cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 9 (2018)" : 20 Documents clear
DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI PASIR PUTIH REMEN TERHADAP KONDISI SOSIAL DAN EKONOMI MASYARAKAT SEKITAR DI DUSUN REMEN DESA REMEN KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN SETIYAWATI, NANIK; MURTINI, SRI
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengembangan pariwisata pantai pasir putih Desa Remen baru berjalan 3 tahun, tetapi jumlah pengunjungnya meningkat tiap tahunnya, sehingga penulis tertarik untuk meneliti dan mengetahui ada tidaknya dampak positif atau negatif dari pengembangan Pantai Pasir Putih Remen terhadap masyarakat yang ada di Desa Remen Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengembangan pariwisata Pantai Pair Putih Remen, untuk mengetahui dampak dari pengembangan Pariwisata Pantai Pasir Putih Remen terhadap perilaku masyarakat, perubahan pekerjaan, pendapatan, dan pengeluaran di Dusun Remen Desa Remen Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.Jenis penelitian ini adalah penelitin survey dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Cara pengambilan sampel yaitu sampel acak secara sistematis (systematic random sampling) dengan sampel 92 responden. Populasi penelitian ini masyarakat sekitar pantai pasir putih Desa Remen dengan jumlah 1.022 Kepala Keluarga. Teknik pengumpulan data dengan wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan menggunakan persentase, mean dan skala Likert.Pengembangan pariwisata pantai pasir putih Remen menimbulkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, tetapi tidak berdampak di semua aspek. Analisis data menggunakan skala Likert menunjukan bahwa pengembangan berdampak positif pada perilaku masyarakat karena perilaku baik masyarakat meningkat sesudah pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih Remen. Analisis menggunakan presentase menunjukan bahwa pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih Remen berdampak positif terhadap pekerjaan karena sebelum pengembangan sebagian besar masyarakat bekerja di luar pariwisata, sedangkan setelah pengembangan sebagian besar masyarakat bekerja di sektor pariwisata. Analisis menggunakan mean menunjukan bahwa pengembangan berdampak negatif terhadap pendapatan karena pendapatan rata-rata masyarakat sekitar jika dikonservasi dengan harga beras menjadi menurun dari sebelum dan sesudah pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih Remen. Pengembangan berdampak negatif terhadap pengeluaran masyarakat karena pengeluaran rata-rata masyarakat sekitar meningkat dari sebelum dan sesudah pengembangan pariwisata Pantai Pasir Putih RemenKata kunci : pengembangan pariwisata, dampak sosial, dampak ekonomi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN IPS 3D PADA MATERI KERAGAMAN BENTUK MUKA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS KELAS VII DI SMPLB-A YPAB SURABAYA AUDIA CHRISTANTI, RENATA; SIGIT WIDODO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan media pembelajaran IPS 3D menghasilkan produk berupa media pembelajaran yang menampilkan materi keragaman bentuk muka bumi untuk anak berkebutuhan khusus tunanetra yang diterapkan pada siswa di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Yayasan Anak-Anak Buta (SMPLB-A YPAB) Surabaya yang layak. Anak berkebutuhan khusus tunanetra dalam menyerap pembelajaran mengenai materi keragaman bentuk muka bumi mengalami kesulitan penyampaian secara aktual karena tidak terdapat media pembelajaran yang sesuai dengan materi. Peneliti Mengembangkan media pembelajaran yang layak untuk anak berkebutuhan khusus, tujuan dalam penelitian 1. Meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi keragaman bentuk muka bumi, 2. Megetahui respon siswa setelah penggunaan media pembelajaran, 3. Mengukur kelayakan produk.Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan ASSURE dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, test berupa angket validasi ahli materi, angket validasi ahli media, dan hasil respon siswa. kemudian dilakukan pengkuruan dengan skala likert. Pengukuran pemahaman siswa setelah menggunakan media pembelajaran dengan teknik pengumpulan data pretest dan posttest.Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran 3D IPS pada materi keragaman bentuk muka bumi layak untuk diterapkan pada siswa kelas VII di SMPLB-A YPAB Surabaya. Dibuktikan dengan hasil skor penilaian validasi media ahli materi yang setelah dua kali revisi mendapatkan hasil 92,30% , skor penilaian validasi media ahli media sebesar 72,30% menurut skala Likert dikatogorikan layak. Hasil rata-rata total pretest keseluruhan 37,14, dan hasil rata-rata total posttest keseluruhan 88,57 terjadi peningkatan sebesar 138,47%. Hasil respon siswa mendapatkan skor hasil 94,28% dapat disimpulkan bahwa respon siswa terhadap media 3D sangat baik.Kata kunci : Media Pembelajaran 3D, Keragaman Bentuk Muka Bumi, Anak Berkebutuhan Khusus
