cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KABUPATENLAMONGAN PADA MASA PEMERINTAHAN BUPATI H. MASFUKTAHUN 2000-2010 SRIWIDI ASTUTIK, ARUM
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Lamongan merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur denganluas wilayah mencapai 181.280 Ha, dimana penggunaan lahan didominasi oleh lahan sektor pertanian danmayoritas penduduknya pun bermata pencaharian sebagai petani. Kabupaten Lamongan sebagai lumbungpangan Nasional dengan menyandang predikat penghasil beras terbesar di Jawa Timur. Karena petani tidakhanya menanam satu tanaman saja yaitu padi, tanaman pangan lainnya yang merupakan produk unggulan diLamongan seperti jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar juga merupakan tanamanpangan yang menjadi produk unggulan bagi petani di Lamongan. Dari keberhasilan serta kemajuan tersebut jelastidak terlepas dari peranan pemimpin daerah atau yang disebut Bupati (Wali Kota) beserta jajaran-jajarannya.Salah satu Bupati yang menjadi sorotan dengan pemerintahannya selama dua periode adalah Bupati H.Masfuk.Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis mengajukan rumusan masalah sebagaiberikut: 1. Apa latar belakang Bupati H. Masfuk dalam mengembangkan kebijakan dan strategi di sektorpertanian tanaman pangan di Kabupaten Lamongan? 2. Bagaimana implementasi kebijakan atau strategi BupatiH. Masfuk pada sektor pertanian di Lamongan? 3. Capaian apa saja di sektor pertanian yang berdampak padaperekonomian masyarakat di Kabupaten Lamongan? Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendiskripsikan latarbelakang Bupati H. Masfuk dalam mengembangkan kebijakan dan strategi di sektor pertanian tanaman pangan diKabupaten Lamongan, Untuk menganalisa implementasi kebijakan atau strategi Bupati H. Masfuk pada sektorpertanian di Lamongan, Untuk menganalisa capaian apa saja di sektor pertanian yang berdampak padaperekonomian masyarakat di Kabupaten Lamongan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi Heuristik, Kritik, Interpretasi danHistoriografi. Hasil penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan pada masa pemerintahan Bupati Masfuk padaSektor pertanian mengalami peningkatan dari awal tahun 2001-2004 meningkat dari 9,84% menjadi 10,01% pertahun. Kemudian dari tahun 2005-2010 mengalami peningkatan dari 18,75% hingga mencapai 26,28% per tahun,bahkan mampu membawa Lamongan menjadi Penghasil Beras terbesar di Jawa Timur pada tahun 2008.Kemudian dampak untuk masyarakat Lamongan dari kepemimpinan H. Masfuk adalah masyarakat Lamongantingkat kesejahteraannya lebih baik serta produktivitasnya semakin meningkat.Kata Kunci : Perkembangan Tanaman Pangan, Bupati Masfuk, Lamongan
PERJALANAN TIM NASIONAL SEPAK BOLA INDONESIA DI PRA PIALA DUNIA 1986 DAN 1990 KUSMA HUTAMA, PANDYA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu olah raga yang digemari masyarakat Indonesia adalah sepak bola, olah raga ini bisa dikatakan sebagai olah raga yang paling populer di negeri ini. Fanatisme dalam sepak bola seperti sudah mendarah daging dalam masyarakat Indonesia dalam mendukung tim maupun Tim Nasional Indonesia. Faktanya setiap Tim Nasional Indonesia bertanding pasti mendapat dukungan penuh dari masyarakat Indonesia. Pada turnamem Pra Piala Dunia 1986, Tim Nasional Indonesia membuat kejutan dengan menjadi juara grup dan berhasil lolos ke putaran kedua serta berpeluang lolos ke turnamen Piala Dunia 1986 di Meksiko. Namun, prestasi yang tetah dibuat oleh Tim Nasinoal Indonesia 1986 tidak bisa diulangi oleh Tim Nasional Indonesia 1990 yang harus terhenti di fase grup.Secara umum, penelitian ini menjelaskan tentang : 1) latar belakang terbentuknya Timnas Indonesia tahun 1986 dan Timnas Indonesia tahun 1990. 2) perjalanan Timnas Indonesia Pra Piala Dunia 1986 Dunia. 