cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
KESENIAN REOG CEMANDI DI KABUPATEN SIDOARJO TAHUN 2000-2015 AZIZAH DWIYANI, NUR
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dianugrahi dengan segudang potensi, salah satunya yang menjadi unggulan adalah bidang seni dan budaya lokal. Terdapat ribuan jenis kebudayaan yang diwujudkan melalui kesenian tradisional yang sangat ragam. Ada beberapa kesenian yang masih eksis sampai sekarang di tengah masyarakat. Salah satunya adalah kesenian Reog Cemandi. Perkembangannya hingga kini mampu bertahan di tengah modernisasi masyarakat Desa Cemandi membuatnya menarik untuk diteliti.Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang akan dibahas (1) Apakah yang melatar belakangi lahirnya kesenian Reog Cemandi di Kabupaten Sidoarjo, (2) Bagaimana prosesi pertunjukan kesenian Reog Cemandi di Kabupaten Sidoarjo, (3) Bagaimana perkembangan kesenian Reog Cemandi antara tahun 2000-2015, (4) Apakah makna simbolis yang terkandung dalam kesenian Reog Cemandi tersebut sehingga keberadaannya tetap lestari. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Berdasarkan hasil analisis menyatakan bahwa pada masa penjajahan Belanda masyarakat Desa Cemandi sering ditindas dan diminta untuk membayar pajak, sehingga muncullah ide untuk membuat kesenian topeng yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menakuti para penjajah yang datang. Kemudian kesenian topeng tersebut berubah fungsi menjadi hiburan dan tradisi bagi masyarakat Desa Cemandi. Reog Cemandi mengalami perkembangan yang cukup signifikan sampai saat ini. Pada awal tahun 2000-an Reog Cemandi mengalami penambahan gerak terpola menyesuaikan dengan kebutuhan panggung. Pada tahun-tahun berikutnya Reog Cemandi semakin eksis dan semakin dikenal oleh masyarakat, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Sidoarjo. Kemudian pada akhir tahun 2015-an kesenian Reog Cemandi melakukan regenerasi dengan menjadikannya sebagai salah satu ekstrakulikuler di SD Negeri Cemandi 406. Selain itu terdapat banyak makna simbolis dalam kesenian Reog Cemandi ini. Kata Kunci : Perkembangan, Reog Cemandi, Makna Simbolik
POLITIK EFISIENSI ANGGARAN MANGKUNEGARA VI TAHUN 1911 - 1915 ALIFATUR R, APRILIA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangkunegaran merupakan salah satu akibat dari adanya gejolah politik kolonial pada abad ke-18. Mangkunegaran sebagai wilayah Kasunanan Surakarta yang memiliki otonomi sendiri menghadapi segala permasalahannya secara mandiri. Permasalahan yang terjadi mengakibatkan adanya pembaharuan untuk memperbaiki segala aspek kehidupan Mangkunegaran. Krisis ekonomi global pada pertengahan abad ke-19 mengakibatkan Mangkunegaran terlibat hutang dan keuangan berada di amabng kehancuran. Sebagai sosok yang yang bertanggung jawab, Mangkunegara VI memperbaiki keuangan dengan melakukan efisiensi di segala bidang kehidupan Mangkunegaran. Berdasarkan latar belakang yang telah tersebut di atas, rumusan masalah yang akan dibahas adalah 1) mengapa Mangkunegara VI melaksanakan politik efisiensi anggaran, 2) bagaimana pelaksanaan politik efisiensi anggaran di dalam Kadipaten Mangkunegaran, serta 3) bagaimana dampak politik efisiensi anggaran Mangkunegara VI bagi kkehidupan kerabat dan rakyat. