cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
PARTISIPASI MASYARAKAT DESA KAYULEMAH DALAM PEMBANGUNAN PASCA PENERAPAN UNDANG-UNDANG DESA CHABIB SURAYA, MOCHAMAD
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Konsep desentralisasi dan tentang otonomi daerah mulai berjalan sejak disahkannya oleh Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 dan direvisi lagi melalui  Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014. Sejak disahkannya Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa desentralisasi dijalankan dalam wilayah pemerintahan yang lebih kecil, yaitu desa. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana Partisipasi masyarakat desa Kayulemah kecamatan Sumberrejo kabupaten Bojonegoro dalam Pembangunan. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat desa Kayulemah kecamatan Sumberrejo kabupaten Bojonegoro dalam pembangunan serta untuk mengetahui perubahan sosial yang terjadi paska diterapkannya Undang-undang nomor 6 tahun 2014. Untuk menjawab tujuan penelitian, menggunakan teori demokrasi dan teori perubahan sosial. Penyebab terjadinya perubahan sosial adalah pada sistem nilai gagasan, sistem pengetahuan dan sistem kepercayaan yang ada di masyarakat. Dalam hukum tentunya juga terdapat nilai-nilai yang diberikan kepada pelaksana hukum. Sistem nilai dan gagasan inilah yang akan menjadi dasar dari perubahan sosial. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif deskriptif dengan mendeskripsikan fenomena sosial yang terjadi pada subyek lembaga pemerinah desa Kayulemah dan masyarakat desa Kayulemah dalam partisipasi pembangunan. Digunakan pendekatan studi kasus untuk mendapatkan fakta yang terjadi dalam partisipasi masyarakat desa Kayulemah paska diterapkannya Undang-undang nomor 6 tahun 2014. Hasil penelitian menjelaskan bahwa dalam partisipasi masyarakat desa Kayulemah dalam pembangunan yang pertama diwujudkan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa (musrenbangdes). Dalam musyawarah tersebut menghasilkan usulan-usulan yang mengakomodir kepentingan masyarakat karena dihadiri oleh seluruh lembaga didalam desa Kayulemah. Kedua, adanya perubahan fungsi lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang dahulu melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa (perdes) dan peraturan kepala desa, sekarang Badan Permusyawaratan Desa (BPD)  melakukan pengawasan kinerja kepala desa dan menyelenggarakan musyawarah desa. Sehingga status derajat kekuatan legitimasi antara BPD dan Kepala Desa adalah seimbang. Kata kunci : Perubahan Sosial, Partisipasi Masyarakat, Pembangunan Desa   Abstract The concept of decentralization and on regional autonomy has been running since the enactment of Law No. 22 of 1999 and revised again through Law No. 23 of 2014. Since the enactment of Law No. 6 of 2014 on Village Decentralization is run in smaller areas of government, Namely the village. This study examines how Participation of Kayulemah village community Sumberrejo district Bojonegoro district in Development. The goal is to know how the participation of Kayulemah village community Sumberrejo district Bojonegoro district in development and to know the social changes that occurred after the enactment of Law number 6 of 2014. To answer the purpose of research, using the theory of democracy and the theory of social change. The cause of social change is the value system of ideas, knowledge systems and belief systems that exist in society. In the law of course there are also values that are given to the executor of the law. This system of values and ideas will be the basis of social change. The method used is descriptive qualitative research by describing the social phenomenon that occurs on the subject of Kayulemah village government institutions and Kayulemah village community in the participation of development. A case study approach is used to derive facts that occur in Kayulemah village community participation after the enactment of Law No. 6 of 2014. The results of the study explained that in the participation of Kayulemah village community in the first development is realized in the village development planning (musrenbangdes). The deliberations resulted in proposals that accommodate the interests of the community because it was attended by all institutions within Kayulemah village. Secondly, there is a change in the function of the Village Consultative Agency (BPD), which previously supervised the implementation of village regulations and village head regulations, now the Village Consultative Board (BPD) performs supervision on the performance of the village head and organizes village deliberations. So the status of the power of legitimacy between the BPD and the Village Head is balanced. Key word: Social Change, Community Participation, Rural Development
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT TEBUIRENG SETELAH ADANYA WISATA RELIGI MAKAM GUS DUR KHOTIMAH, NURUL
