cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI JAWA TIMUR TAHUN 1970-1998 PURWANINGTYAS, ASRI
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penduduk adalah masyarakat yang tinggal atau mendiami suatu wilayah tertentu. Pertumbuhan penduduk yang tiap hari makin bertambah mengakibatkan berbagai masalah yang harus di selesaikan seperti ketenagakerjaan, produksi, bahan makanan, pendidikan, kesehatan,lingkungan hidup serta berbagai masalah sosial lainnya. Menurut WHO (World Health Organisation) expert Comitte 1970, Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu pasangan suami istri untuk menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang sangat di inginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan umur suami istri serta menentukan jumlah anak dalam keluargaDalam penelitian ini, terdapat beberapa permasalahan yang akan di jawab diantaranya : 1) Apakah Latar Belakang Program Keluarga Berencana di Jawa Timur 1970-1998? 2) Bagaimana Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Jawa Timur 1970-1998? 3) Bagaimana Dampak Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Jawa Timur 1970-1998?Berkat Program Keluarga Berencana yang dilaksanakan di Jawa Timur, angka kelahiran/fertilitas di Jawa Timur menjadi menurun hingga 50 %. Pada tahun 1970 TFR/angka kelahiran di jawa timur masih 4.720, maka pada tahun 1994 telah menurun menjadi 2.223. Selain itu program Keluarga Berencana juga menurunkan angka kelahiran pada wanita kelompok umur muda. Peningkatan usia kawin yang meningkat di Jawa Timr juga merupakan hasil dari keberhasilan Program Keluarga Berencana di Jawa Timur. Kata Kunci : Keluarga Berencana, Jawa Timur,
PERGESERAN KESULTANAN SUMENEP KE TANGAN VOC TAHUN 1624-1705 DEWI RAHAYU, IKA
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumenep merupakan salah satu wilayah yang menjadi contoh bagi wilayah lain di Jawa sebagai negara vassal VOC. Dikuasainya Sumenep oleh VOC membuat VOC semakin mudah untuk melakukan eksploitasi terhadap wilayah Nusantara. Lepasnya Sumenep menjadi vassal VOC juga akibat kontrak kerjasama yang dilakukan oleh penguasa Mataram dengan VOC. Bantuan yang diberikan oleh VOC untuk menghentikan berbagai pemberontakan terhadap Mataram membuat Mataram harus membayar ganti rugi perang terhadap VOC. Besarnya hutang Mataram kepada VOC membuat Mataram harus merelakan beberapa wilayahnya di ambil alih oleh VOC. Sumenep secara resmi lepas dari Mataram setelah disetujuinya Perjanjian 5 Oktober 1705 oleh Pakubuwono I.Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis mengajukan rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimana kondisi Sumenep tahun 1705?, (2) Mengapa Sumenep melepaskan diri dari hegemoni kekuasaan Mataram dan menjadi vassal VOC?, (3) Bagaimana proses lepasnya Sumenep dari Mataram menjadi vassal VOC tahun 1624-1705?. Permasalahan-permasalahan tersebut diberikan penjelasan dengan melakukan analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan melalui tahapan metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitian sejarah yang dilakukan meliputi, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Berdasarkan hasil analisa terhadap data dan sumber-sumber yang didapatkan, diperoleh hasil bahwa lepasnya Sumenep menjadi vassal VOC semula disebabkan oleh ketidakpuasan rakyat terhadap pemerintahan Amangkurat I. Ketidakpuasan tersebut memicu terjadinya pemberontakan yang dipimpin oleh Trunajaya. Kehebatan pasukan Trunajaya membuat Mataram harus meminta bantuan kepada VOC