cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 9 (2018)" : 20 Documents clear
(DISTRIBUSI KUALITAS AIR TANAH DANGKAL AKIBAT PEMBUANGAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DI DUSUN BAPANG DESA SUMBERMULYO KECAMATAN JOGOROTO KABUPATEN JOMBANG) EKA PRASETYO, JOHAN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebutuhan air saat ini mengalami peningkatan seiring dengan berkembangnya industri dan kebutuhan domestik. Hal ini berdampak pada menurunnya kuantitas dan kualitas air bersih karena semakin meningkatnya kebutuhan akan air oleh industri. Pada umumnya sumber air yang banyak digunakan penduduk untuk kebutuhan adalah air tanah berupa sumur ? sumur gali yang dimanfaatkan untuk mandi, cuci, dan air minum. Dusun Bapang, air sumur yang dikonsumsi oleh penduduk di daerah tersebut khususnya yang berada di sekitar Sungai Bapang adalah air yang berbau dan keruh. Air sumur tersebut diindikasi telah tercemar oleh limbah industri tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Distribusi kualitas air tanah dangkal akibat buangan limbah cair industri tahu di Dusun Bapang Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang.Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey. Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel air sumur gali menggunakan purposive sampling yaitu sampel yang diambil dengan cermat dan relevan dengan penelitian dan representatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh sumur gali yang ada di dusun Bapang yang masih digunakan untuk keperluan mandi, cuci, dan air minum dengan jumlah 30 sumur. Sampel dalam penelitian ini yaitu 4 sampel air sumur gali yang diambil secara representatif. Data diambil melalui teknik dokumentasi, observasi dan teknik pengukuran uji laboratorium. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif komparatif yaitu membandingkan antara konsentrasi kandungan Total Dissolved Solid (TDS), Biochemical Oxygen Demand (BOD),Chemical Oxygen Demand (COD), dan pH pada air sumur di daerah penelitian dengan Peraturan pemerintah No 21 Tahun 2001 tentang pengelolaan air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Air sumur gali yang digunakan oleh sebagian besar penduduk di sekitar bantaran sungai Bapang di Dusun Bapang ditinjau dari kandungan TDS, BOD, COD, dan pH tidak sesuai baku mutu karena konsentrasinya melebihi kadar maksimal yang telah ditetapkan,hal ini ditunjukkan adanya bahan pencemar limbah yang terdapat pada air sumur gali penduduk.Kata kunci: Kualitas air,air tanah dangkal,limbah cair,industri tahu
ANALISIS KEBISINGAN DI KAWASAN INDUSTRI PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK KABUPATEN TUBAN WAHYUDI, BAMBANG; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKebisingan didefinisikan sebagai suara yang tidak dikehendaki oleh mansia. Penyumbang utama darikebisingan pada penelitian ini adalah kebisingan dari industri semen. Kebisingan berdampak secara fisikmaupun non fisik seperti gangguan fisiologis, gangguan psikologis, gangguan patologis organ maupungangguan komunikasi. Data pra survei bahwa tingkat nilai kebisingan rata-rata 85 dB dan masyarakatmaupun peladang merasa tidak nyaman (pusing, nyeri kepala, gangguan pendengaran) dengan kebisinganindustri PT. Semen indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat nilai kebisingan, mengetahui persebarankebisingan, dan bagaimana tindakan masyarakat dalam mengantisipasi gangguan kebisingan tersebut. Jenispenelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di area PT. Semen Indonesia(Persero) Tbk Kabupaten Tuban. Sampel penelitian adalah 137 responden yang terdiri dari masyarakat danpeladang di area PT. Semen Indonesia Tbk. Teknik pengumpulan data menggunakan pengukuran dilapangan, wawancara dan dokumentasi. Pengukuran kebisingan dilakukan pada 8 titik pengamatan denganmenggunakan alat Sound Level Meter (SLM). Teknik pengolahan data menggunakan rumus Ls sesuaidengan KEP-48/MENLH/11/1996. Analisis data menggunakan analisis deskriptif berupa grafik.Hasil penelitian menunjukkan tingkat nilai kebisingan di 8 titik pengukuran di sekitar PT. SemenIndonesia telah melebihi Nilai Ambang Batas (NAB) KEP-48/MENLH/11/1996 yaitu sebesar 80 - 85 dBAtiap hari. Nilai ambang yang ditetapkan 70 dB untuk industri, sedangkan untuk nilai ambang perumahan 55dB dan nilai ambang ruang terbuka 50 dB. Sebanyak 33% responden mengetahui adanya kebisingan dandampak kebisingan terhadap kesehatan namun responden mengabaikannya. Sebanyak 57% respondenmengetahui kebisingan namun tidak tahu dampaknya terhadap kesehatan. Sebanyak 10% responden telahmelakukan upaya mereduksi kebisingan dengan cara menggunakan headgear (penutup kepala).Kata kunci: Tingkat kebisingan, Antisipasi Masyarakat.