3) Timnas Indonesia 1990 dan respon PSSI terhadap tidak lolosnya Timnas Indonesia 1990 pada Pra Piala Dunia 1990. Untuk metode penulisan, penulisan menggunakan metode penulisan sejarah, yang mencakup empat tahap yaitu heuristik, kritik sumber, interprestasi, historiografi.Keberhasilan Tim Nasional Indonesia 1986 lolos keputaran kedua merupakan pencapaian prestasi tertinggi di turnamen Pra Piala Dunia. Indonesia bersama Thailand, Bangladesh, dan India berada di Grup III subgrub B. Memperoleh poin sembilan dari enam kali bertanding Indonesia berhasil menjadi juara grub dan berhak lolos ke putaran ke dua. Sayangya pada babak kedua Indonesia harus menelan kekalahan dari Korea Selatan dan perjuangan Tim Nasional Indonesia harus terhenti di babak kedua Pra Piala Dunia 1986.Nasib berbeda dialami Tim Nasional Indonesia pada Pra Piala Dunia 1990, meraka tidak bisa mengulangi prestasi yang telah diraih pada ternamen selanjutnya. Indonesia bersama Korea Utara, Hongkong, dan Jepang berada di Grup IV Zona Asia Timur.Memperoleh poin lima dari enam kali bertanding Indonesia berada di peringkat ke tiga, dengan hasil ini maka Indonesia tidak berhasil lolos putaran kedua. Menurutnya: prestasi ini tentunya menjadi suatu bahan yang dapat dievaluasi terkait manajemen serta permainan tim, karena terdapatnya faktor-faktor yang berbeda antara Pra Piala Dunia 1986 dengan Pra Piala Dunia 1990. Kata Kunci: Tim Nasional Indonesia 1986, Tim Nasional Indonesia 1990, Pra Piala Dunia.
DINAMIKA INDUSTRI PESAWAT TERBANG INDONESIA TAHUN 1966 - 1998 DWI PRASTYAWAN, AGENG
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Indonesia yang terdiri dari kepulauan yang terpisah-pisah di setiap wilayahnya menjadikan negara ini memiliki akses yang sulit dijangkau dengan transportasi darat maupun laut. Pendirian industri pesawat terbang dinilai sebagai bentuk usaha yang konkret untuk menanggulangi masalah tersebut. Gagasan pendirian tersebut dicetuskan oleh Nurtanio Pringgoadisuryo seorang teknisi Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang kemudian ditindaklanjuti dengan dibentuknya Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP) pada 1961. Menginjak tahun 1966 nama LAPIP diubah menjadi LIPNUR (Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio) untuk menghormati Nurtanio yang gugur ketika uji terbang di Bandung. Industri pesawat terbang di Indonesia mulai bangkit pada 5 April 1976. Pemerintah meleburkan antara divisi ATTP (Advanced Technology dan Teknologi Penerbangan) milik Pertamina dengan LIPNUR yang kemudian dinamakan dengan IPTN (Industri Pesawat Terbang Nurtanio).Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana latar belakang pendirian industri pesawat terbang di Indonesia ? (2) bagaimanakah industri pesawat terbang tahun 1966-1998 di Indonesia? (3) apa saja dinamika yang terjadi dalam industri pesawat terbang Indonesia tahun 1966 – 1998?. Metode penelitian menggunakan pendekatan sejarah (historical approach) meliputi empat tahapan proses yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber yang diperoleh didapatkan dari artikel dan koran yang berkaitan dengan industri pesawat terbang tahun 1966-1998, serta mendapatkan dari PT. Dirgantara. Interpretasi mendapatkan fakta bahwa industri pesawat terbang di Indonesia berawal dari LIPNUR.Industri pesawat terbang di Indonesia pertama kali di gagas oleh teknisi Angkatan Udara Republik Indonesia yaitu Nurtanio yang kemudian didirikanlah Lembaga Persiapan Industri Penerbangan (LAPIP). Nurtanio tidak ingin tergesa-gesa dalam hal mendirikan industri penerbangan, sehingga di bentuklah lembaga persiapannya dulu untuk mengakomodir fasilitas, peralatan, bahan, dan SDM. Pada tahun 1966 dunia penerbangan Indonesia mendapat kabar duka yaitu meninggalnya Nurtanio ketika mengalami kecelakaan di Bandung pada saat melakukan test flight. Untuk menghormati jasa dan dedikasinya dalam dunia penerbangan di Indonesia Nurtanio ditingkatkan pangkatnya menjadi Laksamana Muda Udara dan nama LAPIP pun diubah menjadi LIPNUR yaitu Lembaga Industri Penerbangan Nurtanio.Banyak sekali kondisi pasang surutnya dalam dunia industri pesawat terbang di Indonesia sejak dari yang masih berupa bengkel menjadi sebuah industri. Diantaranya adalah politisasi industri pesawat yang dilakukan oleh pemerintah untuk menembus blokade Inggris. Keikutsertaan dalam Indonesia Air Show dan kolapsnya IPTN akibat hutang pada IMF.Kata Kunci : dinamika, pesawat terbang, dirgantara
PENCAK SILAT SETIA HATI TERATE DI MADIUNDARI AWAL SAMPAI PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG DWI CAHYO UTOMO, GALIH
