cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 7 (2018)" : 25 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA MAKET PADA MATERI MORFOLOGI DASAR LAUT MATA KULIAH OSEANOGRAFI CHOIROTUN NISAK, LAILY; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKajian mata kuliah Oseanografi memiliki cakupan materi yang sangat luas akan membatasi dosen dalam penyampaian materi tersebut. Pembelajaran Oseanografi yang hanya menggunakan 2D kurang mampu menggambarkan keadaan sebenarnya serta kemampuan berfikir mahasiswa yang beragam akan mengalami kesulitan dalam belajar. Dosen seharusnya menggunakan alat perantara atau media yang dapat mewakili materi tersebut dalam wujud media yang lebih konkret sehingga dapat membantu dalam proses belajar. Media yang digunakan dapat merangsang fikiran, kemauan dan perasaan mahasiswa, sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar sendiri.Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran 3D sehingga memudahkan mahasiswa dalam memahami materi Oseanografi karena media yang digunakan lebih konkrit daripada 2D. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4D yaitu tahap define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Penelitian pengembangan ini hanya sampai pada tahap uji kelayakan karena keterbatasan waktu dan materi.Media ini ditelaah oleh ahli media dan ahli materi sehingga dapat menghasilkan media yang sesuai dengan materi Oseanografi dan layak digunakan. Penelitian ini diperoleh bahwa media pembelajaran Maket 3D sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran Mata Kuliah Oseanografi pada Jurusan Pendidikan Geografi, Universitas Negeri Surabaya pada materi morfologi dasar laut. Berdasarkan penilaian ahli media dan materi serta responden mahasiswa yang mencapai presentase sebesar 86,24 %, dengan rincian nilai dari Ahli Media sebesar 90,91 % dan Ahli Materi sebesar 84,62 % serta angket mahasiswa sebesar 84%. Berdasarkan skala Likert angka 86,24 % termasuk pada range 80,01% - 100,00% sehingga termasuk dalam kriteria ?Sangat Layak?.Kata kunci: Penelitian Pengembangan, Model 4D, Media Pembelajaran Maket 3D, Morfologi Dasar Laut
PERBEDAAN TINGKAT PENDAPATAN TERHADAP POLA PEMENUHAN SUMBER DAYA AIR DI DESA PESAWAHAN KECAMATAN TIRIS KABUPATEN PROBOLINGGO QOMARIYAH, SITI; , SULISTINAH
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Pesawahan merupakan salah satu desa di Kecamatan Tiris yang memiliki luas wilayah 624,5 Ha dengan 5 dusun diantaranya Sumanbito, Bangsal, Krajan, Asinan dan Piasaan dengan Jumlah penduduk yang tercatat pada data monografi desa sebanyak 5939 jiwa. Sumberdaya air di Desa ini menggunakan sumber air tancak yang dialirkan melalui pipa. Sumber air tancak yang sudah ada semenjak tahun 2011 hanya mengalirkan air yang sedikit setiap harinya,sehingga masyarakat harus menggunakan alternatif lain untuk kebutuhan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pendapatan masyarakat di Desa Pesawahan untuk memenuhi kebutuhan SDA dengan menggunakan beberapa pola pemenuhan sumberdaya air yang akan digunakan.Jenis penelitian ini adalah survey. Lokasi penelitian di Desa Pesawahan, Tiris, Probolinggo. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 2270 kepala keluarga(kk) masyarakat Pesawahan. Pemilihan sampel menggunakan probability sampling yaitu sebanyak 100 responden. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan program SPSS 16.0 for window. Uji statistika yang digunakan untuk mengetahui perbedaan tingkat pendapatan masyarakat terhadap pola pemenuhan sumberdaya air menggunakan Uji Chi Square ?2.Hasil penelitian uji chi square menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Disimpulkan bahwa ada perbedaan atau hubungan antara tingkat pendapatan dengan pola pemenuhan air di Desa Pesawahan, Tiris, Probolinggo.Kata kunci: perbedaan tingkatpendapatan, polapemenuhan, sumberdayaair
