cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL SURABAYA MOJOKERTO TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO SEPTANIA INTANNI, YETY
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang dampak pembangunan jalan tol Surabaya Mojokerto terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial ekonomi masyarakat di Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto sebelum dan sesudah pembangunan  jalan tol. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitiannya di Kecamatan Jetis yang terdiri dari tujuh desa yaitu Desa Mlirip, Desa Penompo, Desa Canggu, Desa Ngabar, Desa Jetis, Desa Parengan, dan Desa Sidorejo. Populasi dari penelitian ini ada 680 KK yang tersebar di tujuh desa tersebut, dan diambil 75 responden untuk sampel. Sumber data berupa data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif yaitu data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 48% responden menjawab tidak puas adanya pembebasan lahan. Mata pencaharian tidak banyak yang berubah, hampir 60% tetap menjadi petani seperti sebelum adanya pembebasan lahan. Kondisi ekonominya banyak sekali perubahan, sebanyak 68% responden menjawab pendapatannya menurun dikarenakan lahan pertanian mereka digunakan untuk bangunan jalan tol sehingga produktivitas lahan pertaniannya berkurang dan berpengaruh terhadap pendapatan mereka. Pengeluaran sebelum pembebasan lahan, responden menjawab sebanyak 64% pada angka Rp 1.000.001,00 - Rp 2.000.000,00 dan sesudah adanya pembebasan sebanyak 57,3% responden juga menjawab pada jumlah tersebut. Artinya bahwa pengeluaran tidak berubah secara drastis.   Kata Kunci: Kondisi Ekonomi, Kondisi Sosial, Pembangunan jalan tol Surabaya Mojokerto
STRATEGI BERTAHAN HIDUP PENGRAJIN GERABAH SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN KEBUTUHAN DI DESA KADEMANGAN KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG FIRDIYANTI, BADRIYAH
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat dengan berbagai keterbatasan seperti keterbatasan pendidikan, keterbatasan keahlian, dan minimnya modal, tetap harus melakukan cara agar kehidupannya terus berjalan. Kondisi tersebut membuat pengrajin gerabah di Desa Kademangan, harus melakukan berbagai cara untuk mempertahankan hidup dengan jalan memanfaatkan segala yang dimiliki yang disebut sebagai modal atau aset. Jenis modal atau aset yang dimiliki oleh pengrajin akan mempengaruhi strategi yang dilakukan dalam rangka mempertahankan kelangsungan hidup dalam memenuhi kebutuhan. Penelitian ini memiliki tujuan (1) untuk mengetahui alasan yang mendukung pengrajin gerabah tetap bertahan dengan pekerjaan menjadi pengrajin gerabah serta (2) untuk mengetahui strategi bertahan hidup pengrajin gerabah. Penelitian ini  menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 75 pengrajin gerabah. Sampel dalam penelitian ini 56 pengrajin gerabah yang ditentukan berdasarkan teknik sampling purposive.Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, pengamatan, dan dokumentasi.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) alasan yang mendukung pengrajin gerabah dengan pekerjaan tersebut karena kualitas sumberdaya manusia yang rendah, keterampilan yang terbatas, pekerjaan dalam membuat gerabah dapat dilakukan tanpa terikat waktu dan tempat, serta ketersediaan bahan baku berupa tanah liat (2) Strategi yang dilakukan oleh pengrajin gerabah adalah strategi bertahan hidup (survive) dalam rangka memenuhi kebutuhan jangka pendek. Strategi yang dilakukan yakni dengan memanfaatkan jaringan yang dilakukan oleh 34 orang (60,71%), untuk strategi dengan mengatur pengeluaran dan memanfaatkan jaringan dilakukan oleh 9 orang (16,07%), serta 13 orang (23,21%) pengrajin gerabah melakukan strategi menambah pemasukan dan memanfaatkan jaringan. Kata Kunci : Strategi Bertahan Hidup, Pengrajin Gerabah, Pemenuhan Kebutuhan
PENGARUH PEMBANGUNAN PASAR BABAT TERHADAP MUNCULNYA PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN KARTINI DAN JALAN PENDIDIKAN KELURAHAN BABAT KECAMATAN BABAT KABUPATEN LAMONGAN SHOLAHUDDIN A, MOHAMMAD
