cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
KEPURBAKALAAN MAKAM RAJA – RAJA ISLAM DI AROSBAYA, BANGKALAN MADURA GAGAH PRAMA WIBAWA, MAS; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArosbaya sebagai sebuah tempat yang sakral dan bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Bangkalan, Madura memiliki komplek pemakaman raja ? raja pada masa Islam. Kompleks pemakaman terebut terdiri atas tiga lokasi dan memiliki warisan budaya dari zaman Pra Sejarah, Hindu ? Budhha dan Islam. Dahulu Arosbaya sebagai pusat kerajaan di Madura Barat dibuktikan dengan keberadaan Makam Ki Demung Plakaran, Komplek Makam Agung dan Pasarean Aer Mata Ebu. Terkait dengan hal tersebut maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: 1.Mengapa Islam Berkembang di Bangkalan pada Abad 15 ? 17 Masehi ? 2.Bagaimana Unsur ? Unsur Kepurbakaalan pada Makam Kepurbakalaan Makam Raja ? Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, Madura? 3. Bagaimana Fungsi dan Nilai Kepurbakalaan Makam Kepurbakalaan Makam Raja ? Raja Islam di Arosbaya, Bangkalan, MaduraMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelusuran sumber (Heuristik), kemudian sumber sejarah yang terkumpul dilakukan kritik dan disesuaikan dengan fakta dilokasi, setelah melalui kritik sumber proses selanjutnya yaitu menyusun fakta ? fakta temuan tersebut secara kronologis (Interpretasi), setelah tersusun metode terakhir dapat dilakukan yaitu historiografi dalam sebuah tulisan sejarah.Keterpaduan hasil pengaruh Pra Akrasa, Hindu dan Islam ini terlihat dari bentuk dan susunan makam yang ditemui dilokasi pemakaman. Pada komplek Makam Agung yang merupakan makam para Raja ? Raja Madura Barat memiliki kekhasan sendiri, yaitu bentuk makam seperti candi hindu yang tersusun meninggi seperti punden berundak. Selanjutnya, pada makam Aer Mata Ebu yang merupakan makam para raja keturunan dari makam Agung memiliki bentuk tersendiri. Bentuk makam pada komplek makam Aer Mata Ebu berbentuk punden berundak dan tersusun lima cungkup. Susunan Komplek makam Aer Mata Ebu ini seperti komposisi kraton pada sebuah kerajaan, yaitu tempat yang suci berada dibelakang dan tertinggi. Antara tangga menuju makam dan komplek makam utama terdapat dua pintu masuk dan paseban kecil sebagai tempat untuk menunggu ketika menghadap raja.Kajian Komplek Makam Raja ? Raja Islam Arosbaya Bangkalan dalam pembelajaran dapat dilakukan dalam bahasan sejarah lokal sebagai peningkatan kepemahaman siswa terhadap sejarah Bangkalan. Melalui pemahaman sejarah lokal dapat mempengaruhi etika dan perilaku siswa dalam berkehidupan. Namun, dalam pelaksanaannya kajian sejarah lokal dalam pedidikan formal sagat sulit dilakukan karena kekurangan sarana dan refrensi dalam pengetahuan sejarah Bangkalan.Kata Kunci : Kepurbakalaan, Makam, Raja ? Raja Islam, Bangkalan.