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAKET 3D GEO GRAFI PADA MATERI LIPATAN DAN PATAHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MAKET 3D PADA MATERI LIPATAN DAN PATAHAN AZIZ, ROFIQUL; PERDANA PRASETYA, SUKMA
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenggunaan media pembelajaran secara tepat merupakan hal penting dalam prpses pembelajaran, karena media mempunyai berbagai kelebihan antara lain membuat konsep yang abstrak dan kompleks menjadi sesuatu yang nyata, sederhana, sistematis, dan jelas. Berdasarkan pengalaman pribadi peneliti sebagai mahasiswa yang telah menempuh mata kuliah geologi umum materi tersebut biasanya disampaikan secara verbalistik. Hal ini membuat pemahaman mahasiswa masih bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media maket 3 dimensi (3D) pada materi lipatan dan patahan yang layak serta mengetahui respon mahasiswa terhadap media maket 3 dimensi (3D) tersebut.Model pengembangan yang digunakan yaitu model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket validasi ahli media, ahli materi dan respon mahasiswa. Teknik analisis data ahli media dan ahli materi menggunakan skala Likert, untuk respon mahasiswa menggunakan skala Guttman.Hasil penelitian yang diperoleh dari persentase validasi ahli media pembelajaran mendapat skor sebesar 88% dan dari ahli materi 80%, maka skor rata-rata yang diperoleh dari kedua validator sebesar 84%. Berdasarkan skala Likert nilai 84% termasuk dalam rentang X61%, sehingga dikategorikan ?layak?. Hasil ujicoba terbatas respon mahasiswa terhadap media maket 3D memperoleh nilai rata-rata 92,5%, dari nilai rata-rata tersebut berada dalam rentang 80%-100% yang termasuk dalam kategori ?sangat layak?.Kata Kuci : Media pembelajaran, 3D mockups, Lipatan dan patahan.
PROFIL HOME INDUSTRY BATIK DI DESA TANJUNG BUMI KECAMATAN TANJUNG BUMI KABUPATEN BANGKALAN (STUDI KASUS TENTANG HOME INDUSTRY BATIK DI DESA TANJUNG BUMI) IMAMUL HABIBY, FAHMI; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten yang ada di Madura yaitu, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep memiliki pengrajin batik dengan ciri khasnya masing-masing, tetapi yang paling banyak dalam hal jumlah pengrajin batik berada di Kabupaten Bangkalan dan Pamekasan. Terdapat sentra batik tulis Tanjung Bumi di Bangkalan, sentra batik tulis Banyumas Klampar di Pamekasan, dan sentra batik tulis Pekandangan di Sumenep. Salah satu batik yang terkenal di Madura adalah batik Tanjung Bumi terletak di Kabupaten Bangkalan. Masyarakat di Kabupaten Bangkalan saat ini menggunakan batik semakin berkurang, padahal banyak home industry batik dan pengrajin batik tulis yang ada di Kecamatan Tanjung Bumi yang dapat mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatkan pendapatan sehingga taraf hidup masyarakat semakin meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil dan serapan tenaga kerja home industry batik di desa Tanjung Bumi kecamatan Tanjung Bumi kabupaten Bangkalan.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Data yang direduksi dalam penelitian ini adalah data primer yaitu data hasil observasi, hasil wawancara mendalam dengan informan, dan dokumentasi yang telah dilakukan sebelumnya serta data sekunder yaitu data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan, setelah data direduksi, selanjutnya mendisplaykan data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dengan teks yang bersifat naratif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Profil home industry batik Tanjung Bumi sudah ada sejak jaman dahulu dan dilanjutkan oleh keturunan selanjutnya, modalnya dari melanjutkan usaha orang tua atau usaha sendiri, bahan baku banyak beli dari Jawa. Pengrajin berumur antara 35-50 tahun, tingkat pendidikan paling banyak SMP, jam kerja antara 9-10 jam setiap hari. Pembayaran gaji untuk pengrajin dihitung perbatik dan untuk pegawai seminggu dan sebulan sekali. Batik dijual di rumah, toko, dan sosial media.Kata kunci : Profil, Home Industry, Batik Tanjung Bumi, Tenaga Kerja
