cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
KAJIAN PERBEDAAN KARAKTERISTIK KELOMPOK PENGRAJIN DAN KELOMPOK TENAGA KERJA PADA INDUSTRI SARUNG TENUN DI DESA WEDANI KECAMATAN CERME KABUPATEN GRESIK Nurul Faidah, Siti
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Industri kecil sarung tenun merupakan salah satu contoh bagian dari usaha masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan serta taraf hidup masyarakat melalui produksi di bidang industri. Desa Wedani merupakan sentra industri sarung tenun yang ada di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Terdapat 55 pengrajin sarung tenun di Desa Wedani yang memperkerjakan 1866 tenaga kerja.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengrajin, karakteristik tenaga kerja, daerah asal tenaga kerja, daerah asal bahan baku dan orientasi berdirinya industri sarung tenun di Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan lokasi penelitian yaitu Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 55 orang pengrajin dan 95 orang tenaga kerja yang diambil secara acak dengan teknik analisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif presentase. Hasil penelitian ini menunjukkan karakteristik pengrajin kecil, menengah dan besar pada industri sarung tenun di Desa Wedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik yaitu dengan presentase paling tinggi dari setiap variabel pengrajin, tamatan pendidikan adalah SMA dan SMP 50%, umur adalah 56-60 tahun 50%, jenis kelamin laki-laki 100%, pengalaman kerja 36-40 tahun 50%, keterampilan 100% memiliki semua keterampilan dalam proses pembuatan sarung tenun, jam kerja 4-6 jam per hari 64,29%, produktivitas 31-40 kodi per bulan 50% pada pengrajin besar, pendapatan Rp 10.100.000-, s.d. Rp 15.000.000-, per bulan yaitu 75% pada pengrajin besar. Karakteristik tenaga kerja pengrajin kecil, menengah dan besar pada industri sarung tenun di DesaWedani Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik yaitu dengan presentase paling tinggi dari setiap variabel tenaga kerja pengrajin, tamatan pendidikan adalah SD 47,62%, umur 26-30 tahun 20%, jenis kelamin 100% perempuan, pengalaman kerja 1-10 tahun 55%, keterampilan 100% memiliki satu keterampilan yaitu menenun, jam kerja 7-9 jam per hari 90,48%,produktivitas 7-9 lembar perbulan 85%, pendapatan Rp 310.000-, s.d. Rp 400.000-, per bulan 85% . Daerah asal tenaga kerja dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Cerme, Kecamatan Benjeng dan Kecamatan Duduk Sampeyan 50% pada pengrajin besar. Daerah asal bahan baku dari toko di luar Kota Gresik yaitu dari Toko di Kota Surabaya 100% pada pengrajin besar. Orientasi berdirinya industri karena mantan pegawai pabrik sarung tenun 75%. Kata Kunci: Sarung tenun, karakteristik pengrajin, karakteristik tenaga kerja
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) PADA MATERI MITIGASI DAN ADAPTASI BENCANA ALAM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IIS DI SMA NEGERI 3 TUBAN HIDAYATI ISTIQOMAH, ATSIVA
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Number Head Together (NHT) pada Materi Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X IIS Di SMA Negeri 3 Tuban Atsiva Hidayati Istiqomah Mahasiswi S1Pendidikan Geografi, atz.vha@gmail.com Drs. Kuspriyanto, M.Kes. Dosen Pembimbing Mahasiswa Abstrak Proses belajar sering kali terhambat oleh komunikasi yang terjadi di dalamnya. Guru yang terlalu mendominasi (teacher center) mengakibatkan siswa kurang aktif dalam berbicara dan mengembangkan pemikirannya untuk menjadi semakin luas, sehingga siswa cenderung hanya menirukan apa yang telah dijelaskan oleh guru. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru geografi SMA Negeri 3 Tuban, selama proses pembelajaran guru masih menggunakan pembelajaran yang berpusat kepada guru, sehingga saat  siswa diberikan kesempatan untuk berbicara hanya beberapa siswa yang berani mengungkapkan pendapatnya. Mayoritas siswa hanya diam dan bahkan tidak mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru. Guru perlu menerapkan model pembelajaran yang menarik dan mampu membuat siswa  berpartisipasi aktif didalamnya sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterlaksanaan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT), menganalisis aktivitas siswa selama dilaksanakan pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi mitigasi dan adaptasi bencana alam, dan untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas X IIS SMA Negeri 3 Tuban setelah dilaksanakannya pembelajaran kooperatif  NHT. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experiment Design dengan desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent control group design.. