cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
DAMPAK INDUSTRI PT PETROKIMIA GRESIK TERHADAP KEHIDUPAN SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT SEKITAR TAHUN 1980-2000 MAGHFIROH E.R., NURUL
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industrialisasi sering dikaitkan dengan proses pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat menuju taraf hidup yang berkualitas. Masuknya industrialisasi di kota Gresik yang dimulai pada tahun 1950-an oleh Industri Semen Gresik telah memberikan stimulus awal terhadap pertumbuhan industri di kota Gresik. Meskipun keberadaan industri Semen Gresik menjadi tonggak awal adanya industrialisasi di Gresik akan tetapi pengaruhnya bagi masyarakat Gresik lebih kecil jika dibandingkan dengan pengaruh keberadaan Industri Petrokimia Gresik. Pertumbuhan industri PT Petrokimia Gresik memungkinkan kota tersebut tumbuh menjadi kawasan industri dengan segala akibat positif dan negatifnya. Dimulainya industrialisasi di kota ini telah menujukkan pengaruh terhadap kondisi ekonomi Gresik pasca industrialisasi dengan angka kenaikan yang sangat signifikan. Keberhasilan industrialisasi ini kemudian mempercepat adanya transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat industri yang menyebabkan adanya perubahan-perubahan dalam masyarakat meliputi perubahan sosial dan budaya. Beberapa permasalahan yang diakibatkan oleh kehadiran industrialisasi adalah adanya masalah kesenjangan budaya (cultural gap), masalah konflik budaya (cultural conflict) dan masalah perubahan kebudayaan (cultural change). Penelitian tentang dampak industri PT Petrokimia Gresik terhadap kehidupan sosio-kultural dilatar belakangi oleh adanya fenomena perubahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat setelah masuknya industrialisasi di kota Gresik. Pertumbuhan industri yang sangat pesat akan mengakibatkan adanya banyak perubahan khususnya pada perubahan kebudayaan. Sebelum adanya industri masyarakat Gresik hidup dengan berbagai tradisi dan budaya yang memuat nilai-nilai keagamaan sebagaimana ciri dari masyarakat agraris tradisional, akan tetapi keberadaan industri menyebabkan adanya perubahan-perubahan dalam kehidupan yang multilineal bagi masyarakat Gresik. Kata Kunci : Industrialisasi, Pembangunan, Transformasi Masyarakat, Perubahan Sosial Budaya. 
PENGARUH METODE KOOPERATIF INDEX CARD MATCH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-IIS DI SMA NEGERI 16 SURABAYA INE SAGITA, ISABELA
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bagi suatu negara. Karena pendidikan dapat menentukan moral suatu bangsa, perubahan dalam suatu perkembangan suatu negara. Tingkat kualitas suatu negara berasal dari Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah ditentukan oleh baik tidaknya suatu pendidikan yang ada di suatu negara tersebut. Pendidikan yang baik adalah yang mampu meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia. Pada era globalisasi ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat tinggi, sehingga membuat adanya suatu perubahan dalam hal segala bidang. Salah satunya adalah pendidikan yang merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sudah banyak persaingan pendidikan didunia untuk mendorong agar terjadinya suatu perubahan dalam sistem pendidikan nasional melalui kurikulum yang diterapkan. Model pembelajaran kooperatif yang diterapkan dalam proses pembelajaran pada penelitian ini adalah tipe Index Card Match. Index Card Match merupakan model pembelajaran yang memiliki tujuan untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat dalam pemahamannya terhadap suatu materi pokok. Tidak hanya untuk mengembangkan dalam pemahaman pengetahuan saja, model pembelajaran Index Card Match dapat mempengaruhi sikap siswa dan keterampilannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan sejauh mana metode Index Card Match dapat digunakan untuk mata pelajaran sejarah sehingga mata pelajaran sejarah tidak membosankan dan menyenangkan bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode Index Card Match dalam pembelajaran sejarah. Untuk mengetahui hasil belajar setelah diterapkan metode Index Card Match dan pengaruh metode Index Card Match terhadap hasil belajar siswa kelas X IIS di SMAN 16 Surabaya. Metode penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan metode penelitian Eksperimen. Metode penelitian eksperimen sebagai metode untuk mengetahui pengaruh metode kooperatif Index Card Match terhadap hasil belajar siswwa. Jenis penelitian eksperimen yang digunakan field research (penelitian lapangan) yang memiliki tujuan untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran sejarah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan menggunakan Pretest dan Postest ,Angket dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan antara metode Kooperatif Index Card Match dengan Hasil Belajar , dimana thitung sebesar -1,276, sedangkan ttabel dengan taraf signifikansi 5% sebesar 1,589, jadi thitung lebih besar dari ttabel  (-1,276 <1,589 ). Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara prestasi belajar dengan kesadaran sejarah, dimana thitung sebesar 2,989, sedangkan ttabel  dengan pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,176, jadi thitung lebih besar dari ttabel (2,989 >1,589). Berdasarkan dari uji t-test independent dengan menggunakan angket menunjukkan bahwa metode kooperatif Index Card Match memiliki pengaruh dalam pembelajaran sejarah hal ini dibuktikan dengan metode ini mampu mengembangkan keterampilan siswa, mampu membantu pemerataan partisipasi pada kelas dengan hasil prosentase 80% sampai dengan 88,8%. Sedangkan dalam hasil belajar ditunjukkan dalam aspek pengetahuan, aspek sikap dan aspek keterampilan dalam pembelajaran dimana hasil belajar dikelas Eksperimen yang menggunakan metode Index Card Match membawa perubahan kognitif bagi siswa yang dibuktikan dengan hasil nilai rata – rata postest dan pretest. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata – rata Pretest ,Postest dan Angket bahwa sebelum diterapkan metode Index Card Match tidak signifikan dari nilai Pretest kecil menjadi tinggi walaupun kenaikannya tidak terlalu besar. Kemudian dalam hasil Postest juga menunjukkan bahwa setelah diterapkan metode Index Card Match siswa dapat berfikir kritis misalnya ketika memecahkan suatu masalah dalam pembelajaran sejarah siswa dapat mencari sumber atau fakta sejarah dengan mencari di buku ataupun media yang lain. Sehingga membuat siswa untuk lebih berfikir kritis untuk menganalisis jawaban yang akan dipecahkan. Kemudian berdasarkan hasil Angket menunjukkan bahwa dalam metode Kooperatif  Index Card Match dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan siswa, misalnya ketika menyajikan hasil pembelajaran berupa bahan presentasi dan projek. Kemudian Index Card Match juga dapat melatih siswa untuk berpendapat, memberikan saran, keterbukaan dalam berdiskusi dan melatih siswa untuk memiliki rasa tanggung jawab. Kata kunci : Metode Index Card Match, Hasil Belajar, Sejarah
PEMUKIMAN LIAR DI MAKAM KRISTEN KEMBANG KUNING TAHUN 1950–1980 ZAINAL ABIDIN, M