HUBUNGAN EKONOMI INDONESIA–AMERIKA SERIKAT DALAM BIDANG IMPOR HASIL PERTANIAN PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN RIFATUL AMALIA, SITI; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dikenal sebagai negara agraris yang seharusnya mampu memenuhi kebutuhan barang konsumsi bagi penduduknya melalui produksi dari dalam negeri sendiri. Pada masa Demokrasi Terpimpin, yang merupakan masa dimana dunia sedang mengalami Perang Dingin, Indonesia menjalin hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat yang merupakan negara Blok Barat/ negara yang sedang menjadi peran utama dalam perang dingin. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Bagaimana hubungan Indonesia dan Amerika Serikat dalam bidang impor hasil pertanian pada masa Demokrasi Terpimpin? Dan Bagaimana implementasi impor hasil pertanian antara Indonesia dan Amerika Serikat?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah pertama adalah mengumpulkan sumber data yang sejaman baik sumber primer maupun sekunder. Sumber primer yang telah dikumpulkan penulis yaitu berupa surat kabar, majalah, arsip BPS, arsip dari Kementrian Luar Negeri Indonesia, dan Jurnal dari web resmi Amerika Serikat, dan sumber sekunder berupa buku yang berkaitan. Selanjutnya dilakukan kritik dengan cara membaca semua sumber primer maupun sumber sekunder, dan memverifikasinya. Selanjutnya tahap interpretasi dilakukan dengan menghubungkan antar fakta lalu dapat disusun historiografi dengan judul Hubungan Ekonomi Indonesia-Amerika Serikat dalam Bidang Impor Hasil Pertanian Pada Masa Demokrasi Terpimpin.Ekonomi Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin mengalami ketidakstabilan yang parah, mulai dari jumlah uang yang beredar naik dengan tidak seimbang dengan jumlah produksi barang, sehingga juga berpengaruh pada kenaikan harga yang drastis. Kebijakan ekonomi luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin berpacu berdasarkan UUD 1945, sedangkan kebijakan ekonomi luar negeri Amerika Serikat dibuat berkaitan dengan kondisi dunia yang sedang mengalami perang dingin. Impor hasil pertanian Indonesia dan Amerika yang berjalan sejak masa presiden Eisenhower, dan dilanjutkan pada masa presiden penggantinya, Kennedy, berpengaruh pada penambahan jumlah barang konsumsi yang beredar di masyarakat IndonesiaKata kunci : Impor, Demokrasi Terpimpin
PEMUKIMN LIAR DI SURABAYA TAHUN 1997-2000 VERAWATI, META; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSurabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia setelah Jakarta, yang mana merupakan ibu kota provinsi jawa timur. Dikenal dengan kota ynag cukup maju dan merupakan pusat industrilisasi di jawa timur menjadikan kota ini sebagai tujuan kaum urban yang datang dari desa ke kota untuk mencari kehidupan yang lebih baik tanpa adanya tujuan mereka datang dan mendirikan bangunan liar sesuka hati. Menjamurnya pemukiman liar di kota surabaya menjadi tak terkendali, bahkan bukan hanya membangun di pinggir-pinggir rel atau kali, tetapi juga banyak yang tinggal di pinggir pantai, tanah-tanah kosong yang tak terpakai. Hal seperti ini sudah terjadi begitu lama, dari jaman belanda pemukiman liar sudah ada. Kawasan yang banyak sekali pemukiman liarnya ialah, benowo, gubeng, wonokromo,sukolilo, rungkut, wonorejo dll. Dampak yang di timbulkan pun juga sangat banyak bukan hanya dari segi para pemukim tetapi juga lingkungan.Rumusan masalah yang digunakan adalah 1) Bagaimana Latar Belakang munculnya Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000? 2) Bagaimana perkembangan Pemukiman Liar di Surabaya tahun1997-2000? 3) Bagaimana Tindakan Pemerintah dalam menangani Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000?. Tujuan penelitian ini adalah Menjelaskan Latar Belakang munculnya Pemukiman Liar di Surabaya pada tahun 1997-2000. 