cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
GRESIK SEBAGAI BANDAR DAGANG DI JALUR SUTRA AKHIR ABAD XV HINGGA AWAL ABAD XVI (1513 M) , MUHADI; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui masa lampau adalah salah satu hal penting dalam kehidupan manusia. Masa lampau sebagai tempat berpijak masa kini dan masa datang.oleh karena itu masa lampau perlu diwariskan. untuk mewariskan masa lampau pada generasi penerus perlu diadakan sebuah kegiatan berupa rekonstruksi ( pembangunan kembali) agar dapat dilukiskan jalannya peristiwa masa lampau secara utuh. Peran Gresik sebagai bandar dagang yang direkonstruksi dalam tulisan ini menggambarkan tahap-tahap perkembangan Gresik. Manfaat yang diharapkan bukan hanya untuk mengetahui peranan yang pernah dimainkan Gresik. Sekaligus juga untuk mengabarkan tentang proses integrasi bangsa.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Mengapa Gresik menjadi bandar niaga di era Indonesia awal? (2) Bagaimana Perkembangan Gresik menjadi bandar niaga hingga menjadi bandar dagang besar dijalur sutra akhir abad XV hingga awal abad XVI?Sedangkan metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang menerapkan beberapa tahapan yaitu : (1) Heuristik, pencarian dan mengumpulkan sumber yaitu buku-buku tersier terkait karena tidak ditemukannya sumber primer. (2) Kritik terhadap sumber yang telah di kumpulkan dengan menguji sumber. (3) Interprestasi sumber, dengan membandingkan dan menganalisa sumber sejarah menjadi fakta sejarah. (4) Historiografi, yaitu menyusun fakta sejarah secara kronologis sebagai laporan akhir penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gresik yang letak pelabuhannya berada didekat muara sungai bengawan solo memungkinkan diangkutnya hasil bumi dari pedalaman ke bandar melalui jalur sungai. Hal ini membuat penduduk tidak perlu mengeluarkan biaya untuk sampai di pelabuhan karena perjalanan dapat menggunakan perahu pribadi. Faktor mudahnya akses ke pelabuhan dan tanpa biaya ini merupakan pemicu ramainya aktivitas perdagangan di Bandar.Seiring berjalannya waktu Gresik yang merupakan pelabuhan terbuka menjadi persinggahan kapal-kapal laut. Kedatangan para saudagar islam membuat perdagangan Gresik berkembang pesat. Terutama setelah ulama ini diangkat sebagai syahbandar. Mahirnya ulama dalam perdagangan yang mempunyai kapal pribadi dengan jumlah besar serta relasi yang cukup luas menbuat Gresik menjadi bandar dagang internasional yang ramai.Kata kunci : Bandar dagang, Gresik, Saudagar islam
PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK SEKAR JATI DI KABUPATEN JOMBANG TAHUN 1993-2010 FRANSISKA, ELLA; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Jombang merupakan salah satu kawasan yang berada di Jawa Timur yang memiliki berbagai sektor industri kecil. Salah satu industri kecil yang terkenal di Kabupaten Jombang yaitu industri batik Sekar Jati yang terletak di Desa Jatipelem. Keberadaan industri batik Sekar Jati dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Jatipelem. Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana latar belakang berdirinya industri batik Sekar Jati? (2) Bagaimana perkembangan motif batik Sekar Jati sehingga memperoleh hak cipta motif batik? (3) Bagaimana kontribusi industri batik Sekar Jati terhadap perekonomian masyarakat di Desa Jatipelem tahun 1993-2010? Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan empat tahapan, yaitu : Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi.Berdasarkan hasil analisis terhadap data dan sumber yang telah didapatkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri batik Sekar Jati tahun 1993 berawal dari ide Ibu Hj Maniati dalam melestarikan budaya membatik di Desa Jatipelem, guna untuk mengisi kekosongan saat masa pensiun telah tiba. Dalam memproduksi batik, Ibu Hj Maniati dibantu oleh anaknya yang kemudian mampu menciptakan banyak motif batik, namun hanya 2 diantara jenis motif yang mendapatkan hak cipta motif dari pemerintah. Hal ini berdasarkan dari potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Jombang. Keberadaan sentra industri batik sekar jati memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat Desa Jatipelem sehingga dapat membantu perekonomian keluarga bagi karyawan batik bahkan beberapa warga termotivasi untuk mendirikan usaha batik.Kata kunci: Industri, Batik Sekar Jati, Desa Jatipelem
FLUKTUASI HASIL PRODUKSI JAGUNG DI KABUPATEN GRESIK TAHUN 1987-1993 AMELIA, YULI; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris, sektor pertanian jagung merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting bagi perekonomian nasional. Keadaan yang sama juga terjadi di kabupaten Gresik. Peranan penting sektor pertanian jagung menjadikan pemerintah melakukan beberapa upaya pengembangan disektor pertanian. Upaya pemerintah dalam mengembangkan sektor pertanian jagung berdampak terhadap penghasilan hasil produksi pertanian jagung di kabupaten Gresik. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap fluktuasi hasil produksi jagung di kabupaten Gresik Tahun 1987-1993? (2) Bagaimana dampak ekonomi terhadap fluktuasi hasil produksi jagung di kabupaten Gresik tahun 1987-1993?. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah yang memiliki beberapa tahap penelitian, diantaranya (1) heuristik (2) kritik (3) interprestasi (4) historiografiHasil penelitian yang didapat menunjukkan faktor utama penyebab turunnya produksi jagung adalah hama tikus yang merusak areal persawahan di kabupaten Gresik, serta berkurangnya lahan jagung dan petani jagung, lahan pertanian jagung banyak yang dialih fungsikan ke industri, hal ini terbukti di daerah Cerme. Faktor tersebut saling berkaitan dan menyebabkan turunnya hasil produksi jagung di kabupaten Gresik. Turunnya produksi jagung telah berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat di kabupaten Gresik membawa dibidang ekonomi, sosial seperti berdampak terhadap petani jagung mengalami kerugian, peternak unggas. Melihat kondisi tersebut, pemerintah melakukan penyuluhan kepada petani dengan memberikan bantuan bibit unggul, cara pemupukan yang seimbang dan teknologi tepat guna.Kata Kunci: Pertanian Jagung, Jagung, Petani Jagung
NASIONALISME DALAM LAGU IWAN FALS TAHUN 1979 – 1985 (ANALISIS SEMIOTIKA) ALMA NENDA NUGRAHA, SITIE; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakNasionalisme ialah sebuah wujud cinta terhadap bangsanya. Salah satu musisi Indonesia yang berjuang menumbuhkan rasa nasionalisme pada rakyat Indonesia ialah Iwan Fals melalui lagu ? lagu ciptaannya. Iwan Fals dikenal sebagai musisi legendaris dengan lagunya bertema kritikan sosial yang banyak diciptakan namun, Iwan Fals juga menciptakan lagu bertema nasionalisme meskipun tidak banyak. Ada beberapa lagu bertema nasionalisme yang diciptakan dan pertama kali pada tahun 1980. Gaya bahasa yang unik dan berbeda dari lagu bertema nasionalisme pada umumnya sehingga, menarik untuk diteliti. Permasalahan yang didapat ialah 1) Bagaimana simbol nasionalisme dalam lagu Iwan Fals tahun 1979 ? 1985 ? 