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Babat merupakan pasar tradisional terbesar di Kabupaten Lamongan. Lokasi Pasar Babat sangat strategis terletak di perbatasan antara Pusat kota Babat berada di persimpangan jalur antara Surabaya - Bojonegoro - Cepu - Jombang dan Tuban. Babat merupakan Kecamatan terbesar kedua di Kabupaten Lamongan yang memiliki lokasi strategis yang dikembangkan untuk wilayah perdagangan.  Pasar Babat berawal dari Pasar Tradisional yang dikelola oleh Kepala Desa sejak kelurahan Babat belum terbentuk, dan pada tahun 1988 Pasar Babat berubah menjadi Pasar Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, pada tahun 2010 dilakukan pendataan pedagang untuk dilakukan pembangunan revitalisasi pasar Babat yang dimulai pada tahun 2011 dan selesai pembangunannya pada Oktober tahun 2012. Pembangunan tersebut terdapat fenomena munculnya pedagang kaki lima yang berada di Jalan Kartini dan Jalan Pendidikan yang lokasinya dekat dengan pasar Babat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pembangunan pasar Babat terhadap munculnya pedagang kaki lima. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei. Populasi penelitian ini adalah pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan Kartini dan Jalan Pendidikan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratified random sampling dengan ukuran sampel sebanyak 56 responden. Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembangunan pasar dengan munculnya pedagang kaki lima. Hasilnya diperoleh nilai koefisien sebesar 0,093 dengan nilai signifikan atau probabilitas sebesar 0,000 (p<0,05) yang maknanya adalah semakin tinggi pembangunan pasar Babat behubungan dengan semakin tinggi terhadap munculnya pedagang kaki lima. Hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini di terima, yaitu terdapat hubungan pembangunan pasar Babat terhadap munculnya pedagang kaki lima di Jalan Kartini dan Jalan Kartini Kelurahan Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kata kunci: pembangunan, pasar babat, pedagang kaki lima.
KONDISI EKONOMI EKS-PETANI DI DESA MADE KECAMATAN LAMONGAN KABUPATEN LAMONGAN PRAVITA DEWI, YULIANI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perumahan-perumahan yang marak terjadi di daerah pedesaan. Adanya peralihan lahan pertanian yang dijadikan lahan perumahan mengakibatkan tidak adanya lahan pertanian untuk bercocok tanam bagi     petani. Hal ini mempengaruhi pekerjaan sebagai petani terutama petani-petani di Desa Made Kecamatan Lamongan yang beralih pekerjaan sebagai non petani. Pekerjaan sebagai non petani harus dijalaninya meskipun skill yang dimilikinya rata-rata hanya bercocok tanam. Beralihnya pekerjaan mempengaruhi kondisi ekonomi yang dijalaninya saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) karakteristik kondisi ekonomi dan persepsi eks-petani saat ini yang sudah beralih pekerjaan sebagai non petani. 2) mengetahui perbedaan kondisi ekonomi eks-petani yang dulunya pemilik lahan pertanian dengan eks-petani yang hanya sebagai penggarap atau menyewa lahan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif.  Penelitian ini merupakan penelitian populasi atau sensus dimana semua populasi dijadikan responden. Subjek penelitian ini adalah seluruh eks-petani  di Desa Made Kecamatan Lamongan yang beralih pekerjaan sebagai non petani sebanyak 101 eks-petani. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, kuisioner dan dokumentasi. Analisis data dengan berpedoman pada data primer yang diperoleh dari hasil kuisioner dan keterangan responden di Desa Made Kecamatan Lamongan dan digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini adalah kondisi perekonomian eks-petani saat ini belum dapat  dikatakan sejahtera. Karakteristik dan persepsi eks-petani diketahui bahwa kondisi ekonomi termasuk dalam kategori sedang. Meskipun demikian, perbaikan perekonomian yang lebih baik yaitu  setelah beralih pekerjaan sebagai non petani. Perbedaan perekonomian yang mencolok terlihat antara eks-petani  pemilik lahan dengan eks-petani penggarap. Eks-petani pemilik lahan berada pada posisi keluarga sejahtera yang mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari sedangkan eks-petani penggarap berada pada posisi keluarga kurang sejahtera. Hal ini dikarenakan belum mampu mencukupi semua kebutuhan sehari-hari. Tidak hanya itu dalam hal panen, pemilik lahan mendapatkan semua hasil panen sedangkan penggarap atau menyewa lahan hanya mampu menikmati setengah dari hasil panen tersebut. Kata kunci: kondisi ekonomi, persepsi eks-petani
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN PARIWISATA PENDEKATAN AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) PADA JENIS OBYEK WISATA ALAM, WISATA BUDAYA DAN WISATA ALTERNATIF DI KABUPATEN BOJONEGORO THETA GITA HAREEN, ZEVY