2) Mendeskripsikan perkembangan Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000.3) Menjelaskan Tindakan Pemerinah dalam menangani Pemukiman Liar di Surabaya tahun 1997-2000.Metode yang digunakan adalah penelitian sejarah, seperti heuristik dengan mengumpulkan sumber tentang pemukiman liar di surabaya yang didapat melalui wawancara dan penulusuran dokumen. Kritik dilakukan untuk memverifikasi sumber yang di dapat untuk dapat memperoleh data dan fakta yang sesuai dan dapat diinterprestasikan sesuai dengan tema penelitian.Kata kunci : Sejarah, pemukiman Liar, Surabaya
BENNY LIKUMAHUWA DALAM PERKEMBANGAN MUSIK JAZZ DI INDONESIA TAHUN 1966-1986 NUR MAULIDA, RIZKI; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAmbon merupakan kota yang dikenal menghasilkan musisi-musisi berkualitas yang sukses menghiasi industri musik Indonesia dalam berbagai genre terutama musik jazz. Musik jazz di Indonesia telah mengalami berbagai pasang surut dalam perkembangannya. Banyak faktor yang membuat perkembangan musik jazz terhambat mulai dari larangan presiden untuk mendengarkan lagu-lagu barat yang dianggap dapat meracuni jiwa pemuda Indonesia sampai lagu-lagu dari berbagai genre yang sedang populer di Indonesia. Benny Likumahuwa adalah salah satu musisi jazz asal Ambon yang mempertahankan eksistensi musik jazz di Indonesia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: Mengapa banyak musisi jazz berasal dari Ambon? Bagaimana perjalanan karir musik Benny Likumahuwa Tahun 1966-1986? Apa saja sumbangsih Benny Likumahuwa untuk perkembangan musik Indonesia?Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Langkah pertama adalah mengumpulkan sumber data sejaman berupa surat kabar sejaman dan wawancara dengan Benny Likumahuwa sebagai pelaku sejarahnya. Selanjutnya dilakukan kritik dengan cara membaca semua sumber mulai dari surat kabar dan melakukan pemeriksaan silang dengan data wawancara yang telah dilakukan kemudian mengelompokkannya. Selanjurnya tahap interpretasi dilakukan dengan menghubungkan antar fakta lalu dapat disusun historiografi dengan judul Benny Likumahuwa Dalam Perkembangan Musik Jazz Di Indonesia Tahun 1966-1986Ambon adalah kota yang mayoritas masyarakatnya memeluk agama kristen dimana terdapat budaya nyanyi-nyanyian dalam peribadahannya dan ini menambah wawasan musik untuk masyarakat Ambon sehingga pengetahuan musiknya luas. Karir Benny Likumahuwa tidak hanya berjalan di dalam negeri, di luar negeri pun Benny pernah berkarir. Dalam upaya membantu perkembangan musik jazz di Indonesia Benny Likumahuwa melakukan banyak antara lain membuat pertunjukkan-pertunjukkan musik sampai menjadi narasumber dalam acar-acara bertema musik jazz.Kata kunci: Benny Likumahuwa, Jazz, Ambon
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DI KABUPATEN GRESIK PADA MASA PEMERINTAHAN BUPATI KH. ROBBACH MA’SUM TAHUN 2000-2010 JANNAH, MIFTAKUL; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Gresik memprioritaskan bidang pendidikan dalam kebijakan pembagunan. Pendidikan menjadi hal yang penting dalam kehidupan untuk mendapatkan ilmu dalam pembagunan. Kemajuan pembagunan disebabkan oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan terdidik. Sesuai dengan pasal 31 UUD 45 semua warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan. Hal itu didukung oleh Undang-Undang No. 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa. Persoalan yang dihadapi Kabupaten Gresik sebelum KH. Robbach Ma?sum sudah banyak melakukan pembagunan sarana dan prasarana tetapi jumlah pembagunan pendidikan luar sekolah masih kurang, masih rendahnya sumber daya manusia masyarakat Gresik, alokasi anggaran dana yang kurang untuk menunjang pendidikan, penepatan stakeholder yang kurang tepat untuk pengelolaan pendidikan dan kesejahteraan guru yang kurang mendapatkan perhatian.Permasalahan penelitian ini yaitu 1.Megapa pendidikan dijadikan skala prioritas dalam pembagunan kebijakan pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? 