DAMPAK RELOKASI TERHADAP SOSIAL EKONOMI PEDAGANG DI PASAR BARU KRIAN KABUPATEN SIDOARJO NOVITA SARI, AINUN; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPasar Baru Krian merupakan salah satu pasar binaan Dinas Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral. PasarBaru Krian sendiri diharapkan dapat menjadi penunjang kebutuhan perekonomian masyarakat kecamatan Kriankhususnya. Dengan adanya relokasi pedagang dari sepanjang jalan Raya Krian diharapkan dapat mengurangi kemacetanlalu lintas yang terjadi. Sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui dampak relokasi terhadap kondisi sosial ekonomipedagang di Pasar Baru Krian.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kondisi sosial pedagang yang meliputi interaksi,keamanan, dan kenyamanan dan juga kondisi ekonomi yang meliputi modal, jumlah pembeli, dan pendapatan pedagang.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan observasi,wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangakan subyek dalam penelitian ini adalah pihak terkait pedagang yang adadi Pasar Baru Krian. Obyek dalam penelitian ini adalah interaksi, keamanan, kenyamanan, modal, jumlah pembeli,pedagang sebelum dan sesudah adanya relokasi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya relokasi berdampak terhadap kondisi sosial ekonomi pedagang.Timbulnya interaksi yang baik antar pedagang setiap hari, sehingga terbentuk hubungan kekeluargan yang erat. Pedagangmerasa nyaman dengan tempat saat ini karena adanya fasilitas yang lengkap dan bersih serta keamanan yang lebih baik.Hal ini juga berdampak terhadap pendapatan pedagang yang meningkat karena meningkatkatnya jumlah pembeli,Kebanyakan pembeli lebih memilih untuk membeli di Pasar Baru Krian karena merasa lebih praktis dalam melakukantransaksi., hal ini disebabkan oleh lengkapnya fasilitas yang tersedia, stand yang lebih bersih, tempat parkir yang aman,dan kamar mandi.Kata kunci : Dampak Relokasi, Pedagang, Kondisi Sosial Ekonomi.
