cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Swara Bhumi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 509 Documents
DAMPAK PENUTUPAN LOKALISASI BANGUNSARI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BANGUNSARI KREMBANGAN, SURABAYA PRATAMA, INDRA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kelurahan Dupak Bangunsari merupakan bagian dari Kecamatan Krembangan di Kota Surabaya. Pemilihan daerah penelitian berdasarkan pada kenyataan bahwa daerah tersebut dulunya merupakan tempat lokalisasi dan sekarang sudah beralih fungsi setelah Pemerintah Surabaya menutup tempat lokalisasi tersebut yang berdampak negatif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penutupan lokalisasi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Bangunsari. Penelitian ini termasuk penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga RT 1 pada Kelurahan Bangunsari yang berjumlah 100 kepala keluarga. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan pedoman wawancara, dokumentasi dari instansi terkait dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penutupan lokalisasi kondisi sosial masyarakat mengalami perubahan dalam hal mata pencaharian. Kondisi ekonomi berdampak pada turunnya tingkat pendapatan yang dulunya tergabung dalam kegiatan lokalisasi. Pendidikan yang rendah, membuat masyarakat sulit untuk mencari pekerjaan di luar bidang lokalisasi, banyak dari mantan pelaku yang beralih menjadi wirausaha. Kata Kunci: Lokalisasi, sosial, ekonomi.   Abstract Dupak Bangunsari village a part of Krembangan District at Surabaya Regency. Selection of research areas is based on the fact that the area was once a place of localization and now switching function after the government shut localization Surabaya which have a negative impact on the socioeconomic conditions surrounding communities. The purpose research was to determine the impact of the closure of the localization of the socioeconomic conditions of society Bangunsari. This research was a survey. The population in this study were all heads of families in the village Bangunsari village RT 1 totaling 100 families. The collecting data in this study using the interview, documentation and observation of the Surabaya Goverenment and observation. The results showed that with the closure of the localization of social conditions changed in terms of livelihood. Economic conditions have an impact on the decline in the level of income that was once joined in localization activities. Low education, making it difficult for people looking for a job outside the field of localization, many of the former actors-turned entrepreneur. Keyword:Localization, socio, economic.
PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN, PENDAPATAN ORANG TUA DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA USIA 6 – 15 TAHUN DI KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK NUR CAHYO, WAHYU
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 edisi Yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik tercatat sebanyak 84 kasus pada tahun 2013, 49 kasus di antaranya menjangkit antara usia 6 – 15 tahun yang tersusun dari 46 kepala keluarga yang tersebar di 22 Kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan orang tua, pendapatan orang tua dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada usia 6 – 15 tahun di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan case control. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik sebanyak 46 anak yang terjangkit DBD. Dikontrol oleh orang tua yang memiliki anak yang tidak terjangkit DBD dengan variabel bebas yang mengendalikan adalah tingkat pendidikan akhir yang ditamatkan oleh salah satu orang tua yakni ayah atau ibu. Menggunakan teknis analisis Chi-square dan regresi logistik ganda dengan program SPSS 15.0 Hasil Chi-square untuk variabel pengetahuan dan pendapatan orang tua masing-masing sebesar p = 0,003 dan p = 0,005 memiliki hubungan signifikan. Faktor sanitasi lingkungan pada indikator kepadatan hunian sebesar p = 0,020 p = 0,020 yang secara untuk variabel sanitasi lingkungan. Hasil uji regresi logistik ganda adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD yakni orang tua yang memiliki pengetahuan buruk berpotensi untuk terjangkit DBD sebesar 7,8 kali dibandingkan dengan orang tua yang memiliki pengetahuan baik.   Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Pengetahuan, Pendapatan, dan Sanitasi Lingkungan   Abstract   Cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the Kebomas District Gresik Regency recorded 84 cases in 2013, 49 cases were infected between the age of 6-15 years, composed of 46 heads of families spread in 22 villages. This study aims to determine the effect of parental knowledge, parental income and environmental sanitation on the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) at the age of 6-15 years in the District Kebomas at Gresik Regency. The research used survey analytic research using case control design. Subjects were parents who have Children who infected Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the District Kebomas at Gresik Regency as many as 46 Children were affected by dengue. Controlled by parents who have Children who are not affected by dengue with independent variables that control is the level of education attained by the end of one of the parents are father or mother. Technical analysis uses Chi-square and multiple logistic regression with SPSS 15.0 Results of Chi-square for the variable knowledge and income of parents respectively p = 0.003 and p = 0.005 has a significant relationship. Factors indicators of environmental sanitation in residential density of p = 0.020 p = 0.020 which is for variable environmental sanitation. The results of multiple logistic regression is the most influential factor on the incidence of dengue that parents who have a poor knowledge of the potential for dengue by 7.8 times compared with parents who have a good knowledge.   Keywords: Dengue, Knowledge, Income and Environmental Sanitation
DAMPAK PENUTUPAN LOKALISASI BANGUNSARI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT BANGUNSARI KREMBANGAN, SURABAYA PRATAMA, INDRA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): Volume 1 edisi Yudisium
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kelurahan Dupak Bangunsari merupakan bagian dari Kecamatan Krembangan di Kota Surabaya. Pemilihan daerah penelitian berdasarkan pada kenyataan bahwa daerah tersebut dulunya merupakan tempat lokalisasi dan sekarang sudah beralih fungsi setelah Pemerintah Surabaya menutup tempat lokalisasi tersebut yang berdampak negatif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penutupan lokalisasi terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat Bangunsari. Penelitian ini termasuk penelitian survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga RT 1 pada Kelurahan Bangunsari yang berjumlah 100 kepala keluarga. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan pedoman wawancara, dokumentasi dari instansi terkait dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penutupan lokalisasi kondisi sosial masyarakat mengalami perubahan dalam hal mata pencaharian. Kondisi ekonomi berdampak pada turunnya tingkat pendapatan yang dulunya tergabung dalam kegiatan lokalisasi. Pendidikan yang rendah, membuat masyarakat sulit untuk mencari pekerjaan di luar bidang lokalisasi, banyak dari mantan pelaku yang beralih menjadi wirausaha.  Kata Kunci: Lokalisasi, sosial, ekonomi. Abstract Dupak Bangunsari village a part of Krembangan District at Surabaya Regency. Selection of research areas is based on the fact that the area was once a place of localization and now switching function after the government shut localization Surabaya which have a negative impact on the socioeconomic conditions surrounding communities. The purpose research was to determine the impact of the closure of the localization of the socioeconomic conditions of society Bangunsari. This research was a survey. The population in this study were all heads of families in the village Bangunsari village RT 1 totaling 100 families. The collecting data in this study using the interview, documentation and observation of the Surabaya Goverenment and observation. The results showed that with the closure of the localization of social conditions changed in terms of livelihood. Economic conditions have an impact on the decline in the level of income that was once joined in localization activities. Low education, making it difficult for people looking for a job outside the field of localization, many of the former actors-turned entrepreneur. Keyword: Localization, socio, economic.
HUBUNGAN KEPEMILIKAN FASILITAS BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI MIA SMAN 1 GEDANGAN RISAH PERMADANI, YENI
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Belajar adalah proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku yang baru secara keselutuhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Hasil belajar dipengaruhioleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar tersebut adalah faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal adalah kepemilikan fasilitas belajar sedangkan faktor internal adalah motivasi belajar. Tujuan yang ada pada penelitian ini adalah: 1) mengetahui hubungan kepemilikan fasilitas belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Geografi kelas XI MIA SMAN 1 Gedangan. 2) Mengetahui hubungan motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran Geografi kelas XI MIA SMAN 1 Gedangan. 3) Mengetahui hubungan kepemilikan fasilitas dan motivasi belajar bersama-sama terhadap hasil belajar mata pelajaran Geografi kelas XI MIA SMAN 1 Gedangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji korelasi dan regresi berganda. Hasil analisis data disimpulkan bahwa: 1) ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan fasilitas belajar dan motivasi belajar secara parsial terhadap hasil belajar mata pelajaran Geografi kelas XI MIA SMAN 1 Gedangan. 2) ada hubungan yang signifikan antara kepemilikan fasilitas belajar dan motivasi belajar secara bersamaan terhadap hasil belajar mata pelajaran Geografi kelas XI MIA SMAN 1 Gedangan.   