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasca kemerdekaan Indonesia, Kota Surabaya kedatangan para migran dari berbagai daerah pedesaan di Pulau Jawa maupun luar pulau. Kedatangan para migran yang membanjiri Kota Surabaya, telah mengubah penampilan kota, dari kota yang mitropolitan menjadi kota yang sangat kumuh. Banyak area pemukiman liar yang terbentuk akibat pesatnya pertumbuhan penduduk tersebut. Salah satu area pemukiman liar tersebut adalah Kompleks Makam Kristen Kembang Kuning. Terbentuknya pemukiman liar di Makam kristen Kembang Kuning, merupakan salah satu masalah yang harus dihadapi oleh pemerintah kota Surabaya setelah Kota tersebut terlepas dari kekuasaan orang-orang Eropa, dan merupakan peristiwa yang dianggap penting dalam proses perkembangan Kota Surabaya. Kata Kunci : Makam Eropa, Pemukiman Liar, Kemiskinan 
SEKOLAH KATOLIK PRIBUMI VAN LITH DI MUNTILAN TAHUN (1900-1942) FEBRI PRASETYO, M
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan seyogyanya diperuntukan untuk seluruh lapisan masyarakat tanpa melihat kelas dan golongan tertentu. Pendidikan masa lampau memiliki tujuan membentuk seseorang memiliki jiwa ksatria dengan didasarkan pada akhlak mulia. namun ketika masuknya masa pendudukan kolonial dikenalkan sebuah sistem pendidikan modern yang mengajarkan baca dan tulis dengan tujuan untuk mencetak pekerja berkualitas dengan upah murah. Ketika di terapkan politik etis tujuan dari pendidikan dirubah haluannya dengan tujuan memajukan dan memperbaiki kehidupan masyarakat. Pendidikan masa kolonial selain digunakan sebagai media mendapatkan tenaga kerja yang murah, pendidikan juga merupakan cara alternatif dalam melakukan misi zending. Melalui jalur pendidikan ini yang sengaja oleh Franz van Lith seorang Jesuit yang memilih berkarya misi melalui jalur pendidikan. Pengalaman pahitnya ditipu oleh para katekismusnya membuat ia melakukan pendeketan lain dalam mengkabarkan injil. Franz van Lith berfikir bahwa apabila ingin memberikan iman Katolik maka harus dirubah dulu pola pikir dan kesejahteran masyarakat Jawa dan satu-satunya jalan yang tepat adalah melalui pendidikan. Franz van Lith memiliki beberapa gagasan bahwa pendidikan harus dinikmati oleh siapapun tanpa melupakan darimana murid berasal. Gagasan tersebut lambat laun menjadi sebuah konsep pendidikan yang berlaku hingga tahun-tahun selanjutnya. Permasalah yang diteliti dalam penelitian ini, antara lain (1) Apa latar belakang  van Lith memperkenalkan pendidikan modern kepada masyarakat Jawa di wilayah Muntilan? ; (2) Bagaimana respon pemerintah kolonial menanggapi pendirian pendidikan modern oleh van Lith? ; (3) Bagaimana konsep pendidikan Kolese Xaverius tahun 1900 – 1942?. Dalam penulisan sebuah penelitian dibutuhkan adanya metode. Karena metode merupakan sebuah proses dan prosedur yang ditempuh untuk memperoleh suatu keabsahan dalam penelitian. Metode penelitian bertujuan untuk menjawab masalah – masalah yang dihadapi dalam penelitian. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ada empat yakni pengumpulan sumber, kritik sumber, interpretasi sumber dan penulisan sejarah berdasarkan sumber yang sesuai dengan fakta. Sumber-sumber yang ditemukan antara lain berupa manuskrip maupun buku catatan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Kolese Xaverius merupakan sekolah yang diperuntukan untuk seluruh golongan masyarakat tanpa melihat asal dari murid. Pada masa awal pendirian Kolese Xaverius mengalami kendala yaitu adanya pembatasan subsidi untuk sekolah-sekolah swasta. Seiring berjalannya waktu kebijakan