari aspek sasaran, teknik dan tujuan. Dari aspek sasaran yaitu masyarakat petani yang tergabung dalam kelembagaan Gapoktan yang berada pada desa miskin sesuai dengan data Badan Pusat Statistik dan PNPM-Mandiri. Kelembagaan Gapoktan Margo Rejeki masih lemah karena masih adanya kesenjangan hubungan yang jauh antara masyarakt petani biasa dengan kelembagaan yang berdampak pada banyaknya usaha agribisnis yang dikelola di Gapoktan tidak dapat berkembang. Dari segi teknik, Gapoktan masih belum mampu mengembangkan inovasi usaha pengolahan produk pemberi nilai tambah karena rendahnya kesadaran masyarakat petani dan kecilnya intensitas pemberian pelatihan dari tenaga pendamping. Dari aspek tujuan,sudah dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani sehingga dapat digunakan dalam pengembangan usaha agribisnis di Gapoktan Margo Rejeki, namun tidak semua usaha tersebut dapat berkembang dengan baik sehingga masih belum mampu meningkatkan kesejahteraan anggota. Peningkatan kemampuan dan keterampilan tidak terjadi pada semua masyarakat petani anggota Gapoktan dan hanya terjadi pada masyarakat petani tertentu saja yaitu pengurus kelembagaan Gapoktan. Jenis usaha yang dapat berkembang hanya pada unit usaha simpan pinjam sehingga hanya dapat memudahkan akses petani terhadap permodalan, sedangkan untuk kontribusi peningkatan produksi dan pendapatan masih sangat kecil. Kata Kunci: Strategi, Pemberdayaan, program PUAP
KUALITAS PELAYANAN WEEKEND SERVICE (PROGRAM LAYANAN AKHIR PEKAN) DI BADAN PERTANAHAN NASIONAL KABUPATEN GRESIK SILVIA RACHMADANI
Publika Vol 4 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n4.p%p

Abstract

Abstrak Weekend Service (Program Layanan Akhir Pekan) merupakan salah satu inovasi dibidang layanan pertanahan yang dilaksanakan sejak bulan November 2014 sesuai dengan Surat Edaran Nomor 12 / SE / XI / 2014 tentang pelayanan pertanahan hari Sabtu dan Minggu di lingkungan Kementrian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional, yang mana kantor pertanahan membuka pelayanan di luar hari kerja yaitu pada akhir pekan atau Sabtu dan Minggu. Weekend Service (Program Layanan Akhir Pekan) dimaksudkan untuk percepatan layanan pertanahan tertentu serta membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Salah satu Badan Pertanahan Nasional yang menerapkan layanan ini adalah Badan Pertanahan nasional Kabupaten Gresik. Dalam memberikan pelayanan Weekend Service (Program Layanan Akhir Pekan), BPN dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat untuk terciptanya kualitas pelayanan yang memuaskan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 60 orang pemohon. Definisi operasional variabel dalam penelitian ini terdiri dari Bukti fisik (tangibles), Kehandalan (reliability), Daya tanggap (responssiveness), Jaminan (assurance), Empati (empaty). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan Weekend Service (Program Layanan Akhir Pekan) di Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Gresik secara garis besar dapat dikatakan baik. Adapun perolehan nilai prosentase tertinggi yaitu pada indikator Empathy/Empati 83,33% dengan hasil tertinggi didukung oleh item pernyataan nomor 5 yakni terkait petugas melayani dan menghargai setiap pelanggan dengan nilai prosentase sebesar 84%. Dan prosentase terendah diperoleh pada indikator Responsiveness/Daya Tanggap Empati 76,05% yang dipengaruhi oleh item pernyataan nomor 2 terkait petugas melakukan pelayanan dengan cepat mendapatkan nilai sebesar 73,33%. Dari keseluruhan kualitas pelayanan Weekend Service (Program Layanan Akhir Pekan) yang diberikan memperoleh nilai rata-rata sebesar 79,09% atau dinyatakan “Puas”, yang artinya layanan weekend service (program layanan akhir pekan) di Badan Pertanahan Kabupaten Gresik telah berkualitas. Kata Kunci: Weekend Service (Program Layanan Akhir Pekan), Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan
DAMPAK KEGIATAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUM Desa) BAGI MASYARAKAT DESA BARENG KECAMATAN SUGIHWARAS KABUPATEN BOJONEGORO ALFAN SYUKRAN
Publika Vol 4 No 4 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v4n4.p%p

Abstract

Abstrak BUM Desa merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa untuk mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Kebijakan tersebut dilakukan karena terdapat sekitar 33.000 desa yang masuk dalam kategori desa tertinggal atau membutuhkan perhatian khusus. Dalam penelitian ini, terdapat potensi BUM Desa Bareng yang telah menjadi pilot project dan setiap tahunnya mengalokasikan 10% dari SHU untuk bantuan sosial. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak kegiatan BUM Desa di Desa Bareng Kecamatan Sugihwaras Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif dengan menggunakan mix methods melalui strategi campuran tidak berimbang. Pendekatan kuantitatif mengambil sampel 53 anggota BUM Desa Bareng. Subjek penelitian pendekatan kualitatif terdiri dari Kepala BUM Des Bareng, Bendahara BUM Desa Bareng, Bagian Sektor rill, dan anggota BUM Desa Bareng. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan cara pengolahan data, pengoorganisasian data dan penemuan hasil. Sedangkan analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis Miles dan Huberman, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan BUM Desa Bareng sangat berdampak pada penguatan kapasitas kelembagaan BUM Desa, sangat berdampak pada peningkatan kemampuan pengelolaan usaha BUM Desa yang berbasis pada pengelolaan potensi desa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan peluang pasar, sangat berdampak pada peningkatkan pendapatan masyarakat desa dan pendapatan asli desa, sangat berdampak pada peningkatan kreativitas, inovasi dan variasi usaha BUM Desa, berdampak pada pengembangan rencana kerjasama usaha antar desa dan atau dengan pihak ketiga, dan sangat berdampak dalam menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga. Tetapi dalam data kualitatif membuktikan bahwa program usaha bank sampah tidak berdampak dalam memenuhi kebutuhan anggota, memberikan penyadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah, dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Kegiatan BUM Desa Bareng juga sangat berdampak pada jumlah lapangan pekerjaan menjadi terbuka. Hal tersebut didukung dengan data kualitatif yang menyatakan bahwa adanya BUM Desa Bareng dapat membuka lapangan kerja, meskipun belum sepenuhnya. Kata Kunci: Dampak, BUM Desa, program usaha

Page 53 of 129 | Total Record : 1286