cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PREZI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS DI SMAN 1 TARIK SIDOARJO FITRIYANTI, INDRI
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan bagian penting dalam proses pendidikan. Kegiatan belajar mengajar membutuhkan alat bantu dalam pelaksanaannya. Media pendidikan sebagai alat bantu yang digunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan peserta didik. Media prezi dipilih sebagai alternatif lain media pembelajaran selain power point karena belum banyak guru yang menggunakan media ini.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah penggunaan media prezi mempengaruhi hasil belajar siswa dalam aspek pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode true experimental design dengan desain pretest-posttest control group design, karena terdapat dua kelompok, yaitu kelas eksperimen menggunakan media prezi dan kelas kontrol menggunakan media power point. Pretest dan posttest digunakan untuk mengetahui hasil belajar sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Sampel penelitian dipilih secara random sampling.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan media prezi terhadap hasil belajar siswa. Hasil pretest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh rata-rata hampir sama yaitu 62 dan 61,25 yang menunjukkan bahwa kedua kelas tersebut berasal dari kondisi atau keadaan yang sama. Setelah diberi perlakuan, kelas eksperimen menggunakan media prezi dan kelas kontrol menggunakan media power point, hasil posttest diperoleh rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 82,67 > 75,70. Penggunakan media prezi membuat siswa lebih interaktif dan tertarik dalam memahami materi yang diberikan oleh guru, sehingga hasil belajar siswa meningkat. Perhitungan uji t-test juga menunjukkan bahwa hasil belajar pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak ada perbedaan signifikan. Setelah perlakuan, hasil uji t-test data posttest kedua kelas tersebut menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan yaitu nilai signifikansi lebih kecil dari taraf 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil belajar siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 33,3%. Penggunaan media prezi memiliki tanggapan yang tinggi dan positif dari siswa yang ditunjukkan dari hasil analisis persentase angket sebesar 80%. Kata Kunci: Media Pembelajaran, Prezi, Hasil Belajar
PERGESERAN FUNGSI RITUAL MANTEN KUCING DI DESA PELEM KECAMATAN CAMPURDARAT KABUPATEN TULUNGAGUNG TAHUN 2001-2013 ASIYAH, NUR
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritual manten kucing merupakan ritual unik yang ada di Desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung. Ritual ini pada awalnya merupakan ritual yang bertujuan sebagai upacara untuk menurunkan hujan tetapi pada perkembangannya ritual ini mengalami pergeseran fungsi menjadi sebuah seni pertunjukan. Perubahan fungsi ritual manten kucing dapat dilihat antara tahun 2001-2013, ritual manten kucing merupakan ritual sakral untuk meminta hujan mengalami pergeseran fungsi menjadi seni pertunjukan. Hal ini disebabkan oleh majunya tingkat pendidikan serta adanya perubahan pola berpikir masyarakat menjadi lebih modern. Meskipun ada perubahan fungsi ini masyarakat berharap ritual manten kucing tetap ada sebagai salah satu kekayaan budaya yang perlu untuk dilestarikan. Kata kunci : Ritual manten kucing, pergeseran fungsi, Desa Pelem
CANDRASENGKALA MEMET PADA CANDI SUKUH DAN CANDI CETHO SEBAGAI REPRESENTASI KEBUDAYAAN MASA AKHIR MAJAPAHIT EDY IRAWAN, SURA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candrasengkala Memet merupakan salah satu bentuk sistem kronogram yang digunakan dalam masyarakat Jawa. Sebagai bentuk karya seni yang bernilai estetis tinggi, Candrasengkala Memet juga merupakan sebuah pesan yang dapat dibaca, dimaknai, dinilai aspek kesejarahan, serta memiliki makna simbolis terhadap budaya yang melatarbelakanginya. Akan tetapi, kemunduran Majapahit berpengaruh terhadap eksistensi Candrasengkala Memet dalam masyarakat Jawa. Hal tersebut disebabkan perkembangan pengaruh Islam yang masuk ke tanah Jawa. Dampaknya adalah penggunaan sistem kronogram Candrasengkala Memet mulai digantikan oleh sistem kronogram Islam yang mulai digunakan oleh masyarakat Jawa. Kata kunci: Candrasengkala Memet, Semiotik, Candi Sukuh, Candi Cetho
PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK TULIS GEDOG TUBAN TAHUN 1997-2002 NUR QOMARIYAH, VARYDATUN