untuk memadamkannya. Permintaan bantuan kepada VOC kemudian secara turun temurun dilakukan oleh penguasa Mataram dan membuat Mataram bergantung pada bantuan yang diberikan kepada VOC. Oleh VOC, kesempatan tersebut dimanfaatkan untuk lebih memantapkan kekuasaannya atas wilayah Jawa dengan cara mengikat penguasa Mataram dengan perjanjian-perjanjian. Akhirnya, Sumenep resmi menjadi vassal VOC pada 5 Oktober 1705. Lepasnya Sumenep disamping keinginan Sumenep sendiri yang disampaikan oleh Tumenggung Yudanegara juga karena perjanjian yang disetujui oleh Pakubuwono I. Kata Kunci: Sumenep, Perjanjian, VOC
SENGKETA TANAH TAMBAK GARAM DI SAMPANG TAHUN 2005-2012 FAJARIYAH, DESY
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sengketa lahan garam yang terjadi antara PT. Garam (Persero) memiliki akar sejarah yang lama yaitu sejak Indonesia dalam penjajahan Belanda. Ketika Indonesia memerdekakan diri, permasalahan tersebut ternyata masih terus bergulir. Sulitnya ditemukan titik tengah untuk penyelesaian sengketa tersebut di karenakan antara kedua belah pihak sama-sama bersikukuh terhadap pendirian masing-masing. Permasalahan tersebut bukanlah perkara yang mudah sebab yang menjadi permasalahan adalah tanah. Tanah bagi seluruh orang tentu merupakan sesuatu yang sensitive, terlebih bagi masyarakat Madura. Pentingnya nilai tanah untuk memproduksi garam sebagai mata pencaharian sekaligus sumber penghidupan bagi masyarakat Madura.Berdasarkan latar belakang di atas maka timbulah tiga rumusan permasalahan sebagai berikut: 1) Apa latar belakang sengketa tanah tambak garam di Sampang tahun 2005-2012, 2) Bagaimana usaha perjuangan rakyat menuntut tanah tambak garam di Sampang tahun tersebut 3) Bagaimana sikap pemerintah dalam menghadapi perjuangan rakyat menuntut tanah tambak garamDalam penulisan skripsi ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristic, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjuangan Petani Garam menuntut hak tanah tambak garam ditinjau berdasarkan sumber-sumber yang ada. Pada tahun 2004 pemerintah telah memberikan keputusan untuk penyelesaian sengketa tanah antara petani garam dengan PT. Garam (Persero) yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Akan tetapi konsekwensi dari keputusan pemerintah tersebut tidak berjalan.Muncul permasalahan baru yaitu perihal pembagian luas tanah yang akan dibagikan oleh PT. Garam (Persero) kepada petani. Alasan dari petani adalah, PT. Garam (Persero) memberikan hak garap pada luas lahan yang tidak sesuai dengan keinginan petani, konflik barupun tidak dapat terelakkan. Hingga akhir penelitian antara kedua belah pihak yaitu PT. Garam (Persero) dengan rakyat/petani masih bersikukuh atas hak tanah yang disengketakan. Rakyat/ petani terus mengupayakan status hak tanah yang mereka yakini adalah tanah leluhur mereka dan mereka selaku ahli waris yang sah terhadap tanah pegaraman yang saat ini dikuasai oleh PT. Garam (Persero), sedangkan dari pihak PT. Garam (Persero) bersikeras untuk tidak lagi memberikan hak garap kepada rakyat petani yang telah tergabung dalam yayasan atas tanah yang saat ini resmi milik PT. Garam (Persero). Kata Kunci: Garam, Sengketa tanah, Sampang
KEBIJAKAN PENERTIBAN GELANDANGAN DI JAKARTA PADA TAHUN 1972-1977 LAILI KOMARIYAH, RIZKA