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang terdiri dari dari empat tahap.Pertama, tahap pengumpulan sumber yang dilakukan di arsip dan perpustakaan Rekso Pustaka Mangkunegaran. Tahap kedua melakukan kritik sumber untuk menghasilkan data yang valid. Ketiga, dilakukan interprtasi untuk menghasilkan fakta. Tahap terakhir, historiografi, melakukan penulisan kembali hasil dari interpretasi ke dalam bentuk skripsi ini. Berdasarkan hasil analisis data menyatakan bahwa Mangkunegara VI melakukan pembaharuan politik ekonomi dengan tujuan memperbaikai keuangan Mangkunegaran. Politik efisiensi ini dilaksanakan dengan memotong anggaran belanja Mangkunegaran dan pengurangan jumlah jumlah narapraja yang kurang kompeten. Selain itu, dikeluarkan pula kebijakan pemisahan antara anggaran Mangkunegaran dan perusahaan untuk menghindari pemborosan. Akibat politik efisiensi ini Mangkunegaran mendapatkan kembali kekayannya, namun kerabat enggan menghargai usaha dari Mangkunegara VI karena tidak dapat merasakan kemewahan. Pelaksanaan politik ini awalnya memberikan dampak yang kurang baik untuk rakyat, sebab Mangkunegara VI tidak memperhatikan rakyat, hanya melakukan penghematan. Akhir pemerintahannya, taraf hidup rakyat mulai membaik, kebutuhan serta sarana prasarana umum telah terpenuhi. Kata kunci: Mangkunegara VI, Efisiensi Anggaran, dan Kesejahteraan
STUDI BUNKER JEPANG DI LUMAJANG TAHUN 1942-1945 B P, SULISWANTORO
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam usahanya untuk membangun suatu imperium di Asia, Jepang telah meletuskan Perang Pasifik. Hal ini berhubungan dengan ambisi Jepang untuk memiliki bahan industri di negara-negara selatan termasuk Indonesia. Negara Jepang mulai melaju ke Asia Tenggara untuk menambah bahan-bahan industri dan pokok untuk memenuhi negara induknya. Salah satu tujuan pokok pendudukan Jepang di Asia Tenggara ialah untuk memperoleh sumber-sumber ekonomi, dan untuk menciptakan suatu landasan pasok ekonomi yang penting demi kelangsungan perang disana.                   Penyerangan Jepang di Indonesia dimulai pertama kali di daerah Kalimantan Timur yaitu daerah Tarakan pada 10 Januari 1942. Di Indonesia Jepang bukan hanya mengambil SDA dan SDM saja, namun Jepang juga membuat sistem pertahanan untuk mempertahankan wilayah yang dikuasainya. Bunker-bunker Jepang di Indonesia sangatlah banyak. Di Lumajang ada ±25 bangunan bunker yang berdirih disepanjang pantai selatan Lumajang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apa latar belakang pembangunan bunker Jepang di Kabupaten Lumajang 1942 – 1945 ?. (2) Bagaimana proses pembangunan bunker Jepang di Kabupaten Lumajang tahun 1942-1945 ?. (3) Apa fungsi bunker Jepang dulu saat pendudukan Jepang dan sekarang di Kabupaten Lumajang ?. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan sejarah bunker yang berada di Kabupaten Lumajang pada saat PD II berlangsung. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan sejarah (historical approach), yang meliputi empat tahapan proses yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan bunker Jepang di Kabupaten Lumajang sangat dibutuhkan oleh pihak Jepang untuk menghalau serangan sekutu dari Australia dan mengawasi warga Lumajang pada pendudukan Jepang. Dengan faktor geografis yang mendukung untuk pembuatan bunker dan jumlah masyarakat Kabupaten Lumajang yang dijadikan sebagai romusha. Dalam pembuatan bunker di Lumajang ada 7 tipe atau model pembangunannya yaitu emat persegi panjang, bujur sangkar, seperti huruf U, seperti huruf L, tidak beraturan, setengah lingkaran, dan melingkar. Pembuatan bunker-bunker tersebut untuk menghalau serangan sekutu yang berasal dari Australia saat PD II. Pembuatan bunker-bunker yang berada di Kabupaten Lumajang banyak melibatkan masyarakat sekitar bunker dijadikan romusha. Semua pekerja mengalami kelaparan, penyakit yang menyerang pekerja dan kebutuhan yang sangat kurang bagi pekerja bunker. Penduduk sekitar bunker pun terkena imbas dari pembangunan sarana pertahanan tersebut. Setiap harinya para warga harus menyerahkan beras yang sudah di tentukan dan hewan ternak milik harus diserahkan ke pemerintahan Jepang untuk kepentingan Jepang. Kata Kunci : Bunker Jepang, Lumajang. 