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas X IIS 1 dan IIS 2 SMA Negeri 3 Tuban yang masing-masing berjumlah 32 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan model pembelajaran NHT adalah Lembar Observasi Keterlaksanaan Model Pembelajaran NHT untuk mengetahui bagaimana sintaks-sintaks yang ada pada model pembelajaran NHT, Lembar Observasi Aktivitas Siswa, Lembar observasi ini menghitung frekuensi aktivitas yang dilakukan siswa,dan Lembar Soal Tes Hasil Belajar untuk mengukur tingkat pemahaman siswa pada suatu materi pembelajaran. Analisis hasil pretest dan postest kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan dengan SPSS 16 for windows. Adapun uji yang digunakan adalah Independent sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa skor rata-rata keterlaksanaan model pembelajaran NHT pada pertemuan 1 sampai pertemuan 2 adalah 92% dan 97% termasuk kategori sangat baik. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 dan pertemuan 2 adalah 86,7% dan 93% termasuk kategori sangat baik, karena siswa antusias dan melaksanakan pembelajaran NHT dengan baik.  Ketuntasan hasil belajar siswa secara individu mengalami peningkatan dilihat dari peningkatan nilai postestnya. Kelas eksperimen mendapat peningkatan nilai yang signifikan yaitu 17,41% sedangkan kelas kontrol naik sebesar 2,59%. Kata Kunci: Model Pembelajaran Number Head Together, Hasil Belajar Siswa, Mitigasi dan Adaptasi Bencana Alam   The Implementation of Number Head Together (NHT) Learning Model on Mitigation Material and Disaster Adaptation Toward Study Result Of  Tenth Grader IIS Class  in SMAN 3 Tuban The learning process is often hampered by communication that occurs within it. Dominated teacher (teacher center) are established student become less active in speaking and develop their knowledge. In interviews with the geography teacher SMA Negeri 3 Tuban, during the learning process this teachers still use teacher-centered learning, when students are given the opportunity to speak in front of class only a few students who dared to express his opinion. The majority of students just silent and do not even listen to what is described by the teacher. Teachers need to apply the attractive learning model that makes the students to actively participate in the class and can improve their learning outcomes.  This research is aimed to know the implementation of appliance of cooperative learning model NHT, analyze student’s activity during the implementation of appliance of cooperative learning model NHT on mitigation material and disaster adaptation, and to know tenth grade student’s study result in SMA Negeri 3 Tuban after the implementation of cooperative NHT. This research is Quasi Experiment Design and “Nonequivalent control group design” is used in this research.  The subjects of this study are IIS 1 tenth grade student and IIS 2 tenth grade student of SMA Negeri 3 Tuban which are consist of 32 students each class. This research uses observation sheet of the implementation of appliance of cooperative learning model NHT to know how syntaxes in NHT Learning are. In the mitigation and disaster adaptation material held by teacher, student’s activity observation sheet, this sheet count the frequency of student’s activity, and question test study result sheet measure the level of student’s understanding on a learning material. Data analysis that used is Independent sample t-test, to know the statistic difference of pretest and postest result. The result of this research shows that the average score of the implementation of appliance of cooperative learning model NHT on the first until second meeting are 86.7% and 93% which is categorized as very good, it is because the students are enthusiastic and doing NHT learning very well.  The completeness result of student’s study result is increasing individually. It can be seen from the increasing of post test score. Experimental class score increase significantly 17.41% while the post test score of control class increase up to 2.59% Keyword: Number Head Together Learning Model, Student’s Study Result, Mitigation and Disaster Adaptation
DAMPAK KEBERADAAN INDUSTRI BAJA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DUSUN DIMORO (STUDI KASUS DI DUSUN DIMORO DESA TAMBAK AGUNG KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO) PRAWITA SARI, GATI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak DAMPAK KEBERADAAN INDUSTRI BAJA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI DUSUN DIMORO (Studi Kasus di Dusun Dimoro Desa Tambak Agung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto) Gati Prawita Sari Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya, prawita10gati@gmail.com  Dr. Murtedjo, M.Si Dosen Pembimbing Mahasiswa Akhir–akhir ini perindustrian Indonesia banyak berkembang di daerah pedesaan. Salah satunya adalah di wilayah Kecamatan Puri kabupaten Mojokerto yang bergerak dibidang industri baja yaitu PT. Daun Kencana Sakti (DAKENSA). Keberadaan industri baja di dusun Dimoro ini dianggap memberikan dampak positif karena mengakibatkan terjadinya perubahan, khususnya dalam aspek perekonomian masyarakat. Keberadaan industri baja di dusun Dimoro dianggap dapat memberikan peluang untuk terciptanya lapangan pekerjaan baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan keberadaan industri baja terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dusun Dimoro. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Lokasi penelitian ini berada di dusun Dimoro, dengan subyek penelitian masyarakat sekitar dan karyawan perusahaan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, observasi, serta wawancara. Analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengenai dampak keberadaan industri baja di dusun Dimoro memiliki pengaruh yang besar dan positif bagi masyarakat yakni berupa nilai kekeluargaan yang masih terjalin dengan baik, interaksi masyarakat terjalin dengan baik, serta memiliki kesadaran akan mutu pendidikan yang tinggi. Keberadaan industri baja juga meningkatkan pendapatan masyarakat terutama bagi masyarakat yang terdampak. Keberadaan industri mengakibatkan munculnya peluang usaha di sekitar lokasi pabrik.   Kata kunci: industri baja, dampak sosial dan ekonomi masyarakat   Abstract Recently, Indonesian industry has been developed especially in rural area. One of the steel industries located in Puri subdistrict Mojokerto regency is PT. Daun Kencana Sakti (DAKENSA). The existence of this steel industry gave an impact for people economy. Therefore, the existence of steel industry in hamlet Dimoro considered to give a chance to the creation of new job opportunities. This research aims to understand impacts by the existence of the steel industry against social and economic conditions in hamlet Dimoro community. The desigh of this research is qualitative using case study. Subjects of this research are Dimoro hamlet uses community and the employees of company. The data collections technique of this research is using documentation, observation, and interview. Data analysis in this research includes reduction data, presentation data and the withdrawal of conclusion. The results of research on the impact of the existence of the steel industry in hamlet Dimoro have a huge impact and positive for people is in the form of the value of family that run smoothly, the interaction of a community proceed smoothly, as well as having awareness of the quality of education high. The existence of steel industry also improve the incomes of society especially for the affected areas. In addition, the existences of industry resulting in the emergence of business opportunities around the factory.   Keywords: steel industry, the social and economic impacts to the community
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MIND MAPPING PADA MATERI DINAMIKA HIDROSFER DI KELAS X SMA NEGERI 1 SUGIHWARAS BOJONEGORO YAKIN, AINUL
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permendikbud No. 103 Tahun 2014 menyatakan pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik: interaktif, menarik, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Pembelajaran Geografi di sekolah perlu adanya peningkatan kualitas guru dan bahan ajar agar pembelajaran menjadi lebih menarik (Nandi, 2006:9)  Kurang menariknya bahan ajar yang digunakan pada pelajaran Geografi di kelas X-2 SMA N 1 Sugihwaras mempengaruhi hasil belajar siswa sebesar 71.8% (belum tuntas), sehingga peneliti ingin mengembangkan bahan ajar berbasis mind mapping. Pengembangan bahan ajar berbasis mind mapping diharapakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Penelitian ini mengunakan model pengembangan Define, Design, Develop, dan Disseminate (4 D) namun hanya sampai pada tahap develop saja. Penelitian ini merupakan penelitian experimental pada kelas X-2. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi RPP, lembar validasi bahan ajar dan materi, tes hasil belajar (pre-test, post-test), serta lembar unjuk kerja siswa. Penelitian ini mengunakan analisis Gain Score untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Hasil pengembangan kelayakan bahan ajar sebesar 85.88% (sangat layak), dengan kelayakan materi 85.71% (sangat layak), dan kelayakan mind mapping 90% (sangat layak). Hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata pretest sebesar 48.4 dan posstest sebesar 83.3. Pada proses diskusi penyampaian materi meningkat dari 71.65% menjadi 85.80%, kemampuan argumentasi dari 49.10% menjadi 72.50%, kemampuan bertanya dari 41.6% menjadi 60.00% dan kemampuan menjawab dari 45% menjadi 65.80%, dan hasil rata-rata N-Gain siswa sebesar 0.712 sehingga pengunaan bahan ajar berbasis mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan baik dan tergolong tinggi. Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar berbasis mind mapping sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran dan siswa lebih aktif berdiskusi saat mengunakan mind mapping Kata kunci: Bahan ajar, mind mapping, dinamika hidrosfer, dan hasil belajar siswa.