2) Bagaimana perubahan represantasi simbolis nasionalisme dalam lagu karya Iwan Fals 1979 - 1985?Teori Semiotika merupakan metode yang digunakan oleh peneliti dalam mencari tanda nasionalisme pada lirik lagu Iwan Fals. Semiotika merupakan ilmu yang mempelajari tentang tanda. Tanda yang dimaksud ialah tanda tentang sesuatu yang dapat diciptakan dan direka sebagai penyimpanan informasi yang memiliki sebuah makna tertentu, dengan beberapa sistem. Bedasarkan pengkajian yang dilakukan melalui lagu bertema nasionalisme milik Iwan Fals, terbukti beberapa peristiwa seperti moderninasi tahun 1979 - 1980 pernah terjadi dan memepengaruhi keadaan sosial, budaya juga moral. Banyak kejadian seperti kemiskinan hingga perubahan lingkungan sebagai dampak modernisasi yang terjadi. Selain, mengetahui peristiwa yang pernah terjadi sebagai tanda dalam lagu, peneliti juga mengetahui gaya bahasa yang dipergunakan oleh Iwan Fals dalam lagunya bertema nasionalisme. Harapan dan kesadaran akan pentingnya menumbuhkan rasa nasionalisme sangat jelas dibutuhkan untuk mempertahankan persatuan suatu bangsa.Kata Kunci : Nasionalisme, Lagu , Semiotika, Iwan Fals
PERKEMBANGAN KEDIRI STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ PADA TAHUN 1895 - 1930 ROFI PRADANA, HAFID; , WISNU
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKediri merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang mempunyai tanah yang subur. Tidak heran apabila sejak abad ke-19 orang-orang Belanda gencar membangun industri pertanian dan perkebunan untuk mengembangkan sentra pertanian dan perkebunan yang ada di sana. Memasuki abad ke-20 ditandai dengan seiringnya perkembangan ekonomi di Kediri, muncullah moda transportasi trem yang didirikan oleh Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM) pada tahun 1895. KSM merupakan perusahaan pelayanan jasa transportasi trem yang mengangkut hasil barang dan penumpang dari satu tempat ke tempat lainnya. Lintas jalur trem KSM membentang dari Jombang ke Pare dan berakhir di Kediri. Untuk jasa pengangkutan barang, KSM mengangkut hasil perkebunan dan pertanian dari industri-industri di Kediri maupun Jombang. Untuk jasa pengangkutan penumpang, KSM memberikan layanan kereta penumpang kelas 1, kelas 2, dan kelas 3 yang pada akhirnya pada tahun 1920 layanan kelas 1 dihapus dan hanya menyisakan layanan kelas 2 dan 3. KSM memberikan pengaruh bagi aspek sosial dan ekonomi. Aspek sosial tersebut berupa mobilitas manusia dan barang. Sedangkan untuk aspek ekonomi, KSM mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat pribumi. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Tujuan dari penelitian ini antara lain, 1) Untuk menganalisis perkembangan perekonomian dan sarana transportasi di wilayah Kediri sebelum dibangunnya KSM, 2) Untuk menganalisis perkembangan Kediri Stoomtram Maatschappij pada tahun 1895 -1930, dan 3) Untuk menganalisis dampak pembangunan Kediri Stoomtram Maatschappij terhadap perkembangan wilayah Kediri.Kata Kunci: Trem, KSM, Ekonomi
PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN DI JAWA TIMUR PADA MASA GUBERNUR BASOFI SUDIRMAN TAHUN 1993-1998 NAILA YULIA NATASYA, RAGIL; , WISNU
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kemiskinan merupakan sebuah kasus yang mana sulit untuk dipecahkan. Dalam mengatasi kemiskinan perlu menggunakan sinergi dan sistematis agar seluruh masyarakat mampu menikmati kehidupan yang bermatabat sehingga tidak akan ada kemiskinan yang terjadi. Dengan tingginya angka kemiskinan yang terjadi maka diperlukan langkahlangkah yang positif. Jika kondisi seperti itu tetap ada maka akan membuka peluang yakni akan timbul masalah yang bisa mengancam suatu proses keberlanjutan program pembangunan yang dilaksanakan.permasalahannya 1) Bagaimana pelaksanaan program pengentasana kemiskinan pada masa Basofi Sudirman ? 