cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 26 Documents clear
POTENSI SUMBER MATA AIR KARST GOA GREMENG UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK MASYARAKAT UMBULREJO KECAMATAN PONJONG KABUPATEN GUNUNGKIDUL AGUSTINA MS, RETNO; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bentang lahan karst Gunungsewu tersusun oleh batuan yang didominasi oleh batuan karbonat sehingga sulit ditemukannya aliran air permukaan. Keadaan yang demikian membuat masyarakat Gunungkidul yang berada dikawasan karst banyak memanfaatkan mata air yang keluar dari Goa. Mata air Goa Gremeng merupakan mata air perennial yang mengalir sepanjang tahun yang dimungkinkan dapat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan air domestik masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar potensi mata air karst Goa Gremeng untuk pemenuhan kebutuhan air domestik masyarakat Umbulrejo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Pengukuran debit pada mata air karst Goa Gremeng dilakukan dengan metode apung pada saat musim kemarau dan penghujan sebagai data ketersediaan air. Objek untuk pemenuhan kebutuhan air domestik musim kemarau dan penghujan adalah masyarakat disekitar mata air karst Goa Gremeng yaitu meliputi dua dusun, Dusun Blimbing dan Dusun Plalar. Teknik wawancara terstruktur digunakan untuk mendapatkan data penggunaan air domestik masyarakat diwilayah penelitian. Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan air dan kebutuhan air domestik masyarakat diwilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan debit mata air karst Goa Gremeng pada musim kemarau sebesar 5,2 liter/detik dan musim hujan sebesar 1.719,12 liter/detik. Kebutuhan air domestik masyarakat sekitar mata air karst Goa Gremeng pada musim kemarau sebesar 163 liter/orang/hari. Kebutuhan air domestik masyarakat sekitar mata air karst Goa Gremeng pada musim penghujan sebesar 169 liter/orang/hari. Kondisi neraca ketersediaan air dan kebutuhan air domestik masyarakat disekitar mata air karst Goa Gremeng saat musim penghujan dalam keadaan defisit saat musim kemarau, dan surplus saat musim penghujan serta mampu mencukupi kebutuhan air domestik penduduknya sampai 32x lipat dari jumlah penduduk saat ini. Ditinjau secara temporal neraca mengalami defisit juga surplus. Hasil akumulasi volume air mata air karst Goa Gremeng selama satu tahun tidak akan mengalami defisit. Kata kunci: Debit Air, Ketersediaan Air, Kebutuhan Air Domestik, Mata Air Karst
POTENSI SUMBER MATA AIR KALKAL DAN SUMBER MATA AIR TAMAN DI DESA PAKAAN LAOK KECAMATAN GALIS KABUPATEN BANGKALAN , MUTAMMIMAH; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah pegunungan yang terlipat dan membentuk antiklinorium yang memanjang dari arah barat ? timur. Daerah ini termasuk perbukitan landai hingga pegunungan berlereng terjal dengan sumber mata air dalam tanah yang melimpah. Kabupaten Bangkalan terdapat beberapan wilayah yang berpotensi kekeringan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan Wilayah Kabupaten Bangkalan memiliki resiko kekeringan yang tinggi salah satunya di Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besar potensi sumber mata air Kalkal dan sumber mata air Taman yang ada di Desa Pakaan Laok Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan. Analisis potensi sumber mata air di dasarkan pada kemampuan wilayah tersebut dalam mendukung kebutuhan manusia. Potensi sumber mata air suatu wilayah dalam menyediakan air di tentukan dari asupan curah hujan, yang menentukan jumlah air permukaan maupun air bawah permukaan. Jumlah air yang tersedia ditentukan berdasarkan kebutuhan air domestik dan jumlah penduduk. Teknik wawancara terstruktur digunakan untuk menggali data penggunaan air domestik masyarakat. Unit penelitian didasarkan pada dua sumber mata air dan pengguna sumber mata air Kalkal dan sumber mata air Taman. Hasil penelitian ini menunjukkan perhitungan debit sumber mata air dan diperoleh nilai ketersediaan air di dua sumber mata air: sumber mata air Kalkal musim kemarau 423.360 liter/hari, musim penghujan 1.848.960 liter/hari; sumber mata air Taman musim kemarau 648.000 liter/hari, musim penghujan 1.296.000 liter/ hari. Potensi sumber mata air Taman jika dilihat dari hasil perhitungan daya dukung air masih mampu mencukupi kebutuhan air domestik penduduk sekitar sampai 114x lipat dari jumlah pengguna sekarang. Sumber mata air Kalkal mampu menyongkong kebutuhan air domestik penduduk sekitar sampai lebih dari 244x lipat dari jumlah pengguna sekarang. Ketersediaan air di daerah penelitian sangat melimpah, namun distribusi sumber mata air dipengaruhi oleh musim sedangkan kebutuhan air domestik yang cenderung tetap bahkan meningkat sehingga perbandingan keduanya tidak tepat. Perlu diwaspadai terjadi kekurangan pasokan air di saat musim kemarau. Kata kunci: Sumber mata air, potensi air, kebutuhan air domestik, daya dukung air, Kabupaten Bangkalan
