cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Avatara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UNESA
Arjuna Subject : -
Articles 456 Documents
KOPERASI SEBAGAI ALAT UNTUK MELAKSANAKAN PRINSIP EKONOMI TERPIMPIN DI INDONESIA TAHUN 1961 ARIF DARAINI, MUHAMAD; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa demokrasi terpimpin pemerintah mendorong tiga sektor perekonomian Indonesia yaitu sektor negara, swasta, dan koperasi untuk menyesuaikan dengan sistem ekonomi terpimpin. Koperasi sebagai salah satu sektor untuk menerapkan ekonomi terpimpin kemudian melaksanakan musyawarah nasional koperasi pertama di Surabaya pada tahun 1961 untuk menyesuaikan dengan sistem ekonomi terpimpin. Berkaitan dengan hal itu memunculkan persoalan bahwa (1) Apakah koperasi sebagai pilar perekonomian nasional merupakan alat untuk melaksanakan ekonomi terpimpin? (2) Bagaimana kebijakan pemerintah terhadap koperasi untuk melaksanakan ekonomi terpimpin? (3) Bagaimana program gerakan koperasi Indonesia dalam sistem ekonomi terpimpin?. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik yaitu pengumpulan sumber, kritik sumber, Interpretasi, dan Historiografi.Hasil penelitian menunjukan bahwa koperasi memang benar-benar digunakan sebagai alat untuk melaksanakan sistem ekonomi terpimpin yang dibuktikan dengan adanya Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 1959 tentang perkembangan gerakan koperasi yang mengatur koperasi sebagai alat untuk melaksanakan ekonomi terpimpin. Selain peraturan tersebut, pemerintah juga mengeluarkan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 1960 tentang Badan Penggerak Koperasi yang mengatur sistem pendistribusian koperasi dan Instruksi Presiden No. 3 Tahun 1960 tentang Pendidian Koperasi untuk menyusun sistem kaderisasi koperasi. Menindaklanjuti peraturan tersebut, gerakan koperasi melaksanakan Musyawarah Nasional Koperasi Pertama di Surabaya untuk menyusun program dalam melaksanaan peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah, Program yang disusun oleh gerakan koperasi untuk melaksankaan ekonomi terpimpin adalah program dalam bidang perkoperasian, pendidikan, penerangan, produksi, distribusi, dan pembiayaan.Kata Kunci: Ekonomi terpimpin, Koperasi, Gerakan koperasi
MEROSOTNYA TRANSPORTASI ANGKUTAN UMUM PEDESAAN KABUPATEN LAMONGAN PADA TAHUN 1994-2017 Ashfiak, Ahmad; HANAN PAMUNGKAS, YOHANES
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 1994 angkutan pedesaan di Kabupaten Lamongan sudah memiliki trayek tetap sebanyak 11 trayek angkutan pedesaan di Lamongan yang diakui oleh pemerintah. Dengan adanya penetapan trayek tersebut, aktivitas masyarakat sehari-hari bisa lebih ringan karena akses angkutan pedesaan semakin tersebar luas di Kabupaten Lamongan, Selain itu angkutan umum pedesaan juga dapat menambah lapangan pekerjaan.karena masyarakat di Kabupaten Lamongan bisa menjadi sopir dari angkutan pedesaan yang memiliki trayek tetap tersebut. Sehingga bisa mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Lamongan. Namun hal terebut tidak bertahan lama, setelah munculnya sepeda motor di Kabupaten Lamongan permasalahan pada angkutan umum pedesaan mulai muncul. Permasalahan tersebut yaitu merosotnya jumlah angkutan umum pedesaan di Kabupaten Lamongan. Masyarakat yang tadinya menggunakan angkutan umum pedesaan sebagai transportasi, beralih pada sepeda motor. Sepeda motor dianggap lebih efektif dan efisien untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan angkutan umum pedesaanRumusan masalah dalam penelitian ini yaitu : (1) Bagaimana Peranan Sarana Transportasi Angkutan Umum Pedesaan di Kabupaten Lamongan pada tahun 1994-2017? (2) Bagaimana pengaruh sepeda motor terhadap Transportasi Angkutan umum pedesaan di Kabupaten