cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
SOSIALISASI NILAI-NILAI PENGAJIAN MAKRIFATULLAH PADA KELUARGA PENGIKUT PENGAJIAN MAKRI windi Ashari, Sari
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IMPLEMENTASI  MARHAENISME DALAM PENDIDIKAN INDONESIA (STUDI PADA SEKOLAH RAKYAT TUNAS MERDEKA KOTA SURABAYA) DUKA, SYAMSUDIN
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

BIAS GENDER DALAM BUKU TEMATIK SISWA KURIKULUM 2013 (STUDI SEMIOTIKA KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM PENDIDIKAN) NURLAILI ZULMI, BILLAH
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bias gender ternyata masih tumbuh dalam lingkungan pendidikan di negeri ini. Penggambaran peran yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan  masih saja ditemukan dalam buku pegangan siswa. Kurikulum 2013 sebagai kurikulum terbaru yang telah mengalami 3 kali revisi ternyata masih memuat nilai-nilai bias gender. Bias gender tersebut disosialisasikan melalui gambar ilustasi dan teks cerita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membongkar dan mendeskripsikan bentuk-bentuk bias gender yang terdapat dalam Buku Tematik Siswa Kurikulum 2013 Kelas 1 Sekolah Dasar, tema “Kegiatanku”. Penelitian ini menggunakan perspektif teori nurture untuk melihat bahwa bias gender merupakan hasil stereotipe masyarakat. Penelitian ini juga menggunakan metode analisis semiotika C.S Pierce untuk melihat makna dibalik tanda-tanda. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa buku yang ditulis oleh 2 orang perempuan ternyata masih tidak mampu melahirkan suatu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Ketidaksetaraan gender tersebut terbentuk dalam 4 kategori yakni (1) Bias gender dalam peran kerja, membentuk 2 perbedaan peran yakni publik dan domestik, (2)     Bias gender dalam nilai sifat, membentuk 2 perbedaan maskulin dan feminin terkait sifat dan cara berpakaian,  (3) Bias gender  dalam status sosial, membentuk 2 perbedaan terkait kepemimpinan dan pendidikan, dan (4) Bias gender dalam kegemaran, membentuk 3 perbedaan dalam hal olahraga,  permainan, dan kepemilikan barang. Kata Kunci : Bias gender, Kurikulum 2013, Semiotik Pierce   Abstract Gender bias are still growing in educational environment in this country. The illustrations role unequal between man and women still found in handbook for students. The 2013 curriculum as latest curriculum have been revised 3 times are still contain values gender bias. The gender bias socialized through a picture illustration and text story. The purpose of this research is to unpack and described the form of gender bias contained in the thematic curriculum students 2013 class 1 Primary School, theme “Kegiatanku”. This research using perspective the theory of nurture to see that gender bias is the result of the stereotype. This research also uses the analysis semiotics method C.S Pierce to see meaning behind the sign of. The result of research shows that book written by 2 people women apparently still not capable of to bore an equality between men and women. Gender unequal was formed in four categories namely (1) Gender bias in the role of work, forming 2 distinction the role of the public and domestic, (2) Gender bias in value of the nature of gender, forming 2 distinction masculine and related feminine nature and manner of dress, (3) Gender bias in  social status, forming 2 distinction associated leadership and education, and (4) Gender bias in avocation, forming 3 a difference in the sport, game, and possession of goods. Keywords: Gender Bias, 2013 Curriculum, Semiotic Pierce
RESISTENSI TERSELUBUNG BURUH HELPER GUDANG PT UNIRAMA DUTA NIAGA SIDOARJO TERHADAP SISTEM PENGUPAHAN FAUZAN, ACHMAD
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini menggambarkan dan mengidentifikasi adanya resistensi terselubung yang dilakukan oleh buruh helper gudang PT Unirama Duta Niaga Sidoarjo terhadap sistem pengupahan. Sistem pengupahan yang berbeda yang diterapkan dalam perusahaan PT Unirama Duta Niaga yang memunculkan resistensi buruh. Gerakan resistensi buruh dilakukan dengan terselubung atau tertutup. Bentuk perlawanan terselubung buruh ini dengan mencuri barang perusahaan, buruh bermalas-malasan, menjual kardus milik perusahaan, meminta uang bongkaran kepada para sopir, meminta uang atas penggantian barang yang rusak kepada para sopir, dan melanggar peraturan perusahaan. Resistensi terselubung buruh tergolong dalam kelompok semu dalam teori konflik Ralf Dahrendorf. Kajian pustaka penelitian ini menggunakan teori Konflik dari Ralf Dahrendorf. Pada teori konflik ini menerangkan bahwa dalam masyarakat industri terdapat beberapa konsep baru seperti dekomposisi modal, dekomposisi tenaga kerja, dan munculnya kelas menengah baru. Dalam teori konflik Ralf Dahrendorf terdapat otoritas dan posisi. Distribusi wewenang dan otoritas yang berbeda membuat konflik muncul dalam masyarakat industri. Dalam teori koflik ini juga membagi dua golongan kelompok dalam berkonflik yaitu: kelompok Laten dan kelompok Manifes.  