JPENGEMBANGAN MEDIA TIGA DIMENSI PADA MATERI TATA SURYA MATA KULIAH KOSMOGRAFI JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TRI ANITA SARI, DESI; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting untuk membantu mahasiswa dalammemahami materi pembelajaran. Salah satu materi pembelajaran Mata Kuliah Kosmografi adalah Tata Surya. Selama inisebagian besar pembelajarannya menggunakan media Power Point. Hal tersebut terkadang menyulitkan mahasiswadalam memahami materi yang disampaikan. Berdasarkan analisis kebutuhan Mahasiswa Jurusan Pendidikan GeografiUniversitas Negeri Surabaya, khususnya pada Mata Kuliah Kosmografi materi Tata Surya, mahasiswa memerlukanmedia maket yang menggambarkan karakteristik planet-planet penyusunannya. Tujuan penelitian ini mengembangkanmedia pembelajaran Tata Surya dengan bentuk dan warna sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Penelitian inibertujuan untuk 1) Mengembangkan media maket yang menggambarkan karakteristik planet-planet penyusunannya yanglayak digunakan dan 2) mengetahui persepsi mahasiswa terhadap media yang dikembangkan.Subjek penelitian ini mahasiswa yang telah memprogram Mata Kuliah Kosmografi sejumlah 20 orang. Jenispenelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D (Four Design) yang terdiri dari tahap Define(pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Desseminate (penyebaran). Penelitian ini dilakukansampai 3 tahapan saja yaitu Define, Design, Develop sedangkan tahap Desseminate tidak dilakukan karena keterbatasanwaktu dan biaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen validasi untuk telaah ahli mediadan ahli materi, serta angket persepsi mahasiswa. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatifdengan teknik skoring.Pengembangan media mengalami tahap revisi sebelum dinyatakan layak oleh validator. Berdasarkan penilaianvalidator ahli media dan ahli materi, media mendapatkan nilai persentase sebesar 91%. Berdasarkan skala Likert nilaipersentase 91% termasuk dalam kategori ?sangat layak?. Hasil penilaian media yang dilakukan terhadap mahasiswamendapatkan nilai persentase sebesar 80%. Berdasarkan skala Likert, nilai persentase 80% termasuk dalam kategorisangat menarik. Dari hasil penelitian ini, diperoleh bahwa media 3D yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagaimedia pembelajaran materi Tata Surya Mata Kuliah Kosmografi di Jurusan Pendidikan Geografi Universitas NegeriSurabaya.Kata Kunci: Penelitian Pengembangan, Model 4D, Media Pembelajaran 3D, Tata Surya
KAJIAN TAMAN ABHIRAMA DAN TAMAN TANJUNG PURI DALAM PEMANFAATANNYA SEBAGAI RUANG PUBLIK MASYARAKAT DI KABUPATEN SIDOARJO DELIMA AGUSTIN, VINA; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakRuang publik merupakan bagian dari suatu kota yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya untukmenyelaraskan perkembangan kota dengan manusia yang hidup di dalamnya. Taman kota merupakan salah satuperwujudan dari ruang publik. Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri lokasinya paling dekat dengan pusat kota.Perbedaan minat dan jumlah kunjungan masyarakat terlihat lebih besar di Taman Abhirama. Tujuan penelitian ini untukmengetahui perbedaan pemanfaatan Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri sebagai ruang publik oleh masyarakatdengan mengkajinya berdasarkan kriteria ruang publik yaitu aksesibilitas, kenyamanan, aktivitas, dan sosiabilitas.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survey dengan pendekatan komparasikeruangan. Lokasi penelitian dilakukan di Taman Abhirama yang ada di Jalan Ponti, Pagerwojo, Kecamatan Buduran,dan Taman Tanjung Puri yang berada di Jalan Lingkar Timur, Bluru Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.Populasinya adalah seluruh pengunjung di Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri. Sampel penelitian dengan tekniksampel aksidental (accidental sampling) dengan 50 responden yang tinggal di Kabupaten Sidoarjo pada masing-masingtaman, sehingga totalnya 100 responden pada kedua taman. Variabel penelitiannya adalah aksesibilitas, kenyamanan,aktivitas, dan sosiabilitas. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknikanalisis data mengunakan teknik penskoran dengan Skala Lickert.Hasil penelitian yang di dapatkan aksesibilitas menuju Taman Abhirama lebih baik dari Taman Tanjung Puri.Kenyamanan baik di Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri termasuk dalam kategori nyaman. Aktivitas yang adadi Taman Abhirama dan Taman Tanjung Puri termasuk dalam kategori tinggi. Sosiabilitas di Taman Abhirama danTaman Tanjung Puri termasuk dalam kategori tinggi. Kesimpulan dari keseluruhan variabel kriteria ruang publik diTaman Abhirama maupun Taman Tanjung Puri tergolong baik.Kata Kunci: ruang publik, taman kota, aksesibilitas, kenyamanan, aktivitas, sosiabilitas
