cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PETANI PEMILIK LAHAN DI DESA BOJOASRI KECAMATAN KALITENGAH LAMONGAN DALAM MENGHADAPI BANJIR NURFIANAH,
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berbicara mengenai strategi adaptasi yang dilakukan oleh petani pemilik lahan di Desa Bojoasri Kecamatan Kalitengah Lamongan dalam menghadapi banjir yang menggenangi lahan pertanian mereka. Desa Bojoasri termasuk dalam kawasan “bonorowo” yang pada setiap musim hujan selalu tergenang banjir, namun masyarakat setempat tetap tinggal dan bertahan di rumah masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat upaya atau strategi yang dilakukan oleh masyarakat petani pemilik lahan yang ada di Desa Bojoasri dalam mengatasi kondisi lahan pertanian mereka ketika tergenang banjir. Selain itu, juga mencakup bagaimana rasionalitas serta pola perilaku atau keseharian mereka ketika terjadi banjir, termasuk didalamnya bagaimana kesadaran masyarakat tersebut dalam memahami dan memaknai banjir yang terjadi di Desa mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori rasionalitas Weber. Subjek penelitian dipilih dengan teknik purposive, yakni petani pemilik lahan. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa upaya yang dilakukan oleh masyarakat petani pemilik lahan di Bojoasri dalam menanggulangi lahan mereka yang terendam banjir adalah dengan menggunakan “waring”. Panen padi di Bojoasri hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun. Para petani pemilik lahan di Bojoasri tidak pernah menjadikan petani sebagai profesi satu-satunya. Banjir juga dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mencari penghasilan tambahan dengan menangkap ikan di sungai. Semua tindakan dan upaya yang dilakukan oleh para petani pemilik lahan tersebut dapat dikategorikan menjadi empat tipe tindakan, tindakan rasional instrumental, tindakan rasional berorientasi nilai atau rasionalitas nilai, tindakan afektif, dan tindakan tradisional.   Kata Kunci : Banjir, Daerah Bonorowo, Strategi Adaptasi. Abstract This research about adaptation strategies by the farmer of existing landowners in Bojoasri village Kalitengah Lamongan in the face of floods that inundated their agricultural land. Bojoasri village is in “bonorowo” area which is always flooded in every rainy season, but the people still survive and stay in their own home. The purpose was to see effort or strategies made by the farmers of existing landowners in Bojoasri village to cope with the condition of their farmland is flooded. It also includes how their rationality and pattern of behavior or daily life when flood season, including how the awareness of people and understanding the flood which occurred in their village. This research is qualitative with the perspective rationality theory of Weber. Subjects were selected using purposive sampling technique is farmer of existing landowners. Data collection techniques is interviews, observations and documentation, while data analysis techniques is qualitative data analysis techniques. The result shows that the efforts made by the farmers of existing landowners in Bojoasri village in tackling their flooded land are using “waring”. Rice harvest in Bojoasri village can be done only one a year. They never make that farmers is only one of their profession. Flood is also used by many people to seek additional income with catching fish in the river. All of the actions and effort made by the farmers of existing landowners can be categorized into four types of actions, instrumental rational action, value-oriented rational action or value rationality, affectual action and traditional action.   Keyword: Flood, Bonorowo Area, Adaptation Strategies.