PEMETAAN DAN KAJIAN KEJADIAN KEMATIAN IBU DI KOTA SURABAYA TAHUN 2014 PRIHANDINI, ARIEK
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): volum 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kota Surabaya menduduki peringkat tertinggi di Jawa Timur sebagai kota dengan kejadian kematian ibu terbanyak dibandingkan kabupaten-kabupaten lain. Jumlah kematian ibu sebanyak 39 kematian pada tahun 2014. Kota Surabaya menduduki peringkat ke-22 berdasarkan perhitungan prevalensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola persebaran kematian ibu, pengaruh yang mempengaruhi kematian ibu dan pengaruh yang paling berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu di Kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey dengan rancangan penelitian ­case-control, yaitu satu ibu meninggal dicarikan satu ibu yang menjadi kontrolnya dengan matching kunjungan kesehatan sama-sama lebih dari sama dengan 4 kali kunjungan. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 78 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu pengukuran untuk mengetahui titik koordinat kejadian ibu meninggal, wawancara tertulis untuk mengetahui sebab-sebab yang menyebabkan ibu meninggal, dan dokumentasi data-data yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis tetangga terdekat (NNA), analisis chi-square, dan analisis regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola persebaran kematian ibu di Kota Surabaya memiliki pola mengelompok dengan nilai z-score -11,91. Pengelompokan banyak terjadi di wilayah Surabaya Utara meliputi kecamatan Kenjeran, Simokerto, dan Mulyorejo. Temuan di lapangan menunjukkan pengelompokan di Surabaya Utara disebabkan karena banyaknya dukun bayi, yaitu sebanyak 37 orang dukun bayi. 3 variabel yang mempengaruhi kematian ibu di Kota Surabaya yaitu riwayat komplikasi, paritas dan jarak kelahiran dengan nilai p kurang dari 0,05. Adapun variabel yang paling berpengaruh adalah riwayat komplikasi. Kata Kunci: Kematian ibu, pola persebaran, riwayat komplikasi, paritas, jarak kelahiran         Abstract Surabaya City has the highest maternal mortality incidences in East Java. There are 39 maternal mortaity incidences at 2014. Based on the prevalence measuring, Surabaya City is ranked at 22th. This research are aimed to know the distribution pattern of maternal mortality, factors that influence maternal mortality, and the most infulencing factor of maternal mortality in Surabaya City. This kind of research is survey observation using case control plan with matching based on their medical visit more than 4 times. The number of respondents are 78 mothers. The techniques of data accumulation in this research are measuring to measure coordinat pont of maternal mortality, written interviewing to know causes of maternal mortality, and documentating to get relevant data. All of the accumulated data will be analysed with near neighbour analysis (NNA), chi-square analysis, and binary logistic. The result of this research show that the distribution pattern of maternal mortality is clustered with z-score value equal to -11,91. The grouping of maternal mortality occur at North Surabaya enshrouding Kenjeran, Simokerto and Mulyorejo. It occurs due to the large number of TBAs in Surabaya reaches 37 people. 3 of 7 variables, historical complication, parity and birth interval, are influencing maternal mortality in Surabaya with p value less than 0,05. The most influencing variable is historical complication.   Keywords:  maternal mortality, distribution pattern, historical complication, parity, birth interval
PERSEBARAN KECELAKAAN BUS DI KABUPATEN MADIUN (STUDI KASUS DI KABUPATEN MADIUN) TAHUN 2012-2014 NUROZI ARIF, MUKHLAS
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): volum 3
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Kabupaten Madiun menjadi tempat persimpangan tiga jalur utama atau titik temu dari tiga Kabupaten yaitu : Kabupaten Ngawi, Ponorogo dan Nganjuk. Persimpangan tersebut menghubungkan Kabupaten Madiun dengan kabupaten sekitarnya, yang dilalui oleh 3 golongan bus yaitu : bus dalam kota, bus antar kota dalam propinsi (Restu, Jaya, Mandala dan Cendana) serta bus antar kota antar propinsi (Sumber Kencono, Mira, Eka) dan masih memungkinkan dilewati bus pariwisata, memungkinkan terjadinya lonjakan terhadap tingkat kecelakaan. Tujuan penelitian yaitu untuk menggambarkan persebaran kejadian kecelakaan bus dan mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan bus di Kabupaten Madiun tahun 2012-2014. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu, reduksi, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini hanya dilakukan uji kredibilitas (Credibility) dan uji dependabilitas (Dependability) atau reabilitas (Reability) sebagai uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi kejadian kecelakaan bus di jalan kolektor Kabupaten Madiun yang paling sering terjadi yaitu di wilayah kolektor Balerejo. Data kepolisian Polres Madiun menyatakan black spot (titik rawan kecelakaan) berada di Desa Garon Kecamatan Balerejo. Persebaran lokasi kejadian kecelakaan bus di jalan kolektor Kabupaten Madiun tergolong kedalam pola persebaran secara bergerombol (cluster pattern). Faktor-faktor yang mempengaruhi kecelakaan bus antara lain: faktor manusia, faktor fisik jalan, dan faktor cuaca. Faktor yang paling berpengaruh terhadap kecelakaan bus di jalan kolektor Kabupaten Madiun yaitu faktor manusia, ditimbulkan akibat emosi, kelalaian, ugal-ugalan, mengantuk, dan kurang kewaspadaan sopir bus dalam menjalankan kendaraannya. Kata Kunci: Persebaran, Kecelakaan Bus, Jalan Kolektor, Kabupaten Madiun Abstract Madiun regency is the place of three major line intersections or meet point by three regencies i.e : Ngawi Regency, Ponorogo Regency, and Nganjuk Regency. Major line intersections which connecting between Madiun Regency with nearest regency surround it, have crossed by 3 criteria bus that is : regency trajectory, inter regency of regions trajectory (Restu, Jaya, Mandala, and Cendana), inter regency inter region trajectory (Sumber Kencono, Mira, Eka) and still have a probability for crossed by tourism bus, possible to increasing of level accident. The purposive of this study is to explain a distribution of bus accident and describe some factors that cause for bus accidents in Madiun Regency on 2012-2014 periods. This study using qualitative method by study case. The method of data collecting is by interview, observation, documentation, and triangulation. The method of data analyzing has three phase that is, reduction, data presenting, and conclusion or verification. As data validation, this study is only by credibility test, dependability test or reability. The result of this study is showing that place which the most happening of bus accidents in collector road Madiun Regency, exactly on collector area of Balerejo. Madiun Regency Police Administrative Unit data have been explained the blackspot area is on Garon village District Of Balerejo The place of bus accident distribution on collector road in Madiun Regency are including into cluster pattern The factors which have influence of bus accident there are : human factor, road condition faktor, and weather factor. The most influencing factor of bus accident on collector road in Madiun Regency is human factor, that cause by  emotion, negligent, mischievous, feel sleepy, and less of wary by bus driver on driving its vehicle. KeyWords : Distribution, Bus Accident, Collector Road, Madiun Regency.
DAMPAK PENAMBANGAN GALIAN C (PASIR) DI PINGGIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG BADRIYAH, LAILATUL
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAMPAK PENAMBANGAN GALIAN C (PASIR) DI PINGGIRAN SUNGAI BRANTAS KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Mahasiswa S1 Pendidikan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya, esaijo98@gmail.com Drs. Kuspriyanto, M.Kes Dosen Pembimbing Mahasiswa Abstrak   Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam ranka upaya pencarian, penambangan, penggalian , pengolahan, pemanfaatan, dan penjualan bahan galian. Keberadaan tambang galian ditengah-tengah masyarakat merupakan wujud usaha masyarakat dalam mempertahankan hidupnya melalui usaha meningkatkan pendapatan. Penambang dan masyarakat yang bermukim di sekitarnya merupakan dua komponen yang saling mempengaruhi. Hal inilah yang melatar belakangi penulis untuk meneliti dampak penambangan galian c (pasir) di pinggiran sungai Brantas Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambangan galian c (pasir) di pinggiran sungai Brantas Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei. Lokasi penelitian Lokasi penelitian di pinggiran sungai Brantas Kecamatan Ngunut  Kabupaten Tulungagung. Sampel dalam penelitian ini adalah KK (kepala keluarga) yang terdampak sekitar tambang pasir. Data primer maupun data sekunder dihimpun melalui wawancara kepada responden dengan panduan kuisioner, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian akan dianalisis dengan skala likert menggunakan teknik analisis deskriptif dengan prosentase. Hasil penelitian mengenai dampak penambangan galian c (pasir) di pinggiran sungai brantas Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung ini telah memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat sekitar tambang, Pernyataan dibuat berdasarkan hal mendasar yang dirasakan setiap responden mengenai keberadaan tambang pasir. Hasil penelitian menyebutkan 32 responden masuk dalam kategori skala penskoran “Sedang” dan 15 responden masuk dalam kategori skala penskoran “Tinggi”. Hasil dari penelitian yang dilakukan menyebutkan bahwa sikap responden lebih banyak dalam kategori “Sedang”, hal ini dikarenakan adanya berbagai dampak negatif yang dirasakan responden. Kebisingan suara disel penyedot  yang didengar waraga sekitar tambang pasir dan asap truk pengangkut adalah jenis keluhannya. Tambang pasir disisi lain memiliki dampak positif  yaitu membantu  perekonomian bagi masyarakat sekitar tambang pasir. Masyarakat sekitar tambang pasir sebanyak 20%  dari 50 responden menyatakan bahwa mereka