Lamongan? (3) Mengapa Transportasi Angkutan Umum pedesaan di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan di Tahun 1994-2017? Permasalahan-Permasalahan tersebut diberikan penjelasan dengan melakukan analisis terhadap data-data dan sumber-sumber yang didapatkan melalui tahapan metode penelitian sejarah. Tahapan metode penelitian sejarah yang dilakukan meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Transportasi angkutan umum pedesaan di Kabupaten Lamongan mengalami penurunan di Tahun 1994-2017 karena masyarakat Lamongan lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari salah satunya adalah sepeda motor. Bagi masyarakat Lamongan sepeda motor dianggap sebagai kendaraan yang lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan angkutan umum pedesaan yang ada di Kabupaten Lamongan.Kata Kunci: Transportasi, Angkutan Umum Pedesaan, Kabupaten Lamongan
PERMASALAHAN DAN PENGELOLAAN SAMPAH SURABAYA TAHUN 2000-2015 ZAKKI ZUNUHA, AHMAD; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya merupakan kota metropolitan dengan jumlah penduduk yang padat. Padatnya penduduk Surabaya menyebabkan produksi sampah tergolong tinggi. Tingginya volume sampah yang dihasilkan jika tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan masalah. Sehingga kota Surabaya tidak akan terlepas dari permasalahan sampah apabila pengelolaan sampah tidak berjalan dengan baik. Rumusan masalah yang diambil adalah 1. Bagaimana permasalahan dan pengelolaan sampah Surabaya Tahun 2000-2015. 2. Bagaimana hasil pengelolaan sampah Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah meliputi heuristik, kritik sumber, intepretasi dan historiografi.Penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lakarsantri pada tahun 2000 dan TPA Sukolilo pada tahun 2001 adalah bukti bahwa terdapat masalah pada pengelolaan sampah di Surabaya. Pengelolaan sampah Surabaya pada awalnya hanyalah dengan ambil, angkut dan buang.Surabaya mulai menerapkan pengelolaan berbasis masyarakat dengan dibantu komunitas Tunas Hijau. Pengelolaan sampah menggunakan 3R, sehingga memunculkan industri kreatif di Jambangan. Pengelolaan sampah di Surabaya yang baik membuat Surabaya meraih penghargaan Adipura kencana dan sebagai kota percontohan pengelolaan sampah di TPA.
PERAN MAYJEN SUNGKONO DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI JAWA TIMUR TAHUN 1945 – 1950 LUKLUI, IRKHUL; ALRIANINGRUM, SEPTINA
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungkono lahir di kota Purbalingga pada tanggal 11 Januari 1911. Pada peristiwa 10 November 1945 Sungkono merupakan salah satu tokoh penggerak semangat juang rakyat Surabaya. Sungkono diangkat sebagai kepala BKR Kota Surabaya ketika peristiwa 10 November 1945. Penelitian ini akan membahas mengenai (1) Bagaimana latar belakang Mayjen Sungkono sebelum tahun 1945 dan karier di dunia militer; (2) Bagaimana peran Mayjen Sungkono di Jawa Timur tahun 1945 ? 1950. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu tahap Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Sumber dalam penelitian ini didapat melalui wawancara dengan anak dan kerabat dar Sungkono juga wawancara dengan para veteran pejuang 45, didapat juga melalui arsip perihal persemian Sungkono sebagai kepala divisi Brawijaya, Arsip keterlibatan Sungkono dalam peristiwa 10 November 1945 sampai tahun 1950. Tahap kedua yakni kritik sumber yaitu kritik intern menemukan data yang menunjukan peran Sungkono periode tahun 1945 ? 