cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EKSISTENSI INDUSTRI KERAJINAN MARMER DI KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG PRASETYO, KRISMA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kabupaten yang terkenal dengan industri kerajinan marmer, salah satunya berpusat di Kecamatan Campurdarat. Sejak tahun 2012 hasil dari produksinya menurun hingga sekarang, sehingga sangat disayangkan mengingat industri ini sudah menjadi ciri khas dari Kabupaten Tulungagung dan keberadaannya mampu bertahan sampai sekarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung, serta mengkaji orientasi lokasi industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung dengan konsep teori lokasi industri Weber. Jenis penelitan ini merupakan penelitian survey. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh industri kerajinan marmer di Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung yang tersebar di 6 desa yaitu sebanyak 46 pengusaha. Subyek penelitian kurang dari 100, yaitu 46 pengusaha menjadikan keseluruhan populasi sebagai sampel penelitian. Dan untuk menentukan responden, peneliti menggunakan teknik random sampling atau sampel secara acak. Pengambilan data kepada responden dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknis analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif prosentase. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik deskriptif  kuantitatif prosentase. Penggunaan teknik tersebut dapat diketahui bahwa faktor-faktor eksistensi industri kerajinan marmer  untuk bahan baku dan tenaga kerja berasal dari dalam Kecamatan Campurdarat, dan untuk faktor modal sebagian besar berasal dari modal pribadi. Luas jangkauan pemasaran mencapai luar kecamatan dengan teknik pemasaran dijual secara langsung ke konsumen. Analisis lokasi industri dengan menggunakan teori Weber dapat disimpulkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk mengangkut bahan baku lebih mahal dari pada biaya pemasaran dalam sekali produksi per bulan. Sehingga lokasi optimum industri dipilih berdekatan dengan bahan baku atau berorientasi pada bahan baku. Kata Kunci : Eksistensi, Industri, Kerajinan Marmer
DAMPAK KEBERADAAN PETERNAKAN AYAM RAS PETELUR BAGI MASYARAKAT DI KECAMATAN REJOTANGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG PRIYAMBODO, TEDI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Keberadaan peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung telah memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat. Dampak positif yang ditimbulkan yaitu Kotoran ayam dapat dijadikan pupuk oleh masyarakat, menambah lowongan pekerjaan bagi masyarakat  sekitar peternakan dan dampak negatif yang ditimbulkan antara lain bau yang tidak sedap dari peternakan, banyak lalat di rumah-rumah warga sekitar peternakan. Hal yang paling mengganggu masyarakat sekitar yaitu pada musim hujan tiba, karena kotoran ayam menjadi basah dan baunya menyengat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuhi dampak negatif keberadaan peternakan , mengetahui dampak positif keberadaan peternakan, mengetahui cara mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dengan keberadaan peternakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survey. Jumlah populasi dalam penelitian ini sejumlah 11197 KK.  Sampel yang digunakan dengan metode  proposional sampling adalah 190 KK, yang terdiri dari 134 pemilik peternakan dan 56 warga sekitar peternakan. Data dalam penelitian ini diperoleh menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian data ini adalah menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian yang dapat dideskripsikan sebagai berikut (1) Usaha peternakan ayam ras petelur sebagai pekerjaan utama sebesar 68% sedangkang sebagai sambilan 32% (2) Penyerapan tenaga kerja dari dalam desa sebesar 61% dari luar desa 23%. (3) Tingkat pendidikan anak pemilik peternak ayam ras petelur SD sebesar 18%, SMP 16%, SMA 17% dan yang menempuh perguruan tinggi 23% (4) Akibat adanya peternakan disekitar rumah warga mengalami sakit 16%, seperti batuk, sesak nafas dan gatal-gatal. (5) Upaya yang dilakukan para peternak untuk mengurangi dampak negatif dengan cara menyemprotkan obat di area kandang untuk mengurangi bau 89%, obat tersebut bisa berupa air gamping maupun obat pembunuh hama pari dan membersihkan secara rutin 11%, kemudian upaya sebagian kecil masyarakat untuk mengurangi bau menyengat dan lalat akibat kotoran ayam dengan cara memasang pengharum ruangan 16% dan perekat lalat 23% yang lain tidak ada upaya untuk mengurangi bau maupun lalat 61%. Pemahaman dampak negatif masih kurang, masyarakat mengabaikan begitu saja tentang bahaya dampak negatif tersebut. Kata kunci : Dampak, Peternakan ayam, Lingkungan