STRATEGI PENGHIDUPAN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE LIVELIHOOD) MASYARAKAT DI KAWASAN LAHAN KERING DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO AULIA ROHMAH, BINTA; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Karangpatihan Kecamatan Balong merupakan salah satu desa di Kabupaten Ponorogo. Sebagian besar lahan di Desa Karangpatihaan ini merupakan lahan yang diperparah oleh musim. Hal tersebut berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kehidupan masyarakat serta mengetahui strategi penghidupan berkelanjutan masyarakat berbasis asset untuk meningkatkan penghidupan dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo.Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survey. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan di Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Desa Karangpatihan sebanyak 526 Kepala Keluarga (KK) responden. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, dokumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan persentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) karakteristik kehidupan pada kategori usia responden 30-49 memiliki prosentase sebesar 28,57% dan kelompok 50-69 memiliki prosentase sebesar 71,43%. Kategori tingkat pendidikan responden di empat dusun tergolong rendah karena sebanyak 46,43% responden hanya lulusan SD, serta kategori tanggungan keluarga rata-rata responden memiliki 4 tanggungan keluarga dengan prosentase 36,91%. 2) Modal kehidupan menunjukkan bahwa aset tertinggi dimiliki oleh Dusun Tanggungrejo dan aset terendah dimiliki oleh Dusun Krajan yang dapat dilihat dari nilai masing-masing modal di 4 dusun tidak lebih dari 33,33% yang merupakan batas rendah.Kata kunci : Strategi Penghidupan, Aset Penghidupan
KAJIAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI OBJEK WISATA DI DESA BANJARSARI, KECAMATAN BANDAR KEDUNG MULYO, KABUPATEN JOMBANG CHOFIFAH, IMTIHANA; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSebagian lahan pertanian di Kabupaten Jombang yang mengalami alih fungsi lahan (konversi lahan) yaitu DesaBanjarsari, Kecamatan Bandar Kedung Mulyo. Lahan sawah seluas 10,45 ha yang semula merupakan tanah ganjaranmilik perangkat desa, kini dialihfungsikan menjadi objek wisata yang bernama Banjarsari Agro Community (BAC).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi objekwisata dan dampak ekonomi dari adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi objek wisata.Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknikpengambilan data dengan menggunakan wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis datamenggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab terjadinya alih fungsi lahan pertanianmenjadi objek wisata adalah berawal dari adanya acara gelar pembenihan yang diselenggarakan oleh Dinas PertanianProvinsi Jawa Timur. Acara gelar pembenihan didesain berupa taman yang indah dan rapi, menjadi viral yangkemudian banyak masyarakat baik dari desa setempat maupun dari luar desa Banjarsari yang antusias untuk datang.Acara gelar pembenihan selesai, perangkat desa berinisiatif untuk mengembangkan lahan yang digunakan untuk gelarpembenihan menjadi wisata. Lokasi wisata yang strategis dan mudah dijangkau untuk pengunjung juga menjadi faktorpendorong terjadinya alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan pertaian menjadi wisata memberikan dampak ekonomi positifbagi masyarakat Desa Banjarsari yaitu dengan tersedianya lapangan pekerjaan dan adanya pendapatan untukmasyarakat yang terlibat dalam pengelolaan wisata. Masyarakat memanfaatkan adanya wisata dengan menjadi tenagakerja di wisata tersebut dan ada juga yang membuka usaha berjualan di stand warung sekitar area wisata. 14 orangpekerja di wisata dan sebanyak enam orang yang berjualan di stand warung wisata Banjarsari Agro Community.Kata Kunci: alih fungsi lahan, lahan pertanian, objek wisata