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1997 Indonesia mengalami krisis ekonomi, krisis ekonomi itu berpengaruh terhadap industri kecil di Indonesia. seperti contohnya industri batik tulis gedog Tuban, industri ini mengalami kemunduran pada saat terjadinya krisis ekonomi. Industri yang ada di Desa Margorejo Kabupaten Tuban termasuk dalam kategori industri rumahan yang hanya memproduksi jika ada pesanan saja. Industri batik tulis gedog mengalami kemunduran pada saat krisis moneter dikarenakan tidak adanya kopersi yang menaungi para pengrajin. Pemerintah melakukan banyak upaya untuk membuat industri ini bangkit kembali, yaitu dengan dibukanya koperasi simpan pinjam, dan diikutsertakannya pengrajin pada pameran-pameran yang ada didalam maupun diluar kota. Pada saat indutri ini memulai kembali untuk bangkit industri ini mengalami pengurangan produksi lagi setelah terjadinya peristiwa bom Bali pada tahun 2002. Hal tersebut dikarenakan konsumen terbesar berada di Bali. Kata Kunci: krisis moneter, industri batik, batik tulis gedog
PERUBAHAN TRADISI RUWATAN ANAK TUNGGAL DI DESA KEDUNGHARJO KECAMATAN BANGILAN KABUPATEN TUBAN TAHUN 2000-2015 SETYANINGSRI, MERIS
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruwatan sebagai salah satu warisan tradisional Jawa sampai sekarang masih dilestarikan. Tradisi ruwat anak tunggal di Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban hingga saat ini masih dilestarikan dan dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat. Setiap masyarakat dalam proses kehidupannya akan selalu mengalami perubahan. Perubahan sosial di dalam setiap masyarakat juga akan diikuti oleh perubahan budaya. Hal ini dikarenakan masyarakat tidak bisa terlepas dari kebudayaannya. Tradisi ruwatan anak tunggal yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, banyak perubahan yang terjadi pada proses pelaksanaannya. Walaupun ada pelaksanaan tradisi yang berubah, namun tradisi ini tetap berlangsung.Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengajukan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana prosesi tradisi ruwatan anak tunggal di Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban Sebelum Tahun 2000?; (2) Bagaimana perubahan tradisi ruwatan anak tunggal di Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban Tahun 2000 - 2015?; (3) Apa faktor penyebab perubahan tradisi ruwatan anak tunggal di Desa Kedungharjo, Kecamatan Bangilan Tuban?. Permasalahan-permasalahan tersebut diberikan penjelasan dengan melakukan analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan melalui tahapan metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitian sejarah yang dilakukan meliputi, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil analisa terhadap data dan sumber-sumber yang didapatkan, diperoleh bahwa menunjukkan perkembangan tradisi ruwatan anak tunggal membawa perubahan pelaksanaan dalam ritual. Pada awal tahun 2000 dalam prosesnya dipersingkat dan dipermudah. Beberapa faktor yang merubah ritual ini adalah adanya faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi faktor personal, adanya penemuan baru dan kondisi keuangan. Faktor Eksternal meliputi perubahan nilai budaya dan perubahan sosial. Dengan diadakanya tradisi ruwatan anak tunggal di Desa Kedungharjo yang masih dilaksanakan sampai sekarang masyarakat merasa bangga dengan tradisi tersebut. Tradisi ruwatan anak tunggal diharapkan sebagai salah satu warisan nenek moyang Desa Kedungharjo yang masih dilestarikan dan dilaksanakan sampai sekarang. Kata Kunci : Ruwatan, Anak Tunggal, Perubahan
IMPLEMENTASI UNDANG-UNDANG STATUS KEADAAN DARURAT DAN BAHAYAPERANG DI JAWA TIMUR TAHUN 1946-1962 JUNIANTO, RITWAN
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-undang keadaan darurat dan bahaya pada umumnya memiliki hubungan erat dengan terjadinyasuatu yang tidak biasa pada sebuah wilayah tertentu yang membuat kondisi suatu negara pada keadaan darurat(emergency state). Pemberlakuan undang-undang keadaan darurat dan bahaya pada umumnya disesuaikandengan konstitusi yang berlaku, dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan. Pada perkembangannya, situasipolitik dan ekonomi Indonesia selama kurun waktu 1946 hingga 1962 mengalami masalah yang serius yangdapat mengancam keutuhan nasional, sehingga diperlukan berlakunya undang-undang keadaan darurat.Pemberlakuan undang-undang keadaan darurat di setiap daerah memiliki permasalahan yang berbeda-beda sesuaidengan masalah yang dihadapi. Berdasarkan ketentuan undang-undang keadaan darurat, Jawa Timur merupakansalah satu provinsi yang memberlakukan keadaan darurat dan bahaya perang pada tiap-tiap kondisi.