1950. Tahap Ketiga yakni interpretasi data. Melalui berbagai literature serta wawancara memperoleh fakta tentang peran Sungkono dalam peristiwa 10 November 1945 dan selama menjadi Kepala Divisi Brawijaya . Fakta-fakta tersebut menjadi pondasi peneliti dalam menganalisis fakta sesuai dengan tema penelitian disertai dukungan sumber sekunder. Tahap keempat yakni historiografi untuk menuliskan hasil penelitian karya sejarah secara kronologis sesuai dengan tema penelitian. Hasil penelitian menjelaskan Sungkono yang terlahir dari pasangan Ki Tawireja dan Ibu Rinten. Sungkono mulai dikenal dikalangan rakyat Surabaya ketika terjadi pemberontakan tujuh kapal pada tahun 1930. Pada jaman Jepang Sungkono telah bergabung dalam anggota PETA. Tanggal 4 September 1945 Sungkono terpilih sebagai komandan BKR Kota Surabaya. Sebagai komandan BKR Kota Surabaya Sungkono Sebagai bertanggung jawab atas pertahanan dan keamanan seluruh kota. Dengan cara kota harus dipertahankan dari usaha pendudukan oleh musuh. Sebagai komandan BKR Kota Surabaya Sungkono menggerakan pasukan dengan dibantu Polisi Istimewa dibawah pimpinan Moh. Jasin, Pemuda Republik Indonesia (PRI) beserta rakyat dan pemuda lainnya yang belum jelas induk pasukannya untuk mengepung markas Gubeng. Sungkono juga menjabat sebagai gubernur militer pada peristiwa pemberontakan PKI Madiun. Sumbangsih yang diberikan Sungkono bukan hanya pada bidang militer juga bidang sosial, politik dan pendidikan. Pada tahun 1950 Sungkono berpindah ke Jakarta menjadi ?Penasehat Umum? Menteri Pertahanan di Jakarta.
KRITIK SOSIAL MAJALAH TEMPO TERHADAP KASUS KELANGKAAN BERAS DI INDONESIA TAHUN 1972-1973 MUNIROH, SITI; LIANA, CORRY
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majalah Tempo merupakan majalah yang didirikan oleh Goenawan Mohamad dan Fikri Jufri. Majalah ini berhasil diterbitkan pada tanggal 6 Maret 1971. Pendirian majalah Tempo, bertepatan dengan situasi pers Indonesia yang bebas dan cenderung berarah pada sistem pers liberal. Oleh karena itu, majalah Tempo tidak segan-segan melakukan kritik terhadap kebijakan pemerintah melalui pemberitaannya. Satu tahun setelah pendirian majalah Tempo, Indonesia mengalami kelangkaan beras pada akhir 1972 hingga pertengahan 1973 yang ditandai dengan naiknya harga beras. Majalah Tempo menunjukkan perannya dengan memberitakan kasus kelangkaan beras Beberapa pemberitaan mengandung unsur kritik sosial karena berdampak pada masyarakat. Kritik yang disampaikan majalah Tempo ditujukan bagi pihak yang dianggap lalai dalam pengadaan beras nasional. Pihak ?pihak tersebut yaitu pemerintah, BULOG, dan BUUD. Rumusan masalah penelitian ini yaitu (1) Bagaimana kritik sosial majalah Tempo terhadap kasus kelangkaan beras di Indonesia tahun 1972-1973; (2) Bagaimana respon pemerintah terhadap kritik majalah Tempo mengenai kasus kelangkaan beras tahun 1972-1973. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber, interpretasi (penafsiran), dan historiografi (penulisan). Berdasarkan tujuan penelitian dan latar belakang diatas, maka hasil penelitian ini yaitu dari 38 artikel majalah Tempo mengenai kasus kelangkaan beras tahun 1972-1973, terdapat tujuh artikel majalah Tempo yang mengandung kritik terhadap apatur Negara. Kritik majalah Tempo terhadap aparatur Negara sesuai dengan kondisi di dalam masyarakat karena didukung oleh sumber lain. Bahwasanya kelangkaan beras tahun 1972-1973 menyengsarakan sebagian besar masyarakat Indonesia. Kritik yang disampaikan majalah Tempo dipengaruhi oleh kondisi sistem pers saat itu yang cenderung mengarah pada sistem pers liberal. Penyampaian kritik oleh Tempo disebabkan oleh kinerja pemerintah dan aparatnya yang buruk. Dengan adanya kritik ini, diharapkan muncul kebijakan baru sebagai wujud evaluasi kinerja sebelumnya. Oleh karena itu, kritik yang disampaikan majalah Tempo ini mendapatkan respon secara tidak langsung dari pemerintah. Kebijakan-kebijakan baru yang diterapkan oleh pemerintah sesuai dengan kritik yang disampaikan majalah Tempo.Kata Kunci: Kritik Sosial, Majalah Tempo, Kelangkaan Beras Tahun 1972-1973.