KAJIAN KESESUAIAN KUALITAS AIR UNTUK BUDIDAYA IKAN GURAME DI DESA NGRANTI KECAMATAN BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG PUSPITASARI, DEVI; HARI PURNOMO, NUGROHO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Tulungagung mempunyai potensi sumber daya perikanan berupa perairan laut, payau, perairanumum dan budidaya air tawar. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tulungagung,produksi perikanan air tawar terbesar di Kabupaten Tulungagung adalah Ikan gurame dengan produksi 1,247,308.00 kgdengan nilai produksi 26.193.468.000,00. Bagi petani ikan, hujan deras kerap membawa kecemasan karena rendahnyanilai ADG (Average Daily Growth) dan nilai SR (Survival Rate) atau kondisi ikan tidak dapat tumbuh optimal. Kualitasair menjadi syarat utama dalam usaha budidaya perikanan dalam meningkatkan produksi dan produktivitas. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui karakteristik air dan kesesuaian parameter kualitas air untuk kegiatan budidaya.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengambil keseluruhan jumlah populasisebagai sampel penelitian, yaitu dilakukan pada 21 unit kolam budidaya yang ada pada daerah penelitian. Parameterkualitas air tersebut kemudian disesuaikan berdasarkan standar kesesuaian kualitas air untuk budidaya gurame dalamkategori sesuai (S1), cukup sesuai (S2), tidak sesuai (N).Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian parameter kualitas air pada enam (6) variabel kimia air adalahsesuai, cukup sesuai dan tidak sesuai. Keseluruhan parameter hasil pengukuran Hidrogen Sulfida (H2S) dan kecerahanair dibeberapa kolam menjadi faktor pembatas dalam budidaya perikanan (tidak sesuai). Nilai H2S yang rendah dalamair disebabkan oleh pakan sisa yang tidak terkonsumsi oleh organisme budidaya yang disebabkan oleh suasanaanaerobik yang memungkinkan oksidasi H2S. Kekeruhan air disebabkan oleh umur ikan, ketika ikan sudah mendekatipanen (besar) maka hasil ekskresi ikan akan semakin banyak sehingga otomatis air menjadi keruh. Faktor yang tidakmempengaruhi perbedaan kualitas air untuk budidaya dalam penelitian ini adalah topografi wilayah, curah hujan,kondisi lingkungan, dan pendidikan petani.Kata kunci : kualitas air, budidaya gurame, Kabupaten Tulungagung
ANALISIS TINGKAT PERKEMBANGAN WILAYAH DAN KETIMPANGAN ANTAR WILAYAH DI KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2011 DAN TAHUN 2015 EFENDI, FANI; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Pasuruan terdiri dari 24 kecamatan yang masing-masing memiliki karakteristik wilayah berbeda. Perbedaan karaktristik wilayah menyebabkan tingkat ketimpangan antar wilayah dan tingkat perkembangan wilayah yang beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan wilayah tahun 2011 dan 2015 serta tingkat ketimpangan antar wilayah dan memberikan arahan pembangunan wilayah di Kabupaten Pasuruan.Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah seluruh Kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Objek penelitian adalah perkembangan dan ketimpangan antar wilayah tahun 2011 dan 2015 di Kabupaten Pasuruan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Jenis data yang diperlukan yakni data sekunder meliputi jumlah fasilitas publik, kependudukan, aksesibilitas, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten, dan PDRB Kecamatan. Teknis analisis data menggunakan Indeks Komposit, Indeks Williamson, Tipologi Klassen, dan analisis SWOT.Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Pasuruan dalam perhitungan indeks komposit dengan indikator jumlah fasilitas sarana publik, kependudukan, dan aksesibilitas pada tahun 2011 tergolong kategori sedang dengan nilai indeks 60,0 dan di tahun 2015 juga tergolong kategori sedang dengan nilai indeks 60,2. Kecamatan yang miliki tingkat perkembangan tertinggi adalah Kecamatan Kejayan. Tingkat ketimpangan di Kabupaten Pasuruan menggunakan indeks Williamson dan tipologi Klassen dengan indikator PDRB, laju PDRB, jumlah Penduduk, dan PDRB per-Kapita pada tahun 2011 dan tahun 2015 tergolong kategori sedang. Kecamatan yang memiliki tingkat ketimpangan wilayah tertinggi adalah Kecamatan Lekok. Arahan strategi pembangunan untuk meningkatkan laju perkembangan dan mengurangi ketimpangan wilayah Kabupaten Pasuruan, berdasarkan analisis SWOT adalah memperbanyak lapangan kerja, sarana ekonomi dan memperbaiki insfrastruktur.Kata Kunci: Perkemangan Wilayah, Ketimpangan Wilayah, dan Pembangunan Wilayah.