Kata Kunci: kepemilikan fasilitas belajar, motivasi belajar, hasil belajar dan mata pelajaran Geografi  . Abstract Learning is a process conducted by a person to obtain a new behavior changes as a whole as a result of his own experience in interaction with the environment. Learning outcomes are influenced by various factors. Factors that affect the learning outcomes are external and internal factors. External factor is the ownership of the learning facilities while the internal factor is the motivation to learn.  The purpose of this research is: 1) to determine the relationship of learning facilities toward learning outcomes in grade XI geography class of MIA SMAN 1 Gedangan. 2) to determine the relationship of learning motivation toward learning outcomes in grade XI geography class of MIA SMAN 1 Gedangan. 3) to determine the relationship of learning facilities and learning motivation toward learning outcomes in grade XI geography class of MIA SMAN 1 Gedangan. Data collection techniques used in this study was a questionnaire and documentation. Data analysis using correlation and double regression. Based on the results of data analysis, it was concluded that: 1) there is a significant relationship between learning facilities and learning motivation partially on learning outcomes in grade XI geography class of MIA SMAN 1 Gedangan. 2) there is a significant relationship between learning facilities and learning motivation simultaneously on learning outcomes in grade XI geography class of MIA SMAN 1 Gedangan. . Keywords: learning facilities, learning motivation, learning report and Geography Lesson
DAMPAK PEMBANGUNAN JALAN TOL GEMPOL-PANDAAN TERHADAP MASYARAKAT PETANI YANG LAHANNYA DIBEBASKAN DI KECAMATAN PANDAAN KABUPATEN PASURUAN IRSYAD SIDDIQ, MUKHAMMAD
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan telah membebaskan lahan seluas 1.027.790 m2. Kecamatan Pandaan adalah wilayah yang paling banyak dibebaskan lahannya yakni atau 482.249 m2 atau 45,92% dari total kebutuhan lahan. Kebanyakan lahan yang dibebaskan adalah lahan pertanian. Dampak dari pembebasan lahan akan sangat berpengaruh pada petani. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dampak pembangunan jalan tol Gempol-Pandaan terhadap kehidupan sosial petani serta dampak terhadap pertanian. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah petani, yang diambil sampel secara purposive dengan syarat luas lahan yang dibebaskan minimal 500m2, yang merupakan estimasi luas satu petak lahan. Pengambilan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan prosentase. Hasil penelitian yang dikelompokkan atas dampak sosial terhadap masyarakat petani dan dampak terhadap pertanian. Dampak sosial yang ditemukan dari hasil penelitian antara lain: terkait pekerjaan utama, sebanyak 31,25% tidak lagi bekerja sebagai petani dengan 10,42% bekerja diluar pertanian serta 20,83% menganggur; adapun pekerjaan sampingan di bidang pertanian jumlahnya tetap, namun 10,41% lainnya kehilangan pekerjaan sampingan diluar kegiatan pertanian; meningkatkan rerata konsumsi dari Rp. 1.226.101 perbulan menjadi Rp. 1.236.466  (0,85%); menurunkan rerata makan sehari dari 3 kali sehari menjadi 2,98 kali sehari (-0,69%), menurunkan rerata konsumsi daging/ ayam/ susu seminggu dari 1,94 menjadi 1,90 kali seminggu (-2,15%), meningkatkan banyak pakaian yang dibeli setahun dari sebelumnya 1,25 menjadi 1,31 (5,00%); mengenai konsumsi petani pasca uang ganti rugi diberikan, 58,33% petani menggunakannya untuk membeli/ menyewa lahan, 10,42% untuk modal usaha, 33,33% untuk membangun/ merenovasi rumah, 18,75% untuk belanja rutin, 6,25% untuk membeli kendaraan bermotor, 14,58% untuk haji/ umroh, 4,17% untuk tabungan/ investasi, dan 14,58% untuk keperluan lain; sebanyak 8,33% petani pemenuhan kebutuhan pokoknya menjadi jauh lebih baik, 10,42%, lebih baik, 68,75% tetap, 4,17% lebih sulit, dan 8,33% jauh lebih sulit; menimbulkan gangguan keamanan yang dilaporkan oleh 6,25% petani; menimbulkan konflik pada 27,08% petani,  hubungan sosial melemah dalam hal intensitas interaksi pada 4,17% petani namun tidak terjadi pada gotong-royong. Dampak yang ditimbulkan pada pertanian meliputi: menjadikan sempit 37,83% lahan pertanian yang masih diolah petani; memaksa petani untuk berpindah lahan dalam desa 37,04%, keluar desa 51,85%, dan keluar kecamatan 18,52%; terkait perlakuan pada lahan, sebanyak 72,91% petani masih mengolah lahannya, 20,83% petani menyerahkan lahannya dikerjakan orang lain, 4,17% menjualnya, 2,08% untuk usaha non pertanian dan 4,17% membiarkan lahannya bero; mengurangi produksi padi sebesar 18,10%, kacang hijau 62%, kacang tanah 47,66%, dan jagung 44% serta meningkatkan produksi kedelai 106,04%; terkait produktivitas dalam kuintal/ha, terjadi penurunan pada padi 4,14%, kacang hijau 37,73%, jagung 7,65%, namun meningakat pada kedelai 57,87%, dan kacang tanah 11,54%;  serta menimbulkan gangguan dalam bertani yang  dirasakan oleh 20,83% petani. Kata Kunci: dampak pembangunan tol, pembebasan lahan, petani.    