PERKEMBANGAN TASAWUF SHOLAWAT WAHIDIYAH DI PONDOK PESANTREN AT-TAHDZIB JOMBANG TAHUN 1993-2001 AYU MAGFIROH, DIAH; , SUMARNO
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wahidiyah merupakan ajaran yang mengatasnamakan gerakan tasawuf yang lahir dan berkembang di Indonesia. Hal pokok ajarannya terdiri dari sholawat wahidiyah dan ajaran wahidiyah. Kedua hal pokok tersebut merupakan perangkat praktis (amalan) yang disusun oleh Muallif K.H Abdoel Madjid Ma?ruf. Wahidiyah menghendaki terwujudnya persaudaraan, akan tetapi realita yang terjadi wahidiyah terpecah organisasinya menjadi tiga organisasi. Berdirinya organisasi baru yang mengatasnamakan wahidiyah menimbulkan ketidakharmonisan diantara ketiganya. Berbagai penghasutan dan fitnah yang diterima organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) mengakibatkan kegiatan-kegiatan organisasi terhambat. Salah satunya PSW tidak dapat menyelenggarakan mujahadah kubro wahidiyah di Kedunglo Kediri, namun tidak lama kemudian PSW mampu menyelenggarakan kembali mujahadah kubro di pondok pesantren At-Tahdzib Jombang.Hasil dari penelitian ini menunjukkan sholawat wahidiyah merupakan suatu amalan yang diamalkan dengan ber-mujahadah. Bermacam-macam mujahadah yang ada di wahidiyah, salah satunya yakni mujahadah kubro wahidiyah yang dilaksanakan 2 kali dalam setahun pada bulan Muharram dan Rojab. Perjalanan panjang yang dialami organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) pusat untuk menyelenggarakan mujahadah kubro wahidiyah tidak berjalan dengan baik. Pada tahun 1993 pelaksanaan mujahadah kubro wahidiyah berpindah dari Kedunglo Kediri ke Pondok Pesantren At-Tahdzib Jombang. Hal ini dikarena konflik internal yang terjadi di dalam tubuh organisasi Penyiar Sholawat Wahidiyah (PSW) Pusat. Sebagai gerakan tasawuf, konsep ajaran wahidiyah mencakup Lillah-Billah, Lirrosul-Birrosul, Lilghouts-Bilghouts, Yukti Kulla Dzii Haqqin Haqqoh, Dan Taqdiimul Aham Fal Aham Tsummal Anfa? Fal Anfa?. Seluruh konsep ajaran ini memberikan pengaruh positif yang sangat besar bagi orang-orang yang mengamalkannya, diantaranya dari segi batiniyah timbul kesadaran di dalam hatinya untuk kembali kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta dari segi lahiriyah timbul kesadaran untuk berhubungan baik dengan sesama manusia, seperti mencakup perilaku ramah tamah, sopan santun, saling menghormati, tawadhu?, suka dan saling menolong, jujur dan dapat dipercaya, berbaik sangka, saling menyayangi, dan lain sebagainya.