2) Bagaimana kendala dan hasil dari program pengentasan kemiskinan pada masa Basofi Sudirman ? tahun 1966 ? 1998. Skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: 1) Heuristik melalui observasi, wawancara dan studi kepustakaan; 2) Kritik Sumber; 3) Intepretasi; 4) Historiografi. Berdasarkan hasil penelitian Program pengentasan kemiskinan pada masa Gubernur Basofi Sudirman yakni ada 2, program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat yakni IDT (Inpres Desa Tertinggal) dan dijalankan pada masa pemerintahan Basofi Sudirman dan yang kedua yakni program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan sendiri oleh Basofi Sudirman yakni GKD (Gerakan Kembali Ke Desa), GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh), Urunan Pengusaha. Berikut ini adalah program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan oleh pusat dan dilaksanakan pada masa Gubernur Basofi Sudirman. Kendala yang dihadapi kebanyakan yakni belum mengertinya masyarakat tentang program yang dicanangkan oleh pemerintah Jawa Timur. Sehingga membuat masyarakat salah dalam pelaksanaannya. Hasil yang dicapai dalam program pengentasan kemiskinan yakni ada dalam bidang sosial dan ekonomi. Dalam bidang sosial meliputi : berkurangnya jumlah penduduk miskin, meningkatnya siswa yang bersekolah. Kemudian di bidang ekonomi meliputi : bertambahnya industry di Jawa Timur, bertambahnya PDRB. Kata Kunci: Program Kemiskinan, Jawa Timur, perubahan
PENATARAN P-4 (PEDOMAN PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN PANCASILA) BAGI MASYARAKAT DI KELURAHAN SAWUNGGALING KOTAMADYA SURABAYA 1981-1996 RATNASARI, DEWI; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

P-4 merupakan sebuah pedoman tentang penghayatan pengamalan Pancasila yang dibuat pada masa Orde Baru. P-4 dimasyarakatkan kepada seluruh masyarakat Indonesia secara bertahap. Pemasyarakatan P-4 tersebut dilaksanakan melalui penataran yang disebut dengan Penataran P-4. P-4 ditatarkan untuk mengatasi berbagai bentuk permasalahan sosial yang terjadi dalam sebuah lingkungan masyarakat yang hidup dalam kota-kota besar, salah satunya adalah Kotamadya Surabaya. Dalam Penataran P-4 yang dilaksanakan di Seluruh Indonesia, Surabaya merupakan kotamadya dengan nilai tertinggi di Jawa Timur sebagai pelaksana Pemasyarakatan P-4 pada tahun 1989. Penataran P-4 tersebut dilaksanakan di setiap kelurahan. Kelurahan Sawunggaling merupakan salah satu Pelaksana P-4 Teladan di Kotamadya Surabaya.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah tentang (1) Bagaimana proses Penataran P-4 bagi masyarakat di Kelurahan Sawunggaling serta (2) Mengapa Kelurahan Sawunggaling menjadi Kelurahan Pelaksana P-4 Teladan. Metode dalam penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah. Heuristik (pengumpulan sumber) didapatkan peneliti di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya dan Badan Arsip Daerah Jawa Timur. Sumber berupa hasil wawancara dilakukan kepada warga masyarakat Kelurahan Sawunggaling yang ditatar pada masa tersebut. Kritik sumber dilakukan peneliti agar sumber yang didapatkan oleh peneliti dapat dijadikan sebagai sumber interpretasi data. Interpretasi data merupakan analisis serta sintesis sumber agar penulisan sejarah dapat dilaksanakan dengan baik. Historiografi merupakan metode akhir dalam penelitian, yakni dengan menuliskan hasil dari penelitian dalam bentuk tulisan.Hasil penelitian ini adalah tentang proses serta alasan mengapa Kelurahan Sawunggaling terpilih sebagai Kelurahan Pelaksana P-4 Teladan. Proses pelaksanaan Penataran P-4 di Kelurahan Sawunggaling tuntas dilaksanakan selama 15 tahun (1981-1996). Pelaksanaan Penataran P-4 di kelurahan tersebut digunakan pola pendukung 17 jam serta 25 jam. Pada tahun 1996 Penataran P-4 di Kelurahan Sawunggaling tuntas dilaksanakan bagi seluruh masyarakat usia dewasa. Pelaksanaan Penataran P-4 secara konsisten dan bertahap aktif diikuti oleh masyarakat, sehingga pada tahun 1989 Kelurahan Sawunggaling terpilih sebagai salah satu Pelaksana P-4 Teladan.Kata Kunci: Penataran P-4, Kelurahan Sawunggaling, Masyarakat