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN MENJADI NON PERTANIAN DI DESA DRANCANG KECAMATAN MENGANTI KABUPATEN GRESIK MAHMUDAH, KURNIA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Daerah perkotaan merupakan konsentrasi penduduk, berbagai kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Kebutuhan lahan untuk pengembangan industri dan perumahan bagi penduduk yang berada di Kota Surabaya yang sedemikian besar menyebabkan semakin sulitnya mencukupi lahan yang memadai di wilayah kota tersebut, akibatnya pengembangan berbagai sektor tersebut merambah keluar wilayah ke daerah pinggiran kota Surabaya. Desa Drancang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik wilayah yang lokasinya berdekatan dengan wilayah Kota Surabaya sehingga menyebabkan tejadi perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi pemukiman dan industri.  Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui perubahan bentuk penggunaan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian di Desa Drancang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, (2) mengetahui dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap matapencaharian penduduk Desa Drancang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik, (3) mengetahui dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap pendapatan penduduk Desa Drancang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Jenis penelitian ini adalah sensus dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian adalah Desa Drancang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Populasinya adalah penduduk yang menjual lahan pertanian di Desa Drancang Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik tahun 2008-2014 sebanyak 107 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui perubahan bentuk penggunaan lahan dan mata pencaharian adalah deskriptif kuantitatif dengan prosentase dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan digunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 2008-2014 terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi industri sebesar 26,7 % dan perubahan menjadi perumahan/pemukiman sebesar 6,57%. Perubahan alih fungsi lahan yang terjadi mengakibatkan perubahan matapencaharian responden, terdapat 26 responden (24,30%) yang beralih matapencaharian dan 81 responden (75,70%) bermatapencaharian sama. Terjadi perubahan signifikan pada pendapatan sebelum dan sesudah alih fungsi lahan yang dibuktikan dengan perhitungan uji-t yang hasilnya p = 0,000 dengan rata-rata pendapatan perbulan sebelum menjual lahan pertanian sebesar Rp 895.000 dan sesudah menjual lahan pertanian sebesar Rp1.200.000. Kata Kunci : Alih fungsi Lahan Pertanian, Perubahan matapencaharian, Pendapatan
PENGEMBANGAN MEDIA DIORAMA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI PERAIRAN LAUT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IIS DI MAN TEMPURSARI NGAWI TAHUN AJARAN 2015/2016 ROBBAYANI, ANNISA
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak  Pembelajaran Geografi memiliki materi-materi yang kompleks seperti materi perairan laut yang diajarkan pada siswa SMA/MA kelas X IIS pada semester genap yang membutuhkan taraf berfikir secara abstrak karena objek tidak dapat diamati secara langsung oleh siswa sehingga sangat menyulitkan siswa dalam belajar dan dapat menimbulkan miskonsepsi pada siswa. Oleh karena itu guru dituntut agar lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran geografi yang bermakna. Dari permasalahan tersebut peneliti mengambil tema penelitian yakni pengembangan media diorama pada materi perairan laut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan media diorama, respon siswa dan perbedaan hasil belajar siswa di kelas eksperimen atau kelas yang menerapkan media diorama dengan kelas kontrol yang tidak menerapkan media diorama. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ASSURE. Lokasi penelitian di Universitas Negeri Surabaya dan MAN Tempursari Ngawi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 1 (Kelas Eksperimen) dan kelas X IIS 2 (Kelas Kontrol). Teknik analisis data menggunakan lembar validasi, angket respon siswa dan progam SPSS 20 for windows. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar yaitu Uji Independent Sample T-Test dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media diorama yang dikembangkan mendapat penilaian kelayakan oleh ahli media sebesar 90% dan ahli materi sebesar 94,28% sehingga total prosentase >81% termasuk kategori sanat layak. Angket respon siswa menunjukkan kategori sangat baik dengan nilai sebesar 96,09%. Untuk Uji-T dengan Uji Independent Sample T-Test dan Paired Sample T-Test menunjukkan ada perbedaan hasil belajar siswa dikelas eksperimen yang menerapkan media diorama dengan kelas kontrol yang tidak menerapkan media diorama. Nilai rata-rata hasil belajar (post test) di kelas eksperimen 81,25 lebih tinggi daripada kelas kontrol yaitu 73,27.   Kata Kunci:         Pengembangan Media, Media Diorama Tentang Perairan Laut