KAJIAN FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA WEDANI KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK TAHUN 2017 , ISTICHOMAH; MARDIANI ZAIN, ITA
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemberian ASI eksklusif di Desa Wedani tahun 2012 sampai 2017 mengalami peningkatan. Pencapaian pemberian ASI eksklusif di Desa Wedani tahun 2017 sangat tinggi yaitu 96,5% dengan data umur bayi hanya 0-5 bulan. Pencapaian pemberian ASI tersebut sudah mencapai target pemerintah yaitu 80%, akan tetapi peraturan dari pemerintah pemberian ASI eksklusif yaitu bayi umur 0-6 bulan. Pencapaian pemberian ASI eksklusif yang begitu tinggi dengan data umur bayi yang belum memenuhi target dari pemerintah itulah yang membuat peneliti tertarik untuk mengetahui faktor usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, pengetahuan, dukungan keluarga, dan perilaku yang mempengaruhi pemberian ASI eksklusif dan yang paling berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian ini sejumlah 64 responden dari ibu bersalin atau ibu nifas tahun 2017. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Chi-Square dan Regresi Logistik Berganda.Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga berpengaruh terhadap pemberian ASI eksklusif. Tingkat pendidikan p<0,05 (0,041<0,05), pengetahuan p<0,05 (0,000<0,05) dan dukungan keluarga p<0,05 (0,009<0,05). Hasil uji Regresi Logistik Berganda yang paling berpengaruh adalah pengetahuan (p sig. = 0,000). Nilai Odd Ratio (OR) yaitu 0,016, berarti responden yang memiliki pengetahuan di bawah rata-rata kemungkinan memberi ASI eksklusif sebesar 0,016 kali dibandingkan dengan pengetahuan di atas rata-rata.Kata kunci : ASI eksklusif, pengetahuan, dukungan keluarga, pendidikan.
PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KREATIF SISWA SMA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI IPS FITHRIYAH, LAILATUL; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiswa SMA Assaadah belum terbiasa atau masih jarang melakukan untuk berpikir kreatif, hal tersebut dapat ditunjukan pada saat diskusi kelompok, siswa tersebut tidak bisa memberi solusi yang tepat.50 siswa yang berdiskusi adasekitar 5% siswa yang aktif memberi pertanyaan. Penelitian ini memiliki tujuanuntuk mengetahui bagaimana kelayakan LKPD berbasis Problem Based Learning, untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap LKPD berbasis Problem Based Learning, untuk mengetahui bagaimana hasil belajar siswa terhadap LKPD berbasis Problem Based Learning.Jenis penelitian dan pengembangan (Research and Development ) yang mengacu pada model ADDIE Analysis, Design, Development, Implimentation, Evaluation. Subjek dalam penelitian adalah siswa SMA Assa?adah kelas XI IPS 3 sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol.Hasil penelitian menunjukkan LKPD berbasis Problem Based Learning layak digunakan dalam pembelajaran.Penilaian ahli bahan ajar dilihat dari segi kelayakan isi mendapat rata-rata 92,85 %, Kesesuaian LKPD dengan Problem Based Learning mendapat rata-rata penilaian 83,33%, Kebahasaan mendapat rata-rata penilaian 87,5%, Penyajian mendapat rata-rata penilaian 72,22%, Kelayakan fitur tambahan mendapat rata-rata penilaian 85%, Penyajian pembelajaran mendapat rata-rata penilaian 87,5%. LKPD mendapat rata-rata penilaian keseluruhan 84,73%, penilaian ahli materi dari segi kelayakan sebesar 83,71%, dan penilaian ahli pembelajaran dari segi kelayakan sebesar 83,74%.Hasil belajar sebelum dan sesudah menggunakan LKPD Berbasis problem Based Learning mengalami peningkatan dari 45,53% meningkat menjadi 80,17 %, dan LKPD Berbasis Problem based Learning juga mendapat respon dari siswa sebesar 81,15%, termasuk dalam kriteria?Sangat baik?.Kata kunci: LKPD,Problem Based Learning, BerfikirKreatif, Hasilbelajar,ResponSiswa
ANALISIS KESADAHAN AIR TANAH DANGKAL DALAM KAITANNYA DENGAN KEBUTUHAN AIR DOMESTIK DI SEKITAR BUKIT KAPUR SADENG KECAMATAN PUGER ROHMA, WASILLATUL; SUTEDJO, AGUS
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAir merupakan salah satu komponen yang penting dalam kehidupan, karena itu kandungan dalam air yang dikonsumsi tidak boleh melebihi kadar maksimal dari parameter fisik, kimia dan biologis. Air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan domestik adalah air sumur. Letak sumur yang digunakan masyarakat di Desa Grenden, Desa Puger Kulon dan Puger Wetan berdekatan dengan Bukit Kapur Sadeng, membuat air sumur mengandung unsur kesadahan. Kesadahan dalam air sangatlah tidak dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air domestik. Letak sumur yang dekat dengan Bukit Kapur Sadeng mempengaruhi kebutuhan air domestik pada masyarakat di sekitar Bukit Kapur Sadeng, karena itu perlu mengetahui sebaran kesadahan air tanah dangkal di sekitar Bukit Kapur Sadeng serta pengaruh pendapatan dan pendidikan terhadap kebutuhan air domestik masyarakat di sekitar Bukit Kapur Sadeng.Analisis sebaran kesadahan air tanah dangkal dilakukan di sekitar Bukit Kapur Sadeng dengan radius 1000 m dari garis terluar. Sampel penelitian yakni air tanah dangkal ditentukan dengan teknik Purposive Sampling dan kepala keluarga ditentukan dengan teknik Random Sampling. Variabel dalam penelitian ini yakni kesadahan (CaCO3), pendapatan, pendidikan dan penggunaan air domestik. Analisis kesadahan dengan uji laboratorium untuk mengetahui sebaran kesadahan air tanah dangkal sedangkan Analisis Statistik Kuantitatif Untuk mengetahui pengaruh pendapatan dan pendidikan terhadap penggunaan air domestik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah utara Bukit Kapur Sadeng termasuk dalam kateori sadah. Daerah bagian timur dan selatan termasuk dalam kategori menengah dan sadah. Daerah barat termasuk dalam kategori menengah, sadah dan sangat sadah. Rata rata penggunaan air domestik masyarakat di sekitar Bukit Kapur Sadeng adalah 146 l/hr. Hasil uji regresi bernilai positif berarti Setiap kenaikan pendapatan sebesar Rp. 1.000.000 akan meningkatkan penggunaan air domestik sebesar 7,920 l/hr. Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan air domestik adalah pendapatan (x1) sedangkan variabel pendidikan (x2) tidak berpengaruh terhadap penggunaan air domestik.Kata Kunci: Kesadahan, Kebutuhan Air Domestik, Pendapatan, Pendidikan

Page 1 of 2 | Total Record : 20