pembatasan subsidi dihapuskan dan Kolese Xaverius mendapatkan bantuan dari pemerintah Kolonial Belanda. Para pengajar dan guru di Kolese Xaverius merupakan para Pastur, Bruder dan alumni sekolah yang memiliki skill yang dibutuhkan. Mata pelajaran di Kolese Xaverius diperuntukan untuk seluruh murid dan ada yang digolongkan sesuai penggolongan. sebagai sekolah Katolik Kolese Xaverius selalu melakukan perayaan agama. Para murid yang tidak beragama Katolik tidak dipaksa memeluk agama Katolik. Kata Kunci : Pendidikan, Katolik, Pribumi, Muntilan
KERUSUHAN 10 OKTOBER TAHUN 1996 SITUBONDO Ixhi Carmin, Carluna
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusuhan yang diakibatkan kesalahpahaman dan prasangka yang muncul dimasing-masing pemeluk agama digambarkan dibeberapa kejadian yang terjadi sepanjang tahun 1996 di masa Orde Baru. Gereja merupakan tempat peribadahan yang seharusnya menjadi hak dari setiap pemeluk agama yang harus dijaga baik oleh pemeluk agama itu sendiri maupun pemeluk agama lain. Kerusuhan yang melibatkan agama kristen sebagai korban secara umum dilakukan oleh agama lain, namun pada kasus kerusuhan ini yang menjadi latar belakang terjadinya pembakaran dan pengerusakan fasilitas-fasilitas umat Kristen adalah penodaan agama islam oleh penganutnya sendiri. Peneliti menggunakan 4 tahapan, yakni heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi, 4 tahapan ini akan membantu menjawab ketiga rumusan-rumusan masalah: 1) Bagaimana latar belakang faktor kondisional Kerusuhan 10 Oktoberterjadi di Kota Situbondo tahun 1996,  2) Bagaimana Kerusuhan 10 Oktober Situbondo tahun 1996 terjadi, 3) Bagaimana proses upaya penyelesaian Kerusuhan Situbondo. Prasangka menjadi titik awal dimana muncul kebencian-kebencian dan ketidakpercayaan antar pemeluk agama yang menimbulkan konflik karna prasangka-prasangka yang awalnya terpendam dialam bawah sadar seseorang yang menunggu momentum hal yang dapat meledakkan prasangka itu menjadi konflik batin dan lalu meluap kepada konflik kelompok dan lingkungan. Ketersinggungan masyarakat akan hal-hal yang sensitife ini terlihat pada kasus penodaan agama oleh Saleh seorang pemuda berumur 26 tahun yang bekerja sebagai penjaga masjid, yang dianggap sebagai akar kerusuhan 10 Oktober 1996. Masyarakat Situbondo yang dalam kehidupannya menjunjung kehormatan para kiai dan ulama. Massa yang tidak mampu mengontrol emosi karena vonis Saleh yang dinilai terlalu ringan melimpahkan kemarahan pada bangunan-bangunan disekitar pengadilan negeri Situbondo terutama gereja karena terdengar isu bahwa Saleh bersembunyi didalam gereja. Massa yang terorganisir dengan baik langsung menyebar keberbagai sudut Situbondo dengan kendaraan-kendaraan yang terbilang telah siap mengankut ribuan massa tersebut dan adanya isu Saleh sebagai terdakwa penodaan agama telah disembunyikan didalam gereja serta isu bahwa jaksa dan hakim yang mengadili adalah umat Kristen. Rombongan FKKS pada saat melakukan penyelidikan ditempat-tempat kejadian di Situbondo, menemukan kaleng cat dan botol-botol yang diduga merupakan bom molotov dan cat untuk mencorat-coret bangunan. Pengadilan negeri berhasil menuntaskan 2 dari 12 berkas perkara yang digelar satu bulan setelah kerusuhan, 7 berkas hingga Selasa sudah memasuki tahap tuntutan hukuman dan 3 berkas lainnya memasuki tahap akhir pemeriksaan saksi. Instropeksi dan diskusi semua umat beragama dan pemuka agama gencar dilakukan dan akan dilakukan terus menerus untuk mengembalikan kondisi psikologis antar umat beragama yang sempat terkoyak dengan munculnya Kerusuhan Situbondo 10 Oktober 1996. Kata kunci: Situbondo, Saleh, Kerusuhan