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro sangatlah besar. Sudah semestinya Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengambil keputusan dan  membuat strategi pengembangan pariwisata untuk menarik para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Kenyataan di lapangan, upaya Pemerintah Kabupaten masih dirasa kurang dalam hal pengembangan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bojonegoro dalam hal penentuan prioritas yang akan dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan prioritas objek wisata yang akan dikembangkan oleh Kabupaten Bojonegoro, dilihat dari kriteria : Kondisi Geografis, Sosial Budaya, Sarana dan Prasarana, Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Investasi (Pemasukan bagi Pemerintah Daerah) dengan alternatif prioritas yaitu wisata alam, wisata budaya dan wisata alternatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan operasi matematis. Lokasi penelitiannya adalah di Kabupaten Bojonegoro, dengan sumber data dari narasumber yang expert di bidang pariwisata yaitu: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Asosiasi Pengusaha Pariwisata (ASITA), Duta wisata Kange & Yune dan Pengamat Wisata. Teknik pengumpulan datanya menggunakan kuisioner yang diisi oleh narasumber expert di bidang pariwisata. Penelitian ini analisis datanya menggunakan teknik analisis data Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan salah satu teknik pengambilan keputusan. Menggunakan software Expert Choice, AHP memiliki banyak keunggulan dalam menjelaskan proses pengambilan keputusan, karena dapat digambarkan secara grafis, sehingga mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat dalam pengambilan keputusan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kriteria presentase tertinggi yaitu kondisi geografis sebesar 54,9% dan alternatif obyek wisata alam sebesar 75,8%. Hal ini sangat relevan apabila obyek wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata di Kabupaten Bojonegoro berdasarkan kondisi geografis kawasan tersebut. Wisata alam yang ada di Kabupaten Bojonegoro menjadi suatu destinasi utama wisatawan dikarenakan iklim tropisnya. Rata –rata suhu harian yang tinggi, sehingga masyarakat cenderung ingin bepergian ke tempat yang sejuk dan nyaman selain itu merupakan sarana rekreasi keluarga yang terjangkau dan murah dilihat dari segi tiket. Obyek wisata alam Api Abadi Kayangan Api memiliki keunikan tersendiri yang tidak setiap daerah memiliki. Waduk Pacal, Air Terjun Kedongmaor, Wisata Atas Angin di Kecamatan Sekar juga memiliki keunikan tersendiri. Hal ini menjadi sangat menarik untuk dikembangkan. Wisata Alam di Kabupaten Bojonegoro lebih diprioritaskan untuk dikembangkan karena wisata yang berbasis pada masyarakat. Prioritas wisata alam yang nantinya lebih mengutamakan faktor masyarakat daripada yang lainnya. Dari segi kegiatan ekonominya maupun yang lainnya. Kata Kunci : Potensi Pariwisata, Kondisi Geografis, Wisata Alam
PENGARUH MODAL, TENAGA KERJA, BAHAN BAKU DAN TEKNOLOGI TERHADAP PRODUKTIVITAS INDUSTRI RUMAH TANGGA PELINTIR PELEPAH PISANG DI DESA PRAMBATAN KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO KUSUMA WARDANI, DESINTA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri rumah tangga pelintir pelepah pisang adalah salah satu industri kerajinan tepatnya di Desa Prambatan Kecamatan Balen kabupaten Bojonegoro. Bahan baku utama industri ini adalah pelepah pisang. Ditangan warga Desa Prambatan pelepah pisang dirubah menjadi tali yang kuat berbentuk gulungan – gulungan yang disebut dalungan, yang biasanya dijadikan aksesoris kerajinan seperti mebel, gantungan kunci, hingga hiasan,vas bunga, dan sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh modal,tenaga kerja, bahan baku dan teknologi terhadap produktivitas industri rumah tangga pelintir pelepah pisang di Desa Prambatan Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei. Populasi dan sampel penelitian ini adalah warga yang menekuni industri rumah tangga pelintir pelepah pisang yang berjumlah 90 responden. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan baik itu secara parsial maupun bersama – sama antara variabel modal, tenaga kerja, bahan baku dan teknologi terhadap produktivitas.   Kata kunci: modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, produktivitas
