cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
FENOMENOLOGI RESISTENSI SANTRI TERHADAP TATA TERTIB PONDOK PESANTREN MUTOHAROH,
Paradigma Vol 5, No 2 (2017): Vol 5 Nomer 2 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kebanyakan Pondok Pesantren memberlakukan aturan-aturan ketat dan sangsi dengan maksud mendisiplinkan dan membentuk kepribadian santri. Tetapi kenyataannya masih adanya resistensi santri terhadap tata tertib diantaranya keluar pondok tanpa izin, tidak ikut piket, tidak sholat berjamaah. Penelitian ini mengungkap proses resistensi santri terhadap tata tertib Pondok Pesantren. Penelitian ini menggunakan teori konflik Randall Colins. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Peneliti memiliki subjek yaitu santri yang sering melakukan resistensi dan santri yang baru pertama kali melakukan resistensi. Teknik pemilihan informan yaitu dengan cara purposive. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan in-dept interview, sedangkan pada teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Hubberman, teknik analisis ini menggunakan tiga tahap diantaranya reduksi data, display atau penyajian data dan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa santri yang melakukan resistensi terhadap tata tertib adanya kondisi objektif santri berupa status sosial, alasan mondok, latar belakang pendidikan, kondisi orang tua, kultur. Selanjutnya adanya pola pendisiplinan tubuh santri diantaranya otoritas, nilai moral, kultur, hukuman, pembeda sangsi. Kemudian tidak terlepas dari bentuk resistensi yang dilakukan santri mulai dari terbuka dan tertutup. Selain itu proses resistensi tidak terlepas dari adanya kehidupan subjektif santri, kekuasaan mempengaruhi pengalaman subjektif santri, dan kekuasaan mengkontrol kegiatan santri. Terakhir dampak yang ditumbulkan dari resistensi dibagi menjadi dua yaitu untuk Pondok diantaranya peraturan semakin ketat, mencemarkan nama pondok dan santri sendiri mendapatkan sangsi, labelling anak nakal, kepuasan pribadi, bahan perbincangan orang lain. Kata Kunci: Resistensi, Santri, Tata Tertib, Kekuasaan 
POLA RESISTENSI MAHASISWA TERHADAP DOSEN Zainullah,
Paradigma Vol 5, No 2 (2017): Vol 5 Nomer 2 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MOTIF WARIA PENARI ULAR DALAM ACARA PESTA DI SURABAYA NIDA MAJIDAH, SARAH
Paradigma Vol 5, No 2 (2017): Vol 5 Nomer 2 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Seni adalah suatu bentuk aktivitas yang mencerminkan suatu keindahan yang beragam dan dapat dimunculkan melalui ekspresi, tindakan keterampilan maupun hiburan Umumnya bentuk seni yang berkembang saat ini seni sebagai hiburan contohnya tarian ular. tari tersebutmerupakan kreasi dari tarian perut yang berasal dari Negara Timur Tengah. Tarian ini lazimnya dilakukan oleh perempuan tetapi di Surabaya justru dilakukan oleh seorang waria dalam acara pesta. Penelitian kualitatif ini membahas tentang motif sosial waria penari ular dalam acara pesta di Surabaya dengan pendekatan konsep teori Alferd Schutz. Waktu Penelitian dilakukan dari Agustus – Oktober 2016. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pekerjaan sebagai penari ular mulai diminati oleh para waria sejak tahun 2000. Dibalik praktiknya yang sempat menjadi kontraversi, para waria penari ular tetap bertahan sebagai penari dikarenakan berbagai motif yang terdiri dari motif sebab dan motif tujuan. Because of motif yang didapat yaitu tertarik dengan hal baru, kebutuhan sosialisasi dengan lingkungan sekitar, pengakuan masyarakat tentang waria penari ular kurang, sulit mencari pekerjaan, kondisi perekonomian dan hobi yang tertanam sejak kecil. Sedangkan dari pekerjaan sebagai penari ular para informan memiliki tujuan tersendiri untuk dapat dicapai yaitu menjadi entertainer sejati, ingin mendapatkan banyak teman, ingin dikenal masyarakat dengan ciri khas yang dimiliki, mendapatkan penghasilan lebih dan menyalurkan (mengeksplor) bakat. Kata kunci : Motif, Waria, Seni   Abstract   Art is a form of activity that reflects a diversity of beauties and can be expressed through expressions, acts of skill and entertainment Generally the art form that develops today art as entertainment for example snake dance. The dance is a creation of belly dance originating from the middle east country. This dance is usually