DAMPAK INDUSTRI MIE INSTAN TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT DESA SUKOMULYO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK (STUDI KASUS INDUSTRI MIE SEDAP PT. KARUNIA ALAM SEGAR DI DESA SUKOMULYO KECAMATAN MANYAR KABUPATEN GRESIK) LESTARI, SUWATI; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakGresik merupakan salah satu pusat kawasan industri terbesar di Jawa Timur. Industri mie instan PT. KaruniaAlam Segar yang terletak di Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik merupakan salah satu industribesar dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat. Industri tersebut diharapkan dapat memberikan dampakpositif seperti memberikan lapangan pekerjaan, menumbuhkan perekonomian, mengurangi pengangguran, sertameningkatkan taraf hidup masyarakat. Namun di samping dampak positif , industri tersebut juga menimbulkan dampaknegatif seperti kebisingan, kemacetan, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan. Dampak tersebut merupakan sebuahmasalah yang sangat menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak industri tersebutterhadap kondisi sosial dan kondisi ekonomi masyarakat Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian adalahmasyarakat di sekitar industri. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara.Analisis data yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan untuk keabsahan datamenggunakan triangulasi.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi sosial masyarakat terkait dengan persepsi masyarakat terhadapindustri yakni berbeda-beda sesuai dengan pengetahuan masyarakat yang akan mempengaruhi sikap. Masyarakat yangmemiliki persepsi bahwa industri tersebut dapat memberikan pekerjaan, meningkatan pendapatan, serta meningkatkankesejahteraan tentu akan menerima keberadaan industri ini. Sebaliknya warga yang memiliki persepsi bahwa industritersebut dapat menyebabkan bau yang sangat menyengat, kemacetan, kebisingan, dan kekhawatiran warga akanmenolak keberadaan industri tersebut. Kenyamanan dengan pertambahan penduduk akibat urbanisasi menyebabkankeramaian, kemacetan, dan terjadi kasus pencurian sehingga warga merasa tidak nyaman. Kondisi ekonomi terkaitdengan mata pencaharian masyarakat yang sebelumnya adalah nelayan dan petani tambak sekarang beralih menjadipegawai industri. Tingkat pendapatan juga semakin meningkat karena gaji yang diberikan oleh industri tersebuttermasuk tinggi dan lebih menjanjikan. Pendapatan juga diperoleh dari hasil usaha baru seperti warung kopi, warungmakan, laundry, tempat kos, dan sebagainya.Kata kunci: Industri, Masyarakat, Sosial, Ekonomi
PENGEMBANGAN POTENSI WISATA EDUKASI DI KAWASAN WISATA TRAWAS KABUPATEN MOJOKERTO PUJI RAHAYU, KARINDA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Trawas merupakan kawasan wisata yang menyediakan obyek wisata seperti wisata alam Air Terjun Dlundung, wisata sejarah Situs Reco Lanang dan Candi Jolotundo serta wisata Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman. Objek wisata tersebut merupakan suatu potensi yang dapat dikembangkan sebagai wisata yang mengandung nilai edukasi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dimiliki Kawasan Wisata Trawas yang dapat dikembangkan sebagai daerah wisata edukasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan strategi yang digunakan dalam penelitian yaitu melakukan observasi untuk mendeskripsikan potensi pengembangan wisata edukasi di Kawasan Wisata Trawas. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kawasan Wisata Trawas Kabupaten Mojokerto yaitu Air Terjun Dlundung, Situs Reco Lanang, Candi Jolotundo dan Pusat Pendidikan Latihan Hidup (PPLH). Subyek penelitian ini adalah wisatawan yang berkunjung, pengelola dan masyarakat sekitar Kawasan Wisata Trawas yang diambil secara aksidental. Hasil penelitian diketahui bahwa potensi yang menjadi daya tarik di Kawasan Wisata Trawas meliputi potensi alam di PPLH Seloliman dan Air Terjun Dlundung dan potensi nilai sejarah di situs Arca Reco Lanang dan Candi Jolotundo. Daya tarik wisata alam dan sejarah yang dimiliki Kawasan Wisata Trawas dapat dikembangkan sebagai daerah wisata berbasis pendidikan dengan menyediakan paket wisata edukasi. Aplikasi paket wisata edukasi yang dapat dikembangkan seperti kegiatan berkemah di Air Terjun Dlundung yang identik dengan kegiatan belajar mengenai alam, flora dan fauna, kunjungan ke Situs Reco Lanang dan Candi Jolotundo yang identik dengan pengenalan sejarah serta kunjungan ke PPLH Seloliman untuk mempelajari keanekaragaman hayati, pengelolaan sumber daya alam dan ikut serta dalam kearifan lokal sebagai wujud melestarikan alam. Kata Kunci : Potensi Wisata, Pengembangan Wisata, Wisata Edukasi.