mendapatkan pendapatan diatas rata – rata per hari (Rp. Rp. 42.600,00). Kata Kunci: Penambangan, Tambang Pasir, Dampak Abstract   Mining is a series of efforts, to excavate, process, utilizen and sell of minerals. The existence of mine excavation among the people is a form of community effort in sustaining life to increase income. Miners and communities living in the vicinity are two components that affect each other. It is the background of the authors to examine the impact of mining excavation c (sand) on the bank of the Brantas river Ngunut Tulungagung subdistrict. This study aims to determine the impact of mining excavation c (sand) on the outskirts of the Brantas river Ngunut Tulungagung subdistrict. This type of research used in this study is a survey research. settin of the research was the bank of the Brantas river Ngunut Tulungagung subdistrict. The sample in this study is KK (head of family) who were affected by sand axcavation. Primary data and secondary data were collected through interviewing respondents using questionnaire guides, observation and documentation, which is then analyzed by a Likert scale using descriptive analysis techniques with percentage. Results of research on the impact of mining excavation c (sand) on the bank of the Brantas River Ngunut Tulungagung subdistrict has given positive and negative impacts for the communities around mining, statements were made by the fundamental things that each respondent felt about the existence of sand mining. The study finds that 32 respondents are categorized as medium scale category of scoring scale "Medium" and other 15 respondents are "High". The result shows that the attitude of respondents are more in medium category, due to a variety of negative effects felt by respondents. among others, the diesel noise is heard Waraga vacuum around the mine sand and smoke trucks. However, it also has positive impact sand mining that is helping the economy of the community around the mine sand. Communities around tamabang sand as much as 20% of 50 respondents state that they earn above - average per day (Rp. Rp. 42600.00). Keyword: mining, sand mining, impact
PENGEMBANGAN MEDIA BELAJAR POP UP PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI SIKLUS HIDROLOGI DAN SISTEM PERAIRAN DARAT DI KELAS X SMAN 2 JOMBANG TAHUN PELAJARAN 2015/2016 NUR ATIKA, YUYUN
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti terhadap pembelajaran khususnya Geografi kelas X SMAN 2 Jombang, ditemukan bahwa pembelajaran bersifat konvensional atau satu arah dan guru tidak menggunakan media pembelajaran sebagai alat bantu dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Guru tidak menggunakan model pembelajaran yang tepat dan bervariatif, serta guru tidak membuat perencanaan yang baik sehingga alur pembelajaran menjadi tidak jelas. Akibat dari itu semua berdampak terhadap hasil pembelajaran siswa yang menurun. Berdasarkan temuan masalah tersebut, maka diperlukan solusi untuk mengatasinya. Solusi yang sesuai dengan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan media belajar Pop Up. Penelitian ini menggunakan metode pemelitian ASSURE (Analize learner,State objectives, Select,modify or design materials, Utilitize media and materials, Require Learner Participation, Evaluate)  yang terdiri dari enam tahapan, yaitu analisis, merumuskan standart dan tujuan pembelajaran, memilih strategi, metode, media dan bahan ajar, penggunaan media dan bahan ajar, partisipasi siswa, dan evaluasi. pengumpulan data penelitian, peneliti menggunakan instrumen lembar observasi dan tes. Lembar observasi digunakan untuk mengamati aktivitas siswa dan guru sedangkan tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa.                 Hasil penelitian menunjukkan media belajar Pop Up dinyatakan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar dengan penilaian kelayakan terhadap bahan ajar oleh guru Geografi sebesar 94,6% dan ahli media sebesar 92,85%. Media belajar Pop Up juga mendapatkan respon sangat baik dari siswa sebesar 83,8%. Hal ini didukung dengan hasil observasi peneliti selama proses pembelajaran meliputi aktivitas siswa selama menggunakan media belajar Pop Up sebesar 83,3% dan guru sebesar 88,77%. Untuk penelitian hasil belajar siswa antara kedua kelas terjadi perbedaan. Melalui uji t-test diketahui ada perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol terhadap penggunaan media belajar Pop Up. Pembelajaran dengan menggunakan media belajar Pop Up menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan siswa yang tidak menggunakan media belajar Pop Up dengan hasil perhitungan p (signifikansi) = 0,002, dimana p < α ; 0,002 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar (posttest) antara kelas kontrol dengan kelas eksperimen. Kata kunci : Kelayakan media belajar Pop Up, respon siswa, hasil belajar siswa Abstract Based on observations made by researchers to study particular geography class X SMAN 2 Jombang, it was found that the learning is conventional or one direction and teachers do not use the media as a learning