INTERAKSIONISME SIMBOLIK PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KARAOKE KELUARGA X2 SIDOARJO Ilawatus Z, Wahyu
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sektor industri yang berkembang pesat di Indonesia saat ini adalah pada sektor industri hiburan salah satunya adalah bisnis karaoke keluarga. Tidak jarang ditemukan fenomena pekerja seks yang mengais rejeki di tempat hiburan malam seperti karaoke keluarga. Tempat hiburan malam cenderung dikenal lebih tertutup dalam proses interaksinya. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan guna memahami interaksi dengan simbol-simbol verbal maupun non verbal, dan bagaimana mind dan self pada pekerja seks komersial di karaoke keluarga X2 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan pada penelitian ini yakni teori Interaksionisme Simbolik milik George Herbert Mead.  Subyek penelitian ini dipilih menggunakan teknik snow ball. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan melakukan reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data di lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya simbol komunikasi verbal maupun non verbal. tujuan lebih kearah saling membutuhkan guna mencari pelanggan atau pengguna jasa seks untuk menggunakan jasanya. Sedangkan komunikasi verbal dan non verbal dari interaksi pekerja seks komersial dengan sesama pekerja seks komersial digunakan lebih kearah persaingan dalam dunia atau ruang lingkup kerja mereka. Dimensi “I” cenderung muncul pada ketika mereka sedang berinteraksi dengan orang terdekatnya. Dimensi “Me” cenderung muncul pada ketika mereka berada di lingkungan kerja. Kata Kunci: Interaksionisme Simbolik, Pekerja Seks Komersial, Karaoke Keluarga   Abstract The rapidly growing industrial sector in Indonesia today is in the entertainment industry sector, one of which is the family karaoke business. Not infrequently found the phenomenon of sex workers who earn a fortune in nightspots such as family karaoke. Night spots tend to be known to be more closed in the interaction process. Therefore this research is done to understand the interaction with verbal and non verbal symbols, and how mind and self in commercial sex worker in family karaoke X2 Sidoarjo. This research uses qualitative approach. The subjects of this study were selected using snow ball technique. Data analysis techniques in this study by reducing, presenting data and drawing conclusions. Data collection techniques in the field conducted by interviews, observations and documentation. The theory used in this research is the theory of symbolic interactionism of George Herbert Mead. The results of this study indicate that there is a symbol of verbal and non verbal communication. more goals towards each other in order to find customers or users of sex services to use his services. While verbal and non verbal communication from the interaction of commercial sex workers with fellow commercial sex workers is used more towards competition in the world or the scope of their work. The "I" dimension tends to appear when they are interacting with their nearest person. The "Me" dimension tends to appear when they are in the work environment.            Keywords: Symbolic Interactionism, Commercial Sex Worker, Family Karaoke
MASYARAKAT MISKIN URBAN DI STREN KALI BARATA JAYA SURABAYA Zulfiyah, Iffah
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Salah satu faktor penyebab tingginya angka kemiskinan di Indonesia adalah dengan adanya urbanisasi yang dilakukan oleh masyarakat tanpa diimbangi dengan ketrampilan yang cukup. Urbanisasi merupakan salah satu gejala yang banyak menarik perhatian, karena tidak hanya berkaitan dengan masalah demografi, tetapi juga mempunyai pengaruh penting terhadap proses pertumbuhan ekonomi. Dalam batas-batas tertentu urbanisasi dapat mendorong pembangunan tetapi sebaliknya dapat juga menghambat pembangunan. Masyarakat miskin akibat dari adanya urbanisasi yang terjadi di Stren Kali Barata Jaya Surabaya, membuat  masalah baru di kota Surabaya semakin bertambah. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian mengenai masyarakat miskin urban yang berada di Stren Kali Barata Jaya Surabaya. Penelitian ini mengidentifikasi bentuk cara bertahan hidup masyarakat miskin di Stren Kali Barata Jaya Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di pemukiman yang berada Stren Kali Barata Jaya Surabaya. Hasil penelitian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan Kemiskinan muncul karena sumber daya manusia yang kurang berkualitas, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan upaya untuk menghapuskan belenggu kemiskinan. Kemiskinan akan menimbulkan masalah baru jika tidak segera diatasi, seperti tingginya angka kriminalitas, suburnya tingkah laku menyimpang dalam masyarakat dan berpotensi sebagai salah satu penyebab masalah sosial yang dapat mengguncang stabilitas pemerintahan. Oleh karena itu, kemiskinan dapat digunakan sebagai ukuran berhasil tidaknya pemerintah melaksanakan tugas dalam pembangunan masyarakat. Jika pemerintah gagal dalam melaksanakan pembangunan masyarakat hingga mengakibatkan kurangnya kesejahteraan mereka maka dengan bersusah payah masyarakat yang tergolong miskin harus bertahan untuk keberlangsungan kehidupan mereka.      