PERUBAHAN FUNGSI BENTENG PENDEM VAN DEN BOSCH DI NGAWI PADA TAHUN 1962-2011 PURNAWATI, MEYDA; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari dari gugusan kepulauan yang kaya akan budaya dan kekayaan alam di setiap wilayahnya. bukan hanya dari sektor maritim dan hasil tambangnya saja,dengan letak Indonesia yang strategis membuat tanahanya subur sehingga menghasilkan hasil alam yang tidak di miliki oleh negara lain. Contohnya saja Indonesia menjadi primadona di era kolonial di karenakan Indonesia kaya akan hasil rempah-rempah yang sangat di dampakan oleh bangsa Eropa. Kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia antara lain Belanda sekitar abad ke XVI-XVII di mulai dengan penaklukan Batavia.tentunya rakyat indonesia tidak hanya diam dengan hal tersebut,sikap kolonial itu memunculkan berbagai perlawanan dari rakyat Indonesia di berbagai daerah. Untuk menanggulangi perlawanan tersebut bangsa Belanda mendirikan sejumlah sarana pertahanan di berbagai tempat. Bahkan akibat pecahnya pemberontakan Diponegoro Belanda melancarkan stelsel benteng atau sistem sistem benteng. Salah satunya Belanda membuat benteng pertahanan yaitu Benteng Pendem Van Den Bosch di Ngawi.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana deskriptif kota Ngawi? (2) Bagaimana latar belakang berdirinya Benteng Pendem Van Den Bosch di Ngawi? (3) Bagaimana perubahan fungsi Benteng Pendem Van Den Bosch di Ngawi tahun 1962-2011?.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kota Ngawi adalah salah satu kota yang berada paling Barat di Provinsi Jawa Timur dengan luas wilayah 1.295,98 km2 . Kota Ngawi mempunyai wisata yang baru di buka pada tahun 2011 yaitu Benteng Pendem Van Den Bosch, sejarah berdirinya benteng ini adalah Belanda mendirikan benteng ini dengan tujuan untuk mengawasi kota Ngawi yang letaknya sangat strategis berada di 2 aliran sungai besar yaitu Bengawan Solo dan sungai Bengawan Madiun dimana pada saat itu sungai menjadi jalur perdagangan. Benteng ini juga bertujuan sebagai pertahanan kota dari serangan musuh. Musuh yang di maksudkan disini adalah pengikut pangeran Diponegoro. Benteng ini di bangun oleh Johannes Graaf Van Den Bosch pada tahun 1839-1845. Benteng ini telah mengalami beberapa kali perubahan fungsi yang pada awalnya hanya berfungi untuk menahan serangan musuh kemudian pada tahun 1980 berubah fungsi menjadi markas Yon Armed 12 yang awalnya berkedudukan di Malang, kemudian karena keadaan benteng sudah tidak memadai maka markas Yon Armed di pindahkan ke Jalan Siliwangi dan benteng hanya di fungsikan sebagai tempat penyimpana amunisi. Hingga pada tahun 2011 benteng ini di buka untuk umum dan di fungsikan sebagai wisata sejarah untuk masyarakat sekitar.Kata kunci : Benteng, Benteng Pendem, Benteng Ngawi