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana implementasi undang-undang keadaandarurat dan bahaya di Jawa Timur selama tahun 1946-1962? (2) bagaimana dampak dari implementasi undangundangkeadaan darurat dan bahaya di Jawa Timur pada tahun 1946-1962?. Tujuan dalam penelitian ini adalahuntuk menjelaskan secara praktis terkait implementasi dan dampak dari pemberlakuan status Keadaan DaruratPerang khususnya di daerah Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan sejarah (historicalapproach), yang meliputi empat tahapan proses yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, pemberlakuan undang-undang keadaan darurat dan bahayaperang di Jawa Timur merupakan penegakan peraturan dan usaha perbaikan dalam keamanan dan pembangunandaerah. Faktor-faktor yang menjadi latar belakang pemberlakuan undang-undang keadaan darurat perangdiantaranya adanya ancaman terhadap keutuhan negara baik dalam bentuk pemberontakan maupun aksi militerasing, gangguan-gangguan keamanan, serta tidak stabilnya kondisi politik dan ekonomi. Sehingga dalampelaksanaan keadaan darurat terbagi atas tingkatan keadaan darurat sipil, darurat militer, dan darurat perang.Selama pelaksanaan keadaan darurat perang terdapat tiga undang-undang keadaan darurat perang yangberlaku antara lain Undang-Undang No. 6 Tahun 1946, Undang-Undang No. 74 Tahun 1957, serta UndangUndangNo. 23 Tahun 1959. Masing-masing undang-undang tersebut berisi mengenai peraturan-peraturan polisiseperti pemberlakuan jam malam, penutupan berbagai tempat musyawarah, pembentukan badan keamanandaerah, pembatasan pers, serta kebijakan ekonomi yang digunakan untuk pembangunan nasional. Pemberlakuanundang-undang keadaan darurat perang di Jawa Timur membawa perbaikan dalam bidang sosial denganmenurunnya angka kriminalitas, di sisi lain pemberlakuan undang-undang keadaan darurat membawa padaaturan militerisasi di setiap instansi, jawatan, maupun dalam bidang pemerintahan serta nasionalisasi perusahaanasing menjadi milik pemerintah. Kata Kunci : undang-undang keadaan darurat, keadaan darurat, jawa timur
PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA DHARMA KOTA PASURUAN 1982-2004 DUWI AGUSTRIANI, EVI
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolah air bersih berdiri pada tahun 1982. Latar belakang berdirinya PDAM ini adalah untuk memperluas jaringan dan tekanan air bersih di wilayah pesisir. Selain itu pengadaan air bersih yang selama ini ditangani oleh Perusahaan SAM Kota Pasuruan perlu untuk ditingkatkan baik kemampuan produksi maupun sistem distribusinya, dan perlu adanya penambahan modal yang tidak sedikit, serta perlu adanya suatu sistem organisasi dan tata kerja yang sesuai dengan kebutuhan saat itu. Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana latar belakang berdirinya PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan tahun 1982-2004,Bagaimana perkembangan PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan, dan Bagaimana dampak setelah berdirinya PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan. adapun tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa latar belakang berdirinya Perusahaan PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan, mendeskripsikan perkembangan PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan, dan menganalisa dampak setelah berdirinya PDAM Tirta Daharma Kota Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu, heuristik, kritik sumber, dan Historiografi.Hasil penelitian yang diperoleh adalah setelah adanya PDAM membawa dampak terhadap sosial kesehatan dan sosial ekonomi.Dalam perkembangannya PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan mengalami perkembangan pada sektor sarana infrrastrukutr air bersih, produksi air bersih, dan cakupan pelayanan air bersih. Sedangkan permasalahan yang terjadi pada PDAM Tirta Dharma Kota Pasuruan di anatarnya keterbatasan alat-alat produksi, potensi konflik dengan Pemerintah Provinsi, potensi konflik dengan masyarakat sekitar sumber mata air Umbulan, dan penurunan pendapatan yang terjadi pada tahun 1996-2002.dampak pada penurunan jumlah penyakit yang disebabkan oleh air dan kemajuan industri Kota Pasuruan. Kata Kunci: PDAM, Perkembangan, Dampak.