PENGEMBANGAN PERMAINAN ULAR TANGGA DALAM BENTUK KOLEKSI KARTU PEMBELAJARAN UNTUK MEMAHAMI KONSEP-KONSEP MATERI PELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMA NEGERI 1 SIDOARJO WIDIANTO, DWI
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan model pembelajaran konvensional dirasa kurang cocok dalam pembelajaran sejarah, karena dianggap kurang efektif dan membosankan. Oleh karena itu, penggunaan media merupakan cara yang efektif untuk membuat pembelajaran sejarah menjadi lebih menarik dan berpusat pada siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan media permainan ular tangga. Media permainan ular tangga memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan media pembelajaran lainnya, sehingga akan cocok digunakan dalam pembelajaran Sejarah.Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu; (1) respon siswa kelas X di SMA Negeri 1 Sidoarjo terhadap pengembangan media permainan ular tangga, (2) keefektifan penggunaan media permainan ular tangga berbentuk koleksi kartu dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian model 4-D yang terdiri dari empat tahap, yaitu; tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebaran. Akan tetapi, penelitian ini hanya dilakukan sampai pada tahap pengembangan. Proses pengumpulan data dilakukan dengan dua metode, yaitu angket dan observasi. Subyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Sidoarjo pada kelas X MIPA 2, terdiri dari 26 anak.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media permainan ular tangga dengan mengumpulkan kartu dalam pembelajaran sejarah mendapatkan respon yang kuat dari peserta didik dengan prosentase 81.2%. Hal ini ditunjukkan dengan sikap antusias dan menyenangkan dari peserta didik selama penelitian berlangsung. Selain itu, media permainan ular tangga cukup efektif digunakan dalam pembelajaran sejarah. Hal ini didukung dengan hasil prosentase pemahaman siswa yang menunjukan bahwa 57.70% kriteria memahami, 15.38% kriteria sangat memahami, dan 26.92% kurang memahami. Kata Kunci : Pengembangan Permainan, Pemahaman Konsep, Pembelajaran Sejarah.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN PEREMPUAN PRIBUMI JAWA DALAM PERS KOLONIAL TAHUN 1908-1928 URIFATULAILIYAH, NUR
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjadi perempuan yang berpendidikan sebelum tahun 1900-an merupakan suatu hal yang sulit dicapai dikarenakan adat istiadat dan budaya patriakhi yang berkembang dimasyarakat. Perempuan tidak diperkenankan untuk mendapatkan pendidikan umum secara formal, padahal pendidikan merupakan alat penting untuk dapat mengangkat derajat kaum perempuan. Karena ketimpangan yang dialami perempuan tersebut, muncul suatu pemikiran untuk memperjuangankan haknya agar dapat memperoleh pendidikan secara formal. Melalui tulisan yang dituangakan dalam media pers, perempuan yang berintelektual dan kaum yang peduli akan nasib kaum perempuan menuangkan pemikiran-pemikiran mereka untuk memperjuangkan kebebasan dan hak memperoleh pendidikan perempuan layaknya kaum laki-laki. Media pers menjadi alat yang efisien untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran tersebut karena pers merupakan suara abadi yang tidak akan hilang selama tulisan itu masih ada, seperti yang dilakukan oleh Kartini dalam menyampaikan pemikirannya melalui surat. Dengan dimunculkannya pemikiran dan kepedulian akan nasib kaum perempuan tersebut menunjukan bahwa pada masa itu sudah mulai muncul paham feminis dan juga kemajuan pemikiran oleh perempuan pribumi bangsa Indonesia. Kata Kunci: Perempuan, Pemikiran Pendidikan, Pers