Kata Kunci: Masyarakat, Urbanisasi, Kemiskinan  Abstract One of the causes of the high poverty rate in Indonesia is that with urbanization conducted by people with no offset with sufficient skills. Urbanization is one of the symptoms that a lot of attention, because it not only relates to the demographic problem, but also have an important effect on the process of economic growth. Within certain limits urbanization can promote development, but the reverse can also hamper development. The poor result of urbanization that occurred in Stren Kali Barata Jaya Surabaya, create new problems in the city of Surabaya is growing. Therefore, researchers conducted a study on the urban poor who are in Stren Kali Barata Jaya Surabaya. This study identified a form of survival of the poor in Stren Kali Barata Jaya Surabaya. This research method using qualitative research with phenomenological approach. The research was carried out in settlements is Stren Kali Barata Jaya Surabaya. Results were analyzed using analytical models Miles and Huberman.Hasil studies show Poverty exists because human resources are of lesser quality, and improve the quality of human resources is an effort to eliminate poverty. Poverty will create new problems if not addressed, such as the high rate of criminality, the proliferation of aberrant behavior in society and potentially as one of the causes of social problems that can destabilize the government. Therefore, poverty can be used as a measure of success or failure of the government to implement tasks within the development community. If the government fails to implement community development to result in a lack of welfare they then painstakingly people who are poor must endure for the continuation of their lives.              Keywords: People, Urbanization, Poverty
MEMANFAATKAN USIA PRODUKTIF DENGAN USAHA KREATIF INDUSTRI PEMBUATAN KAOS PADA REMAJA DI GRESIK Sukmaningrum, Adisti
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REPRESENTASI CITRA POLISI LALU LINTAS DALAM ACARA 86 NET Raihan, Ahmad
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polisi adalah suatu pranata umum sipil yang mengatur tata tertib (orde) dan hukum. Kepolisian di Indonesia tercatat mengalami berbagai perkembangan dari awal kemerdekan hingga seperi sekarang ini. Namun dibalik berkembangan Polri dari masa ke masa, masyarakat justru memandan Polri semakin buruk ditambah lagi beberapa kasus yang menguncang tubuh Polri seperti “Cicak vs Buaya”. Polri tentunya menyadari perlunya memperbaiki citranya dimasyarakat, salah satunya melalui program 86 di Net.tv. penelitian ini bertujuan untuk melihat representasi polisi lalu lintas dalam program 86. Penelitian ini secara metodologi merupakan penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah polisi lalulintas dalam tayangan 86, dengan pendekatan analisis wacana Van Djik.  Dari hasil penelitian ditemukan jika polisi lalu lintas sering direpresentasikan lebih humanis baik dari segi keramahan maupun kepedulian terhadap masyarakat. Acara ini juga sekaligus untuk membantah stigma negatif terhadap polisi utamanya polisi lalu lintas.  Kata kunci : Polri, Polisi lalu lintas, Representasi, wacana  
MODAL SOSIAL MEDICAL REPRESENTATIVE PERUSAHAAN FARMASI DI KOTA MADIUN Wulandari, Ratih
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan farmasi menarik untuk dibahas karena produknya merupakan salah satu kebutuhan pokok. Obat menjadi salah satu faktor penyembuhan untuk masalah-masalah kesehatan. Kesehatan merupakan salah kunci bagi keberlangsungan masyarakat. Medical Representative merupakan bagian dari industri farmasi yang ikut menjadi komponen penting dalam perusahaannya. Medical Representative memiliki tugas menyampaikan benefit kepada dokter-dokter dan juga tenaga medis. Medical Representative sebagai ujung tombak perusahaan yang khusus menjual obat, mereka harus mampu memasarkan produknya secara baik dan konsisten, yakni dengan menggunakan strategi pemasaran komunikasi secara langsung atau tatap muka antara Medical Representative sebagai penjual, dengan dokter sebagai user. Penelitian ini bertempat di Kota Madiun. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah modal sosial yang dikemukakan oleh Robert D Putnam. Penelitian ini menggunanakan metode kualitatif dengan pendekatan etnometodelogi, yang mengamati perilaku individu dalam mengambil tindakan yang disadarinya, cara mengambil tindakannya atau cara mereka belajar dalam mengambil tindakan itu. Pemilihan subjek dilakukan secara snowball, teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara sebagai pendukung kemudian melakukan dokumentasi. Hasil penelitian ini yakni para Medical Representative menggunakan modal sosial Robert D Putnam yang berfokus pada jaringan sosial, dimana jaringan harus dibangun mulai dari awal dengan cara mendekati dokter secara personal. Kedua yakni, kepercayaan menjadi unsur penting dalam modal sosial yang merupakan perekat bagi langgengnya hubungan anatara Medical Representative dengan dokter. Medical Representative akan melakukan kunjungan rutin dengan dokter untuk mendapatkan