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencak silat merupakan beladiri khas Bangsa yang tersebar diseluruh wilayah Nusantara. Pencak silat merupakan sebuah sistem budaya yang saling berpengaruh dengan alam dan lingkungannya, dan tidak dapat dipisahkan dari langkah aktivitas manusia. Persaudaraan Setia Hati Terate yang turut mendirikan IPSI turut berkembang di masyarakat dengan anggota organisasi yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Seiring dengan berkembangnya zaman, mulai timbulah kesadaran nasionalisme dan patriotisme, pencak silat mulai digunakan bala prajurit untuk melawan penjajah. Perkembangan pencak silat terus melaju pesat dengan bukti berdirinya perguruan-perguruan silat yang berada di Nusantara.Kata Kunci : Pencak Silat, PSHT, Perkembangan.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR SEJARAH DENGAN PROKRASINASI AKADEMIKPADA MATA PELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 NGIMBANG KURNIAWAN, ANDRI
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan perilaku menunda untuk mengerjakan suatu tugas yang berhubungan dengan aktivitas akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik adalah minat belajar. Dalam hal ini peneliti menemukan masalah prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI SMAN 1 Ngimbang. Salah satu mata pelajaran yang menjadi sasaran prokrastinasi akademik karena kurangnya minat belajar adalah mata pelajaran sejarah.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana hubungan antara minat belajar Sejarah dengan prokrastinasi akademik pada mata pelajaran Sejarah siswa kelas XI SMAN 1 Ngimbang?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar sejarah dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMAN 1 Ngimbang. Hubungan antara kedua variabel dalam penelitian ini akan diteliti dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 63 siswa yang dipilih secara acak. Metode analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dan menggunakan skala minat belajar sejarah serta prokrastinasi akademik.Secara umum siswa kelas XI SMAN 1 Ngimbang memiliki minat belajar sejarah yang sedang dengan prosentase sebesar 76,19%. Sementara prokrastinasi akademik juga berada pada kategori sedang dengan prosentase 71,42%. Hasil analisis korelasi sebesar (r) = -0,422 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Sehingga disimpulkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara minat belajar sejarah dengan prokrastinasi akademik pada siswa kelas XI di SMAN 1 Ngimbang. Nilai negatif menunjukan hubungan yang tidak searah antara dua variabel tersebut. Artinya, semakin tinggi minat belajar sejarah, maka semakin rendah prokrastinasi akademik siswa.Kata Kunci: Minat Belajar Sejarah, Prokrastinasi Akademik
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP SIKAP ILMIAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS 1 DI SMA MA’ARIF SUKOREJO RATNASARI, ENDRA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap ilmiah adalah sikap atau jiwa ilmiah yang dimiliki oleh seorang ilmuwan. Dalam sikap ilmiah terdapat beberapa aspek diantaranya sikap ingin tahu, sikap luwes, sikap kritis dan sikap jujur. Keempat sikap ini dapat diterapkan dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan model pembelajaran saintifik. Mengingat pendekatan saintifik merupakan salah satu model pembelajaran yang dilandasi pendekatan ilmiah yang mengedepankan proses ilmiah pada pembelajaran, yang diorientasikan guna membina kemampuan siswa memecahkan masalah melalui kegiatan 5M, mengamati, menanya, menalar, mengumpulkan data dan mengkomunikasikan. Dari kegiatan pembelajaran tersebut diharapkan peserta didik mampu aktif di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan pengaruh pendekatan saintifik terhadap sikap ilmiah dan berapa besar pengaruh pendekatan saintifik terhadap sikap ilmiah dalam pembelajaran sejarah di kelas XI IPS 1 SMA Ma’arif Sukorejo. Penelitian ini menggunakan metode kuatitatif dan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pendekatan saintifik terhadap sikap ilmiah. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji korelasi Product Moment Person, dengan nilai person sebesar 0,775 dengan sig=0,000 (sig<0,05). Sedangkan untuk mengetahui hasil dari berapa besar pengaruhnya maka dihitung menggunakan uji Regresi Linier Sederhana. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengaruh pendekatan saintifik terhadap sikap ilmiah sebesar 60,1%. Kata kunci: Sikap Ilmiah, Pendekatan saintifik 