HAUL SINDUJOYO DI KELURAHAN LUMPUR KECAMATAN GRESIK KABUPATEN GRESIK TAHUN 1965-2005 SULFIYAH,
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi haul Sindujoyo merupakan tradisi yang diselenggarakan setahun sekali untuk mendo’akan dan mengenang jasa Mbah Sindujoyo. Keunikan tradisi haul Sindujoyo yaitu berada dalam tata pelaksanaannya, yang dilakukan dibeberapa tempat, dan adanya akulturasi antara Hindu dan Islam. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana prosesi pelaksanaan haul Sindujoyo di Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik tahun 1965-2005. (2) Bagaimana perkembangan tata laksana haul Sindujoyo di Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik tahun 1965-2005. (3) Bagaimana perubahan makna dalam perkembangan tradisi haul Sindujoyo di Kelurahan Lumpur Kecamatan Gresik Kabupaten Gresik tahun 1965-2005. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Prosesi pelaksanaan tradisi haul Sindujoyo dilakukan dilima tempat yaitu di Bale Kambang, Bale Cilik, Bale Purbo, Bale Wonorejo dan Bale Pesusuan. Prosesi pelaksanaan tradisi haul Sindujoyo yang ada di Bale Cilik dilakukan di laut yang dinamakan dengan tradisi Bandugan. (2) Perkembangan tradisi haul Sindujoyo memiliki banyak perkembangan, namun perkembangan tersebut tanpa menghilangkan unsur-unsur asli dari haul Sindujoyo. (3) Tradisi haul Sindujoyo dari awal berdirinya hingga tahun 2005 mengalami perubahan makna, yang disebabkan oleh banyaknya penambahan prosesi pelaksanaan tradisi haul Sindujoyo.    Kata kunci: Haul, Sindujoyo, Perkembangan, Lumpur.
PROGRAM MINAPOLITAN PADA PERKEMBANGAN PERIKANAN TAMBAK DI KABUPATEN SIDOARJO TAHUN (2005-2015) RAHMA HIJRIANI, PRADITA
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perikanan tambak merupakan salah satu agrobisnis yang mempunyai perjalanan yang sangat Panjang sejak zaman kolonial dan memiliki pengaruh sampai sekarang. Perkembangan perikanan sendiri mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Di Jawa timur, daerah Sidoarjo memiliki peringkat ke tiga dalam hal perikanan tambak. Pada umumnya perikanan tambak dapat berkembang di Sidoarjo dengan adanya peningkatan kebutuhan masyarakat akan protein hewani yang memiliki dampak dibidang budidaya ikan tetapi sejak tahun 1992 dan bahkan di tahun 1997 perikanan tambak komoditi udang mengalami penurunan karena disebabkan adanya hama penyakit. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini, antara lain:Bagaimana program Minapolitan dalam perkembangan perikanan tambak di kabupaten sidoarjo tahun 2005-2015? dan Bagaimana kontribusi perikanan tambak Sidoarjo era minapolitan terhadap sosial dan ekonomi masyarakat sidoarjo? Dalam penulisan sebuah penelitian dibutuhkan adanya metode. Maka metode yang diguakan yaitu metode sejarah. Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu dengan adanya kebijakan Minapolitan yang berbasis kawasan ii mampu meningkatkan produksi perikanan tambak sesuai dengan potensi perikanan. Hal ini dikarenakan peran aktif pemerintah dengan berhasilnya program pemerintah melalui kebijakan Minapolitan serta adanya komoditi udang dan bandeng dan daerah Jabon komoditi rumput laut sedangkan nila mujaer sebagai penunjang perikanan tambak. Kata Kunci :Perikanan Tambak, Komoditi, Minapolitan
YAYASAN NURUL FALAH SURABAYA TAHUN 1993-2017 (KAJIAN SEJARAH PENDIDIKAN AL-QUR’AN) BUDI ARDIANSAH, SUUD
