cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020)" : 22 Documents clear
KAJIAN PENGGUNAAN CITRA GDEM ASTER DAN DEM SRTM UNTUK KARAKTERISASI MORFOLOGI KARST GUNUNGSEWU BAGIAN TIMUR DI KECAMATAN PONJONG, GUNUNGKIDUL KUSUMA WARDANI, GANDHI; BUDIYANTO, EKO
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKarst merupakan bentang lahan yang didominasi batuan karbonat dengan karakteristik morfologi yang khas di setiap wilayah. Karakteristik morfologi karst menjadi penting diteliti dikarenakan adanya perbedaan kerentanan pada setiap morfologi yang berbeda. Karakteristik morfologi diindikasikan melalui tingkat kekasaran permukaannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Mengetahui karakteristik morfologi karst Gunungsewu bagian timur di wilayah kecamatan Ponjong, (2) Mendapat data yang paling reliabel antara citra Digital Elevation Model (DEM) dari citra Shuttle Radar Topograhic Mision (SRTM) dan Advance Spaceborn Thermal Mission and Reflection Radiometer (ASTER) untuk proses karakterisasi morfologi bentang lahan karst.Jenis pelitian ini merupakan diskriptif kuantitatif menggunakan analisis statistik spasial. Penelitian ini menggunakan analisis penginderaan jauh dengan berdasar pada nilai Terrain Ruggedness Index untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi. Observasi dan pengukuran lapangan dilakukan pada lokasi sampel yang ditentukan secara purposif. Data yang diambil berupa bentuk bukit, kemiringan lereng, beda tinggi dan elevasi.Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa 1) Nilai indeks kekasaran permukaan pada karst Gunungsewu di wilayah penelitian mempunyai tingkat Highly Rugged menurut klasifikasi Riley. Lahan karst pada lokasi penelitian didominasi bentuk morfografi bukit berupa Cone, Ridge, dan Dome yang terbentuk dari proses karstifikasi dan kalisifikasi. Morfometri bentuk bukit Dome rata-rata kemiringan lereng 29,8o, beda tinggi 33,4 m dan elevasi 397 m. Bentuk bukit Ridge rata-rata kemiringan lereng 26,9o, beda tinggi 27,4 m dan elevasi 405,3 m. Bentuk bukit Cone memiliki rata-rata kemiringan lereng 33o, beda tinggi 56,25 m dan elevasi 369 m. Morfografi cekungan didominasi Uvala dan Polje. 2) Tingkat akurasi dengan data lapangan citra DEM SRTM lebih tinggi dibandingkan GDEM ASTER yang dapat dilihat dari nilai korelasi.Kata kunci: Karakteristik morfologi karst, TRI, GDEM ASTER dan DEM SRTM
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN PEDAGANG DI SEKITAR LOKASI INDUSTRI ANTARA DESA PESANGGRAHAN DAN DESA SAMPANG AGUNG KECAMATAN KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO MAULANA, RONALDO; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakJumlah industri yang semakin banyak sebagai bentuk dorongan investor untuk mempercepat pertumbuhan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas pemerintahan daerah Kabupaten Mojokerto khususnya Kecamatan Kutorejo dan wilayah yang difokuskan untuk perkembangan industri adalah Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung karena memiliki potensi dengan struktur wilayah kondisi yang baik, strategis, aksesibilitas mudah serta banyaknya tenaga kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis 1) Pengaruh keberadaan industri dengan pendapatan pedagang di sekitar lokasi di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto. 2) Pengaruh yang ditimbulkan dari adanya keberadaan industri terhadap kondisi ekonomi di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. 3) Pengaruh industri tertinggi terhadap pendapatan pedagang di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung di Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto.Jenis penelitian ini merupakan penelitian survei yakni pengambilan sampel menggunakan kuesioner sebagai pengumpul data dari satu populasi. Penelitian menggunakan kuesioner kepada masyarakat Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto melalui pertanyaan-pertanyaan yang disertakan dalam kuesioner tersebut. Penelitian ini menggunakan metode statistik kuantitatif melalui model Uji T independent dan berpasangan.Hasil penelitian dari uji independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p=0,676) antara pendapatan pedagang di Desa Pesanggrahan dan Desa Sampang Agung. Rata-rata menunjukkan pendapatan Desa Pesanggrahan lebih besar daripada Desa Sampang Agung. Analisis uji t berpasangan menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan pedagang sebelum dan sesudah adanya industri di Desa Pesanggrahan (p=0,000) dan di Sampang Agung (p=0,005). Industri sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di daerah tersebut.Kata kunci: Industri, pendapatan, pedagang.