PERKEMBANGAN DESA PERDIKAN TAWANGSARI KABUPATEN TULUNGAGUNG 1824 – 1905 WIDYAWATI, MAYA; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Perdikan Tawangsari adalah suatu wilayah di Mancanegara Wetan Kesultanan Mataram yang berstatus Perdikan Mutihan. Berbeda dengan desa perdikan lainnya, wilayah ini memiliki kedudukan yang kuat dikarenakan memiliki Layang Kekancingan dari dua raja Mataram. Sesuai perjalanan waktu desa ini berkembang dan memiliki kedudukan penting dalam proses pembangunan kota Tulungagung. Dalam penelitian ini akan meneliti beberapa permasalahan antara lain: 1) tentang latar belakang terbentuknya desa perdikan Tawangsari; 2) perkembangan wilayahnya masa 1824 hingga 1905; dan 3) kontribusi desa perdikan Tawangsari ini bagi awal perkembangan Tulungagung. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian sejarah. Motede penelitian sejarah terdiri dari : 1) Heuristik; 2) Kritik; 3) Interpretasi; 4) Historiografi.Hasil dari penelitian menunjukan bahwa: 1) sejarah penetapan desa perdikan Tawangsari yang di terima oleh Kyai Abu Mansur, karena jasanya membantu Pakubuwana II dan Mangkubumi dalam memperoleh kedudukanya sebagai raja Mataram; 2) perkembangan desa perdikan Tawangsari dibagi dalam dua periode. Pertama kebijakan masa Kyai Abu Mansur pada tahun 1824-1870 meliputi tiga aspek yaitu: pembangunan pondok pesantren di perdikan Tawangsari yang meningkat, ikut andil dalam kebijakan pemindahan pusat pemerintahan Tulungagung dan sebagai pendorong pembangunan pusat kota Tulungagung. Kedua sepeninggal Kyai Abu Mansur masa 1780-1905 terjadinya pembagian wilayah perdikan Tawangsari menjadi 3 yaitu: Tawangsari, Winong dan Majan; 3) kontribusi desa perdikan Tawangsari bagi awal perkembangan Tulungagung mencakup aspek politik, sosial, ekonomi, budaya dan agama.Kata Kunci : Perkembangan Desa Perdikan, Mutihan, Kontribusi
KOPERASI SEBAGAI ALAT UNTUK MELAKSANAKAN PRINSIP EKONOMI TERPIMPIN DI INDONESIA TAHUN 1961 ARIF DARAINI, MUHAMAD; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa demokrasi terpimpin pemerintah mendorong tiga sektor perekonomian Indonesia yaitu sektor negara, swasta, dan koperasi untuk menyesuaikan dengan sistem ekonomi terpimpin. Koperasi sebagai salah satu sektor untuk menerapkan ekonomi terpimpin kemudian melaksanakan musyawarah nasional koperasi pertama di Surabaya pada tahun 1961 untuk menyesuaikan dengan sistem ekonomi terpimpin. Berkaitan dengan hal itu memunculkan persoalan bahwa (1) Apakah koperasi sebagai pilar perekonomian nasional merupakan alat untuk melaksanakan ekonomi terpimpin? (2) Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap koperasi untuk melaksanakan ekonomi terpimpin? (3) Bagaimana program gerakan koperasi Indonesia dalam sistem ekonomi terpimpin?. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu pengumpulan sumber, kritik sumber, Interpretasi, dan Historiografi.Hasil penelitian menunjukan bahwa koperasi memang benar-benar digunakan sebagai alat untuk melaksanakan sistem ekonomi terpimpin yang dibuktikan dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1959 tentang perkembangan gerakan koperasi yang mengatur koperasi sebagai alat untuk melaksanakan ekonomi terpimpin. Selain peraturan tersebut, pemerintah juga mengeluarkan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 1960 tentang Badan Penggerak Koperasi yang mengatur sistem pendistribusian koperasi dan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 1960 tentang Pendidian Koperasi untuk menyusun sistem kaderisasi koperasi. Menindaklanjuti peraturan tersebut, gerakan koperasi melaksanakan Musyawarah Nasional Koperasi Pertama di Surabaya untuk menyusun program dalam melaksanaan peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, Program yang disusun oleh gerakan koperasi untuk melaksankaan ekonomi terpimpin adalah program dalam bidang perkoperasian, pendidikan, penerangan, produksi, distribusi, dan pembiayaan.Kata Kunci: Ekonomi terpimpin, Koperasi, Gerakan koperasi