done by women but in Surabaya it is done by a transvestite in the party. This qualitative research discusses the social motives of shemale snake dancers in a party event in Surabaya with the approach of Alferd Schutz theory concept. Time research conducted from august to october 2016. Based on the results of the study can be concluded that the work as a snake dancer began to demand by the shemale since 2000. Behind the practice that had become a contraversy, the transsexual snake dancers still survive as a dancer due to various motives consisting of motives cause and motive purpose. Because of the motive that is attracted by the new things, the need for socialization with the surrounding environment, the public recognition of shemale are less snake, difficult to find a job, economic conditions and hobbies are embedded since childhood. While the work as a snake dancer the informants have their own goals to be achieved that is to be a true entertainer, want to get many friends, want to be known by the community with their own characteristics, earn more income and channel (explore) talent.                 Keywords: Motives, shemale , Art
MASYARAKAT MULTIKULTUR PERKOTAAN ( STUDI RELASI ANTARETNIS DALAM KEGIATAN EKONOMI DI WILAYAH PERAK SURABAYA ) NITI PRAKASITA, DHIKA
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS MODAL SOSIAL PADA PELAKSANAAN PENDIDIKAN DI SMAN MODEL TERPADU BOJONEGORO Rizki Rahmawati, Eka
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pendidikan saat ini tidak terlepas dari berbagai masalah salah satunya adalah internasionalisasi pendidikan. Internasionalisasi pendidikan menyebabkan terciptanya sekolah dengan biaya yang lebih tinggi, tetapi kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas sebagai penunjang kehidupan generasi muda menyebabkan sebagian besar masyarakat tidak memperdulikan biaya dan tetap memilih sekolah tersebut, karena keunggulan yang dimiliki oleh sekolah. Keunggulan  itu merupakan modal sosial yang digunakan oleh sekolah untuk melaksanakan pendidikan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk modal sosial yang dimiliki oleh pelaksana pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri Model Terpadu (SMAN-MT) Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan teori Modal Sosial Coleman. Penelitian ini menggunakan metode kualitataif dengan pendekatan dari perspektif teori Modal Sosial Coleman. Subyek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive yaitu murid, guru dan kepala sekolah serta orang tua murid. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya modal sosial yang dimiliki SMAN-MT dalam pelaksanaan pendidikan. Bentuk-bentuk modal sosial tersebut adalah modal sosial yang dimiliki murid, modal sosial yang dimiliki guru, modal sosial yang dimiliki kepala sekolah dan modal sosial yang dimiliki orang tua murid. Modal sosial tersebut masing-masing memiliki indikator kepercayaan, jaringan sosial dan norma. Kata Kunci : Modal Sosial, Pendidikan, Sekolah Abstract Education is currently not in spite of the various problems one of which is the internationalization of education. Internationalization of education led to the creation of schools with a higher cost, but public demand for quality education as the younger generation life support cause most people do not care about the cost and still choose the school, because the advantages possessed by the school. Excellence is the social capital that is used by schools to implement education. This study focused to determine the forms of social capital owned by implementing education at State High School Integrated MODEL (SMAN-MT) Bojonegoro. This study uses the theory of social capital Coleman. This study uses a qualitative approach from the perspective of the theory of social capital Coleman. The subjects of this study were selected using purposive technique that students, teachers, headmaster and parents. Collecting data in the field through interviews, observation and documentation. The results of this study show that the presence of social capital owned by SMAN-MT in the implementation of education. The forms of social capital are social capital owned by students, social capital owned by teachers, social capital owned by headmaster and social capital owned by the parents. The social capital each had indicators trust, social networks and norms. Keyword : Social Capital, Education, Educational