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Abdurrahman wahid merupakan presiden ke 4 indonesia. Selama menjabat menjadi presiden beliau merupakan sosok yang cerdas  dan memiliki visi kenegaraan yang cemerlang dan memiliki kredibilitas tinggi oleh karena itu beliau di senangi oleh masyarakat. Semenjak beliau wafat, beliau di makamkan di komplek pemakaman Tebuireng. Alasan beliau di makamkan di Tebuireng karena beliau lahir dan di besarkan di Tebuireng. Semenjak keberadaan makam beliau di Tebuireng membuat Tebuireng ramai di datangi oleh para peziarah. Tujuan dari pada penelitian ini adalah (1) Mengetahui struktur ekonomi, struktur sosial, struktur budaya masyarakat Tebuireng sebelum adanya wisata religi makam Gus Dur, (2) Mengetahui struktur ekonomi, struktur sosial, struktur budaya masyarakat Tebuireng setelah adanya wista religi makam Gus Dur, (3) Mengetahui perubahan sosial masyarakat Tebuireng setelah adanya wisata religi Makam Gus Dur. Melakukan ziarah kubur ke makam suci sangatlah populer bagi masyarakat jawa. Ziarah makam terdapat tiga jenis situs kepercayaan yaitu kepercayaan masyarakat muslim Jawa, Hindu, atau Budha. Selain itu ziarah makam dapat meningkatkan devisa bagi pemerintah dan masyarakat. Tenik penelitian meggunakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnometodologi. Hasil dari penelitian bahwasannya terdapat perubahan, perubahan yang terlihat yaitu  perubahan sosial, ekonomi, dan perubahan budaya. Perubahan yang sangat terlihat yaitu perubahan ekonomi masyarakat sekitar. Semenjak keberadaan wisata makam, perekonomian masyarakat sangat meningkat. Kata kunci : Perubahan sosial, ekonomi, budaya, pariwisata Abstract Abdurrahman wahid is the fourth president of Indonesia. During became president, he is an intelligent person and have sparkle vision of the state and also he have high credibility therefore many people love him. Since he passed away, he buried in the funeral complex of Tebuireng. The reason why he burried in there, because he was born and grew up in Tebuireng. During he buried in Tebuireng, it make Tebuireng crowded of pilgrims. The purpose of this research is (1) Knowing of economic structure, social structure, community culture structure of Tebuireng before the grave tour religion of Gus Dur existed. (2) Knowing econimic structure, social structure, community culture structure of Tebuireng after the grave tour religion of Gus Dur existed. (3) Knowing the change of social community after the grave tour religion of Gus Dur existed. Visiting the holy grave is very popular in javanese people. Pilgrimage tomb be found  3 kinds of belief site those are belief of javanese moeslim community, Hindu and Buddha. In the other hand, pilgrimage tomb can increase foreign exchange for government and community. The experience technical is using qualitative experience by using etnometodology approach. The result of this experience is happened change, it can look from social change, economic change, and culture change. The prominent change is economic change of around community. Since the grave tour religion existed, economy of around community very increased. Keyword : the change of social, econimic, culture, tourism
MOBILITAS SOSIAL MASYARAKAT DESA KEMANTREN KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN PASCA INDUSTRIALISASI RUSDIANTONO PRAYOGI, ARY
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pembangunan kawasan industri maritim di pesisir utara Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan mempengaruhi mobilitas sosial masyarakat Desa Kemantren. Konversi lahan pertanian secara besar-besaran mendorong masyarakat petani untuk beralih mata pencaharian ke sektor lain. Tujuan dari penelitian ini yaitu mendiskripsikan proses mobilitas sosial masyarakat Desa Kemantren meliputi jenis, saluran dan konsekuensi mobilitas sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan perspektif Pitrim A. Sorokin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa mobilitas sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Kemantren menggunakan beberapa saluran, yaitu saluran ekonomi, pendidikan dan politik. Bermodalkan uang hasil ganti rugi penjualan lahan, masyarakat Desa Kemantren mendapatkan modal untuk memperbaiki kondisi perekonomian keluarga. Jenis mobilitas sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Kemantren yaitu mobilitas sosial horizontal, vertikal naik, vertikal turun dan antargenerasi. Perbedaan jenis mobilitas sosial tersebut berdasarkan ukuran pendidikan, tingkat pendapatan dan prestise di lingkungan masyarakat. Konsekuensi yang ditimbulkan dari mobilitas sosial yaitu memotivasi masyarakat untuk lebih maju, perselisihan, munculnya orang kaya baru (OKB), culture lag dan gaya hidup konsumtif. Proses mobilitas sosial yang secara instan memunculkan culture lag pada masyarakat sehingga membutuhkan sosialisasi dan adaptasi untuk menyesuaikan cara hidup pada status sosial yang baru. Kata Kunci: Mobilitas Sosial, Industrialisasi, Orang Kaya Baru. Abstract The development of the maritime industrial area on the north coast of Paciran Subdistrict of Lamongan Regency affects the social mobility of the people of Kemantren Village. Large-scale agricultural conversion encourages farming communities to switch livelihoods to other sectors. The purpose of this study is to describe the social mobility process of Kemantren Village community including the types, channels and consequences of social mobility. This research use descriptive qualitative method by using perspective of Pitrim A. Sorokin. The results of this study indicate that social mobility that occurs in Kemantren Village residents using several channels, namely economic channels, education and politics. With capital money from the compensation of land sales, Kemantren Village people get capital capital to improve the economic condition of the family. The types of social mobility that emerged in Kemantren Village residents are social mobility horizontal, vertical rise, vertical down and intergeneration. The different types of social mobility are based on education size, income level and prestige in the community. The consequences of social mobility are motivating people to move forward, disputes, the emergence of new rich people, culture lag and consumptive lifestyles. The process of social mobility that instantly raises the culture lag to the community so it requires socialization and adaptation to adapt the way of life to the new social status. Keywords: Social Mobility, Industrializatio, New Rich People.  
PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT DESA JAMPRONG PASCA PENDIRIAN SMP SATU ATAP CHOLIFAH, SITI
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial pada dimensi struktural, kultural, dan interaksional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori struktural fungsional Robert K. Merton terutama untuk melihat fungsi laten dan fungsi manifest perubahan sosial. Data diambil melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini menemukan: pertama, dimensi struktural di antaranya, pendidikan, perubahan status dan peran, munculnya stratifikasi sosial, dan kesetaraan gender. Kedua, dimensi kultural di antaranya, gaya hidup meningkat, memudarnya modal budaya dan modal sosial, dan munculnya penyimpangan sosial. Ketiga, dimensi interaksional di antaranya, media berinteraksi berubah, perbedaan literasi teknologi, dan penggunaan bahasa. Perubahan sosial disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya yaitu SMP Satu Atap, konflik, dan munculnya stratifikasi sosial. Faktor eksternalnya yaitu pengaruh budaya asing, aturan pemerintah, internet, masyarakat pendatang, masyarakat yang bekerja dan sekolah diluar kota. Saluran perubahan sosial yaitu: pemerintah, ekonomi, teknologi, agama, dan pendidikan. Dampak positifnya adalah pendidikan meningkat, perekonomian meningkat, kesetaraan gender, gaya hidup lebih baik, modernisasi pertanian, dan pola pikir lebih logis, rasional, terbuka. Dampak negatifnya adalah penyimpangan sosial, tenaga kerja produktif berkurang, munculnya stratifikasi sosial, terjadinya disintegrasi sosial, dan memudarnya modal sosial dan modal budaya. Kata Kunci: Dimensi Struktural, Dimensi Kultural, Dimensi Interaksional, dan Perubahan Sosial.   Abstract This research aims to to analyze change social in dimension structural, cultural, and interaksional. A method of the research uses qualitative perspective the theory structural functional Robert K. Merton to see of function latent and functions manifest social change. Data taken trhough the observation, interview, and documentation. Data were analyzed use the model analysis interactive miles and huberman. The result of this research is the first dimensions structural of them, education increased, change in the status and role of, the emergence of stratification social, and gender equality. Both, its cultural dimension of them, inflated lifestyle, waning capital of culture and social capital, and the emergence of social deviation. Third, interaksional dimensions of them, interact changed media, distinction literasi technology, and the use of language. Social changes caused by a factor of internal and external factors. Internal factors namely SMP Satu Atap, conflict, and the emergence of social stratification. Its external factors that is the influence of an unfamiliar culture, rules the government, the internet, the community newcomers, community members working and schools outside of town. Channel social changes: the government, economic, technology, religion, and education. The impact of positive is education increased, increased economy, gender equality, lifestyle better, the modernization of agricultural, and the pattern think it is logical, rational, opened. The impact of out the negatives is deviation social, labor productive reduced, the emergence of stratification social, the disintegration social, and waning social capital and capital culture.   Keyword: Structural Dimensions, Cultural Dimensions, Interactional Dimensions, and Sosial Change.