PEMANFAATAN MUSEUM PERJUANGAN 10 NOVEMBER 1945 SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA PELAJARAN SEJARAH DI SMA N 14 SURABAYA DEWI PURNAMAWATI, LAKSITA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan/progam Museum Perjuangan 10 November 1945 terkait dengan pemanfaatannya sebagai sumber belajar siswa SMA N 14 Surabaya, serta keterkaitan kebijakan Museum Perjuangan 10 November 1945 terhadap kurikulum pendidikan KBK, KTSP, dan K13. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 14 Surabaya pada bulan September sampai dengan Desember 2016. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan mengambil informan penelitian sebanyak 4 orang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, panduan wawancara dan dokumentasi. Instrumen diuji keabsahannya menggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh menyatakan bahwa program museum Perjuangan 10 November 1945 yang terkait dengan pemanfaatannya sebagai sumber belajar siswa SMA yang telah dilaksanakan dan masih berjalan sampai saat ini adalah Program Museum Masuk Sekolah, dan Program Museum Keliling, serta program Museum Perjuangan 10 November 1945 yang telah dilakukan meliputi program museum masuk sekolah, dan museum keliling tidak ada kaitannya dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), serta Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), namun mempunyai keterkaitan dengan K13 karena didalam K13 menerapkan proses pembelajaran mata pelajaran sejarah secara langsung, dimana dimana dalam kegiatan pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh guru maupun siswa untuk mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi secara langsung dengan sumber belajar yaitu salah satunya  Museum Perjuangan 10 November 1945. Kata kunci: pemanfaatan, museum perjuangan 10 november 1945, sumber belajar      
KEBIJAKAN WALIKOTAMADYA MALANG H.M. SOESAMTOTENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP 1988-1998 ADITAMA, SUHENDRA
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang merupakan kota terbesar kedua di jawa timur yang dirancang oleh Ir. Karsten sebagai kota hunian pada masa pemerintahan hindia belanda. Malang berkembang dengan pesatnya sejak beroperasinya kereta api. Berbagai kebutuhan masyarakat semakin meningkat terutamaakan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan. mengakibatkan perubahan tata guna tanah berdampak pada pembangunan tanpa terkendali. Perubahan fungsi lahan mengalami perubahan sangat pesat seperti fungsi pertanian menjadi perumahan dan industri. Sejalan perkembangan tersebut diatas, urbanisasi terus berlangsung dan kebutuhan masyarakat akan perumahan meningkat diluar kemampuan pemerintah, sementara tingkat ekonomi urbanis sangat terbatas yang  berakibat timbul perumahan-perumahan liar yang berkembang disekitar daerah perdagangan, disepanjang jalur hijau, sekitar sungai, rel kereta api dan lahan-lahan yang dianggap tidak bertuan. Beberapa waktu berselang, daerah itu berubah menjadi daerah kumuh dan degradasi kualitas lingkungan hidup mulai terjadi dengan segala dampak bawaannya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yaitu bagaimana kebijakan walikotamadya Malang H.M. Soesamto dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup di kota malang, bagaimana bentuk implementasi kebijakan serta dampak yang ditimbulkan dari kebijakan yang diterapkan. Penelitian ini melalui tahapan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interperstasi, dan historiografi. Berdasarkan analisis terhadap data dan sumber-sumber, diperoleh hasil bahwa kebijakan pengelolaan lingkungan hidup bermula dari kesadaran beberapa negara di dunia tentang kerusakan lingkungan hidup yang diakibatkan oleh perkembangan industri kemudian memunculkan konsep pembangunan yang menyeimbangkan dengan lingkungan hidup. Indonesia memberikan respon terhadap isu tentang lingkungan hidup dengan menerapkan kebijakan terhadap pembangunan seluruh kota di Indonesia termasuk Kota Malang. Walikotamadya Malang H.M. Soesamto menggalakkan beberpa program kebijakan untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup seperti perbaikan kampung, Meningkatkan kebersihan dan pengelolaan sampah serta keindahan kota. Kebijakan tersebut berdampak pada meningkatnya kualitas lingkungan dan memperoleh penghargaan Adipura selama 7 kali berturut-turut. Kata Kunci : Lingkungan Hidup, Adipura, Kota Malang        
STRATEGI KESULTANAN BULUNGAN DALAM UPAYA MENDUKUNG KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA DI KALIMANTAN TIMUR 1945-1950 MENTARI,