PENGARUH FAKTOR PENGETAHUAN, PENDAPATAN ORANG TUA DAN SANITASI LINGKUNGAN TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA USIA 6 – 15 TAHUN DI KECAMATAN KEBOMAS KABUPATEN GRESIK NUR CAHYO, WAHYU
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik tercatat sebanyak 84 kasus pada tahun 2013, 49 kasus di antaranya menjangkit antara usia 6 – 15 tahun yang tersusun dari 46 kepala keluarga yang tersebar di 22 Kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan orang tua, pendapatan orang tua dan sanitasi lingkungan terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) pada usia 6 – 15 tahun di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan case control. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak yang terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik sebanyak 46 anak yang terjangkit DBD. Dikontrol oleh orang tua yang memiliki anak yang tidak terjangkit DBD dengan variabel bebas yang mengendalikan adalah tingkat pendidikan akhir yang ditamatkan oleh salah satu orang tua yakni ayah atau ibu. Menggunakan teknis analisis Chi-square dan regresi logistik ganda dengan program SPSS 15.0 Hasil Chi-square untuk variabel pengetahuan dan pendapatan orang tua masing-masing sebesar p = 0,003 dan p = 0,005 memiliki hubungan signifikan. Faktor sanitasi lingkungan pada indikator kepadatan hunian sebesar p = 0,020 p = 0,020 yang secara untuk variabel sanitasi lingkungan. Hasil uji regresi logistik ganda adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian DBD yakni orang tua yang memiliki pengetahuan buruk berpotensi untuk terjangkit DBD sebesar 7,8 kali dibandingkan dengan orang tua yang memiliki pengetahuan baik.   Kata kunci : Demam Berdarah Dengue, Pengetahuan, Pendapatan, dan Sanitasi Lingkungan      Abstract   Cases of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the Kebomas District Gresik Regency recorded 84 cases in 2013, 49 cases were infected between the age of 6-15 years, composed of 46 heads of families spread in 22 villages. This study aims to determine the effect of parental knowledge, parental income and environmental sanitation on the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) at the age of 6-15 years in the District Kebomas at Gresik Regency. The research used survey analytic research using case control design. Subjects were parents who have Children who infected Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the District Kebomas at Gresik Regency as many as 46 Children were affected by dengue. Controlled by parents who have Children who are not affected by dengue with independent variables that control is the level of education attained by the end of one of the parents are father or mother. Technical analysis uses Chi-square and multiple logistic regression with SPSS 15.0 Results of Chi-square for the variable knowledge and income of parents respectively p = 0.003 and p = 0.005 has a significant relationship. Factors indicators of environmental sanitation in residential density of p = 0.020 p = 0.020 which is for variable environmental sanitation. The results of multiple logistic regression is the most influential factor on the incidence of dengue that parents who have a poor knowledge of the potential for dengue by 7.8 times compared with parents who have a good knowledge.   Keywords: Dengue, Knowledge, Income and Environmental Sanitation
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA MATERI HIDROSFER SUB BAB SIKLUS HIDROLOGI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IIS 1 SMA NEGERI 2 LAMONGAN ANJAR PUTRIANA DEWI, MERY