PERKEMBANGAN INDUSTRI KECIL DI KECAMATAN GEDANGAN TAHUN 1970-2015 WAHYU MAULANDARI, CEPTI
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sidoarjo salah satu kota yang berada di Jawa Timur yang sangat terkenal dalam bidang perindustrian. Sidoarjo memiliki berbagai sektor industri kecil. Industri skala kecil mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Industri kecil berkembang dengan sangat pesat di Kabupaten Sidoarjo, sehingga mempengaruhi beberapa kecamatan yang berada di Kabupaten Sidoarjo salah satunya adalah Kecamatan Gedangan. Industri kecil yang terkenal di Kecamatan Gedangan yaitu industri kecil topi dan industri kecil sepatu, kedua industri tersebut terletak di Desa Punggul dan di Desa Sruni, bahkan di Desa Punggul terkenal dengan sebutan Kampung Topi yang telah diresmikan oleh Bupati Sidoarjo. Perkembangan industri kecil telah mengalami pasang surut khususnya industri lokal seperti yang ada di Desa Punggul dan Desa Sruni. Sampai saat ini pengrajin topi dan sepatu masih banyak dijumpai di desa Punggul dan Sruni.Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana perkembangan industri kecil di Gedangan tahun 1970-2015?, (2) Bagaimana pengaruh industri kecil di Gedangan terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya dan lingkungan masyarakat? Metode yang digunakan dalam penelitian Perkembangan Industri Kecil Di Kecamatan Gedangan Tahun 1970-2015 dalam tinjauan sejarah dan perkembangannya adalah metode penelitian sejarah dengan empat tahapan, yaitu : (1) Heuristik (pengumpulan sumber), (2) kritik sumber, (3) interpretasi : analisis dan sintesis, (4) historiografi (penulisan).Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan sumber yang telah didapatkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan yang terjadi selama tahun 1970-2015 industri kecil di Kecamatan Gedangan berawal dari satu pengusaha kecil sebagai perajin topi namun lama kelamaan usaha topi berkembang dengan pesat dan mempengaruhi masyarakat sekitarnya untuk menjadi perajin topi. Dari industri topi inilah warga termotivasi membuat usaha kecil untuk membantu perekonomian keluarga. Industri kecil di Kecamatan Gedangan sudah memilikki konsumen yang cukup banyak hal ini terbukti dari banyaknya pesanan yang didapatkan setiap harinnya. Dalam segi pemasaran industri kecil di Kecamatan Gedangan sudah memilikki pasar masing-masing untuk menjual produknya. Industri kecil di kecamatan Gedangan baik industri topi, maupun industri sepatu sudah menggunakan teknologi yang maju yang dapat mempercepat pembuatan topi dan sepatu.Kata Kunci : Perkembangan Industri Kecil, Industri Topi dan Industri Sepatu
PERKEMBANGAN TRANSPORTASI KERETA API DI KABUPATEN LAMONGANTAHUN 1899 – 1932 NUR CAHYO, DEDI
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan transportasi yang dapat mengangkut barang dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat menjadi kebutuhan pada periode 1870 – 1830. Hal ini karena trasportasi tradisioanal sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengakut hasil ekploitasi ditanah jajahan Hindia Belanda. Akibat diterapkanya kebijakan tanam paksa dan dikeluarkanya undang – undang Agrarische wet (undang –undang agraria) tahun 1870 berdampak pada peningkatan hasil produksi ekploitasi diberbagai daerah tanah jajahan. Kabupaten Lamongan merupakan wilayah adminitratif dari keresidenan Surabaya yang memiliki kekayaan sumber ekplotasi ekspor diantaranya beras, gula, tembakau, djagung. Dari letak geografi Kabupetan Lamongan merupakan daerah perlintasan jalur kereta api yang menghubungkan lintas rel kereta api bagian Utara dan rel kereta api bagian Selatan pulau Jawa timur.