Kata kunci: Buruh, Resistensi, Sistem Pengupahan.   Abstract  The study illustrates and identifies the existence of hidden resistance by the workers helper shed PT Unirama Duta Niaga Sidoarjo to the wage system. Different wage systems applied in the company PT Unirama Duta Niaga Sidoarjo which gave rise to labor resistance. The movement of labo resistance is done by hidding and closing. The form of hidden resistance of the workers with the merchandise of the company, the lazy loberers, selling the companys cardboard, asking money for dismantling the driver, asking for money for the replacement of demaged goods, and violating company regulations. The hidden resistance of the worker belongs to n artificial group in the conflict theory of Ralf Darendorf. The study of this research literature uses conflict theory Ralf Dahrendorf. In this conflict theory explains that in industrial society there are several new concepts such as capital decomposition, decomposition of labor, and the emergence of a new middle class. In this theory of conflict Ralf Dahrendorf there is authority and position. The distribution of different powers and authorities makes conflict appear in industrial societies. In theory this conflict also divides 2 groups of group in conflict that is: latent groups and manifest groups. Keywords: Labor, Resistance, and Wage system.
PRAKTIK SOSIAL KOMUNITAS METALHEAD ‘SIDAYU BERISIK’ DWI PRASETYO, IRWAN
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAKNA SEKOLAH INKLUSI BAGI PENYELENGGARA PENDIDIKAN SDN KEBON AGUNG II SUKODONO, SIDOARJO Nursyah Abdillah, Bagus
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sekolah inklusi merupakan sekolah yang berbasis multikultur. Permasalahan yang sering terjadi, sekolah yang ditunjuk menjadi sekolah inklusi tidak siap menjalankan kebijakan itu. Akibatnya siswa berkebutuhan khusus yang mendaftar di sekolah tersebut ditolak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana makna sekolah inklusi bagi penyelenggara pendidikan di SDN Kebon Agung II Sukodono, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, dengan metode kualitatif. Subjek penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive yakni kepala sekolah, pendidik, guru pendamping khusus. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan cara observasi dan proses wawancara. Hasil dari penelitian  menjelaskan temuan tentang because motif meliputi, (a) penunjukkan sekolah inklusi dipahami sebagai keterpaksaan, (b) sekolah inklusi dipahami sebagai sekolah yang tanpa diskriminasi dan berasaskan multikultur yang menjadikan bangga pendidik, (c) sekolah inklusi merupakan wujud nyata peran orang tua dalam menjadikan siswa ABK setara dengan siswa reguler. Sedangkan pada temuan in order to motif meliputi (a) pendidik mampu menerima siswa berkebutuhan khusus dan melakukan pengajaran secara professional yang mampu mengembangkan siswa ABK, (b) penunjukkan sekolah inklusi merupakan cara untuk memperoleh sarana prasarana, dana bantuan khusus dan cara untuk masuk sugra, (c) adanya kesetaraan yang diberikan sekolah untuk guru relawan seperti guru kelas. Kata Kunci : Sekolah inklusi, Multikultural, Anak berkebutuhan khusus.   Abstract Educational inclusion is a multicultural school. Problems often occur, designated schools become inclusive schools are not ready to implement the policy. As a result, disabilities students who enroll in school was rejected. This study aims to determine how the meaning of inclusive schools for education providers in SDN Kebon Agung II Sukodono, Sidoarjo. This study uses a phenomenological theory of Alfred Schutz, with qualitative methods. Subjects selected by using purposive ie, principals, educators, special assistant teachers. Collecting data in the field is done by observation and interview process. Results of the study explain the findings of Because motive include, (a) the appointment of inclusive schools is understood as a necessity, (b) inclusion school is understood as a school without discrimination and berasaskan multicultural make proud educator, (c) inclusion school is a realization of the role of parents in making ABK students on par with regular students. While the findings in order to motive include (a) educators able to accept disabilities students and do the teaching in a professional manner so as to develop disabilities students, (b) the appointment of inclusive schools is a way to acquire the infrastructure, special assistance fund and how to get into heaven, (c) the equity provided by schools for teachers volunteer as classroom teachers. Keywords: School inclusion, Multikultural, Disabilities.