RAMPOGAN MACAN DI KEDIRI TAHUN 1890-1925 ROSYID AMMAR MURTADHI, MUHAMMAD; MASTUTI PURWANINGSIH, SRI
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rampogan Macan adalah tradisi mempertarungkan hewan (harimau) dengan manusia atau dengan hewan lain seperti kerbau dan banteng. Pada awalnya berkembang sejak abad ke-17 di wilayah kekuasaan Mataram, pada pemerintahan raja Amangkurat II. Tradisi ini memiliki persamaan konsep dengan pertarungan hewan buas yang ada di negara-negara lain. Di Asia Tenggara harimau biasa dipertarungkan dengan gajah, sedangkan di Eropa harimau dipertarungkan dalam arena gladiator. Di wilayah Kediri, rampogan macan berkembang menjadi sebuah acara untuk perayaan hari besar agama. Hipotesis sementara yang didapatkan adalah bahwasanya rampogan macan adalah salah satu fenomena perusakan tatanan alam di Jawa, sehingga termasuk dalam tradisi yang merupakan wujud penggambaran sifat antroposentris manusia Jawa melalui budayanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap, yaitu Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui (1) Bagaimana proses berkembangnya Rampogan Macan di wilayah Kediri selama tahun 1890 hingga tahun 1925; (2) Bagaimana latar belakang dan peran para penguasa di wilayah Kediri dalam melaksanakan Rampogan Macan; serta (3) Bagaimana pengaruh Rampogan Macan terhadap masyarakat dan keberlangsungan alam di wilayah Kediri.
HOMOSEKS (GAY) DI SURABAYA TAHUN 1982-1990 AYU INDAH SAFITRI, HELMING; , NASUTION
Avatara Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Homoseksual merupakan salah satu bentuk orientasi seksual yang unik dan minoritas. Oleh karenanya banyak diskriminasi yang terjadi kepada para homoseks dalam masyarakat. Di Surabaya terdapat sebuah organisasi atau yayasan khusus untuk para homoseks baik lesbian maupun gay yang diprakarsai oleh seorang aktivis gay bernama Dede Oetomo. Organisasi tersebut merupakan organisasi homoseks besar yang masih bertahan sampai sekarang, dan cukup berpengaruh untuk memperjuangkan kesamaan hak bagi para homoseksual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan munculnya komunitas gay di Surabaya dan untuk menganalisis bagaimana aktivitas yang dilakukan homoseks di Surabaya pada kurun waktu 1982-1990. Penulis menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahapan heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi untuk mendukung penelitian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan sumber tertulis berupa arsip, majalah, dan koran sejaman serta sumber lisan yang diperoleh melalui wawancara dengan gay yang ada di Surabaya mulai bulan Februari 2018 sampai bulan Mei 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, komunitas homoseks di Surabaya muncul berkat adanya dorongan untuk memperjuangan kesamaan hak bagi para homoseksual dan juga sebagai wadah untuk menyediakan informasi dan merangkul semua homoseks khususnya yang ada di wilayah Surabaya agar bisa bersikap positif terhadap dirinya sendiri dan menerima bahwa mereka terlahir sebagai seorang homoseksual. Kedua, pada kurun waktu 1982-1990 aktivitas yang dilakukan oleh para homoseks di Surabaya untuk mendapatkan informasi dan bersosialisasi dengan sesama gay terbagi menjadi dua, yaitu sebelum adanya komunitas homoseks dan setelah adanya komunitas homoseks di Surabaya. Sebelum munculnya komunitas homoseks di Surabaya kegiatan yang lebih dominan dilakukan adalah ngeber di beberapa tempat yang telah disepakati, sedangkan setelah muncul komunitas homoseks di Surabaya pada tahun 1987 para gay bisa berbagi informasi dan bersosialisasi melalui majalah terbitan GAYa Nusantara serta kegiatan-kegiatan yang diagendakan oleh GAYa Nusantara. Itu berarti bahwa adanya komunitas homoseks (gay) di Surabaya telah berkontribusi besar dalam merangkul homoseks khususnya gay di Surabaya untuk bisa menerima dirinya sebagai seorang gay. Dengan hal itu, mereka akan bisa melihat diri mereka lebih positif dan dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka melalui wadah yang telah disediakan yaitu komunitas GAYa Nusantara.