EKSISTENSI PESANGGEM DI INDUSTRI MINYAK KAYU PUTIH DUSUN SUKUN DESA SIDOHARJO KECAMATAN PULUNG PONOROGO WAHIDATUL FITRIANI, RIZQI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung terdapat Lahan Hutan Tanaman Kayu Putih dan tepatnya di dusun Sukun Desa Sidoharjo yang terletak  sekitar 17 km arah timur dari kota Ponorogo memiliki luas 800 ha luas tanaman kayu putih ini terdapat Industri Minyak Kayu putih PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR IMKP. Industri ini berdiri pada tahun 1957. Hambatan yang dialami produksi industri minyak kayu putih dalam menjalankan usahanya seperti keterbatasan bahan baku yang sulit didapat karena tergantung cuaca musim hujan dan musim panen. Masyarakat pesanggem kayu putih sekitar mengurangi stok daun minyak kayu putih ke industri  terjadi penurunan pada jumlah tenaga kerja pesanggem padahal luas lahan tanaman kayu putih di Dusun Sukun Desa Sidoarjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sangat luas dan cukup memadai untuk pertanian kayu putih.       Penulisan ini memiliki tujuan untuk mengetahui Karakteristik Sosial Ekonomi dan Sikap Eksistensi pesanggem kayu putih terhadap industri minyak kayu putih di Dusun Sukun Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo       Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yakni 90 pesanggem kayu putih  Di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, dimana penentuan sampel penelitian dilakukan berdasarkan Sistematika Random Sampling. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi.       Hasil penelitaian yang diperoleh adalah karateristik dan sikap pada masyarakat sekitar  alasan yang menjadi dasar untuk menjadi pesanggem kayu putih adalah kualitas sumberdaya manusia yang rendah. Pekerjaan dalam memungut atau memangkas daun kayu putih dilakukan setiap hari dan upahnya sesuai luas lahan tanaman kayu putih sesuai wewenang Perhutani. Alasan lain, karena memungut daun kayu putih mudah dikerjakan dengan alat sabit pada waktu panen 9 bulan dan didukung lahan tanaman yang luas di Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Ponorogo. Kata kunci : karakteristik,sikap pesanggem kayu putih
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) GEOGRAFI BERBASIS MIND MAPPING DI KELAS X SMA NEGERI JOGOROTO JOMBANG WAHYUNTINA HUTAMI, PUTRI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu  media belajar. LKS Geografi yang digunakan di sekolah masih banyak menunjukkan ketidaksesuaian dengan kriteria LKS sesuai kurikulum 2013 dan kebutuhan siswa. Hasil belajar siswa sebagian besar menunjukkan nilai di bawah KKM. Hal ini diperlukan alternatif pemecahan masalah dengan mengembangkan LKS berbasis Mind Mapping. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengembangkan LKS berbasis Mind Mapping yang layak ditinjau dari kriteria materi, kebahasaan, penyajian, dan kesesuaian dengan komponen Mind Mapping, (2) mengetahui hasil belajar siswa setelah pembelajaran menggunakan LKS berbasis Mind Mapping, (3) mengetahui respon siswa terhadap LKS berbasis Mind Mapping, (4) mengetahui aktivitas guru dan siswa saat menggunakan LKS berbasis Mind Mapping. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model 4-D. Desain penelitian ini adalah eksperimen kuasi nonequivalent control-group design. Data kelayakan LKS dan aktivitas siswa dianalisis dengan skala Likert, data hasil belajar siswa dianalisis dengan Uji t, data respon siswa dianalisis dengan skala Guttman, dan data aktivitas guru dianalisis dengan APKG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) LKS yang dikembangkan memenuhi validitas isi dengan persentase dari kriteri materi sebesar 92,5%; kebahasaan sebesar 91,7%; penyajian sebesar 94,2%; Mind Mapping sebesar 90%, (2) hasil belajar siswa menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara nilai posttest kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan signifikansi sebesar 0,036, (3) LKS yang dikembangkan mendapat respon positif siswa pada kriteria materi, kebahasaan, penyajian, dan Mind Mapping dengan kategori sangat layak, (4) guru menunjukkan aktivitas yang baik dengan persentase sebesar 78,4% dan siswa menunjukkan aktivitas yang sangat baik dengan persentase sebesar 92,3% di kelas eksperimen yang menggunakan LKS berbasis Mind Mapping, sedangkan di kelas kontrol yang menggunakan LKS Tim MGMP guru menunjukkan aktivitas yang cukup baik dengan persentase sebesar 60,86% dan siswa menunjukkan aktivitas belajar yang baik dengan persentase sebesar 66,9%. Kata Kunci: penelitian pengembangan, LKS Geografi, Mind Mapping
STUDI DESKRIPTIF INSIDEN KEGUGURAN PASANGAN USIA SUBUR DESA RANDUAGUNG KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK TAHUN 2014 YAHYA RIZKI PRATAMA, MOCH.