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IIS DI SMA WACHID HASYIM 2 TAMAN IKA DAYANTI, YULFIANA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kurikulum 2013 menekankan pembelajaran berbasis student center namun dalam kenyataannya di SMA Wachid Hasyim 2 Taman pembelajaran yang berlangsung di sana masih berpusat terhadap guru, hal ini mengakibatkan kurangnya pemahaman dan hasil belajar yang rendah karena siswa tidak berperan aktif dalam pembelajaran, maka diperlukan inovasi model pembelajaran salah satunya dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menerapkan model problem based learning (2) perbedaan hasil belajar antara siswa yang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model problem based learning dengan siswa yang tidak menerapkan (3) keaktifan siswa yang menerapkan model problem based learning. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Eksperimen Design dengan desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol, penentuan kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan kemampuan siswa yang hampir sama. Teknik pengumpulan data berupa metode tes dan observasi. Teknik analisis data meliputi analisis butir soal, analisis perbandingan hasil belajar menggunakan uji t, analisis keaktifan siswa menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukan (1) hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menerapkan model pembelajaran problem based learning mengalami peningkatan ditunjukan dengan uji statistic paired sample t-test nilai pretest dan posttest kelas XI IIS 1 diperoleh hasil  dengan menggunakan α : 5%, p (0,000) <α (0,05), (2) terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning dengan siswa yang tidak menerapkan, perbedaan ditunjukan dengan uji statistic independent sample t-test, diperoleh hasil nilai α : 5%, p (0,000) <α (0,05), (3) keaktifan siswa yang menerapkan model problem based learning, mengalami peningkatan  rata-rata presentasenya sebesar 83,6% , keaktifan siswa termasuk dalam kriteria aktif dengan aktivitas siswa yang selalu meningkat pada waktu  proses pembelajaran.   Kata Kunci:      Model Problem Based Learning, Hasil Belajar, Keaktifan Siswa
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU KUARTET GEOGRAFI PADA SUB MATERI POKOK KEGIATAN PERTANIAN, KEGIATAN PERTAMBANGAN, SERTA KEGIATAN INDUSTRI DAN JASA MATA PELAJARAN GEOGRAFI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IIS DI SMA NEGERI 1 TAMAN SIDOARJO TAHUN 2015/2016 AFIFAH, NUR
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EVALUASI KESESUAIAN LOKASI TERMINAL KERTOSONO DI KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK (STUDI MULTIKASUS TERMINAL KERTOSONO) APRILIA SARI, DWI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 edisi Yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Terminal merupakan komponen yang sangat penting didalam sistem transportasi penempatan lokasi terminal yang kurang singkron dengan jaringan transportasi yang ada akan menganggu fungsi terminal yang diharapkan. Kinerja pemakaian  fasilitas terminal  masih  sangat rendah dan jauh dari harapan. Tidak optimalnya  pemakaian  terminal  maka terlihat  kondisi  terminal  Kertosono terkesan kumuh, kurang terawat sehingga umur  konstruksi  bangunan  terminal menjadi cepat menurun karena kurangnya pemeliharaan secara rutin. Jaringan transportasi yang ada ikut terganggu karena sistem pemberhentian untuk melakukan transfer penumpang menjadi kacau dan tidak optimal. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi kesesuaian terminal Kertosono. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomologi, yaitu mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Instrumen yang digunakan adalah data primer (observasi, wawancara, dokumentasi) dan data sekunder. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan aspek tata ruang, aspek normatif dan aspek praktis menunjukkan bahwa lokasi terminal menunjukkan lokasi yang strategis akan tetapi terdapat beberapa aturan yang kurang ditegak oleh pengelola terminal sehingga lokasi terminal masih membutuhkan beberapa penyesuaian dengan ketiga aspek tersebut. Pembangunan terminal Kertosono sudah sesuai dengan renstra pembangunan daerah akan tetapi tetapi kenyataan yang ada sekarang kinerja pemakaian fasilitas terminal masih sangat rendah dan jauh dari harapan.   Kata Kunci : evaluasi, terminal
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN JUMLAH PENGUNJUNG DI PANTAI SLOPENG DAN PANTAI LOMBANG KABUPATEN SUMENEP Faqih, Zein