KAJIAN GEOGRAFIS TENTANG RANTAI PASOK HOME INDUSTRI PENGOLAHAN KERUPUK IKAN DI DESA SAWOHAN KECAMATAN BUDURAN KABUPATEN SIDOARJO FIBRIANA, FIRDA; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sawohan merupakan salah satu sentra yang memiliki home industri berupa makanan yaitu kerupuk ikan dan masih berkembang sampai saat ini serta memiliki area pertambakan yang cukup luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk mendirikan sebuah usaha dan pengolahan home industri kerupuk ikan tidak terlepas dalam saluran rantai pasok dari hulu ke hilir yang terlibat dalam pembuatan kerupuk ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola rantai pasok dan distribusi keuntungan rantai pasok dalam pengolahan kerupuk ikan di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo.Jenis Penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh rantai pasok yang terlibat terdiri dari petani tambak, pengepul, pengolah kerupuk ikan, konsumen reseller yang berjumlah 30 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket/kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan prosentase sederhana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi berdirinya suatu industri tidak terlepas dari berbagai pihak yang terlibat untuk mencapai keuntungan bersama sehingga pola distribusi menunjukkan terdapat tiga aliran rantai pasok dari hulu ke hilir yaitu aliran produk, aliran informasi dan aliran keuangan. Pola rantai pasok terdiri dari 5 rantai yaitu petani tambak ? pengepul ? pengolah home industri ? supplier kerupuk/konsumen. Ada dua jenis ikan yang dijadikan olahan kerupuk yakni ikan wayus dan mujaer, kedua jenis ikan tersebut menghasilkan keuntungan yang berbeda beda. Distribusi keuntungan dari tiap anggota rantai yang didapat dalam 1 kali produksi untuk jenis kerupuk wayus pada petani tambak menghasilkan keuntungan sebesar 1,2% atau sebesar Rp.5.000, pengepul sebesar 1,2% atau Rp.6.000, pengolah home industri 1,11% atau Rp.7.000, supplier 1,14% atau Rp.10.000. Jenis kerupuk ikan mujaer petani tambak memperoleh keuntungan sebesar 0,2% atau Rp.2.000, pengepul sebesar 1,4% atau Rp.3.000, pengolah sebesar 1,16% atau Rp.5.000 dan supplier/konsumen sebesar 1,19% atau Rp.7.000. Keuntungan terbesar diperoleh dari supplier/konsumen dan anggota rantai pasok yang lain serta pengolah dapat menambah tingkat produtivitas agar dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.Kata Kunci : Home industry, rantai pasok kerupuk ikan
PENGEMBANGAN MEDIA GLOBE PADA MATERI GERAK ROTASI BUMI SERTA PEGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI KELAS X MA. HASYIM ASY’ARI JOGOROTO ZAHROTUN NISA, SHOIMATUS; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan media pembelajaran globe ini didasarkan pada hasil wawancara dengan guru geografi di MA. Hasyim Asy?ari Jogoroto menyatakan bahwa hasil belajar peserta didik yang rendah ?75 karena pembelajaran tanpa adanya media. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengembangkan media globe yang layak digunakan. 2) Mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik.Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan yang menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implementation, Evaluate). Rancangan penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design yang berarti terdapat dua kelompok yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas X IIS-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IIS-1 sebagai kelas kontrol. Pengembangan dilakukan dengan uji validasi oleh dosen ahli media dan dosen ahli materi. Hasil belajar peserta didik dianalisis menggunakan ketuntasan klasikal dan perbedaan rata-rata nilai postets dengan pengumpulan data yaitu instrument tes tertulis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil penilaian dosen ahli validasi dengan perolehan skor yang telah diperhitungkan dengan kriteria kelayakan madia dan materi yaitu, media termasuk dalam kategori sangat layak dengan skor 92,11, dan materi termasuk dalam kategori layak dengan skor 75%. 2) Hasil belajar peserta didik kelas eksperimen mengalami kenaikan yang signifikan diantaranya nilai rata-rata pretest sebesar 34,29 pada nilai rata-rata postest menjadi 58,39 dimana ketuntasan klasikal postest sebesar 22,86%. Kelas kontrol hasil belajar peserta didik hanya mengalami sedikit kenaikan diantaranya nilai rata-rata pretest sebesar 34,91 pada nilai rata-rata postest hanya sebesar 45,91 dimana ketuntasan klasikal postest sebesar 6,9%. menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata nilai postest kelas eksperimen dan kelas kontrol.Kata Kunci : Pengembangan media, Globe, Hasil belajar peserta didik