PETERNAKAN SAPI PERAH KECAMATAN PUJON TAHUN 1990-2010 NURCAHYANTI, CHRISTIANA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan sapi perah merupakan salah satu bagian dunia usaha untuk meningkatkan taraf hidup khususnya masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Usaha peternakan sapi perah di Indonesia mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting, selain berperan sebagai sumber penghasilan masyarakat juga dapat memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedesaan. Maka penting kiranya untuk mendorong dan mengembangkan usaha peternakan sapi perah di wilayah Indonesia. Salah satu wilayah yang merupakan sentra usaha peternakan sapi perah rakyat berada di wilayah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana perkembangan peternakan sapi perah di Kecamatan Pujon Tahun 1990-2010? (2) Bagaimana pengaruh peternakan sapi perah bagi kehidupan masyarakat kecamatan Pujon tahun 1990-2010? Dalam melakukan analisis terhadap data-data yang diperoleh digunakan metode sejarah yang meliiputi heuristic, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil dari penelitian ini ialah peternakan sapi perah yang ada di wilayah Kecamatan Pujon sudah berkembang sejak masa pendudukan Hindia-Belanda. Perkembangan peternakan sapi perah semakin pesat memasuki tahun 1990. Dari tahun ketahun jumlah ternak sapi yang dipelihara terus mengalami peningkatan. Dengan semakin berkembangnya peternakan sapi perah di wilayah Kecamatan Pujon pada tahun 1990-2010 dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan perekonomian masyarakat di wilayah Kecamatan Pujon. Tidak hanya pada pada bidang perekonomian yang mengalami peningkatan tetapi kesejahteraan masyarakat juga turut meningkat hal ini karena adanya berbagai macam bantuan yang diberikan oleh Koperasi Susu SAE Pujon pada para peternak. Bantuan yang diberikan berupa pelayanan kesehatan, social, dan simpan pinjam. Semakin berkembangnya peternakan sapi perah di Kecamatan Pujon tidak terlepas dari peran Koperasi Susu SAE Pujon yang berupaya untuk memperrbaiki kondisi peterakan dengan program-program yang direncanakannya, salah satunya ialah pengobatan gratis bagi sapi yang sakit dan suntik IB gratis. Selain peran Koperasi Susu SAE Pujon, Pemerintah juga memiliki peran dalam tumbuh kembangnya peternakan sapi perah di kecamatan Pujon, pemerintah memberikan bantuan berupa kredit sapi yang disalurkan lewat Koperasi Susu SAE Pujon Kata Kunci: Peternakan, Sapi Perah, Kecamatan Pujon
PENCABUTAN IJIN TERBIT KORAN INDONESIA RAYA TAHUN 1974 W, MUJIANI
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebebasan berpendapat di Indonesia masa Orde Baru belum terwujud sepenuhnya, pers nasional masih hidup dalam bayang-bayang pemerintah. Bayang-bayang tersebut adalah pencabutan ijin terbit bagi setiap penerbitan yang dianggap menentang pemerintah. Kebijakan pers awal pemerintahan Orde Baru menjadikan pers sebagai patner untuk menumbangkan kekuasaan Partai Komunis Indonesia (PKI), yang kemudian wajah pers berubah menjadi alat untuk mempertahankan kekuasaan penguasa Orde Baru.Secara umum penelitian ini membahas tentang: 1) berita-berita yang ditulis oleh koran Indonesia Raya masa Orde Baru tahun 1973-1974; 2) kebijakan pers yang diterapkan masa Orde Baru; 3) alasan dicabutnya ijin terbit koran Indonesia Raya tahun 1974. Berdasarkan hasil analisis sumber menunjukkan bahwa perkembangan kehidupan pers dipengaruhi oleh kontrol pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang dapat berubah sesuai dengan sistem pemerintahan yang dianut. Surat kabar Indonesia Raya masa Orde Baru mengalami satu kali pencabutan ijin terbit yang bersifat fatal. Pencabutan Ijin Terbit (SIT) terjadi pada tanggal 22 Januari 1974 setelah terjadinya peristiwa Malapeta 15 Januari 1974 (Malari). Kata Kunci: Pers, Kebijakan, Indonesia Raya
PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN – PONDOK PESANTREN TERTUA DI SIDAYU GRESIK 1920-1990(PONDOK PESANTREN AL-MUNAWWAR, PONDOK PESANTREN QIYAMUL MANAR, DAN PONDOK PESANTREN MAMBA’UL HISAN) AIF FAHMI, MOCHAMMAD
