cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paradigma
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 337 Documents
ANALISIS FRAMING BERITA PROSTITUSI ARTIS VANESSA ANGEL DI TRIBUNNEWS.COM DAN DETIK.COM DALAM PERSPEKTIF GENDER , RIVALDI; PRIBADI, FARID
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberitaan dalam media online diyakini dapat membentuk serta menggiring opini publik. Setiap pemberitaan yang ada tentu membawa pengaruh dalam masyarakat yang membacanya. Baik itu pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Platform berita online pun juga memiliki caranya masing-masing dalam memberitakan suatu kasus. Pada pemberitaan tersebut pun tak heran jika mereka menggunakan pembingkaian dalam menyajikan suatu perisitiwa atau kasus. Pembingkaian ini juga terjadi pada pemberitaan kasus prostitusi Vanessa Angel.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis teks dan gambar dalam berita kasus prostitusi online artis Vanessa Angel di Tribunnews.com dan Detik.com. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing Pan dan Kosicki. Analisis framing Pan dan Kosicki membahas mengenai empat struktur dalam sebuah berita, yaitu struktur sintaksis, skrip tematik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tribunnews.com dan Detik.com berbeda dalam memberitakan kasus prostitusi Vanessa Angel. Tribunnews.com cenderung lebih berpihak kepada pihak Kepolisian dan jarang memberikan ruang bagi Vanessa Angel dalam bersuara sementara Detik.com cenderung memberikan Vanessa Angel ruang untuk berbicara melalui sudut pandangnya.Kata Kunci: Analisis Framing, Berita Prostitusi, Vanessa Angel
MOTIF DANCER BO (BOOKING) DI SURABAYA (STUDI FENOMENOLOGI PADA DANCER KLUB MALAM X DI SURABAYA) BETHARI THURSVIERA, KLEANTHA; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia malam kebanyakan merupakan aktifitas yang bersifat hiburan. Klub malam merupakan salah satu tempat berlangsunya dunia malam di kota ? kota metropolitan. Klub malam sendiri menjadi pilihan pada malam hari untuk mencari sebuah. Kota Surabaya merupakan salah satu kota Metropolitan yang didalamnya terdapat banyak sekali klub malam. Klub malam X adalah salah satu klub malam yang memiliki dancer,dengan tujuannya untuk menghibur para tamu yang datang. Beberapa dancer klub malam X ini adalah dancer perantauan dari luar Surabaya. Di dalam klub malam X ini para dancernya tidak hanya menari namun juga harus mau untuk di BO (booking). Tujuan penelitian pada artikel ini untuk mengetahui motif para dancer sehingga bersedia dibooking. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan perspektif fenomenologi, agar dapat memeproleh secara detail informasi dari informan serta menjalin kedekatan dengan informan. Teori yang digunakan adalah teori motif milik Alferd Schutz dengan analisis grounded research. Hasil penelitian pada pebelitian ini menunjukan ada beragam motif yang dimunculkan oleh dancer sehingga bersedia dibooking, diantaranya yaitu pemenuhan kebutuhan hidup hingga gaya hidup. Kata kunci: klub malam, motif, booking.
RESISTENSI MASYARAKAT UJUNGNEGORO PASCA PEMBANGUNAN PLTU DIBATANG JAWA TENGAH PURNOMO AJI, MUHAMMAD; LEGOWO, MARTINUS
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini tentang pembangunan pembangkit listrik tanaga uap untuk memajukan suatu negara, dengan pembangunan sendiri merupakan sesuatu yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di dalam masyarakat maupun untuk perkembangan suatu negara, pembangunan sendiri dapat mengentaskan masyarakat dalam masalah pengangguran yang ada. Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap ini dapat menciptakan perubahan. Perubahan tersebut baik dibidangekonomi,kondisi sosial masyarakat yang ada, dengan konsekuensi dampak yang akan terjadi baiksecara positif maupun dampak secara negatif, namun di dalam pembangunan akan terdapat masyarakat yang setuju maupun tidak terhadap pembangunan tersebut, seperti halnya di desa Ujungnegoro dimana dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga uap ini dilakukan maka terdapat penolakan oleh masyarakat,mulai dari awal pembnagunan sampai pembangunan PLTU ini hampir mencapai titik ahir masyarakat masih saja melakukan penolakan baik penolakan tersebut berpentuk tuntutan tuntutan yang ditujukan oleh pihak pemerintah akan apa yang di inginkan masyarakat karen dampak yang di timbulkan oleh pembangunan ini, seperti ganti rugi tanah yang tak kunjungselesai,masalah penterapan tenaga kerja yang semakin lama semakin tidak terkondisi karena kebanyakan menyerap tenaga kerja asing,bahkan dampak untuk lingkungan, didalam menyampaikan tuntutan ini masyarakat banyak melakukannya dengan berbagai macam cara seperti misalnya demo, membuat forum yang ada di dalam masyarakat.Kata Kunci: Pembangunan,resistensi,perubahan sosial