2. Bagaimana implementasi kebijakan pendidikan pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? 3. Bagaimana dampak dari implementasi kebijakan pendidikan di Kabupaten Gresik pada masa Bupati KH. Robbach Ma?sum? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi (1) Heuristik, mencari sumber sejarah sesuai topik yang akan diteliti, (2) Kritik, menganalisis sumber untuk mencari fakta sejarah (3) Interpretasi, menganalisis sumber yang sudah dikritik kemudian di interpretasi sesuai dengan tema penelitian (4) Historiografi, penulisan sumber yang terbentuk rekonstruksi peristiwa sejarah.Hasil dari penelitian ini dapat diperoleh kesimpulan Berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Gresik yang dilakukan KH. Robbach Ma?sum berlatar belakang pendidikan sebagai hal yang penting dalam kehidupan manusia dan bertujuan meningkatkan SDM masyarakat Gresik. KH Robbach Ma?sum sebagai bupati mengalokasikan anggaran dana sebesar 30% dari total APBD Kabupaten Gresik sebesar 480 Milyar untuk menunjang pelaksanaan kebijakan pendidikan. Berhasil mendapatkan penghargaan internasional dari Kerajaan Brunai atas kepedulian bupati dalam pembagunan bidang pendidikan.KH. Robbach Ma?sum berhasil menuntaskan buta aksara pada tingkat dasar tahun 2004 dan tingkat lanjut tahun 2009 melalui program percepatan pemberantasan buta aksara. Adanya peningkatan jumlah lembaga pendidikan luar sekolah menjadi 147 lembaga tahun 2010.Kesejahteraan guru meningkatdengan pemberian intensif dan kenaikan pangkat bersama 1.072 PNS.Keberhasilan dalam bidang lainya yaitu mendapatkan penghargaan dari kemenang atas keberhasilan dalam pembagunan lembaga pendidikan agama islam.Dampak bagi pemerintah Adanya penghargaan yang berhasil diperoleh memberikan pengaruh yang positif dan secara tidak langsung menunjukkan pemerintah gresik dalam berhasil dalam membangun bidang pendidikan. Pemerintah Gresik juga membantu menyukseskan program nasional pemerintahan pusat.Sedangkan dampak bagi kehidupan masyarakat pada aspek sosial yaitu adanya peningkatan pada persentase melek huruf tahun 2006 berjumlah 48% menjadi 65% pada tahun 2010. Pada bidang ekonomi juga adanya peningkatan dilihat dari peningkatan pada pendapatan perkapita. Respon masyarakat Gresik untuk kebijakan pendidikan juga bersifat positif dilihat dari pemerataan dan layanan pendidikan yang cukup baik dan adanya pembebasan biaya SPP untuk SD pada tahun 2010. Berbagai keberhasilan dalam bidang pendidikan yang diperoleh Kabupaten Gresik tidak pernah lepas dari peran Bupati KH.Robbach Ma?sum dengan dukungan kerjasama dari Dinas Pendidikan dan masyarakat Gresik.Kata Kunci: Kebijakan, KH. Robbach Ma?sum, Kabupaten Gresik
PERKEMBANGAN KERAJINAN TENUN TRADISIONAL DI KELURAHAN BANDAR KIDUL KOTA KEDIRI TAHUN 1966 - 1998 AJI DWI KURNIAWAN, MOHAMMAD; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTenun ikat yang ada di Kota Kediri merupakan tenun ikat yang di wariskan oleh etnis Tionghoa. Pada tahun 1950 etnis Tionghoa di Kediri berdagang dan memperjual belikan kain. Kain tersebut dibuat secara manual dengan memasukkan benang satu demi satu kedalam sebuah alat tenun. Selama proses pembuatan para pedagang tionghoa menggunakan jasa masyarakat Bandar Kidul untuk menajdi pegawainya. Pada saat itu masyarakat Bandar Kidul tergolong masyarakat yang memiliki ekonomi lemah. Ketika peristiwa G30S/PKI tenun ikat milik etnis Tionghoa ditutup dan terpaksa pegawainya di PHK. Namun ketika masuk tahun 1966 masyarkat Bandar Kidul mulai membuka usaha tenun milik sendiri. Dari latar belakng tersebut, permasalahannya yaitu 1) Apa perubahan yang dialami industri tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri tahun 1966 ? 