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren Al-Munawwar, pondok pesantren Qiyamul Manar, dan pondok pesantren Mamba’ul Hisan. Ketiga pondok pesantren ini merupakan pondok pesantren tertua yang ada di Sidayu, masing-masing dari pondok pesantren yang tersebut mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh pondok pesantren lainnya. Hal ini membuat tidak ada persaingan diantara ketiga pondok pesantren tersebut, meskipun wilayah pondok pesantren mereka sangat dekat satu sama lain. Selain itu ketiga pondok pesantren ini dianggap sebagai pelopor munculnya pondok-pondok pesantren lainnya di Sidayu sampai saat ini. Beberapa pendiri pondok pesantren yang ada di Sidayu sampai saat ini, mempunyai hubungan dengan ketiga tokoh tersebut, baik itu dari hubungan antar keluarga maupun dari hubungan antara guru dan murid. Semakin banyaknya pondok pesantren yang ada di wilayah Sidayu, menyebabkan wilayah Sidayu terkenal menjadi sebuah Kota Santri. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana perkembangan pondok pesantren tertua di Sidayu pada 1920-1990? (2) Bagaimana pengaruh pondok pesantren pada sistem pendidikan Islam di masyarakat Sidayu pada 1920-1990? Dalam penelitian ini digunakan metode sejarah. Tahap pertama adalah heuristik, untuk mengumpulkan sumber-sumber. Tahap kedua adalah kritik, untuk menyeleksi sumber yang valid. Tahap ketiga adalah interpretasi yang dilakukan dengan mengaitkan dan menganalisis sumber. Tahap terakhir adalah historiografi, untuk melakukan penulisan kembali hasil interpretasi dalam bentuk skripsi ini.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, pendirian pondok pesantren di Sidayu dilatar belakangi oleh beberapa fakor, faktor-faktor tersebut antara lain: keinginan untuk mengajarkan Al-Qur’an, untuk memperkuat kembali ajaran Agama Islam yang sudah mulai luntur, dan keberhasilan dalam mendidik anak. Akan tetapi masih dalam pembahasan yang sama, yaitu: mengembangkan pendidikan agama Islam di Sidayu. Keberadaan pondok pesantren mempunyai pengaruh terhadap sistem pendidikan Islam pada masyarakat Sidayu, yaitu: Pertama, membentuk masyarakat Sidayu yang berkarakter Islami. Keberadaan pondok pesantren diwilayah Sidayu, memberikan pengaruh kepada masyarakat sekitar. Kedua, didirikannya yayasan pendidikan formal pertama yang ada di Sidayu. Pendirian yayasan ini dilatar belakangi oleh adanya pondok pesantren yang telah berdiri jauh sebelumnya. Pondok pondok pesantren ini selain dijadikan sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, juga digunakan sebagai tempat belajar ilmu pengetahuan umum. maka atas dasar itu para ulama’ di wilayah Sidayu termasuk kyai-kyai dari pondok-pondok pesantren tersebut, dan beberapa tokoh masyarakat di wilayah Sidayu bersepakat untuk mendirikan sebuah tempat pendidikan swasta yaitu: madrasah Tsanawiyah. Dan ketiga, munculnya pondok pesantren-pondok pesantren baru. Kemunculan pondok-pondok baru ini terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor keluarga, dan Faktor Assatidz.Kata Kunci: Perkembangan, Pondok Pesantren, Sidayu
PEWARTA SOERABAIA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI NASIONALISME TIONGKOK MASYARAKAT TIONGHOA SURABAYA TAHUN 1937-1940 AMALIA, FARISDA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pers Tionghoa pada masa kolonial cukup signifikan. Pers yang berkembang, khususnya surat kabar, merupakan fenomena penting pada masa pergerakan nasional di Indonesia. Pada akhir abad ke-19 menjadi awal bagi gerakan nasionalisme Tiongkok atau Pan-Tionghoa yang menyebarkan ide-ide nasionalisme di Pulau Jawa. Gerakan ini mendapat dukungan kuat dari kaum Tionghoa peranakan yang kecewa terhadap pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Kesadaran akan identitas mereka sebagai kaum Tionghoa peranakan terwujud dalam Tiong Hoa Hwe Koan (THHK). .Berdasarkan hasil analisis sumber menunjukkan bahwa bersamaan dengan, ide-ide nasionalisme yang muncul mendapat wadah dalam persuratkabaran Tionghoa peranakan yang yang mulai muncul dan berkembang pada awal abad ke-20. Pewarta Soerabaia yang lahir pada 1902 merupakan surat kabar Tionghoa peranakan pertama yang muncul dan berkembang di Surabaya pada saat itu. Pewarta Soerabaia adalah salah satu surat kabar terkemuka milik The Kian Sing, yang merupakan tokoh Peranakan Tionghoa di Surabaya dan ikut bersimpati kepada Republik Tiongkok. Ia ikut menyuarakan nasionalisme di Daratan Tiongkok berdasarkan ajaran Dr Sun Yat Sen. Dalam ajarannya, Sun Yat Sen menulis perkembangan kemerdekaan Tiongkok tidak akan sempurna selama bangsa-bangsa di Asia belum merdeka. Surat kabar ini menjadi wahana bagi kaum nasionalis dalam menyebarkan ide-ide nasionalisme Tiongkok yang tercermin pada isi dari pemberitaannya, sehingga masyarakat Tionghoa peranakan khususnya di Surabaya menjadi semakin tersadarkan akan arti penting nasionalisme. Itu artinya bahwa peranan pers Tionghoa dan Pewarta Soerabaia sebagai salah satu media yang cukup berpengaruh di Surabaya ialah pers yang dapat menyalurkan aspirasi dan tujuan tokoh-tokoh pergerakan Tionghoa peranakan di Surabaya, serta mendorong pemikiran masyarakat Tionghoa akan kesadaran terhadap Nasionalisme Tiongkok.Kata Kunci: Tionghoa Peranakan, Pers Tionghoa, PEWARTA SOERABAIA, Nasionalisme Tiongkok