DAMPAK ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEMILIK LAHAN PERTANIAN DI KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTO JUNIYANTO, YAYAN; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSooko merupakan Kecamatan yang berada di Kabupaten Mojokerto dimana daerah tersebut memiliki masalah tentang alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui perubahan lahan pertanian ke non pertanian dan mengetahui dampak alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian terhadap kondisi sosial ekonomiJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survey yaitu suatu metode penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan sejumlah besar data berupa variabel, unit, atau, individu dalam waktu yang bersamaan . penentuan sampel menggunakan Teknik accidental sampling. Accidental sampling adalah Teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dapat digunakan sebagai sampel . dalam peneletian ininakan mengambil sampel 107 responden.Terjadi perubahan penggunaan lahan pertanian ke non pertanian yang cukup luas di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto yaitu 1790150.75 m2 atau sebesar 17.09 km2. perubahan yang terjadi pada tahun ketahun mengalami perubahan yang setnifikan. Lahan fasilitas umum dengan luas 220283.16 m2 sebesar 2 km 2, sedangkan untuk lahan perumahan dengan luas 135042.93 m2 atau sebesar 1.35 km2 ,perindustrian dengan luas 1290219.87 m2 atau sebesar 12.90 km2.Kata kunci : alih fungsi lahan pertanian,ekonomi,mata pencaharian.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PUZCITA (PUZZLE CINTA TANAH AIR) UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SUB MATERI KERAGAMAN FAUNA DI INDONESIA MATA PELAJARAN IPS KELAS VII DI SMPIT INSAN PERMATA BOJONEGORO RACHMAWATI, ADHIKA; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakProses pembelajaran memerlukan media yang sesuai dengan kondisi peserta didik kelas VII. Peserta didik kelas VII merupakan peserta didik dalam tahap peralihan dari sekolah dasar ke jenjang sekolah menengah pertama yang menyukai hal-hal kontekstual, permainan dan gambar-gambar sehingga membutuhkan media pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah media pembelajaran Puzcita (Puzzle cinta tanah air) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik SMP. Kelayakan media pembelajaran puzcita ditinjau dari hasil validasi, hasil aktivitas peserta didik, hasil belajar peserta didik dan respon peserta didik.Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan dengan model 4D. Penelitian dan pengembangan ini terdiri dari empat tahapan, yaitu tahap define (pendefinisian), tahap design (perancangan), tahap develop (pengembangan), dan tahap disseminate (penyebaran). Penelitian ini dibatasi sampai pada tahap Develop (Pengembangan) tepatnya sampai tahap uji coba terbatas. Penelitian ini diujikan secara terbatas pada 25 peserta didik. Penelitian dilakukan di SMPIT Insan Permata Bojonegoro. Teknik pengumpulan data dengan teknik validasi, teknik observasi aktivitas peserta didik, dan teknik tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puzcita sebagai media pembelajaran dinyatakan sangat baik berdasarkan hasil validasi 1 dosen dan 1 guru IPS. Media pembelajaran Puzcita mendapatkan hasil rata-rata validasi sebesar 3,81 dengan kategori sangat layak. Aktivitas peserta didik pada pertemuan pertama mendapatkan presentase yaitu sebesar 95% dan pada pertemuan kedua sebesar 98,33% dengan kategori sangat baik. Hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari nilai N-gain yang mendapatkan rata-rata sebesar 0,60 sehingga termasuk dalam kategori sedang. Respon peserta didik setelah menggunakan media pembelajaran mendapatkan presentase rata-rata sebesar 90,67% dengan kategori sangat baik. Hasil aktivitas, hasil belajar, dan respon peserta didik menunjukkan Puzcita sebagai media pembelajaran dapat dinyatakan layak.Kata Kunci : Media pembelajaran, Puzcita, hasil belajar