1998; 2) Bagaimana dinamika industry tenun ikat Bandar Kidul kota Kediri tahun 1966 ? 1998; 3) Bagaimana upaya Industri Tenun Ikat Bandar Kidul untuk bersaing dengan industri tenun mesin. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: 1) Heuristik melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan; 2) Kritik Sumber; 3) Intepretasi; 4) Historiografi.Berdasarkan hasil penelitian perkembangan tenun ikat di kelurahan Bandar Kidul Kota Kediri tahun 1966 ? 1998 dijelaskan bahwa tenun ikat dikelurahan Bandar Kidul mulai dirintis oleh masyarakat Bandar Kidul yaitu pada tahun 1966 karena adanya desakan para masyarakat sekitar untuk membuatkan sarung. Tenun ikat Bandar Kidul juga menagalami kemunduran karena adanya sarung yang dibuat mesin. Perkembangan tenun ikat Bandar Kidul nampak dari beberapa aspek yaitu perkembangan manajemen yang dilihat dari Sumber Daya Manusia, perkembangan produksi yang dilihat dari kualitas dan kuantitas produknya, perkembangan motif dan perkembangan tekonologi yang dilihat dari kualitas manusia untuk merubah teknologi produksinya. Serta dari hasil penelitian tersebut juga akan nampak adanya sebuah upaya dari tenun ikat Bandar Kidul agar tetap eksis.Kata Kunci: Perkembangan, Tenun Ikat, Perubahan, Industri
PERKEMBANGAN KOPERASI BATIK “PEMBATIK” DI KABUPATEN PONOROGO TAHUN 1953-1970 TANFIDZI DHARMA PUTRA, AHMAD; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada tahun 1940-an pengusaha batik di Kabupaten Ponorogo mengalami kendala dalam menjalankan usahanya. Hal itu disebabkan oleh sulitnya mendapatkan bahan baku batik (cambrics). Pengadaan bahan baku batik dalam negeri saat itu masih dimonopoli oleh pihak asing, yang menjadikan harga bahan baku menjadi melambung tinggi. Akhirnya para pengusaha batik di Kabupaten Ponorogo mencari jalan keluar dari permasalahan ini dengan mendirikan sebuah koperasi batik yang bertujuan untuk memudahkan pelayanan atas kebutuhan-kebutuhan pengusaha batik.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Langkah pertama dalam penelitian ini adalah proses heuristik yaitu pencarian sumber-sumber sejarah yang dibutuhkan, kemudian melalui tahapan kritik yaitu penyaringan sumber sesui dengan topik penelitin, kemudian menuju tahapan intepretasi yaitu penafsiran sumber sejarah, dan terakhir adalah historiografi yaitu penulisan fakta sejarah kedalam bentuk text atau bacaan.Hasil dari penelitian ini adalah, Koperasi Batik ?Pembatik? berdiri pada tanggal 9 Desember 1953 di rumah Bapak Wongsohartono di Desa Pondok, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo. Koperasi Batik pembatik merupakan hasil fusi atau peleburan dari pada tiga koperasi batik yang sebelumnya sudah ada di Kabupaten Ponorogo yaitu Koperasi Batik Kertosari, Koperasi Batik Patian Wetan dan Koperasi Batik Perbaikan Pondok Ponorogo. Tujuan berdirinya koperasi batik ini adalah untuk melayani para pengusaha batik di Kabupaten Ponorogo dalam hal kebutuhan bahan-bahan membatik juga melakukan fungsi pemasaran terhadap produk yang dihasilkan oleh anggota koperasi batik. Koperasi Batik Pembatik mencapai masa kejayaannya yaitu pada periode tahun 1960-an. Namun pada periode tahun 1970-an Koperasi Batik Pembatik mulai mengalami masa-masa sulit. Hal ini diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang kurang berpihak, serta sulitnya regenerasi yang dihadapi oleh pengusaha batik di wilayah Kabupaten Ponorogo.Kata Kunci: Batik, Ponorogo, Koperasi Batik, Koperasi Batik Pembatik Ponorogo.