KAJIAN TERHADAP EKSISTENSI PERAJIN INDUSTRI KECIL COR KUNINGAN DI DESA MOJOTRISNO KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG KURNIA PRATIWI, WHILDA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri cor kuningan di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang berdiri sejak tahun1975. Menurut informasi yang diperoleh dari Kepala Desa Mojotrisno bahwa pada tahun 2005 hingga tahun 2008industri tersebut mengalami kemunduran yaitu penurunan permintaan produk dari konsumen. Hal tersebut disebabkankarena insiden bom bali dan krisis keuangan global yang terjadi di Amerika Serikat yang berdampak ke beberapanegara lain termasuk Indonesia. Pada tahun 2010 jumlah perajin sebanyak 73 perajin namun jumlah tersebut mengalamipenurunan yaitu menjadi 43 perajin pada tahun 2015. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui.1)Faktor yang menyebabkan perajin industri cor kuningan di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung KabupatenJombang tetap bertahan. 2)Faktor yang menyebabkan perajin industri cor kuningan di Desa Mojotrisno KecamatanMojoagung Kabupaten Jombang berganti mata pencaharian. 3)Peranan industri cor kuningan di Desa MojotrisnoKecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang terhadap pendapatan keluarga perajin yang masih bertahan.Jenis penelitian ini adalah survei. Populasi pada penelitian ini yaitu perajin cor kuningan berjumlah 73 perajinyang menjadi responden. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu purposive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan wawancara terstruktur dipandu kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakananalisis deskriptif kuantitatif dengan persentase.Hasil penelitian adalah sebagai berikut. 1)Faktor yang menyebabkan sebagian besar perajin industri corkuningan di Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang masih bertahan dalam menekuni usahanyayaitu sebanyak (46,51%) karena tidak memiliki keahlian lain. 2)Faktor yang menyebabkan sebagian besar perajinberganti mata pencaharian yaitu sebanyak (46,66%) karena terbatasnya pemasaran. 3)Kontribusi pendapatan corkuningan terhadap pendapatan keluarga perajin yang masih bertahan yaitu menyumbang sebanyak 94,22% ? 98,69%dari total pendapatan keluarga.Kata kunci : industri cor kuningan , peran industri, eksistensi, kontribusi pendapatan
ANALISIS PERBEDAAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI PASAR LARANGAN, PASAR PORONG, DAN PASAR KRIAN KABUPATEN SIDOARJO QIPTIYAH, MARIYATUL; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakData dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo diketahui bahwa pedagang kakilima di Pasar Larangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian memiliki komposisi pedagang terbanyak dibandingkan denganpasar-pasar yang lainnya. Pedagang kaki lima sebagai bagian dari usaha sektor informal memiliki potensi untukmenciptakan dan memperluas lapangan kerja terutama bagi tenaga kerja yang kurang memiliki kemampuan dan keahlianyang memadai. Sektor informal pedagang kaki lima merupakan realita perekonomian kota yang mempunyai peranpenting. Keberadaan pedagang kaki lima di perkotaan sering menimbulkan permasalahan, baik sebagai penyebabkekumuhan, kemacetan lalu lintas. Upaya penataan pedagang kaki lima perlu dilakukan untuk mengurangi dampaknegatif dan sekaligus meningkatkan kontribusi positifnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaankarakteristik sosial, karakteristik ekonomi, dan karakteristik sosial ekonomi pedagang kaki lima di pasar Larangan, pasarPorong, dan pasar Krian Kabupaten SidoarjoJenis penelitian ini adalah survey. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pedagang kaki lima yang ada di PasarLarangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian Kabupaten Sidoarjo yaitu berjumlah 1336 pedagang kaki lima. Teknikpengambilan sampel pada penelitian ini adalah Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancaradengan panduan kuesioner. Teknik analisis data dengan Uji Normalitas, Uji Homogenitas dan Uji ANOVA Satu Arah.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan karakteristik sosial, karakteristik ekonomi dankarakteristik sosial ekonomi di pasar Larangan, pasar Porong, dan Pasar Krian Kabupaten Sidoarjo. Setiap aspek-aspeksosial ekonomi pedagang kaki lima, perbedaan rata-rata juga ditemukan diantara ketiga lokasi penelitian yang di pasarLarangan, pasar Porong, dan pasar Krian Kabupaten Sidoarjo. Hasil analisa data diperoleh bahwa kelompok yangmemiliki rata-rata tingkat karakteristik sosial ekonomi yang paling tinggi adalah para pedagang kaki lima di pasar Krian,kemudian diikuti oleh para pedagang kaki lima di pasar Porong, dan para pedagang kaki lima di pasar Larangan memilikitingkat karakteristik sosial ekonomi yang paling rendah dari yang lainnya.Kata Kunci : Karakteristik sosial, Karakteristik ekonomi, Pedagang Kaki Lima

Page 3 of 3 | Total Record : 26