KAJIAN KARAKTERISTIK KAMPUNG KELUARGA BERENCANA (KB) DI DESA MOJORANU KECAMATAN SOOKO KABUPATEN MOJOKERTO WAHYUNINGSIH, ARUM; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKampung KB merupakan salah satu terobosan yang didesain khusus untuk menggerakkan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di tingkat dusun atau kampung yang pemilihannya berdasarkan kriteria dari Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sehingga masing-masing wilayah Kampung KB memiliki karakteristik yang berbeda. Desa Mojoranu merupakan salah satu kampung KB yang jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) tidak ber-KB paling tinggi di Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto sebesar 40,9%. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik Kampung KB di Desa Mojoranu Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto dan menganalisis faktor yang mempengaruhi keikutsertaan KB.Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur yang berusia 15-49 tahun. Sampel dalam penelitian ini sebesar 100 responden yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statis deskriptif, Uji Chi Square dan Regresi Logistik berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kampung KB di Desa Mojoranu Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto memiliki karakteristik yang sesuai dengan kriteria BKKBN sebesar 89% diantaranya tingginya jumlah keluarga miskin, kriteria wilayah merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS), partisipasi sekolah rendah, tersedianya data kependudukan yang akurat, partisipasi keluarga dalam program pembinaan ketahanan keluarga rendah, capaian program KB rendah, penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) rendah. Faktor yang mempengaruhi keikutsertaan KB berdasarkan uji Chi Square dan Regresi Logistik Berganda adalah pengetahuan dibuktikan dengan (p=0,000) dengan Relative Risk (RR) sebesar 6,14 dan (Sig. = 0,000) yang artinya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keikutsertaan KB.Kata kunci : Karakteristik Kampung KB, Desa Mojoranu
STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA EDUKASI LEMBAH MBENCIRANG DI DESA KEBONTUNGGUL KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO LAILATUL MAGHFIROH, NUR
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakObyek Wisata Edukasi Lembah Mbencirang merupakan Obyek Wisata berbasis edukasi yang menyediakan berbagai macam atraksi edukasi pertanian sampai pada tahap siap dipasarkan. Lokasi obyek wisata ini berada di lereng Gunung Welirang dan Gunung Anjasmoro sehingga sangat potensial dikembangkan, namun dalam pengembangannya masih belum maksimal dikarenakan masih kurangnya minat wisatawan untuk mengikuti kegiatan edukasi di Obyek Wisata Edukasi Lembah Mbencirang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan Obyek Wisata Edukasi Lembah Mbencirang dengan tepat menggunakan analisis SWOT.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Obyek Wisata Edukasi Lembah Mbencirang di Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto. Teknik pengambilan sampel wisatawan menggunakan metode accidental sampling. Teknik pengambilan sampel pengelola menggunakan sampling jenuh yaitu sebanyak 6 orang pengelola. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknis analisis data menggunakan teknik skoring dan analisis SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan perhitungan kuadran SWOT Obyek Wisata Edukasi Lembah Mbencirang berada pada kuadran I, sehingga Obyek Wisata Edukasi Lembah Mbencirang memiliki situasi yang sangat menguntungkan karena memiliki kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk meraih peluang yang ada. Strategi pengembangan yang direkomendasikan adalah strategi agresif, artinya obyek wisata tersebut dalam kondisi prima dan mantap sehingga sangat dimungkinkan untuk terus melakukan ekspansi, memperbesar pertumbuhan, dan meraih kemajuan secara optimal. Tiga alternatif strategi utama dalam pengembangan Obyek Wisata Edukasi Lembah Mbencirang yaitu meningkatkan intensitas pemasaran edukasi dengan menggunakan berbagai media pemasaran dan memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan kualitas sumber daya manusia pengelola, dan melibatkan wisatawan untuk berpartisipasi aktif pada kegiatan edukasi.Kata Kunci: Obyek Wisata Edukasi, Pengembangan, SWOT