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berita tentang kemerdekaan 17 Agustus 1945 telah sampai di pemerintahan kesultanan Bulungan. Akan tetapi kesultanan Bulungan tidak bisa menentukan sikap, sebab segala bentuk keamanan baik sipil maupun militer telah dikuasai oleh NICA (Belanda). Pihak Belanda  kembali menanamkan pengaruh kekuasaanya di wilayah Kesultanan Bulungan. Adapun upaya dari pihak NICA (Belanda) untuk menandingi negara Republik Indonesia dengan membentuk suatu bentuk tatanan pemerintahan baru yakni berbentuk federal yang terdiri atas wilayah Kalimantan dan Timur Besar bernama RIS (Republik Indonesia Serikat).  Berdasarkan latar belakang tersebut maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Mengapa Sultan Bulungan lebih memilih bergabung dengan pihak Republik Indonesia dibandingkan pihak Belanda dan bagaimana strategi kebijakan politik Sultan Bulungan terhadap pemerintah RI dan pemerintah Belanda. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan alasan mengapa Sultan Bulungan lebih memilih bergabung dengan Pemerintah RI dibandingkan pihak Belanda dan menjelaskan bagaimana strategi kebijakan politik yang diambil Sultan Bulungan terhadap pemerintah RI dan Belanda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yaitu, heuristik, kritik sumber, Interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian yang dapat diperoleh adalah Kesultanan Bulungan memutuskan berpihak kepada RI sebab sikap kesewenang-wenangan Belanda dalam setiap pengambilan kebijakan lebih banyak merugikan Kesultanan Bulungan. Pungutan pajak memberatkan masyarakat, hingga menimbulkan pergolakan sebagai bentuk protes terhadap Belanda. Sehingga pada masa mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang membentuk negara federal, pada periode tahun 1945-1949 Sultan mengambil langkah poltik Diplomasi dan Politik Bermuka Dua terhadap pemerintah RI dan Belanda, yang pada akhirnya politik tersebut berhasil menghantarkan Kesultanan Bulungan pada keputusan mendukung Republik Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan dilangsungkannya upacara kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1949 dan dikibarkannya bendera Merah Putih di depan  halaman istana dan disaksikan oleh seluruh masyarakat Kesultanan Bulungan. Kata kunci: Kesultanan  Bulungan, Politik, Setrategi
POLEMIK ARTIKEL BELADJAR MEMAHAMI SUKARNOISME KARYA SAYUTI MELIK TAHUN 1964 NURMANSYAH, DAVID
Avatara Vol 5, No 1 (2017): Vol 5 Nomer 1 (Maret 2017)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sayuti Melik dikenal sebagai tokoh yang mengetik naskah proklamasi kemerdekaan dan tokoh PNI sekaligus pribadi yang dekat dengan Sukarno. Pada masa Demokrasi Terpimpin, ia menulis artikel bersambung yang berjudul Beladjar Memahami Sukarnoisme dan menimbulkan dampak besar yaitu sebuah pergolakan dalam bidang pers. Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Apa latar belakang terjadinya pergolakan pers di Indonesia tahun 1964? (2) Bagaimana esensi tulisan Beladjar Memahami Sukarnoisme karya Sayuti Melik dalam pergolakan pers di Indonesia? (3) Bagaimana peran Badan Pendukung Sukarnoisme (BPS) dalam mendukung artikel bersambung Beladjar Memahami Sukarnoisme karya Sayuti Melik? Metode yang digunakan oleh penulis adalah metode penelitian sejarah dengan langkah-langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi untuk mengungkapkan permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menjelaskan bagaimana Sayuti Melik melalui artikelnya ingin menunjukkan kepada masyarakat agar dapat memisahkan ajaran Marxisme-Leninisme dengan Sukarnoisme. Sayuti Melik menilai bahwa terdapat perbedaan antara Sukarnoisme dan Marxisme dalam segi filosofis. Sukarnoisme menerapkan dialektis idealisme dan dialektis materialisme secara bersamaan, sedangkan Marxisme hanya menggunakan dialektis materialisme saja. Artikel ini dipublikasikan pertama kali di surat kabar Berita Indonesia dan diikuti oleh sekitar 50 surat kabar di seluruh Indonesia. Penyebarluasan artikel ini dilakukan oleh BPS dan mendapat reaksi tentangan dari PKI karena dianggap sebagai komunisto-phobi. Setelah itu pers Indonesia menjadi terpolarisasi menjadi pendukung artikel Sayuti Melik dan pendukung PKI. Dimulai pada Juli 1964 hingga Desember 1964, surat kabar PKI yaitu Harian Rakjat dengan pers BPS terutama Berita Indonesia dan Merdeka saling mengkritik terkait dengan bagaimana ajaran-ajaran Sukarno yang paling benar. Kata Kunci: Sayuti Melik, Sukarnoisme, BPS, PKI.