DRAMATURGI KARYAWAN DI IKATAN PEMUDA MANDIRI COFFEE JOMBANG Noor Bangsawan, Tawakal
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak        Industri kopi di tanah air dalam 10 tahun terakhir terus berkembang dengan baik. Perkembangan tersebut dapat dilihat dari semakin bertambahnya produksi kopi olahan yang dihasilkan oleh industri pengolahan kopi, baik skala home industri maupun skala internasional. Selain itu juga dibantu dengan maraknya Coffee Shop di kota-kota besar. Produk kopi olahan saat ini tidak hanya berupa kopi bubuk tetapi banyak dikembangkan dalam bentuk kopi olahan seperti kopi instant, kopi three in one, minuman kopi dengan berbagai rasa seperti vanilla, coklat, dan lain sebagainya. Belum lagi di coffee shop dengan berbagai minuman kopi olahan selain kopi espresso kita mengenal kopi latte, juga cappuccino. Bisnis café diperlukan struktur yang jelas dan mengikat untuk mendatangkan sebuah keuntungan yang menjadi tujuan dibentuknya bisnis tersebut. struktur kepegawaian yang terjadi pada umumnya karyawan akan menghormati pemilik atau bos sebagaimana mestinya karena pemiliklah yang membayar upah kepada karyawan tersebut Pegawai membentuk relasi yang lebih kuat dengan pelanggan disebabkan oleh oleh faktor intensitas mereka sering bertemu dan bercengkrama satu sama lain, biasanya pelanggan mengeluhkan rasa penatnya aktifitas sehari-hari seperti pekerjaan dan rutinitas mereka kepada pegawai atau boleh di bilang dengan kata curhat. Biasanya pegawai menggambarkan sebuah kesan pada pelanggan bahwa dirinya tereksploitasi secara masif oleh pemilik dengan permasalahan jam kerja  dan pembagian upah yang tak wajar dari pemilik berdasarkan jam kerja tersebut Dramaturgi disini terjadi karena adanya konflik yang ditutupi antara pegawai dan pemilik kemudian diteruskan kepada pelanggan,       Kata Kunci : Dramaturgi, Pegawai, Pelanggan   Abstract         Coffee Industry in Indonesia on the last 10 years growing very well, these development can see from so many coffee production resulting from coffee industry, in scale home industry or international. Other hand with growing the Coffee Shop too in town. Produced coffee not only in coffee powder form but also many developed in variant taste, Vanilla, Chocolatte and other else. Not yet in coffee shop has so many coffee produces drink in other variant like Esspresso. And we know it as Cappucino or Coffee Latte. Coffee Business needs clear structure and binding for producted advantages purpose to be the business. Employess structure generally formed to make sure the employee have respect to the leader as well. Employee form strong relation with customer cause intensity factor the two subject have been meet, usually employee will complaining about frustrated getting worked up, or booring for daily activity has to be done like job, their activity during job to the employee, usually employee describing an impression that they are victim on massive  explotation from the leader with issues time for working or  unfair salary their has to be received from the leader according on time their working. Dramaturgy here happends because that’s hidden conflict from the employee and the leader and forward  to customer. Customer be like audience here becase intensity to be meet with the employee or both of them make both releationship are close each other       Keywords: Dramaturgy, Employee, Custommer
PEMBANGUNAN BERBASIS GENDER MAINSTREAMING (STUDI ANALISIS GENDER IMPLEMENTASI PROGRAM GENDER WATCH DI GRESIK) NUR TAUFIQ, MUHAMMAD
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS WACANA KRITIS ADVERTORIAL APARTEMEN DI SURAT KABAR HARIAN JAWA POS WARDATUN NAZIAH, NANA
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini tentang iklan apartemen di Jawa Pos yang dikemas dalam bentuk advertorial dengan struktur teks bahasa yang lebih menarik sehingga masyarakat memiliki ketertarikan sosial untuk membeli. Bahasa advertorial memiliki kekuasaan untuk mengkonstruksi pengetahuan pembaca melalui representasi kondisi sosial masyarakat kota Surabaya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk membedah isi dan makna teks advertorial apartemen di Surat Kabar Harian Jawa Pos. Konsep wacana Foucault digunakan sebagai dasar pemahaman mengenai wacana. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Kognisi Sosial Teun A. Van Dijk. Teknik pengumpulan data melalui penelusuran arsip koran Jawa Pos. Teknik analisis data menggunakan analisis Van Dijk yaitu analisis teks, analisis kognisi sosial, dan analisis sosial. Hasil penelitian ini bahwa wacana pada iklan advertorial ini menghadirkan tema-tema yang beragam. Pada analisis kognisi sosial ditemukan kategorisasi meliputi : pengetahuan bahasa sesuai segmentasi, pemahaman keinginan sosial kelas menengah atas, dan kekhawatiran calon pembeli. Sedangkan pada analisis sosial dikategorisasi meliputi : 1) Bahasa asing sebagai identitas kelas, 2) Bahasa Asing pada nama hunian, 3) Simbol aktualisasi diri, 4) Budaya kekeluargaan, 5) Budaya serba instan. Selain itu ditemukan pola-pola perbedaan advertorial meliputi : 1) berdasarkan durasi terbit, 2) berdasarkan tema, dan 3) berdasarkan karakter bahasa. Kata Kunci : advertorial, apartemen, analisis wacana kritis Abstract This research about properties advertising in Jawa Pos daily newspapers as for as apartment advertising in the form of advertorial packed that is text language structure more interesting so the communities having social interest to buy that product. Advertorials language have the power to construct the readers knowledge through represented of social conditions Surabaya urbans. This study aims to dissect context annd meaning of text advertorials apartment in daily newspapers Jawa Pos. Approach critical discourse analysis used in this research is the social cognition approach of Teun Van Dijk. The technique collection data through search for archive newspaper Jawa Pos as well as object on the March to April 2017th. The technique analysis data using Van Dijk analysis that is close to text analysis, social cognition, and social analysis. Text analysis covering macro structure , superstructure , and micro structure. The results of this research that the discourse on Advertorials it presents the diverse themes. In the social cognition analysis found categorization includes : knowledge of language according to segmentation, comprehension high social classes desire, and buyer worries. The media also take sides towards development and the role of Government. Whereas, in the social analysis in categorization as follows :  1) a foreign language as the identity class, 2) a foreign language on the name of occupancy, 3) self-actualization symbol, 4) familiar culture, 5) instant culture department. In addition found patterns the distinction advertorials covering : 1) based on publish duration, ) based on the theme, and 3) based on characters language. Keywords :            advertorials, apartements, critical discourse analysis
MASYARAKAT KONSUMSI (STUDI DESKRIPTIF GEJALA KONSUMERISME JASA TATO PADA MASYRAKAT KOTA SURABAYA) DWI SAPUTRA, ANGGRIAWAN
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RITUAL KELEMAN DAN METIK BAGI PETANI DESA WONOKASIAN, KECAMATAN WONOAYU, SIDOARJO Fara Dila, Ria
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara agraris dengan eksistensi desa yang selalu dilekatkan dengan mata pencaharian masyarakatnya sebagai petani, kegiatan bercocok tanam petani Indonesia memiliki prosesi kebudayaan yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Aspek kebudayaan yang beragam tidak dapat dihilangkan begitu saja dari kepercayaan ghaib yang telah ada sejak dahulu, Ritual Keleman merupakan salah satu ritual persembahan yang masih dilakukan di Desa Wonokasian dengan prosesi selamatan (slametan) yang dilakukan secara bersama-sama oleh petani yang menggarap sawah dan juga warga masyarakat sekitar Desa Wonokasian, sedangkan dalam prosesi Ritual Metik dilakukan secara individu dengan menyesuaikan waktu panen padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif petani dalam melakukan Ritual Keleman dan Metik di Desa Wonokasian, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi Alferd Schutz dengan pemaparan “Because of Motive” dan In Order to Motive”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dari perspektif teori Alferd Schutz. Subyek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive yaitu petani padi di Desa Wonokasian. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan observasi dan wawancara.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa motif yang melandasi petani dalam melaksanakan Ritual Keleman dan Metik terbagi menjadi dua yakni  motif yang melatarbelakangi atau “because of motive” petani yaitu kepercayaan terhadap cerita mitos Dewi Sri sebagai Dewi Padi sebagai akibat adanya pengaruh ajaran agama Hindhu-Budha. Karena kepercayaan pada Dewa/ Dewi pada masa prasejarah dianut oleh masyrakat beragama Hindu-Budha yang dipercaya memiliki tujuan baik dengan mengadakan ritual pemujaan salah satunya adalah Ritual Keleman dan Metik. Kata Kunci : Motif, Keleman, Metik   Abstract Indonesia is an agricultural country with the existence of the village is always attached to the livelihoods of communities as farmers, farming activities Indonesian farmers have a procession culture that has existed since prehistoric times. Aspects of diverse cultures can not be eliminated just from trust the unseen which were of old, Ritual Keleman is one ritual offerings that are still performed in the village Wonokasian with a procession of salvation (slametan) conducted jointly by farmers working the fields and also Wonokasian citizens around the village, while the ritual procession metik done individually by adjusting the time the rice harvest. This study aims to determine the motive of farmers in performing rituals in the village Keleman and metik Wonokasian, Wonoayu