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peningkatan jumlah penduduk di Desa Randuagung di tahun 2011 - 2014 disertai dengan  insiden keguguran pada pasangan usia subur yang juga terus meningkat yaitu 0,3% di tahun 2011 , 0,5%, tahun 2012, 0,69%  di tahun 2013  dan 0,97 % ditahun 2014. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui kondisi sosial (usia,riwayat melahirkan, riwayat keturunan, tingkat pendidikan dan pengetahuan) dan ekonomi (status dan jenis pekerjaan, besar penghasilan dan tanggungan keluarga)  Pasangan Usia Subur yang mengalami insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasangan usia subur yang mengalami insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014. Adapun sampel diambil secara purposive yaitu sebanyak 20 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial dan ekonomi pasangan usia subur yang mengalami  insiden keguguran di desa Randuagung pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:  55% responden menyatakan berusia 20 - 29 tahun, 60% responden menyatakan belum pernah melahirkan dalam arti merupakan kehamilan pertama, 50% menyatakan memiliki keluarga yang pernah  mengalami insiden keguguran, 80% menyatakan berpendidikan SMA/MA, 95% menyatakan kadang-kadang memperoleh pengetahuan kesehatan ibu hamil, 55% responden menyatakan bekerja, 45% responden menyatakan bekerja sebagai buruh pabrik, 50% responden berpengahasilan 2,5 juta - 3,5 juta rupiah, 70% responden menyatakan jumlah tanggungan keluarga 3 sampai dengan 5 orang, dan 100% responden menyatakan tidak merokok atau mengkonsumsi minuman keras. Kata Kunci: Pasangan Usia Subur,  Insiden Keguguran.
ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS TITIK KEMACETAN DI JALAN AHMAD YANI, JALAN WONOKROMO DAN JALAN DUPAK SURABAYA TAHUN 2014) BUDI UTOMO, EKO
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ANALISIS KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS TITIK KEMACETAN DI JALAN AHMAD YANI, JALAN WONOKROMO DAN JALAN DUPAK SURABAYA TAHUN 2014) Eko Budi Utomo, Rindawati, Bambang Hariyanto,Sri Murtini   Surabaya merupakan kota metropolitan dengan penduduk terbanyak kedua setelah ibu kota Negara Jakarta. Sebagai kota yang terus berkembang, kebutuhan akan alat transportasi juga meningkat. Tingginya kebutuhan masyarakat tersebut menimbulkan berbagai masalah pula di bidang transportasi. Masalah-masalah tranportasi umumnya adalah kecelakaan lalu lintas dan kemacetan. Berdasarkan dari lima titik kemacetan yang telah disebutkan Kepala Dishub Surabaya, Jalan Ahmad Yani,Wonokromo dan Dupak adalah pintu masuk menuju kota Surabaya yang mana ketiga jalan tersebut merupakan tiga jalan yang memiliki rata-rata kecepatan paling rendah dan volume lalu lintas yang besar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar lalu lintas harian, satuan mobil penumpang, kapasitas jalan dan derajat kejenuhan di jalan Ahmad Yani, Wonokromo dan Dupak Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan proses pengambilan data melalui studi kasus, karena penulis melihat/menemukan masalah yang ada di daerah penelitian dimana dalam hal ini masalah pokok yang dikaji oleh peneliti adalah masalah kemacetan yang terjadi di kota Surabaya. Subyek dalam penelitian ini adalah lalu lintas harian, kapasitas jalan dan satuan mobil penumpang di jalan Ahmad Yani, Wonokromo dan Dupak Surabaya. Berdasarkan Hasil penelitian dapat diketahui bahwa rata-rata volume kendaraan di Jalan Ahmad Yani sebesar 19.060 smp/jam, Jalan Wonokromo sebesar 15.237 smp/jam dan Jalan Dupak sebesar 9.112 smp/jam. Sedangkan untuk kapasitas jalan yang dimiliki Jalan Ahmad Yani adalah sebesar 8.514 smp/jam, Jalan Wonokromo sebesar 7.830 smp/jam dan Jalan Dupak sebesar 9.108 smp/jam. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa derajat kejenuhan di jalan Ahmad Yani sebesar 2,24, Jalan Wonokromo sebesar 1,95 dan Dupak memiliki derajat kejenuhan sebesar 1,00 yang berarti ketiga ruas jalan tersebut memiliki derajat kejenuhan sebesar ≥1,00. Berdasarkan pemaparan tersebut dapat disimpulkan bahwa kemacetan yang terjadi diakibatkan oleh volume kendaraan yang melintas di jalan Ahmad Yani,Wonokromo dan Dupak melebihi ambang batas yang bisa ditampung oleh kapasitas jalan-jalan tersebut.   Kata kunci : Kemacetan Lalu Lintas, LHR, Kapasitas Jalan, Satuan Mobil Penumpang dan Derajat Kejenuhan

Page 9 of 51 | Total Record : 509