Swara Bhumi Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran yang berpusat pada guru membuat siswa pasif dan malas berpikir karena terbiasa hanya menerima penjelasan dari guru tanpa ada partisipasi dari siswa itu sendiri sehingga keaktifan dan kreatifitas siswa tidak dapat tergali. Metode mengajar tradisional seperti itu menjadikan siswa tidak dapat leluasa mengemukakan pendapat. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru mata pelajaran geografi SMA Negeri 2 Lamongan, selama proses pembelajaran siswa kurang aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Guru perlu menerapkan model pembelajaran kooperatif yang dapat menciptakan interaksi antar siswa dalam menyelesaikan permasalahan sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran snowball throwing terhadap hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa kelas X IIS 1  SMA Negeri 2 Lamongan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi Experiment Design dengan desain penelitian yang digunakan adalah non equivalent control group design. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X IIS SMA Negeri 2 Lamogan semester genap tahun ajaran 2015-2016. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data hasil belajar kognitif dilakukan dengan menggunakan program SPSS 20 for windows. Hasil belajar afektif dan hasil belajar psikomotorik dianalisis dengan mengubah nilai frekuensi dalam lembar penilaian dalam persentase.  Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar kognitif siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik daripada siswa yang tanpa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing, hal ini ditunjukkan dengan uji statistik uji-t  sampel bebas antara nilai posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol memperoleh p(sig.) sebesar 0,000. Hasil belajar afektif pada kelas eksperimen menunjukkan hasil pada penilaian sikap spriritual diperoleh rata-rata skor sebesar 83% dan penilaian sikap sosial memperoleh skor rata-rata sebesar 80,5 %. Model pembelajaran snowball throwing memberikan hasil belajar afektif yang termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil belajar psikomotorik menunjukkan hasil pada penilaian keterampilan siswa dalam melaksanakan model pembelajaran snowball throwing diperoleh skor rata-rata sebesar 91% dan penilaian dalam membuat bagan siklus hidrologi telah diperoleh skor persentase rata-rata sebesar 92,8%. Model pembelajaran snowball throwing memberikan hasil belajar psikomotorik yang termasuk dalam kategori sangat baik. Kata kunci: snowball throwing, kognitif, afektif, psikomotorik
KAJIAN KARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN BANYU URIP KOTA SURABAYA ANUGRAH, DARTA
Swara Bhumi Vol 0, No 4 (2017): Volume 4 edisi Yudisium 89
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Banyu Urip Merupakan salah satu koridor perekonomian karena merupakan penghubung antara Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik, sehingga banyak kendaraan atau masyarakat yang lalu-lalang menggunakan Jalan Banyu Urip untuk menuju ke Kabupaten Gresik atau sebaliknya. Dengan banyaknya kendaraan atau masyarakat yang melintas di Jalan Banyu Urip menarik Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menjajakan dagangan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pedagang kaki lima. jenis penelitiannya survey dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 81 pedagnag kaki lima di Jalan Banyu Urip.                 Hasil dari penelitian, untuk karakteristik pedagang kaki lima berdasarkan jenis kelamin, mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 67 responden atau 83%, berdasarkan umur mayoritas berumur antara 47 – 54 tahun sebanyak 35 responden atau 43%, berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas adalah berpendidikan SMP tamat sebanyak 41 responden atau 51%, berdasarkan lama berdagang di jalan banyu urip mayoritas pedagang telah berjualan antara 17 – 21 bulan sebanyak 63 responden atau 78%, berdasarkan asal modal didominasi pedagang kaki lima dengan modal sendiri sebanyak 60 responden atau 74%, berdasarkan pendapatan mayoritas pedagang kaki lima di jalan banyu urip berpendapatan >Rp. 925.000 – Rp. 1.450.000 sebanyak 65 responden atau 80%, berdasarkan status kawin mayoritas sudah kawin sebanyak 79 responden atau 98%, berdasarkan status pekerjaan didominasi pedagang kaki lima berstatus pekerjaan pokok sebanyak 75 responden atau 93%, berdasarkan jenis dagang mayoritas jenis dagang pedagang kaki lima di Jalan Banyu Urip Kota Surabya adalah warung kopi sebanyak 17 responden atau 20%, berdasarkan ketersediaan lahan parkir mayoritas pedagang kaki lima di Jalan Banyu Urip menggunakan badan jalan sebagai lahan parkir sebanyak 61 responden atau 75%. Kata Kunci: Pedagang kaki lima, Karakteristik, Kajian

Page 8 of 51 | Total Record : 509