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yayasan Nurul Falah Surabaya merupakan salah satu lembaga dakwah yang mengembangkan pembelajaran Al-Qur’an. Yayasan Nurul Falah Surabaya didirikan atas dasar kepedulian terhadap perkembangan pembelajaran Al-Qur’an di Indonesia yang saat itu menurun, dan pada tahun 2001 melahirkan salah satu metode pembelajaran Al-Qur’an yaitu Tilawati. Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana perkembangan Yayasan Nurul Falah Surabaya dalam bidang pendidikan tahun 1993 sampai 2017. (2) Bagaimana metode pembelajaran Al-Qur’an di Yayasan Nurul Falah Surabaya. (3) Bagaimana konstribusi Yayasan Nurul Falah Surabaya terhadap perkembangan pendidikan Al-Qur’an di Surabaya tahun 1993 sampai 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Historis (Sejarah), beberapa tahapannya yaitu : (1) Heuristik (Penelusuran Sumber), merupakan tahap awal penelitian berupa pengumpulan data berupa dokumen, pustaka, wawancara. (2) Kritik atau Verifikasi (Menguji Sumber), merupakan tahap mengkritik data dengan menyeleksi, menilai, memilah, dan menguji kredibilitas data yang telah didapat dengan membandingkan data satu dengan data yang lain. (3) Intepretasi atau Penafsiran (Menganalisis Fakta), pada tahap ini sumber yang telah melewati tahap kritik dianalisis dan disesuaikan dengan sumber buku untuk menjadi fakta sejarah. (4) Historiografi (Penulisan), merupakan tahap akhir dari penelitian berupa penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Yayasan Nurul Falah Surabaya mengalami perkembangannya setelah memfokuskan visi dan misinya pada tahun 2006, pemfokusan tersebut dari beberapa program atau kegiatan menjadi satu program berupa pendidikan Al-Qur’an yang menghasilkan , (2) Yayasan Nurul Falah Surabaya memiliki metode pembelajaran Al-Qur’an Tilawati yang disusun pada tahun 2000, menggunakan pendekatan “Pembiasaan” melalui klasikal dan “Kebenaran Membaca” melalui “Individual” menggunakan tehnik “Baca Simak”, (3) Yayasan Nurul Falah Surabaya memiliki kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan pembelajaran Al-Qur’an di Surabaya, terbukti dengan beberapa program yang dimiliki Yayasan Nurul Falah Surabaya untuk meningkatkan pembelajaran seperti BBAQ, Standarisasi (Diklat Guru Al-Qur’an Metode Tilawati), TOT (Training Of Trainer), Tahsin, Tilawah, dan Tahfiz Anak.   Kata Kunci : Sejarah, Pendidikan Al-Qur’an, Yayasan Nurul Falah Surabaya.
PENGELOLAAN INFORMASI MAJAPAHIT SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH DI SMA NEGERI 3 KOTA MOJOKERTO MADYA NINGSIH, LULUK
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Informasi Majapahit merupakan museum yang memiliki koleksi artefak-artefak peninggalan masa kerajaan Majapahit terlengkap di Jawa Timur. Artefak-artefak koleksi Pengelolaan Informasi Majapahit dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah SMA untuk mendukung pembelajaran secara langsung pada objeknya atau observasi pada materi kerajaan Hindu-Budha di Indonesia sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013. Guru mata pelajaran sejarah SMA Negeri 3 Kota Mojokerto menggunakan Pengelolaan Informasi Majapahit sebagai sumber belajar sejarah untuk membantu dalam mengimplementasikan kurikulum 2013 yang di terapkan di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto. Penelitian ini membahas mengenai Mengapa Pengelolaan Informasi Majapahit dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata pelajaran sejarah khususnya pada materi Hindu-Budha dan bagaimana pemanfaatan Pengelolaan Informasi Majapahit oleh guru sejarah SMA Negeri 3 Kota Mojokerto dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Tujuannya untuk mengetahui pemanfaatan Pengelolaan Informasi Majapahit sehingga dapat digunakan sebagai sumber belajar pelajaran sejarah khususnya materi Hindu-Budha dan bagaimana pemanfaatannya oleh guru SMA Negeri 3 Kota Mojokerto sehingga memberikan kemudahan dalam mengimplementasikan kurikulum 2013. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Sumber data yang diperolah dari sumber data primer dan sekunder dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triagulasi sumber digunakan untuk menguji keabsahan data yang diperoleh. Dianalisis dengan cara mereduksi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah Pengelolaan Informasi Majapahit dapat digunakan sebagai sumber belajar sejarah khususnya pada materi Hindu-Budha karena koleksi yang terdapat di Pengelolaan Informas Majapahit ialah peninggalan kerajaan Majapahit sehingga guru harus bisa menyesuaikan materi dengan isi koleksi museum. Ditunjang dengan program yang dilaksanakan oleh Pengelolaan Informasi Majapahit berupa pemanduan keliling cagar budaya dan pameran Majapahit keliling. Guru mata pelajaran sejarah di SMA Negeri 3 Kota Mojokerto yang memanfaatkan Pengelolaan Informasi Majapahit sebagai sumber belajar sejarah merasa terbantu dalam pengimplementasian kurikulum 2013 karena siswa aktif belajar selama berada di pengelolaan Informasi Majapahit, hal ini dikarenakan kesesuaian materi dengan isi Pengelolaan Informasi Majapahit sehingga siswa dapat mengobservasi secara langsung pada objeknya sesuai dengan tuntukan Kurikulum 2013 yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa dalam menganalisis materi belajar. Berdasarkan hasil tes tertulis siswa mampu mendapatkan nilai di atas KKM yang di tentukan guru. Kata kunci: pemanfaatan, pengelolaan informasi majapahit, sumber belajar sejarah
ETNONASIONALISME PAGUYUBAN PASUNDAN DALAM ASAS TUNGGAL PANCASILA 1980 – 1990 ( DARI PERGERAKAN POLITIK KE SOSIAL BUDAYA) KOMALA SANDY, OOM
Avatara Vol 6, No 1 (2018): Vol 6 Nomer 1 (Maret 2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paguyuban Pasundan merupakan organisasi yang memiliki latar belakang etnis yang menimbulkan adanya etnonasionalisme dalam pergerakannya. Sejak terbentuknya hingga masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan Paguyuban Pasundan menunjukan etnonasionalismenya dengan tetap berpartisipasi dalam perpolitikan nasional. Sejak 1959 Paguyuban Pasundan memilih untuk mengarahkan pergerakannya dalam bidang sosial budaya. Seiring dengan hal tersebut, pemerintah Orde Baru mengeluarkan kebijakan Asas Tunggal Pancasila sebagai salah satu penggunaan nasionalisme untuk alat stabilisasi. Penelitian ini berusaha mengidentifikasi etnonasionalisme dalam pergerakan politik Paguyuban Pasundan, pandangan dan reaksi Paguyuban Pasundan terhadap Asas Tunggal Pancasila serta etnonasionalisme dalam pergerakan sosial budaya Paguyuban Pasundan pada masa penerapan Asas Tunggal Pancasila. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Paguyuban Pasundan merupakan organisasi yang menerima Pancasila sebagai asas dalam pergerakannya. Penyesuaian terhadap peraturan tersebut dibuktikan dengan tercantumnya Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara pada AD/ART Paguyuban Pasundan. Dalam pelaksanaannya Paguyuban Pasundan memilih untuk mengutamakan aktifitasnya dalam bidang pendidikan sebagai jalan untuk menunjukan etnonasionalismenya yang disesuaikan dengan nasionalisme yang ditetapkan pemerintah sebagai jalan menuju integrasi nasional. Kata Kunci : Paguyuban Pasundan, Etnonasionalisme, Asas Tunggal Pancasila