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten di Pulau Madura yang memiliki potensi wisata yang tinggi. Selain wisata religi, Sumenep juga memiliki potensi wisata pantai yang sangat baik. Ada Pantai Slopeng dan Pantai Lombang yang masing-masing pantai ini mempunyai ciri khas. Kedua pantai ini dikelola oleh pemerintah setempat untuk dijadikan objek wisata unggulan. Meskipun sudah dikelola dengan baik oleh pemerintah tetapi jumlah pengunjung di kedua pantai ini sangat berbeda jauh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perbedaan jumlah pengunjung di kedua pantai ini dengan menganalisis potensi yang dimiliki (aksesibilitas, daya tarik, dan fasilitas penunjang), interaksi dengan objek wisata lain, dan promosi yang dilakukan.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Lokasi penelitian dilakukan di Pantai Slopeng dan Pantai Lombang Kabupaten Sumenep. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan accidental random sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak dan kebetulan tanpa ada perencanaan sebelumnya. Peneliti mengambil masing-masing 50 pengunjung pada setiap pantai. Jadi total responden adalah 100. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik skoring prosentase.Hasil penelitian dari segi potensi Pantai Slopeng termasuk dalam kategori sedang, sedangkan Pantai Lombang termasuk dalam kategori baik. Segi interaksi yang diukur dengan teori model gravitasi didapatkan Pantai Slopeng lebih tinggi dari Pantai Lombang. Namun, jika dilihat dari akses jalan maka wajar jika Pantai Lombang memiliki jumlah pengunjung lebih banyak dari Pantai Slopeng, karena akses jalannya mudah dilalui. Dari segi promosi Pantai Slopeng termasuk dalam kategori sedang, sedangkan Pantai Lombang termasuk kategori baik. Berdasarkan hasil analisis tersebut maka dapat disimpulkan jika Pantai Lombang lebih baik dari pada Pantai Slopeng, yang menyebabkan jumlah pengunjung di Pantai Lombang lebih tinggi dari Pantai Slopeng.Kata Kunci: jumlah pengunjung, wisata pantai, potensi, interaksi, promosi.
PERBEDAAN STRATEGI PEMBELAJARAN (PROBLEM BASED LEARNING DAN EKSPOSITORI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN FENOMENA ANTROPHOSFER ( STUDI KASUS PADA KELAS XI IPS SMAN 4 SIDOARJO) RISKI YULIANA, INTAN
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Strategi pembelajaran berbasis masalah menfasilitasi siswa untuk belajar melalui keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan masalah mulai dari tahapan orientasi pada masalah, mengorganisir untuk memecahkan masalah, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, menyajikan hasil karya serta mengevaluasi pemecahan masalah,sedangkan strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang sifatnya mirip metode ceramah, tetapi guru hanya menjelaskan mengenai inti materi sementara pengembangannya menjadi tugas bagi siswa. Guru berbicara pada awal pelajaran, menerangkan materi, dan contoh soal, serta waktu-waktu tertentu saja.  Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi Pembelajaran Berbasis Masalah, (2) Mendeskripsikan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi Ekspositori, dan (3) Mendeskripsikan perbedaan hasil belajar siswa antara penerapan strategi Pembelajaran. Sampel yang terdiri dari Kelas XI IPS 1 yang berjumlah 32 siswa sebagai kelompok eksperimen (penerapan strategi pembelajaran langsung) dan XI IPS 2 yang berjumlah 34 siswa sebagai kelompok kontrol (penerapan strategi pembelajaran ekspositori). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan analisis data yang bersifat deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat perubahan hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran Problem Based Learning, (2 terdapat perubahan hasil belajar siswa setelah diterapkan strategi pembelajaran Ekspositori, dan (3) jenis Strategi Belajar memberikan pengaruh terhadap Hasil Belajar Siswa. Selain itu, perbedaan rerata nilai Postest antara Strategi AProblem Based Learning dengan Strategi Ekspositori juga menunjukkan hasil yang juah berbeda, dimana hasil belajar siswa pada kelas eksperiment menunjukkan hasil yang lebih baik.     Kata Kunci: Strategi Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Masalah, Ekspositori, Hasil Belajar
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KURANG DIMINATINYA PASAR KRIAN BARU OLEH PEDAGANG KAKI LIMA KRIAN DI KECAMATAN KRIAN KABUPATEN SIDOARJO BASUKI TRIWIYANTO, AGUS