kepercayaan darinya. Ketiga adalah norma, yang digunakan oleh Medical Representative sebagai acuan untuk bertindak dan membatasi diri dari perilaku-perilaku yang tidak baik untuk menjaga nama baik perusahaan Kata Kunci : Medical Representative, Modal Sosial. Abstract The development of pharmaceutical is interesting to discuss because its product is one of the basic needs. Medication becomes one of the healing factors for health problems. Health is one of the keys to community sustainability. Medical Representative is a part of the pharmaceutical industry that has become an important component in the company. Medical Representative has the duty to convey benefits to doctors and medical personnel. Medical Representative as the spearhead of companies that specialize in selling drugs, they must be able to market their products in a good and consistent manner, that is by using direct communication marketing strategy or face-to-face between Medical Representative as seller, with doctor as user.This research placed in Madiun. This study uses social capital theory proposed by Robert D Putnam. This research uses qualitative methods with an etnometodelogical approach, which observes the behavior of individuals in taking actions they are aware of, how to take their actions or how they learn to take that action. The selection of subjects is done by snowball, data collection techniques using observation and interviews as supporting data then perform documentation. The result of this study are the Medical Representative using social capital by Robert D Putnam that focuses on social networks, where the network must be built from scratch by approaching the doctor personally. Secondly, that is trust, trust becomes an important element in social capital that is a glue for the eternal relationship between Medical Representative and physician. Medical Representative will make regular visits with the doctor to gain trust from him. Third is the norm, which is used by the Medical Representative to act and limit them selves from bad behaviors to keep the company’s good name. Keywords: Medical Representative, Social Capital 
KONFLIK DUALISME KEPEMIMPINAN PADA KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHASURYA JAWA TIMUR MARCELAWATI, YENI
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami sumber konflik, mengidentifikasi bentuk konflik, menjelaskan dampak konflik dan memahami saluran peredam konflik dualisme kepemimpinan pada Komando Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui perspektif fungsionalisme konflik Lewis Coser. Coser melihat konflik sebagai kondisi di mana secara positif, konflik membantu mempertahankan struktur sosial dan mencegah pembekuan sosial. Lokasi penelitian dilaksanakan pada Komando Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur. Subyek penelitian menggunakan purposive sampling yaitu berdasarkan keanggotaan dan penempuhan jabatan serta pendidikan dasar selama di Menwa. Teknik pengumpulan data primer meliputi wawancara, observasi dan teknik pengumpulan data sekunder yaitu dengan telaah dokumen terkait Komando Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur. Teknik analisis data Miles dan Hubermas digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian menunjukan konflik dualisme kepemimpinan pada Komando Resimen Mahasiswa Mahasurya memunculkan pengaruh positif yaitu penguatan struktur organisasi pada Komando Resimen Mahasiswa Mahasurya Jawa Timur. Didasari dengan sumber konflik atas ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap kinerja Staf dan pengabaian permohonan regenerasi Danmenwa Mahasurya periode sebelumnya. Pihak yang terlibat konflik antara lain Danmenwa versi SK Satpol PP yang dinaikan derajatnya menjadi SK Gubernur serta keputusan forum paguyuban pimpinan perguruan tinggi se- Jawa Timur dengan Danmenwa versi Komandan Komando Nasional Menwa Indonesia. Akibatnya munculah bentuk konflik dengan perebutan tongkat komando dan kegiatan pendidikan yang terbagi menjadi tiga versi dalam tahun yang sama. Saluran peredam konflik melalui audiensi dengan jajaran Pangdam V Brawijaya dan forum paguyuban pimpinan Pembantu Rektor III se Jawa Timur.              Kata Kunci: Konflik, Dualisme, Kepemimpinan, Resimen Mahasiswa Mahasurya 
JARINGAN SOSIAL PEDAGANG BARANG ANTIK DI KOTA SURABAYA (STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF TENTANG PEDAGANG KLITHIKAN BARANG ANTIK DI JALAN BODRI KOTA SURABAYA) Hayyu Parasmo, Tri