tool in delivering learning material to learners. Teachers do not use appropriate learning models and varied, and teachers do not make good planning so that the process of learning path becomes unclear. It has an impact on student learning outcomes. Based on the findings of these problems, it needs solutions to overcome them. The solution appropriate is to use the Pop Up media. This study uses method assure that consists of six stages, such as analyzing, formulating standards and learning objectives, selecting strategies, methods, media and teaching materials, using media and teaching materials, student participation, and evaluation. For the collection of research data, the researcher used observation and test sheet instruments. Observation sheet was used for observing the activity of students and teachers while tests were used to measure student learning outcomes. The results showed a Pop Up media is properly  used as teaching materials with a feasibility assessment of the teaching materials by teachers of Geography of 94.6% and 92.85% of media experts. The  Pop Up media also gets very good response from students,  83.8%. This is supported by the result of observation of the researcher during the learning process including student activities during using the Pop Up media of students 83.3% and 88.77% of teachers. There is a difference of the research of student learning outcomes between, these two classes. It is known there is a difference between the experimental class and control class on the use the Pop Up media. Learning by using Pop Up media shows better results than students who do not use the Pop Up media with the calculation results p (significance) = 0.002, where p <α; 0,002 <0,05 so that H0 rejected and H1 accepted. It shows the differences in learning outcomes (posttest) between control and experimental class class. Keywords: Feasibility Pop Up media, student response, student learning.
PERBEDAAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI,TPS,DAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERUBAHAN HIDROSFER DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN DI KELAS X SMA NEGERI 1 BANGSAL NIMAH, ULFATIN
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

oleh guru Geografi SMAN 1 Bangsal masih berpusat pada guru (teacher oriented). Hasil belajar siswa pada tahun ajaran 2014/2015 menunjukkan bahwa dari 385 siswa yang dapat mencapai kompetensi pada materi hidrosfer dan dampaknya terhadap kehidupan hanya 14,80%. Guru perlu menerapkan strategi pembelajaran kooperatif agar pembelajaran lebih menarik dan siswa akan lebih aktif sehingga hasil belajar siswa dapat mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yaitu 75. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang pembelajarannya menggunakan strategi pembelajaran kooperatif antara tipe Group Investigation (GI), Think Pair Share (TPS) dan Team Game Turnament (TGT). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Bangsal dan sampelnya adalah kelas X-6, X-7, dan X-12. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) sehingga diperoleh tiga kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas X-6 berjumlah 32 siswa sebagai kelas eksperimen penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe GI, kelas X-7 berjumlah 32 siswa sebagai kelas eksperimen penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe TPS, dan kelas X-12 berjumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen penerapan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT. Analisis data penelitian ini dilakukan secara normalitas dan homogenitas varians. Pengujian hipotesis digunakan analisis one way analysis of variance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran kooperatif tipe GI, TPS, dan TGT. Hasil Tukey HSD maupun Bonferroni menunjukkan bahwa terdapat rata-rata perbedaan post-test antara strategi pembelajaran GI dan TPS dengan selisih 8,906 dan terdapat perbedaan secara signifikasi dengan nilai p=0,000. Selisih perbedaan antara strategi pembelajaran GI dan TGT sebesar 9,167 dan terdapat perbedaan secara signifikasi dengan nilai p=0,000. Selisih perbedaan antara strategi pembelajaran TPS dan TGT sebesar 18,074 dan terdapat perbedaan secara signifikasi dengan nilai p=0,000 dengan rata-rata hasil belajar GI=77,19, TPS=68,28, dan TGT=86,35. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kooperatif tipe TGT lebih besar dari tipe GI dan TPS.   Kata kunci : GI, TPS, TGT, Hasil belajar.   