PERKEMBANGAN GAYA RAMBUT WANITA TAHUN 1980-1990 SAFITRI, ARISKA; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wanita dan kecantikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Masyarakat sering menilai perempuan fisik seseorang wanita atau wanita identik dengan kecantikan. Tidak heran jika banyak wanita yang melakukan banyak dan supaya penampilannya bisa dikatakan cantik oleh masyarakat.Kecantikan adalah suatu hal yang didambakan setiap wanita. Semenjak usia dini wanita diajarkan untuk menganggap bahwa penampilan fisiknya sebagai salah satu faktor penting dalam menumbuhkan kebanggaan dan percaya diri. Pada masa kini biasanya wanita juga akan mendapatkan pujian lebih kena karakter feminimnya seperti cantik, sopan, manis dan manja.Pembahasan pada tulisan ini bertujuan umum untuk dapat menambah wawasan keilmuan dari segi sejarah pada umunya. Tujuan khusus dari pembahasan permasalah ini adalah Untuk menganalisis perkembangan konsep cantik gaya rambut wanita Indonesia yang di gambarkan pada media massa yang di perankan oleh wanita Indonesia pada tahun 1980-1990.Metode penelitian, Dalam tulisan ini akan mengungkapkan gaya rambut dalam media masa tahun 1980-1990 dengan menggunakan metode sejarah studi pustaka. Metode sejarah adalah suatu proses menguji dan menganalisa secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Metode sejarah yang di gunakan adalah Studi Pustaka terhadap sumber-sumber yang sezaman. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau bentuk visual dari gaya rambut berdasarkan dokumen dan literatur yang ada. Terdapat empat langkah digunakan dalam kegiatan metode penulisan sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Kegiatan pertama yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah heuristik, berupa menelusuri sumber-sumber sejarah yang berhubungan dengan obyek penelitian.Sumber yang di temukan menurut penulis merupakan sumber yang autentik karena memang didapat dari gaya rambut pada media massa dan melalalui berbagai wawancara dari masyarakat. Sumber-sumber yang ditemukan seperti:Setelah berbagai sumber primer terkumpul, langkah selanjutnya adalah pengujian terhadap sumber atau kritik sumber. Gaya rambut yang terdapat dalam berbagai sumber dan melalui wawancara tersebut dikelompokkan berdasarkan jenis perubahan gaya rambut. Ragam gaya rambut tersebut terdiri dari gaya rambut wanita 1980-1990. Kritik sumber yang dilakukan pada gaya rambut tersebut tentang keseluruhan pada pada jenis perubahan.Kajian mengenai perkembangan gaya rambut tahun 1980-1990 merupakan sebuah kajian mengenai representasi konsep cantik wanita yang digambarkan dalam perkembangan gaya rambut. Ragam perubahan gaya rambut yang berkembang di Indonesia yang dalam pembahasan ini dibatasi hanya pada konsep cantik gaya rambut dalam perubahan 1980-1990Dari hasil analis terhadap gaya rambut bisa ditarik kesimpulan bahwa konsep cantik gaya rambut pada era 1980.an terdapat banyak perubahan seperti gaya rambut Bob, yong skop, bob trap, shaggy, poni jambul, pixie dan berbagai sanggul-sanggul modern. Dalam perubahannya menjelang tahun 1980, Bisa di katakan banyak perubahan terjadi dibidang mode rambut dan kecantikan.Seiring dengan perkembangan zaman, telah berkembang pula teknologi dalam hal penataan rambut, mulai dari peralatan yang bersifat manual sampai tercanggih yang bersifat elektrik. Mulai dari kosmetik yang berasal dari bahan-bahan alami sampai dengan bahan kosmetik yang menggunakan bahan-bahan kimia. Semua diusahakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam merubah penampilan rambutnya pada penampilan yang selalu berbeda-beda dan mengikuti tren gaya rambut. Gaya rambut dapat diubah-ubah secara buatan, seperti pengeritingan rambut.Keywords: Hairstyle, beautiful, representation