PERAN PEREMPUAN ANGGOTA KOMUNITAS PAHLAWAN EKONOMI DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN KELUARGA (STUDI PADA PEREMPUAN DENGAN SUAMI TIDAK BEKERJA DAN SINGLE PARENT) MAULINA, FERNANDA; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembagian peran dalam masyarakat didasarkan bukan pada faktor kemampuan melainkan faktorperbedaan biologis. Budaya patriarki membuat perempuan tidak mendapatkan kesamaan hak dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Minimnya peluang kerja mengakibatkan berbagai masalah sosial seperti kemiskinan. Keterlibatan pemerintah dalam menangani kemiskinan diwujudkan melalui program pemberdayaan perempuan yaitu Pahlawan Ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran perempuan dalam meningkatkan perekonomian keluarga ditengah stigma budaya patriarki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan perspektif gender dan teori Nurture sebagai pisau analisis. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya. Subyek penelitian ini adalah perempuan anggota komunitas Pahlawan Ekonomi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan mampu keluar dari belenggu patriarki dan relevan dengan pandangan teori Nurture dalam hal pembagian peran. Perempuan mengerjakan peran produktif, reproduktif, kemasyarakatan, turut serta dalam pengambilan keputusan dan pengelolahan akses dan kontrol dalam rumah tangga. Kendala internal yang dialami meliputi kelelahan fisik dan kejenuhan terhadap rutinitas. Kendala eksternal meliputi kinerja karyawan, komplain dari customer, kondisi pasar, pengelolahan waktu. Anak merupakan alasan utama perempuan untuk bertahan dan berjuangdalam hidup. Faktanya, pemahaman akan gender yang dimiliki perempuan belum mampu sepenuhnya menghilangkan pengaruh budaya patriarki.Kata Kunci: Perempuan, Kemiskinan, Pahlawan Ekonomi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM BINA LINGKUNGAN CSR PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK (STUDI PERUBAHAN LINGKUNGAN KUMUH MENJADI LINGKUNGAN HIJAU DI KAMPUNG BERSERI SURABAYA) RAHMANINGRUM, NIA; JACKY, M.
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program bina lingkungan, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program serta perubahan sosial, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tujuh orang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data melalui observasi, indepth interview dan dokumentasi. Pemikiran Everett M.Rogers tentang perubahan digunakan sebagai pisau bedah analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya keberhasilan dalam mewujudkan kondisi lingkungan yang hijau dan asri. Peran maksimal dalam aspek lingkungan melalui kegiatan penghijauan, pengelolaan IPAL, menyediakan sumber air bersih serta mendirikan produksi rumah kompos. Peran kurang maksimal dari CSR Astra dalam aspek kesehatan karena warga binaan sudah mendapat kontribusi maksimal dari Puskesmas dan Posyandu Keputih. Kendala pelaksanaan bina lingkungan karena menurunya antusiasme warga serta kurangnya koordinasi antara stakeholders. Faktor pendukung dan penghambat keberhasilan program ditentukan oleh partisipasi warga serta adanya top management dalam pengelolaan. Perubahan dalam pilar pendidikan meliputi pembangunan ?Rumah Pintar? sebagai pusat pelatihan dan keterampilan seni kriya, pusat bermain anak, sentra komputer serta sentra audio visual. Peran CSR Astra dalam bidang kewirausahaan kurang maksimal karena berfokus pada pengemasan dan pemasaran produk. Perubahan dalam bidang lingkungan menunjukan hasil paling maksimal melalui pengelolaan sampah terpadu, pembibitan tanaman produktif dan pembuatan Water Treatment Plant (WTP) guna memenuhi kebutuhan warga akan air bersih. Kata Kunci : Bina lingkungan, Perubahan masyarakat, PT.Astra International Tbk
PERAN GANDA ISTRI DALAM PERSPEKTIF GENDER (STUDI PADA KELUARGA PELAUT DI SURABAYA) ZULFIANA DEWI, ANISTA; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembagian kerja secara seksual memiliki dua fungsi yaitu untuk mendidik anak-anak dan memproduksi makanan. Fungsi akan berjalan dengan seimbang jika satu jenis kelamin bertanggung jawab atas satu fungsi. Beberapa kondisi di dalam keluarga menyebabkan terjadinya beban ganda pada salah satu jenis kelamin. Di dalam keluarga pelaut suami dan istri harus menjalani hubungan LDR (Long Distance Relationship). Akibatnya istri kehilangan mitranya dalam mengurus seluruh keperluan rumah tangga. Istri bukan hanya berperan sebagai istri dan ibu tetapi juga sebagai pengganti kepala keluarga. Hal ini menyebabkan istri mengalami peran ganda di dalam rumah tangga. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana peran ganda yang dialami istri dalam keluarga pelaut ?. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1). Menganalisis pembagian kerja berdasarkan gender di dalam rumah; 2). Menganalisis pemegang kontrol dalam keluarga; 3). Menganalisis proses pengambilan keputusan di dalam rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis gender. Teori yang digunakan dalam penelitian ialah perspektif teori nurture. Lokasi penelitian ini berada di Kota Surabaya. Hasil penelitian didapatkan bahwa kontruksi masyarakat masih menganggap kewajiban istri adalah mengurus rumah tangga. Beban ganda yang dialami istri menjadi hal biasa, padahal pada kenyataannya istri memainkan banyak peran dalam keluarga. Kata Kunci: Peran Ganda, Istri, Keluarga Pelaut.