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelandangan merupakan orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal dan pekerjaan tetap yang juga gambaran kekejaman hidup jika tidak memiliki pendidikan tinggi dan keterampilan yang memadai membuat mereka harus tereleminasi dari kehidupan sosial.Kaum gelandangan dianggap sebagai kelas kasta terendah karena mereka identik dan dekat dengan sesuatu yang sifatnya bau, kotor, kumuh, dan miskin. Historiografi tentang gelandangan di Jakarta khususnya era kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin yang keberadaannya sering dipandang sebelah mata diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penulisan sejarah sosial di Indonesia.Pemilihan tulisan mengenai gelandangan di Jakarta pada tahun 1970an sebagai fokus utama dikarenakan pada masa itu kota-kota besar di Indonesia masih sedikit. Jakarta sebagai kota terbesar di Indonesia dengan segala daya tariknya memiliki potensi besar melahirkan kaum gelandangan dibandingkan dengan kota lainnya. Pembahasan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi tentang sejarah masyarakat atau orang kebanyakan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jakarta.Penelitian ini membahas tetang kebijakan penertiban gelandangan di Jakarta pada tahun 1972-1977 serta dampak dari kebijakan tersebut terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan psikologi. Kebijakan ini dilaksanakan sesuai dengan dikelurkannya beberapa Surat Keputusan Gubernur Ali Sadikin tentang masalah penanggulangan gelandangan. Implementasi kebijakan penertiban gelandangan di Jakarta pada masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin dilakukan melalui tindakan preventif dan kuratif. Tindakan preventif dengan menutup Jakarta dari pendatang, larangan mengemis di Jakarta, mengoptimalkan program KB, dan pemberian keterampilan kepada masyarakat luas. Sedangkan tindakan kuratif dilakukan dengan cara melakukan razia, rehabilitasi, transmigrasi, dikembalikan ke daerah asal, dan disalurkan kerja. Dampak pelaksanaan kebijakan gelandangan di Jakarta dapat dilihat dalam aspek sosial, ekonomi, dan psikologis. Dampak penertiban tersebut antara lain, terciptanya ketertiban dan keamanan, penyaluran tenaga kerja, dan kesadaran diri dari gelandangan untuk kembali ke dalam kehidupan bermasyarakat. Kata Kunci : Gelandangan, Kebijakan, Ali Sadikin, Jakarta.
PROFIL GURU SEJARAH PROFESIONAL ALUMNI PROGRAM STUDI S1 PENDIDIKAN SEJARAH UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA LATIFA A, NURUL
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil guru sejarah berdasarkan kompetensi keilmuan (profesional), selain itu juga untuk mengetahui upaya alumni mengembangkan kompetensi keilmuan melalui pendekatan saintifik. Dalam penelitian ini juga dapat diketahui relasi antara budaya yang berlangsung di sekolah dengan implementasi pembelajaran Kurikulum 2013. Kompetensi profesional guru dinilai berdasarkan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, untuk mendapatkan data berupa deskripsi keterlaksanaan pembelajaran maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Maka dari itu, penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan model Spradley. Teknik analisis data ini terdiri dari empat tahap yaitu analisis domian, taksonomi, komponensial, dan tema kultural. Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap delapan responden yang berasal dari angkatan 2009 hingga 2011 menghasilkan tiga kategori yang muncul. Kategori ini untuk menggambarkan performa guru dalam melaksanakan pembelajaran yaitu kategori sangat baik, baik, dan cukup. Sedangkan untuk penguasaan kompetensi keilmuan, dibuat dalam dua kategori yaitu kategori intelektual tradisional dan kategori intelektual organik menurut Antonio Gramsci. Di sisi lain, Walaupun dari segi capaian IPK semua responden termasuk kategori cukup (rentang nilai 2,6 - 3,5) tetapi dalam hal implementasi pembelajaran mengalami perbedaan. Gaya mengajar guru yang mampu menghasilkan ketercapaian siswa hingga ranah mencipta (C6) adalah gaya mengajar yang menggunakan alat dan bahan artinya siswa praktek membuat benda untuk tagihan tugas dari guru berupa benda 3D. Gaya mengajar itu juga dilakukan oleh angkatan 2009. Keberhasilan angkatan 2009 dalam melaksanakan pendekatan saintifik dan penerapan gaya mengajar yang kreatif dipengaruhi oleh pengalaman mengajar yang cukup lama di sekolah tersebut. Hal ini juga membuktikan bahwa ketercapaian IPK alumni tidak berbanding lurus dengan pelaksanaan pebelajaran di sekolah.   Kata Kunci: Profil Guru, Analisis model Spradley, Intelektual Tradisional dan Organik, Alumni
PERAN TAREKAT SHIDDIQIYYAH DALAM PENANAMAN NILAI NASIONALISME KEPADA WARGA TAREKAT SHIDDIQIYYAH TAHUN 1970-2010 DI PLOSO, JOMBANG BUDI, SETIAWAN
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada zaman sekarang, nilai nasionalisme seakan-akan semakin berkurang pada diri Bangsa Indonesia. Penanaman nilai nasionalisme terus digalakkan, mulai dari pendidikan formal hingga pendidikan non formal atau kelompok-kelompok sosial keagamaan contohnya yaitu Tarekat Shiddiqiyyah di Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang yang dipimpin oleh Kyai Muchtar Mu’thi. Tarekat Shiddiqiyyah telah lama melakukan gerakan-gerakan penanaman nilai nasionalisme kepada para pengikutnya. Diawal perkembangan Tarekat Shiddiqiyyah hingga tahun 2010 telah banyak program-program yang berkaitan tentang penanaman nilai nasionalisme kepada para murid Shiddiqiyyah.Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) Apa yang melatarbelakangi berdirinya Tarekat Shiddiqiyyah di Ploso, Jombang? (2) Bagaimana ajaran Tarekat Shiddiqiyyah? (3) Bagaimana peran Tarekat Shiddiqiyyah dalam menanamkan nilai Nasionalisme kepada para warga Shiddiqiyyah Tahun 1970-2010 di Ploso, Jombang?. Penelitian ini menggunakan metode sejarahdengan langkah-langkah sebagai berikut ; pertama, heuristik atau pengumpulan data berasal dari buku, koran, arsip, majalah Al Kautsar, sumber visual dan sumber lisan tentang Tarekat Shiddiqiyyah. Kedua, kritik pada sumber yang diperoleh seperti buku, koran, arsip, majalah Al Kautsar, sumber visual dan sumber lisan tentang Tarekat Shiddiqiyyah. Ketiga, interpretasi dengan menghubungkan fakta-fakta yang diperoleh dan keempat, historiografi atau penulisan sejarah terkait proses penanaman nilai nasionalisme kepada warga Tarekat Shiddiqiyyah.Hasil dari penelitian ini yaitu Tarekat Shiddiqiyyah berpusat di Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Tarekat Shiddiqiyyah dipimpin oleh Kyai Muchtar Mu’thi. Pada awal penyebaran perjuangan menyebarkan Tarekat Shiddiqiyyah, Kyai Muchtar tidak menjelaskan hukum Islam kepada muridnya, akan tetapi langsung memberikan amalan dzikir karena masyarakat mayoritas abangan. Tarekat Shiddiqiyyah memiliki faham Tasawuf. Ajaran Tarekat dititikberatkan pada ajaran Dzikrulloh. Metode-metode yang dilakukan oleh Tarekat Shiddiqiyyah untuk menanamkan nilai nasionalisme kepada murid Shiddiqiyyah yaitu ; 1) Menggunakan Asas, Visi dan Kop Surat yang bernilai Nasionalisme, 2) Syarat masuk Tarekat Shiddiqiyyah, 3) Doa untuk bangsa dan negara, 4) Pembelajaran Nasionalisme di Tarbiyyah Hifdhul Ghulam wal Banat, 5) membuat monumen Kebangsaan di Pusat Tarekat Shiddiqiyyah, 6) program sosial, 7) membuat syair cinta tanah air, 8) melakukan peringatan Hari Besar Nasional, 9) mendirikan Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA-I) Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan, 10) mengadakan pertemuan lintas agama. Kata kunci : Tarekat, Shiddiqiyyah, Nasionalisme