IDENTIFIKASI INTERAKSI SOSIAL LANSIA PENGHUNI LIPONSOS YULIATI, ANITA
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RASIONALITAS BURUH UD. KAWAN KITA DALAM MENYELESAIKAN PERSELISIHAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (STUDI DI SERIKAT BURUH SEJAHTERA INDONESIA DI SURABAYA) AL VIYATIN, VINNA
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rasionalitas sebagai dasar tindakan individu yang disertai dengan pemikiran logis atas apa yang dilakukan. Ada berbagai pertimbangan dan kemungkinan yang ada di balik tindakan seseorang. Penelitian ini tentang tindakan 28 buruh UD. Kawan Kita dalam menyelesaikan perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialaminya, dan tindakan memberi kuasa kepada serikat buruh sejahtera Indonesia (SBSI). Tujuan penelitian ini (1) Menganalisis rasionalitas buruh UD. Kawan Kita dalam menyelesaikan perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK), (2) Mengungkap peran dan mekanisme SBSI dalam menyelesaikan perselisihan hubungan industrial. Teori yang digunakan dalam penelitian ini ialah tindakan sosial Max Weber. Jenis penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan interpretative understanding untuk melihat dan memahami tindakan buruh. Subjek dari penelitian ini adalah buruh UD. Kawan Kita yang mengalami skorsing dan pemimpin SBSI Kota Surabaya yang ditetapkan melalui teknik purposive. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data Miles dan Hubermas digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama buruh melakukan gugatan ke jalur hukum atas kasus yang menimpanya ialah motif ekonomi. Alasan lain buruh karena adanya rasa kecewa dan marah atas perlakuan perusahaan. Apabila merujuk dari tujuan dan sikap buruh UD. Kawan Kita dalam melakukan tindakan penyelesaian perselisihan melalui serikat buruh, ada 3 tipe tindakan sosial yang terlihat, rasionalitas instrumental, rasionalitas nilai, dan tindakan tradisional. Peran SBSI dalam kasus ini ialah sebagai alat buruh untuk mencapai tujuannya. Kata Kunci : Rasionalitas, Buruh, PHK, Serikat Buruh   Abstract Rationality as the base of individual action which is accompanied by the logical thinking over what is done. There are various considerations and the possibilities behind someone’s act. This research about the act of 28 UD kawan kita’s labours on resolving the disputes of work relation discontinuance which is experienced by them and the act gives the power to the Sejahtera’s labour union (SBSI).. The purpose of this research (1) to analyse rationality of UD kawan kita’s labour in resolving disputes of the labour extermination (PHK) (2) uncover the mechanism of SBSI in resolving disputes in industrial relations. A theory that used in this research is the social act of max weber. The kind of this descriptive research is adopting interpretative understanding to see and understand the act of the labour union. The subject of this research is UD Kawan Kita’s labour who is being under suspension and the leader of labour union in Surabaya who is chosen through purposive technique. The Technique of data collection are observation, interview, and documentation. Technique data analysis of Miles and Hubermas are used in this research. The result of research showed that the main reason of the labour commits a lawsuit to legal channels upon the case which afflict them is the economical motive in addition the disappointment and angry on treatment of the company. If referring from aim and attitude of UD. Kawan Kita’s labour in the act of resolving the dispute through labour union. There are 3 types of social acts which are visible, instrumental rationality, rationality value, and traditional act. The SBSI’s role in this case is for the labour’s tool to achieve their objective. Keyword: Rationality, Labour, PHK, Labour Union
KONSTRUKSI REMAJA KATOLIK SUATU PAROKI DI SURABAYA TENTANG PERILAKU SEKS BEBAS ELIDA PURBA, ANNA
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas tetang fenomena yang terjadi di kalangan Remaja Katolik di salah satu paroki yang ada di Surabaya. Maraknya perilaku seks bebas dikalangan remaja saat ini tidak terkecuali bagi remaja yang tergolong aktif dalam kerohanian. Masalah ini menjadi keprihatinan masyarakat dan gereja terutama para orangtua. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan konstruksi sosial Peter L. Berger.  