FUNGSI SOSIAL LANSIA PADA KELUARGA MISKIN (STUDI ETNOMETODOLOGI TENTANG PENGEMIS LANSIA DI MAKAM SUNAN GIRI KABUPATEN GRESIK) LAKSONO SUBAGIO, DONI; HANDOYO, PAMBUDI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia terkategori kelompok usia yang rentan dan tidak berdaya. Akses ekonomi yang terbatas berimbas pada tingginya jumlah pengangguran bagi seorang lansia. Upaya mengatasi kemiskinan dan kondisi demikian adalah dengan meminta-minta di Makam Sunan Giri. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi objektif pengemis lansia, tindakan-tindakan, nilai-nilai budaya kemiskinan dan fungsi sosial pengemis lansia yang ada di Makam Sunan Giri Gresik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif teori etnometodologi dan teori kebudayaan kemiskinan. Subjek dipilih dengan teknik purposive dan pengambilan data melalui data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan teknik analisis model interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini bahwa kondisi objektif pengemis lansia yang mengemis di Makam Sunan Giri memiliki beragam kondisi satu dengan yang lainnya. Usia lansia yang dicirikan dengan fisik lemah, minim keterampilan, dan tidak laku dalam pekerjaan, ditambah sudah menjadi kebiasaan sejak lama sehingga budaya meminta-minta berkembang di pengemis lansia. Ditandai dengan nilai-nilai budaya kemiskinan yang nampak pada pengemis lansia seperti; Pertama, sikap pasrah diri dan miskin mental. Kedua, rendahnya partisipasi pada lembaga masyarakat. Dalam praktik meminta-minta di Makam Sunan Giri terdapat norma yang harus dipatuhi, diantaranya; harus berpakaian rapi dan berucap sopan, tidak diperbolehkan mengemis disembarang tempat, dan makam harus steril pengemis ketika ada pejabat berkunjung. Adanya pengemis lansia di makam juga memiliki fungsi sosial di masyarakat, diantaranya yaitu; (1) tempat bersedekah atau beramal, (2) tempat munculnya sikap altruistik terhadap pengemis lansia, (3) tempat penyedia do?a bagi peziarah. (4) tempat penukaran uang receh atau koin. Kata Kunci: Pengemis Lansia, Fungsi Sosial, Kebudayaan Kemiskinan
PRAKTIK SOSIAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DI SMPN 4 SIDOARJO IMAMAH, NURIL; WAHYUDI, ARI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik sosial anak berkebtutuhan khusus dalam pelaksanaan pembelajaran memiliki keunikan yang perlu dikaji lebih mendalam. Diperlakukan secara berbeda sering dialami dalam hal pendidikan, meskipun berada di sekolah yang sama, di kelas yang sama dan dengan guru yang sama. Masalah pada penelitian ini adalah bagaimana praktik sosial pelaksanaan pembelajaran anak berkebutuhan khusus di SMPN 4 Sidoarjo?. Tujuannya mendiskripsikan habitus, modal dan ranah anak berkebutuhan khusus serta mengetahui praktik sosialnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi. Menggunakan perspektif teori praktik sosial Pierre Bourdieu. Hasil penelitian menunjukkan habitus ABK memiliki sikap aktif, tidak mau diam, cenderung menganggu, ada juga yang pendiam namun bertanggung jawab. Modal ABK yang kuat adalah modal sosial, ABK memiliki hubungan baik dan bergaul dengan siswa regular, namun ada yang hanya bergaul dengan sesama ABK. Ranah ABK adalah ruang kelas dan ruang sumber. Praktik sosial ABK terdapat dua kategori yaitu ABK dengan sikap terbuka memiliki hubungan sosial yang baik, namun dalam pelaksanaan pembelajaran tidak bisa mengikuti dengan baik dan susah mendengarkan perintah guru. ABK dengan sikap tertutup dalam pelaksanaan pembelajaran dapat mendengarkan perintah guru, bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan, namun terkendala dalam hal sosial, sehingga terdapat perbedaan praktik sosial yang terjadi dalam pelaksanaan pembelajaran. Kata Kunci : Praktik Sosial, Anak Berkebutuhan Khusus, Pelaksanaan Pembelajaran