GERAKAN TENTARA KANJENG NABI MUHAMMAD (TKNM) TAHUN 1918 ALFAN, AHSANUL
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Islam menjadi ancaman bagi kolonisasi bangsa barat di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan untuk melemahkan umat Islam, mulai dari perang sampai penyebaran karya sastra yang mendiskreditkan Islam. Pada tahun 1918 muncul artikel dalam surat kabar Djawi Hiswara tanggal 9 dan 11 Januari 1918 yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad seorang peminum dan pemadat. Artikel tersebut mendapat reaksi yang keras dari umat Islam khususnya di Surabaya yang dipimpin oleh Tjokroaminoto. Tjokroaminoto kemudian membentuk gerakan Tentara Kanjeng Nabi Muhammad (TKNM) pada 6 Februari 1918. TKNM didirikan untuk membela dan mempertahankan kehormatan Islam, Nabi Muhammad dan umat Islam. TKNM menuntut Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan Kasunanan Surakarta supaya menghukum Martodarsono dan Djojodikoro. Namun, muncul kekecewaan dari umat Islam terhadap gerakan TKNM ketika Tjokroaminoto tiba-tiba mengendorkan perlawanannya terhadap Martodarsono dan Djojodikoro. Setelah terjadi konflik di TKNM, Misbach kemudian mengambil alih peran TKNM yang sudah tidak melakukan gerakan sosial dengan membentuk organisasi Siddiq Amanah Tabligh Vatonah (SATV). Kata kunci: Islam, TKNM, Djawi Hiswara
SIGNIFIKANSI SURAT KABAR KOMPAS DALAM PEMBERITAAN PERISTIWA REFORMASI 98 FEBRIYANTI, DEVI
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1998, di Indonesia telah terjadi peristiwa penting yang dinamakan dengan peristiwa Reformasi 98. Peristiwa ini sekaligus menandai berakhirnya masa pemerintahan Orde Baru. Sebelumnya, pemerintah Orde Baru telah berkuasa hampir 32 tahun. Pemerintahan Orde Baru sering diwarnai dengan berbagai kasus penculikan dan juga pengekangan terhadap kehidupan pers di tanah air. Setelah terjadinya peristiwa Reformasi 98, semua itu berubah. Masyarakat hidup dalam suatu kebebasan dimana masyarakat tidak perlu lagi khawatir ketika akan mengemukakan aspirasinya. Di sini terlihat bagaimana pentingnya peristiwa Reformasi bagi perubahan kehidupan politik dan pers di Indonesia. Melihat arti penting peristiwa Reformasi 98, penulis ingin mengetahui mengapa terjadi peristiwa Reformasi 98 dan juga bagaimana signifikansi surat kabar Kompas dalam memberitakan mengenai seputar peristiwa tersebut. Alasan pemilihan surat kabar ini ialah dikarenakan sepanjang pemerintahan Orde Baru, Kompas berhasil menguasai persuratkabaran nasional dan juga lebih cermat dalam mengungkap sisi kelemahan dari pemerintahan Orde Baru.Untuk menjawab penelitian ini, penulis akan menggunakan metode sejarah kritis. Tahap dalam menggunakan metode ini yaitu; 1) Tahap Heuristik (pengumpulan sumber berupa surat kabar yang memberitakan Peristiwa Reformasi 98, terutama surat kabar Kompas), 2) Setelah terkumpul semua sumber sejarah tadi, langkah selanjutnya ialah mengkritik terhadap sumber tadi, apakah isi dan juga waktu pembuatan sumber tersebut betul dari zamannya atau tidak, 3) Langkah ketiga adalah interpretasi, 4) Langkah terakhir adalah tahap penulisan (historiografi). Dari penelitian ini dapat diketahui hasilnya yaitu Kompas memiliki keunggulan dibandingkan