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO DALAM MENGHADAPI BENCANA GUNUNGAPI BROMO DAMAR CAHYANTI, BIRU; AYU LARASATI, DIAN
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang persepsi dan adaptasi yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana Gunungapi Bromo di Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo. Beberapa desa di Kecamatan Sukapura merupakan wilayah yang sering mengalami bencana abu vulkanik ketika Gunung Bromo mengalami peningkatan vulkanisme. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui persepsi serta strategi yang digunakan masyarakat dalam beradaptasi menghadapi bencana Gunungapi Bromo.Penelitian ini menggunakan data sekunder berdasarkan review studi literatur dari jurnal penelitian terdahulu. Penelitian ini melalui tahapan pencarian data yang bersumber dari penulusuran web scholar.google.co.id mengambil sebanyak 17 jurnal yang relevan dengan fokus kajian. Data sekunder tersebut digunakan untuk analisis mengenai persepsi dan strategi adaptasi masyarakat Kecamatan Sukapura dalam menghadapi bencana Gunungapi Bromo.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi masyarakat yang mayoritas Suku Tengger masih menganut kearifan lokal yang berkaitan dengan hubungan spiritual. Pembentukan persepsi masyarakat terhadap bencana juga tidak terlepas dari tokoh dukun adat yang memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat. Masyarakat juga telah memiliki modal secara fisik, sosial, dan ekonomi yang digunakan dalam beradaptasi untuk melanjutkan penghidupannya. Modal yang telah digunakan masyarakat tersebut dapat dikategorikan sebagai strategi survival, konsolidasi, dan akumulasi.Kata Kunci: bencana gunungapi, strategi adaptasi, masyarakat Sukapura
DAMPAK TAMBANG PASIR TERHADAP KERUSAKAN JALAN DI DESA BABADAN KECAMATAN WLINGI KABUPATEN BLITAR NUR INDAH SARI, LAELA; KURNIAWATI, AIDA
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Blitar merupakan daerah penghasil pasir, dikarenakan letak Kabupaten Blitar yang dekat dengan Gunung Kelud, yaitu salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Tambang pasir di wilayah Kabupaten Blitar sangat mudah dijumpai di beberapa sungai yang mengalir dari Gunung Kelud, salah satunya Kali Lekso. Pemanfaatan Kali Lekso sebagai tambang pasir secara besar-besaran memang berdampak baik bagi perekonomian, namun sebaliknya efek yang di timbulkan akibat adanya penambangan pasir di Kali Lekso berdampak terhadap lingkungan yaitu kerusakan jalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak tambang pasir terhadap kerusakan jalan di Desa Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten BlitarJenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan metode survey. Lokasi penelitian di sepanjang jalan Desa Babadan Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Populasi sesuai dengan kerusakan jalan Babadan-Tejo sepanjang 3,79 km. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif presentase, data yang diperoleh diprosentase bertujuan agar lebih mudah dianalisis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan jalan Babadan-Tejo yang rusak berat sepanjang 0,60 km, kerusakan jalan sedang sepanjang 1,39 km, jalan rusak ringan sepanjang 1,20 km dan keadaan jalan yang baik hanya 0,60 km. Jalan rusak berat, rusak ringan, dan rusak sedang diakibatkan oleh truk yang mengangkut pasir dengan muatan berlebih. Truk pasir berlalu lalang setiap harinya empat puluh lima kali.Kata Kunci: Kerusakan, Jalan, Tambang Pasir