STRATEGI BERTAHAN PEMILIK WARUNG KOPI PANGKU DI ROLAK SONGO MOJOKERTO LUSITANINGTYAS, MULAT; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi baru dalam mengembangkan suatu usaha yang sedang dijalankan merupakan salah satu strategi bertahan sebagian besar pemilik usaha untuk tetap mempertahankan usahanya ditengah persaingan yang semakin ketat terutama dalam menjalankan usaha yang sama jenisnya. Salah satunya adalah usaha warung kopi yang semakin lama kemunculannya semakin menjamur dengan berbagai latar belakang. Menjamurnya warung kopi mengakibatkan inovasi baru bermunculan untuk dapat mempertahankan usaha warung kopi meskipun banyak bermunculan pesaing baru. Salah satunya adalah mengubah suasana dan penambahan fasilitas yang disediakan untuk calon pembeli dan pelanggan agar tetap nyaman dan tetap memilih warung kopi tersebut sebagai tujuan pemberhentiannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana strategi pemilik usaha warung kopi dalam mempertahankan keberadaannya di Rolak Songo Mojokerto. Penelitian ini merupakan jeins penelitian kualitatif menggunakan perspektif teori Robert D Putnam. Lokasi penelitian berada di Rolak Songo, Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian didapatkan bahwa strategi bertahan yang dilakukan oleh pemilik usaha warung kopi pangku terbagi menjadi beberapa hal yaitu strategi untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk calon pembeli dan pelanggan yang ada. Strategi selanjutnya adalah keamanan dibukanya usaha warung kopi pangku yang didapatkan oleh pemilik usaha dari jaringan sosialnya yaitu aparat dari lingkungan setempat dan pihak dari dinas terkait tanpa memperdulikan pelabelan masyarakat terkait usaha yang dijalankan. Kata Kunci :Modal Sosial, Pemilik Usaha, dan Warkop Pangku
STRATEGI BERTAHAN PEMILIK WARUNG KOPI PANGKU DI ROLAK SONGO MOJOKERTO LUSITANINGTYAS, MULAT; HANDINI LISTYANI, REFTI
Paradigma Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Paradigma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi baru dalam mengembangkan suatu usaha yang sedang dijalankan merupakan salah satu strategi bertahan sebagian besar pemilik usaha untuk tetap mempertahankan usahanya ditengah persaingan yang semakin ketat terutama dalam menjalankan usaha yang sama jenisnya. Salah satunya adalah usaha warung kopi yang semakin lama kemunculannya semakin menjamur dengan berbagai latar belakang. Menjamurnya warung kopi mengakibatkan inovasi baru bermunculan untuk dapat mempertahankan usaha warung kopi meskipun banyak bermunculan pesaing baru. Salah satunya adalah mengubah suasana dan penambahan fasilitas yang disediakan untuk calon pembeli dan pelanggan agar tetap nyaman dan tetap memilih warung kopi tersebut sebagai tujuan pemberhentiannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana strategi pemilik usaha warung kopi dalam mempertahankan keberadaannya di Rolak Songo Mojokerto. Penelitian ini merupakan jeins penelitian kualitatif menggunakan perspektif teori Robert D Putnam. Lokasi penelitian berada di Rolak Songo, Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Hasil penelitian didapatkan bahwa strategi bertahan yang dilakukan oleh pemilik usaha warung kopi pangku terbagi menjadi beberapa hal yaitu strategi untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk calon pembeli dan pelanggan yang ada. Strategi selanjutnya adalah keamanan dibukanya usaha warung kopi pangku yang didapatkan oleh pemilik usaha dari jaringan sosialnya yaitu aparat dari lingkungan setempat dan pihak dari dinas terkait tanpa memperdulikan pelabelan masyarakat terkait usaha yang dijalankan. Kata Kunci :Modal Sosial, Pemilik Usaha, dan Warkop Pangku