SEJARAH PERSELA LAMONGAN MAHMUDAH, SITI; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permainan sepakbola merupakan permainan yang paling digemari diseluruh dunia tanpa pandang usia, gender dan suku atau ras. Perkembangan permainan sepakbola terus mengalami kemajuan bukan hanya berada di China, akan tetapi di negara-negara lain juga telah berkembang permainan sepakbola salah satunya adalah Indonesia. Permainan sepakbola di Indonesia telah banyak mengalami perkembangan yang sangat pesat dimulai dari tahun 1920 yaitu saat Belanda datang ke Indonesia. Kegembiraan dan antusiasme masayarakat terhadap perkembangan sepakbola tanah air juga ditunjukkan oleh masayarakat yang ada di daerah Kabupaten Lamongaan. Keinginan pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mendirikan sebuah klub sepakbola akhirnya terwujud pada tanggal 18 Maret 1967 dengan dibentuknya klub sepakbola Lamongan dengan nama Persela (Persatuam Sepakbola Lamongan).Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana latar belakang dibentyknya Persela Lamongan?, (2) Bagaimana perjalanan Persela dari Divisi II ke Divisi Utama ?, (3) Bagaimana dampak setelah Persela masuk Divisi Utama bagi Industri Kreatif Lamongan?. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menerapkan bebarapa tahapan yaitu : (1) Heuristik, mencarian dan mengumpulkan sumber. (2) Kritik terhadap sumber yang telah dikumpulkan dengan menyeleksi keasliannya. (3) Interpretasi sumbe, dengan membandingkan dan menganalisa sumber sejarah menjadi fakta sejarah. (4) Historigrafi, yaitu menyusun fakta sejarah secara kronologis sebagai laporan akhir penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perkembangan sepakbola di Lamongan bukan hanya terjadi ketika lamongan disinggahi oleh bangsa Belanda, akan tetapi sepakbola Lamongan juga mengalami perkembangan yang sangat berarti ketika Lamongan berada dalam situasi politik yang cukup panas yakni setelah peristiwa pemberontakan G30 S PKI pada tahun 1965, yang pada tahun 1965 partai NU dan Masyumi adalah partai politik yang sangat kuat di Lamongan. Partai NU dan Masyumi memiliki peranan yang sangat penting dalam berjalannya kehidupan masyarakat Lamongan, yakni salah satunya adalah masyumi sangat memperhatikan perkembangan sepakbola Lamongan.Berdasarkan perkembangan persepakbolaan yang terus mengalami peningkatan prestasi, menjadikan pemerintah Kabupaten Lamongan untuk membentuk klub sepakbola yang tidak lagi dinaungi oleh partai politik namun langsung dibawah naungan pemerintah Kabupaten Lamongan. Keinginan pemerintah Kabupaten Lamongan untuk mendirikan sebuah klub sepakbola akhirnya terwujud pada tanggal 18 Maret 1967 dengan dibentuknya klub sepakbola Lamongan dengan nama Persela (Persatuam Sepakbola Lamongan).Kesuksesan Persela juga memberikan dampak yang baik bagi sistem perekonomian di kabupaten Lamongan. Masyarakat Lamongan yang memang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan pengusaha tambak perikanan, mulai memiliki usaha lain untuk dapat menambah keuangan keluarga yaitu dengan memanfaatkan berbagai peluang usaha yang muncul setelah keberhasilan yang didapatkan oleh Persela. Ketika prestasi Persela dalam persepakbolaan nasional semakin meningkat maka akan muncul para pelaku usaha kreatif di Lamongan. Usaha kreatif yang pertama kali muncul berasal dari LA.mania yaitu dengan menciptakan kaos yang menjadi salah satu identitas para LA.Mania. penjualan kaos Persela tidak hanya dilakukan oleh para pedagang kaki lima yang berada di depan Stadion Surajaya Lamongan, akan tetapi muncul ide kreatif lain dari salah satu LA. Mania untuk mengembangkan usahannya dalam penjualan atribut-atribut LA.Mania. Ide kreatif itu adalah dengan memperbarui sistem penjualan, desain tempat, dan konsep yang diusung adalah kefe kopi serta depstore baju-baju Persela yang memiliki kualitas tinggi dan dengan brang ternama yaitu Diadora.Kata kunci: Persela Lamongan, Industri Kreatif
POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA PADA MASA DEMOKRASI TERPIMPIN DWI ARIYANTORO, SANDY; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demokrasi Terpimpin dalam politik luar negerinya banyak diwarnai peristiwa-peristiwa internasional yang cukup membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat dan politiknya. Masalah perdebatan dan pembebasan Irian Barat adalah salah satu peristiwa politik luar negeri yang mewarnai hubungan internasional pada masa Demokrasi Terpimpin. Pada masa Demokrasi Terpimpin juga banyak diwarnai peristiwa-peristiwa internasional yang melibatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat internasional. Politik luar negeri Indonesia pada masa demokrasi terpimpin merupakan salah satu kajian sejarah yang menarik dalam pembabakan sejarah Indonesia namun tak banyak yang menelaah teori politik luar negerinya terutama dalam dua teori besar. Permasalahan pada penelitian ini yaitu 1) Bagaimana karakteristik politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan Demokrasi Terpimpin? 2) Bagaimana pelaksanaan politik luar negeri Indonesia pada masa pemerintahan Demokrasi Terpimpin? 3) Bagaimana realisme dalam politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin dan dampaknya? Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu memperoleh penjelasan mengenai politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin. Penelitian ini juga menjelaskan analisis teori realisme dalam politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin.Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Langkah awal yaitu mengumpulkan sumber-sumber terkait dengan judul penelitian yaitu Politik Luar Negeri Indonesia Pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965) atau yang biasa disebut dengan heuristik, sumber primer didapat dari majalah atau koran sezaman, sedangkan sumber sekunder didapat dari buku-buku dan jurnal online. Kedua, yaitu dengan melakukan kritik sumber, memilah sumber baik primer maupun sekunder yang terkait dengan fakta mengenai perpolitikan luar negeri Indonesia pada tahun 1959-1965. Ketiga, intepretasi sumber yaitu membandingkan sumber satu dengan sumber lain sehingga diperoleh fakta sejarah mengenai politik luar negeri Indonesia masa Demokrasi Terpimpin. Terakhir historiografi, setelah semua fakta sejarah direkontruksi sesuai dengan tema maka dilakukan penulisan sejarah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik luar negeri Indonesia pada masa Demokrasi Terpimpin banyak ditujukan untuk kepentingan revolusi Indonesia. Revolusi Indonesia ini diperjuangkan dalam bentuk diplomasi ofensif dan militer demi terwujudnya kepentingan revolusi Indonesia yaitu tuntutan kemerdekaan penuh dan penghapusan imperialisme dan kolonialisme demi terwujudnya perdamaian dunia. Dikarenakan demi tuntutan-tuntutan revolusi Indonesia dan demi menyelenggarkan negara dan dunia yang bebas dari penjajahan maka politik luar negeri Indonesia lebih cenderung bersifat realisme. Realisme dalam politik luar negeri Indonesia secara aktif bersifat radikal dan revolusioner.Kata Kunci: Politik Luar Negeri, Soekarno, Realisme, Power