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DIORAMA GUNA MENINGKATKAN MINAT PESERTA DIDIK DALAM MATERI MITIGASI GELOMBANG PASANG DAN ABRASI HUDA AKBAR, NURUL; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia pembelajaran yang semakin berkembang mempunyai tujuan untuk menghindari verbalisme yang sering terjadi. Media pembelajaran dapat membuat komunikasi didalam pembelajaran semakin optimal. Pemilihan media harus sesuai dengan keadaan peserta didik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Selama ini proses pembelajaran materi mitigasi bencana alam di SMAN 1 Waru Kelas XI menggunakan media power point dan menggunakan buku, sedangkan materi mitigasi bencana alam mempunyai kajian yang luas sehingga membutuhkan media yang mendekati aslinya untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media diorama yang layak dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pengembangan medi diorama.Jenis penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang ditinjau dari sisi kelayakan dan respon peserta didik dengan analisis kelayakan media menggunakan deskriptif kuantitatif dan analisis respon peserta didik menggunakan presentase. Subjek dalam pengembangan media model ini yaitu peserta didik SMAN 1 Waru Kelas XI IPS 3 sebanyak 36 peserta didik. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi media dan lembar validasi materi serta lembar angket respon peserta didik terhadap media pembelajaran tiga dimensi yang telah dikembangkan.Media pembelajaran diorama materi Mitigasi Bencana Alam Gelombang Pasang Dan Abrasi ini mengalami validasi sebelum dikatakan layak oleh validator ahli media dan ahli materi. Hasil skor validasi oleh ahli media yaitu sebesar 75% dan hasil skor validasi oleh ahli materi yaitu sebesar 92,5%. Berdasarkan kelayakan pada skala likert, hasil nilai validasi dari ahli media dan ahli materi sebesar 83,75% sehingga termasuk dalam kriteria ?sangat layak? yang mempunyai range 80%-100%. Total hasil respon dari 36 peserta didik mendapat perolehan skor sebesar 88,1% dan termasuk dalam kriteria ?sangat setuju?. Artinya, peserta didik memberikan tanggapan sangat setuju terhadap media yang dikembangkan dan setuju terhadap media sebagai penunjang dalam proses pembelajaran materi Mitigasi Bencana Alam Gelombang Pasang Dan Abrasi.Kata Kunci: Media Diorama, Mitigasi Bencana, Kelayakan Media, Respon
KAJIAN GEOGRAFIS TERHADAP EKSISTENSI HOME INDUSTRY JENANG DI DESA REJOWINANGUN KECAMATAN KADEMANGAN KABUPATEN BLITAR ULFIATUN NIKMAH, SITI; , RINDAWATI
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar merupakan salah satu sentra industri yang memproduksi berbagai jenis makanan, salah satunya yaitu home industry pembuatan jenang. Home industry ini berdiri sudah sejak tahun 1986 dan masih melakukan produksi hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Faktor geografis dalam mempengaruhi eksistensi home industry jenang 2) Strategi bertahan yang digunakan home industry jenang.Jenis penelitian ini adalah penelitian survei. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepuluh home industry dengan tujuh puluh lima tenaga kerja. Sumber data yang diperoleh berasal dari data sekunder dan data primer menggunakan teknik wawancara dnegan kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan presentase dan tabel sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor geografis dalam mempengaruhi eksistensi home industry jenang di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dengan hasil rata-rata tenaga kerja sebesar 14%. rata-rata bahan baku sebesar 25%. Pemasaran memiliki rata-rata yaitu sebesar 20%. Ketersediaan air memiliki rata-rata sebesar 50 %. Ketersediaan seumber daya tenaga memiliki rata-rata sebesar 25%. Aksesibilitas memiliki rata-rata sebesar 25%. 2) Startegi bertahan yang digunakan dalam home industry jenang di Desa Rejowinangun Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, hasil dari strategi dalam memenangkan persaingan memiliki rata-rata sebesar 50% yang meliputi melakukan promosi lewat media sosila, media sosial yang digunakan, kepemilikan toko, alamat toko. stretegi home industry dalam mengembangkan produk memeiliki rata-rata sebesar 50% yang meliputi melakukan inovasi, inovasi yang dilakukan, cara mengembangkan produk.Kata kunci : Faktor Geografis, Eksistensi, Home industry