Abstract Learning strategy used by Geography teacher in state senior high school 1 of Bangsal was teacher oriented. Student learning outcomes at year 2014/2015 showed that only 14,80% from 385 students who could achieve competency on hydrosphere material and its impacts to human life. Teacher needed to apply cooperative learning strategy to make that learning more attractive and students more active so their learning outcomes achieved KKM 75 passing grade.The purpose of this research was to know difference of that student learning outcomes using of GI (Group Investigation), TPS (Think Pair Share), and TGT (Team Game Turnament). This research method used was experimental. The population was all tenth grade students and sample was X-6, X-7, and X-12 class. Three classes sample was taken randomly (random sampling) conserting, that were X-6 class with 32 students as experimental class which applied GI cooperative learning strategy, X-7 class with students as experimental class which applied TPS cooperative learning strategy, and X-12 class with 31 sudents as experimental class which applied TGT cooperative learning strategy. Data were analyzed using normality and varians homogenity. To examine hypothesis was used one way analysis of variance. The result showed that there was difference of student learning outcomes using GI, TPS, and TGT cooperative learning strategy. The result of Tukey HSD and Bonferroni showed that there was average difference in post-test between showed GI and TPS learning strategy with a difference at 8,906 and there was a difference in significance value of  p=0,000. Difference between GI and TGT learning strategy with a difference at 9,167 and there was a difference in significance value of p=0,000. Difference between TPS and TGT learning strategy with a difference at 18,074 and there was a difference in significance value of p=0,000 with an average of learning outcomes like GI=77,19, TPS=68,28, and TGT=86,35.  It can be concluded that student learning outcomes using TGT cooperative learning strategy was higher than student learning outcomes using GI and TPS cooperative learning strategy.   Keywords: GI, TPS, TGT, learning outcome
PENGEMBANGAN MEDIA KARTU MAKE A MATCH PADA MATERI HIDROSFER KELAS X IIS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI TAKERAN MAGETAN TAHUN AJARAN 2015/2016 WINARSIH, DWI
Swara Bhumi Vol 3, No 3 (2016): Vol.3 Nomor 3 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu guru geografi di Madrasah Aliyah Negeri Takeran Magetan diperoleh bahwa selama pembelajaran geografi guru lebih sering menggunakan metode ceramah hal ini terjadi karena sekolah tersebut masih belum banyak media yang dapat digunakan dalam pembelajaran, hal tersebut juga mempengaruhi hasil belajar siswa, oleh karena itu guru memerlukan media permainan yang mampu membuat siswa lebih aktif dalam pembelajaran, menimbulkan interaksi dan pertukaran informasi antar siswa, serta mampu membangkitkan motivasi dan mengasah kemampuan dalam kegiatan belajar bahwa akan membawa pengaruh positif bagi siswa. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menganalisis bagaimana kelayakan media kartu make a match pada pembelajaran geografi khususnya pada materi perairan darat dan perairan laut, respon siswa terhadap pengembangan media pembelajaran kartu make a match, perbedaan hasil belajar siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan media kartu make a match, aktivitas siswa setelah pembelajaran dengan menggunakan media kartu make a match, dan aktivitas guru di kelas eksperimen pada saat pembelajaran dengan menggunakan media kartu make a match. Penelitian ini merupakan penelitia pengembangan yang menggunakan model pengembangan (Analyze Learner, State Objectives, Select Methods, Media, And Material, Utilize Media And Materials, Require Learner Participation, Evaluate And Review) ASSURE. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 1 sebagai kelas eksperimen dan X IIS 2 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, validasi, tes (pretest dan postest) dan angket. Teknik analisis data menggunakan lembar observasi, validasi, tes (pretest dan postest), angket respon siswa dan program SPSS 18. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yaitu dengan menggunakan uji independent sample t-test dan paried sample t-tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media kartu make a match yang telah dikembangkan mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media mendapatkan prosentase sebesar 80% termasuk dalam kategori layak. Angket respon siswa mendapat prosentase sebesar 85%. Penilaian kelayakan media berdasarkan penilaian dosen ahli pembelajar dari segi pembuatan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) mendapatkan prosentase sebesar 87,7% termasuk dalam kategori sangat layak sedangkan penilaian kelayakan media berdasarkan penilaian guru geografi ahli pembelajar mendapatkan prosentase sebesar 77,7% termasuk dalam kategori layak. Hasil belajar siswa menunjukkan adanya kenaikan dimana nilai pretest kelas eksperimen dengan jumlah 26 siswa mendapat nilai sebesar 50,2% dan untuk nilai postesnya sebesar 82,11% sedangkan untuk kelas kontrol dengan jumlah 28 siswa mendapatkan presentase sebesar 50,2% dan untuk nilai postesnya sebesar 80,90%. Disimpulkan bahwa terdapat perbedaan sekitar 2,10% antara hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol, media kartu make a match layak dan efektif  dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi jenis perairan darat dan perairan laut di Madrasah Aliyah Negeri Takeran Magetan. Kata kunci : pengembangan media, media kartu make a match, hasil belajar.