subdistrict, Sidoarjo. This study uses the theory of phenomenology Alferd Schutz with the exposure "Because of Motive" and In Order to Motive ". This study used qualitative methods to approach from the perspective of the theory of Alferd Schutz. The subjects of this study were selected using purposive technique that rice farmers in the village Wonokasian. Collecting data in the field is done by observation and interview.The results of this study indicate that the motive underlying the farmer in carrying out the ritual Keleman and metik divided into two motive behind or "because of motive" farmers, namely belief in the mythical story of Dewi Sri as Dewi Padi as a result of the influence of the teachings of Hindu-Buddhist. Because of the belief in god / goddess in prehistoric times embraced by the Hindu-Buddhist society which is believed to have good cause to hold the ritual worship one of them is ritual Keleman and metik. Keyword : motive, keleman, metik  
HEGEMONI SMA DARUL ULUM 2 UNGGULAN BPPT JOMBANG SEBAGAI CAMBRIDGE INTERNATIONAL SCHOOL (CIS) ID 113 MAULIDIYAH, ANITA
Paradigma Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (2017)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dunia pendidikan telah berubah mengikuti perkembangan zaman, sistem baru mulai di adopsi untuk membuat suatu lembaga pendidikan terutama sekolah menjadi lebih berkualitas. Salah satunya adalah penerapan kurikulum Cambridge dan penyelenggaraan tes sertifikasi Cambridge di SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang. Kemudian berkembang menjadi label Cambridge International School (CIS) ID 113 yang mempunyai kewenangan sebagai penyelenggara sekaligus pelaksana tes sertifikasi Cambridge oleh Pihak Cambridge International Examination (CIE). Banyak sekolah setingkat SMP-SMA yang bergabung tes sertifikasi Cambridge. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya dominasi dari teori Hegemoni, pihak yang mendominasi dalam hal ini adalah SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang melalui TIM Cambridge International School (CIS) ID 113. Penelitian ini menggunakan teori Hegemoni Antonio Gramscie. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dianalisis dengan perspektif teoritik Hegemoni Antonio Gramscie. Subyek penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive yaitu Kepala Bidang Dikmen Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, Kepala Sekolah, Humas, Waka Kurikulum dan TIM Cambridge International School (CIS) SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang. Pengambilan data di lapangan dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa  teori hegemoni SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang dengan melalui TIM Cambridge International School (CIS) jika dianalisis dengan teori Hegemoni Antonio Gramscie terbagi menjadi 2 tahapan yaitu Dominasi dan kemudian Direction (upaya dominasi). Dari kedua tahapan tersebut kemudian mengarah pada Intelektual, intelektual terbagi 2 yaitu organic dan mekanik. Kata Kunci: Cambridge, Dominasi, Sekolah   Abstract The word of education has changed has changed with the times, the new system began to be adapted to make an educational institution especialy school become more qualified, in global competition. More educational institution such as schools are applying international curriculum one of which is the application of the Cambridge curriculum and the implementation of the Cambridge in SMA Darul ulum 2 Unggulan BPPT Jombang. Then development become Cambridge International School (CIS) ID 113 have authority as the organizer as well as executor of Cambridge certification exam by Cambridge International Examination (CIE). Many School at level Junior Hight School- Senior Hight School to join Cambridge certification test. This study aims to determine the dominant efforts of Hegemoni theory, the dominant side in this case is SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang through TIM Cambridge International School (CIS) ID 113. This experiment uses the theory of Hegemoni Antonio Gramscie. The experiment uses descriptive method and anilize with perspective theory Hegemony Antonio Gramscie. Subject this experiment has choosed use purposive tehcnik had of the field of the duty of the population of Jombang, Headmaster, Humas, Waka Kurikulum and Team Cambridge International School (CIS) Senior Hight School SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang. Collection document in the field is done by interview, observation, and documentation. The results of this study indicate that the hegemonic theory of SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT Jombang with TIM Cambridge International School (CIS) if analyzed with Antonio Gramscie Hegemony theory is divided into 2 stages of Domination and then Direction. From these two stages then leads to Intellectual, intellectual divided 2 that is organic and mechanic. Keyword  : Cambridge, Domination, School