dengan surat kabar lainya dalam memberitakan mengenai serangkaian peristiwa Reformasi 98. Kompas lebih jeli dalam mengungkap sisi-sisi kelemahan pemerintah Orde Baru dan juga menjadi surat kabar yang memuat berita-berita penting yang tidak banyak dimuat pada surat kabar lainnya. Berita-berita tersebut diantaranya ialah sikap orang-orang dekat Soeharto menjelang kejatuhannya, jawaban dari reaksi masyarakat mengenai Pro-Kontra mundurnya Presiden Soeharto, dan juga Perubahan bidang pemerintahan, politik, dan pers setelah Orde Baru lengser. Kata Kunci: Reformasi, Kompas, Signifikansi
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA ALAM AIR TERJUN SEDUDO KECAMATAN SAWAHAN KABUPATEN NGANJUK (1992-1997) FAJAR PADMASANA, GALIH
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Indonesia menjadi salah satu penyumbang devisa bagi negara dan sebuah roda penggerak bagi perekonomian daerah. Apabila diselenggarakan dengan baik, pariwisata akan memberikan dampak positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar objek wisata. Pemerintah Indonesia pada tahun 1991 mencanangkan program Visit Indonesia Year sebagai salah satu tindakan lanjutan setelah mengeluarkan Undang-undang Republik Indonesia No.9 Tahun 1990 Tentang Kepariwisataan, hal ini mencerminkan keseriusan pemerintah untuk lebih memajukan industri pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerahKabupaten Nganjuk memiliki berbagai objek wisata di daerahnya, salah satu yang paling tersohor adalah Objek Wisata Air Terjun Sedudo, gabungan antara daya tarik keindahan alam dan kesakralan Ritual Siraman Suro yang ada pada Objek Wisata ini membuatnya ramai dikunjungi pengunjung. Pemerintah Kabupaten Nganjuk mulai menyelenggarakan pariwisata di Air Terjun Sedudo pada tahun 1987, namun baru memulai pengembangannya pada tahun 1992. Penelitian ini dilakukan pada rentang waktu tahun 1992-1997.Rumusan masalah yang akan dibahas adalah 1) bagaimana pengembangan objek wisata Air Terjun Sedudo pada tahun 1992-1997 2) bagaimana dampak sosial ekonomi pengembangan objek wisata Air Terjun Sedudo terhadap masyarakat sekitar pada tahun 1992-1997 3) bagaimana signifikansi dampak pembangunan objek wisata Air Terjun Sedudo terhadap pendapatan daerah Kabupaten Nganjuk 1992-1997. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi empat tahap. Tahap pertama adalah heuristik yang digunakan untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah. Tahap kedua adalah kritik, yaitu kegiatan pemilihan sumber sejarah yang didapat agar memperoleh sumber sejarah yang valid. Tahap ketiga adalah interpretasi, yaitu kegiatan yang dilakukan untuk menafsirkan fakta sejarah melalui analisis dan sintesa. Tahap keempat adalah historiografi, yaitu penyajian keseluruhan hasil penelitian dalam bentuk tulisan yang berbentuk skripsiBerdasarkan hasil analisis sumber menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata yang dilakukan pemerintah Nganjuk pada tahun 1992-1997 sudah memenuhi 3 unsur-unsur pengembangan pariwisata, yaitu di bidang atraksi, infrastruktur dan fasilitas pelayanan, hal ini dapat dicermati dari kegiatan pengembangan yang terjadi pada tahun 1992-1997. Namun pengembangan yang dilakukan belum mampu menambah jumlah pengunjung yang datang ke Objek Wisata Air Terjun Sedudo secara signifikan. Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Sedudo pada tahun 1992-1997 juga kurang berdampak secara signifikan terhadap peningkatan PAD Kabupaten Nganjuk secara keseluruhan, akan tetapi apabila dihitung signifikansinya terhadap PAD Kabupaten Nganjuk hanya di sektor pariwisata, maka Objek Wisata Air Terjun Sedudo sudah menyumbang angka pendapatan yang cukup besar, yaitu selalu berada di atas persentase 10%. Dampak sosial ekonomi yang terjadi dari pengembangan objek wisata Air Terjun Sedudo adalah munculnya beragam jenis profesi baru yang berkaitan dengan penyelenggaraan pariwisata disana serta adanya beberapa pergeseran profesi masyarakat sekitar objek wisata dari profesi agraris ke non-agraris, profesi non-agraris yang dimaksud juga termasuk profesi baru yang muncul dari pengembangan objek wisata Air Terjun Sedudo, seperti penjual makanan minuman, penjual cinderamata, jasa foto dan penyelenggara penginapan serta travel. Berdasarkan sumber yang didapat, pembangunan dan pengembangan pariwisata Air Sedudo menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar lewat kedatangan pengunjung setiap harinya. Kata Kunci: Pariwisata, Air Terjun Sosial Ekonomi
CARA BELAJAR SEJARAH SISWA BERPRESTASI DI SMA NEGERI 12 SURABAYA RANGGA FEBRIANISAH, RAGIEL
Avatara Vol 4, No 3 (2016): Vol 4 Nomer 3 (Oktober 2016)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan proses belajar - mengajar disekolah, siswa dituntut untuk menguasai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan oleh guru. Namun tidak semua siswa dapat mencapai hasil belajar optimal seperti yang telah dirancang dalam tujuan pembelajaran. Kebanyakan siswa masih saja ada yang mempunyai hasil belajar atau prestasi yang rendah. Pada dasarnya setiap siswa mempunyai cara belajar yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Perbedaan cara belajar siswa bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar atau prestasi siswa disekolah.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis cara belajar sejarah siswa berprestasi dan strategi belajar siswa berprestasi dalam meningkatkan hasil belajar sejarah kelas XI-IPA 7 SMA Negeri 12 Surabaya Tahun Ajaran 2015/2016. Sasaran penelitian ini adalah 1 orang guru dan 4 siswa kelas XI IPA 7. Metode penelitian adalah metode kualitatif, sedangkan proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode angket, wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian: 1) Cara belajar sejarah siswa berprerstasi adalah membuat jadwal waktu belajar setiap malam hari jika besok ada jadwal pelajaran sejarah selama 1 jam, membaca buku dan membuat catatan pelajaran sejarah mengenai hal-hal yang penting ditulis dengan menarik agar dapat memudahkan ketika dipelajari kembali. Mengikuti pelajaran dikelas dengan memperhatikan, mendengarkan, mencatat penjelasan dan bertanya materi yang belum jelas kepada guru. Siswa mengulangi pelajaran sejarah dengan membaca buku ringkasan dan menghafal pelajaran sejarah hanya pada materi tertentu tujuannya untuk mengingat materi dalam pikiran. Ketika menempuh ujian siswa mengatur jadwal waktu belajar, menyiapkan bahan materi, membaca ringkasan materi dan latihan mengerjakan soal. 2) Strategi belajar siswa berprestasi dalam meningkatkan hasil belajar sejarah meliputi : mengatur jadwal waktu belajar selama 1-3 jam sebelum menempuh ujian, membaca pokok inti materi sejarah dan mengulangi materi pelajaran melalui buku catatan. Berlatih mengerjakan soal melalui Lembar Kerja Siswa (LKS). Mengerjakan soal ujian sesuai dengan pikiran, percaya pada kemampuan sendiri dalam menjawab pertanyaan ujian. Hal ini menunjukkan bahwa jika siswa memiliki cara belajar yang baik maka prestasi belajarnya akan baik. Kata kunci: Cara Belajar, Berprestasi.