KAJIAN DAMPAK EKSPLOITASI LAHAN MINYAK BARU PT. EXXON MOBILE TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA LERAN KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO BASKORO, LEONY; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Bojonegoro memiliki kekayaan sumber daya alam minyak terbesar di Indonesia. Salah satunya berada di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro yang dikelola oleh PT. Exxon Mobile yang berdiri sejak tahun 2013. Penambangan minyak ini mengakibatkan adanya perubahan sosial ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penambangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro setelah adanya pengeboran minyak PT. Exxon Mobile.Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik pengambilan sampel pertimbangan atau sengaja (purposive sampling). Peneliti mengambil masing-masing 20 responden pada setiap dusun yang ada di Desa Leran, jadi total responden adalah 100. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah scoringHasil penelitian ini adalah kondisi sosial masyarakat Desa Leran dengan adanya pengembangan PT. Exxon Mobile berpengaruh terhadap perubahan mata pencaharian yang signifikan terbukti dengan hasil skoring yang berada dalam kriteria sangat berpengaruh. Persepsi masyarakat Desa Leran menurut hasil skoring dengan jumlah 2937 yang berada dalam kategori sangat berpengaruh. Hal ini menunjukkan adanya dukungan penuh terhadap proses pengembangan PT. Exxon Mobile dari masyarakat Desa Leran. Kondisi ekonomi masyarakat Desa Leran mengalami perubahan yang meningkat pada segi pendapatan dan juga pada bidang ketenagakerjaan masyarakat sekitar. PT. Exxon Mobile membantu dalam pengadaan lowongan pekerjaan serta kemajuan masyarakat Desa Leran dengan hasil skoring 1201 yang berada dalam rentang 1002 ? 1302 di kategori berpengaruh. Berdasarkan perhitungan tingkat harga lahan, setelah adanya pengembangan PT. Exxon Mobile harga lahan pada Desa Leran juga mengalami kenaikan dengan hasil skoring 326 yang berada dalam kategori berpengaruh.Kata Kunci : kondisi sosial, kondisi ekonomi, PT. Exxon Mobile
RESPON MASYARAKAT TERHADAP RENCANA PEMBANGUNAN BANDAR UDARA DI DESA BULUSARI KECAMATAN TAROKAN KABUPATEN KEDIRI OLIVIA TYAS ANGGITA, NANCY; , KUSPRIYANTO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPemerintah terus melakukan pengembangan infrastruktur secara bertahap dalam berbagai sektor, salah satunya adalah pengembangan sarana dan prasarana transportasi umum yakni pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri Jawa Timur. Hal ini tentu menimbulkan reaksi atau respon dari masyarakat yang merupakan wujud adaptasi terhadap rencana pembangunan bandar udara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Respon masyarakat tersebut terdiri atas persepsi, sikap, dan perilaku masyarakat terhadap rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri.Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer berupa kuesioner yang disebarkan kepada 96 responden masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri yang potensial, kemudian dilakukan analisis terhadap data yang diperoleh berupa analisis kuantitatif dan diukur dengan menggunakan skala berupa skala Likert untuk mengetahui tanggapan responden terhadap masing-masing variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 94.79% dari masyarakat telah mengetahui adanya rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri, namun merasa bahwa informasi penting lainnya terkait pembangunan bandar udara masih kurang jelas. (2) 78.13% dari masyarakat menyambut dengan baik adanya rencana pembangunan bandar udara di Kabupaten Kediri, namun kurang mendukung proses pembebasan lahan guna pembangunan bandar udara karena merasa bahwa prosesnya tidak transparan dan minimnya informasi yang diterima oleh masyarakat terkait pembangunan bandar udara. (3) 63.54% dari masyarakat mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah selanjutnya untuk mengembangkan pembangunan bandar udara, dan ingin mempelajari keterampilan lain yang dapat digunakan sebagai mata pencaharian baru saat bandar udara sudah dibangun karena masyarakat sangat memahami potensi yang dapat dikembangkan nantinya. Kata kunci: pengembangan infrastruktur, bandar udara, respon masyarakat