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Pasar Krian Baru merupakan pasar yang terletak di Jalan Setiabudi Kelurahan Krian Kabupaten Sidoarjo. Keberadaan pedagang kaki lima di luar pasar, di pinggir jalan mengganggu ketertiban umum dan menjadi penyebab kemacetan lalu lintas di depan pasar. Relokasi pedagang kaki lima dari pinggir jalan ke dalam pasar merupakan salah satu solusi mengatasinya. Dalam perkembangannya relokasi pedagang kaki lima Krian ke dalam Pasar Krian Baru belum menyelesaikan permasalahan. Pedagang kaki lima banyak yang keluar dari pasar dan kembali berjualan di pinggir jalan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mencari gambaran realita secara empirik dibalik fenomena secara mendalam, rinci, dan luas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis yang dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan tiga tahapan yaitu, reduksi, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa faktor penurunan omset pendapatan menjadi penyebab utama Pedagang Kaki Lima enggan menempati lokasi berjualan di Pasar Krian Baru. Perbedaan pendapatan antara saat berjualan di pinggir jalan dengan di dalam Pasar Krian Baru menjadi alasan utama. Penyebab lainnya yaitu lokasi pasar yang kurang strategis menurut pedagang kaki lima. Lokasi pasar yang harus masuk menjadi penghambat pedagang kaki lima dalam mendapatkan pembeli. Pembeli enggan masuk ke dalam pasar hanya hanya untuk membeli dagangan pedagang kaki lima. Pembeli cenderung memilih tempat di pinggir jalan dikarenakan aksesnya mudah dijangkau dan praktis. Faktor terakhir yang menjadi penyebab yaitu harga sewa kios yang mahal. Harga sewa kios yang mahal tidak sebanding dengan pendapatan pedagang kaki lima Krian. Alasan tersebut membuat pedagang kaki lima enggan menempati Pasar Krian Baru.  Kata Kunci : Pedagang Kaki Lima
PERUBAHAN MORFOLOGI KOTA DI KECAMATAN MEJAYAN KABUPATEN MADIUN TAHUN 2006-2014 RIMBA PRANDINI, IKHE
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PERBEDAAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DENGAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP UNTUK PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN KELAS XI IIS DI SMA NEGERI 1 WONOAYU-SIDOARJO RAHAYU, HIKMASARI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perbedaan Penerapan Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan TGT terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pelestarian Lingkungan Hidup untuk Pembangunan Berkelanjutan Kelas XI IIS di SMA Negeri 1 Wonoayu-Sidoarjo   Nama                 : Hikmasari Rahayu NIM                  : 12040274067 Program Studi   : S-1 Pendidikan Geografi Jurusan              : Pendidikan Geografi Fakultas             : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing      : Dr. Sukma Perdana Prasetya, S.Pd., MT   Materi Pelestarian Lingkungan Hidup merupakan materi yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Saat proses pembelajaran agar materi tersebut dapat dipahami dengan baik oleh siswa adalah dengan cara mendiskusikan bersama rekan satu kelompok. Contoh  strategi yang cocok terhadap materi tersebut adalah strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TGT. Karena kedua strategi tersebut dapat membantu siswa dalam bertukar pendapat dalam diskusi dan saling membantu satu sama lain, selain itu pada strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD, di akhir subbab siswa diberikan kuis akademik dan pada TGT siswa diberikan games dan turnamen, hal itu dilakukan untuk mengasah kembali hasil dari apa yang sudah siswa diskusikan bersama rekan kelompoknya, sehingga memudahkan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TGT untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pelestarian lingkungan hidup. Desain penelitian ini menggunakan Criteria Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IIS SMA Negeri 1 Wonoayu. Hasil dari penelitian ini berupa hasil nilai kognitif siswa.  Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, homogenitas, dan uji-t. Hasil kognitif siswa dengan menggunakan uji Paired Sample t-test pada kedua kelas tersebut mendapatkan hasil sebesar 0,000, artinya sebelum dan sesudah diterapkannya strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD dan TGT, ada perbedaan signifikan karena ρ < α, dimana ρ adalah hasil perhitungan signifikasi dan α ketentuan sebesar 0,05. Hasil uji Independent Sample t-test diperoleh hasil pretest kedua kelas, ρ sebesar 0,985, artinya nilai pretest antara kedua kelas tidak ada perbedaan. Pada nilai posttest kelas kedua kelas diperoleh hasil, ρ sebesar 0,028, artinya nilai posttest antara kedua kelas ada perbedaan karena ρ < α, peningkatan nilai kognitif terbesar dialami oleh kelas XI IIS 2 yang menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT. Artinya kelas XI IIS 2 yang menerapkan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih unggul dibandingkan kelas XI IIS 1 yang menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe STAD.   Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Kooperatif tipe STAD, TGT, dan Hasil Belajar Kognitif

Page 10 of 51 | Total Record : 509