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN SENTRA PEDAGANG SANDAL WEDORO BERALIH MENJADI KAWASAN PASAR TRADISIONAL DESA WEDORO KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO FIDIA RAMADHANIA, EKA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSentra pedagang sandal sepatu di Desa Wedoro dulu terkenal sebagai pusat penjualan dan perdagangan sandal dan sepatu terbesar di Sidoarjo. Sentra pedagang sandal sepatu wedoro mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sentra pedagang sandal sepatu sebanyak 210 pedagang dan kini hanya tersisa 12 pedagang yang masih bertahan. Kondisi sentra pedagang sandal kini beralih menjadi kawasan pasar tradisional. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan sentra penjualan sandal sepatu beralih menjadi kawasan pasar tradisional Desa Wedoro 2) peran Pemerintah setempat yakni Desa Wedoro dalam menyikapi permasalahan perubahan sentra penjualan sandal sepatu beralih menjadi kawasan pasar tradisional.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang sebanyak 60 pedagang dan 33 pembeli yang diambil dengan menggunakan Teknik Accidental Sampling. Variabel penelitin ini terdiri sarana dan prasarana, aksesibilitas, harga produk sandal sepatu, kualitas, promosi dan variasi produk yang dijual.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data mengguanakan deskriptif kuantitaif dengan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) faktor-faktor yang menyebabkan sentra pedagang sandal beralih menjadi kawasan pasar tradisional Desa Wedoro adalah tidak adanya promosi produk (100%). 2) kurangnya peran pemerintah dalam menyikapi permasalahan seperti perawatan dan renovasi dan tidak terbentuknya koperasi antar pedagang (100% ). 3) kondisi sarana dan prasarana yang buruk, meliputi: kamar mandi (87,1%), musholla (87,1%), lahan parkir (73,2%). 4) harga produk sandal sepatu yang mahal (78,8%). %). 5) variasi produk sudah bervariasi tetapi mononton karena produk sandal dan sepatu tidak mengikuti trend (77,7%).Kata Kunci : Pedagang Sandal Sepatu, Penurunan Pedagang, Pasar Tradisional,Peran Pemerintah.
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR KALI LAMONG DI DESA IKER – IKER GEGER DAN DESA MOROWUDI KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK ALISYA, VENA; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBanjir di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik terjadi akibat luapan Kali Lamong merupakan banjir yang terjaditahunan. Dampak banjir yang terjadi tidak hanya merendam persawahan dan tambak tetapi juga pemukiman dan aksesjalan Gresik-Mojokerto. Bencana banjir ini tentu membawa kerugian bagi warga yang terdampak berupa kerugian sosialekonomi. Penelitian dilakukan di Desa Iker-Iker Geger dan Desa Morowudi dengan tujuan untuk mengetahui 1). Tingkatbahaya bencana banjir Kali Lamong dan 2). Tingkat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana banjir Kali Lamong diDesa Iker ? Iker Geger dan Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pengumpulan data secaralangsung berupa wawancara dan pengukuran dilakukan untuk mengetahui tingkat bahaya banjir berdasarkan grid di 125titik dan angket untuk kesiapsiagaan dilakukan kepada 93 responden menggunakan teknik Random Sampling. Analisisdata yang digunakan berdasarkan hasil skoring dengan Skala Likert dan Skala Gutmman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga tingkatan bahaya banjir di Desa Iker-Iker Geger dan DesaMorowudi yaitu tingkat bahaya tinggi sebesar 30% atau seluas 137 ha, tingkat sedang sebesar 24% atau 110 ha, dansisanya pada tingkat rendah sebesar 46% atau 214 ha. Kategori nilai indeks berdasarkan LIPI_UNESCO/ISDR,kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir Kali Lamong dalam tahap hampir siap dengan indekskesiapsiagaan 59% dengan perincian pengetahuan dan sikap sebesar 71,9%, perencanaan kedaruratan 57,5%, sistemperingatan dini 56,5%, dan mobilitas sumberdaya sebesar 50,2%.Kata kunci : Bencana banjir, Tingkat bahaya, Indeks Kesiapsiagaan

Page 1 of 3 | Total Record : 22