KAJIAN PENUMPANG BEMO PADA TRAYEK Y DI KOTA SURABAYA OLIVER CALVINDORO, DEWANGGA; , MUZAYANAH
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKota Surabaya merupakan Kota Metropolitan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat setiaptahunnya, dimana transportasi merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan masyarakatnya.Peningkatan jumlah penduduk yang tidak diimbangi dengan bertambahnya moda transportasi umummenyebabkan masyarakat mulai meninggalkan angkutan umum dan beralih ke kendaraan pribadi. Kendaraanpribadi dipilih karena dirasa lebih cepat, mudah dan efisien. Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan KotaSurabaya Tahun 2017 moda transportasi bemo mengalami penurunan jumlah armada yang paling drastisterutama pada bemo trayek Y yaitu hanya 11 atau sebesar 30% armada yang aktif (yang diperpanjang) daritahun sebelumnya (2015) sebanyak 37 armada. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorpenyebab tidak diminatinya angkutan umum bemo trayek Y di Kota Surabaya.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survey. Populasi dalam penelitian iniadalah orang yang bepergian/ber-aktifitas dari terminal Joyoboyo sampai Demak dengan menggunakanBemo Trayek Y dan Orang yang pernah menggunakan bemo trayek Y. Sampel penelitian ini sebesar 96responden yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi,kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah menggunakan teknik skoring skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan memperoleh bemo trayek Y dikategorikan kurangbaik, aksesibilitas dikategorikan kurang baik, pelayanan sopir dikategorikan baik, kondisi fisik dikategorikanburuk, kenyamanan dan keamanan dikategorikan kurang baik. Faktor utama menyebabkan tidak diminatinyaangkutan umum bemo trayek Y adalah kondisi fisik yang buruk.Kata kunci : Bemo trayek Y Surabaya
KAJIAN FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA LULUSAN SMP/MTS YANG MELANJUTKAN KE SMA/SMK SEDERAJAT DI KECAMATAN KURIPAN KABUPATEN PROBOLINGGO , FAISOL; , DARYONO
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo adalah daerah dengan Angka Partisipasi Kasar (APK) dan Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat Sekolah Menengah Atas terendah dibanndingkan dengan kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo yaitu dengan APK 13% dan APM 12,1%. Hal ini menunjukkan daerah tersebut masih banyak anak lulusan SMP/MTs yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK Sederajat, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor - faktor yang menyebabkan rendahnya lulusan SMP/MTs melanjutkan ke SMA/SMK Sederajat.Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo. Populasi dalam penelitian ini adalah anak lulusan SMP/MTs tahun 2015/2016 yang tidak melanjutkan ke SMA/SMK sederajat yaitu sejumlah 133 anak. Jumlah sampel sebanyak 57 orang yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dan pengambilan sampel dilakukan dengan proporsional area secara random sampling. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik skoring berdasarkan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang menjadi penyebab rendahnya lulusan SMP/MTs melanjutkan ke SMA/SMK sederajat adalah sebagai berikut : 1) motivasi anak yang rendah (66,6%), 2) motivasi orang tua yang rendah (57,8%), 3) jarak rumah dengan gedung sekolah jauh (54,3%), 4) pengaruh teman bermain (50,8%), pendapatan orang tua yang rendah (59,6%), dan budaya yang menganggap pendidikan tidak penting (57,8%).Kata kunci : APK dan APM , motivasi, geografis, sosial, ekonomi, budaya
KAJIAN AGLOMERASI INDUSTRI KERAJINAN MEBEL DI DESA WRINGINPITU KECAMATAN MOJOWARNO KABUPATEN JOMBANG UMUL HABIBAH, TUTUT; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Wringinpitu Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang merupakan desa sentra industri yang memproduksi berbagai jenis mebel. Lokasi berdirinya industri mebel yang ada di Desa Wringinpitu ini memiliki karakteristik mengelompok (aglomerasi). Aglomerasi industri mebel ini menimbulkan berbagai permasalahan, satu diantaranya yaitu persaingan yang tidak sehat antar pengrajin, meskipun demikian dalam perkembangan industri mebel ini, pengrajin sampai sekarang tetap mempertahankan kegiatan produksi guna membangun kualitas industry mebel di Desa Wringinpitu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pasar, biaya transportasi, increasing return dan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya aglomerasi dari industri terkait dengan aglomerasi industri mebel di Desa Wringinpitu Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Informan yang digunakan adalah sebanyak 10 pengrajin dari 163 pengrajin secara acak. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan kuesioner dan dokumentasi.Penelitian menunjukkan bahwa sistem pemasaran yang paling banyak digunakan oleh para pengrajin adalah lewat pengepul atau tengkulak. Omset produk terbanyak adalah Bangku Sekolah yang mencapai 16 unit/bulan. Desa Wringinpitu pemasarannya sudah luas baik dalam lingkup lokal dan regional. Lokalisasi industri yang berdekatan membawa keuntungan yang dapat menekan biaya transportasi. Bahan baku didapatkan dari luar daerah Jombang seperti Madiun,Blitar, dan Bojonegoro. Biaya transportasi dari lokasi bahan baku ke lokasi industri sebesar ± Rp 2.000.000-Rp 2.200.000,00. Biaya transportasi pemasaran ditanggung oleh konsumen. Asal modal dari tabungan sendiri dengan jumlah modal awal yang digunakan paling banyak antara Rp 30.000.000,00 - Rp 34.000.000,00. Jumlah pendapatan bersih dalam industri ini adalah paling banyak antara Rp 10.000.000,00-Rp 16.000.000,00. Jumlah ini sudah bersih dari gaji tenaga kerja, biaya transportasi, biaya bahan baku dan lain-lain. Pendapatan bersih sebesar itu membuat para pengrajin mampu dan menekan hutang secara besar dan melakukan perputaran modal dengan baik. Faktor yang menyebabkan terjadinya aglomerasi di Desa Wringinpitu adanya faktor yang menunjang yaitu modal dari tabungan pribadi pengrajin sehingga menekan angka hutang dari pihak lain, dan adanya biaya angkut hal tersebut memberikan dampak permintaan pasar lokal semakin menyebar dan memberikan efek teraglomerasinya suatu industri dan memberikan keuntungan dalam bentuk penghematan ongkos dan menekan biaya transportasi, dan tenaga kerja di wilayah Desa Wringinpitu yang melimpah sehingga perkembangan industri di dukung dengan tenaga kerja yang berasal dari lokal dapat di maknai juga industri mebel tersebut mendekatkan diri pada melimpahnya tenaga kerja.Kata Kunci: Aglomerasi, Industri Mebel
KAJIAN HOME INDUSTRY TEMPE DITINJAU DARI MODAL EKONOMI DAN TENAGA KERJA DI DESA SEPANDE KECAMATAN CANDI KABUPATEN SIDOARJO DWI PRASETYO, EDO; HARIYANTO, BAMBANG
Swara Bhumi Vol 5, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Sepande Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, merupakan suatu desa sentra home industry tempe.Home industry tempe di Desa Sepande bersifat mengelompok dalam satu desa. Adanya home industry yangmengelompok dalam jumlah besar dalam suatu desa menjadikan suatu hal yang menarik untuk diteliti, terutama terkaitdengan karakteristik profil usaha ditinjau dari modal ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan alasan tenaga kerja.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik profil home industry tempe, seberapa besar penyerapan tenagakerja, dan alasan tenaga kerja bekerja di home industry tempe.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Sampel dalam penelitian iniadalah 40% dari jumlah populasi home industry tempe yang ada di Desa Sepande, yaitu 74 home industry. Sumber datadiperoleh dari data primer dan sekunder menggunakan wawancara dengan kuisioner dan dokumentasi. Analisis datamenggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan presentase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik profil usaha ditinjau dari modal ekonomi home industrytempe di Desa Sepande, yaitu usaha dijalankan turun-temurun dengan mayoritas pengusaha tempe laki-laki berusia 48thn. Bahan baku kedelai diperoleh dengan mudah dan dekat dengan rata-rata jumlah (kg) bahan baku yang digunakanperbulan 3750 kg. Rata-rata modal pengusaha tempe dalam satu kali produksi Rp 428.000 dengan modal sendiri dantidak mengalami kesulitan modal. Kecanggihan alat pengusaha tempe rata-rata semi modern. Jangkauan wilayahpemasaran produk luar kabupaten dengan tujuan pasar tradisional. Pendapatan pengusaha tempe rata-rata satu bulanyaitu Rp 4.064.595. Umur tenaga kerja rata-rata 40 thn dengan kualitas terlatih, sistem pembayaran upah harian denganrata-rata Rp 54.000. Serapan tenaga kerja 2,96% dari 40% jumlah penduduk. Alasan tenaga kerja bekerja di homeindustry tempe karena sesuai dengan keahlian yang dimiliki.Kata kunci : Karakteristik home industry tempe, Tenaga kerja

Page 2 of 2 | Total Record : 20