KONSTRUKSI MASYARAKAT DESA GAYAM TENTANG KEBIJAKAN DANA ALOKASI KHUSUS PENDIDIKAN KABUPATEN BOJONEGORO Nikmatur Rohmah, Dwi
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tanah Indonesia dikenal sebagai tanah surga karena kesuburannya. Di Bojonegoro terdapat pertambangan minyak gas yang terletak di Desa Gayam. Untuk mewujudkan sumber daya alam menjadi berkah, Pemkab Bojonegoro bersama Exxon Mobil Cepu Limited mengeluarkan kebijakan Dana alokasi khusus pendidikan  (DAK) yang diperoleh dari hasil ekplorasi dan eksploitasi migas Bojonegoro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi masyarakat Desa Gayam tentang kebijakan DAK pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teoritik Peter L. Berger. Subjek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik Purposive yaitu warga yang bertempat tinggal di Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, warga yang mempunyai anak yang sekolah di SMA/MA/SMK sederajat, dan warga yang tidak mempunyai anak yang sekolah di SMA/MA/SMK sederajat. Pengambilan data dilapangan dengan menggunakan observasi dan wawancara. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat yang mendapatkan DAK pendidikan cenderung menerima, sedangkan mereka yang tidak mendapatkan DAK pendidikan menolak kebijakan tersebut. Penolakan ini tidak hanya karena mereka tidak mendapat DAK pendidikan saja, akan tetapi anggapan mereka bahwa pendidikan tidak hanya tanggung jawab orang tua dan migas seharusnya memberi kompensasi menyeluruh atas dampak yang dibuatnya. Kata Kunci: Konstruksi, Gayam, Kebijakan, DAK  Abstract The land of Indonesia is known as the heaven land because of its fertility. In Bojonegoro there is a mining of oil and gas which are located in Gayam Village. Realize the natural resources be a blessing, the Bojonegoro Pemkab and Exxon Mobil Cepu make a policy of allocation fund special for education (DAK) which is obtained from the exploration and exploitation of Bojonegoro oil and gas.This research aims to know the construction of Gayam Village community about the Bojonegoro regency’s policy of DAK education. This study use a qualitative approach with Peter L. Berger’s theoretical perspective. The subjects of this study were chosen by Purposive technique, that are  Gayam Village resident, Gayam District, Bojonegoro Regency. Residents who have children who are schooling in senior high school and Residents who do not have children who are schooling senior high school. taking data in the field uses observation and interview method. The results of this study indicate that the construction of the community: the people who get DAK education tends to receive the policy but  those who do not get DAK education reject the policy. This refusal is not only because they do not get DAK education  but also because of their assumption that education is not only the parent’s responsibility. So  emcl should provide thoroughly a compensation for the impact which they makes. Keywords: construction, Gayam, Policy, DAK
STRATEGI PERJUANGAN SERIKAT BURUH DALAM TUNTUTAN KENAIKAN UPAH DI KABUPATEN JOMBANG SETYAWAN, HERY
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Upah menjadi harapan bagi buruh untuk meningkatkan kesejahteraan hidup buruh dan keluarganya. Perjuangan buruh untuk meningkatkan kesejahteraan melalui perjuangan upah menjadi sejarah panjang sejak lahirnya buruh pada tahun 1870 sampai dengan sekarang. perjuangan yang dilakukan buruh untuk meningkatkan nilai upah seringkali diwarnai dengan pemogokan dan aksi massa. Penelitian ini mengkaji tentang strategi perjuangan Serikat Buruh Plywood Jombang (SBPJ) – Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) dalam perjuangan kenaikan upah di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Tujuannya, yakni untuk mengetahui strategi perjuangan serikat buruh dalam tuntutan kenaikan upah serta apa saja hambatan yang muncul dan capaian yang diraih. Untuk menjawab tujuan penelitian, menggunakan teori konflik untuk menganalisis  konflik yang muncul antara buruh/proletar dan pengusaha/borjuasi. Selanjutnya, penggunaan teori gerakan sosial untuk mengetahui perjuangan buruh dalam tuntutan kenaikan  upah dan bagaimana strategi yang digunakan untuk mencapai tuntutan kenaikan upah. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan fenomena sosial yang terjadi pada subyek serikat buruh plywood Jombang dalam melakukan perjuangan kenaikan upah. Digunakan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan fakta yang terjadi dalam perjuangan kenaikan upah yang dilakukan Serikat Buruh Plywood Jombang. Hasil penenlitian menjelasakan bahwa dalam proses penentapan upah SBPJ-GSBI mengunakan dan memadukan dua strategi gerakan massa dan advokasi. Gerakan massa digunakan untuk menekan pememerintah dan dewan pengupahan. Dalam meakukan gerakan massa SBPJ tidak hanya mengalang kekuatan di internal saja tapi memperluas gerakan dengan membangun Front persatuan antara serikat buruh ataupun diluar serikat buruh (masyarakat, mahasiswa, LSM dan akademisi). Advokasi mempunyai kedudukan untuk menguatkan gerakan massa yang dilakukan SBPJ-GSBI. besar kecilnya kenaikan upah sanggat dipengaruhi dengan besar kecilnya gerakan massa.   Kata kunci : Serikat Buruh, Gerakan Sosial, Upah, Konflik   Abstract Wage is a hope for labour to increase their welfare and their family one. Labour struggle to increase their welfare by wage struggle has been it’s long history since 1870 until now. Labour struggle to increase their wage often happened by mass action and strike. This reseach is study about Serikat Buruh Plywood Jombang-Gabungan Serikat Buruh Indonesia (SBPJ-GSBI)-Jombang Playwood Labour Union-Indonesian Labour Union Federation; in wage struggle in Jombang district, East Java. This reseach has the goal to know the labour union strategic in it’s struggle for increase the wage, to know the threat and the target has reached. To reach the goal of this reseach, we use the conflict theory to analize conflicts between labour versus company. And then also used social movement theory to know labour struggle to increase their wage and how are their strategic to reach it. This reseach’s method is descriptive qualitative reseach to descripting social reality in SBPJ’s wage struggle as the subject. We also use case studies to find the fact in this case. It’s output says that SBPJ use two strategic in their wage struggle: mass movement and legal advocacy. Mass movement used to push the government and wage council. SBPJ’s mass movement not only based on their mass base, but also build alliance with student’s movement, NGO and intellectual movement. Legal advocacy has it’s potition to strange their mass movement. The goal that reach on their struggle are depend of the power of mass movement.   Keyword: Labour union, social movement, wage, conflict.
RASIONALITAS SANTRI NGAWULO DI PONDOK PESANTREN SUNAN DRAJAT Rahayu, Yunita
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

REPRODUKSI KELAS PADA PILIHAN SEKOLAH SD DAN MI DI DESA MEDALEM KECAMATAN MODO KABUPATEN LAMONGAN AYU KEMBANGSARI PITALOKA DG, PUTRI
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini melihat Reproduksi Kelas pada orang tua siswa yang ada menyekolahkan anaknya di Desa Medalem Kecamatan Modo Kabupaten Lamongan. Tujuannya adalah untuk mendeskripskan reproduksi kelas yang dilakukan oleh orang tua murid dalam memilih sekolah untuk anaknya. Metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan reproduksi kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan teknik wawancara. Hasil penelitian menunjukkan banyak sekali bentuk reproduksi kelas yang dilakukan orang tua secara sadar maupun tidak dalam  menentukan pilihan sekolah bagi anaknya. Orang tua yang ada di SDN Medalem menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut karena alasan murahnya biaya, pengalaman pribadi keluarga, serta letak sekolah yang berdekatan dengan wilayah basis NU. Hal ini dikarenakan memang orang tua siswa yang ada di SDN Medalem rata-rata memiliki basis organisasi agama NU. Para orang tua siswa yang ada di MI Medalem menyekolahkan anaknya di MI Medalem didasarkan atas pengalaman pribadi keluarga sebelumnya yang sudah pernah menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Alasan lain adalah karena anaknya ingin dibekali dengan ilmu agama sejak kecil bukan hanya ilmu pendidikan formal. Indikator ekonomi tidak menjadi masalah karena status sosial ekonomi mereka yang mampu. Pertimbangan terakhir adalah sekolah MI Medalem memiliki basis