Subjek penelitian terdiri dari enam orang remaja paroki yang terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi berupa filenote/catatan lapangan. Hasil wawancara kemudian dimuat dalam bentuk transkip dan dianalisis untuk menemukan makna terdalam hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa konstruksi perilaku seks bebas yang dimaknai oleh remaja Katolik Paroki adalah perilaku seks yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan tanpa adanya ikatan pernikahan, dan perilaku tersebut bukan saja karena didasari oleh cinta melainkan sebagai pelampiasan nafsu dan sebagai hiburan semata. Tindakan ini biasanya berlangsung setelah adanya rayuan-rayuan dan sanjungan diantara mereka, hingga semua bisa tercapai. Namun demikian, untuk membenarkan tindakan ini, pihak laki-laki seringkali menggunakan alasan bahwa tindakan tersebut merupakan bukti cinta diantara mereka yang harus diwujudkan. Kata kunci: Remaja Katolik dan Perilaku seks bebas, dan moral Katolik     Abstract  This research talk about the phenomenon happened in teenagers catholics in one parish in surabaya. The free sex with a teenager was no exception for teenagers who are active in a chaplaincy. The issue has become concern society and churches especially parents. The methodology executed is qualitative the methodology the social construction peter l .Berger. The subject of study consisting of six teenagers appeared parish consisting of three laki-laki and three females. Data collection method done with interview, observation, and documentation of filenote / field notes. Interviews and loaded in the form of transkip and analyzed to discover the meaning of the results.The result of this study concluded that construction sexual behavior free seen by teenager catholic parish is sexual behavior that is carried by men and women without any the boundaries of a marriage, and these behaviors are not only because based on by love but as go appetites and as an amusement alone .The act of this usually held after the rayuan-rayuan and flattery of them, after all can be achieved. However, to justify the act of this, the men often using reason that such action is proof of love of them was meant to be summons.               Keywords: Catholic Youth, Free Sex Behavior, and Catholic morals
MAKNA REHABILITASI BAGI PENGGUNA NARKOBA DI UPT REHABILITASI ANAK NAKAL KORBAN NAPZA SURABAYA ASMITA MADJID, MIRANTI
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyalahgunaan narkoba di Jawa Timur menduduki peringkat kedua setelah DKI Jakarta. terbukti pengguna narkoba di Jawa Timur terdapat 800 ribu hingga 900 ribu orang dengan usia pengguna narkoba adalah antara 15-35 tahun. Maka dari itu, bantuan dari Pemerintah dan intansi-instansi yang terkait sangat diperlukan sebagai program pemulihan bagi para pengguna narkoba. Penelitian ini menggunakan fenomenologi Alfred Schutz untuk membongkar motif sebab (because of motive) dan motif tujuan (in order to motive) dari pengguna narkoba mengikuti proses rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam (indepth interview) dan observasi. Analisis data diawali dengan menelaah data dan mengkategorisasikan data yang diperoleh kemudian menganalisis dengan menggunakan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini adalah motif sebab yang dimiliki pengguna narkoba akan mempengaruhi tindakan-tindakan sosial yang dilakukan dalam proses rehabilitasi untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Motif sebab dari pengguna narkoba diantaranya kurangnya pemahaman terhadap penggunaan narkoba, kurangnya perhatian dan kasih sayang dari keluarga, pengaruh dari lingkungan pergaulan dan pelarian diri dari masalah dan motif tujuan dari pengguna narkoba adalah rehabilitasi sebagai pemulihan dari ketergantungan narkoba, rehabilitasi sebagai peluang memperoleh keterampilan kerja, rehabilitasi sebagai bimbingan mental dan rehabilitasi sebagai bimbingan sosial Kata kunci: because of motive, in order to motive, fenomenologi, pengguna narkoba, rehabilitasi. Abstract Drug abuse in East Java was ranked second after DKI Jakarta. Proven drug users in East Java there are 800 thousand to 900 thousand people with age of drug users is between 15-35 years. Therefore, assistance from the Government and the relevant agencies is essential as a remedial program for drug users. This research uses Alfred Schutz phenomenology to uncover the motive of cause (motive of motive) and purpose motive (in order to motive) of drug users following the rehabilitation process. This research uses qualitative research method using Alfen Schutz phenomenology approach. Data were collected through indepth interview and observation. Data analysis begins with reviewing data and categorizing data obtained then analyzed by using phenomenology. The results of this study is the motive for the possession of drug users will affect the social actions taken in the rehabilitation process to achieve the goals to be achieved. The reason motives of drug users include lack of understanding of drug use, lack of attention and affection from family, the influence of social environment and escape from the problems and motives of the objectives of drug users is rehabilitation as recovery from drug dependence, rehabilitation as an opportunity to acquire work skills, Rehabilitation as mental guidance and rehabilitation as social guidance Keywords: because of motive, in order to motive, phenomenology, drug users, rehabilitation.