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Mengapa sarana trasportasi kereta api dikembangkan di Kabupaten Lamongan, (2) Bagaimana perkembangan sarana transportasi kereta api di Kabupaten Lamongan tahun 1889- 1932 (3) Bagaimana pengaruh sarana transportasi kereta api terhadap perkembangan perekonomian masyarakat Kabupaten Lamongan 1889-1932. Permasalahan-permasalahan tersebut diberikan penjelasan dengan melakukan analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan melalui tahapan metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitian sejarah yang dilakukan meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Untuk memperoleh hasil maksimal dalam penelitian ini maka peneliti melakukan penelusuran sumber berupa staatsblad, laporan stasitik berkala, hasil sumber daya alam dan laporan kereta api. Selain itu juga dibantu dengan buku-buku yang berkaitan dengan perkeretaapian.Hasil penelitian menunjukan bahwa perkembangan kereta api jalur Babat – Djombang dan Surabaya – Gundih yang melintasi Kabupaten Lamongan tahun 1899 memberikan pengaruh terhadap perekonomian Kabupaten Lamongan. Pengaruh tersebut diantaranya mempermudah lalu lintas pengakutan dari wilayah pedalaman menuju ke pelabuhan besar semakin lancar sehingga berdampak terhadap jumlah eksport. Selain itu dengan adanya jalur kereta api tersebt memberi lapangan pekerjaan baru bagi penduduk yaitu sebagai tenaga kuli diperusahaan kereta api, sebagai pedagang dan memberi kemudahan kepada penduduk dalam melakukan perjalanan ke kota – kota besar diwilayah Jawa. Beroperasinya kereta api di Kabupaten Lamongan berdampak kurang baik terhadap jasa angkutan tradisional. Dampak tersebut berpengaruh terhadap angkutan barang dan penumpang yang mulai berpindah menggunakan jasa kereta api, akibat dari hal tersebut pendapatan yang diperoleh jasa angkutan tradisional menurun.Kata Kunci: Perkembangan , Transportasi Kereta Api, Kabupaten Lamongan
DINAMIKA KOMPETISI BOLA BASKET UTAMA (KOBATAMA) TAHUN 1982 - 2002 ADI RAHMAWAN, DESTYA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bola Basket telah berkembang di Indonesia sejak kolonialisme Belanda. Beberapa literatur menyebutkan bahwa para pendatang dari Tiongkoklah yang membawa jenis olahraga ini ke Indonesia. Seiring perkembangan zaman, bola basket mulai menarik hati masyarakat Indonesia. Kepopuleran basket di Indonesia bisa dilihat dari diselenggarakannya berbagai kompetisi di berbagai level. Munculnya berbagai tim bola basket di berbagai daerah di Indonesia juga merupakan bentuk semakin populernya bola basket di Indonesia. Semakin menyebarnya antusiasme masyarakat terhadap Basket tentunya berbanding lurus dengan harapan untuk memperoleh prestasi yang baik terhadapnya. Hal tersebutlah yang merupakan alasan utama untuk diselenggarakannya suatu kompetisi.Rumusan masalah yang akan dibahas adalah 1) Bagaimana kondisi bola basket Indonesia sebelum penyelenggaraan Kobatama, 2) Bagaimana dinamika penyelenggaraan Kobatama dalam kurun waktu 1982 – 2002, 3) Bagaimana dampak penyelenggaraan Kobatama dengan prestasi basket nasional. Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah. Heuristik menjadi tahap awal untuk mengumpulkan sumber-sumber. Tahap Kritik untuk menyeleksi sumber yang valid. Tahap interpretasi dilakukan dengan mengaitkan dan menganalisi sumber. Tahap historiografi melakukan penulisan kembali hasil interpretasi dalam bentuk skripsi ini.Berdasarkan hasil analisis sumber menunjukkan bahwa penyelenggaraan Invitasi Bola Basket Nasional tidak terlalu memberi dampak positif pada prestasi bola basket Indonesia di taraf internasional. Invitasi Bola Basket Nasional tidak bisa meningkatkan prestasi Indonesia karena jarang diselenggarakan. Kobatama diselenggarakan Perbasi karena kebutuhan akan suatu kompetisi bola basket yang teratur antara perkumpulan – perkumpulan basket di Indonesia. Kobatama berlangsung dari tahun 1982 sampai dengan tahun 2002. Selama hampir 20 tahun penyelenggaraannya, Kobatama tidak lepas dari berbagai permasalahan. Berdasarkan fungsinya, Kobatama diselenggarakan untuk meningkatkan prestasi basket Indonesia. Jika suatu negara memiliki sistem kompetisi olahraga yang baik, maka prestasi juga akan ikut terangkat, namun peningkatan prestasi yang diharapkan tidak bisa dicapai secara cepat. Indonesia baru berprestasi kembali setelah 10 tahun penyelenggaraan Kobatama. Prestasi yang diraih ini adalah medali perunggu pada SEA Games 1993, Juara SEABA 1996, medali perunggu SEA Games 1999 dan medali Perak SEA Games 2001. Prestasi yang baik suatu negara dalam bidang tertentu akan memberikan suatu rasa kebanggaan kepada masyarakatnya. Kata Kunci : Bola Basket, Kompetisi Olahraga, Kobatama