organisasi agama Muhammadiyah. Kata kunci: Reproduksi Kelas, Sekolah, Orang tua. Abstract This study looks at Class Reproduction in parents of existing students send their children in Medalem Village District Modo Lamongan District. The aim is to describe class reproduction done by parents in choosing a school for their children. Descriptive qualitative research method with class reproduction approach. Data collection was done by observation technique and interview technique. The results show that there are many forms of class reproduction that parents do consciously or unconsciously in determining school choice for their children. The parents at SDN Medalem send their children to the school for reasons of low cost, personal family experience, and the location of schools adjacent to the NU base area. This is because the parents of students in the Primary School Medalem have a base of NU religious organizations. The parents of the students at MI Medalem send their children to MI Medalem based on the personal experience of previous families who have already sent their children to school. Another reason is because his son wanted to be equipped with the science of religion since childhood is not only the science of formal education. Economic indicators do not matter because of their socioeconomic status. The last consideration is MI Medalem school has a Muhammadiyah religious organization base. Keywords: Reproduction Class, School, Parent.
PENERAPAN KURIKULUM 2013 DI SMA NEGERI 1 PACIRAN (ANALISIS PRAKTIK SOSIAL PIERRE BOURDIEU) WRIEDHA RIA YOSHIKA, PANDU
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik sosial guru dalam penerapan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, jenis penelitian deskriptif, perspektif Pierre Bourdieu tentang praktik sosial yang didalamnya terdapat Habitus, Modal, Ranah dan Praktik yang memunculkan adanya dominasi peran guru dalam penerapan kurikulum 2013. Teknik pengambilan data dengan cara observasi, wawancara (indept interview), dan dokumentasi berupa foto dan dokumen sekolah. Teknik analisis data model analisis interaktif Miles dan Huberman yang terdapat tiga komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan serta pengujian kesimpulan. Hasil dari penelitian ini, bahwa guru junior mempunyai habitus dan modal yang baik. Kurikulum 2013 memberikan peluang lebih bagi guru junior untuk lebih mendominasi perannya dalam ranah sekolah. Guru junior lebih dipercaya untuk menjadi bagian dari struktur organisasi sekolah, dikarenakan memiliki kualitas diri yang baik dan lebih tanggap akan informasi terbaru dibandingkan dengan guru senior. Guru junior yang sudah mempunyai posisi tinggi akan berusaha untuk mempertahankan posisi tersebut, sedangkan guru senior yang sudah mempunyai posisi pun beberapa ingin mempertahankan posisi tersebut, namun kebanyakan memilih untuk mengalah dan bergantian dengan guru junior untuk memajukan sekolah.  Kata Kunci: Dominasi Peran, Kurikulum 2013 dan Praktik Sosial. Abstract This research aims to understand the social practices of teachers in the implementation of curriculum 2013 using the qualitative method, descriptive type of research, and Pierre Bourdieu’s perspective about social practices in which there are condition, stock, domain, and practice that brings the teachers’ domination at the implementation of curriculum 2013. The data retrieval technique were using observation, interview (indept interview), and documentation of photos and school. Data analysis technique were analysis interactive Miles and Huberman model consist of three components such as data reduction, data presentation and testing conclusion. This study results show that junior teachers have good condition and stock. curriculum 2013 provides more opportunities for young teachers to more dominant at the domain of school. Junior teachers are more reliable to be part of the school organization, because of having better quality and more responsive for latest information than senior teachers. Junior teachers who already have a good position will attempt to keep it, meanwhile a few of senior teachers who already have kind of position attempt to keep it and give away or taking turns with the junior ones to to advance their school. Keywords: Dominance Role, Curriculum 2013 and Social Practices.