PT AJINOMOTO MOJOKERTO TAHUN 1970-1980 AYU PURNOMO, NOVA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari tahun 1960-an sampai awal tahun 1980-an, merupakan kurun waktu di kawasan negara-negaraASEAN, di mana telah terjadi transformasi industry. Di Indonesia sendiri, perpindahan era dari Orde Lama keOrde Baru tidak hanya sekedar perpindahan waktu dan kekuasaan, akan tetapi lebih dari itu mempunyai maknadan implikasi yang sangat dalam. Pemerintah Orde Baru melakukan perubahan - perubahan besar dalamkebijaksanaan perindustrian. Laju pertumbuhan industri-industri pesat itu antara lain didorong oleh penanamanmodal asing (PMA) yang telah diatur dalam Undang-undang No. 1 tahun 1967 tentang penanaman modal asing(PMA). Sikap pemerintah Indonesia yang mendadak berubah di era Orde Baru disambut dengan baik olehpemerintah negara-negara Barat, investor, dan ekonomi dunia secara umum.Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu 1) Bagaimana latar belakang berdirinya PT AjinomotoMojokerto?, 2) Bagaimana proses penanaman modal asing (PMA) asal Jepang di PT Ajinomoto?. Sedangkantujuan penelitian adalah 1) Menganalisis latar belakang berdirinya PT Ajinomoto Mojokerto, 2) Menganalisisproses penanaman modal asing (PMA) asal Jepang di PT Ajinomoto. Penelitian ini menggunakan metodepenelitian sejarah meliputi tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelusuran sumber diawalidengan mencari dokumen dan arsip yang berkaitan dengan obyek yang dikaji. Selain itu penelusuran sumberprimer dengan menggunkan metode sejarah lisan diperoleh dari observasi lapangan wawancara langsung denganSupervisor PT Ajinomoto, serta melakukan penelusuran baik buku, skripsi, maupun jurnal yang relevan.Sumber-sumber tersebut dianalisis dan dikritik untuk mendapatkan fakta sejarah sehingga dapat diintepretasikansecara kronologis sesuai tema penelitian menjadi historiografi.Hasil Penelitian menjelaskan bahwa kondisi perekonomian Jawa Timur yang secara rata rata diataspertumbuhan nasional merupakan propinsi di Indonesia yang paling mendekati bentuk ideal pembangunanberimbang (balanced development). Investasi Jepang di Jawa Timur terlihat dari beberapa perusahaan seperti PTAjinomoto. PT Ajinomoto Indonesia berdiri tahun 1969 di Jakarta. Pada tahun 1970 mendirikan pabrikpertamanya di Mojokerto yang berlokasi di Jl. Raya Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto-Jawa Timurdengan produk utama penyedap rasa dengan merek AJI-NO-MOTO® yang dipasarkan ke seluruh wilayahIndonesia. Proses penanaman modal PT. Ajinomoto tidak langsung 100 %, tetapi beberapa persen dulu,Ajinomoto berapa persen perusahaan lain berapa persen ±sampai 40 saham, jadi tidak 100 % Ajinomoto. Barusetelah 20 tahun ada nasionalisasi, 49% Ajinomoto 51% nasionalisasi yang sekarang dipegang oleh PT. RodaMas. Prosentase pemilik modal Ajinomoto 49% dan Roda Mas 51%. Jumlah modal kira-kira 1 M.Perkembangan modal sampai tahun 1980 semakin berkembang.Ajinomoto Co., Inc adalah sebuah perusahaan Jepang yang memproduksi bumbu masak, minyakmasak, makanan dan farmasi melalui Britannia Pharmaceuticals Limited, anak perusahaan yang bermarkas diUK. Terjemahan harfiah dari AJI-NO-MOTO adalah "Cita Rasa" (Essence of Taste), digunakan sebagai merkdagang perusahaan Monosodium glutamat. Komponen utama AJI-NO-MOTO adalah 78% glutamat, yangmerupakan salah satu asam amino pembentuk protein tubuh dan makanan. Unsur-unsur MSG lainnya juga tidakasing bagi tubuh dan makanan sehari-hari, yaitu 12% natrium dan 10% air.Kata kunci : proses penanaman modal asing, latar belakang berdirinya Ajinomoto