DIVERSIFIKASI USAHA TANI DI KECAMATAN GAJAH KABUPATEN DEMAK TAHUN 1980-2003 ASLIKHAH, ZUYYINATUL; TRILAKSANA, AGUS
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wacana diversifikasi sudah ada sejak awal dekade 1960an untuk mengantisipasi kebutuhan atau permintaan akan jenis tanaman pangan. Namun mulai diberlakukan sejak dikeluarkannya Inpres no 14 tahun 1974 tentang perbaikan menu makanan rakyat yang didalamnya memuat adanya penganekaragaman jenis dan meningkatkan mutu gizi makanan rakyat. Kebijakan inilah yang harus diterapkan oleh rakyat terutama petani diseluruh wilayah Indonesia tak terkecuali petani di Kecamatan Gajah. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini yaitu (1) mengapa di lakukannya diversifikasi usaha tani di Kecamatan Gajah Kabupaten Demak tahun 1980-2003. (2) bagaimana dampak terjadinya diversifikasi usaha tani terhadap peningkatan ekonomi petani di Kecamatan Gajah Kabupaten Demak tahun 1980-2003. Hasil penelitian ini adalah diversifikasi usaha tani yang dilakukan oleh petani di Kecamatan Gajah merupakan diversifikasi secara horizontal dengan sistem rotasi tanaman dan tumpang sari. Sistem rotasi yang dilakukan adalah petani menanam tanaman padi-padi-palawija. Faktor yang mempengaruhi adanya diversifikasi yang dilakukan oleh petani di kecamatan Gajah selain adanya kebijakan pemerintah juga untuk mengurangi dampak dari intensifikasi pertanian yang menyebabkan lahan sawah menjadi tidak kondusif sehingga hama dan penyakit dapat berkembangbiak dan juga mengurangi resiko kerugian akibat kegagalan panen maupun harga jual komoditas turun. Diterapkannya diversifikasi usaha tani menjadikan tingkat kesejahteraan masyarakat desa di wilayah kecamatan Gajah meningkat, hal ini dapat dilihat dari presentase bahwa penduduk yang bersekolah meningkat sebesar 15% dari jumlah penduduk di kecamatan Gajah. Selain itu pendapatan ekonomi petani juga meningkat dari tahun ke tahun karena jumlah produksi meningkat sebesar 10% ditahun 2003 dari jumlah sebelumnya ditahun 1980 sebesar 31.963 ton.
KEBIJAKAN EKONOMI BUPATI HEANY RELAWATI RINI WIDYASTUTIK DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT TUBAN PADA TAHUN 2006-2011 SUKMA APRILINA, TANTRI; , ARTONO
Avatara Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Jur. Pendidikan Sejarah FIS UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan perekonomian masyarakat kabupaten Tuban mengalami peningkatan pada tahun 2006-2011. Pertumbuhan perekonomian ini terjadi semenjak kepemimpinan bupati Tuban yaitu Heany Relawati Rini Widyastuti. Penelitian dengan judul ? Kebijakan Ekonomi Bupati Heany Relawati Rini Widyastuti Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Tuban tahun 2006-2011? . Dalam penelitian ini memiliki rumusan masalah bagaimana kebijakan ekonomi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Tuban,serta bagaimana pengaruh terhadap masyarakat akan kebijakan yang di terapkan selama kepemimpinan bupati Heany Relawati Rini Widyastuti. Dalam penelitian ini,data yang di peroleh langsung dari masyarakat serta penelitian langsung di lembaga-lembaga pemerintah. Adapaun data-data yang di peroleh adalah data primer dan data sekunder. Data-data yang dipeoleh langsung dari badan kearsipan,serta BAPPEDA kabupaten Tuban.Dalam penelitian ini dapat di simpulkan bahwa dalam menjalankan kepemimpinan,harus memiliki sistem pemerintah yang baik atau biasa di sebut dengan Good Govemance . Dalam peningkatan perekonomian kabupaten Tuban di pengaruhi oleh kebijakan-kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah daerah. Kebijkan yang di terapkan dalam setiap bidang memiliki kebijakan dan pembangunan yang berbeda-beda. Dalam pengembaganya pemerintah daerah selalu melibatkan masyarakat secara langsung. Mayarakat juga memiliki peran besar dalam terwujudnya kebijakan yang di terapkan oleh pemerintah daerah. Pertumbuhan perekonomian masyarakat kabupaten Tuban dapat di lihat langsung dalam angka Produk Domestik Regional Bruto. Pertumuhan perekonomian masyarakat Tuban setiap selalu mengalami kenaikan yang baik.