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pusat perdagangan dan komunitas barang antik di Kota Surabaya merupakan tempat terjadinya transaksi jual – beli barang yang memiliki nilai kuno dan bernilai seni tinggi, serta merupakan tempat interaksi sesama pecinta barang antik untuk mendapatkan barang antik sesuai keinginan. Akan tetapi untuk memperoleh barang antik dibutuhkan usaha dari para pedagang dalam proses pengadaan barang antik yang nantinya akan dijual. Penelitian ini menjelaskan tentang jaringan sosial yang terdapat pada para pedagang barang antik di Jalan Bodri Kota Surabaya dalam mendapatkan barang antik dan berusaha untuk menjabarkan aktor yang terlibat didalamnya. Tujuan dari penelitian ini ialah mendeskripsikan pola dan bentuk jaringan sosial pedagang barang antik, mendeskripsikan pelaku yang terlibat dalam jaringan sosial dan mendeskripsikan fungsi masing-masing aktor yang terlibat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori jaringan sosial dari James S. Coleman.. Subjek penelitian ini yaitu para pedagang barang antik yang menjalankan bisnisnya melalui jaringan sosialnya dan peran aktor makelar, tengkulak dan pengepul dibaliknya. Penelitian ini menggunakan teknik analisis model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya jaringan sosial dalam  bisnis barang antik guna membangun hubungan sosial antara satu sama lain yang secara dinamis saling terjalin. Aspek modal sosial di dalam jaringan sosial memainkan peran penting yaitu kepercayaan dan resiprositas yang terjadi antara pedagang dengan pedagang, makelar dengan tengkulak, tengkulak dengan pengepul, dan pedagang dengan tengkulak ketika terjadi proses perburuan barang antik. Sedangkan hubungan antara makelar dan tengkulak terdapat jaringan tersembunyi yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk memperoleh hasil maksimal. Kata kunci : Jaringan Sosial, Peran Aktor, Pedagang Barang Antik.    Abstract The center of commerce and antiques community in Surabaya is the place where the sale and purchase of goods that have ancient value and high artistic value, as well as a place of interaction among antique lovers to get the antique as desired. However, to obtain the antiques required the efforts of the traders in the process of procurement of antiques that will be sold. This research explains the social networking of antique dealers in Jalan Bodri Kota Surabaya in getting antiques and trying to describe the actors involved in it. The purpose of this study is to describe the patterns and forms of social networks of antique dealers, to describe the actors involved in social networks and to describe the functions of each of the actors involved. This study used a qualitative approach with social network theory perspective from James S. Coleman. The subject of this research is the antique dealers who run their business through social network and the role of actors realtor, wholesalers and collectors behind it. This research uses analytical model analysis techniques interactive Miles and Huberman. The results of this study indicate the existence of social networks in the antiques business in order to build social relationships between each other that are dynamically intertwined. The social capital aspect in social network plays an important role of trust and reciprocity between traders and traders, brokers with middlemen, wholesalers with collectors, and traders with middlemen in the process of hunting for antiques. While the relationship between realtor and middleman there is a hidden network that is done as one way to obtain maximum results. Keywords: social network , the role of actors , antique dealer.
POLA PENGASUHAN ANAK PADA KELUARGA TKW DI  KECAMATAN SRENGAT KABUPATEN BLITAR Andhika Sutiana, Mega
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pola asuh merupakan usaha orangtua dalam membina anak dan membimbing anak baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa. Ketika ibu bekerja sebagai seorang TKW diluar negeri maka seorang anak membutuhkan peran atau figur orang lain atau anggota lain sebagai pengganti ibu dalam proses sosialisasi dan internalisasi nilai. Sejauh ini belum terlalu banyak fakta yang diungkap tentang pola asuh dan proses pendidikan anak TKW yang ditinggal oleh ibu kandungnya. Sehingga perlu adanya pembahasan yang menggambarkan tentang proses pola asuh anak TKW secara mendalam. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pola asuh dan proses internalisasi nilai dan norma pada anak keluarga TKW di daerah Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi.Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara maupun peneliti sendiri. Keabsahan dilakukan dengan triangulasi data. Analisis data dimulai dari reduksi data, kategorisasi, penyajian data (display), kemudian diakhiri dengan penarikan kesimpulan. Berdasarkan temuan data di lapangan diperoleh hasil bahwa pola asuh yang diterapkan orangtua wali anak TKW tidak bersifat mutlak menggunakan pola asuh otoriter, demokratis, maupun permisif. Pada dasarnya pola asuh tersebut lebih bersifat campuran. Hal ini ditinjau dari perlakuan wali terhadap anak meliputi pengelolaan keuangan, pemenuhan pendidikan, dan pemenuhan hak anak dalam berkomunikasi dengan orangtua. Kata Kunci: Pola asuh, anak,keluarga   Abstract Parenting is a venture development of the child and parents in guiding children in both mind and his body from birth to adulthood. When she worked as a migrant worker abroad, the child takes the role or figure someone else or another member as a substitute mother in the process of socialization and internalization. So far not too many facts are revealed about the upbringing and education process of children of migrant workers abandoned by his biological mother. Thus the need for discussion describes the process of parenting maids in depth. This research was conducted with the aim to describe parenting and internalizing values ??and norms on child migrant families in the District of Srengat Blitar. This type of research is qualitative descriptive. Data was obtained through interviews, observation, and dokumentasi.Instrumen used in the form of interview guidelines and the researchers themselves. The validity of the data is done by triangulation. Data analysis started from the data reduction, categorization, data presentation (display), then ends with a conclusion. Based on the findings of field data obtained that parenting applied by parents guardians are not absolute TKW using authoritarian parenting, democratic, and permissive. Basically parenting are largely mix. It is observed from the treatment guardians of children include financial management, compliance education, and fulfillment of children in communicating with parents. Keywords: parenting, child,children of migrant workers
MAKNA WARUNG KOPI BAGI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI STAI MIFTAHUL ULUM PANYEPPEN PALENGAAN PAMEKASAN ISNAWATI,
Paradigma Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomor 1 (2018)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini pertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang warung kopi bagi mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Penyeppen Palengaan “ Kota Pamekasan” bahwa di dalam warung kopi terdapat proses dan aturan warung kopi yang berupa unsur-unsur  simbolik, sebagai pengukapan atau keinginan dalam bersilaturahmi dengan orang lain dari rasa keinginan yang merupakan sebuah wujud berkomunikasi yang  ditunjukan kepada orang lain dengan cara bersosialisasi khususnya dan mendapatkan manfaat bagi mahasiswa dalam mengeratkan suatu hubungan yang erat yaitu siraturahmi bagi mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam di STAI Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan Pamekasan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menggukan teori interaksi simbolik. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah  wawancara, pengamatan berpartisipatif, observasi langsung dan dekomentasi menggunakan catatan, buku, surat kabar. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif verifikasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa latar belakang berdirinya warung kopi mahasiswa program studi pendidikan agama islam panyeppen palengaan “Kota Pamekasan”. Yaitu sebagai bentuk keresahan kondisi warung kopi terhadap mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam STAI Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan Pamekasan, sebagai wujud pengaktualisasikan dalam mengeratkan suatu hubungan, karena mahasiswa yang mampu membentuk masyarakat moralitas. Proses “makna warung kopi bagi mahasiswa program Pendidikan Agama Islam Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan” meliputi beberapa tahap yaitu interaksi sosial yang dimiliki mahasiswa dalam mematangkan kreatifitas dan komunitas berdasarkan perspektif ideologi dalam memahami kegiatan atau aktifitas mahasiswa dalam bersosialisasi. Respon masyarakat terhadap mahasiswa STAI Miftahul Ulum dalam melakukan aktifitas di warung kopi atau dengan istilah kata nongkrong itu sudah biasa karena sudah menjadi bagian gaya hidup anak muda masa kini. Kata Kunci: Makna,Warung Kopi, Mahasiswa. Abstract  This study aims to describe the background of a coffee shop for students of Islamic religious education study program pamper "city of pamekasan" that inside the coffee shop there is a process and rules of coffee shop in the form of symbolic elements, as a prelude or desire in relation with others from the taste the desire which is a form of communicating that is shown to others by socializing in particular and get benefits for students in tightening a close relationship of visit for students of Islamic Studies program at STAI Miftahul Ulum Panyeppen Palengaan Pamekasan. This research uses a type of discriminative method qualitative with used theory of symbolic interaction. The data collection techniques used are interviews, participatory observation, direct observation and the decommissioning using notes, books, newspapers. While the data analysis technique using model interactive analysis verification. The results revealed that the background of the establishment of a coffee shop student of Islamic studies education program panyeppen palengaan "city pamekasan". Namely as a form of restless coffee shop conditions against students of Islamic religious education program STAI Miftahul Ulum panyeppen palengaan pamekasan, as a form of actualization in hooking a relationship, because students are able to form a society of morality. The process of "coffee shop meaning for students of Islamic religious education program Miftahul Ulum panyeppen palengaan" includes several stages of social interaction owned by students in finalizing creativity and comonomy based on ideological perspective in understanding the activities or activities of students in socializing. Public response to students STAI Miftahul Ulum in doing the activity shop coffee or with the term "hangout" is already common because it has become part of the lifestyle of young people today.  Keywords: Meaning,  coffee shop, student