PREDIKSI KEBUTUHAN PANGAN POKOK PADI DAN JAGUNG TERHADAP PERUBAHAN JUMLAH PENDUDUK TAHUN 2018 – 2038 DI KABUPATEN PASURUAN PUTRI WIYANTI, DANARJATI; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertambahan jumlah penduduk merupakan fenomena kehidupan yang dapat mempengaruhi kegiatan sosial budaya masyakarat melalui dampak secara langsung maupun tidak langsung melalui penurunan luas lahan produktif yang beralih fungsi menjadi lahan tidak produktif, sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi hasil produksi bahan pangan terutama bahan pangan padi dan jagung. Kabupaten Pasuruan merupakan wilayah yang mengalami fenomena tersebut jika dilihat dari tahun 2016 telah terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar 11.896 jiwa serta penurunan luas lahan pertanian sebesar 489 ha dan diimbangi peningkatan lahan bukan pertanian sebesar 490 ha di Kabupaten Pasuruan. Terjadinya penurunan luas lahan pertanian perlu diperhatikan dengan tujuan untuk mengetahui prediksi jumlah penduduk, luas lahan sawah dan tegal/kebun, serta produksi bahan pangan padi dan jagung, untuk mengetahui rasio pangan padi dan jagung tahun 2018 ? 2038 pada masing ? masing Kecamatan di kabupaten Pasuruan.Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan berupa unit analisis atau produksi bahan pangan pokok padi dan jagung pada masing ? masing Kecamatan. Data yang digunakan berupa data sekunder di tahun 2016. Teknik analisis data menggunakan aplikasi spectrum modul Demography Projection (DemProj) dan Socioeconomic Impacts of High Fertility and Population Growth (RAPID) serta rumus dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah penduduk pada seluruh Kecamatan di tahun 2018 ? 2038 yang dipengaruhi oleh kelahiran, kematian, dan migrasi. Perubahan luas lahan sawah dan tegal/kebun ada yang mengalami peningkatan dan penurunan luas lahan di tahun 2018 ? 2038 yang disebabkan oleh musim, saluran irigasi serta pertambahan jumlah penduduk. Produksi padi dan jagung juga mengalami peningkatan dan penurunan produksi di tahun 2018 ? 2038 yang disebabkan oleh sistem irigasi, tenaga kerja, dan musim. Perubahan yang terjadi mengakibatkan perubahan pada rasio pangan padi dan jagung yang sebagian besar berada di tingkat swasembada atau = 1 di tahun 2038.Kata Kunci: Penduduk, Lahan, Produksi, Prediksi Padi dan Jagung.
UPAYA PENGEMBANGAN OBYEK WISATA PANTAI PASIR PUTIH PULAU GILI NOKO DI PULAU BAWEAN KABUPATEN GRESIK AQIL, ABDUL; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPantai Pulau Gili Noko adalah salah satu pantai di pulau Bawean. Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui perkembangan yang harus dilakukan untuk Pantai Pasir Putih Pulau Gili Noko sebagaidaerah tujuan wisata ditinjau dari Aksesbilitas, daya tarik, fasilitas penunjang dan Promosi di Pantai PasirPutih Pulau Gili Noko.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi kuantitatif. Instrumen penelitian yang digunakanuntuk pengumpulan data adalah cara atau teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatanlangsung dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala atau fenomena yang ada pada objek penelitian.Wawancara (interview) adalah suatu bentuk informasi verbal. Jadi, semacam percakapan yang bertujuanmemperoleh informasi.Hasil penelitian ini adalah responden yang datang berwisata di Pantai Pasir Putih Pulau Gili Nokopaling banyak adalah berasal dari Kecamatan Sangkapura yaitu sebanyak 36 orang (36%), kecamatanSangkapura sebanyak 36 orang atau (36%), kecamatan Tambak sebanyak 23orang atau (23%), Gresiksebanyak 7 orang (7%), Surabaya sebanyak 5 orang (5%), Malaysia sebanyak 9 orang (9%), Singapurasebanyak 5 orang (5%), Batam sebanyak 5orang (5%), Tanjung Pinang sebanyak 7 orang (7%), Jakartasebanyak 4 orang (4%). hasil total skor sebesar 11 masuk dalam klasifikasi Aksesbilitas sedang, hal iniberarti bahwa Aksesbilitas menuju Pantai Pasir Putih Pulau Gili Noko sudah baik untuk menunjangpengembangan Pasir Putih Pulau Gili Noko. diatas yaitu 1831 masuk dalam klasifikasi Daya tarik tinggisehingga dapat disimpulkan bahwa daya tarik Pantai Pasir Putih Pulau Gili Noko adalah Tinggi. FasilitasPenunjang masuk dalam klasifikasi Fasilitas buruk dengan total skor adalah 1479 yaitu jika skor 1260-1819. Promosi Pantai Pasir Putih Pulau Gili Noko masuk dalam kategori Sangat tinggi dengan hasil totalskor masuk dalam klasifikasi promosi sangat tinggi, yaitu dengan skor 15.Kata kunci : Pariwisata, Aksesbilitas, Fasilitas

Page 2 of 3 | Total Record : 25